Pencarian Data

Sunday, December 22, 2013

Wenger Dihantui `Kutukan` Mourinho

London : Arsenal tengah bukan tidak mungkin akan menjalani musim kompetisi yang indah. Buktinya, walau baru menelan malu saat dikalahkan Manchester City di pekan ke-16 dengan skor telak 6-3, klub berjuluk The Gunners itu masih berpeluang untuk kembali menempati puncak klasemen sementara Liga Premier Inggris.
Saat ini Arsenal memang berada di peringkat ketiga dengan torehan poin 35. Sementara di puncak klasemen ada Liverpool yang sama impresifnya dengan 36 poin. Liverpool bisa saja turun ke peringkat kedua, sebab Arsenal belum menjalani laga ke-17.
Namun, Arsenal harus menjalani laga yang cukup sulit di pekan ke-17, yakni melawan rival sekotanya, Chelsea, dalam laga bertajuk Derby London. Arsenal akan menjamu Chelsea di Emirate Stadium, Senin (22/12/2013) atau Selasa (23/12/2013) dinihari WIB.
Pertandingan nanti bakal jadi ujian berat untuk Arsenal, terutama bagi sang manajer, Arsene Wenger. Wenger bisa bernafas lega seandainya yang jadi lawannya adalah Chelsea seperti musim lalu.
Musim ini, Derby London punya cerita berbeda setelah pemilik Chelsea, Roman Abramovich, rujuk dengan Jose Mourinho yang diboyong dari Real Madrid di bursa transfer musim panas lalu. Melawan Mourinho adalah mimpi buruk untuk Wenger. Apa sebab?
Wenger memiliki pengalaman pahit ketika bertemu Mourinho, kala manajer asal Portugal itu masih menjabat sebagai Chelsea di awal hingga pertengahan tahun 2000-an. Wenger belum pernah mengecap kemenangan sekali pun dari sembilan pertandingan yang pernah mempertemukan mereka.
Pertemuan pertama antara Wenger dan Mourinho terjadi pada 12 Desember sembilan tahun silam. Pertemuan pertama mereka berakhir dengan skor imbang 2-2. Pertemuan kedua, 20 April 2005, pun kembali imbang, kali ini berakhir tanpa gol.
Pertemuan ketiga jadi kali pertama kekalahan Wenger dari Mourinho, saat Arsenal tumbang 2-1 dari Chelsea di ajang Community Shield, 21 Agustus 2005. Kekalahan kembali didapat Wenger, kali ini dua kali berturut-turut, yakni pada 21 Agustus 2005 dengan skor 1-0, dan 0-2 pada 18 Desember 2005.
Pertemuan berikutnya, 18 Desember 2006 di mana pertandingan berakhir imbang 1-1. Selanjutnya, kemenangan kembali diraih Mourinho dengan skor tipis 2-1 di final Piala Liga, 25 Desember 2007.
Sedangkan di pertemuan kedua terakhir mereka Wenger hanya bisa menelan hasil imbang 1-1 pada 6 Mei 2007, dan kalah 0-2 pada 29 Oktober lalu. Dengan demikian, Wenger belum bisa mengalahkan Mourinho dalam sembilan pertemuan terakhir.
Oleh sebab itu, bukan tidak mungkin Wenger akan kembali menelan hasil buruk saat bertemu Mourinho. Namun, bola itu bundar, jika Wenger berhasil mendapatkan komposisi dan strategi terbaik untuk Arsenal, tidaklah mustahil kutukan Mourinho akan berakhir.

Gol Barkley Menangkan Everton

Swansea : Ross Barkley mengantar Everton masuk ke empat besar klasemen Liga Inggris melalui golnya pada menit akhir untuk mengalahkan tuan rumah Swansea City 2-1 di Stadion Liberty, Ahad (22/12/2013) malam WIB.
Setelah melewati babak pertama tanpa gol, Seamus Coleman membuat aksi sensasional untuk membuat Everton memimpin 1-0 pada menit 66. Namun, Swansea mampu menyamakan kedudukan setelah Bryan Oviedo melakukan gol bunuh diri menit 70.
Persis 14 menit kemudian, Barkley melalui tendangan supernya membawa Everton kembali unggul. Tendangan bebas Barkley pada menit 84 bersarang ke gawang Swansea tanpa bisa dibendung kiper Gerhard Tremmel.
Gol Barkley memastikan mantan manajer Wigan Athletic Roberto Martinez kembali menikmati kemenangan bersama Everton yang belum terkalahkan dalam 10 pertandingan di Liga Premier.
Kemenangan di kandang Swansea itu telah mengantar Everton masuk ke empat besar klasemen Liga Inggris dengan pengumpulan poin 34. The Toffees hanya selisih satu poin dengan Arsenal di urutan tiga.

Drama Tujuh Gol Getafe-Barcelona

Barcelona : Barcelona dipaksa bekerja keras di laga terakhir mereka di tahun 2013. Los Azulgranas sempat tertinggal 0-2 dari Getafe sebelum berbalik unggul 2-5 pada laga lanjutan La Liga, Minggu (22/12/2013) malam WIB.
Kemenangan ini membuat Barcelona menutup musim 2013 dengan tetap di puncak klasemen La Liga. Barcelona cuma unggul selisih gol saja dari Atletico Madrid. Pedro Rodriguez menjadi bintang kemenangan Barca dengan hat-trick dan kontribusinya atas dua gol Cesc Fabregas.
Barcelona memulai laga dengan buruk. Pertandingan baru berjalan 11 menit, Getafe berhasil unggul 1-0 melalui gol Sergio Escudero. Mendapat umpan matang dari Angel Lafita, Escudero melepaskan tembakan keras yang tak kuasa ditahan oleh kiper Jose Pinto.
Gol Escudero membuat Getafe makin percaya diri. Hasilnya, empat menit kemudian mereka bisa memperbesar keunggulan. Pemain belakang Lisandro Lopez melepaskan sundulan akurat setelah meneruskan sepak pojok Pedro Leon.
Barca kesulitan menembus gawang Miguel Moya meski mendapat beberapa peluang. Baru di menit 34 Barca bisa memperkecil kedudukan. Umpan terobosan Fabregas diteruskan Pedro dengan mencungkil bola ke gawang Moya.
Pedro menyamakan kedudukan pada menit 41. Lepas dari jebakan off-side setelah mendapat umpan terobosan dari Andres Iniesta, Pedro dengan tenang memperdaya Moya lewat tembakan keras ke tiang jauh.
Dua menit sebelum turun minum, Pedro membawa Barca balik memimpin. Pemain nasional Spanyol itu menyontek umpan dari bek kiri Jordi Alba.
Gol keempat Barcelona tercipta pada menit 68. Kembali Pedro yang meneror pertahanan Getafe. Kali ini Pedro memberikan umpan silang yang memudahkan Cesc Fabregas menjebol gawang Miguel Moya.
Selang empat menit kemudian, Barca makin menjauh setelah Fabregas mencetak gol keduanya lewat tendangan penalti. Wasit menunjuk titik putih setelah Pedro dijatuhkan salah satu pemain Getafe di kotak terlarang.

Drama Lima Gol Kemenangan Spurs

London : Dua gol Emmanuel Adebayor membawa Tottenham Hotspur memetik tiga poin saat bertandang ke markas Southampton dalam laga lanjutan Liga Premier. Spurs menang dengan skor 3-2.
TIm Sherwood menampilkan tim inti yang kuat dengan menduetkan Emmanuel Adebayor dan Roberto Soldado di lini depan. Mousa Dembele, Christian Eriksen, Gylfy Sigurdsson, dan Erik Lamela bermain di lapangan tengah.
Pada awalnya, Spurs kesulitan mengusai permainan, dan celah antara lini tengah tim tamu menjadi bukti saat Adam Lallana memecah kebuntuan pada menit ke-13.
Operan Danny Fox menemui pemain internasional Inggris itu di ruang kosong antara pertahanan Spurs dan lini tengah, dan ia dengan cerdik menggeser bola menjauh dari Vlad Chiriches sebelum melepaskan tembakan mendatar dari luar kotak penalti.
Spurs menyamakan kedudukan pada menit ke-25. Operan Adebayor ke sisi kiri ditemui Soldado yang melebar daripada posisinya semestinya. Dia melepaskan umpan silang yang dikonversi menjadi gol oleh Adebayor.
Spurs berbalik unggul sembilan menit menjelang turun minum, ketika Hooiveld secara tidak sengaja membelokkan umpan silang mendatar Danny Rose ke gawangnya sendiri.
Namun Southampton menyamakan kedudukan enam menit kemudian. Umpan terobosan Jack Cork disambut Lallana, dan ia memperlihatkan kelihaian mengagumkan untuk menggulirkan bola ke Lambert yang dengan mudah meneruskan ke gawang yang kosong.
Spurs hanya memerlukan empat menit untuk merestorasi keunggulan, di mana Adebayor menyarangkan gol keduanya dengan kaki kirinya setelah tuan rumah gagal menyapu lemparan ke dalam Kyle Walker.

Hasil Pertandingan Liga-liga Eropa Semalam

Atalanta : Sejumlah pertandingan seru berlangsung dari Minggu malam (22/12) hingga Senin (23/12) dinihari WIB. Beberapa kejutan pun terjadi.
Di Liga Inggris, Tottenham Hotspur yang ditinggal Andre Villas-Boas sukses menaklukkan jago kandang Southampton. Sementara Everton naik ke posisi empat klasemen usai menundukkan tuan rumah Swansea City 2-1.
Di Liga Italia, Inter Milan menutup akhir tahun dengan kemenangan manis atas rival sekotanya, AC Milan. Gol cantik Rodrigo Palacio membungkam Milan sekaligus memastikan kemenangan 1-0 La Beneatama.
Di Liga Spanyol, Barcelona dan Real Madrid sama-sama meraih kemenangan. Namun, hal tersebut tak didapat kedua tiim ini dengan mudah.
Sementara di Liga Prancis, Paris Saint Germain nyaris kalah di tangan Lille. Beruntung bagi PSG, lawan membuat gol bunuh diri yang memaksa hasil pertandingan jadi imbang 2-2.
Hasil Pertandingan Liga-liga Eropa Semalam:
Liga Inggris
Southampton 2 - 3 Tottenham Hotspur
Swansea City 1 - 2 Everton
Liga Italia
Bologna 1 - 0 Genoa
Atalanta 1 - 4 Juventus
Hellas Verona 4 - 1 Lazio
Roma 4 - 0 Catania
Sampdoria 1 - 1 Parma
Sassuolo 0 - 1 Fiorentina
Torino 4 - 1 ChievoVerona
Inter 1 - 0 AC Milan
Liga Spanyol
Espanyol 4 - 2 Valladolid
Getafe 2 - 5 Barcelona
Athletic Bilbao 2 - 1 Rayo Vallecano
Celta Vigo 1 - 1 Osasuna
Valencia 2 - 3 Real Madrid
Liga Prancis
Marseille 2 - 2 Bordeaux
Lorient 2 - 2 Lyon
Paris Saint Germain 2 - 2 Lille

Wenger Ingin UEFA Hapus Aturan Gol Tandang

 London - Arsene Wenger mengungkapkan bahwa dirinya telah meminta UEFA untuk menghilangkan aturan gol tandang. Menurutnya, aturan itu mendorong sepakbola negatif.

Usul itu diajukan Wenger usai Arsenal tersingkir di babak 16 besar Liga Champions musim lalu. Kala itu, The Gunners harus angkat koper karena kalah dalam agresivitas gol tandang dari Bayern Munich.

Arsenal menelan kekalahan 1-3 dari Bayern saat melakoni leg pertama di Emirates Stadium. Namun saat melawat ke Allianz Arena, Arsenal memetik kemenangan 2-0. Tapi hasil itu tak cukup untuk meloloskan Arsenal ke babak kerikutnya.

Wenger menilai sudah saatnya UEFA menghapus aturan gol tandang. Dia menilai aturan itu hanya mendorong sebuah tim untuk bermain cenderung lebih bertaahan saat menjadi tuan rumah.

"Tahun lalu kami tersingkir karena gol tandang dan setelah itu saya minta UEFA untuk membatalkan aturan gol tandang," ucap Wenger seperti dikutip Soccerway.

"Saya pikir sebagai contoh, kami kalah 1-3 di sini dan menang 2-0 di kandang Bayern. Sulit untuk menang 2-0 di markas Bayern tanpa kebobolan," lanjut manajer asal Prancis itu.

"Kadang, saya pikir ada efek sampingnya karena tim tuan rumah bermain agar tidak kebobolan gol. Di kandang, hal pertama yang diucapkan manajer adalah jangan kebobolan," katanya.

Di Liga Champions musim ini, Arsenal kembali berhadapan dengan Bayern di babak 16 besar. Arsenal akan lebih dulu jadi tuan rumah di leg pertama, 19 Februari 2014 mendatang, sebelum gantian bertamu di leg kedua, 11 Maret 2014. 

Jelang Arsenal vs Chelsea - Mourinho Tak Yakin Bisa Hentikan Oezil

London - Mesut Oezil menjadi pemain yang paling diwaspadai Jose Mourinho di laga melawan Arsenal. Meski tahu cara menghentikannya, Mourinho tak yakin bisa benar-benar mematikan Oezil di sepanjang pertandingan.

Arsenal akan menjadi lawan Chelsea di pekan ke-17 Premier League. The Blues akan melawat ke Emirates Stadium, Selasa (24/12/2013) dinihari WIB.

Dari seluruh pemain Arsenal, Oezil menjadi yang paling diwaspadai Mourinho. Pasalnya, pesepakbola internasional Jerman itu dinilai Mourinho merupakan pemain yang bisa memberi perbedaan pada sebuah tim.

Oezil memang langsung nyetel dengan Arsenal meski baru didatangkan di bursa transfer musim panas lalu. Di Premier League musim ini, dia sudah menyumbang empat gol dan tujuh asisst dari 13 kali penampilan.

Sebagai mantan pelatih Oezil kala di Real Madrid, Mourinho paham betul kekuatan Oezil. Meski menyebut dirinya tahu cara untuk menghentikan Oezil, Mourinho tetap tak yakin bisa meminimalisasi peran pemain 25 tahun itu di atas lapangan.

"Saya tahu kekuatannya. Bukan kelemahannya. Saya pikir saya tahu bagaimana mencoba untuk menghentikannya terlibat langsung dalam pertandingan selama 90 menit," sahut Mourinho seperti dikutip Sky Sports.

"Tapi tidak mungkin menghentikannya selama 90 menit, karena pemain seperti ini akan selalu punya momen di mana Anda tidak bisa menghentikan mereka dan mereka menunjukkan mengapa mereka sangat bagus."

"Untuk menghentikannya sepenuhnya, saya tidak percaya kami bisa melakukannya," katanya menambahkan.

Final SEA Games XXVII: Indonesia 0-1 Thailand - 5 Poin Mengapa Indonesia Gagal Mendapat Emas

Indonesia kalah (lagi). Sejarah mencatatkan bahwa dua kali masuk final SEA Games di 1997 dan 2011 selalu berakhir dengan kekalahan. Tahun ini "prestasi" tersebut pun terulang kembali. Indonesia gagal mendapatkan balas dendam atas kekalahan 1-4 di fase grup, dan RD tak berhasil mengalahkan Kiatisuk Senamuang. Ya, emas itu pun akhirnya digondol Thailand.

Tanpa harus berendah diri, mesti diakui bahwa semalam Thailand memang pantas jadi juara. Mereka tampil lebih terorganisir dan dengan visi bermain yang lebih jelas.

Di babak pertama, saat tujuan mereka adalah menyerang Indonesia, maka ke-sebelas pemain dapat menerapkan taktik Kiatisuk dengan baik. Di babak kedua, saat mereka berniat mempertahankan keunggulan, rapatnya barisan gelandang dan lini pertahanan Thailand, mampu membuat para punggawa 'Garuda Muda' frustrasi.

Lalu apa sebenarnya yang membuat Indonesia gagal mendapat emas? Berikut lima poin analisa kegagalan Garuda menurut kami.




"Tidak Jelas"-nya Rizky Pellu

Salah satu sektor yang patut disorot atas gagalnya Indonesia meraih emas adalah sisi kiri pertahanan. Dapat dikatakan, area tersebut merupakan titik lemah pertahanan Indonesia. Catatan khusus patut disematkan kepada Rizky Pellu. Peran pemain asal klub Pelita Bandung Raya ini tampil kurang maksimal.

Dua hal yang menjadikan berkurangnya kinerja Pellu adalah pergerakannya yang tanggung, baik dalam bertahan maupun menyerang. Berduet dengan Dedi Kusnandar menjadi poros ganda, Pellu kerap terlihat meninggalkan posnya. Akan tetapi, pergerakan Pellu cenderung bertabrakan dengan pemain lain dan tidak membuka ruang, membuat usahanya dalam membantu membangun serangan berjalan percuma.

Sering majunya Pellu juga memaksa Fandi Eko untuk turun menutup ruang yang ditinggalkan. Akibatnya, ketika bola berhasil direbut dan dikuasai Indonesia, aliran bola mandek karena tidak ada pemain yang mampu mengatur serangan. Fandi Eko kerap gagal mengalirkan bola menuju Pellu karena pergerakan Pellu yang tanggung.

Selain itu, ketika Indonesia menerima serangan pun Pellu kerap terlambat turun untuk menutup posnya. Bahkan, pressing yang dilakukannya pun terlihat minim pada laga ini.





Dengan kondisi ini, praktis Dedi Kusnandar terpaksa berkerja sendirian dalam menahan gempuran Thailand. Usaha Ramdani Lestaluhu dan Fandi Eko untuk turut membantu menutup pos yang ditinggalkan Pellu pun sering gagal karena kemampuan bertahan mereka yang memang kurang baik.

Secara umum, dapat dikatakan pergerakan Rizky Pellu yang tanggung baik dalam menyerang maupun bertahan membuat skema Indonesia menjadi kacau. 


Kalah Menghadapi Gelandang Tengah Thailand

Di samping skema Indonesia yang kacau akibat tanggungnya pergerakan pemain, peran gelandang tengah Thailand patut mendapatkan kredit khusus. Terlebih tiga gelandang Thailand, yaitu Pokklaw A Nan (10), Thitiphan Puangjan (7), dan Charyl Yannic Cappuys (12).

Dapat dikatakan, ketiga pemain tersebut memiliki tipikal permainan yang sama. Ketiganya memiliki kemampuan yang sama-sama baik dalam hal menyerang maupun bertahan.

Ketika bertahan, ketiga gelandang tersebut mampu tampil solid dengan bermain rapat dengan berada di depan 4 bek sejajar Thailand. Karena rapatnya posisi gelandang, maka tak salah apabila mereka mampu memaksa Indonesia untuk bermain melebar dengan mengandalkan sayap.

*Aliran Bola Indonesia Cenderung Ke Sayap Karena Gelandang Thailand Rapat

Sialnya lagi bagi Indonesia, meski diarahkan menuju sayap, disiplinnya Theerathon Bunmathan (3) dan Atit Daosawang (8) dalam menjaga kadalaman garis pertahanan membuat Indonesia tidak memiliki pilihan serangan.

Kembali ke peran ketiga gelandang Thailand. Ketika menyerang, trio gelandang itu pun mampu tampil ciamik di sepertiga area lapangan akhir. Ketiganya mampu menguasai bola dengan mengirimkan umpan through-pass ataupun operan-operan pendek yang menghubungkan antara sayap-sayap dan striker Thailand.

Faktor gelandang bertahan Indonesia, yang hanya meninggalkan Dedi Kusnandar seorang di belakang, turut mempermudah penguasaan bola Thailand di sepertiga area akhir.

Transisi yang baik dari bertahan menuju serangan ataupun sebaliknya mampu membuat lini tengah Indonesia kesulitan. Dengan pertahanan yang rapat, gelandang Indonesia kebingungan dalam mengalirkan bola ke depan. Dengan serangan kolektif, Thailand mampu membuat Indonesia kesulitan dalam merebut penguasaan bola.

Bahkan, serangan kolektif Thailand mampu membuahkan hasil atas gol yang dicetak oleh Sarawut Masuk. Berawal dari lepasnya penguasaan bola oleh Ramdani Lestaluhu, Thailand langsung menggencarkan serangan balik lewat Theerathon Bunmathan. Selanjutnya pemain bernomor punggung 3 tersebut langsung memberikan bola kepada Pokklaw (10).

Lalu, Pokklaw memberikan passing pendek kepada Thitiphan, yang kemudian diteruskan kepada Surawut. Kombinasi passing antara Thitiphan dan Surawut mampu menghasilkan peluang matang di depan gawang Indonesia.

Surawut yang hanya tinggal berhadapan dengan Kurnia Meiga mampu mengkonversi bola terobosan lewat udara dari Thitipan menjadi sebuah gol. Gol ini akhirnya menjadi gol penentu bagi kemenangan Indonesia.

Aliran Bola dari Belakang Terhenti

Faktor lain penyebab serangan Indonesia tak berkembang adalah keengganan Dedi Kusnandar dalam mengalirkan bola ke depan. Terlebih pada babak kedua, ketika Thailand mengendurkan serangannya dan pressing terhadap Dedi Kusnandar menjadi minim.

Meskipun minim tekanan, hal tersebut tidak membuat Dedi hendak mengalirkan bola ke lini depan. Ketika bola berada pada penguasaannya, ia lebih memilih untuk memberikan bola tersebut kepada Syaifuddin ataupun Andri Ibo. Akibatnya, passing-passing pendek hanya terjadi di antara ketiga pemain tersebut.

Oleh karena itu, pada akhirnya kedua bek tengah Indonesia-lah yang terpaksa mengirimkan umpan ke depan dengan gunakan umpan lambung. Akibatnya, aliran bola Indonesia dari belakang pun kerap tidak tepat sasaran dan mampu diantisipasi oleh para pemain Thailand.

Tanggung jawab Dedi Kusnandar, yang seharusnya mampu mengalirkan bola ke depan secara masif, seolah dialihkan kepada Andri Ibo yang notabene tidak memiliki kemampuan umpan panjang sebaik Dedi. Keengganan Dedi Kusnandar dalam mengirimkan bola ini pula yang sebenarnya juga membuat serangan Indonesia terhenti.

Telat Menghentikan Theeraton Bunmathan

Tidak sulit rasanya jika harus memilih siapa pemain Thailand yang paling berpengaruh di SEA Games 2013. Selain karena Theeraton adalah kapten tim, pengaruhnya terhadap Thailand secara permainan juga terlihat sepanjang turnamen. Secara sederhana, pemain 23 tahun ini tangguh dalam bertahan, fasih dalam menyerang, dan bahkan terkadang menjadi playmaker!

Posisi sebenarnya memang seorang bek kiri, namun secara fungsi perannya lebih dari itu. Theeraton menjadi orang pertama yang sering kali mendapat bola dari kiper Thailand. Itu artinya pemain ini adalah inisiasi serangan awal tim Gajah Putih, dan bukan bek tengah.

Tempo serangan Thailand juga bergantung kepadanya, apakah akan menggunakan serangan balik cepat atau menunggu momentum, jika skema taktik Thailand belum terbangun sempurna.

Seperti terlihat pada babak pertama, serangan Indonesia yang relatif seimbang melalui sayap kiri dan kanan. Seringnya Alfin kehilangan bola di area yang dikuasai oleh Theeraton ini membuat Theeraton seakan mendapat suplai bola yang cukup (dari kegagalan Alfin).

Setelah turun minum, Indonesia lebih fokus menyerang melalui sayap kiri dengan duet Ramdhani, Diego, dan Pahabol. Ini membuat Theeraton relatif lebih tidak banyak melakukan aksi, dan pemain ini juga menjadi minim mendapatkan bola.

Sementara itu, fullback kanan Thailand, lebih sering menghentikan serangan dengan menggunakan clearance. Akibatnya, serangan Thailand pun tidak tertata rapih dan penguasaan bola menjadi milik Indonesia secara penuh.Sayangnya hal ini tidak dilakukan Indonesia dari babak pertama.

Tidak Belajar dari Pengalaman

Kritik pedas ditujukan kepada Timnas U-23 yang berlaga di SEA Games 2013, terutama pada fase grup saat dihajar Thailand 1-4. Namun perlahan semua kritik tersebut menguap tatkala kita mampu mengalahkan tuan rumah Myanmar, serta juara bertahan Malaysia.

Sebenarnya komentar negatif terhadap tim ini ada jauh sebelum itu. Selama masa persiapan yang tidak pendek untuk ukuran sebuah tim nasional, kritik ini sudah ada.

Mulai dari melawan tim besar Chelsea bulan Juli silam. Pada pasca-pertandingan tersebut, Jose Mourinho sendiri yang mengatakan, pemain harus bermain dengan kebanggaan jika memang bermain melawan tim yang jauh lebih kuat. Masih ada banyak uji coba lain dan beberapa turnamen seperti Islamic Solidarity Games (ISG) dan MNC Cup.

Banyak yang mengatakan bahwa tim sudah berkembang saat SEA Games. Namun, bukankah melakukan perbaikan saat turnamen bukankah hal yang penuh dengan risiko? Jika boleh berandai, hasil lain mungkin bisa didapat jika kita belajar jauh sebelum itu.

Timnas U-23 juga tidak belajar dari kegagalan secara detil. Dalam partai krusial seperti final SEA Games, tim yang mampu bermain lebih detail, harusnya dapat merespons permainan secara lebih baik.

Jika Anda perhatikan, saat pemain Indonesia mendapat sepak pojok, ke mana arah bola sering diarahkan? Bola diarahkan tepat di depan penjaga gawang Thailand, tubuh Kawin Shinawatra yang tinggi menjulang akan dengan mudah memotong bola hasil sepak pojok tersebut. Namun, kondisi ini terus-menerus berulang.

Aksi menggiring bola yang kelewat batas bahkan sudah melekat pada tim ini sejak lama. Hal yang menunjukan betapa mereka tidak memperhatikan kritik yang dilontarkan. Dalam pertandingan semalam, aksi ini dengan mudah dipatahkan oleh tiga gelandang Thailand.

Perubahan permainan memang ditunjukan di 3 pertandingan terakhir. Tapi, apakah hal ini terlambat? Yang jelas jika perubahan permainan tersebut sudah dilakukan sejak lama, strategi yang ada seharusnya bisa lebih rapi dan terpola dengan baik karena melewati persiapan yang matang.

Masyarakat Indonesia terlanjur mendengar ucapan janji medali emas yang akan dibawa pulang kembali ke Indonesia, setelah 22 tahun lamanya singgah di tim-tim lawan.

Perak memang prestasi. Tapi, jika kita mensyukuri begitu saja hasil yang didapat kali ini, dengan mengatakan bahwa kita harus bangga karena pemain bekerja keras, maka sama saja kita mengatakan bahwa Indonesia tidak perlu juara. Kita hanya perlu bekerja keras dan bukan bekerja secara cerdas.

Bagaimanapun juga, sejarah tidak mengabadikan nama mereka yang hanya bekerja keras.




====

*dianalisis oleh @panditfootball. Lihat profil di sini

*Foto-foto: ANTARA/Prasetyo Utomo

*Grafis: Pandit Football Indonesia

Moyes Tak Incar Striker Baru

Manchester - David Moyes membantah jika dirinya mengincar striker baru untuk bursa transfer bulan Januari mendatang. Dia menilai pemain yang mengisi barisan depan Manchester United saat ini sudah cukup.

Moyes disebut tertarik untuk mendatangkan striker AS Monaco, Radamel Falcao. Penyerang Atletico Madrid, Diego Costa, juga dikaitkan dengan 'Setan Merah'.

Namun Moyes menekankan bahwa timnya tidak butuh penyerang baru. Dia puas dengan kinerja lini depan MU yang saat ini dihuni oleh Wayne Rooney, Robin van Persie, Danny Welbeck, dan Javier 'Chicharito' Hernandez.

"Saya tidak akan katakan kami butuh penyerang. Kami punya Robin van Persie, Wayne Rooney, Chicharito (Hernandez), Danny Welbeck. Shinji juga bisa bermain di belakang striker, kami tercukupi," ujar Moyes seperti dikutip Sky Sports.

"Mudah bagi orang-orang untuk menyebut nama, tapi ketika mereka lebih dekat, Anda bisa katakan itu bukan saran yang bagus," imbuhnya.

Meski demikian, Moyes menyebut bahwa timnya akan mencoba untuk mendatangkan pemain baru di bursa transfer musim dingin mendatang. Namun Moyes menyadari bahwa transfer di bulan Januari tak akan mudah untuk direalisasikan.

"Kami akan mencari (pemain). Tapi saya tidak akan mengatkan bahwa kami amat yakin akan mendapatkan mereka," lanjut Moyes.

"Karena banyak pemain yang kami minati tidak akan tersedia di bulan Januari. Tapi kami tentu akan mencari," katanya menambahkan.

Kesampingkan Gol, Diego Costa Pentingkan Tim

Madrid - Sebagai seorang striker, Diego Costa tentu mengincar banyak gol. Namun dia lebih memetingkan timnya, Atletico Madrid, untuk meraih poin.

Costa saat ini tengah memimpin daftar pencetak gol terbanyak La Liga musim ini. Striker 25 tahun itu sudah mencetak 19 gol dari 16 kali penampilannya di La Liga.

Terakhir, Costa menyumbang dua gol saat Altetico Madrid memetik kemenangan 3-2 atas Levante. Tambahan tiga poin itu juga mengantar Atletico memuncaki klasemen sementara, menggusur Barcelona yang baru akan bertanding Minggu (22/12/2013) malam WIB.

Costa tak menampik jika dirinya ingin terus mempertahankan ketajamannya. Namun dia tetap mengedepanjan kepentingan timnya.

"Itu adalah pertandingan yang penting. Kami ingin mengakhiri tahun dengan kemenangan, tim ada dalam kondisi yang bagus, hal-hal berjalan dengan baik bagiku secara pribadi dan aku harap mereka tetap mempertahankannya," sahut Costa seperti dikutip Football Espana.

"Yang paling penting adalah tim, striker selalu butuh gol, tapi apa yang benar-benar penting adalah gol-gol ini membantu tim mendulang poin," lanjut pemain kelahiran Brasil itu.

"Kami harus mengikuti dinamika yang sama untuk melaju jauh. Saat ini para pemain sudah menderita. Ini sangat sulit, tapi tim yang hebat harus tahu bagaimana memainkan pertandingan seperti itu," katanya.

Wenger Akan Istirahatkan Oezil, tapi Tidak Saat Lawan Chelsea

London - Arsene Wenger mengakui bahwa Mesut Oezil perlu untuk diistirahatkan. Namun manajer Arsenal itu belum akan melakukannya saat timnya berhadapan dengan Chelsea.

Sejak didatangkan dari Real Madrid di bursa transfer musim panas lalu, Oezil langsung menjadi andalan Wenger di lini tengah Arsenal. Sejauh ini, pemain 25 tahun itu sudah tampil 19 kali di semua kompetisi.

Dengan bergabung dengan Arsenal, maka Oezil juga akan merasakan sibuknya periode Natal di Premier League. Ini akan jadi pengalaman pertama untuk pesepakbola berkebangsaan Jerman itu.

Wenger tak menampik jika Oezil perlu untuk diistirahatkan. Namun hal itu tak akan dilakukan Wenger saat Arsenal menjamu Chelsea, Selasa (24/12/2013) dinihari WIB.

"Di Jerman, mereka punya jeda dan kami menghadapi situasi yang sama dengan Jens Lehmann di musim pertamanya di sini," ujar Wenger seperti dikutip ESPN.

"Kami akan memberi Mesut waktu untuk istirahat, tapi tidak besok malam," lanjut manajer berkebangsaan Prancis itu.

"Dia sudah banyak bermain. Tapi kami sudah punya sedikit jeda sejak kami bermain hari Sabtu yang lalu melawan Manchester City dan semoga dia sudah pulih," katanya menambahkan.