Pencarian Data

Tuesday, March 4, 2014

Momen-momen Spesial Puyol Bersama El Barca


Debut dan Rambut Keritingnya

Carles Puyol i Saforcada lahir pada 13 April 1978 di La Pobla de Segur, Catalunya. Artinya, tahun ini dia akan berusia 36 tahun. Ketika usianya 21 tahun, Puyol --yang sempat menjajal bermain sebagai kiper dan striker-- diberikan debut bersama tim senior Barcelona oleh Louis van Gaal.

Ada cerita unik antara Puyol dan Van Gaal. Manajer asal Belanda itu rupanya gerah melihat rambut panjang nan keriting milik Puyol. Padahal, ya memang itu ciri khas seorang Puyol.

Suatu hari Van Gaal diceritakan menegur Puyol. "Memangnya kau tidak mampu buat cukur rambut?" tanya Van Gaal. Namun, Puyol mengaku tidak mengindahkan ucapan manajernya itu. "Rambut saya tetap begini sejak saat itu," tutur Puyol.

Debut Puyol bersama Barcelona terjadi pada laga melawan Real Valladolid pada Oktober 1999. Ketika itu Puyol masuk di babak kedua menggantikan Simao Sabrosa dan Barca menang 2-0. Musim itu, dia bermain sebanyak 37 kali.

Kelak, Puyol juga mencetak gol perdananya untuk Barca juga ketika melawan Valladolid, yakni pada 11 November 2001.



Jadi Kapten dan Gelar Juara Liga Pertama

Puyol didapuk jadi kapten Barca pada msuim 2003/2004 setelah Luis Enrique memutuskan untuk gantung sepatu. Ketika itu usianya 25 tahun. Satu-satunya yang kurang dari dirinya kini hanyalah gelar mayor bersama Barca.

Selama lima tahun membela Barca, Puyol belum pernah merasakan gelar juara --termasuk La Liga. Sampai kemudian Frank Rijkaard datang ke klub dan mengantarkan Los Cules menjuarai La Liga musim 2004/2005.

Musim itu Barca memimpin klasemen dengan keunggulan empat poin atas Madrid. Ini juga jadi gelar La Liga pertama mereka sejak 1998/1999.

Gelar La Liga itu bak membuka keran trofi untuk Puyol --dan juga Barca. Tehritung sejak musim itu, Puyol meraih enam trofi La Liga, dua trofi Copa del Rey, enam trofi Supercopa Spanyol, tiga trofi Liga Champions, dan dua trofi Piala Dunia Antarklub.

Gelar di level klub ini juga kelak akan dilengkapi dengan pencapaian di tim nasional Spanyol, di mana dia mengangkat trofi Piala Eropa 2008 dan Piala Dunia 2010.




Cedera Lutut Mulai Menghantui

Dalam beberapa musim terakhir, Puyol mulai sering dirundung cedera. Dia bahkan harus absen dari Piala Eropa 2012 lantaran dibekap cedera.

Pada tahun 2011, dia sempat dibekap cedera sampai kemudian tampil pada final Liga Champions, di mana Barca tampil menghadapi Manchester United. Puyol masuk ke lapangan pada menit ke-88 (menggantikan Dani Alves) dan memberikan trofi kepada Eric Abidal --sebagai bentuk penghormatan lantaran sang rekan baru saja pulih dari penyakit tumor.

Musim itu Puyol hanya bermain 17 kali di La Liga. Pada musim berikutnya, dia relatif lebih fit dan mengakhirinya dengan tampil sebanyak 26 kali di La Liga.

Namun, sejak musim 2012/2013, Puyol kembali dibekap cedera. Dia hanya tampil sebanyak 13 kali musim lalu dan sempat absen selama tujuh bulan, sebelum akhirnya melakoni comeback pada Oktober 2013.

Musim ini, dia baru tampil sebanyak lima kali di La Liga. Cedera ini jugalah yang kemudian membuatnya memutuskan untuk mundur dari Barca di akhir musim.

Memutuskan untuk Mundur dari Barcelona

Loew Disebut Ingatkan Oezil Soal Kans Tampil di Piala Dunia

Stuttgart - Performa buruk Mesut Oezil di Arsenal, tak luput dari pengamatan pelatih tim nasional Jerman Joachim Loew. Oezil pun dikabarkan mendapatkan peringatan soal kans tampil di Piala Dunia.Oezil yang dibeli dari Real Madrid seharga 42,5 juta poundsetrling, sempat tampil bagus di awal performanya bersama Arsenal. Tapi sejak di bulan Februari, Oezil mulai minim memberikan kontribusi untuk The Gunners.Tampil dalam tujuh laga di semua ajang, Oezil dicatat oleh Soccernet sama sekali tak memberikan kontribusi gol ataupun assist buat Arsenal.Penampilan Oezil yang paling disorot adalah saat Arsenal takluk dari Bayern di laga 16 besar Liga Champions yang dihelat pada 19 Februari lalu. 'Gudang Peluru' kalah dua gol tanpa balas, dan Oezil gagal mengeksekusi penalti dalam pertandingan itu.Loew yang ingin mendapatkan komposisi terbaik untuk melakoni Piala Dunia yang akan berlangsung di Brasil bulan Juni-Juli nanti, menegaskan bahwa dirinya hanya ingin membawa pemain-pemain terbaik.Mirror lantas menghubung-hubungkan pernyataan Loew itu dengan Oezil, yang performanya bersama Arsenal tengah menjadi menurun."Kami butuh pemain terbaik yang ada saat ini untuk Piala Dunia, dan bukan terbaik secara teori," kata Loew di Mirror."Saya sudah mengatakan kepada para pemain: Waktu terus berlalu. Dan satu-satunya orang yang mendengar itu bakal mempunyai waktu untuk berjuang.""Ini merupakan seruan untuk semua pemain dan sebuah panggilan untuk bekerja lebih keras di latihan mereka, rutinitas mereka, dan profesionalitas mereka, karena sekarang merupakan waktu yang optimal (untuk memperjuangkan satu tempat di skuat) sebelum turnamen di mulai," imbuhnya.

Suporter Inggris Bikin Petisi Tepikan Cleverley, Hodgson Cuek

 London - Suporter tim nasional Inggris membuat petisi agar Tom Cleverley ditepikan dari skuat The Three Lions untuk Piala Dunia. Roy Hodgson menegaskan bahwa petisi itu tak akan mempengaruhi pilihannya.Cleverley menjadi salah satu pemain yang disorot atas performa buruk Manchester United musim ini. The Red Devils masih tertahan di posisi tujuh klasemen, dengan koleksi 45 angka hasil 27 kali berlaga.Dalam 27 laga yang sudah dimainkan oleh MU di Premier League itu, Cleverley tampil sebanyak 19 kali, 16 di antara sebagai starter. Bermain sebanyak itu, dia cuma memberikan kontribusi sebanyak satu gol.Suporter timnas Inggris menilai bahwa dengan performa yang ditunjukan Cleverley, maka pesepakbola 24 tahun itu tak layak menghuni skuat 'Tiga Singa'.Petisi yang pertama kali dibuat oleh suporter yang berasal dari Blackpool, Glenn McConnell, itu sudah ditanda tangani oleh 10 ibu orang.Atas petisi untuk Cleverley itu, Hodgson pun lantas memberikan tanggapan."Petisi itu tak akan mempengaruhi saya. Saya harus menyatakannya. Tom Cleverley sudah menunjukkan beberapa penampilan bagus bersama Inggris, dia merupakan anggota grup kami yang sangat berguna," kata Hodgson di Mirror."Saya tak akan memilih anggota skuat timnas Inggris di masa depan berdasarkan petisi dari banyak orang untuk satu pemain.""Saya kecewa bahwa Tom sebagai pemain muda yang sensitif harus menanggung beban itu. Tapi, saya tahu dia bakal mampu melewati itu dan saat dia mampu melalui itu, serta ketika Manchester United mulai kembali memenangi pertandingan, maka dia akan mulai mendapat pujian lagi untuk performanya, dia bakal lebih kuat untuk itu," imbuhnya.

Tiga Pemain Ini Diidolakan Januzaj

 Manchester - Pemain muda Manchester United Adnan Januzaj mengaku mengidolakan tiga pesepakbola ketika dia masih bocah. Siapa saja tiga pesepakbola yang membuat Januzaj terkesan itu?Nama Januzaj mencuat pada musim ini setelah David Moyes mempromosikannya ke tim utama MU. Pemain berusia 19 tahun itu sudah mengemas tiga gol dalam 27 penampilannya bersama "Setan Merah".Beberapa tahun silam, Januzaj mengaku rajin menonton pertandingan sepakbola dan mengamati bintang-bintang lapangan hijau beraksi. Ada tiga orang yang paling mencuri perhatiannya."Sebagai seorang bocah saya selalu menonton para pemain besar dan nama besar dan saya senang menonton Zinedine Zidane, Juan Roman Riquelme, dan Kaka," aku Januzaj di situs resmi MU."Sulit untuk menunjuk satu pemain, tapi saya melihat tiga pemain itu secara khusus dan menyukai cara mereka bermain," sambungnya."Zidane, Riquelme, dan Kaka adalah pemain nomor 10 dan itu adalah tipe pemain yang paling saya kagumi. Saya bermain di posisi nomor 10 melawan Norwich City di Piala Liga Inggris dan sangat menikmatinya. Namun, saya juga bisa bermain di sayap dan terbiasa bermain di sana," kata Januzaj.

Rafinha Ingin Amankan Tempat di Piala Dunia

Johannesburg - Berkat penampilan impresif yang diperlihatkannya bersama Bayern Munich, Rafinha kembali dipanggil ke timnas Brasil. Tapi, dia tahu tak ada jaminan dia akan tampil di Piala Dunia 2014.Rafinha menyadari bahwa persaingan untuk masuk ke skuat Selecao di Piala Dunia sangat ketat. Di posisi bek kanan, ada nama-nama lain seperti Dani Alves dan Maicon.Oleh karena itu, Rafinha ingin terus mempertahankan level permainannya di Bayern. Dia tak mau kehilangan tiket tampil di Piala Dunia karena performanya menurun."Saya akan melakukan apa yang selalu saya lakukan untuk klub saya," tutur Rafinha seperti dikutip Sky Sports."Saya dipanggil karena apa yang saya lakukan di sana (Bayern)," tambah pemain yang pernah membela Schalke 04 dan Genoa ini."Saya harus terus melakukan hal yang sama agar tetap berada di tim nasional. Saya harus mengambil keuntungan dari kesempatan ini," katanya.Rafinha masuk skuat Brasil yang dipersiapkan oleh Scolari untuk pertandingan persahabatan melawan Afrika Selatan di Johannesburg, Rabu (5/3/2014).

Carles Puyol di Mata Mereka


Selasa (4/3/2014) siang waktu setempat, Puyol mengumumkan keputusan untuk meninggalkan Barcelona di akhir musim. Kontrak Puyol bersama Barca sejatinya baru akan habis pada 2016 mendatang. Namun bek berusia 35 tahun itu menyatakan bahwa dia dan pihak Barca sepakat untuk memutus kontrak, setelah dia terus dibekap cedera dalam beberapa musim terakhir.

Keputusan Puyol angkat kaki dari Camp Nou mengundang simpati dari banyak pihak. Mulai dari rekan-rekannya di Barcelona, timnas Spanyol, sampai mereka yang pernah menjadi lawan di atas lapangan memberikan pengormatan pada pemain yang total sudah meraih 25 trofi juara bersama The Catalans dan La Furia Roja itu.

Vicente Del Bosque (pelatih timnas Spanyol)

"Anda tahu apa yang saya pikirkan soal Carles, dia adalah contoh buat semuanya. Seorang pemimpin di dalam dan di luar lapangan.

Jordi Alba (bek Barcelona)

"Sejak awal Puyol memberi saya contoh, dia seorang pemimpin, seorang yang profesional. Sebuah kebangaan bisa bekerjasama dengannya.


Cesare Prandelli Tatap Serius Laga Kontra Spanyol

Prandelli menyebut, tidak ada laga persahabatan yang biasa-biasa saja.


Pelatih Italia Cesare Prandelli menyatakan, tidak ada pertandingan persahabatan yang dianggap biasa-biasa saja. Pernyataan itu dikemukakannya jelang laga kontra Spanyol di Madrid pada Kamis (6/3) dinihari WIB.

Prandelli menambahkan, sebaiknya timnya mempersiapkan diri untuk ajang Piala Dunia 2014 ketimbang ikut terlibat dalam kontroversi apakah laga persahabatan adalah sesuatu yang penting.

"Energi kami seharusnya difungsikan untuk skuat dan proyek pada Piala Dunia, bukan pada kontroversi yang tak berarti," ujar Prandelli dalam sebuah sebuah konfrensi pers.

"Spanyol adalah juara dunia dan Eropa, jadi kami melakukan banyak resiko. Tapi, pertandingan itu bisa memberi kami kekuatan dalam pengertian perkembangan dan karakter."

"Saya minta para pemain untuk mengerahkan yang terbaik semampu mereka. Kami harus punya karakter menyerang dengan banyak pemain di lapangan dan melakukan serangan balik dalam setiap pergerakan."

"Kalau kami fokus pada pertahanan dan melakukan serangan balik sepanjang 90 menit, akan menjadi pertandingan yang menyulitkan. Target kami pada pertandingan nanti adalah tetap menjaga tempo permainan."

"Saya bisa katakan, Spanyol adalah favorit juara Piala Dunia bersama Argentina dan Jerman."

Luis Suarez: Lolos Liga Champions Selalu Menjadi Prioritas Liverpool

Melihat performa Liverpool saat ini, Suarez yakin timnya bisa bermain di Liga Champions musim depan.


Penyerang Liverpool Luis Suarez berharap betul agar timnya bisa bertahan di posisi tiga besar guna menyegel satu tiket otomatis ke Liga Champions musim depan. 

The Reds
 saat ini duduk di peringkat kedua Liga Primer Inggris dan bahkan punya peluang menjadi juara. Namun Suarez menegaskan target empat besar, dan jika memungkinkan tiga besar, tetap menjadi prioritas timnya.

“Akan sangat frustrasi jika kami tidak bisa finis di posisi keempat karena kami telah melakukan segalanya secara maksimal agar bisa lolos. Semua orang mengatakan bahwa laga Liga Champions di Anfield akan menakjubkan dan akan selalu dikenang selamanya. Ini akan menjadi pengalaman tak terlupakan dan sudah terlalu lama hal tersebut tidak terjadi lagi,” ujarnya.

“Saya rasa, finis di urutan ketiga masih mungkin, dan akan terasa luar biasa bagi para pemain di skuat ini. Ini masih belum merupakan musim terbaik saya. Namun, saya sudah merasakan mental dan fisik dengan baik. Setiap hari, saya merasa semakin baik di klub ini.”

“Saya berharap bisa melanjutkannya karena kami ingin bermain di Liga Champions untuk Liverpool dan secara personal, saya ingin meneruskan performa dan mentalitas serupa di Piala Dunia bersama Uruguay.

Gerard Pique: Carles Puyol Sang Malaikat Pelindung

Pique berterima kasih banyak kepada Puyol yang bakal meninggalkan Camp Nou di akhir musim ini.


Bek Barcelona Gerard Pique mengucapkan salam perpisahan kepada rekan setimnya Carles Puyol yang bakal meninggalkan Camp Nou pada musim panas mendatang dengan menyebut bek berusia 35 tahun itu sebagai seorang malaikat pelindung.

Selasa (4/3) kemarin, Puyol mengonfirmasi akan meninggalkan Barca pada akhir musim ini ketika kontraknya habis. Pique pun mengambil laman resmi Facebook-nya untuk memberikan ucapan terima kasih kepada Puyol yang sudah membimbingnya sejak ia bergabung dari Manchester United pada 2008.

“Harinya telah tiba. Anda akan pergi,” tulis Pique. “Kehidupan terus berjalan, tetapi mustahil untuk membayangkan Barca tanpa Anda.” 

“Ketika saya melihat ke belakang dan meningingat Paris atau Roma [ketika Barca menjuarai Liga Champions], kesan pertama yang saya tangkap adalah Anda mengangkat trofi Eropa itu. Di Wembley, Anda memberikan kehormatan kepada Eric Abidal untuk mengangkat trofi, sebuah gestur yang membuat Anda semakin hebat.”

“Saya bertemu Anda hampir enam tahun lalu. Anda adalah kapten dan menjadi simbol tim dan saya adalah pemain muda yang berkeinginan menaklukkan dunia. Sejak hari pertama kami punya hubungan baik, di dalam maupun luar lapangan. Bersamamu, saya merasa terlindungi. Saya tahu bahwa ketika suatu hari saya gagal, Anda akan datang menyelamatkan saya. Anda adalah malaikat pelindung saya.”

“Anda unik dan hanya satu-satunya di dunia ini. Saya selalu menertawakan jika mereka berencana merekrut ‘Puyol baru’. Mereka bisa terus mencarinya sebab mereka tidak akan pernah menemukannya,” pungkas Pique.  

Adam Lallana: Luke Shaw Pemain Muda Terbaik Yang Pernah Saya Lihat

Lallana mengaku kagum melihat progres pesat Shaw saat ini dan mulai membandingkannya dengan sang pemain termahal di dunia: Bale.


Adam Lallana menyebut Luke Shaw adalah pemain berusia 18 tahun terhebat yang pernah ia lihat. Hal ini diungkapkannya ketika kedua pemain Southampton itu sedang berlatih bersama timnas Inggris untuk mempersiapkan laga persahabatan melawan Denmark, Kamis (6/3) dini hari WIB.

Bek kiri The Saints itu mendapat pemanggilan pertama oleh Roy Hodgson dan bisa menjalani debut bersama The Three Lions dalam laga yang akan dilangsungkan di Wembley itu. Lallana pun kagum melihat progres pesat yang ditunjukkan Shaw musim ini.

“Luke tak menyangka dia akan terlibat di timnas senior, tetapi dia adalah talenta yang luar biasa dan salah satu yang terbaik, merupakan salah satu pemain berusia 18 tahun terbaik yang pernah saya lihat. Dia banyak dipuji dan dikenal. Senang bisa melihatnya berlatih di sini,” tutur Lallana.

Southampton memang dikenal punya akademi penghasil pemain berbakat. Theo Walcott, Alex Oxlade-Chamberlain, dan Gareth Bale adalah di antaranya dan Lallana pun merasa Shaw bakal punya rekam jejak yang sama dengan alumni lainnya itu.

“Saya tahu Gareth pernah bermain sebagai bek kiri, jadi ada kemiripan dengan Luke, tetapi saya tak ingin memberikan tekanan kepadanya. Dia sudah melakukan hal-hal yang hebat bersama kami di musim ini. Luke masih 18 tahun dan mampu bermain konsisten menghadapi winger kelas dunia. Kredit untuknya dan sikapnya karena tetap membumi. Saya berharap dia mendapatkan menit bermain di laga besok [melawan Denmark],” imbuh Lallana.