Pencarian Data

Tuesday, January 21, 2014

Allardyce Akui Buruknya Pertahanan West Ham

London - Bertekad mengalahkan Manchester City demi menjaga harga diri, West Ham United malah kalah telak lagi dari City. Manajer Sam Allardyce menyalahkan buruknya pertahanan The Hammers setelah kekalahan ini.

Usai kalah 0-6 di kandang City di leg pertama semifinal Piala Liga Inggris, West Ham memang menyadari bahwa peluang mereka untuk lolos ke final sangat tipis. Meski demikian, mereka tetap ingin menang di leg kedua demi menjaga harga diri di depan suporternya.

Tapi, ambisi tersebut tak terwujud. Pada pertemuan kedua di Boleyn Ground, Rabu (22/1/2014) dinihari WIB, West Ham menyerah dari City dengan skor 0-3.

Tiga gol City yang bersarang di gawang Jussi Jaaskelainen memang menunjukkan rapuhnya lini belakang West Ham. Pada gol pertama, Alvaro Negredo bisa berdiri begitu bebas di mulut gawang dan dengan leluasa menanduk umpan silang Marcos Lopes.

City kembali mengacak-acak pertahanan West Ham untuk menciptakan gol kedua. Lopes menggiring bola dari lini tengah dan melewati dua pemain, lalu memberikan si kulit bundar kepada Sergio Aguero. Aguero melakukan aksi serupa di kotak penalti, melewati dua pemain, sebelum menaklukkan Jaaskelainen.

Gol ketiga mirip dengan gol kedua. Kali ini, Negredo melakukan penetrasi ke kotak penalti West Ham dan Roger Johnson dan Matt Taylor tak bisa menghentikannya. Sentuhan terakhir Negredo memaksa Jaaskelainen kembali memungut bola dari dalam gawangnya.

Hasil ini membuat West Ham tersingkir di babak semifinal dengan kekalahan agregat 0-9, yang merupakan sebuah rekor tersendiri.

"Hal paling mengecewakan adalah yang dilakukan unit pertahanan dalam beberapa menit pertama," ujar Allardyce kepada Sky Sports.

"Man City adalah sebuah tim super. Tapi, itu bukanlah gol super. Pertahanan tidak dilakukan dengan tepat dan itu sangat mengecewakan," imbuhnya.

"Pada level ini, Anda tak boleh melakukan kesalahan sampai level yang kami lakukan. Terlalu banyak kesalahan di wilayah permainan sendiri," kata Allardyce.

Coppa Italia - De Rossi Pilih Jumpa Napoli di Semifinal

Roma - AS Roma melangkah ke semifinal Coppa Italia usai menyingkirkan Juventus. Di babak empat besar nanti, Daniele De Rossi lebih memilih untuk bertemu dengan Napoli.

Roma mengamankan satu tiket ke babak semifinal usai menang 1-0 atas Juve di babak perempatfinal. Dalam pertandingan di Stadion Olimpico, Rabu (22/1/2014) dinihari WIB, Gervinho menjadi pahlawan kemenangan tim tuan rumah lewat golnya di menit ke-79.

Hasil ini sekaligus menjadi pembalasan atas kekalahan yang didapat Roma dari Juve di Liga Italia dua pekan lalu. Kala itu, I Lupi harus pulang dengan kekalahan 0-3 dari lawatannya ke Turin.

"Hasilnya sudah berubah, yang mana tidak diduga. Kami bermain bagus di babak pertama di Turin, tapi Juve tampil bagus untuk unggul cepat dan menggandakannya usai jeda," ujar De Rossi kepada Rai Sport seperti dikutip Football Italia.

"Ketika pertandingan berimbang di antara dua tim hebat, satu gol bisa jadi menentukan. Kami fokus pada bola mati, yang menjadi sumber tiga gol di Turin, dan mungkin bermain di kandang membuat kami lebih agresif."

"Aku melihat Juve tidak superior di Turin, begitu juga dengan kami di sini. Dua tim ada di level yang sama dan aku senang mengatakan itu," imbuh gelandang internasional Italia itu.

Di babak semifinal, Roma akan bertemu dengan pemenang dari laga perempatfinal antara Napoli dan Lazio. Untuk babak empat besar nanti, De Rossi lebih memilih untuk berjumpa Napoli.

Bukan tanpa alasan De Rossi memilih hal itu. Jika Lazio yang lolos ke semifinal, maka Roma harus memainkan tiga kali derby dalam sepekan (5 dan 12 Februari untuk dua leg di semifinal dan 9 Februari di Liga Italia).

"Aku memilih untuk bertemu Napoli di semifinal. Memainkan tiga derby dalam sepekan itu tidak mudah. Musim lalu mereka tampak lebih dari sebuah tim, sebaliknya tahun ini Roma lebih solid. Syukurlah semuanya sudah kembali seperti semula," katanya.

Jelang Copa del Rey - Hadapi Levante Lagi, Barca Pede Raih Hasil Lebih Baik

Barcelona - Barcelona cuma bermain imbang 1-1 saat berhadapan dengan Levante di La Liga Primera, akhir pekan lalu. Kembali menghadapi lawan yang sama di Coppa del Rey, Blaugrana yakin bisa dapat hasil lebih baik.

Barcelona malah sempat tertinggal lebih dulu saat melawat ke Levante, di Estadi Ciutat de València, Senin (20/1/2014) lalu. Tim tamu akhirnya menyudahi laga dengan skor 1-1 setelah Gerard Pique berhasil mencetak gol penyama.

Tampil dominan dalam laga tersebut, Barca dibuat frustrasi oleh rapatnya barisan pertahanan lawan. Lionel Messi cs menciptakan beberapa peluang matang bikin gol, namun rapatnya bek lawan dan aksi heroik kiper Keylor Navas membuat gempuran tim tamu tak membuahkan hasil.

Bakal menyambangi tempat yang sama untuk menjalani laga leg pertama babak perempatfinal, Gerardo Martino memastikan kalau pendekatan untuk laga tersebut tidak berubah. Tapi dia yakin akan ada perbedaan dalam hasil akhir.

"Itu benar, mereka punya tim yang berbeda dibanding beberapa hari lalu, lima pemain yang tampil di hari Minggu tidak akan berada di sana. Tapi kami menduga kalau Levante akan melakukan pendekatan yang sama," sahut Martino dalam konferensi pers jelang laga.

"Ketika itu kami kesulitan di babak pertama, tapi di babak kedua kami bisa menyerang mereka. Dalam kondisi normal kami akan bisa memanfaatkan kesempatan yang dimiliki," lanjut dia.

Terkait para pemain, Martino menyebut Andres Iniesta belum akan dimainkan dalam kesempatan tersebut. Meski kondisinya terus membaik, Iniesta masih butuh waktu untuk menjalani pemulihan 

"Dia masih berlatih dengan giat tapi menjalani latihan terpisah dengan seluruh tim. Kami memberinya waktu istirahat. Memberinya latihan karena saya pikir dia membutuhkannya untuk bisa kembali ke skuat. Kini kami berada di periode paling menentukan dan kami tidak mau berisiko dengan Iniesta yang bisa cedera lebih parah lagi," tuntasnya.

Puja-puji Ancelotti untuk Casillas

Barcelona - Iker Casillas baru saja mencetak rekor clean sheet dalam kemenangan Real Madrid atas Espanyol di ajang Copa del Rey. Pujian tidak sungkan diberikan oleh Carlo Ancelotti kepada kipernya itu.

Madrid berhasil memenangi laga leg I babak perempatfinal melawan Espanyol dengan skor 1-0 di El Prat dinihari tadi. Karim Benzema muncul sebagai pahlawan lewat gol tunggalnya di menit ke-25.

Satu lagi pemain yang bersinar adalah Casillas. Kapten Los Blancos ini menghindarkan timnya dari kebobolan di menit-menit akhir dengan menghadang tembakan Jose Cordoba dari jarak dekat. 

Hasil ini bukan saja menjadi modal berharga bagi Madrid dalam menjalani leg kedua di Santiago Bernabeu pada pekan depan. Tapi bagi Casillas, ini juga menorehkan rekor tidak kebobolan selama 595 menit, memecahkan rekor yang dimiliki dia sebelumnya.

Namun demikian, hal itu tidak mengubah kenyataan bahwa Casillas tetap akan berbagi peran dengan Diego Lopez yang dimainkan di La Liga. 

"Saya harus mengucapkan selamat kedua dia karena dia bermain brilian saat ini," ujar pelatih Madrid itu yang dikutip AS. "Dia pantas mendapatkan rekor itu dan dia benar-benar membantu tim."

"Dia telah membuat sebuah penyelamatan fantasts (menghadang Cordoba). Dalam setiap pertandingan, dia bermain bagus. Saat ini, dua penjaga gawang yang kami punya bermain secara bergantian dan Iker dan Diego Lopez sama-sama pilihan pertama," sahut Ancelotti.

Ronaldo Bicara Soal Ballon d'Or dan Tangis Harunya

Madrid - Memenangi Ballon d'Or 2013 menghadirkan kelegaan besar di dalam diri Cristiano Ronaldo. Sangat gugup jelang pengumuman, dia kini mengaku bisa lebih kalem, meski tetap berambisi besar meraih banyak sukses.

Ronaldo akhirnya berhasil mematahkan dominasi Lionel Messi saat dia diumumkan oleh Pele menjadi pemain terbaik dunia 2013. Itu merupakan penghargaan kedua yang dia raih setelah yang pertama saat masih menjadi pemain Manchester United, lima tahun lalu.

Ballon d'Or edisi 2013 ini bisa dianggap yang paling sengit dibanding edisi-edisi sebelumnya, karena Messi dan Franck Ribery serta Ronaldo juga dianggap punya peluang yang sama besar untuk jadi juara. Karena itulah saat namanya yang muncul sebagai pemenang dalam gala yang digelar pada 13 Januari lalu, Ronaldo mengaku sangat lega.

"Saya tidak hanya gugup saat jelang pertandingan dengan Espanyol, saya gugup di sepanjang pekan itu. Anda semua (media) membicarakan soal Ballon d'Or, soal peluang Ribery jadi pemenang ... Semua orang berkomentar. Saya mencoba untuk tidak terpengaruh, tidak mendengarkannya dan membuat diri saya terkontaminasi. Ibu saya bahkan terus bertanya: 'Apakah kamu akan memenanginya?'," sahut Ronaldo dalam wawancara dengan France Football.

"Itu benar, kini sekarang saya jauh lebih tenang, tapi itu tak berarti saya akan berhenti bekerja untuk menjadi lebih baik lagi. Setiap tahun ceritanya berbeda. Saya tidak akan beristirahat di atas kemenangan-kemenangan yang sudah saya raih. Di Madrid dan di Portugal, saya ingin lebih lagi. Ballon d'Or bukanlah akhir, tapi semua pemain memimpikan mendapatkannya," lanjut dia seperti diberitakan Marca.

Ronaldo terlihat sangat emosional ketika membacakan pidato kemenangannya usai memenangi Ballon d'Or. Terlepas dari perjuangan yang sudah dilakukan di atas lapangan, rasa haru, air mata dan kebahagiaan besar yang dia rasakan datang dari anggota keluarga yang datang di acara tersebut.



"Itu adalah periode yang penuh dengan kegembiraan, terutama saat anak saya datang ke pelukan saya. Saya penuh dengan kegembiraan. Dan saya mulai terharu. Lalu saat saya melihat air mata dari anggota keluarga saya, itu membuat saya lebih menangis lagi."

"Buat orang-orang yang tak mengenal saya, itu pasti sebuah kejutan besar melihat saya menangis, karena saya selalu terlihat serius di atas lapangan. Buat mereka yang menjalani hidup bersama saya akan tahu kalau saya orang biasa dan tergerak dengan hal-hal spontan," curhat CR7.

Simeone: Courtois Pantas Dihargai Mahal

Madrid - Performa Thibaut Courtois bersama Atletico begitu mengagumkan sampai saat ini. Pelatihnya, Diego Simeone, pun memuji tinggi kiper asal Belgia yang dinilainya pantas dibanderol mahal.

Courtois sudah dalam tiga musim terakhir bermain untuk Atletico dan ia menyumbang tiga gelar di antaranya Liga Europa, Copa del Rey, dan Piala Super Eropa. Performa inilah yang membuat Courtois diincar banyak klub Eropa.

Salah satunya yang ngebet adalah Barcelona yang tengah mencari kiper baru pengganti Victor Valdes. Los Cules disebut harus mengeluarkan uang besar jika memang memboyong Courtois.

"Harganya tidak akan murah. Dia punya masa depan cerah dan Courtois akan jadi salah satu kiper terbaik dunia di masa depan." ujar Simeone seperti dilansir Marca.

"Apakah Anda akan membayar 26 juta euro untuk Courtois? Tentu saja," sambungnya.

Sayangnya Atletico kemungkinan besar akan kehilangan kipernya itu akhir musim ini, sebab Courtois masih jadi milik Chelsea dan klub Premier League itu berencana memanggil kembali si pemain dari masa peminjamannya.

Belum tahu apakah eks pemain Genk itu akan dijual lagi atau tidak meski Simeone berharap Courtois tetap berseragam Los Cholchoneros musim depan.

"Ini tidak akan mudah. Tergantung apa yang Courtois inginkan. Kami selalu berbicara soal sepakbola dengan petinggi klub, mereka tahu apa yang kami butuhkan, tapi ini bukan tergantung kami karena dia bukan milik klub ini."

Santi Cazorla Yakin Juan Mata Akan Tinggalkan Chelsea

Cazorla yakin kalau tidak bermain, Mata akan hengkang.
Gelandang Arsenal Santi Cazorla mengaku yakin rekannya di timnas Spanyol, Juan Mata, berpeluang meninggalkan Chelsea pada bursa transfer musim dingin Januari ini.

Mata sebenarnya tampil cukup gemilang pada musim lalu, namun setelah kedatangan Jose Mourinho, posisinya justru terancam. Sang playmaker jarang dipakai pelatih.

Akhir-akhir ini santer disebut-sebut klub rival, Manchester United, akan memecah rekor transfer klub dengan mengajukan tawaran senilai £37 juta untuk memboyong Mata ke Old Trafford.

Cazorla tidak membantah kalau Mata berpeluang meninggalkan Stamford Bridge akibat jarang diturunkan Mourinho.

"Kalau Mata tidak bermain, ia ingin meninggalkan Chelsea. Sudah jelas itu," ujar Mata kepada beIN Sport.

cazorla juga baru-baru ini mengatakan, Iker Casillas sebaiknya meninggalkan Real Madrid kalau masih belum jadi starter.

Claudio Marchisio Enggan Tinggalkan Juventus

Marchisio ingin mematuhi kontraknya di Juventus.
Gelandang Juventus Claudio Marchisio enggan meninggalkan Turin pada bursa transfer musim dingin Januari ini.

Pemain berusia 28 tahun itu berpeluang meninggalkan Bianconeri setelah adanya minat dari Manchester United, namun ia justru mengaku betah di klubnya saat ini dan tidak ingin pergi.

"Pada setiap bursa transfer, segala sesuatu dibicarakan. Tapi, saya senang di sini karena saya masih punya kontrak jangka panjang di Juventus, dan saya ingin mematuhinya," ujar Marchisio kepada Rai Sport.

Kontrak Marchisio akan berakhir pada Juni 2016, dan ia sudah menjadi andalan tim sejak menembus skuat inti pada 2006.

Juventus masih memuncaki klasemen sementara Serie A Italia dengan keunggulan delapan poin dari AS Roma di bawahnya.

Sebastian Coates Ingin Dipinjamkan Ke Nacional

Coates mengaku akan senang kalau bisa gabung ke Nacional.
Bek Liverpool Sebastian Coates mengakui dirinya ingin bergabung ke Nacional dengan status pinjaman.

Pemain asal uruguay berusia 23 tahun itu belum bisa kembali bermain sejak mengalami cedera ligamen krusiata anterior pada Agustus tahun lalu.

Pemain yang bergabung ke Anfield pada 2011 itu mengaku akan senang kalau ia jadi dipinjamkan ke Nacional.

"Akan jadi indah bergabung ke Nacional dan pemulihan cedera saya di Uruguay bersama keluarga dan rekan," ujar Coates kepada Radio El Espectador 810.

"Negosiasi mungkin akan sulit, dan kami perlu menunggu bagaimana hasilnya."

FINIS EMPAT BESAR, MANCHESTER UNITED AKAN JUAL WAYNE ROONEY?

Manchester United dikabarkan membuka peluang striker Wayne Rooney hengkang kalau tim tetap dipastikan lolos ke Liga Champions di akhir musim ini.

Masa depan Rooney di Old Trafford memang pernah diragukan pada musim panas lalu ketika dua tawaran Chelsea ditolak. Meski sang striker pada akhirnya tetap bertahan pada musim ini, namun isu kepindahannya masih mengemuka. 

Apalagi, Setan Merah dalam kondisi terpuruk pada musim ini. Di Liga Primer Inggris, mereka tertinggal 14 poin dari Arsenal, yang masih berada di puncak klasemen sementara.

Namun, dilansir Daily Star, kubu The Red Devils akan membiarkan Rooney pergi kalau klub finis di posisi empat besar. Bagaimana kalau klub pada akhirnya hanya berkompetisi di Liga Europa musim depan? Mereka kabarnya justru ingin mempertahankan sang bintang dengan segala risikonya.

Pihak Manchester United Bantah Tawar Juan Mata



Pihak Manchester United membantah kabar yang menyebut mereka sudah mengajukan tawaran untukplaymaker Chelsea Juan Mata.

Sebelumnya tersiar kabar kalau The Red Devils siap memecahkan rekor transfer klub dengan mendatangkan Mata, sebagai usaha untuk mengatasi krisis yang menerpa sang juara bertahan Liga Primer Inggris pada musim ini.

Dilansir BBC Sport, kubu United membantah kalau mereka sudah menawar Mata sebesar £37 juta.

Mata gagal mendapat tempat di dalam skuat inti The Blues di bawah kepelatihan Jose Mourinho. Pemain asal Spanyol itu santer diisukan akan hengkang karena dianggap merasa tidak senang dengan kondisinya di Stamford Brdige.


Manchester City Ikut Buru Alberto Moreno


Manchester City dikabarkan tertarik mendatangkan bek kiri Sevilla Alberto Moreno pada bursa transfer musim panas mendatang.

Berkat penampilan apiknya dalam 12 bulan terakhir dan disebut-sebut sebagai salah satu talenta muda di Spanyol, Moreno diminati sejumlah klub besar Eropa. Bahkan, Barcelona dan Real Madrid juga tertarik terhadap pemain berusia 21 tahun tersebut.

Baru-baru ini muncul kabar kalau The Citizens juga ikut memburu sang pemain. Pemain yang sudah menjalani dua caps bersama timnas Spanyol dan berpeluang tampil di Piala Dunia 2014 itu, dibanderol sekitar £25 juta.

Ronaldo Impikan Bawa Portugal Rajai Eropa dan Dunia

Lisbon - Cristiano Ronaldo sudah memenangi banyak gelar baik secara kolektif maupun individu. Tak cuma ingin sukses di level klub, Ronaldo juga ingin membawa Portugal berjaya di kompetisi internasional.

Sejak di Manchester United dan kini Real Madrid, sudah banyak gelar yang ada di lemari trofi Ronaldo. Tak cuma itu ada juga dua trofi Ballon d'Or sebagai pegakuan Ronaldo adalah pesepakbola terbaik dunia.

Soal mencetak gol, Ronaldo seperti enggan berhenti melakukannya karena sepanjang tahun 2013 saja ia bikin 69 gol. Bahkan tak jarang dicetak dengan cara spektakuler.

Namun, ada yang kurang dalam karier pesepakbola yang bulan depan akan berusia 24 tahun itu yakni Ronaldo belum pernah meraih trofi bersama negaranya Portugal.

Kesempatan terbaik datang di tahun 2004 saat Ronaldo dan Portugal lolos ke final Piala Eropa, namun kalah dari Yunani dengan skor 0-1. Adapun saat itu Ronaldo memperlihatkan ekspresi kesedihan mendalam dan matanya memerah tanda kecewa pasca kekalahan itu.

Sementara di level Piala Dunia, paling mentok Ronaldo berhasil melajukan Seleccao Das Quinas hingga semifinal di tahun 2006. Di tahun 2010, Portugal disingkirkan Spanyol di babak 16 besar.

Di Piala Eropa 2012 juga Spanyol yang menghentikan ambisi Ronaldo dkk mencapai final usai menang di semifinal. Maka wajar jika Ronaldo penasaran untuk merebut supremasi tertinggi bersama negaranya.

"Aku berharap bisa terus memenangi trofi-trofi penting di sisa karierku," ujar Ronaldo usai penganugerahan gelar kehormatan dari negaranya

"Memenangi Piala Dunia akan jadi momen terhebat dalam karierku. Aku harap suatu hari bisa memenangi Piala Dunia atau Piala Eropa bersama Portugal," lanjutnya seperti dikutip Marca.

"Tujuanku adalah memenangi gelar individu dan tim. Aku ingin dikenang dalam sejarah sepakbola," demikian dia.

Bilbao Tekuk Valladolid 4-2

Bilbao - Athletic Bilbao berhasil memaksimalkan laga kandang melawan Real Valladolid. Sempat tertinggal lebih dahulu, Los Leones akhirnya keluar sebagai pemenang dengan skor 4-2.

Menjamu Valladolid di San Mames, Selasa (21/1/2014) dinihari WIB, Bilbao ketinggalan 0-1 hingga turun minum. Valladolid mengejutkan publik tuan rumah melalui gol yang diciptakan oleh Oscar Gonzalez.

Bilbao baru bisa menyamakan kedudukan pada menit ke-65. Tembakan Ibai Gomez dari sudut sempit menjebol gawang Valladolid yang dikawal oleh Diego Marino Villar.

Bilbao berbalik memimpin ketika laga berusia 75 menit. Umpan sundulan Aritz Aduriz bisa dimaksimalkan Oscar De Marcos menjadi gol.

Tim tuan rumah kemudian unggul 3-1 tujuh menit kemudian. Kali ini, Aduriz menjadi arsitek atas terciptanya gol ketiga yang diciptakan oleh Gomez.

Memasuki menit ke-86, Bilbao mencetak gol keempatnya. Sundulan Ander Herrera meneruskan umpan De Marcos membawa timnya unggul 4-1.

Di injury time, Valladolid memperkecil kekalahan mereka menjadi 2-4. Gol ini diciptakan oleh Valdet Rama lewat tembakan kaki kiri dari dalam kotak penalti.

Hasil ini menempatkan Bilbao di urutan keempat klasemen sementara La Liga. Mereka mengoleksi 39 poin dari 20 pertandingan. Sementara itu, Valladolid terpuruk di peringkat ke-18 dengan 16 poin.

Susunan Pemain
Athletic Bilbao: Iraizoz, Iraola, Balenziaga, Laporte, Gurpegi, Susaeta (Erik Moran 78'), Benat (De Marcos 58'), Iturraspe, Ander Herrera, Aduriz, Ibai (Saborit 87')

Valladolid: Diego Marino, Rukavina, Marc Baliente, Pena, Bergdich, Ebert (Manucho 78'), Alvaro Rubio, Oscar, Victor Perez (Larsson 57'), Rossi, Javi Guerra (Rama 78')

Diimbangi WBA, Everton Gagal Salip Liverpool

West Brom - Everton gagal menyalip rival sekotanya Liverpool di posisi keempat klasemen, karena hanya bermain imbang 1-1 dengan West Bromwich Albion.

Pada laga yang dihelat di The Hawthorne, Selasa (21/1/2014) dinihari WIB, Kevin Mirallas membawa Everton unggul lebih dulu di babak pertama. Di babak kedua WBA menyamakan kedudukan lewat Diego Lugano.

Tambahan satu poin ini tak cukup membawa The Toffees naik ke empat besar karena mereka masih tertahan dengan 42 poin di posisi keenam. Selisih satu angka dari Liverpool dan Tottenham Hotspur yang berada di atas mereka.

Sementara WBA di debutnya bersama manajer baru, Pepe Mel, ada di urutan ke-13 dengan 22 poin.

Jalannya Pertandingan

Di menit 11 Bryan Oviedo nyaris membawa Everton unggul andaikan tembakannya tak melebar dari sasaran.

Dua menit setelahnya giliran WBA yang curi peluang lewat Nicolas Anelka yang masuk ke kotak penalti usai mengecoh Seamus Coleman, tapi dari jarak 20 yard Anelka tak mampu jaga akurasi tembakannya sehingga bola melayang jauh.

Peluang terbaik WBA hadir di menit 29 ketika Anelka memberikan umpan tarik yang disambut tembakan Zoltan Gera, namun Tim Howard dengan sigap menepisnya.

Empat menit sebelum jeda Everton memimpin lebih dulu lewat Mirallas. Umpan dari daerah pertahanan Everton disambut tandukan Romelu Lukaku, yang lalu menyodorkan bola ke Mirallas dan dituntaskan dengan sepakan terukur ke pojok kanan gawang.

Di babak kedua WBA coba menaikkan tempo serangan dan terus menggempur barisan belakang Everton namun selalu gagal.

Usaha tuan rumah menemui hasil di menit 72 ketika James Morrison dari sisi kanan melepaskan bola crossing yang disambut tandukan Lugano di tiang dekat. Bola mengarah ke pojok gawang tanpa bisa dihalau Howard.

Skor 1-1 kemudian menutup pertandingan di pekan ke-22 ini.

Susunan Pemain

WEST BROM: Foster, Reid, Lugano, Olsson, Ridgewell, Brunt, Morrison, Yacob, Gera (Mulumbu 61'), Vydra (Anichebe 48'), Anelka (Berahino 76')

EVERTON: Howard, Baines, Jagielka, Distin, Coleman (Stones 79'), Barry, McCarthy, Osman (Naismith 89'), Oviedo (McGeady 80'), Mirallas, Lukaku

Kala CR7 Harus Berbagi dengan Bale Jadi Eksekutor Free Kick


Madrid - Selama ini Cristiano Ronaldo tak tergeser dari posisinya sebagai eksekutor bola mati di Real Madrid. Tapi kedatangan Gareth Bale membuat CR7 harus rela berbagi tugas saat mengambil tendangan bebas.

Ronaldo tak diragukan lagi punya kemampuan hebat dalam melesakkan bola ke gawang dari situasi free kick, di mana banyak golnya juga lahir dari knuckle shot yang jadi ciri khasnya.

Namun, Ronaldo tak lagi memonopoli kesempatan mengambil tendangan bebas. Karena mulai musim ini ada lagi pemain yang juga sama baiknya dengan Ronaldo perihal bola mati.

Tentu pemain itu adalah Bale, yang semasa bermain di Tottenham Hotspur juga jadi eksekutor bola-bola mati. Hawa persaingan memang sudah terasa sejak awal kedatangan Bale karena media Spanyol khusus membahas soal ini.

Ketika Ronaldo sempat cedera beberapa pekan, Bale lah yang maju sebagai eksekutor dan hasilnya pun tak buruk karena dari lima tendangan bebas langsung yang diambilnya, tiga berbuah gol dengan salah satunya ke gawang Real Betis akhir pekan lalu.

Sementara itu Ronaldo punya rasio lebih buruk dibanding Bale, dengan mencetak tiga gol dari direct free kick, dari 25 kali percobaan.

Maka itu Carlo Ancelotti selaku pelatih Madrid pun mengungkapkan bahwa baik Ronaldo maupun Bale akan jadi eksekutor free kick tim di musim ini. Siapa yang akan maju, itu akan ditentukan dari situasi di lapangan.

"Tidak (Bale bukannya jadi eksekutor utama free kick), karena Gareth Bale punya peluang lebih baik di sisi kiri - seperti yang diperlihatkan saat melawan Betis - dan Cristiano punya kesempatan lebih baik dari sisi kanan," tutur Ancelotti seperti dikutip ESPN.

"Keputusan inilah yang kami ambil untuk keduanya. Cristiano kuat di kaki kanan, sementara Gareth di kaki kirinya," sambung pelatih asal Italia itu.

Jelang Piala Liga Inggris - Sadar Peluang Lolos Amat Tipis, West Ham Ingin Kalahkan City demi Harga Diri

London - West Ham United menyadari peluang mereka untuk lolos ke final Piala Liga Inggris sudah amat tipis. Meski begitu, demi harga diri klub, The Hammers tetap ingin menang atas Manchester City.

West Ham jadi bulan-bulanan City ketika mereka bertandang ke Etihad Stadium di leg pertama semifinal, 8 Januari silam. Saat itu, West Ham dipermak tim tuan rumah dengan skor telak 0-6.

Hasil tersebut tentu sangat menyulitkan West Ham untuk membalikkan keadaan. Untuk lolos ke final, tim asuhan Sam Allardyce itu harus mengalahkan City dengan selisih minimal tujuh gol pada pertandingan leg kedua di Boleyn Ground, Rabu (22/1/2014) dinihari WIB.

Allardyce tahu peluang timnya untuk mengalahkan City dengan skor sebesar itu sangat tipis. Kendati begitu, dia tetap meminta anak buahnya untuk bertarung habis-habisan demi mempertahankan harga diri klub.

"Saya pikir berdasarkan leg pertama ini bukanlah sesuatu yang kami inginkan untuk terjadi, tapi tentu saja ini adalah sesuatu yang harus kami hadapi," ujar Allardyce di situs resmi West Ham.

"Ini adalah soal menampilkan permainan sepakbola secara kompetitif di kandang sendiri dan mencoba untuk memenanginya. Sesederhana itu."

"Kami tahu sangat, sangat tidak mungkin kami akan lolos. Tapi, Anda bermain di kandang sendiri, Anda bermain untuk harga diri, Anda bermain untuk mencoba mendapatkan hasil dan tim Anda berusaha untuk bermain bagus."

"Semoga kami bisa memberi Manchester City sebuah pertandingan yang sangat menyulitkan pada Selasa malam dan mencoba untuk mendapatkan sesuatu dari sana," kata Allardyce.

Zidane: Ribery Hebat, tapi Ronaldo Juga Pantas Menangi Ballon d'Or

Madrid - Perdebatan siapa yang pantas memenangi Ballon d'Or 2013 masih saja ada meski trofi itu sudah jatuh ke tangan Cristiano Ronaldo. Zinedine Zidane yang pernah tiga kali memenanginya pun turut berkomentar.

Ronaldo mengalahkan Lionel Messi dan Franck Ribery dalam voting pemain terbaik dunia versi FIFA 13 Januari lalu. Bagi pesepakbola Portugal tersebut, trofi itu adalah yang kedua kali dalam kariernya setelah di tahun 2008.

Terpilihnya Ronaldo bukan tanpa kontroversi mengingat FIFA sempat memundurkan deadline voting November lalu yang dianggap menguntungkan pemain Real Madrid itu. Padahal saat itu Ribery jadi kandidat terkuat untuk memenanginya.

Bukan tanpa sebab mengingat Ribery tampil luar biasa bersama Bayern Munich musim lalu dan jadi inspirator lahirnya lima gelar Die Roten dalam setahun. Sementara itu Ronaldo tak punya trofi bersama Madrid meski ia mencetak 69 gol.

Bahkan Ribery baru-baru saja mengungkapkan kekecewaannya karena dirinya tak terpilih sebagai pemenang. Sebagai rekan senegara Ribery sekaligus pelatih Ronaldo di Madrid, Zidane menganggap FIFA semestinya membuat acuan baku untuk kriteria pemenangnya.

Meski demikian Zidane tetap merasa bahwa Ronaldo yang memang pantas mendapatkan gelar itu karena kerja kerasnya selama setahun belakangan.

"Kita tidak harus mendramatisir ini menjadi sebuah skandal, bahkan jika Ribery dianggap pantas mendapatkannya karena ia tampil luar biasa musim lalu," ujar Zidane seperti diwartakan Soccernet.

"Perbedaannya jelas dari 69 gol yang dicetak Cristiano. Ada tiga kriteria: apa yang sudah diberikan kepada klub Anda, apa yang Anda tampilkan secara individu, dan juga citra pemain," sambungnya.

"Untuk selanjutnya, semua itu harus diklafirikasi, karena aku pikir ini adalah award individu dan semuanya tergantung dari penampilan pemain di atas lapangan. Bahkan jika Franck tampi luar biasa, pemain lainnya bisa mencetak 69 gol."