Pencarian Data

Monday, February 17, 2014

Atletico Perpanjang Kontrak Raul Garcia

Madrid - Atletico Madrid puas dengan performa Raul Garcia musim ini yang membuat mereka menghadiahi kontrak baru untuk pemainnya itu. Garcia pun akan berseragam Los Colchoneros hingga 2018.Garcia musim tampil sangat tajam dengan 14 gol di seluruh kompetisi, yang menjadikannya topskorer kedua klub di bawah Diego Costa. Laju apik Atletico di La Liga dan Liga Champions tak lepas dari peran pemain 27 tahun itu.Meski memang tak selalu jadi pilihan utama namun Diego Simeone menyukai Garcia yang serba bisa, karena selain posisi aslinya sebagai gelandang serang, ia juga bisa ditempatkan sebagai striker atau gelandang sayap.Garcia yang dibeli dari Osasuna pada 2007 sudah tampil 261 kali dan membuat 32 gol serta 19 assist, dengan total main 15.731 menit."Saya senang dengan kesepakatan ini. Baik klub dan juga saya ingin menuntaskannya segera karena saya bahagia bermain di sini," ujar Garcia di situs resmi tim seperti dilansir Sky Sports."Kini yang harus saya lakukan adalah terus bekerja keras untuk membawa tim meraih target-targetnya. Segalanya berjalan baik dan kami sudah bekerja keras untuk bisa terus seperti ini dalam waktu yang lama," demikian dia.

Jelang Arsenal vs Bayern - The Gunners Sedang Sulit Menang Lawan Tim Jerman di Emirates


Arsenal akan menjamu Bayern yang berstatus juara bertahan di Emirates Stadium, Kamis (20/2) dinihari WIB, sebelum tiga pekan setelahnya melawat ke Allianz Arena.

Partai ini adalah ulangan duel musim lalu juga di fase yang sama, di mana Bayern menyingkirkan Arsenal setelah menang agregat gol tandang 3-3 (menang 3-1 di London dan kalah 0-2 di Munich).

Lalu bagaimana dengan pertemuan musim ini? Berikut Opta menyajikan data-data terkait pertemuan tersebut.

- Ini ketiga kalinya Arsenal dan Bayern Munich bertemu di babak 16 besar Liga Champions. Klub asal Bavaria dua kali lolos di musim 2004/2005 dan 2012/2013.

- Bayern Munich memenangi dua pertandingan tandang terakhir melawan tim Inggris di Liga Champions, keduanya dengan skor 3-1 (melawan Arsenal dan Manchester City).

- Arsenal hanya kalah tiga kali dari 18 pertandingan kandang di fase gugur (10 menang, 5 seri); kalah dari Chelsea di 2003/2004 (perempatfinal), Manchester United di 2008/2009 (semifinal), dan Bayern Munich di 2012/2013 (babak 16 besar).

- Arsenal adalah tim terakhir yang mampu clean sheet saat melawan Bayern Munich di Liga Champions, ketika The Gunners menang 2-0 di Allianz Arena pada 13 Maret 2013.

- The Bavarians juga memenangi tujuh pertandingan terakhir yang dimainkan di luar Allianz Arena.

- Bayern Munich paling banyak melepaskan shot on target di Liga Champions musim ini: 54 (lebih banyak 35 dari Arsenal dengan 19).

- Arjen Robben mencetak enam gol dan empat assist di tujuh pertandingan terakhir Liga Champions.

- Arsenal selalu kalah dari tim Jerman di Liga Champions pada tiga laga kandang terakhir mereka (melawan Schalke dan Bayern Munich musim lalu, lawan Borussia Dortmund musim ini).

- Arsenal jadi satu-satunya tim, bersama Real Madrid, yang selalu lolos ke fase gugur di setiap musimnya sejak format baru Liga Champions diperkenalkan musim 2003/2004.

- Bayern Munich tampil di tiga final dari empat musim terakhir Liga Champions. Mereka adalah juara bertahan usai mengalahkan Borussia Dortmund di final.

Jelang Arsenal vs Bayern - Bayern Nilai The Gunners Kini Lebih Kuat

London - Bayern Munich akan kembali berjumpa dengan Arsenal di babak 16 Besar nanti malam. Die Roten menyadari betul bahwa lawannya saat ini tidak sama dengan yang dihadapi pada musim lalu.Ketika itu Bayern menyingkirkan Arsenal dengan cukup susah payah. Meskipun berhasil menang 3-1 di Emirates tapi Die Roten berbalik kalah di Allianz Arena 0-2 dan cuma lolos berkat aturan gol tandang.Musim ini, kedatangan Mesut Oezil langsung mendongkrak performa The Gunners. Arsenal menjadi penantang serius titel juara liga dan sukses menembus perempatfinal Piala FA, plus melewati 'grup neraka' yang dihuni Borussia Dortmund dan Napoli di babak 32 Besar.Gelandang Bayern Javi Martinez cukup terkejut Oezil dilepas begitu saja oleh Real Madrid di musim panas lalu, seraya menuntut timnya mencetak gol di laga leg I, Kamis (20/2/2014) dinihari WIB guna membuka peluang lolos."Pertandingan ini berbeda daripada musim lalu. Arsenal tidak pernah mudah tapi mereka kini adalah tim yang lebih baik," ucap Martinez sebagaimana diwartakan Mirror."Mereka membuat kami menderita di Munich dan kami tahu betapa pentingnya mencetak gol di London. Jika kami bisa melakukan itu maka kami percaya kami bisa lolos tapi mereka kini memiliki para pemain yang lebih baik dan Mesut Oezil adalah pemain penentu bagi klub mana pun. Aku masih terkejut Real Madrid melepasnya."Hal senada diungkapkan oleh kapten Philipp Lahm. Meski mengaku Bayern lebih favorit namun, Lahm menilai peluang lolos kedua tim sama besarnya."Laga-laga di musim lalu cuma sejarah. Sekarang kita hidup di masa kini dan kami tahu Arsenal sudah begitu banyak peningkatan.""Orang-orang mengira Bayern favoritnya. Tapi dulu sangat ketat. Setiap tim memiliki peluang 50-50. Kami harus bermain dengan kesabaran dan kematangan," imbuh pemain bertahan yang juga kapten tim nasional Jerman ini.

Jelang Milan vs Atletico - Rekor Buruk Rossoneri Ketika Jumpa Wakil 'Matador'


- Atletico Madrid menuntaskan 77,1 persen passing mereka di Liga Champions musim ini, paling rendah di antara kontentas di babak 16 besar.

- Mario Balotelli mencetak tujuh gol dari 27 laga Liga Champions, lima datang dari eksekusi bola mati (3 penalti, 1 free kick langsung, 1 free kick tak langsung).

- Raul Garcia terlibat dalam 6 (gol/assist) dari 10 gol terakhir Atletico di Liga Champions.

- AC Milan selalu tersingkir di empat pertemuan terakhir mereka dengan tim Spanyol di fase knockout.

- Atletico Madrid memenangi tiga pertemuan terakhir dengan tim Italia di seluruh kompetisi (bikin 8 gol dan hanya kebobolan satu gol).

- AC Milan hanya memenangi dua dari 12 laga terakhir di fase gugur (3 imbang, tujuh kalah).

- Ini ketiga kalinya Atletico Madrid lolos ke fase gugur Liga Champions usai 1996/1997 (perempatfinal) dan 2008/2009 (babak 16 besar).

Jelang City vs Barcelona - Pique Waspadai Dahsyatnya Lini Serang Citizens

Manchester - Tak dipungkiri kekuatan Manchester City terletak pada lini depannya yang begitu trengginas musim ini. Tak terkecuali bek Barcelona, Gerard Pique, yang akan menghadapi barisan penyerang The Citizens di Etihad Stadium.Dari 40 laga yang sudah dijalani City di seluruh kompetisi musim ini, total sudah 117 gol dicetak mereka dan menjadikan klub itu sebagai yang tertajam di barisan liga top Eropa.Sergio Aguero jadi pemain terproduktif dengan 26 gol dan 12 assist, sementara Alvaro Negredo dengan 23 gol dan tujuh assist disusul Edin Dzeko dengan 17 gol dan 12 assist. Tiga pemain di lini depan inilah yang jadi sumber kekuatan City.Tak cuma lini depan yang dahsyat, di lini tengah Yaya Toure menjelma jadi alternatif sumber gol ketika tiga pemain depannya mandul. Gelandang asal Pantai Gading itu sudah bikin 15 gol dan enam assist, lalu ada juga Samir Nasri (6 gol dan 6 assist) serta David Silva dan Jesus Navas (5 gol dan 12 assist).Statistik seperti ini sudah cukup jadi modal City meladeni laga pertama babak 16 besar Liga Champions kontra Barca, Rabu (19/2) dinihari WIB nanti, meski lawan lebih punya pengalaman di kompetisi ini serta berstatus tim terbaik dunia dalam lima tahun terakhir.Apalagi lini belakang Barca musim ini kurang begitu solid karena personilnya bergantian masuk ruang perawatan plus lemah menghadapi bola-bola crossing dan set piece, yang justru jadi andalan City sepanjang musim ini."Negredo adalah pemain yang luar biasa, musimnya luar biasa tapi bukan hanya dia, karena ada Yaya, Silva, dan Navas, mereka semua bisa bikin gol dan kami harus sangat mewaspadai bola-bola mati serta bertahan dengan baik," tutur Pique di Sky Sports.

Tiga Pilar Kokoh Keuangan Bundesliga


Setidaknya ini menurut laporan Deloitte tentang 20 klub terkaya Eropa yang dikeluarkan pada Januari 2014 lalu dan menunjukkan beberapa hal menarik. 

Pertama adalah Manchestar United yang pertama kalinya dalam 17 tahun terakhir terlempar dari 3 besar klub terkaya di dunia. Kedua adalah tentang Paris St Germain yang memiliki pedapatan dari aktivitas komersial sebesar 250 juta euro, tertinggi diantara seluruh klub Eropa.

Sementara yang ketiga adalah tentang empat klub Bundesliga yang semua peringkatnya naik dalam daftar peringkat tersebut. 

Untuk saat ini, marilah kita lihat hal yang paling akhir disebutkan, yaitu tentang keuangan klub Bundesliga. Dari gambaran sekilas ini, terlihat bagaimana sehatnya klub-klub Jerman. Meski tidak ditonton oleh 150 negara di dunia seperti Liga Inggris, mereka masih mampu bersaing dengan klub-klub papan atas Eropa. 

Pendapatan Bundesliga yang mencapai angka 2 miliar euro, yang presentase kenaikan pendapatannya mencapai 7,2%, membuktikan negara ini berkembang secara kontinyu. Bundesliga hanya kalah oleh Liga Primer Inggris yang mencapai pendapatan sebesar 2,9 M euro. 

Tidak hanya dalam hal pendapatan, Bundesliga pun mampu menghasilkan laba bersih. Pada lima musim terakhir, hanya pada musim 2009/2010 saja Bundesliga tidak menghasilkan laba bersih. Pada musim itu, tingkat pengeluaran yang tinggi memang tidak diiringi oleh tingkat pendapatan yang tinggi pula. 

Meski demikian, pada tahun-tahun selanjutnya Bundesliga mampu bangkit dengan menghasilkan laba bersih sebesar 52 juta euro. Bahkan, pada akhir musim 2011/2012, mereka pun mampu menghasilkan laba bersih sebesar 55 juta euro. 

Semua pencapaian ini terjadi karena sehatnya posisi keuangan klub-klub Bundesliga, dengan 14 dari total 18 klub menghasilkan laba sebelum pajak bernilai positif. Maka tak salah jika pengelola liga pun mampu menghasilkan laba bersih yang sehat pula.

Raihan catatan positif tersebut tidak dapat dilepaskan dari bagaimana Bundesliga menerapkan aturan. Mulai dari kebijakan keuangan hingga kepemilikian saham dibahas secara rinci dalam aturan yang dikeluarkan oleh DFB.

Semua kebijakan diatur dalam tiga pilar regulasi keuangan di Bundesliga, yaitu tentang sistem lisensi, dana jaminan (safeguard fund), dan aturan kepemilikan. Berikut adalah penjelasan mengenai aturan-aturan tersebut, dan dampak yang bisa dicapai dengan penerapannya. 

Pilar Pertama: Sistem Lisensi

Pilar pertama dari regulasi keuangan di Bundesliga adalah sistem lisensi. Aturan ini menyatakan bahwa setiap klub partisipan Bundesliga wajib untuk menyerahkan laporan keuangan yang komprehensif pada DFL.

Laporan keuangan tersebut mencakup data keuangan klub, mulai dari data keuangan klub pada musim sebelumnya dan musim yang sedang berjalan, ramalan laporan keuangan pada musim mendatang, berikut juga sertifikat beserta opini atas laporan auditor dari kantor akuntan publik.

DFL selaku sebagai pihak yang bertanggung jawab atas kelangsungan sepakbola di Jerman pun berhak untuk menerima atau meminta keterbukaan informasi yang komprehensif, baik dari bank, auditor, atau pihak lainnya yang terkait keuangan klub. Ini semua pun dilakukan dengan syarat tambahan.

Laporan-laporan tersebut hanya dapat diterima bila posisi likuiditas dan ekuitas klub dalam kondisi positif, baik pada musim yang sedang berjalan dan pada ramalan musim mendatang. 

Tidak tanggung-tanggung. Apabila aturan tersebut tidak dapat diikuti, maka klub pun akan menerima sanksi. Mulai dari peringatan, skors, pengurangan poin, hingga denda.

Bahu-Membahu Menutup Krisis

Pilar pertama ini mendorong satu kebaikan yang nampaknya tak terlihat di liga lain: sesama klub Jerman yang saling bahu-membahu dalam membantu klub yang sedang alami krisis keuangan. Coba bandingkan dengan klub Inggris yang justru berlomba-lomba untuk membanderol pemainnya dengan harga setinggi mungkin, dan pada akhirnya membuat iklim finansial yang tak sehat. 

Demikian juga dengan pemerintah. Di Jerman, pemerintah berhak untuk membantu klub menghindari jeratan hutang yang sedang dialami. 

Misalnya saja kasus yang menerpa Hansa Rostock. Tim yang berkompetisi pada Bundesliga 2 ini sempat memiliki hutang sebesar 6,81 juta poundsterling sehingga terancam bermain pada liga amatir. 

Namun, pada akhirnya Rostock terselamatkan oleh dewan lokal yang mengirimkan paket bantuan, termasuk diantaranya hibah, pengabaian sebagian hutang pajak, dan properti klub di area kompleks pelatihan yang dibeli oleh pemerintah. Bantuan ini menjadikan Rostock bisa tetap eksis pada kompetisi Bundesliga 2. 

Selain itu, bantuan yang mengalir juga tidak semata-mata datang dari pemerintah saja. Ketika para politisi ataupun pelaku bisnis besar tidak mampu untuk membantu, liga atau bahkan klub rivalpun bisa membantu klub yang terlilit hutang.

Misalnya Bayern Munich, sang klub pemegang hegemoni di Bundesliga. Berulang kali Muenchen menolong klub-klub Jerman lainnya pada saat mereka mengalami kesulitan finansial. 

Yang paling terkenal tentu saat The Bavarians memberikan pinjaman 2 juta euro ketika Borussia Dortmund di ambang kebangkrutan. Namun, sebenarnya Bayern juga pernah menghabiskan 11 juta euro untuk membeli saham rival lokal, TSV1860 Munich, di stadion Allianz Arena. Aksi ini menyelamatkan TSV dari kebangkrutan. Demikian pula dengan klub seperti Hertha BSC dan Dynamo Dresden yang juga pernah diberikan bantuan keuangan. 

Pilar Kedua: Dana Jaminan (Safeguard Fund)

Pilar kedua adalah dana jaminan yang biasa dikenal dengan istilah Safeguard Fund. Tujuannya adalah guna menjembatani krisis likuiditas sementara yang dialami oleh klub. Hal tersebut dilakukan guna menjaga keberlangsungan operasi pertandingan dan liga.

Untuk mengumpulkan dana ini, setiap klub diwajibkan untuk menyerahkan uang senilai 10 juta euro sebagai uang jaminan. Oleh pihak DFL, pengembalian uang lalu dibayarkan bersamaan dengan penyerahan uang hasil kontrak media.

Pilar Ketiga: Aturan Kepemilikan

Pilar yang terakhir adalah tentang aturan kepemilikan. Regulasi ini menyaratkan bahwa suporterlah yang memegang mayoritas hak suara, ketimbang perusahaan. Artinya, 50% saham ditambah 1 hak suara berada pada majelis umum, yang merupakan perwakilan suporter. 

Aturan ini juga mencakup pada tidak diperkenankannya satu pihak mempunyai lebih dari satu klub.Regulasi mengenai kepemilikan oleh fans sendiri memiliki pengecualian, yaitu klub Bayern Leverkusen yang dimiliki oleh perusahaan Bayer AG dan Vfl Wolfsburg dengan perusahaan Volkswagen AG. Kedua perusahaan itu diizinkan untuk jadi pemilik mayoritas karena dianggap telah memiliki riwayat yang baik dengan klub bersangkutan, dan kredibilitasnya telah teruji waktu. Hubungan antara klub dan penggemar dapat disamakan dengan bagaimana hubungan yang terjadi antara perusahaan dan para pemegang sahamnya. Ini berarti fans memiliki wewenang dalam menentukan kebijakan bagi klub. Nilai 50% saham ditambah 1 hak suara juga menyaratkan bahwa fans memiliki hak mayortitas dalam membuat, menyetujui ataupun menghapus kebijakan klub.Regulasi ini diberlakukan guna menyelamatkan klub dari investor yang bertindak sewenang-wenang tanpa memperhatikan posisi kas klub. Dan, maka terasa wajar apabila klub mampu menghasilkan kinerja laporan keuangan yang sehat, karena klub dijalankan oleh suporter dan untuk suporter. Bukan keuntungan maksimal yang dijadikan tujuan, namun tim yang berprestasi tanpa mengorbankan kesehatan keuangan. Dengan regulasi ini, tentu rasa memiliki terhadap klub akan muncul diantara para penggemar. Dan seorang fans pun akan terdorong untuk melakukan hal yang terbaik bagi timnya. Termasuk diantaranya menghadiri laga di stadion. Maka tak heran jika tingkat kehadiran penonton Bundesliga meraih peringkat tertinggi diantara 5 liga top Eropa. Sebanyak rata-rata 42 ribu penonton hadir pada setiap pertandingan.Kaya Akan BantuanDi luar tiga pilar tersebut, Bundesliga pun mesti berterimakasih pada hak untuk jadi tuan rumah di Piala Dunia 2006. Ini karena klub-klub mendapatkan kucuran dana dari pemerintah Jerman untuk memperbesar stadion yang dijadikan venue. Artinya, peningkatan matchday revenue yang diperoleh klub-klub Jerman saat ini sangat erat terkait dengan bantuan yang mengalir dari pihak otoritas. Ini tentu hal yang menguntungkan. Pada umumnya, klub non-Bundesliga sendiri tidak mendapatkan kesempatan yang sama. Sebagian besar klub membangun sendiri fasilitasnya tanpa ada bantuan dari sektor publik. Bahkan, terkadang ada juga klub yang mesti membayar sewa pada pemerintah karena tak punya stadion untuk menggelar pertandingan. Meski dengan kelemahan pada klub non-Bundesliga itu, tiga pilar aturan keuangan ini digadang-gadang merupakan suatu model yang optimal. Tapi ini tentu dengan catatan, bahwa tak semua negara mungkin menerapkan model yang sama, karena setiap negara memiliki ciri khasnya masing-masing.Namun, jika ditanya mengenai liga mana yang setidaknya mampu bertahan dari penerapanFinancial Fair Play, ataupun resesi ketika krisis ekonomi sedang berlangsung? Maka Bundesliga mungkin adalah jawaban yang cukup masuk akal untuk saat ini.

Leverkusen Vs PSG: Ujian Les Parisiens Tanpa Cavani

Arsenal dan Liverpool Bersaing Dapatkan Gelandang Marseille

Arsene Wenger: Barcelona Kurang Dominan


Manajer Arsenal Arsene Wenger percaya Barcelona lebih lemah dibandingkan musim-musim sebelumnya, meski mereka tetap menjadi kandidat juara Liga Champions musim ini. 

The Gunners akan menghadapi juara bertahan Bayern Munich, Rabu (19/2), sehari setelah big matchantara Blaugrana dan Manchester City digelar di Etihad Stadium. 

Pelatih asal Prancis tak berpikir The Catalans masih mendominasi seperti beberapa musim lalu, tapi dia yakin mereka masih tetap bisa menyabet gelar paling bergengsi di Eropa di bawah Gerardo Martino. 

“Jika saya benar-benar berpikir tentang apakah Barca mendominasi Eropa seperti yang mereka lakukan dalam beberapa tahun terakhir, saya akan katakan tidak,” tulisnya dalam blog Eurosport

“Tapi jika Anda bertanya apakah mereka masih bisa memenangkan Liga Champions, saya akan mengatakan ya. 

“Saya sangat ingin melihat laga mereka dengan City karena saya suka cara bermain Barca. Mereka tetap tim dengan kekuatan menyerang yang bagus, tapi mereka harus kuat dalam bertahan untuk menghentikan gol City.” 

Neymar: Laga Manchester City - Barcelona Akan Ketat



Penyerang Barcelona Neymar menegaskan pertandingan antara timnya menghadapi Manchester City akan menjadi laga yang ketat.

Seperti yang diketahui, keduanya bertemu dalam babak 16 Besar Liga Champions dan leg pertama akan digelar di Etihad Stadium tengah pekan ini.

Namun, pemain asal Brasil tersebut mengatakan Blaugrana akan tampil lebih percaya diri usai meraih kemenangan meyakinkan dengan skor 6-0 atas Rayo Vallecano di La Liga.

"Kami bermain dengan bagus dan skema permainan yang berujung pada gol saya sangat cantik," ujar Neymar.

"Kemenangan ini memberi kami kepercayaan diri untuk laga sulit di depan. Sepanjang musim kami bermain dengan baik, tetapi laga itu adalah salah satu yang terbaik.

"Pertandingan tengah pekan melawan City tentu akan menjadi pertandingan yang sulit."

Diego Costa Optimistis Petik Hasil Positif Di San Siro


Skuat Atletico Madrid akan menyambangi San Siro pada laga pertama fase 16 besar Liga Champions, Rabu (19/2) malam waktu lokal, dengan optimisme tinggi untuk membawa pulang hasil positif.

Meski tuan rumah AC Milan punya sejarah jauh lebih mengilap ketimbang Los Colchoneros di Eropa, striker Los Colchoneros, Diego Costa, percaya timnya mampu menyulitkan kolektor tujuh trofi Liga Champions tersebut.

"Ini laga yang sangat rumit, tapi ada potensi buat kami untuk menampilkan permainan komplet di sana," kata striker Brasil yang dinaturalisasi timnas Spanyol itu di hadapan reporter.

"Saya menyukai laga-laga besar. Atletico adalah klub besar yang seharusnya berada di laga seperti ini. Saya menyambut duel-duel seperti ini."

"Ini laga menyenangkan dan kami akan pergi ke San Siro untuk menikmatinya. Kami tahu apa makna laga ini untuk Atleti, untuk kami. Saya percaya kami bisa memetik hasil bagus di sana."

"Tim hebat seperti Milan memiliki tradisi panjang dalam laga-laga seperti ini dan kami harus menampilkan permainan komplet di sana untuk mendapatkan sesuatu."

Radja Nainggolan Serang Para Kritikus


Keberhasilan AS Roma menghempaskan Sampdoria 3-0 pekan ini, menghadirkan perasaan suka cita bagi para punggawanya. Tak terkecuali sang gelandang anyar, Radja Nainggolan.

Ya, pemain Belgia keturunan Indonesia itu lantas mengaku heran karena masih banyak orang yang merendahkan kualitas Il Giallorossi kendati masih duduk di pos runner up Serie A. 

Maklum, sebelum menang atas Il Samp, Tim Serigala tak bisa mengaung di dua laga terdahulu. Tengah pekan lalu mereka bahkan dibantai Napoli 3-0 dalam ajang Piala Italia.

"Saya sama sekali tak mengerti bagaimana beberapa pihak mengatakan kami dalam krisis setelah gagal menang dalam dua lga terakhir, tak masuk akal," kicau Nainggolan di akun twitter resminya.

"Kami adalah tim yang bagus. Melawan Napoli kami tampil baik namun gagal mencetak gol. Kami tetaplah kuat, saya akan memberikan segalanya bagi Roma!

"Melawan Sampdoria, kami menunjukkan reaksi yang benar setelah gagal menang di dua partai beruntun. Sekarang kita tunggu reaksi para kritikus. Grazie Roma!"

Luciano Moggi Ramaikan Peperangan Conte-Capello



Di tengah panasnya situasi perselisihan antara Antonio Conte melawan Fabio Capello, masuklah si kontroversial, Luciano Moggi.

Aktor utama skandal calciopoli ini mengaku heran dengan perang komentar yang terjadi. Ia menilai pecutan pernyataan Capello yang memulai perselisihan, sama sekali tak perlu ditanggapi dengan emosi.

"Sungguh sebuah kontroversi yang tidak masuk akal. Wajar jika Capello berkata Serie A sudah tak kompetitif lagi ketika Juve mendatangkan Carlos Tevez dan Fernando Llorente pada musim panas, sementara klub lain menjual bintang terbaiknya," ujar Moggi, seperti dikutip Goal Italia. 

Lebih lanjut, Moggi lantas membandingkan I Bianconeri saat ini dengan Juve era Capello pada 2004/05 dan 2005/06 lalu.

"Saya masih tak bisa memahaminya. Apakah Juventus saat itu bisa sukses di Eropa di bawah Capello? Saya tak tahu, yang pasti anak didiknya telah berhasil membawa Italia menjuarai Piala Dunia 2006. 

"Ya, jika harus memandingkan Juve dahulu dengan sekarang, terdapat jarak diantaranya. Tim mana yang akan menang jika keduanya dipertemukan? Pertandingan akan seru dan berimbang, tapi saya bisa bilang tim 2006-lah yang akan menang," pungkasnya.

Keputusan Howard Webb Kecewakan Steven Gerrard

Sama dengan manajer Brendan Rodgers, Steven Gerrard juga amat menyayangkan keputusan wasit Howard Webb mengabaikan klaim penalti Liverpool saat ditundukkan Arsenal 2-1 di Piala FA.

Pool tertinggal dua gol terlebih dahulu sebelum Gerrard memperkecil defisit dari eksekusi titik putih pada menit ke-60 usai Luis Suarez dijegal Lukas Podolski. Tak lama setelahnya, Suarez tampak dijatuhkan lagi di kotak terlarang, kali ini oleh Alex Oxlade-Chamberlain.

Aksi Ox sejatinya terlihat lebih keras dari Podolski, namun Webbe secara kontroversial menolak menghadiahkan penalti kedua untuk The Reds meski posisinya dekat dengan insiden tersebut.

"Menurut saya itu penalti jelas. Itu bahkan lebih jelas dari penalti yang kami dapat. Sang wasit sangat dekat dengan insiden tersebut. Anda berharap ia pasti memberikannya," kata Stevie G. kepada Liverpool Echo.

"Howard Webb adalah seorang wasit top dan saya yakin dia akan meninjaunya lagi sendiri. Dia jelas tidak menilai itu sebagai pelanggaran, tapi saya kecewa dengan keputusan tersebut."

Jelang City vs Barca - Hasil Lawan Rayo Bikin Barca Pede Hadapi City

Barcelona - Jelang laga melawan Manchester City, Barcelona meraih kemenangan impresif di La Liga. Kemenangan tersebut membuat El Barca percaya diri menghadapi The Citizens.Barca meraih kemenangan 6-0 atas Rayo Vallecano pada akhir pekan lalu. Kemenangan meyakinkan itu ditandai dengan kembalinya Neymar --dan langsung mencetak gol-- plus dua gol dari Lionel Messi.Kapten Barca, Carles Puyol, menyebut bahwa Barca menghadapi City ketika suasana di dalam tim sedang bagus-bagusnya. Oleh karena itu dia yakin, kendati Barca menghadapi laga Rabu (19/2/2014) mendatang sebagai tim tamu."Kami akan menghadapi tim yang sangat bagus dan memiliki pemain-pemain hebat. Tapi, situasi kami sedang bagus dan saya pikir ini akan jadi laga ketat," ujarnya di situs resmi klub."Melawan Rayo, kami bermain dengan bagus. Mereka datang ke Camp Nou dengan niat untuk menang. Mereka memaksa kami untuk bermain dengan intensitas tinggi."Sekarang, datang salah satu ujian terbesar musim ini. Kami yakin, kami bisa menghadapinya," tegas Puyol.Messi jadi salah satu sosok yang patut diwaspadai City. Meski belum mencapai performa terbaiknya, pemain asal Argentina itu sudah mulai menemukan sentuhan terbaiknya.Dalam laga melawan Rayo, Messi tidak hanya mencetak gol, tetapi juga beberapa kali terlbat dalam proses terciptanya gol.

Jelang City vs Barca - Pique: Silakan Jaga Messi, Kami Masih Punya yang Lainnya

Barcelona - Gerard Pique menebak-nebak kemungkinan Manchester City bakal menjaga Lionel Messi ekstra-ketat. Menurutnya, itu bukan masalah mengingat Barca masih punya pemain lainnya.El Barca akan bertandang ke Etihad Stadium, Rabu (19/2/2014) waktu setempat, untuk menghadapi City pada leg I perdelapanfinal Liga Champions. Messi, yang akhir pekan lalu mencetak dua gol ke gawang Rayo Vallecano --di mana Barca menang 6-0--, jadi pusat perhatian.Meski dinilai belum mencapai performa terbaiknya, Messi mulai menunjukkan tanda-tanda kembali ke levelnya yang biasa. Inilah yang kemudian diwaspadai City."Dia adalah salah satu pemain terbaik dalam sejarah sepakbola dan sangat sulit dihentikan. Anda harus memberikan tekanan kepadanya, memastikan Anda dekat dengannya ketika dia mendapatkan bola dan tidak membiarkan dia menciptakan ruang," ujar winger City, Jesus Navas.Omongan Navas itu kemudian mendapatkan tanggapan dari Pique."Semuanya memperhatikan Messi, semuanya mencoba menghentikan dia. Sekarang, kami sudah punya cara baru," ujarnya seperti dilansir AP."Okelah, misalnya Messi sedang tidak mendapatkan hari yang bagus, tapi kami masih memiliki Neymar, Pedro (Rodriguez), dan Alexis (Sanchez.""Kami punya banyak pemain berkualitas di depan dan saya pikir itu sangat bagus buat kami," kata Pique.Akhir pekan lalu, Neymar juga mencetak gol ke gawang Rayo. Pemain asal Brasil itu pun senang bisa langsung berkontribusi begitu sembuh dari cedera.

Jelang City vs Barca - Pellegrini Tak Akan Paksa Aguero dan Fernandinho Main Lawan Barca

Manchester - Sergio Aguero dan Fernandinho masih punya peluang tampil pada laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions melawan Barca. Tapi, kalau mereka tidak fit 100 persen, Manchester City akan memasang pemain lain.Aguero sudah hampir tiga pekan absen memperkuat City. Striker asal Argentina itu diganggu cedera hamstring.Sementara itu, Fernandinho tak masuk line-up City pada tiga pertandingan terakhir. Dia mengalami gangguan otot.Meski kecil, peluang bagi Aguero dan Fernandinho untuk bermain melawan Barca di Etihad Stadium, Rabu (19/2/2014) dinihari WIB, masih ada. Yang pasti, mereka hanya akan diturunkan kalau sudah benar-benar sembuh dari cedera masing-masing."Dalam opini saya, sangat sulit bagi Aguero untuk bermain," jelas Pellegrini di Mirror."Fernandinho? Mungkin kalau dia bekerja dengan normal pada hari Minggu dan sudah fit 100 persen pada hari Senin dan kalau dia tak punya kekhawatiran lagi soal cederanya, kita lihat saja apakah dia bisa main," katanya."Kalau ada risiko apapun, mereka tidak akan bermain. Mereka harus 100 persen fit. Kalau ada risiko mereka akan cedera lagi, mereka tak akan main. Kami akan bicara dengan dokter dan melihat apa yang terjadi," tambah Pellegrini.Tanpa Aguero, City akan mengandalkan Edin Dzeko, Stevan Jovetic, dan Alvaro Negredo di lini depan. Sementara itu, Javi Garcia akan berpartner dengan Yaya Toure di lini tengah kalau Fernandinho belum siap tampil.

Malam Ini Timnas U-19 Jajal Persijap

 Jakarta - Tim nasional Indonesia U-19 akan meneruskan kembali serangkaian ujicoba dengan melawan Persijap Jepara. Pelatih Indra Sjafri berharap laga ujicoba tersebut dapat meningkatkan performa anak didiknya tersebut.Timnas U-19 akan menghadapi Persijap Jepara pada hari ini, Senin (17/2/2014) malam di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara. Terakhir, Evan Dimas dkk hanya mendapatkan hasil seri 1-1 ketika melawan PSIS Semarang.Indra mengatakan sejauh ini timnya dinilai sudah menunjukkan progres yang cukup baik. Dengan penekanan pada ball possession, ia akan mematangkannya hingga penguasaan bola tersebut menjadi otomatis bagi para pemainnya."Saat ini saya masih mematangkan cara bermain. Sampai otomatisasi pemain dalam penguasaan bola. Sampai pada titik mereka otomatis dalam menguasai bola tercapai," ujar Indra ketika dihubungi.Otomatisasi yang dimaksud Indra adalah para pemainnya mampu mengambil inisiatif dalam kondisi apapun. Namun apabila belum maksimal, Indra menilai hal tersebut lantaran pemain-pemainnya masih dalam tahap belajar.Lebih lanjut, Indra mengatakan ujicoba melawan Persijap tersebut akan dimanfaatkannya untuk melakukan rotasi pemain. "Ujicoba ini 'kan sekaligus saya ingin melihat pemain mana yang perlu dicoba lagi," kata dia.

Nasionalisme, Asimilasi, dan Keruwetannya


Sekilas pernyataan yang wajar. Toh siapa yang bisa mewakili Inggris kalau bukan orang Inggris sendiri.

Tetapi, A True Born Englishman’s a contradiction! In speech, an irony! In fact, a fiction! (Seorang Inggris tulen adalah sebuah kontradiksi! Sebagai pernyataan, sebuah ironi! Sebagai fakta, sebuah khayal!) Itu pernyataan penulis novel Robinson Crusoe yang terkenal itu, Daniel Defoe dalam puisinya The True Born Englishman tahun 1701.

Mengapa demikian? Karena para pakar sejarah hampir semua bersepakat bangsa Inggris adalah hasil dari sebuah melting pot (bejana pelumeran) dari sekian bangsa yang berebut sepetak tanah yang sekarang bernama Inggris ini. Nenek moyang bangsa Inggris datang dari berbagai wilayah Eropa. Hampir tidak ada yang namanya penduduk asli.

Ketika orang Romawi menduduki Inggris hampir 2000 tahun yang lalu dan berkuasa selama 400 tahun, hanya ada segelintir manusia yang mapan di pesisir selatan Inggris. Orang Romawi yang membangun kota-kota dan pemukiman mapan di Inggris. Sebutan Mancunian untuk orang-orang Manchester adalah tinggalan mereka yang saya yakin paling diingat oleh penggemar bola saat ini.

Gelombang berikutnya adalah mereka yang datang dari perbatasan Jerman dan Denmark (Anglo-Saxon). Pembagian wilayah di Inggris Selatan sekarang ini dan penamaannya adalah tinggalan jaman itu. East Saxon menjadi Essex, Middle Saxon menjadi Middlesex, South Saxon menjadi Sussex dan seterusnya.

Pada saat yang bersamaan di utara dari sisi pantai timur masuk orang-orang Viking dari Skandinavia. Kalau ada kota atau desa dengan berakhiran -thorpe atau -by, maka itulah tinggalan mereka.

Infiltrasi dari mereka orang-orang Gaelic dari utara dan barat juga terus terjadi sepanjang waktu.

Ini kita belum bicara tentang banyaknya orang Prancis yang masuk ke Inggris ketika negeri ini menjadi bagian dari kerajaan Prancis atau pelarian Huguenot dari jaman pergolakan Protestan melawan Katolik.

Di zaman modern, bejana pelumeran itu terus terjadi. Berbeda dengan jaman dulu sekarang yang masuk lebih banyak dari Asia, Afrika dan bekas negara jajahan dengan alasan yang beraneka rupa. Juga belakangan dari Eropa Timur. Sedemikian derasnya, kita kemudian tahu Birmingham yang merupakan kota kedua terbesar di Inggris mayoritas penduduknya adalah keturunan anak benua Asia.

Jadi, kembali ke pernyataan Jack Wilshere, siapa yang dimaksud orang Inggris? Ras, bangsa, atau warga negara? Bagaimana mendudukkan John Barnes atau Danny Welbeck sebagai misal. Inggriskah mereka? Atau yang sesama kulit putih, Owen Hargreaves sebagai misal lain. Inggriskah dia? Atau mungkin pertanyaan seharusnya adalah mengapa yang disebut belakangan ini tidak menjadi masalah sementara Adnan Januzaj menimbulkan pertanyaan? Di mana letak perbedaannya?

Sebenarnya dalam sejarah, penyerapan atau asimilasi pemain sepakbola jamak terjadi sejak lama. Dan negara-negara Eropa, termasuk Inggris, adalah yang paling getol melakukannya.

Eusebio adalah pemain paling hebat Portugal sepanjang masa. Tetapi semua orang tahu ia berasal dari Mozambik dan baru datang ke Portugal setelah melewati masa remajanya.

Begitupun Alfredo di Stefano yang malang melintang di Real Madrid dan Spanyol. Ia orang Argentina keturunan Italia. Ia bahkan sudah membela Argentina dan kemudian Kolombia sebelum bermain untuk Spanyol.

Ferenc Puskas datang sebagai striker Hungaria dengan reputasi hebat dan kemudian membelot ke Spanyol, bahu membahu dengan di Stefano membela Spanyol.


Tim Prancis yang mempersembahkan Piala Dunia dan Piala Eropa penuh dengan orang keturunan generasi pertama ataupun imigran yang lahir di luar Prancis. Bahkan salah satunya, David Trezeguet, konon tidak begitu fasih berbahasa Prancis. Mereka ini kalau saja tidak membela Prancis, berhak membela negara-negara asal mereka.

Tim Belanda mulai era 1980an begitu juga. Jerman yang biasanya menurunkan pemain "murni" Jerman, kini tidak bisa lagi mengatakan demikian.

Di Asia, Jepang adalah salah satu pelopornya. Negara ini banyak menyerap pesepakbola asal Brasil dan dalam sejarahnya memiliki sedikitnya lima pemain nasional yang berasal dari Brasil.

Asimilasi itu bisa didapat karena berbagai faktor. Ada yang karena keterkaitan sejarah seperti bekas negara jajahan, perkawinan campur, garis keturunan, hak menetap karena sudah memenuhi syarat waktu untuk menjadi warga negara dan banyak lainnya.

Benar bahwa berbagai faktor ini administratif sifatnya. Alasan yang lebih mendasar untuk asimilasi sebenarnya hanyalah satu, yang bersangkutan dianggap bisa memberi kontribusi untuk mengangkat gengsi persepakbolaan negara di tingkat internasional. 

Tetapi alasan administratif itu sangat penting untuk mengabsahkan bahwa yang bersangkutan telah menjadi bagian dari "kita" dan bukan "mereka" Selama kaidah nilai ke-"kita"-an itu belum terpuaskan akan sangat susah menerima pemain sebagus apapun menjadi bagian "psyche" satu kelompok.Kalau di tingkat klub persoalan ini mudah terpecahkan. Kontrak yang ditandatangani pemain yang bersangkutan terukur lewat imbalan finansial.Di tingkat negara ikatan kontraknya berbeda. Harus ada rasa bersama memperjuangkan sebuah tatanan ide, nilai, mungkin (kebangsaan) nasionalisme, seabstrak apapun itu. Jadi ketika pemain turun ke lapangan mewakili sebuah negara ia bukan semata-mata hanya bermain bola demi uang.Kalau pemain tidak bisa berdamai dengan tatanan nilai yang ia wakili maka akan sulit mengharapkan yang terbaik darinya. Begitupun kelompok yang diwakili oleh pemain yang bersangkutan akan sangat sulit menerima pemain itu. Itulah pentingnya dipenuhinya persyaratan administratif tersebut. Karenanyalah prosesnya disebut asimilasi: sebuah tindakan untuk menerima, merangkul, penyatuan, dan internalisasi nilai.Namun demikian negara atau kelompok yang menyerap pemain tadi tidak boleh berperilaku egois. Harus ada kelenturan, kesadaran, untuk membiarkan para pemain serapan itu menjalankan kehidupan yang sudah mereka miliki sebelumnya. Melakukan kontrak politik untuk menjadi bagian dari sekumpulan nilai baru bukan berarti harus membuang segala nilai yang sudah mereka miliki sebelumnya.Bagaimanapun para pemain itu mempunyai sejarah, kehidupan dan tatanan yang sudah mereka jalani sebelumnya. Adalah mustahil untuk meminta mereka memutus segalanya dan bertotalitas layaknya warga "asli".Berkaca pada negara-negara Eropa yang melakukan penyerapan pemain, itulah yang mereka lakukan.Pemerintah Prancis ataupun warga negara Prancis tidak pernah mencak-mencak hanya karena Zinedine Zidane mengatakan kecintaannya pada Aljazair dan berpaspor ganda misalnya. Atau orang Belanda tidak merasa terhina ketika kapten tim mereka, Giovani Van Bronckhorst, dengan bangga mengatakan orang tuanya berasal dari Indonesia. Bahkan ketika Ferenc Puskas memutuskan untuk pulang ke Hongaria, tidak ada orang Spanyol ataupun pemerintah Spanyol mengutuknya sebagai pengkhianat.Di dunia dengan batas semakin lebur, pergerakan manusia semakin lintas bahasa dan budaya, dan manusia semakin menjadi warga dunia memang dibutuhkan kelenturan dan keterbukaan hati. Sepakbola banyak mengajarkan itu.

Jelang City vs Barca - Pellegrini Tuntut City Tampil Agresif

Manchester - Manuel Pelegrini yakin Manchester City bisa mengalahkan Barcelona di Etihad Stadium. Syaratnya, The Citizens harus tampil agresif.Pellegrini sendiri menyadari bahwa Barca punya modal bagus dan pemain-pemain yang mereka miliki cukup untuk memenangi pertandingan manapun. Namun, Pellegrini juga optimistis karena menyadari skuatnya tidak kalah kualitas."Barcelona sudah menjadi tim terbaik dalam tiga atau empat tahun terakhir di dunia ini dan mereka punya banyak pemain hebat," ujarnya seperti dilansir Sky Sports."Tapi kami juga pemain-pemain bagus di tim ini. Pertandingan nanti akan jadi spektakuler.""Kami harus tampil agresif dan saya harap, hasilnya akan menyusul. Kami percaya bisa memenangi laga ini," tegas Pellegrini.Sebelum pertandingan melawan Barca, City sukses menyingkirkan Chelsea di Piala FA. Pada pertandingan tersebut, City menang 2-0 dan tampil relatif dominan sepanjang laga.Dalam catatan Soccernet, City mencetak 12 attempts sepanjang laga, di mana 4 di antaranya tepat sasaran. Sementara, Chelsea hanya menorehkan 2 attempts dan tidak ada satu pun yang tepat sasaran.