Pencarian Data

Friday, November 1, 2013

Ashley Williams Ingin Rasakan Atmosfer Liga Champions

Williams mengaku ingin bermain di ajang Liga Champions bersama Swansea City.

GOAL

Ashley Williams baru-baru ini membeberkan impiannya untuk tampil di panggung Liga Champions bersama Swansea City, terlepas kabar yang mengaitkannya dengan kepindahan ke klub lain di awal tahun ini.

Sebelumnya, Arsenal dan Liverpool disebut-sebut menaruh hati pada pria 29 tahun, namun pada akhirnya sosok asal Wales tersebut memilih bertahan di Liberty Stadium, yang di mana di sana ia mengemban jabatan sebagai kapten tim.

Williams sendiri membantu The Swans tampil cukup apik di awal musim, dan mengakui bahwa berkompetisi di kancah tertinggi Eropa merupakan ambisinya.

"Saya benar-benar bahagia di Swansea, namun saya ingin mendengarkan musik Liga Champions sekali dalam hidup saya," ujarnya kepada The Times.

"Jika kami bisa melangkah lebih jauh, maka hal itu akan menjadi impian yang berbuah kenyataan. Kami mungkin dianggap sebagai si kecil yang sedikit mapan, namun tim-tim besar menilai kami sebagai tim kecil Swansea.

"Kebanyakan dari kita belum pernah bermain di Eropa sebelumnya dan akan berusaha mewujudkannya selagi kami masih merasa bisa."

Antonio Conte: Giorgio Chiellini Bukan Pemain Kotor

Conte merasa perlu membela Chiellini menyusul kritik yang diterima bek internasional Italia tersebut akhir-akhir ini.

GOAL

Pelatih Juventus Antonio Conte membela bek Giorgio Chiellini terkait kritik yang diterima pemain internasional Italia itu usai membantu timnya menggilas Catania 4-0 di pertengahan pekan ini.

Chiellini sendiri menjadi sasaran kritik tajam menyusul tekel kerasnya pada Gonzalo Bergessio di hari Rabu kemarin, yang di mana pada akhirnya memaksanya untuk perlu mengeluarkan permintaan maaf viaTwitter.

Selain tekel kerasnya pada Bergessio, Chiellini juga diusir keluar lapangan saat Juve berduel dengan Real Madrid di pertandingan Liga Champions matchday ketiga, yang pada akhirnya membuat Conte bersuara.

"Ada perbedaan antara keras dan tidak fair. Giorgio sendiri merupakan tipe bek yang oleh para striker akan berusaha dihindari karena ia begitu tangguh saat berduel, juga ia merupakan sosok yang baik," ujar Conte di sebuah sesi konferensi pers.

"Dia itu hanya manusia biasa, dan dapat berbuat salah. Dia merupakan salah satu bek terbaik di dunia dan saya tidak akan terima jika orang-orang menuduhnya tidak fair.

"Semua orang yang mengenalnya tahu bahwa ia memiliki nilai-nilai penting. Ia berduel untuk bola, namun mengenai Bergessio. Itu adalah kecelakaan. Dan mereka yang berkata selain itu harus melihat rekaman ulangnya."

Antonio Conte: Giorgio Chiellini Bukan Pemain Kotor

Martinez menyatakan pria Inggris itu tengah menikmati permainannya, dengan menyebutkan bahwa sudah saatnya untuk mempercayakan keputusan di belakang layar pada Everton.

GOAL

Manajer Everton Roberto Martinez berharap pihak klub bisa menahan kepergian Leighton Baines di bulan Januari, dengan Manchester United yang dikabarkan menaruh hati pada full-back Inggris tersebut.

Pada awal Oktober ini, Goal UK sempat memaparkan secara eksklusif bahwa David Moyes beserta timnya meminta agar Baines melayangkan permintaan transfer guna mengamankan kepindahannya ke Old Trafford di musim dingin.

Namun ketika ditanya mengenai masa depan pemain 28 tahun tersebut, Martinez berkata: "Leighton tengah menikmati sepakbolanya. Ini adalah waktu yang tepat untuk percaya pada klub mengenai apapun yang kami lakukan," ujarnya kepada wartawan.

"Ini bukan saat yang tepat untuk membicarakan situasi tersebut. Leighton memiliki peran yang besar di musim ini dan kami ingin agar hal itu terus berlanjut.

"Saya selalu berkata kami akan selalu bekerja keras setiap hari untuk menjadi lebih kuat.

"Hal itu berarti menjaga pemain-pemain kami yang bermain baik, dan bekerja keras untuk mendatangkan pemain guna meningkatkan skuat ini.

"Ketika ada sesuatu yang bisa dikatakan kepada fans, mereka akan menjadi yang pertama mengetahuinya."

FOKUS: Saatnya AS Roma Dipandang Sebagai Klub Elit Eropa

AS Roma mencatatkan rekor baru di Serie A Italia dan menjadi tim yang paling sedikit kebobolan di kompetisi elit Eropa sejauh ini.

GOAL

AS Roma mencetak rekor dengan mencatatkan sepuluh kemenangan dalam sepuluh pertandingan perdana Serie A Italia musim ini, memecahkan catatan yang ditulis oleh Juventus pada musim 2005/06, di mana Si Nyonya Tua meraih kemenangan dalam sembilan laga perdana liga.

Kesuksesan tersebut tentu mulai mengundang perhatian banyak pihak, bukan hanya tentang rekor tersebut, tetapi bagaimana I Giallorossi mampu merengkuh catatan gemilang itu.

Skuat Roma dibangun dari lini pertahanan yang tangguh, di mana mereka menjadi yang terbaik di Eropa secara statistik sejauh ini, yang memberikan para pemain lini tengah dan lini depan kesempatan untuk melakukan serangan dengan nyaman ataupun memberi kemenangan hanya dengan keunggulan satu gol.

Sejauh ini, skuat asuhan Rudi Garcia hanya kemasukan satu gol dengan sembilan pertandingan clean sheets. Roma memiliki peluang besar untuk dapat memenangkan Scudetto musim ini. Mereka harus mulai dipandang sebagai pesaing serius di Italia, atau bahkan di Eropa sekalipun.

Roma telah membuktikan kualitas mereka dengan kemenangan yang luar biasa atas rival-rival besar mereka seperti Lazio, Napoli dan juga FC Internazionale. Bahkan, baru-baru ini mereka berhasil menaklukkan Udinese yang tidak pernah kalah di Stadio Friuli selama setahun terakhir.

Sumber kekuatan AS Roma diawali dari sosok pelatih yang berdiri di pinggir lapangan, yaitu Rudi Garcia. Seperti yang diketahui, dia dikenal sebagai salah satu pelatih terbaik yang ada di Eropa, dan juga memiliki pengalaman mengantarkan klub menjuarai liga.

                                                 Rudi Garcia, otak sukses AS Roma

Garcia membawa Lille merengkuh trofi juara Ligue 1 Prancis dan juga Piala Prancis pada tahun 2011, dan dengan pengalaman dan kualitas yang dimilikinya, ia akan mampu mengatasi tekanan yang selalu menyelimuti klub ibukota Italia tersebut.

Karena, meskipun Roma tidak memiliki sejarah sebagai tim yang konsisten meraih gelar juara, tekanan di klub tersebut tidak kalah dengan klub-klub besar langganan juara. Dan itu telah terbukti pada kegagalan pelatih-pelatih muda seperti Luis Garcia, Vincenzo Montella dan Aurelio Andreazzoli.

Penunjukkan Garcia sebagai nahkoda Roma bisa menjadi keputusan yang sangat tepat dan bukan tidak mungkin Serigala Ibukota akan terus berada di puncak dan meraih trofi juara Seria A pertama selama lebih dari satu dekade apabila mereka tetap bermain konsisten hingga musim berakhir.

Para pemain veteran juga banyak membantu kesuksesan Roma sejauh ini, sebut saja kiper Morgan De Sanctis yang direkrut dari Napoli. Pengalamannya bermain di Serie A bisa membuatnya tampil lebih maksimal daripada kiper jangkung asal Belanda, Maarten Stekelenburg.

Di sektor lini belakang, meski mereka kehilangan sosok bek berbakat, Marquinhos di bursa transfer musim panas kemarin, mereka berhasil mendapatkan jasa Mehdi Benatia yang terbukti menjadi salah satu bek terbaik di Serie A.

Dua muka lama Roma, yaitu Leandro Castan dan Federico Balzaretti juga sudah semakin nyaman di Olimpico. Castan sudah mulai menampilkan performa impresif bersama Benatia di jantung pertahanan tim, sementara Balzaretti juga sudah menyumbangkan satu gol di musim ini.

Sumber lain adalah kekuatan lini tengah yang dimiliki Roma. Kini Giallorossi bisa disebut memiliki barisan gelandang terbaik di Serie A Italia, di samping sang juara bertahan, Juventus.

                                                 Lini tengah AS Roma memukau

Kreativitas dan teknik brilian dari Miralem Pjanic menyatu sempurna dengan dua jendral tangguh di lapangan tengah, yaitu Daniele De Rossi dan Kevin Strootman.

Dengan kehadiran tiga pemain itu, Roma seakan tidak akan pernah kehabisan tenaga untuk menunjang serangan di lini depan ataupun bantuan untuk pertahanan.

Dan, tentu saja, Roma tidak akan bisa dipisahkan dengan sosok Francesco Totti, yang dapat disebut sebagai salah satu pemain terbaik dunia dalam dua dekade terakhir.

Pemain berusia 37 tahun itu kini lebih berperan di lini tengah, mengingat kecepatannya yang semakin menurun sehingga ia kurang efektif ketika bermain melebar. Tetapi hal itu tidak membuatnya kehilangan performa, sejauh ini ia mampu mencetak tiga gol dan lima assist.

Di sisi sayap, kedatangan Gervinho dari Arsenal membuat serangan Roma semakin atraktif, belum lagi kehadiran Adem Ljajic yang siap memberikan kontribusi maksimal bila pemain asal Pantai Gading itu buntu. Di sisi sayap lain, sosok Alessandro Florenzi sudah tidak tergantikan dengan permainannya yang selalu ngotot.

Dengan kekuatan yang merata di setiap lini, Roma berpeluang meraih trofi juara pertama kalinya sejak lima tahun terakhir, ataupun minimal bisa mengakhiri dahaga akan kompetisi Eropa yang tidak pernah mereka rasakan dalam tiga tahun terakhir.

Yang pasti, Italia dan juga Eropa harus mulai memandang Roma sebagai salah satu klub besar apabila tidak ingin kena batunya ketika berhadapan dengan mereka, tahun depan.

Brooklyn Beckham Trial Di Manchester United

Putra kandung David Beckham itu berlatih dengan tim akademi United setelah sebelumnya menjalani trial dengan Chelsea, Arsenal dan QPR.

GOAL

Putra tertua David Beckham, Brooklyn, dikabarkan menjalani trial dengan juara bertahan Liga Primer Inggris Manchester United.

Bocah berusia 14 tahun itu sebelumnya sempat berlatih dengan Chelsea dan QPR, juga dengan akademi LA Galaxy saat sang ayah masih aktif bermain di MLS.

Brooklyn sendiri ikut ambil bagian dalam sesi latihan bersama pemain akademi United lainnya di pusat pelatihan Carrington pada pekan ini.

Sebelumnya, Brooklyn juga pernah menjalani trial di Arsenal dan kembali ke Chelsea untuk kali kedua sebelum kemudian mendapat undangan terbuka dari United.

Beckham merupakan bagian dari tim akademi United yang memenangi FA Youth Cup pada 1992 sebelum akhirnya mengemas 400 penampilan lebih untuk klub penghuni Old Trafford, dengan memenangi enam gelar Liga Primer, dua Piala FA dan Liga Champions.

Putra Beckham lainnya, Romeo, sebelum ini juga pernah berlatih dengan Arsenal.

Bayern Munich Bahas Kontrak Baru David Alaba

Alaba tengah membahas kontrak baru sebagaimana ikatan kerjasamanya dengan tim Bavaria itu habis pada akhir musim 2014/15.

GOAL

David Alaba telah menyatakan bahwa ia tengah berbicara dengan Bayern Munich terkait perpanjangan kontrak, namun juga menekankan bahwa dirinya belum mencapai kesepakatan.

Kontrak bek kiri itu sejatinya baru habis pada musim panas 2015, dengan sejumlah klub raksasa Eropa yang diyakini tengah mengamati situasi pemuda 21 tahun tersebut.

Akan tetapi, Alaba dalam sebuah keterangan menyebutkan bila Bayern merupakan pilihan pertamanya untuk saat ini.

"Bayern adalah pilihan pertama saya," ujar pemain internasional Austria itu kepada TZ.

"Pembicaraan kontrak tengah berlangsung untuk saat ini, namun belum ada yang bisa diumumkan."

Alaba sendiri bergabung dengan Bayern dari Austria Wien pada usia 16 tahun dan kemudian sukses menahbiskan diri sebagai pemain kunci.

Di musim ini, ia telah tampil di sembilan laga Bundesliga dengan menoreh satu gol.

Mathieu Flamini Akan Fit Hadapi Manchester United

Arsene Wenger menyebutkan Flamini kemungkinan baru bisa dimainkan ketika timnya bertandang ke Old Trafford.

GOAL

Manajer Arsenal Arsene Wenger telah menyatakan bahwa gelandang Mathieu Flamini akan kembali bermain saat timnya bertandang ke markas Manchester United.

Pemain 29 tahun itu sebelumnya mengalami cedera kunci paha saat timnya menang 2-0 atas Crystal Palace, yang memaksanya absen hingga dua pekan.

Dan Wenger lantas mengonfirmasi bila Flamini mungkin bisa diturunkan saat tim arahannya berkunjung ke Old Trafford, yang akan digulirkan seminggu setelah duel melawan Liverpool.

"[Mikel] Arteta kembali dari masa suspensi, [Serge] Gnabry masih absen, [Mathieu] Flamini kemungkinan bisa turun hadapi Manchester United," ujar Wenger kepada wartawan.

Di musim ini, Flamini telah mencatatkan tujuh penampilan di Liga Primer setelah sebelumnya bergabung dari AC Milan di musim panas.

Steve Clarke Tak Terburu Mainkan Ben Foster

Clarke ingin Foster fit terlebih dahulu sebelum memikirkan kesempatannya bersama Inggris dan Piala Dunia.

GOAL

Manajer West Bromwich Albion Steve Clarke enggan memaksakan Ben Foster untuk segera tampil demi tekadnya membela Inggris di Piala Dunia.

Seperti diketahui, Foster sendiri sudah menepi sejak Agustus karena mengalami retak kaki dan akan melewatkan pertandingan persahabatan melawan Jerman serta Chile bulan ini.

Adapun Clarke, yang menggantikan peran Roy Hodgson di The Hawthorns, tak ingin terburu-buru untuk memainkan Foster, namun menyatakan bahwa pria 30 tahun itu akan memiliki banyak waktu guna tampil di atas lapangan demi tekadnya membela Inggris di ajang Piala Dunia di Brasil.

"Kuncinya adalah bahwa Roy [Hodgson] mengenalnya, dia memiliki Foster di tahun terakhirnya di klub ini," ujar Clarke seperti dikutip dari Sky Sports. "Dia mengerti Ben sebagai seseorang dan pemain, yang di mana bagus buat keduanya.

"Dia tidak akan siap hingga pertengahan November, namun ia akan siap untuk partai [internasional] di bulan Maret. Pertama-tama dan terpenting, ia harus fit dan sembuh dari cedera seriusnya.

"Kami akan memberinya sedikit waktu dan ruang, dan akan membiarkan ia kembali ke tempat latihan. Ketika ia kembali ke tempat latihan dan sepenuhnya fit, maka kami bisa mulai memasukkan namanya ke tim saya dan tim Inggris," imbuhnya.

SPESIAL: Parade Duet Tajam Eropa


Inilah lima pasangan tersubur di liga-liga top Eropa awal musim ini!
Hampir semua analisis taktik lima tahun lalu mengatakan taktik dua penyerang dalam formasi tim mulai ditinggalkan dan banyak pelatih lebih gemar memasang formasi penyerang tunggal dengan mengeksplorasi lebar lapangan sebagai taktik andalan tim masing-masing.

Analisis itu tidak salah. Sulit bagi kita saat ini menemukan pasangan striker seperti misalnya Andy Cole dan Dwight Yorke, Alan Shearer dan Chris Sutton, Alessandro del Piero dan Filippo Inzaghi, Fredi Bobic dan Giovane Elber, atau Ronaldo dan Ivan Zamorano. Namun, musim ini nostalgia itu kembali karena mulai muncul kecenderungan dari beberapa tim untuk memainkan duet penyerang dalam formasi mereka.

Satu penyerang saja mulai tidak cukup. Beberapa klub bahkan mulai memakai formasi 3-5-2 yang dianggap dapat menjamin keseimbangan antara menyerang dan bertahan. Penggunaan satu penyerang dinilai kerap menempatkan sang striker terisolasi sendirian di depan akibat kalah jumlah. Bukankah dengan menggunakan duet penyerang peluang mencetak gol lebih besar karena tugas itu diemban oleh dua orang sekaligus? Dua penyerang, dua kali lipat pula peluang yang bisa didapat tim. Apakah era kejayaan duet striker telah kembali?

Redaksi Goal Indonesia telah mengumpulkan sejumlah duet penyerang tajam yang berkiprah di liga-liga Eropa. Sejumlah nama bermunculan, tetapi yang disertakan ke dalam daftar ini adalah mereka yang menggunakan formasi penyerang kembar. Mereka yang menggunakan formasi striker tunggal atau trio penyerang tidak disertakan. Dengan demikian, jelas alasan kami tidak menyebutkan nama Stefan Kiessling-Sidney Sam, Robert Lewandowski-Marco Reus, ataupun juga dua pemain Zenit St Petersburg, Danny-Hulk dari Zenit St Petersburg.

Catatan khusus kami berikan untuk Manchester United. Sejatinya di papan formasi mereka menggunakan striker tunggal, tetapi di atas lapangan bisa terlihat Robin van Persie dan Wayne Rooney diberi keleluasaan dengan kerap bertukar posisi dan turun ke belakang mencari bola. Dua gol terakhir Van Persie di Liga Primer Inggris ke gawang Southampton dan Stoke City dapat tercipta dengan memanfaatkan bola reboundpeluang Rooney.

Robin van Persie - Wayne Rooney


Duet Wayne Rooney dan Robin van Persie layak diperhitungkan di musim ini. Setelah di musim lalu keduanya mengemas 38 gol di ajang Liga Primer (Van Persie mengoleksi 26 gol dan Rooney 12), kini keduanya sudah mampu mengemas sembilan gol meski kompetisi tertinggi di Inggris itu baru memasuki matchday kesembilan. Van Persie sudah mencetak lima gol, sedangkan Rooney satu gol lebih sedikit. United sendiri baru membobol gawang lawan sebanyak 14 kali. Selain itu, kombinasi keduanya juga sukses membantu terciptanya tiga gol United lainnya, dengan Rooney yang memberi assist sebanyak dua kali dan Van Persie sekali. 

Meski merupakan salah satu duet berbahaya, namun Rooney, yang berdiri di belakang striker Belanda tersebut, justru diberi kebebasan dalam bergerak oleh manajer David Moyes sehingga bisa leluasa dalam menebar ancaman. Tercatat, dari delapan laga Rooney sukses melancarkan 14 tembakan ke arah gawang dan tujuh lainnya melenceng. Rasio keakuratannya mencapai 67 persen. Sementara itu, Van Persie tak kalah mengerikan. Pria 30 tahun ini telah menebar 12 tendangan ke arah gawang dan 12 lainnya tidak tepat sasaran. Rasio akurasinya 50 persen dari delapan penampilan.

- Adhe Makayasa


Zladinson Cavanimovic!


Transfer Edinson Cavani ke Paris Saint-Germain di musim panas lalu praktis memunculkan opini publik jika eks Napoli ini bakal diproyeksi membentuk duet berbahaya bersama Zlatan Ibrahimovic di lini depan. Namun fakta di lapangan rupanya tak berbanding lurus dengan prediksi. Duet ini malah terbilang tak seganas yang dibayangkan. Barangkali, akibat atribut bermain Ibra-Cavani yang memiliki banyak kemiripan, belum tentu setiap keduanya dipasangkan bisa cocok. Pelatih Laurent Blanc pun lantas berputar otak hingga dalam perkembangannya dibuatlah alternatif dengan menyisipkan Ezequiel Lavezzi agar mencairkan kombinasi "Zladinson Cavanimovic". Tapi bagaimanapun kondisinya, predikat tandem terbaik rasanya masih layak disematkan, toh Ibra (lima gol) dan Cavani (tujuh gol) sejauh ini telah memberi kontribusi besar dari sebagian gol tim hingga mampu membawa klub ibu kota nyaman di puncak klasemen Ligue 1.

- Anugerah Pamuji


SAS


Setelah era Kenny Dalglish dan Ian Rush, kini Liverpool kembali memiliki duo penyerang nan tajam: Daniel Sturridge dan Luis Suarez. Baru sembilan laga EPL bergulir, mereka berdua sudah menyumbangkan 14 dari total 17 gol yang dicetak The Reds. Sturridge sudah menyumbang delapan gol, sedangkan Suarez enam.

Kombinasi resmi mereka di EPL memang baru berjumlah empat laga, namun dari jumlah tersebut sebanyak sepuluh gol sudah terlahir dari duet mereka. Tiga assist (Sturridge dua dan Suarez satu) di antara mereka pun jadi bukti bahwa kedua laskar Anfield ini memang cocok satu sama lain. Tak heran jika manajer Brendan Rodgers sampai menyebutkan permainan mereka seolah menggunakan telepati.

Sturridge telah menebar ancaman dengan akurasi tembakan hingga 59 persen (17 ke gawang, 12 melebar). Sementara itu Luis telah mencatatkan 13 tembakan ke gawang dari total 20 tembakan (64 persen) hanya dalam empat laga. Dengan gaya permainan cepat dan cerdas plus statistik yang terpapar, kiranya tidak berlebihan jika menobatkan duet ini sebagai yang terbaik di EPL 2013/14 sejauh ini.

- Yudha Danujatmika


Emmanuel Riviere - Radamel Falcao


Tak ada yang mengira nama Emmanuel Riviere bakal begitu diperhitungkan AS Monaco di musim 2013/14. Alih-alih berstatus pemain pelapis, Riviere ternyata mampu memikat pelatih Claudio Ranieri. Jika sebelumnya sang juru taktik memilih formula striker tunggal yang dihuni oleh Radamel Falcao saja, dalam perjalanannya pria Italia itu akhirnya mewujudkan pasangan Falcao-Riviere di lini depan The Red And White. Hebatnya, total semua gol tim hingga Journee ke-8 secara reguler disapubersih oleh duet ini sebelum akhirnya Riviere mengalami cedera hingga pekan ke-11 minggu lalu. Saking padunya, saat keduanya dipisahkan di pekan itu, Falcao seperti kehilangan taji di mana empat laga terakhir liga dilalui penyerang Kolombia ini hanya dengan mencetak sebiji gol. Tak heran bila di Prancis saat ini justru kemilau duet Falcao-Riviere bersinar lebih terang dibandingkan striker-striker lain.

- Anugerah Pamuji


David Villa - Diego Costa


Atletico Madrid seolah-olah tidak pernah kehilangan stok penyerang hebat. Sebut saja nama hebat Fernando Torres, Sergio Aguero, dan terakhir Radamel Falcao pernah singgah di Vicente Calderon. Setelah kepergian bomber Kolombia ke AS Monaco, dua nama mengemuka sebagai tumpuan di lini depan yaitu Diego Costa dan David Villa yang telah berkolaburasi menciptakan 17 dari total 28 gol Los Colchoneros.

Nama besar Villa didatangkan ke Vicente Calderon dari Barcelona dan sejauh ini telah menyumbang lima gol dan satu assist dari 11 pertandingan. Torehan Costa lebih hebat, pemain yang baru saja mengambil keputusan mengabdi pada Spanyol ini menjebol gawang 12 kali plus dua assist dengan jumlah pertandingan sama. Berbicara kepiawaian membuka peluang, keduanya sama-sama mentereng. Villa melepaskan 20 tembakan, 15 di antaranya tepat sasaran, sementara Costa mengancam gawang lawan 32 kali dengan hanya delapan meleset dari target.

Sekarang, mari menyimak daftar dan analisis kami: