Pencarian Data

Wednesday, March 26, 2014

Paul Parker menilai keangkeran Old Trafford sebagai kandang Manchester United sudah menghilang.

Mantan bek Manchester United Paul Parker menilai skuat asuhan David Moyes tidak akan bisa menahan kedigdayaan Bayern Munich di perempat-final Liga Champions.

Seperti yang diketahui, United tumbang dengan skor telak 3-0 dari Manchester City tengah pekan ini, dan itu menjadi kekalahan kesepuluh United di Liga Primer Inggris musim ini, di mana enam diantaranya terjadi di Old Trafford.

Dengan situasi seperti itu, Parker menilai The Red Devils memiliki peluang yang sangat kecil untuk bisa menyingkirkan Bayern, yang baru saja menyegel gelar juara Bundesliga Jerman musim ini.

"Anda tidak dapat melihat pertandingan menghadapi Baye Munich rndi delapan besar Liga Champions dengan optimisme apapun. Mereka tidak akan bisa. Meski orang mengatakan saya tidak adil atau negatif, saya merasa sulit untuk menjadi positif," ujar Parker kepada Eurosport.

"Tidak ada yang bisa mengatakan Manchester United bisa mengalahkan Bayern dalam dua pertandingan. Terutama untuk tim yang kalah di kandang menghadapi West Bromwich Albion, Newcastle United dan Everton. Faktor angker di Old Trafford sudah hilang.

"Tempat itu menelan mereka karena mereka tidak memiliki pemain yang tepat. Dengan Pep Guardiola menjadi pelatih Bayern Munich, tidak ada jalan bagi mereka untuk hanya berjalan menembusnya. Munich telah memberikan performa yang lebih baik di pertandingan tandang Liga Champions dan saya pikir mereka akan bersenang-senang di Old Trafford seperti Liverpool dan Manchester City."

Di Eropa, Milan menempati urutan kelima sebagai klub dengan pemasukan terbesar dari transfer pemain, sementara Tottenham mengungguli Real Madrid

Football Observatory merilis informasi mengenai pendapatan yang didapat klub dari lima kompetisi terbesar di Eropa sejak musim 2008/09.

Dalam lima tahun terakhir, Tottenham Hotspur tercatat sebagai klub yang mengantungi pendapatan terbesar dari penjualan pemain mereka. Total pendapatan mereka mencapai 322,1 juta euro.

Di tempat kedua, Real Madrid menempati urutan kedua dengan 303,7 juta euro, disusul Porto dengan 292,7 juta euro. Liverpool dan Milan melengkapi daftar lima besar degan 239,8 juta euro dan 229,5 juta euro.

Sementara di Italia, posisi runner up setelah Milan ditempati oleh Internazionale, yang sudah menjual pemain mereka dengan nilai 224,9 juta euro, disusul Udinese dengan 220 juta euro.

Bagaimana dengan Juventus? Selama lima tahun terakhir, minimnya aktivitas penjualan membuat Si Nyonya Tua hanya mengantungi 138 juta euro.

Atletico Sudah Bikin 100 Gol Musim Ini


Jakarta - Satu gol Diego Costa ke gawang Granada tak cuma memberi kemenangan untuk Atletico Madrid. Gol itu sekaligus menjadi gol ke-100 yang dicetak Los Rojiblancos di musim ini.

Kala menjamu Granada di Vicente Calderon, Kamis (27/3/2014) dinihari WIB, Atletico menang tipis 1-0 atas tamunya itu. Gol tunggal kemenangan Atletico dilesakkan oleh Diego Costa.

Dicatat oleh Marca, gol sundulan Diego Costa di menit ke-63 itu merupakan gol ke-100 Atletico dari semua kompetisi di musim ini. Rinciannya adalah 67 gol di La Liga, 12 gol di Copa del Rey, 20 gol di Liga Champions, serta satu gol di Piala Super Spanyol.

Diego Costa tercatat sebagai pemain yang menyumbang paling banyak gol untuk Atletico. Penyerang internasional Spanyol itu sudah mencetak 32 gol untuk Atletico di semua kompetisi musim ini.

Ini adalah kali pertama Atletico menembus 100 gol dalam 17 tahun terakhir. Kali terakhir Atletico mencetak sampai 100 gol adalah di musim 1996/1997 di mana mereka bikin 107 gol di La Liga, Copa del Rey, dan Liga Champions.
Sejak saat itu, Atletico tak pernah lagi menghasilkan 100 gol dalam satu musim. Musim lalu, ditambah dengan gol-gol di final Copa del Rey dan Piala Super Eropa, tim arahan Diego Simeone itu cuma bikin 93 gol.

Maradona Sebut Messi Bisa Pindah ke Bayern di Masa Depan

Munich - Lionel Messi diyakini mempunyai kans untuk pindah dari Barcelona ke Bayern Munich di masa depan. Hal itu seperti diungkapkan oleh eks pemain El Barca Diego Maradona.Seiring dengan pembicaraan onrak baru yang berlarut-larut, Messi sempat dikabarkan berhasrat hengkang dari Camp Nou.Bayen Munich lantas disebut-sebut menjadi peminat serius dari pesepakbola 26 tahun itu. Rencana itu kabarnya juga didukung oleh Adidas yang ingin Messi bermain untuk klub dengan aparel yang sama.Soal rumor transfer Messi itu, pelatih Bayern Josep Guardiola sudah menegaskan bahwa Die Roten tak akan pernah mendatangkan bintang tim nasional Argentina itu.Tapi, Maradona mempunyai pendapat lain. Legenda hidup sepakbola Argentina itu malah percaya bahwa Bayern bakal medatangkan Messi ke Allianz Arena."Sebelumnya, kekuatan dari para anggota Barcelona begitu besar sehingga mereka tak menaruh sponsor di kaos tim. Sekarang kita melihat 'Qatar Airways' di kaos. Jadi, kalau mereka menyetujui soal iklan, mengapa Messi tak bisa bermain untuk Bayern Munich?," ucap Maradona di Sport Bild."Sekarang saya yakin bahwa Messi bisa mengenakan kaos tim yang berbeda," imbuhnya.Kontrak Messi di Barca sendiri baru bakal berkahir pada tahun 2018. Saat ini, para petinggi Blaugrana tengah berupaya menegosiasikan kontrak baru, yang besaran gajinya disebut bakal membuat Messi memiliki gaji termahal.

Jungkat-Jungkit La Liga Primera

Jakarta - Papan atas Liga Spanyol dalam beberapa pekan terakhir selayaknya permainan jungkat-jungkit. Real Madrid yang empat hari lalu masih berada di atas, kali ini sudah turun ke urutan tiga usai menelan dua kekalahan beruntun.Sebelum pekan ke-29 digelar sepanjang Sabtu-Minggu (22-23 Maret 2014) lalu, Madrid dianggap berada di pole position untuk memenangi Liga Spanyol musim ini. Bukan hanya karena mereka tengah berada di posisi teratas saat itu, tapi juga rentetan hasil luar biasa yang didapat anak didik Carlo Ancelotti bersama trio mematikan Cristiano Ronaldo-Karim Benzema-Gareth Bale.Sebelum pekan ke-29 itu, Madrid tak terkalahkan di 31 pertandingan secara beruntun di semua kompetisi. Tapi pertemuan dengan Barcelona di Santiago Bernabeu ternyata menjadi awal dari periode menurun El Real. Kekalahan 3-4 dalam laga tersebut membuat Madrid turun ke posisi dua, puncak klasemen yang mereka punya diambil alih Atletico Madrid. Malang buat El Real, hanya dalam selang empat hari mereka kembali menelan kekalahan setelah tunduk 1-2 di kandang Sevilla. Karena di saat bersamaan Los Rojiblancos dan El Barca menang, 'Si Putih' pun harus menerima posisinya kembali turun ke urutan tiga. Merosot dua anak tangga dalam selang empat hari jelas bukan hal yang diinginkan suporter Madrid saat kompetisi justru sedang sengit-sengitnya dan kian mendekati akhir.Madrid kini punya poin 70, tertinggal dua dari Barcelona yang ada di atasnya dan tercecer tiga poin dari Atletico yang ada di puncak.Opta mencatat kalau ini adalah kali pertama Madrid menelan dua kekalahan beruntun di Liga Spanyol dalam empat tahun ke belakang. Kali terakhir Madrid kalah dua beruntun di Liga adalah di musim 2008/2009, di mana ketika itu mereka malah dapat lima kekalahan berturut.Seperti diungkapkan Ancelotti usai pertandingan, peluang Madrid jadi juara jelas masih terbuka lebar. Dengan masih ada delapan pertandingan tersisa di musim ini, jungkat-jungkit La Liga Primera diprediksi masih akan terus terjadi sampai pekan pamungkas. Apalagi lawan-lawan yang akan dihadapi Madrid relatif lebih mudah dibanding Barca dan Atletico, yang justru harus saling berhadapan di pekan kamungkas.

Jelang Liga Italia - Hadapi Udinese, Inter Dituntut Tampil Sempurna


Milan - Walter Mazzarri menilai Udinese tak akan jadi lawan mudah untuk Inter Milan. Karena itu, dia meminta timnya tampil sempurna demi kembali ke jalur kemenangan.Inter akan menjamu Udinese dalam lanjutan Liga Italia giornata 30 di Giuseppe Meazza, Jumat (28/3/2014) dinihari WIB. Menghadapi laga ini, Inter mengusung misi untuk bangkit.Akhir pekan lalu, Inter secara mengejutkan takluk 1-2 di kandang sendiri dari Atalanta. Nerrazurri pun masih terpaku di peringkat lima dengan 47 poin.Kendati posisi Udinese di klasemen tak terlalu bagus (peringkat 14 dengan 34 poin), Mazzarri tetap waspada. Menyebut bahwa Udinese tak cuma Antonio Di Natale, allenatore Inter itu juga menuntut penampilan sempurna dari Rodrigo Palacio dkk."Tidak, dan saya harus ulangi bahwa Udinese adalah tim yang fantastis. Sebuah tim yang bermain dengan cara tertentu ketika mereka bermain tandang," sahut Mazzarri di situs resmi klub."Semua pemain mereka punya kecepatan dan sangat cepat. Mereka bertahan dengan baik dan mengeksploitasi ruang dengan memukul Anda lewat serangan balik," imbuh Mazzarri."Jadi kami harus memainkan laga yang sempurna tanpa membuat kesalahan. Kami harus waspada pada serangan balik dan menyerang mereka dengan bijak. Kami juga harus sedikit lebih siap siaga dan lebih beruntung dalam keputusan akhir dan di depan gawang," katanya.

Steven Gerrard: Liverpool Harus Belajar Operan

Steven Gerrard mengkritik timnya sendiri dan memberikan tanggapan tentang gol pembukanya, dan ketahanan Sunderland.

========================================================================


Liverpol tampil dengan gemilang dan kelihatan dominan sepanjang pertandingan, meskipun gol yang dihasilkan oleh Ki Sung-Yeung sempat membuat mereka hilang kendali dalam pertandingan. Mereka tetap menang dengan skor 2-1.
“Mereka harus melatih kembali operan-operan mereka agar dapat meraih kemenangan di Liga Premier Inggris.” Ungkap kritik Steven Gerrard secara halus pada Liverpool.
“Saya jarang mendapatkan kesempatan untuk melakukan tendangan bebas. Luis Suarez selalu tampil gemilang di bola mati, sehingga saya sering memberikan kesempatan kepadanya. Akan tetapi, terkadang kiper sudah memprediksikan bahwa dialah yang akan menendang, sehingga diperlukan untuk mengambil inisiatif yang lainnya.”
“Tak masalah soal siapa yang mencetak gol, kami semua akan mendapatkan apresiasi karena kami semua berada pada posisi yang bagus. Namun ingat, kami belum memenangkan apapun.” Ucap sang kapten.
Kedudukan Liverpool kini di peringkat 2 dan hanya terpaut dengan selisih 1 poin dengan Chelsea yang kini berada di puncak klasemen. Di lain pihak, Manchester City dengan ketat mengekor mereka dengan hutang 2 laga.

Eric Cantona Yakin Dengan Kebangkitan Manchester United

Eric Cantona percaya The Red Devils akan segera kembali ke puncak klasemen, meskipun menghadapi hasil yang mengecewakan bertubi-tubi di musim pertama David Moyes.

========================================================================


Kekalahannya The Red Devils 3-0 dari Manchester City di Old Trafford, Rabu (26/3) telah membuat mereka sekarang berada di peringkat ke-7 Liga Premier Inggris. Mereka tertinggal dari Chelsea sebanyak 18 poin yang kini berada di puncak klasemen sementara Liga Premier Inggris.
Cantona percaya mereka akan segera kembali ke puncak klasemen, meskipun menghadapi hasil yang mengecewakan berturut-turut di musim pertama David Moyes.
“Manchester United adalah salah satu klub terbesar di dunia. Mereka berada di posisi tertinggi selama 20 tahun terakhir dan kupikir mereka akan segera kembali dengan sangat cepat.” Ujarnya kepada Sky Sports News.
“Kebanyakan hal seperti ini biasa terjadi di klub-klub besar. Akan tetapi, mereka mempunyai kemampuan untuk kembali karena masa lalu telah membuktikannya dan saya yakin Manchester United akan kembali dalawam waktu singkat.” Ucap Cantona

Sebelum pensiun pada tahun 1997, 4 Liga Premier dan 2 Piala FA telah dimenangkan oleh Cantona bersama Manchester United.

Rafael Benitez Sanjung Henrique

Benitez menilai Henrique memiliki andil besar dalam kemenangan I Partenopei.


Rafael Benitez menjelaskan alasannya menurunkan Henrique dalam kemenangan 4-2 atas Catania. 

Henrique main sejak menit awal dan mencetak gol ketiga dalam kemenangan telak I Partenopei, dengan lainnya hasil kreasi Duvan Zapata dengan dua gol dan Jose Callejon.

Catania sempat bangkit, tapi mereka hanya mampu membalas dua gol di paruh kedua. 

“Kami bekerja sangat baik dalam menyerang, tapi menang 4-0 saat jeda menjadi sulit untuk mempertahankan konsentrasi,” ulas pelatih kepada Sky Sport Italia. 

“Catania menunjukkan kebanggaan untuk bangkit dan kami tidak bisa mengontrol itu dengan baik. Saya memilih Duvan Zapata karena dia kuat di udara dan saya ingin member waktu Gonzalo Higuain istirahat. 

“Kami membuat perubahan, karena beberapa pemain cedera. Kami harus terus bekerja, karena kami harus lebih baik. 

“Marek Hamsik pemain penting yang bekerja dengan baik dalam penguasaan. Dia juga membantu kami dalam bertahan,” lanjut mantan pelatih Liverpool. 

Henrique main di tengah, bek tengah dan hari ini sebagai full-back, di mana dia mencetak gol sensasional. 

“Dia bisa main di mana saja dan secara taktik cerdik. Dia memiliki pengalaman untuk mengontrol penampilan dalam peran berbeda.” 

Arsenal Disarankan Cari Striker Mematikan

Striker yang ada di Arsenal saat ini masih kurang mematikan.


Robert Pires menyarankan Arsene Wenger untuk mendatangkan striker baru berkualitas sebagai prioritas utamanya di bursa transfer musim panas mendatang.

Menurut mantan winger Arsenal tersebut, kekurangan bekas timnya saat ini adalah pemain berkualitas di lini depan.

"Sangat penting mendatangkan striker lain karena mungkin Anda bisa bermain dengan formasi 4-4-2," jelas Pires seperti dikutip Sky Sports.

"Prioritasnya harus striker baru untuk bisa bermain dengan Olivier Giroud," jelasnya.

Selain Giroud, Arsenal memiliki Lukas Podolski, Theo Walcott, Alex-Oxlade Chamberlain, Yaya Sanogo, Nicklas Bendtner, Ryo Miyaichi dan Serge Gnabry di sektor depan.

Barcelona - Celta Laporan Pertandingan

Laporan Pertandingan: Barcelona 3-0 Celta Vigo

Neymar dan Messi berhasil membawa Barcelona tetap berada di jalur kemenangan menuju perburuan gelar juara musim ini.




Barcelona menunjukan kelasnya saat menundukan perlawanan Celta Vigo dengan skor 3-0 dalam lanjutan La Liga jornada ke-30 di Camp Nou, Kamis (27/3) dini hari WIB. Tambahan tiga angka ini membuat Azulgrana masih dalam jalur yang benar dalam perburuan gelar juara musim ini. 

Babak pertama:

Barcelona yang bertindak sebagai tuan rumah langsung tampil menekan sejak menit pertama. Tak butuh waktu lama untuk memetik keunggulan kala kerjasama cantik Lionel Messi dan Alexis Sanchez mampu dituntaskan sempurna oleh Neymar di menit keenam.

Empat menit berselang, Neymar kembali merepotkan pergerakan Celta Vigo, akan tetapi umpannya kepada Sanchez mampu untuk dihalau dengan tenang oleh Cabral.

Pergerakan trio penyerang Barcelona terus membahayakan gawang Yoel, meski begitu tuan rumah masih belum mampu memaksimalkan setiap peluang untuk menggandakan keunggulan.

Kans emas Celta Vigo di menit ke-21 melalui tendangan bebas Fabian Orellana dimentahkan Victor Valdes, namun malang bagi kiper Barcelona itu ketika salah jatuh, ia mengalami cedera dan ditarik keluar lapangan untuk digantikan Pinto.

Setengah jam permainan, tuan rumah menambah keunggulan berkat aksi Messi, menerima umpan terobosan terukur Iniesta, La Pulga melewati hadangan Yoel dan dengan mudah menceploskan bola ke gawang kosong.

Celta Vigo sesekali melancarkan serangan balik cepat, namun belum cukup membahayakan pertahanan Barcelona. Hingga turun minum, keunggulan dua gol tuan rumah masih terjaga.

Babak kedua:

Tim tamu coba untuk melakukan pendekatan berbeda di awal babak kedua dengan bermain lebih terbuka. Beberapa kali serangan berbahaya mampu mereka ciptakan meski belum membuahkan hasil positif.

Peluang matang didapat Augusto Fernandez di menit ke-52, namun kali ini aksi gemilang Pinto mampu untuk mementahkan tembakan jarak dekat gelandang Celta Vigo tersebut.

Unggul dua gol tak lantas membuat skuat asuhan Gerardo Martino mengendurkan tekanan, bahkan mampu untuk mengemas gol ketiga. Neymar yang lolos dari jebakan offside, berhasil meneruskan umpan Sanchez menuju gawang Yoel di menit ke-67.

Tertinggal cukup jauh, Celta Vigo tak patah arang. Beberapa ancaman mereka tujukan ke jantung pertahanan tuan rumah. Akan tetapi, Pinto yang mengawal gawang Barcelona tampil cukup baik sepanjang laga ini.

Tujuh menit jelang turun minum, Celta mendapat kesempatan beruntun untuk menipiskan ketertinggalan, namun upaya yang dilesakan Fernandez dan Jonny masih belum mengarah tepat ke sasaran.

Hingga wasit meniup peluit panjang, kedudukan ini tetap bertahan. Barcelona berhasil mengamankan tambahan tiga angka krusial mereka atas Celta Vigo.

Susunan pemain:

Barcelona (4-3-3): Valdes; Adriano, Bartra, Mascherano, Jordi Alba; Song, Fabregas, Iniesta; Sanchez, Messi, Neymar.
Cadangan: Pinto, Dani Alves, Pique, Busquets, Sergi Roberto, Pedro, Tello.

Celta Vigo (4-1-4-1): Yoel; Mallo, Cabral, Aurtenetxe, Castro; Fontas; Fernandez, Madinda, Alex Lopez, Orellana; Santi Mina.
Cadangan: Alvarez, David Costas, Inigo, Oubina, Charles, Nolito, Bermejo.

Brendan Rodgers: Liverpool Menang Karena Sabar

Bermain dengan sabar menjadi kunci kemenangan Liverpool atas Sunderland.


Brendan Rodgers mengungkapkan kemenangan 2-1 Liverpool atas Sunderland dinihari tadi di Anfield didapat dengan susah payah.

Diterangkan manajer Liverpool itu, Sunderland sudah memberikan perlawanan sengit, yang memaksa pemainnya harus sedikit bersabar untuk menuai hasil yang diharapkan.

"Kami hanya harus bersabar dan menunjukkan kualitas kami yang sebenarnya," jelas Rodgers seusai laga.

"Saya pikir level kerja keras dan intensitas kami sangat luar biasa dan pastinya kami sudah mencetak dua gol yang luar biasa."

Gol pertama Liverpool dilesakkan Steven Gerrard lewat tendangan bebas di akhir babak pertama sebelum digandakan Daniel Sturridge di awal paruh kedua.

"Tim lawan bakal terus seperti ini mendekati musim berakhir, terutama ketika bertanding di kandang kami. Menjadi tantangan tersendiri, tapi kami harus menemukan sentuhan dan kombinasi yang tepat untuk bisa lolos," lanjut Rodgers.

"Pastinya gol pertama sangat penting di pertandingan mana pun, terutama di sini di Anfield."

Laporan Pertandingan Juventus - Parma

Laporan Pertandingan: Juventus 2-1 Parma

Tambahan tiga angka atas Parma semakin memantapkan posisi Juventus di puncak klasemen sementara Serie A Italia musim ini.



Juventus berhasil memantapkan posisi mereka di puncak klasemen sementara berkat kemenangan 2-1 yang mereka bukukan atas Parma dalam lanjutan Serie A giornata ke-30, Kamis (27/3) dini hari WIB.

Babak pertama:

Kedua tim yang sama-sama menyandang status belum terkalahkan sejak awal tahun ini tampil terbuka di awal laga ini. Juventus dengan Pirlo sebagai pengatur serangan coba untuk menguasai jalannya permainan.

Hanya saja, tuan rumah tak langsung leluasa untuk melakukan dominasi. Parma beberapa kali mampu menebar ancaman melalui permainan cepat mereka dengan serangan yang ditujukan kepada Antonio Cassano di depan.

Parma hampir saja mampu untuk membuka keunggulan di menit ke-17 ketika Molinaro berdiri bebas di dalam kotak penalti menerima umpan Amauri. Beruntung bagi Juventus, Buffon tampil gemilang dengan menggagalkan upaya tersebut.

Memasuki menit ke-25, sebuah serangan cepat membuat pertahanan Parma goyah, penetrasiCarlos Tevez gagal dihentikan Paletta, striker asal Argentina itu mampu untuk membawa Juventus unggul melalui sontekan kaki kanannya.

Tevez kembali menunjukan aksinya di menit ke-31, untuk kedua kalinya ia membobol gawang Mirante, sekaligus menggandakan keunggulan Bianconeri di laga ini.

Selepas unggul dua gol, Juventus lebih mendominasi permainan dengan tim tamu sesekali menekan melalui serangan balik cepat. Namun hingga turun minum, keunggulan dua gol skuat asuhan Antonio Conte masih tetap bertahan.

Babak kedua:

Defisit dua gol membuat Parma langsung tancap gas di awal babak kedua ini. Peluang matang datang dari tandukan Paletta yang meneruskan umpan silang Cassano, namun mudah dipatahkan barisan belakang Juventus.

Tak ingin kecolongan, tuan rumah langsung berusaha untuk kembali melakukan dominasi dengan melakukan penguasaan bola di lini tengah. Sejauh ini langkah itu cukup efektif meredam kecepatan para pemain Parma.

Upaya Parma yang melancarkan tekanan ke pertahanan Juventus akhirnya berbuah hasil manis, tembakan keras Molinaro di menit ke-63 berhasil menghujam keras ke gawang Buffon. Kedudukan ini membuat tim tamu semakin gencar menekan.

Dua menit berselang, petaka bagi Parma. Penyerang andalan mereka, Amauri harus meninggalkan lapangan lebih dini setelah kedapatan melakukan sikutan terhadap Chiellini dalam duel bola udara. Ganjaran kartu merah layak didapat pemain kelahiran Brasil itu.

Memasuki lima belas menit akhir waktu normal laga, Fabio Quagliarella yang baru masuk menggantikan Fernando Llorente berpeluang memperbesar keunggulan Juventus. Sayang sepakan terukurnya mampu diamankan Mirante.

Menit ke-88, Molinaro hampir mampu membuat kedudukan menjadi imbang, beruntung Buffon menjadi penyelamat Juventus dengan aksinya. Hingga laga usai, keunggulan tuan rumah tetap bertahan.

Susunan pemain:

Juventus (3-5-2): Buffon; Caceres, Bonucci, Chiellini; Lichtsteiner, Vidal, Pirlo, Pogba, Asamoah; Tevez, Llorente.
Cadangan: Storari, Rubinho, Mattiello, Marchisio, Padoin, Isla, Vucinic, Osvaldo, Quagliarella.

Parma (3-5-2): Mirante; Felipe, Lucarelli, Paletta; Molinaro, Parolo, Obi, Marchionni, Biabiany; Amauri, Cassano.
Cadangan: Pavarini, Bajza, Cassani, Gobbi, Sall, Galloppa, Jankovic, Schelotto, Mauri, Acquah, Cerri, Palladino.