Manchester : Juara bertahan Liga Premier Inggris,
Manchester United harus menerima pil pahit setelah disingkirkan oleh
Swansea City dari babak ketiga Piala FA musim ini. MU kalah 1-2 atas
Swansea dalam pertandingan yang berlangsung di Old Trafford, Minggu
(5/1/2014).
Setelah laga banyak cerita satu persatu terungkap,
salah satunya adalah kepemimpinan sang wasit, Mike Dean. Pria berusia 45
tahun membuat banyak kontroversi dalam lagai itu.
Pertama, Dean
tertangkap kamera sangat kecewa ketika salah satu pemain Swansea
kehilangan bola. Ketika sudah melewati dua pemain MU, pemain Swansea itu
gagal memberikan umpan kepada rekannya.
Bahkan, Dean juga telah
memberikan tanda bagi sang pemain untuk mengarahkan operannya kepada
rekannya. Melihat kejadian itu, Dean terlihat sangat kecewa dengan
membalikkan kepalanya.
Itu menjadi kontroversi pertama Dean dalam
laga itu. Kontroversi lainnya adalah ketika Fabio yang baru masuk selama
lima menit di babak kedua setelah menggantikan Rio Ferdinand harus
menerima kartu merah.
Padahal, Fabio hanya melakukan tekel satu
kaki kepada Canas. Jika dalam peraturan normal, Fabio sebenarnya pantas
diberikan kartu kuning dan tak langsung mendapat kartu merah, belum lagi
Canas masih dapat melanjutkan pertandingan.
Beberapa tahun
sebelumnya, Dean pernah menjalani sanksi pada tahun 2010. Dean
dibebastugaskan sebagai wasit pada kompetisi Liga Premier Inggris dan
hanya diperkenankan memimpin pertandingan divisi Championship gara-gara
MU.
Hal itu bermula ketika dia dinilai gagal memimpin laga big
match antara MU kontra Chelsea pada April 2010. Saat itu, Manajer MU Sir
Alex Ferguson menilai Dean bersalah karena mengakui gol dari Didier
Drogba yang berbau offside. Selain itu, Dean juga tak memberikan penalti yang seharusnya didapatkan Setan Merah ketika itu.
Melihat
hal tersebut, FA langsung menghukum Dean menjadi wasit dalam laga
Divisi Dua antara Bristol City kontra Swansea. Walaupun, Setan Merah
masih menjadi tim yang memiliki persentase terbaik kala diwasiti Dean,
dengan 67 persen tapi keputusan Dean dalam laga kontra Swansea patut
dipertanyakan.
Ligaasia adalah agen bola terpercaya dan bertanggung jawab berlisensi Super Master yang melayani pembuatan account di Situs Perusahaan Betting Internasional.
Pencarian Data
Sunday, January 5, 2014
Monaco Kerja Keras Taklukkan Vannes
Vannes : AS Monaco harus bekerja keras untuk
menaklukkan tuan rumah yang merupakan tim kasta ketiga Liga Prancis,
Vannes di Stade de la Rabine dalam lanjutan Coupe De France, Minggu (5/1/2014) malam WIB. Monaco hanya bisa menang tipis atas lawannya tersebut dengan skor 3-2.
Tuan rumah bahkan membuat Monaco terkejut ketika pertandingan baru berjalan semenit. Vannes mencetak gol cepat yang dicetak Hendrick Cakin setelah tandukannya yang menyambut tendangan penjuru tidak dapat dibendung kiper Sergio Romero.
Beruntung Monaco memiliki penyerang Radamel Falcao yang berhasil menyamakan kedudukan selang dua menit kemudian setelah sepakannya tidak mampu ditahan kiper Antoine Petit setelah mendapat umpan matang James Rodriguez.
Tampil dihadapan publiknya sendiri Vannes kemudian kembali memberikan ancaman kepada tamunya. Alhasil pada menit ke-36 Vannes kembali memimpin berkat gol Yannick Aguemon. Gol tersebut berawal kesalahan Sergio Romero yang gagal mengantisipasi tembakan Isimat-Mirin, kemudian bola muntah berhasil disambar Aguemon.
Enam menit berselang Monaco kembali membuat kedudukan imbang melalui gol yang dicetak Rodriguez setelah mendapat umpan Falcao. Skor 2-2 bertahan hingga turun minum.
Masuk paruh kedua, permainan semakin kencang menyusul upaya kedua tim yang ingin meraih kemenangan. Hasilnya, Monaco yang sukses membuat keunggulan setelah tembakan datar Yannick Ferreira-Carrasco tidak bisa ditepis kiper pada menit ke-86. Gol tersebut memastikan Monaco lolos ke 32 besar Coupe De France.
Tuan rumah bahkan membuat Monaco terkejut ketika pertandingan baru berjalan semenit. Vannes mencetak gol cepat yang dicetak Hendrick Cakin setelah tandukannya yang menyambut tendangan penjuru tidak dapat dibendung kiper Sergio Romero.
Beruntung Monaco memiliki penyerang Radamel Falcao yang berhasil menyamakan kedudukan selang dua menit kemudian setelah sepakannya tidak mampu ditahan kiper Antoine Petit setelah mendapat umpan matang James Rodriguez.
Tampil dihadapan publiknya sendiri Vannes kemudian kembali memberikan ancaman kepada tamunya. Alhasil pada menit ke-36 Vannes kembali memimpin berkat gol Yannick Aguemon. Gol tersebut berawal kesalahan Sergio Romero yang gagal mengantisipasi tembakan Isimat-Mirin, kemudian bola muntah berhasil disambar Aguemon.
Enam menit berselang Monaco kembali membuat kedudukan imbang melalui gol yang dicetak Rodriguez setelah mendapat umpan Falcao. Skor 2-2 bertahan hingga turun minum.
Masuk paruh kedua, permainan semakin kencang menyusul upaya kedua tim yang ingin meraih kemenangan. Hasilnya, Monaco yang sukses membuat keunggulan setelah tembakan datar Yannick Ferreira-Carrasco tidak bisa ditepis kiper pada menit ke-86. Gol tersebut memastikan Monaco lolos ke 32 besar Coupe De France.
Bek Kiri MU Lakukan Umpan `Terburuk` di Musim ini
Manchester : Manchester United harus menerima nasih
yang menyakitkan karena disingkirkan Swansea City dari babak ketiga
Piala FA musim ini. MU kalah 1-2 dari Swansea dalam pertandingan yang
berlangsung di Old Trafford, Minggu (5/1/2014).
Dalam laga itu, MU banyak melakukan kesalahan umpan dan salah satu pemain yang banyak kesalahan adalah bek kiri, Alexander Buttner.
Pemain asal Belanda itu memang memberikan umpan yang sangat cantik bagi terciptanya gol Javier Hernandez. Tapi selepas itu, crossing dari Buttner di sisi sayap sangatlah buruk.
Seperti yang dikutip dari 101greatgoals, Senin (6/1/2014), menangkap momen dimana salah satu umpan terburuk dari Buttner yang tak menemui sasaran. Manajer MU, David Moyes hanya "geleng-geleng" kepala saat melihat umpan tak terarah dari Buttner.
Sejak didatangkan dari Vitesse Arnhem pada bursa transfer musim panas 2011, Buttner memang gagal memberikan performa terbaiknya bagi Manchester United.
Walaupun sempat bermain luar biasa di laga pertamanya saat melawan Wigan Athletic dengan mencetak satu gol dan dua assist. Tapi performa dari Buttner langsung menurun.
Buttner didatangkan United dari Vitesse pada Juni 2011 sebagai pelapis Patrice Evra di bek kiri.
Dalam laga itu, MU banyak melakukan kesalahan umpan dan salah satu pemain yang banyak kesalahan adalah bek kiri, Alexander Buttner.
Pemain asal Belanda itu memang memberikan umpan yang sangat cantik bagi terciptanya gol Javier Hernandez. Tapi selepas itu, crossing dari Buttner di sisi sayap sangatlah buruk.
Seperti yang dikutip dari 101greatgoals, Senin (6/1/2014), menangkap momen dimana salah satu umpan terburuk dari Buttner yang tak menemui sasaran. Manajer MU, David Moyes hanya "geleng-geleng" kepala saat melihat umpan tak terarah dari Buttner.
Sejak didatangkan dari Vitesse Arnhem pada bursa transfer musim panas 2011, Buttner memang gagal memberikan performa terbaiknya bagi Manchester United.
Walaupun sempat bermain luar biasa di laga pertamanya saat melawan Wigan Athletic dengan mencetak satu gol dan dua assist. Tapi performa dari Buttner langsung menurun.
Buttner didatangkan United dari Vitesse pada Juni 2011 sebagai pelapis Patrice Evra di bek kiri.
Moyes: Kami Kurang Beruntung
Manchester : Manchester United tersingkir dari babak
ketiga Piala FA musim ini oleh Swansea City. MU kalah 1-2 dari Swansea
dalam pertandingan yang berlangsung di Old Trafford, Minggu (5/1/2014).
Terkait kekalahan ini, Manajer MU, David Moyes mengaku anak asuhnya
kurang beruntung dalam laga tersebut.Pria asal Skotlandia itu mengaku para pemainnya
sudah bermain baik dalam laga itu tapi sayang gagal menciptakan peluang
emas untuk mencetak gol.
"Kami sudah bermain sangat baik dalam pertandingan kali ini tapi sayang kami tidak dapat membuat sebuah peluang untuk mencetak gol walaupun kami sudah menguasai jalannya laga," ujar Moyes seperti yang dikutip dari Mirror, Senin (6/1/2014).
"Kami hanya kurang beruntung walaupun memiliki peluang cukup banyak dan hal itu tak cukup banyak membantu. Belum lagi kami hanya bermain dengan 10 pemain ," tambahnya.
Dalam laga itu, United harus menerima pil pahit setelah harus bermain dengan sepuluh orang pemain setelah Fabio yang baru masuk lima menit menggantikan Rip Ferdinand mendapat kartu merah atas pelanggarannya terhadap Jose Canas pada menit ke-80.
"Kami sudah bermain sangat baik dalam pertandingan kali ini tapi sayang kami tidak dapat membuat sebuah peluang untuk mencetak gol walaupun kami sudah menguasai jalannya laga," ujar Moyes seperti yang dikutip dari Mirror, Senin (6/1/2014).
"Kami hanya kurang beruntung walaupun memiliki peluang cukup banyak dan hal itu tak cukup banyak membantu. Belum lagi kami hanya bermain dengan 10 pemain ," tambahnya.
Dalam laga itu, United harus menerima pil pahit setelah harus bermain dengan sepuluh orang pemain setelah Fabio yang baru masuk lima menit menggantikan Rip Ferdinand mendapat kartu merah atas pelanggarannya terhadap Jose Canas pada menit ke-80.
Roma Akhirnya Telan Kekalahan Pertama
Turin : Drama terjadi di Stadion Juventus saat
Juventus menjamu AS Roma dalam lanjutan Seri A Italia, Senin (6/1/2014)
dini hari WIB. Tuan rumah berhasil menekuk Roma yang belum terkalahkan
dalam 17 pertandingan liga terakhir musim ini dengan skor 3-0.Musibah bagi Roma bermula di menit ke-17 ketika
Arturo Vidal menjebol gawang Morgan De Sanctis dan merubah kedudukan 1-0
untuk Juventus. Berawal dari aksi individu Tevez yang kemudian memberi
umpan kepada Vidal yang berdiri tanpa kawalan.
Tertinggal satu gol membuat Roma berupaya menyamakan kedudukan. Kesempatan emas pun datang melalui kaki Miralem Pjanic di menit ke-21. Namun Sayang, peluang yang dimiliki belum membuahkan gol karena kiper Gianluigi Buffon mampu menepis bola sepakannya dan skor 1-0 bertahan hingga turun minum.
Di babak kedua, permainan kian kencang dan jual beli serangan tak terhindarkan. Namun keuntungan kembali berpihak kepada tuan rumah saat tendangan bebas Andrea Pirlo sukses diteruskan menjadi gol oleh Leonardo Bonucci pada menit ke-48.
Musibah berikutnya bagi Roma datang pada menit ke-75 ketika Daniele De Rossi diusir dari lapangan akibat mendapat kartu merah menyusul pelanggaran keras yang dilakukannya. Tidak hanya Rossi, selang semenit kemudian giliran Leandro Castan yang diusir karena dengan sengaja melakukan hands ball di dalam kotak penalti.
Sementara di kubu tuan rumah, penyerang Mirko Vucinic sukses menjadi algojo tendangan 12 pas dan merubah kedudukan menjadi 3-0 untuk Juventus yang bertahan hingga wasit meniup peluit panjang tanda pertandingan berakhir.
Berkat kemenangan ini Juventus kian kokoh di puncak klasemen sementara dengan 49 poin. Sementara Roma berada di bawahnya dengan koleksian 41 poin. (lul)
Susunan Pemain:
Juventus: 1-Gianluigi Buffon, 3-Giorgio Chiellini, 15-Andrea Barzagli, 19-Leonardo Bonucci, 6-Paul Pogba, 21-Andrea Pirlo, 22-Kwadwo Asamoah, 23-Arturo Vidal, 26-Stephan Lichtsteiner, 10-Carlos Tevez, 14-Fernando Llorente.
Roma: 26-Morgan De Sanctis, 3-Dodo, 5-Leandro Castan, 13-Maicon, 17-Mehdi Benatia, 6-Kevin Strootman, 15-Miralem Pjanic, 16-Daniele De Rossi, 8-Adem Ljajic, 10-Francesco Totti, 27-Gervinho
Tertinggal satu gol membuat Roma berupaya menyamakan kedudukan. Kesempatan emas pun datang melalui kaki Miralem Pjanic di menit ke-21. Namun Sayang, peluang yang dimiliki belum membuahkan gol karena kiper Gianluigi Buffon mampu menepis bola sepakannya dan skor 1-0 bertahan hingga turun minum.
Di babak kedua, permainan kian kencang dan jual beli serangan tak terhindarkan. Namun keuntungan kembali berpihak kepada tuan rumah saat tendangan bebas Andrea Pirlo sukses diteruskan menjadi gol oleh Leonardo Bonucci pada menit ke-48.
Musibah berikutnya bagi Roma datang pada menit ke-75 ketika Daniele De Rossi diusir dari lapangan akibat mendapat kartu merah menyusul pelanggaran keras yang dilakukannya. Tidak hanya Rossi, selang semenit kemudian giliran Leandro Castan yang diusir karena dengan sengaja melakukan hands ball di dalam kotak penalti.
Sementara di kubu tuan rumah, penyerang Mirko Vucinic sukses menjadi algojo tendangan 12 pas dan merubah kedudukan menjadi 3-0 untuk Juventus yang bertahan hingga wasit meniup peluit panjang tanda pertandingan berakhir.
Berkat kemenangan ini Juventus kian kokoh di puncak klasemen sementara dengan 49 poin. Sementara Roma berada di bawahnya dengan koleksian 41 poin. (lul)
Susunan Pemain:
Juventus: 1-Gianluigi Buffon, 3-Giorgio Chiellini, 15-Andrea Barzagli, 19-Leonardo Bonucci, 6-Paul Pogba, 21-Andrea Pirlo, 22-Kwadwo Asamoah, 23-Arturo Vidal, 26-Stephan Lichtsteiner, 10-Carlos Tevez, 14-Fernando Llorente.
Roma: 26-Morgan De Sanctis, 3-Dodo, 5-Leandro Castan, 13-Maicon, 17-Mehdi Benatia, 6-Kevin Strootman, 15-Miralem Pjanic, 16-Daniele De Rossi, 8-Adem Ljajic, 10-Francesco Totti, 27-Gervinho
Martino: Elche & Getafe Dulu, Atletico Kemudian
Barcelona - Barcelona akan menghadapi seteru terdekatnya Atletico Madrid pada akhir pekan depan. Namun demikian, konsentrasi Barca saat ini melawan Elche dan Getafe.
Dengan jarak yang begitu dekat antara kedua tim, pertarungan Barca dengan Atletico diyakini banyak kalangan sebagai duel yang menentukan siapa juara liga di akhir musim nanti.
Namun sebelum berhadapan dengan Atletico, Barca lebih dulu akan melakoni laga penting melawan Elche, Minggu (5/1/2014) sebelum berduel dengan Getafe di babak 16 Besar Copa del Rey tiga hari berselang.
"Saya mungkin seharusnya menjawab pertanyaan ini ada pekan depan, karena kami masih memiliki dua pertandingan yang dekat," ujar pelatih Barca itu di AS. "Kami harus menang melawan Elche dan Getafe. Ini akan memberi kami kepercayaan diri baru kemudian kami bisa memikirkan Atletico Madrid."
"Kami sudah memiliki pengalaman dengan bermain melawan mereka di Piala Super Spanyol dan mungkin itu akan sangat berbeda," simpul Martino.
Melawan Elche, Barca jauh lebih unggul segala-galanya. Akan tetapi, rekor away tim lawan yang lumayan bagus membuat Los Cules tetap harus waspada.
"Mereka sudah melalui sebuah proses yang panjang. Pelatih mereka sukses mengantar mereka promosi dan mereka punya hasil yang bagus, terutama di laga tandang," ujar pelatih yang akrab disapa Tata ini.
Dengan jarak yang begitu dekat antara kedua tim, pertarungan Barca dengan Atletico diyakini banyak kalangan sebagai duel yang menentukan siapa juara liga di akhir musim nanti.
Namun sebelum berhadapan dengan Atletico, Barca lebih dulu akan melakoni laga penting melawan Elche, Minggu (5/1/2014) sebelum berduel dengan Getafe di babak 16 Besar Copa del Rey tiga hari berselang.
"Saya mungkin seharusnya menjawab pertanyaan ini ada pekan depan, karena kami masih memiliki dua pertandingan yang dekat," ujar pelatih Barca itu di AS. "Kami harus menang melawan Elche dan Getafe. Ini akan memberi kami kepercayaan diri baru kemudian kami bisa memikirkan Atletico Madrid."
"Kami sudah memiliki pengalaman dengan bermain melawan mereka di Piala Super Spanyol dan mungkin itu akan sangat berbeda," simpul Martino.
Melawan Elche, Barca jauh lebih unggul segala-galanya. Akan tetapi, rekor away tim lawan yang lumayan bagus membuat Los Cules tetap harus waspada.
"Mereka sudah melalui sebuah proses yang panjang. Pelatih mereka sukses mengantar mereka promosi dan mereka punya hasil yang bagus, terutama di laga tandang," ujar pelatih yang akrab disapa Tata ini.
Petik Hasil Oke di Periode Sibuk, Chelsea Makin Pede
London - Hasil memuaskan diperoleh Chelsea di masa sibuk musim ini. Kiper veteran Chelsea Mark Schwarzer meyakini hasil tersebut semakin mendongkrak rasa percaya diri timnya.
Dalam empat pertandingan di antara Natal dan tahun baru, Chelsea berhasil meraup 10 angka dari 12 angka yang memungkinkan. Tiga laga berakhir dengan kemenangan dan hanya membuang dua angka saat bermain 0-0 melawan Arsenal (24/12).
Hingga pekan ke-20 Premier League, pasukan Jose Mourinho itu masih tetap dalam perburuan gelar juara. Chelsea duduk di peringkat ketiga dengan koleksi 43 poin, terpaut dua angka dari Arsenal di puncak dan satu angka dari Manchester City di atasnya.
Chelsea akan berjumpa dengan MU pada pertengahan bulan ini sebelum melawat ke markas City pada awal Februari mendatang. Schwarzer yakin tren bagus ini bakal menambah motivasi timnya.
"Itu jelas membantu dengan motivasi," ujar kiper kebangsaan Australia ini di situs resmi Chelsea. "Dari sudut pandang kepercayaan diri, itu adalah sebuah pendongkrak besar ketika Anda mendapat hanyak hasil bagus."
"Terkadang, di sebuah periode di mana Anda memiliki begitu banyak pertandingan beruntun, Anda tidak selalu memainkan sepakbola terbaik Anda, tapi aku kira kami bisa mengombinasikan sepakbola yang bagus dengan hasil yang oke."
"Kami pun akhirnya mengakhiri periode sibuk dengan sebuah performa meyakinkan di markas Southampton (Chelsea menang 3-0)," lugas Schwarzer.
Chelsea akan menghadapi Derby County di babak ketiga Piala FA, Minggu (5/1/2014) malam WIB.
Dalam empat pertandingan di antara Natal dan tahun baru, Chelsea berhasil meraup 10 angka dari 12 angka yang memungkinkan. Tiga laga berakhir dengan kemenangan dan hanya membuang dua angka saat bermain 0-0 melawan Arsenal (24/12).
Hingga pekan ke-20 Premier League, pasukan Jose Mourinho itu masih tetap dalam perburuan gelar juara. Chelsea duduk di peringkat ketiga dengan koleksi 43 poin, terpaut dua angka dari Arsenal di puncak dan satu angka dari Manchester City di atasnya.
Chelsea akan berjumpa dengan MU pada pertengahan bulan ini sebelum melawat ke markas City pada awal Februari mendatang. Schwarzer yakin tren bagus ini bakal menambah motivasi timnya.
"Itu jelas membantu dengan motivasi," ujar kiper kebangsaan Australia ini di situs resmi Chelsea. "Dari sudut pandang kepercayaan diri, itu adalah sebuah pendongkrak besar ketika Anda mendapat hanyak hasil bagus."
"Terkadang, di sebuah periode di mana Anda memiliki begitu banyak pertandingan beruntun, Anda tidak selalu memainkan sepakbola terbaik Anda, tapi aku kira kami bisa mengombinasikan sepakbola yang bagus dengan hasil yang oke."
"Kami pun akhirnya mengakhiri periode sibuk dengan sebuah performa meyakinkan di markas Southampton (Chelsea menang 3-0)," lugas Schwarzer.
Chelsea akan menghadapi Derby County di babak ketiga Piala FA, Minggu (5/1/2014) malam WIB.
Legenda Sepakbola Portugal Eusebio Meninggal Dunia
Lisbon - Sebuah kabar duka datang dari Portugal. Salah satu pesepakbola terbaiknya Eusebio telah meninggal dunia dalam usia 71 tahun pada Minggu (5/1/2014).
Lahir di Mozambique -- koloni Portugal ketika itu-- pada 1942, Eusebio da Silva Ferreira hijrah ke Lisbon setelah bergabung Benfica di usia 18 tahun dari klub lokal di tanah kelahirannya Sporting Clube de Lourenco Marques.
Selama 15 tahun berseragam Benfica, Eusebio meraih 11 titel liga, lima trofi Piala Portugal. Dia sekali memenangi Piala Eropa (sekarang Liga Champions-red) pada 1962 tapi kalah di tiga final selanjutnya saat berjumpa AC Milan di 1963, Inter Milan di 1965 dan Manchester United di 1968.
Selama kariernya, pria yang disebut-sebut sebagai salah satu pesepakbola terbaik dalam sejarah itu, mengemas total 733 gol dalam 745 laga profesional.
Pada 1968, Eusebio terpilih sebagai pesepakbola terbaik Eropa dan dua kali finis sebagai runner-up pada 1962 dan 1968. Dia juga tercatat sebagai pemenang pertama penghargaan Sepatu Emas sebagai pemain tersubur di Eropa, gelar yang untuk kedua kali dimenanginya lima tahun berselang.
Di level tim nasional, Eusebio menjadi top skorer di Piala Dunia 1966 di Inggris dengan sembilan gol. Dia sukses membawa Portugal finis ketiga di turnamen.
Menurut sejumlah laporan, kematian Eusebio disebabkan oleh gagal jantung. Sejumlah figur sepakbola telah menyampaian rasa kehilangannya lewat situs jejaring sosial Twitter, termasuk bomber Real Madrid Cristiano Ronaldo.
"Selalu abadi, Eusebio. Isitirahatlah dengan tenang," tulis Ronaldo di akun Twitternya, yang disertai sebuah foto dirinya bersama sang legenda.
"Si Raja! Kehilangan besar bagi kita semua! Yang terhebat," ucap pemain legendaris Portugal lainnya Luis Figo.
"Kami berduka mendengar legenda Benfica Eusebio telah meninggal dunia. Dia adalah seorang pemain yang fantastis dan seorang teman dari klub ini," tulis Manchester United.
"Si Raja! Kehilangan besar bagi kita semua! Yang terhebat," ucap pemain legendaris Portugal lainnya Luis Figo.
"Kami berduka mendengar legenda Benfica Eusebio telah meninggal dunia. Dia adalah seorang pemain yang fantastis dan seorang teman dari klub ini," tulis Manchester United.
Puja-puji Zaccheroni pada Honda
Milan - Pelatih tim nasional Jepang Alberto Zaccheroni melontarkan pujian tinggi terhadap Keisuke Honda. Menurut Zaccheroni, anak buahnya itu memiliki karakter yang dibutuhkan untuk bermain di AC Milan.
Milan menggaet Honda dari CSKA Moskow secara cuma-cuma alias gratis, setelah melalui tarik-ulur dalam waktu yang tidak sebentar.
Gelandang berusia 27 tahun itu tiba di Milan, kemarin (4/1/2013) dan menjalani tes medis pada hari ini Minggu (5/1). Honda juga akan menyaksikan langsung laga antara Rossoneri kontra Atalanta di San Siro malam nanti.
"Menurut pendapat saya, Honda adalah seorang pemain top," ujar Zaccheroni kepada La Gazzetta dello Sport. "Dia tentu akan menjadi rekrutan hebat dan saya terkejut dia belum bermain di liga-liga terpenting sebelumnya."
"Dia memiliki karakter juga kekuatan, teknik dan stamina. Dia pemain kidal murni yang memiliki tendangan hebat, eksekutor tendangan bebas yang bagus dan sangat sulit menjatuhkan dia."
"Dia punya karakter dan itu sangat penting di Milan. Anda bisa saja memiliki teknik seperti Diego Maradona, tapi jika Anda tidak memiliki karakter maka Anda tidak akan bertahan lama di Milan," lugas pria yang pernah melatih Milan, Lazio, Inter Milan dan Juventus itu.
Milan menggaet Honda dari CSKA Moskow secara cuma-cuma alias gratis, setelah melalui tarik-ulur dalam waktu yang tidak sebentar.
Gelandang berusia 27 tahun itu tiba di Milan, kemarin (4/1/2013) dan menjalani tes medis pada hari ini Minggu (5/1). Honda juga akan menyaksikan langsung laga antara Rossoneri kontra Atalanta di San Siro malam nanti.
"Menurut pendapat saya, Honda adalah seorang pemain top," ujar Zaccheroni kepada La Gazzetta dello Sport. "Dia tentu akan menjadi rekrutan hebat dan saya terkejut dia belum bermain di liga-liga terpenting sebelumnya."
"Dia memiliki karakter juga kekuatan, teknik dan stamina. Dia pemain kidal murni yang memiliki tendangan hebat, eksekutor tendangan bebas yang bagus dan sangat sulit menjatuhkan dia."
"Dia punya karakter dan itu sangat penting di Milan. Anda bisa saja memiliki teknik seperti Diego Maradona, tapi jika Anda tidak memiliki karakter maka Anda tidak akan bertahan lama di Milan," lugas pria yang pernah melatih Milan, Lazio, Inter Milan dan Juventus itu.
Manzdukic Tak Akan Pergi dari Bayern
Munich - Masa depan Mario Mandzukic bersama Bayern Munich sedang dispekulasikan. Tapi striker berkebangsaan Kroasia itu menegaskan ia akan tetap setia berseragam Die Roten.
Mandzukic sejauh ini memang masih jadi pilihan utama Pep Guardiola di lini depan Bayern. Ia tampil 25 kali di seluruh kompetisi dan membuat 13 gol dengan 10 di antaranya dibuat di Bundesliga.
Perolehan gol Mandzukic di liga hanya kalah dari topskorer sementara Robert Lewandowski yang punya 11 gol. Nah, kebetulan Lewandowski sedang kencang diberitakan akan bergabung dengan Bayern musim depan, seiring kontraknya yang habis bersama Borussia Dortmund akhir musim ini.
Dengan kehadiran Lewandowski, bisa jadi Mandzukic (atau Claudio Pizzarro) akan tersingkir dari persaingan di lini depan. Maka wajar jika Mandzukic diberitakan tengah mempertimbangkan kans untuk pindah ke klub lain seperti Juventus, Arsenal, atau Inter Milan.
Namun, kabar itu buru-buru dibantah agen si pemain 26 tahun itu dan menyebut bahwa kliennya bahagia bermain di Bayern serta fokus membawa tim menyamai prestasi meraih treble winners musim lalu.
"Mandzukic fokuspada Bayern Munich dan setelah musim ini berakhir, dia masih menyisakan kontrak dua tahun dan dia bahagia di Bayern Munich," ujar agen Mandzukic, Ivan Cvjetkovic, kepada Tuttosport seperti dikutip Soccerway.
"(Pelatih Bayern Pep) Guardiola sangat menilai tinggi Mandzukic dan dia memperlihatkan itu selama paruh pertama musim ini," sambungnya.
"Mandzukic ingin mempertahankan titel Liga Champions," tutupnya.
Mandzukic sejauh ini memang masih jadi pilihan utama Pep Guardiola di lini depan Bayern. Ia tampil 25 kali di seluruh kompetisi dan membuat 13 gol dengan 10 di antaranya dibuat di Bundesliga.
Perolehan gol Mandzukic di liga hanya kalah dari topskorer sementara Robert Lewandowski yang punya 11 gol. Nah, kebetulan Lewandowski sedang kencang diberitakan akan bergabung dengan Bayern musim depan, seiring kontraknya yang habis bersama Borussia Dortmund akhir musim ini.
Dengan kehadiran Lewandowski, bisa jadi Mandzukic (atau Claudio Pizzarro) akan tersingkir dari persaingan di lini depan. Maka wajar jika Mandzukic diberitakan tengah mempertimbangkan kans untuk pindah ke klub lain seperti Juventus, Arsenal, atau Inter Milan.
Namun, kabar itu buru-buru dibantah agen si pemain 26 tahun itu dan menyebut bahwa kliennya bahagia bermain di Bayern serta fokus membawa tim menyamai prestasi meraih treble winners musim lalu.
"Mandzukic fokuspada Bayern Munich dan setelah musim ini berakhir, dia masih menyisakan kontrak dua tahun dan dia bahagia di Bayern Munich," ujar agen Mandzukic, Ivan Cvjetkovic, kepada Tuttosport seperti dikutip Soccerway.
"(Pelatih Bayern Pep) Guardiola sangat menilai tinggi Mandzukic dan dia memperlihatkan itu selama paruh pertama musim ini," sambungnya.
"Mandzukic ingin mempertahankan titel Liga Champions," tutupnya.
Subscribe to:
Comments (Atom)









