Pencarian Data

Monday, March 24, 2014

Enrique Cerezo: Pemain Real Madrid Buang-Buang Energi


Presiden Atletico Madrid Enrique Cerezo menyarankan para penggawa Real Madrid untuk berhenti komplain terhadap wasit Undiano Mallenco setelah kalah dari Barcelona di duel El Clasico. 

Meski mendapatkan penalti setelah dilanggar Dani Alves, padahal dari tayangan ulang pelanggaran tersebut terjadi di luar kotak, Cristiano Ronaldo tetap menyerang wasit usai pertandingan, mengklaim sang pengadilan lapangan yang memberikan dua penalti kepada Blaugrana “tidak pada tingkat yang diperlukan”. 

Kapten Portugal juga menuduh adanya konspirasi melawan Madrid, klaim yang didukung rekan setimnyaSergio Ramos, yang mengklaim keputusan wasit telah direncanakan. 

Namun, Cerezo, yang timnya memuncaki tabel berkat superioritas head-to-head atas Madrid, menyarankan kedua pemain untuk fokus ke pertandingan di Sevilla. 

“Mengeluhkan sesuatu yang tidak dapat diubah hanya buang-buang energi - tidak ada yang bisa dilakukan tentang apa yang sudah terjadi,” ujar supremo Los Rojiblancos kepada Radio Marca. 

“Saya melihat pertandingan kemarin malam antara Madrid dan Barca dan jika sulit bagi penonton untuk melihat apa yang benar-benar terjadi, bagaimana Anda bisa mulai menyalahkan wasit? 

“Bahkan setelah menonton siarang ulang, itu tidak jelas. 

“Meski secara keseluruhan, wasit biasanya mendapatkan keputusan ini benar.” 

Sementara itu, Cerezo merasa bintang Barcelona Lionel Messi kembali membuktikan diri sebagai pemain terbaik di planet bumi dengan hat-trick-nya di El Clasico. 
“Messi pemain terbaik dunia - di lapangan dan di luar. Tapi, itu berarti mengabaikan pemain Atletico, yang faktanya pemain terbaik dunia!” canda Cerezo. 

Eden Hazard: Jose Mourinho Bisa Atasi Paris Saint-Germain

Hazard menyebut permainan PSG mirip Arsenal.


Gelandang Chelsea Eden Hazard yakin manajer Jose Mourinho cukup kuat untuk bisa membawa tim mengatasi Paris Saint-Germain di perempat-final Liga Champions.

Usai menyingkirkan Galatasaray di babak 16 besar, Chelsea akan bertandang ke markas PSG di leg pertama pada Rabu pekan depan. Giliran klub Prancis itu yang akan bertandang ke Stamford Bridge pada 8 April nanti.

Hazard, yang sudah mencetak 16 gol dari berbagai ajang musim ini, menyebut permainan PSG mirip dengan Arsenal, tim yang baru saja digasak oleh The Blues dengan skor telak 6-0 pada akhir pekan lalu.

Pemain asal Belgia itu juga menyatakan, ada sejumlah pemain PSG yang cukup berbahaya, tidak hanya sebatas Zlatan Ibrahimovic.

"Saya rasa pelatih cukup kuat untuk mengatasi pertandingan-pertandingan seperti ini. Kami harus kuat secara pertahanan," ujar Hazard kepada Canal+.

"Kami tahu Paris bermain seperti Arsenal. Paris memainkan sepakbola bagus. Paris mendominasi permainan. Tapi, kalau kami bisa menekan mereka..."

"Siapa yang lebih membuat saya terkesan? Ibra, tentu. Tapi, Thiago Motta juga pemain bagus. Yohan [Cabaye] juga bagian dari pemain-pemain bagus. Edinson Cavani juga, dan pertahanan mereka sulit."

Marek Hamsik: Napoli Harus Amankan Posisi

Dengan sembilan laga tersisa, Partenopei kini duduk di peringkat ketiga Serie A dan unggul tujuh poin dari Fiorentina besutan Vincenzo Montella.


Marek Hamsik meminta Napoli untuk segera bangkit dari kekalahan 1-0 oleh Fiorentina, Senin (24/3) dinihari lalu. Gelandang ini pun menegaskan pentingnya kebangkitan untuk menjaga tiket Liga Champions.

Dengan sembilan laga tersisa, Partenopei kini duduk di peringkat ketiga Serie A dan unggul tujuh poin dari Fiorentina besutan Vincenzo Montella. Kendati begitu, posisi Napoli jelas masih jauh dari kata aman, mengingat konsistensi yang dimiliki La Viola.

"Sialnya mereka mengeluarkan Ghoulam dan itu sangat menyakitkan bagi kami," ujar Hamsik lewat situs resminya. "Kami bermain dengan bagus, tapi kami tak mampu memberikan ahsil positir walau tampil di performa puncak."

"Sekarang kami memiliki keinginan untuk membuka lembaran baru dan segera bangkit. Masih ada sembilan laga tersisa di Serie A dan kami ingin menjaga peluang kami untuk melaju ke kualifikasi Liga Champions musim depan," tandas gelandang Slovakia tersebut.

Claudio Marchisio Kembali Berlatih

Absen 10 hari, Marchisio telah kembali berlatih bersama rekan-rekannya di Juventus.


Claudio Marchisio telah kembali berlatih bersama skuat Juventus lainnya setelah absen sekitar sepuluh hari. Walau begitu, gelandang 28 tahun masih diragukan akan diturunkan oleh pelatih Antonio Conte dalam skuat kontra Parma di Juventus Stadium, Kamis (27/3) dinihari nanti.

Paul Pogba justru kemungkinan besar dimainkan, setelah ia kembali dari masa skorsing saat laga melawan Catania.

Fernando Llorente juga diprediksi ada di lini depan bersama Carlos Tevez. Dengan kata lain, Danny Osvaldo masih harus menghangatkan bangku cadangan.

Sementara itu di lini belakang, Conte harus menyambut Parma tanpa keberadaan dua bek Juventus, Angelo Ogbonna dan Andrea Barzagli. Kedua pemain bertahan itu masih belum pulih dari cedera.

FA Batalkan Kartu Merah Kieran Gibbs & Alex Oxlade-Chamberlain

Kieran Gibbs dan Alex Oxlade-Chamberlain dipastikan tidak akan menjalani hukuman karena kartu merah yang diterima saat Arsenal menghadapi Chelsea.


Dua pemain Arsenal Kieran Gibbs dan Alex Oxlade-Chamberlain dipastikan bebas dari hukuman setelah banding yang dilakukan Arsenal dikabulkan oleh asosiasi sepakbola Inggris (FA).

Seperti yang diketahui, Gibbs diusir oleh wasit Andre Marriner secara keliru dalam laga antara Arsenal dan Chelsea, karena salah mengenali Oxlade-Chamberlain yang melakukan handball di kotak terlarang.

Kartu merah Gibbs dialihkan kepada Oxlade-Chamberlain, yang kemudian juga mendapatkan pemutihan karena bola dinilai akan melenceng dari gawang saat ia menahannya dengan tangan.

"Komisi telah mendengar dua klaim dari Arsenal, satu kesalahan mengenali pemain dan satunya kesalahan dalam mengusir pemain, keduanya terjadi pada pertandingan menghadapi Chelsea di Stamford Bridge," ujar pernyataan FA.

"Komisi membatalkan kartu merah Kieran Gibbs karena kesalahan identitas dan memindahkannya ke rekannya, Alex Oxlade-Chamberlain.

"Setelah memutuskan hal ini, komisi kemudian mengakui klaim Arsenal untuk kesalahan kartu merah terhadap Oxlade-Chamberlain.

"Klaim itu telah diakui berarti Oxlade-Chamberlain tidak akan menjalani hukuman apapun dengan efek berlaku segera."

Selain itu, wasit Andre Marriner juga tidak akan mendapatkan sanksi atas kesalahannya tersebut.

Michael Carrick Siap Ladeni Manchester City


Gelandang Manchester United Michael Carrick meminta timnya untuk bangkit dari kekalahan kandang di liga sebelumnya sebelum kemudian menjamu Manchester City pada pertengahan pekan ini.

United sendiri mengalami kekalahan telak 3-0 dari rival beratnya, Liverpool, di Old Trafford sebelum kemudian meraih dua kemenangan atas Olympiakos di ajang Liga Champions dan di Boleyn Ground markas West Ham.

Dan untuk pertandingan besar melawan City, gelandang asal Inggris itu menyadari betapa berartinya pertemuan nanti buat para fans yang sebelum ini dibuat kecewa.

“[Kekalahan dari Liverpool] itu adalah hari yang buruk buat kita dan membuat kami menderita sebagaimana juga para fans,” ujar Carrick di The Sun. “Sungguh mengerikan setelah pertandingan seperti itu. Kondisi ruang ganti bisa Anda kira-kira.

“Kami benar-benar kecewa dan frustrasi. Anda tidak ingin menonton televisi atau pergi meninggalkan rumah untuk beberapa hari jika itu bisa membantu Anda.

“Anda mengalami hasil-hasil itu sama seperti yang lain. Syukurlah, kami berhasil kembali ke jalur kemenangan sehingga hal itu membantu kami jelang partai nanti.

“Akan tetapi, kekalahan melawan Liverpool di kandang, jelas menyakitkan. Kami semua sadar betapa berartinya itu buat semua orang. Dan percaya saya, hal itu juga berlaku buat para pemain.
“Namun, kami tidak bisa pergi di partai Selasa nanti dan memikirkan hasil-hasil di pekan sebelumnya – kami harus fokus!”

Bayer Leverkusen Rundingkan Transfer Mark Birighitti


Momen Favorit Piala Dunia Anda: Dua Gol Zinedine Zidane


Dengan kariernya yang terkenal gemilang, agak ironis jika mengenang dua gol terpenting yang pernah diciptakan Zinedine Zidane justru terlahir dari kepalanya.

Seorang pemain yang berteknik jenius dan dikenal dengan sentuhan yang apik serta tendangan voli yang spektakuler. Tapi pada 12 Juli 1998 Zidane tampil mengemuka dengan melesakkan dua gol hasil sundulan kepala saat Prancis menundukkan Brasil 3-0 di final Piala Dunia.
PANDANGAN DARI PRANCIS
Oleh Johann Crochet | Goal Prancis
Itu momen yang sudah ditunggu lama oleh Les Bleus. Di era Michel Platini mereka menyaksikan sukses lepas dari genggaman pada dasawarsa 1980-an. Lebih manis lagi, sukses itu diraih di tanah sendiri dengan para pemain yang berasal dari latar belakang beragam. Sukses itu merefleksikan wajah baru Prancis yang multibudaya.

Skuat Aime Jacquet memulai turnamen dengan tekanan, tapi mereka mampu lolos dari fase grup sebelum mengalahkan Paraguay, Italia, dan Kroasia di babak gugur. Semuanya berkat pertahanan tangguh yang hanya kebobolan dua gol sepanjang turnamen. Rekor itu masih bertahan hingga sekarang.

Perjalanan ke final sendiri tidak banyak memunculkan cerita dari kubu tim Prancis, melainkan bintang Brasil Ronaldo. Dia mengemas empat gol sepanjang turnamen tetapi bermasalah dengan kondisi fisik sehingga diragukan tampil di final.

Meski Ronaldo dimainkan, dia tidak tampil dalam permainan terbaik. Sosoknya tergantikan Zidane yang muncul sebagai penentu pertandingan.

Pada menit ke-27, kebuntuan itu pecah. Dari sayap kanan, Emmanuel Petit melayangkan tendangan penjuru ke arah tiang dekat. Di sana Zidane berlari menyambutnya dan unggul duel dari Leonardo. Sundulan bintang Juventus itu menembus pojok gawang Brasil yang dikawal Claudio Taffarel.

Foto perayaan Zidane di pojok lapangan menyambut sorakan gembira suporter menjadi salah satu momen terbesar dalam kariernya.

Pukulan kedua diberikan Zidane 20 menit berselang atau saat babak pertama memasuki masa tambahan waktu. Kejadiannya identik. Dimulai dari tendangan penjuru, kali ini dari sisi yang lain, Youri Djorkaeff melayangkan bola ke tiang dekat. Kapten Brasil Dunga bertugas mengawal Zidane, tapi tak sanggup menghadang andalan Prancis itu. Lagi-lagi bola sundulan Zidane meluncur masuk gawang.

Petit menambahkan gol ketiga Prancis di pengujung pertandingan dan sudah bisa dipastikan Prancis menggondol gelar juara dunia untuk kali pertama.

Tanpa ragu lagi, inilah final untuk Zidane. Meski dua gol yang diciptakannya tidak berasal dari ciri khas seorang Zizou, itu menunjukkan kemampuan serba bisanya sebagai seorang pemain.
Masyarakat Prancis merayakan kemenangan itu di Arc de Triomphe di malam bulan Juli dengan poster-poster Zidane yang bertuliskan pesan "Merci Zizou!". Legenda pun tercipta.