Pencarian Data

Wednesday, February 26, 2014

Wesley Sneijder Siap Berkorban Untuk Tim


Wesley Sneijder siap berkorban demi membantu Galatasaray lolos ke perempat-final Liga Champions. 

Mantan penggawa FC Internazionale mengaku tidak tampil maksimal karena kesulitan mendapatkan bola, namun dia sadar kerja keras harus dilakukan demi membawa timnya mengeliminasi Chelsea. 

“Di babak pertama, semuanya berjalan melalui sayap kanan. Saat jeda saya mengatakan kami harus bermain lebih ke kiri dan kami melakukan itu,” ujar Sneijder. 

“Posisi saya di kiri bagus ketika Anda mendapatkan banyak bola, tapi malam ini tidak demikian. Dalam hal ini saya harus lebih bekerja keras untuk tim, tapi ini putaran kedua Liga Champions jadi Anda harus selalu bekerja keras terutama ketika menghadapi Chelsea. 

“Saya pikir hasil ini pantas. Di leg kedua saya harap bisa mendapatkan bola lebih banyak. Saya merasa dalam bentuk terbaik, tapi peran saya di tim sedikit berbeda. Saya harus mengorbankan diri sendiri untuk tim. Ketika kami kehilangan bola saya harus kembali ke posisi saya, tapi saya pikir ini berjalan dengan sangat baik,” tutup pemain 29 tahun. 

Gareth Bale: Kami Menuju Tangga Juara


Gareth Bale menegaskan Real Madrid berjalan menuju tangga juara setelah tim Carlo Ancelotti secara matematika menjamin satu tempat di perempat-final Liga Champions menyusul kemenangan telak 6-1 atas Schalke, Kamis (27/2) dini hari WIB. 

Bale bersama Karim Benzema dan Cristiano Ronaldo masing-masing menyumbang dua gol dalam pesta di Gelsenkirchen pada leg pertama babak 16 besar. Klaas-Jan Huntelaar memang mencetak gol indah di pengujung laga, tapi itu tidak banyak membantu Schalke. 

Madrid sendiri tengah memimpikan gelar kesepuluh Liga Champions dan Bale mengklaim mereka akan berjuang memenangkannya.

“Ini penampilan luar biasa. Kami sangat mempersiapkan laga ini. Ini hasil bagus,” Bale kepada Sky usai laga. 

“Ini permainan tim dan kami bekerja sangat keras di lapangan. Saya pikir kunci tim ini adalah peningkatan di tahun ini. 

“Kami menuju memenangkannya. Kami ingin memenangkan setiap kompetisi yang dimainkan. Kami tahu ini tidak akan mudah, karena banyak tim besar berjuang mendapatkannya. Tapi kami akan berusaha.” 

Los Blancos akan menjamu tim Jens Keller di leg kedua pada 18 Maret. 

Bayern Munich Berharap Toni Kroos Setia


Kepala keuangan Bayern Munich Jan-Christian Dreesen berharap Toni Kroos akan segera meneken kontrak baru di klub.

Sang gelandang sejauh ini dikait-kaitkan dengan kepindahan ke Manchester United, di mana klub Liga Primer Inggris itu kabarnya siap menawarkannya gaji £250 per pekan.

Namun, Dreesen mengonfirmasi jika Bayern akan segera menawarkan "sesuatu yang substansial" untuk meyakinkan Kroos bertahan di Allianz Arena.

"Kami siap terus berdiskusi dengan Toni Kroos dan saya berharap pembicaraan ini berakhir sukses. Kami siap menempatkan sesuatu yang substansial untuk menghargai ini," ujar Dreesen dikutip Sport-BILD.

"Kami benar-benar ingin mengapresiasi performa Toni," tandasnya.

Kontrak Kroos akan berakhir pada 2015 mendatang.

Jose Mourinho: Hasil Ini Tidak Adil


Jose Mourinho mengungkapkan kekecewaannya atas hasil imbang yang diraih Chelsea kontra Galatasaray pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions, Kamis (27/2) dini hari WIB. 

Gol cepat Fernando Torres di menit kesembilan dibalas Aurelien Chedjo pada paruh kedua dan The Happy One menilai hasil ini tidak adil. 

“Saya tidak senang dengan hasil ini, saya tidak mendapati ini adil,” ujar Mourinho selepas laga. 

“Terutama di babak pertama kami main bagus. Kami harus menemukan gol kedua. Kami menciptakan peluang tapi gagal memaksimalkannya. Di babak kedua Galatasaray mengontrol pertandingan. Mereka lebih baik di bagian itu dan pantas mencetak gol. Mereka memberikan kami tekanan. 

Mou juga mengomentari penampilan mantan dua pemainnya, Didier Drogba dan Wesley Sneijder. 

“Itu laga berat untuk Drogba dan Sneijder. Kami main agak bertahan dan mereka mendapat masalah di awal. Kami membuat kesalahan dan Gala mencetak gol, tapi untuk laga keseluruhan kami bagus,” pungkas pelatih berpaspor Portugal. 

Roberto Mancini Puas Dengan Hasil Imbang


Pelatih Galatasaray Roberto Mancini mengaku puas dengan hasil imbang 1-1 versus Chelsea pada leg pertama perdelapan-final Liga Champions, Kamis (27/2) dini hari WIB. 

Meski sempat kerepotan meladeni The Blues, tuan rumah akhirnya memaksakan hasil seri setelah Aurelien Chedjo membatalkan keunggulan Fernando Torres yang mencetak gol kala laga baru berjalan sembilan menit. 

“Saya pikir pada akhirnya ini hasil bagus. Ketika laga dimulai kami melakukan tiga atau empat kesalahan, di mana kami diserang balik tiga atau empat kali dan mereka mencetak gol,” ulas mantan arsitek Manchester City. 

“Di babak kedua kami main sangat bagus. Babak pertama kami main terlalu ke dalam, mungkin kami main dengan rasa takut. 

“Kami mendapat banyak kepercayaan diri di babak kedua. Di babak pertama kami tidak memiliki itu, kami terlalu respek kepada Chelsea. Sebaliknya, saya pikir kami harus lebih ofensif, seperti yang dilakukan di babak kedua. 

“Ya, di babak kedua kami mungkin pantas mencetak gol lainnya. Tapi saya pikir 1-1 hasil bagus dan kami memiliki laga lainnya,” tutup Mancini. 

Liga Champions - Mourinho: Chelsea Bukan Favorit, tapi Bisa Bikin Kejutan

 Istanbul - Jose Mourinho menilai Chelsea bukan favorit di Liga Champions. Kendati demikian, jika bisa melewati Galatasaray di babak 16 besar, Mourinho yakin Chelsea bisa membuat kejutan.Mourinho tak menilai Chelsea masuk dalam kandidat terkuat calon juara Liga Champions musim ini. Menurut manajer asal Portugal itu, masih ada tim-tim lain yang lebih baik daripada The Blues.Namun Mourinho pernah tercatat dua kali menciptakan kejutan dengan memenangi Liga Champions ketika timnya tak difavoritkan. Pertama adalah bersama Porto di tahun 2004 dan Inter Milan di tahun 2010.Mourinho pun tak menutup kemungkinan untuk mengulang hal itu bersama Chelsea. Jika bisa lolos ke perempatfinal dengan melewati Galatasaray, Chelsea disebut Mourinho akan punya kans untuk melangkah lebih jauh lagi di Liga Champions."Kami bukan favorit, itu jelas, tapi saya pikir ketika sebuah tim mencapai perempatfinal, semuanya mungkin, jadi saya pikir babak ini sangat penting untuk setiap tim," sahut Mourinho seperti dikutip Sky Sports."Mereka yang lolos ke perempatfinal bisa mulai punya sedikit perasaan meski mereka bukan favorit: Chelsea juara (di 2012) ketika bukan jadi favorit, saya juara dua kali ketika bukan favorit, dan saya tidak juara ketika tim saya salah satu favorit untuk memenanginya.""Kompetisi ini, karena format knockout, punya sedikit ruang untuk kejutan. Tapi jelas ada paling tidak tiga, empat, atau mungkin lima tim yang secara kualitas, pengalaman, dan status jelas menjadi favorit," katanya.

Van Persie Kritik Cara Main Beberapa Pemain MU

Athena - Tanpa menyebut nama, Robin van Persie melontarkan kritik terhadap beberapa pemain Manchester United. Sedikit atau banyak, cara main tersebut merugikan Van Persie sendiri.Ketika ditanya apakah dirinya memang diizinkan turun ke lini kedua untuk menjemput bola, Van Persie menjawab bahwa dia terpaksa mengubah gaya mainnya lantaran rekannya terkadang beroperasi di zona tempat seharusnya dia bermain."Beberapa pemain kami terkadang bergerak di zona di mana saya ingin bermain. Dan ketika saya melihatnya, itu membuat saya sulit untuk bergerak ke ruang yang kosong juga," ujarnya seperti dilansir Guardian."Jadi, itu memaksa saya untuk menyesuaikan lari saya, berdasarkan posisi dari rekan saya.""Terkadang mereka bermain di zona saya. Saya pikir, itu sangat disayangkan."Van Persie juga menyesali dirinya membuang kesempatan percuma ketika mendapatkan peluang bagus. Salah satu tendangannya di babak kedua melambung jauh di atas mistar gawang."Saya terburu-buru melepaskan tendangan itu. Sangat disayangkan karena saya tidak banyak mendapatkan kesempatan. Jadi, begitu mendapatkan satu kesempatan, saya harus bisa menciptakan gol," katanya.United sendiri kalah 0-2 dari Olympiakos. Mereka kini wajib menang (minimal) tiga gol tanpa balas di Old Trafford untuk bisa lolos ke perempatfinal Liga Champions.

Kemenangan atas Zenit Jadi Pengingat untuk Dortmund

 St.Petersburg - Penyerang Borussia Dortmund Marco Reus menilai kemenangan atas Zenit St. Petersburg mengingatkan timnya untuk bisa menjaga performa. Ia menolak Die Borussen dianggap kurang serius di Bundesliga.Dortmund sukses menang 4-2 kala bertandang ke Stadion Petrovskij, Rabu (26/2/2014) dinihari WIB, pada partai leg I babak 16 besar Liga Champions. Ini jelas membuat langkah anak-anak asuh Juergen Klopp menuju perempatfinal lebih ringan, karena leg kedua bakal digelar di kandang sendiri.Kemenangan sekaligus menjawab keraguan menyusul hasil mengecewakan di Bundesliga akhir pekan kemarin. Pada laga terakhir, mereka kalah telak 0-3 dari Hamburg, yang merupakan tim ketiga terbawah klasemen. Kekalahan tersebut, yang kemudian diikuti kemenangan dinihari tadi, tak pelak menimbulkan anggapan bahwa Dortmund mulai memfokuskan diri ke satu kompetisi."Saya lebih melihatnya sebagai pengingat untuk kami ketimbang menganggapnya seperti itu. Kita sudah melihat bahwa jika kami agresif dan menampilkan permainan kami, kami bisa mengalahkan siapapun di dunia ini," kata Reus di situs resmi Bundesliga."Sesekali kami tidak mampu melakukan itu. Kami harus memperbaikinya," tambahnya.Kebangkitan instan Dortmund ini sekaligus memunculkan pertanyaan apakah Klopp memberikan motivasi ekstra terhadap para pemain. Namun Reus menegaskan bahwa tekad lolos dari para pemain sudah cukup jadi bekal di laga malam tadi."Para pemain tidak perlu motivasi ekstra di Liga Champions. Kami benar-benar ingin lolos ke fase berikutnya. Hasil ini memberikan kami setiap kesempatan, tapi kami harus menatap leg kedua dengan serius," tandasnya.

Olympiakos Yakin MU Akan Tampil Beda di Old Trafford

Athena - Kemenangan atas Manchester United di kandang sendiri tak membuat Olympiakos terlena. Olympiakos memprediksi MU akan tampil berbeda pada pertemuan kedua di Old Trafford.Olympiakos mendapatkan modal bagus di leg pertama babak 16 besar Liga Champions. Klub Yunani itu mengalahkan MU 2-0 di Stadion Karaiskaki, Rabu (26/2/2014) dinihari WIB, lewat gol-gol Alejandro Dominguez dan Joel Campbell.Ketika dijamu Olympiakos, MU memang bermain buruk. Mereka terlihat kelimpungan menghadapi serangan-serangan tim tuan rumah. Selain itu, The Red Devils juga miskin kreativitas ketika menyerang. Mereka cuma melepaskan satu tembakan ke arah gawang sepanjang pertandingan, itu pun pada menit-menit akhir.Pelatih Olympiakos, Michel, mewaspadai kebangkitan MU pada pertemuan kedua yang akan digelar di Old Trafford, 19 Maret mendatang. Dia yakin MU tak akan tampil buruk lagi."Kami harus melihat ke leg kedua. Kami masih punya pertandingan di Old Trafford," ucap Michel di situs resmi UEFA."Kami memprediksi United yang berbeda di Old Trafford. Kami punya respek yang besar untuk mereka," lanjutnya.Untuk membalikkan keadaan dan lolos ke perempatfinal, MU harus mengalahkan Olympiakos dengan selisih minimal tiga gol di leg kedua."Siapa pun yang berpikir 2-0 sudah cukup untuk lolos keliru: 2-0 tidak cukup untuk melewati United di Old Trafford. Kami harus tetap bekerja untuk lolos dan membuat sejarah," kata Michel.

Berapa Peluangmu Bermain Bola pada Level Internasional?


Banyak perbincangan dan perdebatan mengenai cara untuk terpilih menjadi anggota timnas, yang kebanyakan membahas soal bakat dan pembinaan. Tapi kali ini saya akan mencoba mengesampingkan dua hal penting tersebut. Bukan karena tidak penting, tapi mari kita "keluar dari kotak" untuk melakukan hitung-hitungan.

Jika berbicara tentang menghitung peluang, maka ada baiknya kita istirahatkan pikiran kita dulu sejenak, karena kita akan membicarakan tentang angka-angka statistik.

Sebagai awal perjalanan tulisan ini, terlebih dahulu mari kita ke tempat yang terdekat dari kita: Tim nasional Indonesia.

Untuk bermain pada level timnas kita yang katanya prestasinya bobrok ini saja tentunya bukan perkara mudah. Butuh bakat dan latihan yang tekun untuk bisa sampai kepada level tim nasional senior.

Indonesia adalah salah satu negara yang sudah cukup lama bergabung dengan FIFA. Pertandingan pertama tim nasional Indonesia berlangsung pada 28 Maret 1921 melawan tim nasional Singapura di Batavia. Saat itu Indonesia berhasil menang dengan skor 1-0.

Berapa Pesaing Kita?

Dilihat dari sensus penduduk tahun 2011, ada banyak sekali manusia yang menghuni negara kita ini, yaitu 237.424.363 jiwa yang terbagi (tidak secara merata tentunya) dalam 34 provinsi. Dari jumlah yang terlampau banyak ini, 119.630.913 diantaranya adalah laki-laki dengan usia rata-rata 27,2 tahun.

Jika kita berasumsi bahwa 16 sampai 35 tahun adalah usia ideal untuk bermain sepakbola pada level internasional, maka kita dapat mendapatkan angka 41.870.819. Angka tersebut adalah jumlah jiwa yang harus dipertimbangkan oleh PSSI dalam menyeleksi pemain-pemain tim nasionalnya.

Dari sini saya akan sedikit berasumsi dan melakukan generalisasi dengan menggunakan contoh negara Inggris.

Kontras dengan Indonesia, seorang lelaki warga negara Inggris hanya harus bersaing dengan tujuh juta jiwa lainnya untuk mengenakan seragam The Three Lions. Dan peluang untuk masuk tim nasional tersebut akan semakin tinggi jika kita sudah memasukkan unsur-unsur seperti: tidak semua orang tertarik dengan sepakbola dan banyak diantara mereka tidak memiliki keahlian yang memenuhi standar.

Tapi hitung-hitungan peluang ini bukan melulu soal usia. Memilih posisi yang tepat jadi kunci bisa atau tidaknya kita dipanggil ke tim nasional. 
Meskipun tidak ada batasan jumlah penjaga gawang yang bisa dipilih oleh sebuah negara dalam level internasional, para manajer secara tipikal akan memilih 3 orang. Arti kasarnya adalah akan ada sejumlah 627 kiper pada level internasional (3 dari masing-masing negara FIFA).

Dan posisi penjaga gawang inilah yang paling mudah ditembus oleh seseorang yang ingin terpilih masuk timnas.

Peluang Kita untuk Masuk Tim Nasional Indonesia

Sekarang, mari kembali ke perbandingan dengan Inggris. Dari sekitar 9.000 bocah yang masuk ke akademi sepakbola di Inggris pada tahun 2010, hanya 9% yang mendapatkan kesempatan bermain di level tim senior (first team) klubnya. Ini dengan catatan bahwa 78% yang gagal masuk tim senior masih juga bermain sepakbola secara profesional.

Pada tahun 2011, Tottenham Hotspur mengontrak secara profesional 10 bocah yang diseleksi dari 67 akademi setempat. Di atas kertas, statistik menunjukkan bahwa 10 bocah ini terpilih dari 6.000.000 yang tersedia, atau dalam kata lain 1 banding 600.000. Namun krusialnya, di antara anak-anak itu semua hanya 1 yang bermain sebagai penjaga gawang.

Sekarang kita aplikasikan model tersebut ke tim nasional kita, tentu masih sambil banyak berasumsi.

Dari 41.870.819 laki-laki yang bisa diseleksi untuk tim nasional Indonesia, hanya 3.806.438 yang bisa dikatakan cukup baik untuk memenuhi standar penjaga gawang, dengan 56.812,5 (atau satu banding 67) yang memenuhi standar sebagi penjaga gawang yang hebat.

Dengan standar 3 penjaga gawang akan dipilih oleh manajer untuk skuat tim nasional, maka peluang untuk terpilih sebagai penjaga gawang tentu akan "meningkat" yaitu jadi satu banding 18.937

Ini berarti, untuk masuk skuat tim nasional Indonesia sebagai penjaga gawang, kita harus bersaing dengan "hanya" 18.937 orang lainnya. Wow!
Hampir mustahil jika kita tidak memilki bakat dan bekerja keras. Belum lagi jika kita menghitung faktor keberuntungan.


Di Negara Mana Kira-Kira Saya Bisa Bermain?

Memang berat untuk masuk ke tim nasional Indonesia. Padahal, ketika masuk pun kita belum tentu akan bermain sebagai tim utama.

Sebenarnya ada cara lain bagi kita yang terobsesi untuk bermain sepakbola di level internasional. Ada sebuah jalur yang tidak murni berdasarkan pada kemampuan sepakbola kita. Bagaimana? Yaitu dengan cara memilih negara yang tepat sehingga bisa dilirik sebagai pemain naturalisasi. Dengan jalan ini, kita bisa menambah peluang untuk bermain sepakbola pada level internasional.

Jika Indonesia, yang sepakbolanya biasa-biasa saja ini, saja bukanlah "negara yang tepat", lalu negara apa itu?

Dari 209 negara yang terdaftar sebagai anggota FIFA, San Marino (bersama Bhutan dan Kepulauan Turks & Caicos) adalah negara dengan gelar negara terburuk. San Marino baru memenangkan satu pertandingan saja sepanjang sejarah, yaitu saat melawan Liechtenstein pada April 2004.

Jadi, jika kalian adalah pemuda dengan talenta sepakbola yang di atas rata-rata, tapi tinggal di negara dengan populasi yang banyak seperti Indonesia, San Marino bisa menjadi tujuan hidup kalian.

Peluang Bermain untuk San Marino

Berbeda dengan Indonesia, hanya terdapat 31.817 jiwa yang menghuni total 9 castelli di San Marino. Dari jumlah tersebut, 15.343 diantaranya adalah laki-laki dengan usia rata-rata 41,7 tahun.

Jika sama dengan perhitungan sebelumnya kita mengasumsikan usia 16-35 adalah usia ideal untuk membela tim nasional San Marino, maka akan terdapat 5.431 laki-laki yang tersisa.

Lalu, dengan formula yang sama pula, kita akan mendapatkan angka hanya ada 489 laki-laki yang bisa dinilai sesuai standar sebagai pesepakbola yang baik. Dari jumlah itu, hanya 7,29 laki-laki saja yang memenuhi standar sebagai penjaga gawang.

Kembali pada acuan standar ada 3 penjaga gawang yang biasa dibawa oleh manajer tim nasional. Maka, peluang seseorang untuk terpilih mengerucut menjadi satu banding 2,4. Itu artinya, kita "hanya" harus bersaing dengan maksimal 3 orang saja untuk bisa menjadi salah satu anggota penjaga gawang tim nasional San Marino. Lagi-lagi: Wow!Semudah Itukah?Jika kita lagi-lagi mengesampingkan bakat, maka masalah selanjutnya adalah: apakah semudah itu untuk memperoleh paspor kewarganegaraan San Marino?Andaikan kalian beruntung untuk lahir di sana, atau orang tua kalian berasal dari sana, kalian mungkin akan mendapatkan kemudahan dalam perizinan. Namun, jika kalian sekonyong-konyong memang ingin pindah kewarganegaraan menjadi San Marino, urusannya akan jadi sangat panjang.Kalian harus menyerahkan status kewarganegaraan kalian sepenuhnya kepada San Marino dan setidaknya sudah tinggal selama 30 tahun di negara. Hal itu terlihat jelas mustahil, bahkan jika sekarang kalian masih sangat muda sekalipun.Untuk mendapatkan status kewarganegaraannya saja kalian harus membuang banyak waktu, sehingga tidak ada cukup waktu untuk bermain pada level internasional bersama tim nasional San Marino.Tapi, jika memang benar-benar berniat melakukan hal ini, setidaknya kalian akan memberikan kesempatan untuk keturunan kalian untuk bermain sepakbola pada level tertinggi... bersama negara level terendah.

Jelang Schalke vs Madrid - Madrid Waspadai Schalke yang Punya Perpaduan Pemain Pas

Gelsenkircen - Real Madrid akan dijamu Schalke 04 guna melakoni laga leg I babak 16 besar Liga Champions. Carlo Ancelotti menyatakan bahwa El Real mewaspadai The Royal Blues yang mempunyai perpaduan pemain pas.Laga antara Madrid melawan Schalke kan berlangsung di Veltins-Arena, Kamis (27/2/2014) dinihari WIB. Dalam laga itu, Los Blancos bisa menurunkan seluruh pemain terbaiknya.Sebabnya, Cristiano Ronaldo yang tak bisa tampil di kompetisi domestik akibat larangan bertanding sebanyak tiga laga, bisa berlaga di ajang kasta tertinggi antarklub Eropa.Kendati demikian, Ancelotti tetap mewaspadai potensi ancaman dari Schalke. Apalagi, Italiano itu mempunyai penilaian lebih pada tim besutan Jens Keller itu.Perpaduan pemain muda seperti Max Meyer dan Julian Draxler, dan para pemain berpengalaman semisal Kevin Prince Boateng serta Klaas-Jan Huntelaar disebutnya sebagai komposisi tim yang pas."Mereka merupakan tim yang terorganisir dengan pemain muda yang sangat berkualitas. Kita akan melihat itu jika Meyer dan Draxler dimainkan besok," kata Ancelotti di As."Mereka juga memiliki pemain berpengalaman seperti Boateng dan Huntelaar. Mereka mungkin tidak spektakuler, tapi mereka solid dan mempunyai perpaduan yang bagus antara pengalaman dan pemain muda; mereka juga mempunyai sistem pertahanan yang bagus," imbuhnya.