Pencarian Data

Tuesday, March 11, 2014

Terbuka Kans Real Madrid Lepas Fabio Coentrao


Fabio Coentrao disebut masuk dalam daftar jual pelatih Carlo Ancelotti di bursa transfer pemain musim panas mendatang, demikian dilaporkan harian Portugal A Bola.

Di dua bursa transfer terakhir, Manchester United dikaitkan dengan Coentrao bahkan nyaris merampungkan kesepakatan di hari terakhir bursa musim panas lalu. Akan tetapi, pemain tim nasional Portugal tersebut tetap berkostum El Real meski Marcelo terus menjadi pilihan pertama Ancelotti saat fit.

Sejauh ini Coentrao hanya mencatat enam penampilan di La Liga dan Real Madrid sekarang berstatus penguasa klasemen. Situasi ini semakin membuka kans bagi Coentrao mencari pelabuhan baru bersama Casemiro dan penyerang Alvaro Morata.

Sementara itu kubu Old Trafford bakal bergerak di bursa musim panas mencari bek kiri mengingat kontrak Patrice Evra akan habis di akhir kompetisi plus rumor keinginan sang bintang yang berminat kembali beraksi di Prancis.
Don Carletto dikabarkan telah menyusun rencana baru yaitu memboyong bek sayap Sevilla Alberto Moreno ke Santiago Bernabeu termasuk melirik gelandang Borussia Dortmund Ilkay Gudogan, Mario Mandzukic, bintang Juventus Paul Pogba dan pemain tengah Valencia Juan Bernat.

Carlo Ancelotti Taruh Minat Pada Paul Pogba


Pelatih Real Madrid Carlo Ancelotti mengisyaratkan, Paul Pogba akan menjadi target transfer Los Blancosberikutnya setelah mengutarakan pujian dan ketertarikannya terhadap gelandang Juventus itu.

Pemain Prancis berusia 20 tahun itu menjadi salah satu pemain kunci Juventus sejak pindah dari Manchester United pada 2012. Performa ciamiknya ini membuat beberapa klub seperti Paris Saint-Germain sangat meminatinya, begitu juga dengan Madrid. 

“Dia adalah pemain yang sangat bagus. Dia punya masa depan yang sangat cerah, berada di klub besar, dan melakukan tugasnya dengan sangat baik,” tutur pelatih asal Italia ini kepada RMC Sport.
“Dia adalah gelandang komplet. Memboyongnya? Mengapa tidak? Dia adalah salah satu gelandang muda terbaik di dunia, bersama [Marco] Verratti dan Isco,” imbuh Ancelotti. 

Fabio Grosso Ditunjuk Jadi Pelatih Tim Muda Juventus


Robben Sebut Imbang Sebagai Hasil yang Adil

Munich - Bayern Munich bermain imbang dengan Arsenal di laga leg II babak 16 besar Liga Champions. Arjen Robben menyebutkan bahwa seri merupakan hasil akhir yang adil untuk kedua tim.Hasil imbang 1-1 melawan Arsenal itu sudah cukup bagi Bayern untuk menjejak ke babak perempatfinal Liga Champions musim ini. Sebabnya, Die Roten menang agregrat 3-1.Dalam pertandingan yang berlangsung di Allianz Arena, Rabu (12/3/2014) dinihari WIB, Bayern ungggul lebih dulu lewat Bastian Schweinsteiger. Lalu, Lukas Podolski menjadi penyama kedudukan buat Arsenal.Bayern mampu tampil dominan dengan penguasaan bola sebanyak 67 persen, melepaskan 14 sepakan ke gawang, enam tepat sasaran. Sementara itu, Arsenal membukukan tujuh sepakan ke gawang, tiga di antaranya tepat sasaran.Kiper Arsenal Lukasz Fabianski tampil sangat bagus dengan mematahkan lima peluang emas Bayern. Soal hasil imbang ini, Robben menyebutnya sebagai hasil yang adil."Mereka (Arsenal) mempunyai tim yang bagus, mereka memiliki kualitas di atas lapangan," kata Robben di Sky Sports."Jika Anda membiarkan mereka menguasai bola, mereka bisa menempatkan Anda ke dalam masalah. Yang utama buat kami adalah untuk menguasai bola dan mengontrol pertandingan.""Itulah yang kami lakukan di babak pertama. Kami bermain sangat bagus, membuat peluang dan dengan sedikit keberuntungan, kami bisa mencetak gol.""Di babak kedua, kami mencetak gol dan berada di posisi yang nyaman. Lalu usai itu, dalam waktu lima atau 10 menit, kami sedikit kehilangan kontrol. Kamis kesulitan untuk bangkit, dan laga layak untuk berakhir imbang, dan kami lolos," imbuhnya.

Setelah 17 Tahun, Atletico Sampai Perempatfinal Lagi

Jakarta - Ada sejarah diukir Atletico Madrid setelah meraih kemenangan telak 4-1 atas AC Milan di Liga Champions. Untuk kali pertama dalam 17 tahun terakhir, Los Rojiblancos bisa melangkah masuk ke babak perempatfinal.Bermain di Vicente Calderon, Rabu (12/3/2014) dinihari WIB, Atletico sudah dalam posisi diuntungkan setelah meraih kemenangan 1-0 di San Siro dua pekan lalu. Anak didik Diego Simeone lantas bisa memaksimalkan keunggulan tersebut dengan kembali meraih kemenangan, kali ini dengan skor telak 4-1. Tiket ke babak delapan besar pun berhasil diraih Diego Costa dkk. Sukses tersebut mencatatkan sejarah baru buat klub berjuluk Los Colchoneros karena itu merupakan kali kedua mereka lolos ke perempatfinal Liga Champions. Demikian dikutip dari Infostrada.Kali pertama Atletico lolos ke perempatfinal adalah di musim 1996/1997. Ketika itu mereka bahkan nyaris melanjutkan kiprahnya ke semifinal kalau tidak ditundukkan Ajax Amsterdam secara dramatis lewat perpanjangan waktu di Vicente Calderon. Padahal ketika itu Atletico berhasil mengimbangi Ajax 1-1 di Amsterdam, namun di Madrid mereka malah kalah 2-3.Tahun ini Atletico punya peluang untuk memperbaiki catatannya di kompetisi antarklub terbaik Eropa itu. Namun Atletico masih harus menunggu nasib berupa undian babak perempatfinal yang akan dilangsungkan pada 21 Maret mendatang. 

Poli Sempat Merasa Atletico Tidak Super

Madrid - Gelandang AC Milan Andrea Poli sempat tidak merasa timnya bakal dicukur Atletico Madrid. Tapi nyatanya, lawannya itu tampil super dan memastikan tiket ke perempatfinal dengan sangat meyakinkan.Milan datang ke leg kedua di Vicente Calderon dinihari tadi dengan posisi tertinggal 1-0, setelah kalah pada pertemuan pertama di San Siro. Meski mengawali laga dengan buruk, langsung kebobolan di menit ketiga oleh Diego Costa, namun Milan sempat mendapatkan angin segar kala Ricardo Kaka berhasil membobol gawang Thibaut Courtois.Gol tersebut membawa Rossoneri dalam situasi yang cukup menguntungkan kendati masih tertinggal 1-2. Satu gol lain bakal membawa mereka unggul gol tandang dan peluang lolos pun membesar.Namun apa daya mereka mendapatkan pukulan jelang jeda pertandingan, saat Arda Turan mencetak gol kedua untuk tuan rumah. Gol tersebut menjadi momentum Los Cholconeros hingga menambah dua gol lainnya lewat Raul Garcia dan gol kedua Costa."Kebobolan gol cepat seperti itu bukanlah start yang menjanjikan. Setelah skor berubah 1-1 kami punya peluang lain untuk mencetak gol dan saya sempat benar-benar tidak merasa bahwa Atletico superior atas kami," kata Poli kepada Sky Sport Italia dikutip Football Italia."Kemudian gol yang membuat skor 2-1 berarti kami kembali terdesak sebelum turun minum. Setelah jeda mereka membabi-buta karena mereka adalah sebuah tim hebat," lanjutnya."Saya ulangi, di 30 menit pertama saya tidak mendapatkan kesan Atletico superior atau lebih dominan. Kami pulang dengan rasa pahit di mulut kami," tambah gelandang 24 tahun ini."Kami datang ke sini untuk menampilkan performa hebat, tapi mereka tampil lebih baik daripada kami. Kami akan duduk bersama dan menganalisis kesalahan kami bersama," demikian dia.

Jelang Barcelona vs City - Martino: Barcelona Inkonsisten, tapi Tak Ada Penurunan Level

Barcelona - Jelang duel menghadapi Manchester City, Gerardo Martino tak menyangkal kalau Barcelona masih belum konsisten. Tapi itu tak menyurutkan keyakinan sang pelatih karena Blaugrana disebutnya masih berada di level yang sama.

Barcelona akan menjamu City berbekal kemenangan 2-0 di leg pertama. Namun Lionel Messi dkk tengah berada dalam tren buruk karena setelah laga di Etihad Stadium di leg pertama mereka menelan dua kekalahan dari tiga pertandingan terakhir.

Tunduk atas Real Sociedad dan Real Valladolid membuat Barcelona berada dalam sorotan, pun begitu dengan Martino di kursi pelatih. 

Dalam konferensi pers jelang laga dengan City, Martino tak menyangkal kalau Barcelona memang mengalami inkonsistensi permainan. Namun dia memastikan kalau itu tak berarti level individu pemainnya dan kerjasama mereka sebagai sebuah tim tengah menurun.

"Tim ini masih hidup, tim ini masih memiliki harga diri, keberanian, tim ini tahu bagaimana menjalani pertandingan-pertadingan seperti ini," tegas Martino seperti diberitakan ESPNFC.

"Saya tidak akan mengambil risiko dengan melepaskan Barca. Kurangnya konsistensi dalam sepakbola adalah sebuah masalah -- tapi tidak ada hubungannya dengan motivasi atau penurunan level individu seorang pemain," lanjut pelatih asal Argentina itu.

Lebih jauh, Martino menyebut Barca masih berada di posisi yang baik untuk meraih sukses besar di akhir musim nanti. Faktanya, The Catalans memang masih berada di jalur menuju treble winners.

"Kami masih berada di posisi yang bagus. Kami hanya harus meninggalkan apa yang terjadi dalam pertandingan dengan Valladolid. Itu merupakan, dalam kaitannya dengan sepakbola, adalah pertandingan terburuk sepanjang musim," lanjut Martino.

Vincent Kompany Minta Manchester City Tampil Maksimal


Bek Manchester City Vincent Kompany meminta rekan setimnya untuk tampil maksimal di leg kedua babak 16 besar Liga Champions melawan Barcelona di Camp Nou, Kamis (13/3) dini hari WIB.

Seperti diketahui, City kini tengah dalam posisi tertinggal setelah di pertemuan pertama di Etihad Stadium kalah 2-0. Dan jelang partai nanti, Kompany meminta siapa pun yang bermain untuk mengerahkan segalanya.

“Semua orang tahu apa yang harus mereka lakukan. Tugas saya sebagai seorang bek adalah penting. Manajer juga masih harus memilih tim,” ujarnya di laman resmi Uefa. “Peran saya akan penting, jika saya bermain, dan itu adalah salah satu laga di mana kami bisa memiliki peluang jika bisa mencetak gol terlebih dahulu.
“Semuanya tahu bahwa mereka harus berada di performa terbaiknya, jika tidak, maka Anda takkan mendapatkan hasil di sini. Kami telah melakukan ini sebelumnya. Sepakbola diciptakan untuk malam seperti ini. Tim kami kini lebih kuat, kami terlihat lebih mapan di Liga Champions dan kami ingin memiliki satu malam spesial tersebut.”

Clarence Seedorf Keluhkan Mental AC Milan


Clarence Seedorf menilai AC Milan tak memiliki kekuatan mental untuk mengatasi Atletico Madrid di Liga Champions. 

Seedorf menjadi saksi timnya kalah 4-1 di Vicente Caldeon di leg kedua 16 besar Liga Champions, denganLos Rojiblancos melengkapi kemenangan agregat 5-1. 

Kaka sempat membuka harapan untuk comeback dengan membatalkan gol pembuka Diego Costa, namun voli Arda Turan menempatkan tuan rumah unggul sebelum jeda, kemudian sundulan Raul Garcia dan gol kedua Costa pada periode selanjutnya memupuskan harapan I Rossoneri

Seedorf yakin mental timnya jatuh ketika Turan mengembalikan keunggulan Atletico. 

“Anda bisa lihat setelah gol kedua tim secara psikologi kesulitan bereaksi, seperti yang sering mereka lakukan,” ujarnya kepada Sky Sport Italia

“Gol kedua menutup harapan dan melemahkan energi tim. Kami menganalisa situasi bersama-sama. Liga Champions adalah target penting bagi kami dan secara ekonomi juga untuk klub. 
“Kami main bagus di leg pertama dan menunjukkan pada babak pertama kami bisa selevel dengan Atletico, tapi kami tidak bisa konsisten sepanjang pertandingan.” 

Alexis Sanchez Wasapdai Manchester City

Meski sukses mengalahkan City di leg pertama, namun Sanchez meminta timnya untuk tetap waspada.


Winger Alexis Sanchez meminta Barcelona untuk mewaspadai potensi ancaman Manchester City dileg kedua babak 16 besar Liga Champions yang sedianya digelar di Camp Nou, Kamis (13/3) dini hari WIB.
    
Di pertemuan pertama, tim raksasa Catalunya itu sukses menggenggam kemenangan 2-0. Akan tetapi, tim arahan Gerardo Martino itu belum lama ini menelan kekalahan mengejutkan di La Liga dari Real Valladolid, yang mana membuat mereka tertahan di urutan ketiga.

Jelang duel leg kedua melawan City di kandang sendiri, Sanchez menekankan agar timnya tidak terlena mengingat semua hal di sepakbola adalah mungkin.

“Kami harus bisa melupakan kekalahan dari Valladolid dan tidak terus-terusan menyalahkan diri sendiri. Kami harus positif karena kami memiliki laga penting ke depannya,” ujar Sanchez dalam konferensi pers.

“Manchester City mungkin kalah di leg pertama, namun setiap tim selalu termotivasi untuk partai melawan Barca.”

Arsene Wenger Kecam Arjen Robben

Wenger menganggap Robben adalah seorang diver yang sangat mumpuni.


Manajer Arsenal Arsene Wenger merasa geram dengan ulah winger Bayern Munich Arjen Robben yang berusaha memenangkan penalti di leg kedua babak 16 besar Liga Champions, Rabu (12/3) dini hari WIB.

Di pertandingan itu, Bayern sukses mendapatkan penalti setelah Robben didorong oleh Laurent Koscielny di kotak terlarang jelang akhir pertandingan. Meski pada akhirnya eksekusi penalti yang diambil Thomas Muller itu mampu digagalkan Lukasz Fabianski, namun Wenger tetap kecewa dengan ulah Robben.

“Robben sangat bagus untuk usahanya yang omong kosong. Dia adalah seorang pemain hebat yang juga jago soal urusan diving, namun itu adalah bagian dari dirinya,” ujar Wenger di akhir pertandingan.

“Dia memang seorang pemain fantastis, salah satu yang terbaik di dunia, namun ia tidak perlu melakukan itu. Dia mampu berdiri di depan pemain dan kemudian memperlambat larinya dan terjatuh. Jika saja wasit memberinya kartu kuning untuk upaya pertamanya, maka dia tidak akan melakukannya lagi.”

Di pertandingan itu, Arsenal keluar dari Allianz Arena dengan menggenggam skor 1-1. Namun mereka gagal lolos ke babak selanjutnya setelah kalah agregat 3-1.

Clarence Seedorf Keluhkan Mental AC Milan

Seedorf yakin mental timnya jatuh ketika Turan mengembalikan keunggulan Atletico.


Clarence Seedorf menilai AC Milan tak memiliki kekuatan mental untuk mengatasi Atletico Madrid di Liga Champions. 

Seedorf menjadi saksi timnya kalah 4-1 di Vicente Caldeon di leg kedua 16 besar Liga Champions, dengan Los Rojiblancos melengkapi kemenangan agregat 5-1. 

Kaka sempat membuka harapan untuk comeback dengan membatalkan gol pembuka Diego Costa, namun voli Arda Turan menempatkan tuan rumah unggul sebelum jeda, kemudian sundulan Raul Garcia dan gol kedua Costa pada periode selanjutnya memupuskan harapan I Rossoneri

Seedorf yakin mental timnya jatuh ketika Turan mengembalikan keunggulan Atletico. 

“Anda bisa lihat setelah gol kedua tim secara psikologi kesulitan bereaksi, seperti yang sering mereka lakukan,” ujarnya kepada Sky Sport Italia. 

“Gol kedua menutup harapan dan melemahkan energi tim. Kami menganalisa situasi bersama-sama. Liga Champions adalah target penting bagi kami dan secara ekonomi juga untuk klub. 

“Kami main bagus di leg pertama dan menunjukkan pada babak pertama kami bisa selevel dengan Atletico, tapi kami tidak bisa konsisten sepanjang pertandingan.” 

Vincent Kompany Minta Manchester City Tampil Maksimal

Kompany meminta rekan setimnya untuk mengerahkan segalanya di markas Barcelona.


Bek Manchester City Vincent Kompany meminta rekan setimnya untuk tampil maksimal di leg kedua babak 16 besar Liga Champions melawan Barcelona di Camp Nou, Kamis (13/3) dini hari WIB.

Seperti diketahui, City kini tengah dalam posisi tertinggal setelah di pertemuan pertama di Etihad Stadium kalah 2-0. Dan jelang partai nanti, Kompany meminta siapa pun yang bermain untuk mengerahkan segalanya.

“Semua orang tahu apa yang harus mereka lakukan. Tugas saya sebagai seorang bek adalah penting. Manajer juga masih harus memilih tim,” ujarnya di laman resmi Uefa. “Peran saya akan penting, jika saya bermain, dan itu adalah salah satu laga di mana kami bisa memiliki peluang jika bisa mencetak gol terlebih dahulu.

“Semuanya tahu bahwa mereka harus berada di performa terbaiknya, jika tidak, maka Anda takkan mendapatkan hasil di sini. Kami telah melakukan ini sebelumnya. Sepakbola diciptakan untuk malam seperti ini. Tim kami kini lebih kuat, kami terlihat lebih mapan di Liga Champions dan kami ingin memiliki satu malam spesial tersebut.”

Laporan Pertandingan: Atletico Madrid 4-1 AC Milan

Kaka sempat membawa Milan bangkit dengan golnya di paruh pertama. Sayang, satu gol tidak cukup untuk menggusur Atletico karena mereka menorehkan empat gol tanpa ampun.


Merantau ke Vicente Calderon dengan harapan untuk lolos, AC Milan malah dipermak 4-1 oleh tuan rumah Atletico Madrid, Rabu (12/3). Diego Costa, Arda Turan, dan Raul Garcia-lah yang bertanggung jawab atas hal ini karena mereka adalah pencetak golnya.

Kaka sempat membawa Milan bangkit dengan golnya di paruh pertama. Sayang, satu gol tidak cukup untuk menggusur Atletico. Klub asuhan Diego Simeone ini pun dipastikan lolos ke babak perempat-final dengan agregat 5-1.

Babak pertama
Baru tiga menit setelah peluit dibunyikan, Milan harus gigit jari. Diego Costa sukses menyambut umpan silang dari Koke dengan sapuan kakinya. Alhasil, Abbiati tak berkutik dan sang penyerang sukses menggetarkan jala tamunya. Skor 1-0 untuk Atleti, agregat 2-0.

Gol pertama ini sepertinya meningkatkan kepercayaan diri Atletico seiring tekanan demi tekanan terus mereka berikan. Milan pun mau tak mau pasrah ditekan. Untung saja Abate dan Bonera mampu menggagalkan beberapa peluang Atleti sebelum benar-benar jadi bahaya.

Menit 27, hampir setengah jam berlalu,ada secercah harapan bagi Milan. Gelandang veteran mereka, Kaka, sukses beraksi dan menaklukkan Courtois usai ia menyambut umpan silang Andre Poli. Skor pun imbang dan Milan hanya butuh satu gol lagi untuk lolos!

Sayang, di tengah kebangkitan Milan, Atleti malah mencetak gol tak terduga. Turan melepas tembakan yang sekiranya melebar, tapi bola membentur tubuh Rami, berbelok dan Abbiati tak bisa berbuat banyak. Lima menit jelang jeda, skor menjadi 2-1 untuk tuan rumah dan hasil ini bertahan hingga turun minum.

Babak kedua
Atletico membuka laga dengan dominasi mereka, selayaknya paruh pertama. Semangat Milan yang sempat menguar sebelumnya pun mulai mereda seiring tekanan demi tekanan mereka terima. Gabi hampir saja menggandakan keunggulan, saat sepakannya membentur mistar.

Gol kembali terjadi di menit 71. Kali ini giliran Garcia yang mencatatkan namanya di papan skor. Gelandang Spanyol ini sukses merangsek masuk ke kotak penalti Milan, mencari ruang, dan akhir memperdaya Abbiati dengan tandukannya. Skor pun menjadi 3-1 sementara laga tersisa sekitar 20 menit.

Selang dua menit, Milan hampir saja mendapat secercah harapan saat Robinho sukses merangsek ke kotak penalti. Sayang, harapan tersebut palsu karena bola sepakan sang penyerang Brasil masih harus membentur mistar.

Laga kembali berlanjut,begitu pula dominasi Atleti. Alhasil gol keempat pun tercipta juga. Costa kembali beraksi dan mencetak gol keduanya dalam laga ini, sekaligus gol ke-29 untuk musim 2013/14. Penyerang kelahiran Brasil ini sukses menguasai umpan Sosa dan mengirimnya ke sudut gawang Milan dengan tenang. Penyelesaian berkelas!

Tak lama berselang, peluit panjang pun dibunyikan. Atletico resmi lolos ke babak perempat-final setelah menang 4-1 (agregat 5-1) atas Milan.

SUSUNAN PEMAIN
Atletico Madrid: Courtois; Juanfran, Miranda, Godin, Filipe; Mario Suarez, Koke, Arda Turan, Gabi; Raul Garcia; Diego Costa
Cadangan: Aranzubia, Villa, Rodriguez, Alderweireld

AC Milan: Abbiati, Abate, Bonera, Rami, Emanuelson; Essien, De Jong; Poli, Kakà, Taarabt; Balotelli. 
Cadangan: Amelia, De Sciglio, Mexes, Zaccardo, Muntari, Robinho, Pazzini