Pencarian Data

Tuesday, October 8, 2013

Gugat PSSI, Persebaya 1927 Tempuh Jalur Hukum Perdata & Pidana

Cholid menilai PSSI pamer kesewenang-wenangan dalam mengeluarkan keputusan yang justru tak menyelesaikan masalah.

GOAL

Manajemen Persebaya 1927 menyatakan bakal menempuh jalur hukum ke pengadilan niaga dan umum untuk menggugat keputusan PSSI yang tidak mengakui keanggotaan mereka.

PSSI telah memutuskan Persebaya 1927, bersama Jakarta FC, dan Arema IPL bukan sebagai anggota mereka, sehingga tidak ikut dalam play-off Indonesian Premier League untuk mendapatkan tiket mengikuti verifikasi Indonesia Super League (ISL) tahun depan.

Keputusan PSSI ini membuat manajemen Persebaya 1927 meradang. Mereka bakal melayangkan gugatan perdata dan pidana kepada PSSI yang dianggap telah bertindak sewenenang-wenang.

“Kami akan mengajukan gugatan ke pengadilan niaga dan pengadilan umum di Jakarta mengenai status keanggotaan Persebaya yang tidak diakui PSSI,” cetus direktur utama PT Persebaya Indonesia Cholid Goromah kepada wartawan usai melakukan rapat internal.

“Pamer kesewenang-wenangan yang diperlihatkan PSSI tidak akan menyelesaikan permasalahan. Justru menunjukkan sikap PSSI yang jauh dari sportivitas dan fair play yang menjadi urat nadi sepakbola.”

“Kami mendesak PSSI untuk meralat kebijakannya, dan kembali mengakui eksistensi Persebaya. Sejarah panjang klub tidak bisa dihilangkan oleh selembar surat keputusan yang tidak berdasar.”

Dalam kesempatan yang sama, Cholid juga meminta menteri pemuda dan olahraga (Menpora) Roy Suryo untuk turun tangan menyelesaikan permasalahan ini.

“Menpora memiliki tanggung jawab untuk memastikan tidak ada anak bangsa yang terdzolimi,” ucap Cholid.

Roy Suryo Ajak Warga Jakarta Dukung Timnas U-19 Di Stadion

Menpora mengingatkan para pemain agar tidak percaya diri berlebihan saat melakoni dua laga sisa.

GOAL

Menteri pemuda dan olahraga Roy Suryo mengajak warga Jakarta untuk memadati Stadion Utama Gelora Bung Karno demi memberikan dukungan kepada tim nasional Indonesia U-19 menjalani laga kualifikasi Piala Asia 2014.

Dalam pertandingan perdana timnas U-19 di ajang ini melawan Laos, banyak tribun Stadion Utama yang kosong. Kondisi ini berbeda jauh dengan Stadion Delta Sidoarjo, saat tim besutan Indra Sjafri itu berlaga di Piala AFF U-19.

“Wajar tidak penuh, karena ini masih pertandingan pertama, Tapi semoga bisa lebih banyak lagi [suporter datang ke stadion] di pertandingan selanjutnya,” ujar Roy yang ditemui usai timnas U-19 membekap Laos 4-0.

“Kita ajak para penonton, terutama wilayah Jakarta dan sekitarnya, mari kita beri dukungan kepada para pemain kita.”

Mengenai performa Evan Dimas dan kawan-kawan, Menpora menyatakan, para pemain sudah memperlihatkan permainan yang bagus. Menpora pun meminta agar tim Garuda Jaya tidak percaya diri berlebihan.

“Anak-anak bermain sangat bagus, sesuai harapan. [Awalnya] saya kira 3-0, tapi jadi 4-0. Semoga kemenangan malam hari ini bisa membangkitkan percaya diri mereka. Tapi jangan terlalu percaya diri juga,” kata Menpora.

“Tadi kita dapat keuntungan sepuluh menit terakhir melawan sembilan pemain. Saya ucapkan selamat, semoga mereka istirahat cukup, karena akan main lagi tanggal 10.”

“Sekarang Korea Selatan dengan kita sama-sama menang 4-0. Untuk itu, pemain harus berjuang lagi. Kita punya beberapa kartu kuning, jadi harus hati-hati di pertandingan selanjutnya.”

Pelatih Laos: Dua Kartu Merah Bikin Laga Berakhir

Liepvisay enggan menyalahkan wasit atas dua kartu merah yang didapat anak asuhnya.

GOAL

Pelatih Laos Shandalaphone Liepvisay mengatakan, dua kartu merah yang diterima anak asuhnya telah mengakhiri pertandingan ketika digasak tim nasional Indonesia U-19 4-0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta.

Dalam laga perdana kualifikasi Piala Asia U-19 2014 ini, Laos kehilangan Phithack Kongmathilath pada menit ke-54, dan Xouxana Sihalath di menit ke-80. Liepvisay menilai diusirnya Xouxana membuat pertandingan sudah berakhir.

“Sebetulnya kami bermain bagus, dan memberikan perlawanan di babak pertama. Kami mampu membuat repot Indonesia,” ungkap Liepvisay kepada wartawan usai laga.

“Tapi di babak kedua pemain hilang konsentrasi. Ketika kartu merah kedua dikeluarkan, maka pertandingan sudah berakhir. Kami tidak menyalahkan wasit, namun keputusannya tidak menguntungkan kami, sehingga mengganggu konsentrasi pemain.”

“Setelah kartu merah [Phithack dan Xouxana], kami bermain bertahan. Itu bagian dari cara kami agar tidak kebobolan lebih banyak. Kami sembilan pemain, Indonesia 11 pemain.”

“Walau begitu, ini menjadi pengalaman yang bagus buat kami. Saya masih 29 tahun. Bukan hanya saya yang muda, para pemain juga masih muda. Usia tidak menetukan tingkat emosional.”

Gara-Gara Sinar Laser, FC Internazionale Disanksi

Penyerang veteran AS Roma Francesco Totti kedapatan dibidik sinar laser oleh fans I Nerazzurri.

GOAL

Sudah jatuh tertimpa tangga, setelah dihantam AS Roma di Giuseppe Meazza FC Internazionale harus membayar sanksi €15.000 karena ulah negatif fans pada pertandingan tersebut.

Penyerang veteran AS Roma Francesco Totti kedapatan dibidik sinar laser oleh fans I Nerazzurri dan episode negatif ini langsung direspon otoritas sepakbola Italia dengan menjatuhkan denda. 

Pada pertandingan tersebut AS Roma menang telak 3-0 sekaligus mempertahankan rekor kemenangan 100 persen dan menyegel status Capolista Serie A Italia. Sementara bagi Inter kekalahan dari Giallorossi merupakan yang pertama musim ini.

Sanksi karena serangan laser pernah juga menimpa AC Milan 2011 silam, pada saat itu Rossoneri didenda €20.000 karena ulah fans yang menyorot Leonardo dan Wesley Snijder pada duel sarat gengsi derby Della Madonnina.

Sejarah Hari Ini (9 Oktober): Gianluca Pessotto, Pemain Juventus Ke-100 Untuk Gli Azzurri

Tepat 17 tahun lalu, fullback legendaris milik Juventus tersebut mencatatkan namanya sebagai pemain ke-100 Bianconeri yang pernah membela Timnas Italia.

GOAL

Masih ingat dengan Gianluca Pessotto? Mungkin nama itu kurang familiar bagi Anda yang baru menggemari sepakbola dalam dekade terakhir. Tapi, untuk para tifosi yang selalu mengikuti perkembangan sepakbola sejak medio 90-an serta para Juventini sejati, Pessotto akan selalu terngiang dalam ingatan sebagai salah satu fullback terbaik milik Juventus dan Italia.

Lahir di kota kecil, Latisana, kawasan Udine, 11 Agustus 1970, Pessotto malang-melintang di berbagai klub Liga Italia Serie A. Lulusan akademi AC Milan ini mengawali kariernya di AS Varese pada musim 1989/90. Dua musim di Varese, Pessotto kemudian begonta-ganti klub, diantaranya Massese, Bologna, Hellas Verona dan Torino. Penampilan impresif untuk klub yang disebut terakhir, membuat klub sekota sekaligus raksasa Serie A, Juventus, merekrut dirinya pada Juli 1995.

Di klub inilah, pria yang kini berusia 43 tahun itu meraih segalanya. Mulai dari gelar scudetto, Piala Super Italia, Liga Champions, hingga dipercaya untuk memperkuat Timnas Italia pada 9 Oktober 1996.

GIANLUCA PESSOTTO

Nama: Gianluca Pessotto

Tempat, Tanggal Lahir: Latisana, Udine, Italia, 11 Agustus 1970

Klub:
 Varese (1989-91), Massese (1991-92), Bologna (1992-93), Hellas Verona (1993-94), Torino (1994-95), Juventus (1995-06)

Timnas Italia: 22 caps/ 1 gol 
Koleksi Gelar
Juventus:Serie A (6): 1996-97, 1997-98, 2001-02, 2002-03. 2004-05*, 2005-06*
Supercoppa Italiana (4): 1995, 1997, 2002, 2003
Piala Intertoto (1): 1999
UEFA Champions League (1): 1995–96
Piala Super Eropa (1): 1996
Piala Interkontinental (1): 1996

(*: Dicabut oleh pengadilan akibat Calciopoli)

Ya, tepat 17 tahun berselang sang pemain melakukan debut impian seluruh pesepakbola Italia bersama Gli Azzurri. Hebatnya, ia juga tercatat sebagai pemain ke-100 milik Bianconeri yang pernah dipanggil untuk memperkuat La Nazionale!

Pelatih Italia kala itu, Arrigo Sacchi, tak ragu memakai jasanya untuk jadi salah satu pilar di lini belakang. Hal itu ia lakukan kala Negeri Pizza menjamu Georgia di Stadio Renato Curi, Perugia, dalam lanjutan kualifikasi Piala Dunia 1998. Bukan pilihan mengejutkan memang, karena Pessotto memang sudah tampil gemilang lewat koleksi 28 penampilannya bersama Si Nyonya Tua pada 1995/96.

Ditemani Alessandro Nesta, Ciro Ferrara dan Paolo Maldini di lini pertahanan, Pessotto mampu menunjukkan kelasnya. Meski Italia kesulitan menembus pertahanan Georgia, sang fullback terus memberi kesan bahwa dirinya layak mengenakan jersey biru Italia. Ia sangat rajin menyisir sisi kanan lapangan, kerja samanya dengan Angelo Di Livio -- yang bertindak sebagai sayap kanan -- juga terlihat padu.

Pada akhirnya Italia mamu mengakhiri laga dengan kemenangan tipis 1-0. Fabrizio Ravanelli jadi pahlawan dengan golnya pada menit ke 43. Sejak saat itu, Pessotto jadi langganan Timnas meski tonggak kepelatihan berganti ke Cesare Maldini hingga Dino Zoff.

Ia ikut dalam skuat Italia untuk Piala Dunia 1998 di Prancis dan Euro 2000 di Belgia-Belanda. Momen yang paling diingat adalah penalti kemenangan yang ia cetak saat melawan Belanda di semi-final Euro 2000, melalui babak adu jotos.

Sayang, sejak Giovanni Trapattoni mengambil alih kursi kepelatihan dari Dino Zoff, Pessotto tak pernah lagi dilirik. Total 22 caps dengan torehan sebuah gol jadi persembahannya. Seiring berjalannya waktu, Pessotto akhirnya memutuskan pensiun bersama klub yang membesarkan namanya, Juventus, pada akhir musim 2005/2006.

Namanya sempat mencuat kembali kala melakukan percobaan bunuh diri pada Juli 2006. Namun, tak usahlah mengingat masa kelamnya, ingatlah Pessotto sebagai salah satu fullback terbaik milik Juventus dan Italia yang namanya tercatat sebagai pemain ke-100 La Vecchia Signora sebagai prajurit La Nazionale.

Timnas U-19: Lebih Enak Di Sidoarjo

Skuat timnas U-19 berharap dukungan terhadap mereka di Stadion Utama selama menjalani kualifikasi Piala Asia 2014 bisa bertambah.

GOAL

Para punggawa tim nasional Indonesia U-19 mengungkapkan penilaian mereka terhadap sepinya dukungan secara langsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno dalam pertandingan kualifikasi Piala Asia 2014, Selasa (8/10) malam WIB.

Banyak tribun di Stadion Utama yang kosong tak terisi penonton. Situasi tersebut berbeda ketika tim Garuda Jaya berlaga di Sidoarjo ketika menjalani laga Piala AFF U-19, di mana tim besutan Indra Sjafri ini akhirnya tampil sebagai juara.

“[Saat] masuk stadion, anak-anak sempat bilang, lebih enak di Sidoarjo. Lebih ramai,” ungkap Indra dalam keterangannya kepada wartawan usai pertandingan.

“Mudah-mudahan di pertandingan berikutnya [melawan Filipina dan Korea Selatan] jumlah penonton lebih banyak. Mohon dukungan dari masyarakat.”

Kendati tidak banyak yang hadir di stadion, bek Hansamu Yama Pranata tetap memberikan apresiasi, dan menyampaikan ucapan terima kasih terhadap dukungan penonton. Kendati demikian, ia berharap jumlah penonton bisa lebih banyak.

“Memang dukungan dari penonton kurang banyak, tidak seperti di Sidoarjo. Tapi saya ucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan di stadion. Berkat dukungan itu, kami meraih kemenangan,” kata Yama.

Real Sociedad Ingin Pinjam Casemiro

Tampil gemilang di pramusim ternyata tidak menggaransi skuat utama bagi Casemiro di Santiago Bernabeu.

GOAL

Performa Real Sociedad di La Liga Spanyol menurun drastis, salah satu penyebabnya adalah cedera gelandang bertahan Esteban Granero.

Untuk menutup lubang di sektor yang ditinggalkan Asier Illarramendi tersebut, La Real kabarnya membidik pemain muda Real Madrid Casemiro. Tampil gemilang di pramusim ternyata tidak menggaransi skuat utama bagi Casemiro di Santiago Bernabeu.

Radio Nacional de Espana mengklaim presiden Florentino Perez telah bertemu dengan presiden Sociedad Jokin Aperribay membahas kemungkinan peminjaman darurat. 

Sebelumnya Real Sociedad aktif memburu pemain Barcelona Jonathan Dos Santos namun negosiasi menemui jalan buntu karena sang pemain mengambil keputusan bertahan di Camp Nou setidaknya satu musim lagi usai mendapat garansi manajer anyar Tata Martino.

Pertengahan lalu nama Casemiro masuk dalam daftar pemain El Real di Liga Champions namun digantikan Alvaro Morata dengan alasan sakit, meski demikian beredar kabar nama Casemiro tidak sengaja terdaftar dan langsung diganti setelah kesalahan tersebut diketahui.

Indra Sjafri: Pemain Tampil Di Bawah Form

Indra merasa pemain sudah merasa puas dengan menjadi juara Piala AFF U-19, sehingga tak bergairah di atas lapangan.

GOAL

Pelatih tim nasional Indonesia U-19 Indra Sjafri menilai penampilan anak asuhnya di bawah form saat mengalahkan Laos 4-0 dalam laga perdana mereka di kualifikasi Piala Asia 2014 di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, Selasa (8/10) malam WIB.

Duel antara timnas U-19 dan Laos berlangsung ketat di babak pertama. Namun setelah Laos kehilangan dua pemain di babak kedua, Indonesia mulai mendominasi permainan. Kendati demikian, serangan balik Laos masih berbahaya.

Setelah melihat para pemain tampil tidak sebagus seperti biasanya di babak pertama, Indra pun memberikan motivasi kepada Evan Dimas dan kawan-kawan untuk memperbaiki performa mereka.

“Kami bersyukur bisa memenangi laga itu. Sayang disayangkan para pemain tampil di bawah form di babak pertama. Mereka kurang gairah, sepertinya kelelahan,” ujar Indra dalam keterangannya kepada wartawan.

“Ini bukan disebabkan masalah teknis, tapi lebih kepada rasa puas setelah menjadi juara [Piala] AFF. Di kamar ganti [saat jeda], saya bilang kepada pemain: 'kalian sepertinya sudah puas juara piala aff dan tidak mau ke putaran final Piala Asia'.”

“Itu ternyata jadi lecutan pemain. Perlu mental militan untuk meraih dua kesuksesan dalam jangka waktu pendek.”

Mengenai pertandingan berikutnya melawan Filipina, Indra menyatakan, ia bakal memanfaatkan waktu untuk memulihkan kondisi fisik pemain.

“Kami punya waktu recovery satu hari. Kalau kami mau lolos, kami harus memenangi tiga laga kami di Grup G,” ucap Indra. 

Indonesia Cukur Laos Empat Gol Tanpa Balas

Muchlis Hadi Ning mencetak dua gol indah pada pertandingan yang berakhir empat gol tanpa balas untuk Indonesia.

GOAL

Diwarnai dua kartu merah yang didapat pemain Laos, empat gol Indonesia menghadirkan tiga angka krusial di partai pembuka kualifikasi Grup G Piala Asia U-19 di Gelora Bung Karno, Selasa (8/10) malam.

Muchlis Hadi Ning mengemas satu gol di setiap babak yang plus satu dari Paulo Sitanggang dan kapten Evan Dimas cukup untuk memberi alasan fans Garuda pulang sambil berpesta kemenangan.

Dengan hasil ini Indonesia bersaing ketat dengan Korea Selatan di puncak klasemen sementara yang sore tadi berhasil melibas Filipina dengan skor 4-0 di pertandingan pertama.

Babak pertama:
Garuda Muda untuk sementara unggul tipis 1-0 atas Laos pada laga kedua hari pertama kualifikasi Grup G Piala Asia U-19 di Gelora Bung Karno.

Di awal pertandingan Indonesia sempat mendapat tekanan ketat dari para pemain Laos hingga kesalahan mendasar sering terjadi. Meski demikian pada menit keenam Evan Dimas mendapat peluang namun tembakannya menyamping.

Tidak perlu menunggu lama, gol yang dinanti datang pada menit 10. Tendangan bebas Evan Dimas dengan cermat disempurnakan tandukan kepala Muchlis Hadi Ning untuk mengubah skor menjadi 1-0.

Pada menit 15 Laos nyaris menyamakan kedudukan, beruntung tembahkan Armisay menghajar tiang gawang, bola liar sempat diburu Kongmathilath tetapi bisa dihalau barisan pertahanan Garuda Muda.

Tempo pertandingan berjalan cepat yang diwarnai duel-duel keras pemain dari kedua kesebelasan. Sebelum babak pertama berakhir Laos melakukan percobaan melalui tembakan bebas ambisius dari jarak yang sangat jauh tetapi bola melebar dan gawang Ravi masih aman.

Babak Kedua
Performa tim Merah-Putih di paruh kedua pertandingan lebih cair, bola dengan mulus bergulir ke segala lini hingga membuat pertahanan Laos terdesak hebat.

Pada menit 51, Indonesia sukses merebut bola ditengah lapangan dan langsung melancarkan serangan balik cepat. Mendapat sodoran dari kapten Evan Dimas dan melihat pergerakan kiper Laos, Muchlis menciptakan gol istimewa dengan mencongkel si kulit bundar dan bola pun mulus meluncur ke gawang yang kosong.

Unggul dua gol beban di pundak para pemain masa depan Indonesia seolah-olah menghilang dan mereka semakin merajalela mendominasi pertandingan.

Pada menit 54 dan 80 Laos harus kehilangan pemain. Phithack diganjar kartu merah langsung oleh wasit usai tertangkap basah menginjak salah satu pemain Indonesia hanya sesaat setelah keduanya terlibat duel sengit, sementara Kali Sihalath harus memasuki kamar ganti lebih cepat usai menerima kartu kuning kedua karena mengeksekusi tendangan bebas sebelum wasit meniup peluit.

Melawan sembilan pemain, laju Indonesia tak terhadang lagi bahkan sanggup menambah gol melalui aksi Paulo Sitanggang dimenit 84 dan Evan Dimas (89).


STARTING XI:
Ravi; Putu Gede, Fachtu Rohman, Sahrul Kurniawan, Hansamu Yama; Evan Dimas (C), Hargianto, Zulfiandi, Ilham Udin, Maldini; Muchlis Hadi Ning.



STARTING XI:
 Niphavong; Sithanong, Sihavong, Sipasong (C), Sihalath; Khampaseut, Kongmathilath, Somsanith, Sandara; Kettavong, Natphasouk.

SPESIAL: Susunan Tim Terbaik Liga Primer Inggris Matchday 7

Goal Indonesia kembali merangkum beberapa nama yang layak masuk dalam susunan tim terbaik untuk matchday pekan kemarin.

GOAL

Liga Primer Inggris matchday ketujuh akhirnya selesai digulirkan, dengan tidak banyak kejutan yang terjadi di pertandingan akhir pekan kemarin, terlepas kekalahan 3-0 Tottenham Hotspur dari West Ham United di kandang sendiri.

Serie A Italia
Liga Primer Inggris 2013/14
Matchday 7
Selain Spurs yang menerima kekalahan kedua di musim ini, tim-tim besar lainnya relatif melaju mulus. Chelsea, Liverpool, Manchester City dan Manchester United semuanya sukses meraih tripoin, kecuali Arsenal yang dipaksa bermain imbang di markas West Brom.

Hingga pekan ketujuh ini digulirkan, Southampton menjadi salah satu tim yang performanya tak terduga lantaran kini menghuni urutan keempat di tabel klasemen sementara, setelah mengoleksi empat 14 poin dari tujuh laga perdana.

Adapun Everton, yang sebelumnya tak terkalahkan, harus menerima hasil pahit usai perlawanan mereka dihentikan oleh klub kaya Manchester City di Etihad Stadium.

Tentunya, para pahlawan tim masing-masing di rangkaian di atas, dan tentu di partai-partai lainnya, patut memperoleh apresiasi. Seperti biasa, Goal Indonesia menghadirkan team of the week untuk menilik siapa saja para pemain yang patut diberi acungan jempol.


 Kiper - Artur Boruc
Southampton

Apresiasi tertinggi untuk posisi bawah mistar gawang kiranya layak disematkan pada Artur Boruc, kiper Southampton. Ketika berhadapan dengan Swansea City, mantan penjaga gawang Glasgow Celtic itu sukses menggagalkan setidaknya 7shots on target dari para penyerang The Swans untuk kemudian membantu timnya menang 2-0.

 Bek - Fernando Amorebieta
Fulham

Sosok Amorebieta kiranya layak untuk menjadi pemain terbaik di sektor bek kiri pada matchday kemarin. Dalam hal ini, Amorebieta tampil sangat brilian ketika timnya dihadapkan dengan Stoke City, dan sukses membuat beberapa keputusan penting di lini belakang.

 Bek - Winston Reid
West Ham United

Penampilan Winston Reid saat merumput di White Hart Lane kiranya patut diacungi jempol. Di laga itu, ia sukses mencetak gol pembuka untuk kemudian membantu West Ham menggilas Tottenham 3-0 di kandangnya. Tak lupa, sosok asal Selandia Baru itu merupakan penampil paling kokoh hingga membuat Jermain Defoe dkk tak bisa berbuat banyak.

 Bek - Ciaran Clark
Aston Villa
Pemuda kelahiran Inggris yang merumput bersama Republik Irlandia di pentas internasional itu menjadi pemain terbaik buat timnya ketika bertandang ke kandang Hull City di KC Stadium. Setidaknya, sosok setinggi 188cm itu sukses membuat clearance sebanyak 23 kali! Terbanyak di antara pemain-pemain lainnya.

 Bek - Sascha Riether
Fulham
Riether boleh dibilang sebagai penyelamat Fulham ketika tim asuhan Martin Jol dipertemukan dengan Stoke City. Tanpa dirinya, The Cottagers mungkin akan kalah andaikan di pertandingan itu ia gagal menghalau dua peluang emas pemain Stoke tepat di garis gawang.

 Gelandang - Adnan Januzaj
Manchester United

Tak ada pemain yang lebih bersinar ketimbang Adnan Januzaj di sektor sayap kiri. Memulai laga sejak awal, pemuda asal Belgia itu membantu Manchester United keluar dari hasil-hasil negatif berkat sumbangan dua golnya, yang satu diantaranya lahir dari sepakan voli kaki kiri! Luar biasa!

 Gelandang - Oscar
Chelsea

Kebintangan Oscar semakin terlihat di pekan ketujuh Liga Primer. Dalam hal ini, pemuda 22 tahun itu menjadi pemain pertama yang namanya masuk papan skor di Carrow Road, kandang Norwich City. Adapun, lesakan Oscar di menit awal pada akhirnya membantu timnya menang 3-1, dan sekaligus membuat pundi-pundi golnya bertambah, menjadi tiga.

 Gelandang - Ravel Morrison
West Ham United

Pemain yang dilepas Manchester United di musim dingin 2012 ini merupakan momok bagi lini belakang Tottenham Hotspur sekaligus pengunci kemenangan buat The Hammers. Di pertandingan itu, seketika ia menerima bola dari lini tengah permainan, Morrison berlari kencang untuk melakukan solo run hingga kemudian melewati hadangan Michael Dawson dan akhirnya mencungkil bola masuk ke gawang Hugo Lloris.

 Gelandang - Adam Lallana
Southampton
Kapten Southampton ini menjadi pemain berpengaruh buat timnya ketika berduel melawan Swansea City. Selain mencetak gol pembuka, Lallana juga merupakan pemain paling aktif untuk urusan teror-meneror sisi kiri pertahanan tim asuhan Michael Laudrup yang digawangi Ben Davies.

 Striker - Luis Suarez
Liverpool

Luis Suarez semakin bertaji setelah menjalani hukuman larangan bertanding. Setelah di laga sebelumnya membukukan dua gol ke gawang Southampton, kini giliran gawang Crystal Palace yang ia bobol setelah melakukan kerjasama dengan Jose Enrique di sisi kiri. Meski sempat terpeleset, namun El Pistolero tetap mampu menjaringkan bola ke gawang kawalan Julian Speroni.

 Striker Loic Remy
Newcastle United

Striker pinjaman Newcastle asal QPR, Loic Remy, kembali menunjukkan ketajamannya di laga akhir pekan kemarin. Setelah sebelumnya sukses mencetak gol ke gawang Hull dan Everton, kali ini giliran kiper Cardiff City David Marshall yang harus bertekuk lutut setelah pria Prancis itu menjebol gawangnya sebanyak dua kali. Newcastle pun pada akhirnya menang 2-1.

 Pelatih – Sam AllardyceWest Ham United

Manajer terbaik matchday ketujuh layak disematkan kepada Sam Allardyce, juru taktik West Ham United. Dihadapkan dengan klub peringkat empat besar macam Tottenham Hotspur, Allardyce, yang timnya sebelum ini terperosok di jurang degradasi, sukses memompa motivasi anak asuhnya untuk kemudian meraih kemenangan 3-0 demi menempatkan mereka di posisi aman.

Micah Richards Ogah Mengemis Masuk Timnas Inggris

Micah Richard menegaskan dirinya siap memperkuat timnas Inggris bila dibutuhkan.

GOAL

Bek 
Manchester City Micah Richards menegaskan dirinya akan senang bisa bermain untuk tim nasional Inggris, tetapi ia tidak akan mengemis kepada pelatih Roy Hodgson agar dirinya bisa masuk ke skuatnya.

Seperti yang diketahui, Richards tidak bermain untuk The Three Lions sejak Februari kemarin, ketika Stuart Pearce menjadi pelatih caretaker menyusul berhentinya Fabio Capello sebagai pelatih timnas Inggris.

"Ini sama seperti masa-masa di mana Stuart Pearce meminta saya untuk pergi ke Olimpiade dan tidak menunggu Euro 2012. Jika saya menunggu, mungkin saya tidak akan bisa ke Olimpiade dan itu adalah salah satu momen terbaik karir saya," ujar Richards kepada Guardian.

"Saya tidak akan memohon kepada dia untuk memilih saya, saya tidak butuh bantuan seperti amal. Jika dia membutuhkan saya, saya akan berada di sana, karena semua orang ingin bermain untuk negaranya."

"Saya selalu mengambil peluang dengan maksimal. Saya tidak terlibat selama dua tahun. Stuart Pearce memberi saya pertandingan ketika dia melatih. Saya ingin bermain untuk negara saya dan saya akan gembira jika melakukannya."

James Milner: Manchester City Belum Optimal

James Milner mengaku skuat Manchester City masih belum sepenuhnya terbiasa dengan gaya kepelatihan Manuel Pellegrini.

GOAL

Gelandang 
Manchester City James Milner menegaskan skuat timnya masih belum optimal menjalankan strategi pelatih anyar Manuel Pellegrini.

Seperti yang diketahui, City saat ini berada di posisi kelima klasemen sementara Liga Primer Inggris, dengan mengoleksi dua kekalahan saat menghadapi Cardiff City dan Aston Villa. Namun, Milner yakin City akan berkembang semakin baik, seiring dengan adaptasi tim pada taktik Pellegrini.

"Kami masih menyesuaikan diri dengan beberapa hal. Ada tempo yagn lebih tinggi di sesi latihan di bawah Manuel dan kami melakukan banyak pertandingan lapangan kecil daripada biasanya, jadi ini sangat berbeda," ungkap Milner kepada Manchester Evening News.

"Setiap pelatih memiliki gaya mereka sendiri dan cara bagaimana mereka bekerja, tetapi saya menikmatinya. Ini intens tetapi saya harap semua kerja keras akan membuahkan hasil yang tampak di atas lapangan."

"Satu hal yang dapat Anda jamin adalah kami akan menciptakan banyak peluang dan akan semakin memahami antara satu sama lain, saya pikir kami akan menjadi lebih baik dan lebih baik lagi sebagai tim. Kami memiliki banyak talenta untuk berkembang dan saya tidak berpikir ini membutuhkan waktu lama."

Borussia Dortmund Krisis Pemain

Jeda internasional menjadi momen yang menguntungkan bagi Dortmund untuk memulihkan pemain mereka yang cedera.

GOAL

Borussia Dortmund dihantam badai cedera pada para pemainnya jelang jeda kompetisi untuk laga internasional.

Setidaknya sepuluh pemain utama Dortmund mengalami cedera dan kemungkinan akan absen saat menghadapi Hannover 96 pekan depan.

Saat kalah 2-0 dari Borussia Moenchengladbach, Nuri Sahin dan Sven Bender mengalami cedera dan harus menjalani masa istirahat setidaknya sepuluh hari.

Marco Reus dan Jonas Hofmann juga akan menjalani masa istirahat untuk sementara waktu, juga karena masalah cedera, sementara Mats Hummels dikenai sanksi skors satu laga setelah mendapat kartu merah di akhir pekan.

Reus sendiri bakal absen dua pekan karena cedera engkel, sementara Hofmann akan menjalani masa rehabilitasi selama sepuluh hari, minimal.

Sebelumnya Dortmund sudah ditinggal Sebastian Kehl dan Ilkay Gundogan, di mana tanggal comeback keduanya belum pasti.

Sokratis Papastathopoulos juga masih istirahat karena cedera paha, demikian juga Marcel Schmelzer. Sementara Lukasz Piszczek tak akan bermain hingga 2014.

Dortmund akan menghadapi Hannover di akhir pekan berikutnya sebelum kemudian meladeni Arsenal di Emirates Stadium di ajang Liga Champions.

Korea Selatan Digdaya Atas Filipina

Korea Selatan benar-benar memiliki kelas yang akan menyulitkan Indonesia nanti.

GOAL

Korea Selatan yang telah memegang 12 kali gelar juara Piala AFC U-19 menghadapi Laos U-19 di stadion Gelora Bung Karno, Selasa (8/10).

Korsel yang dilatih oleh Kim Sang Ho tentu lebih diunggulkan dalam laga pembuka kualifikasi Piala AFC ini, terlebih Filipina tampil mengecewakan pada Piala AFF U-19 lalu. Namun Kim Sang Ho tak mau sesumbar dengan menganggap enteng grup G yang dihuni oleh Laos, Filipina dan juga Indonesia sebagai tuan rumah.

Kim mengatakan bahwa grup G adalah grup yang berat meski ia menargetkan juara pada grup tersebut bahkan juara Piala AFC 2014 nanti. Sedangkan Filipina juga tak ingin bermain buruk layaknya di Piala AFF, mereka akan mengerahkan seluruh kemampuan terbaik demi bisa lolos ke Myanmar nanti.

Babak Pertama
Korea Selatan yang menggunakan kostum kebanggaan mereka merah-biru mendominasi laga dari mulai peluit dibunyikan, pemain Korea Selatan bernomor punggung 13, Seol Taesu, bermain sangat baik memainkan perannya di lini tengah. Filipina yang menggunakan kostum putih-putih bermain rapat guna menutup ruang Korsel yang mendominasi lapangan.

Peluang matang Korsel datang dari sepakan bola mati Shim Jehyeok di sisi kiri gawang Filipina, namun sepakannya mampu dimentahkan penjaga gawang Filipina, Bayan.

Sesekali sorakan pendukung Filipina terdengar di dalam stadion, meski sedikit, namun pendukung Filipina tampak antusias tiap kali tim mereka masuk ke daerah Korsel.

Gol Korsel akhirnya datang juga di menit ke-28, setelah terjadi kemelut di depan gawang Filipina dan sempat menghasilkan beberapa tembakan kearah gawang, namun pada akhirnya sepakan Choi Jaehun yang tak dapat diatasi Bayan dengan sempurna dan disambar oleh Park Inhyeok membuahkan gol pertama di laga ini, 1-0 Korsel unggul.

Tertinggal tak lantas membuat Filipina patah semangat, pemain mungil dari Filipina, Nikko Benedicto, kerap membuat pertahanan Korsel kelimpungan dengan kelincahannya, namun barisan belakang Korsel cukup solid menahan gerakan Benedicto.

Di waktu tambahan satu menit Korsel nyaris melipat gandakan kedudukan kalau saja Ronilo Bayan tak sigap menghadang bola di kaki Lee Jeongsin. Babak pertama ditutup dengan skor 1-0.

Babak Kedua
Laga babak kedua sempat tertunda selama 13 menit akibat lampu stadion yang padam saat turun minum, ketika laga dimulai Korsel menarik keluar pencetok gol mereka, Park Inhyeok dan memasukan Hwang Hee Chan.

Hasilnya, tak butuh waktu lama bagi Hwang Heechan memberikan kontribusi, ia langsung mencetak gol pada menit ke-49 yang membuat Korsel mejauh dari Filipina, 2-0 bagi Korsel.

Babak kedua Korsel semakin berbahaya, Filipina semakin tertekan, Korea Selatan yang tak mengendurkan permainan meski memimpin dua angka membuat Filipina semakin frustasi. Akhirnya Hwan Heechan mencetak gol kedua baginya yang membawa Korsel unggul 3-0 di menit ke-71. Hwan Heechan mampu lolos dari jebakan offside Filipina dan dengan santai menceploskan bola ke gawang Filipina yang dikawal Bayan.

Filipina sudah terlihat tak menentu dalam laga ini usai gol ketiga, Korsel lebih mudah lagi mengekspos perrtahanan Filipina yang juga terlihat lelah, Hwang Heechan mencetak hat-trick nya pada laga ini di menit ke-76, 4-0 bagi Korsel.

Hingga laga usai dengan tambahan waktu tiga menit, Korsel tak henti-henti mengepung Filipina, namun tidak ada gol yang terjadi hingga skor 4-0 bertahan hingga akhir.

Indonesia wajib waspada dan menang dengan skor besar bila ingin menjadi juara grup.

Susunan Pemain
KORSEL: Lee Taehui; Hwang Kiwook, Kim Jeongmin, Lim Seunggyeom, Pak Mingyu (C); Seol Taesu (63' Choi Jaehun, Lee Jeongbin, Park Inhyeok (46' Hwaang Heechan); Kim Shin, Shim Jehyeok (72' Yoon Hyunoh).

FILIPINA: Bayan; Aguinaldo, Bucayan, Clarino, Crestal (81' Kanayama); Calvo, Benedicto, Bautista; Gadia (C), Diamante, Genco.