Pencarian Data

Sunday, February 2, 2014

MAN OF THE MATCH Juventus 3-1 FC Internazionale: Andrea Pirlo


Juventus melanjutkan tren positif musim ini, dan korban I Bianconeri berikutnya adalah tim yang tengah berusaha bangkit dari keterpurukan, FC Internazionale, dengan skor meyakinkan ke-22, Senin (3/2) dini hari WIB. 
PEMAIN TERBAIK

ANDREA PIRLO
Menit bermain79
Gol0
Assist1
Operan (% akurat)84%
Umpan kunci5
Dribel0
Sentuhan94
Laporan Pertandingan

Stephan Lichtsteiner, Giorgio Chiellini dan Arturo Vidal masing-masing menyumbang satu gol, sementara Inter hanya bisa membalas lewat Rolando di menit 72. 

Tapi, yang menjadi bintang lapangan bukan mereka yang mencetak gol. Playmaker internasional Italia Andrea Pirlo layak disebut sebagai pemain kunci pada laga yang dihelat di Juventus Stadium. 

Pirlo sukses menjaga keseimbangan I Bianconeri dalam mengatur tempo. Meski usianya tak lagi muda, eks AC Milan juga menjadi inisiatif serangan serta memberikan umpan-umpan akurat ke daerah pertahanan lawan. Gol pertama Juve yang dicetak Lichtsteiner juga tak lepas dari peran Pirlo. Mendapat banyak ruang, Inter gagal menutup celah dan sang maestro memberikan umpan cantik kepada full-back Lichtsteiner yang sundulannya gagal dijangkau Samir Handanovic.

Lichtsteiner pun tak luput mengucap terima kasih kepada Pirlo. 

“Saya harus berterima kasih kepada Andrea, yang memberikannya (umpan) untuk saya. Dengan assist-nya, semuanya menjadi lebih mudah,” kata Lichtsteiner dalam laman resmi klub. 

Peran pemain 34 tahun tidak berhenti sampai di situ. Pirlo terus menebar ancaman, kali ini ketika sepakan pojoknya dijangkau Bonucci, sebelum Kusmanovic harus menyapu bola dari dalam kotak penalti. 

Dengan kemenangan ini, skuat Antonio Conte kian kokoh di pucuk klasemen dengan 59 poin, unggul sembilan dari peringkat kedua AS Roma yang belum menggelar laga giornata ke-22. 

Lionel Messi Puji Dampak Gerardo Martino


Lionel Messi memuji dampak Gerardo Martino di Barcelona sejak kedatangannya di klub di awal musim 2013/14. 

Martino mengambil alih kursi pelatih di Camp Nou pada Juli 2013 setelah Tito Vilanova meninggalkan posisinya karena kankernya kambuh. Meski dianggap tidak memiliki jam terbang di Eropa, Messi merasa mantan bos Newell’s Old Boys membawa ide baru ke klub. 

“Setiap pelatih memiliki ide sendiri,” kata pemain berkebangsaan Argentina. 

“Kami memiliki Tito sebelumnya, tapi mungkin kami tidak melihat perbedaan dengan gaya (Pep) Guardiola karena dia bekerja dengannya dan hampir semua skuat tahu gayanya. 

“Namun, sekarang dengan Tata, yang datang dari luar klub, kami dapat merasakan perbedaan.” 

Messi menambahkan, masalah kesehatan Vilanova sulit diterima para pemain, apalagi sebelumnya Eric Abidal juga harus berjuang melawan kanker hati. 

“Itu berat untuk semua orang karena terjadi setelah kanker Abidal dan kemudian Tito. Itu sangat rumit karena ruang ganti mencintai Tito dan Abidal, dan situasi itu adalah pukulan untuk seluruh skuat,” Messi menyudahi. 

Stade Rennais Tekuk 10 Pemain Olympique Lyonnais


Stade Rennais mampu menekuk 10 pemain Lyon di laga lanjutan Ligue 1, Minggu (2/2). Kedua tim sama-sama tampil menyerang, Abdoulaye Doucoure melepas tembakan yang mampu diamankan Anthony Lopes. Sementara itu, Steed Malbranque dan Clement Grenier memaksa Benoit Costi dua kali beraksi.

Kendati begitu, tuan rumah tak butuh waktu lama untuk mencetak gol pertama. Romain Alessandrini melakukan umpan dan Cedric Hountondji menanduk bola dari jarak dekat.

Pasukan Remi Garde mencoba bangkit, walau mereka gagal mengkonversi tiga kesempatang. Alexandre Lacazette pun patut disalahkan usai peluang emas dari dalam kotak penalti ia buang jauh-jauh. Kesedihan tim tamu semakin menumpuk saat Samuel Umtiti dikartu merah jelang jeda.

Mehdi Zeffane gagal mencetak gol setelah jeda, begitu pula Agnes Konradsen dari Rennais. Tim tamu malah menggandakan keunggulan saat Ola Toivonen mengirim bola ke sudut gawang Lyon, menyambut umpan Doucoure. Lyon tak bisa berbuat banyak mengejar ketinggalan dua angka dan laga ini jadi milik Rennais. Tuan rumah pun sukses menjauh dari zona degradasi.

Sejarah Hari Ini (3 Februari): Debut Di AC Milan, Mario Balotelli Cetak Dua Gol


Akhir Januari tahun lalu, fans AC Milan bersuka cita menyambut kedatangan Mario Balotelli dari Manchester City. CEO Adriano Galliani menyebut kepindahan Super Mario ke San Siro adalah mimpi yang jadi kenyataan, transfer yang diinginkan semua orang: klub, presiden dan fans. 

Tiga hari kemudian, pelatih Massimiliano Allegri memberinya kesempatan melakoni debut dengan seragamIl Diavolo Rosso. Namanya masuk daftar line-up di menit akhir setelah Giampaolo Pazzini dinyatakan cedera saat melakukan pemanasan. 

Namun, Balotelli tak buang-buang waktu untuk memberikan dampak positif, membawa timnya unggul di menit 25, sebelum mengonversi penalti pada injury time sekaligus mengunci kemenangan 2-1. 

Eks penyerang City mengawali kariernya di klub dengan gemilang, ketika crossing Stephan El Shaarawy terdefleksi olehnya dan si kulit bundar merobek jala Daniele Padelli. Attacante Italia nyaris menggandakan golnya tidak lama kemudian, tapi sepakannya berhasil digagalkan Padelli hingga membentur mistar. 

Gianpiero Pinzi menyeimbangkan kedudukan usai jeda, tapi Balotelli menjadi protagonis ketika Setan Merah mendapat penalti di pengujung injury time. 

Bek Udinese Thomas Heurtaux melanggar El Shaarawy di area terlarang dan Padelli salah langkah ketika eksekusi penalti dilakukan Balotelli. Kemenangan tersebut berhasil mengangkat Milan ke urutan empat, melangkahi rival sekota La Beneamata, dengan keunggulan selisih gol. 

Terharu dengan Peluncuran Bukunya, Indra Sjafri Janji Pulang dari Myanmar dengan Prestasi

Yogyakarta - Pelatih tim nasional Indonesia U-19 Indra Sjafri merasa terharu kala meluncurkan buku biografinya yang berjudul "Menolak Menyerah". Ia berjanji akan membawa "Garuda Jaya" lebih berprestasi lagi.

Nama Indra Sjafri melejit kala mengantarkan timnas U-19 menjuarai Piala AFF U-19 tahun lalu. Ia juga meloloskan "Garuda Jaya" ke putaran final Piala Asia U-19 Oktober mendatang di Myanmar.

Atas prestasi tersebut, kisah hidupnya lantas diangkat ke dalam sebuah buku berjudul "Menolak Menyerah", yang ditulis oleh F.X. Rudi Gunawan dan diterbitkan Bentang Pustaka. Lebih istimewa lagi untuk Indra, peluncuran bukunya tersebut bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke-51.

"Saya terharu atas apresiasi yang luar biasa ini, padahal kami baru melangkah sejauh ini. Apalagi melihat yang mengapresiasi kok Ibu Mari (Elka Pangestu -Menparekraf), yang seorang perempuan," kata Indra dalam jumpa pers di hotel Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Minggu (2/2/2014).

"Saya berjanji, pulang dari Myanmar saya akan datang membawa prestasi untuk ibu," tuturnya kepada Menparekraf yang meresmikan peluncuran buku.

Meski mengaku baru mengungkapkan secuil dari kisah hidupnya, Indra ingin buku ini membuka pandangan masyarakat Indonesia agar tak merasa inferior dengan bangsa lain. Selama ini, Indra memang vokal menyuarakan optimisme dan kebangkitan sepakbola tanah air.

"Jangan lagi Indonesia merasa kecil. Indonesia adalah negara yang besar. Media juga harus membangun ini tim menjadi kondusif, membangun optimisme. Mudah-mudahan nanti bisa dibalik situasinya, bukan lagi Indonesia menyamai Jepang tapi Jepang yang menyamai Indonesia," tandasnya.

Timnas U-19 saat ini tengah mempersiapkan diri guna menghadapi Piala Asia U-19. Targetnya adalah finis empat besar alias masuk semifinal agar bisa lolos ke Piala Dunia U-20 di Selandia Baru 2015 mendatang.

Tipis, Peluang MU Boyong Toni Kroos

Munich - Keinginan Manchester United untuk memboyong Toni Kross tampaknya akan sulit terwujud. Bayern Munich memberikan sinyal tak akan menjual gelandang 24 tahun itu. 

Kroos santer dihubung-hubungkan dengan MU belakangan. Rumor kian memanas setelah manajer David Moyes terbang ke Jerman untuk menyaksikan laya Bayern versus Borussia Moenchengladbach akhir Jauari lalu. Moyes didampingi agen Kroos, Sascha Breese.

Kabar itu seolah menguatkan keinginan Kroos yang menolak perpanjangan kontrak dengan Bayern. Dari kesepakatan dengan Bayern sebelumnya, Kroos masih menyisakan kontrak hingga Maret 2015. 

"Kami tidak akan melepas Toni sebelum kontraknya selesai," kata Direktur Olahraga Bayern Munich Mattias Sammer seperti dikutip Sport Mole.

"Seperti yang pernah diungkapkan Uli Honess: Bayern adalah pembeli, bukan klub penjual," tegasnya.

"Kami semua menginginkan dia lebih lama bersama kami, tak ada keraguan tentang itu. Ini bukan perkara mudah. Saat ini kami tak bisa mengatakan kans itu 80-20 atau 70-30," kata Sammer. 

Sepanjang musim ini Kroos memberikan satu gol dari 15 kali tampil di Bundesliga. 

Kisah Timnas U-19 Rencananya Juga Akan Difilmkan

Yogyakarta - Sekelumit perjalanan tim nasional Indonesia U-19 kini telah terangkum dalam buku berjudul "Semangat Membatu". Tak berhenti di situ, kisah "Garuda Jaya" juga rencananya akan difilmkan.

Buku "Semangat Membatu" mengisahkan perjalanan dan persiapan timnas U-19 sebelum mengarungi turnamen Piala AFF U-19 tahun lalu. Seperti yang telah diketahui, pada prosesnya "Garuda Jaya" berhasil jadi juara dan diikuti prestasi lolos ke putaran final Piala Asia U-19 dengan catatan sempurna.

Sejak saat itu, timnas U-19 mendapatkan apresiasi yang luar biasa besar dari masyarakat, mengingat Indonesia sempat begitu lama puasa gelar di kancah internasional. Sementara penerbit Bentang Pustaka melihat ada kisah inspiratif di balik timnas U-19, sehingga memutuskan menuliskannya dalam sebuah buku.

Nah, rupanya sudah ada juga pihak yang tertarik mengangkat perjalanan timnas U-19 ke dalam bentuk audio visual alias film. Hal tersebut diungkapkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Mari Elka Pangestu.

"Sudah ada yang tertarik untuk membuat film tentang timnas U-19. Sudah ada rencana dari Salman Aristo," ujar Mari dalam jumpa pers di Hotel Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Minggu (2/2/2014).

Selain itu, bentuk dukungan lain juga diberikan oleh Menparekraf terhadap tim asuhan Indra Sjafri tersebut. Mari mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya telah meminta sejumlah desainer untuk merancang seragam timnas U-19.

"Kita juga meminta desainer-desainer untuk mendesain seragam timnas U-19. Tadinya kami berharap selesai di peluncuran buku ini, namun ada keterlambatan. Bulan April nanti pasti akan selesai," tandasnya.

Terkait film, rumah produksi Mizan disebut-sebut jadi pihak yang akan mengangkat cerita timnas U-19 ke layar lebar. Sementara Salman Aristo (sutradara, penulis skenario, dan produser) sebelumnya pernah terlibat dalam film-film laris Indonesia antara lain Jomblo, Ayat-Ayat Cinta, Laskar Pelangi, dan Garuda di Dadaku (1 dan 2).

Campagnaro Waspadai Daya Juang Bianconeri

Turin - Inter Milan bakal melawat ke markas Juventus dinihari nanti. Bek Inter Hugo Campagnaro memprediksi laga itu tak akan mudah karena tuan rumah selalu bisa menunjukkan semangat pantang menyerah.

Inter berbekal penampilan kurang meyakinkan pada laga tandang ke Juventus Stadium Senin (3/2/2014) dinihari. Tim besutan Walter Mazzarri itu tak pernah menang dalam empat laga terakhirnya.

Sebaliknya, Juve mempunyai jejak rekam positif di kandang sendiri pada 19 laga terakhir. Anak asuh Antonio Conte belum pernah kalah di markas. Mereka juga belum tersentuh kekalahan pada 13 laga terakhir di liga. 

Juve tersandung saat menghadapi AS Roma di perempatfinal Coppa Italia. menghadapi Lazio berakhir seri. Torehan Juve sedikit ternoda dengan kalah dari AS Roma 0-1 pada perempatfinal Coppa Italia. 

Tak butuh waktu lama, pasukan "Zebra" bisa bangkit dan menuai hasil seri dari Lazio. Itu pun Juve harus bermain dengan sepuluh orang karena Gianluigi Buffon harus meninggalkan lapangan pada menit ke-24. 

"Saya selalu mengingat pertandingan berat melawan Juve. Baru-baru ini Bianconeri menunjukkan diri sebagai tim terbaik di Italia dan melakukan hal-hal yang tidak biasa," kata Campagnaro seperti dikutip Football Italia.

"(Juve) baru saja mendapatkan hasil seri dari Lazio 1-1, kebobolan lebih dulu dan bermain dengan 10 orang, tapi tetap tidak bisa kalah. Juventus tidak pernah menyerah," imbuh dia.

Campagnaro juga mewaspadai dua lini depan Juventus yang sedang cemerlang, yakni Carlos Tevez dan Fernano Llorente. 

"Carlos Tevez benar-benar pemain yang tiada duanya. Saya bertemu dengannya awal musim ini, musim panas lalu saat friendly games dan pada Liga Champions saat dia masih berada di Manchester City. Anda tak bisa memberikan peluang kepadanya atau dia akan mengalahkanmu pada one on one," jelas Campagnaro. 

"Dia Italia dia membuktikan statusnya sebagai salah satu pemain terbaik di dunia dan Juventus pun semakin oke dengan kehadiran Llorente," tukas bek berusia 33 tahun itu.

Saat ini Inter berada di urutan kelima dengan nilai 33, sedangkan Juve masih kukuh sebagai pemuncak klasemen dengan koleksi 56 poin.