Pencarian Data

Thursday, February 20, 2014

Oezil Diduga Sedang Kelelahan

London - Mesut Oezil belakangan ini jadi sorotan karena tidak mampu menampilkan permainan terbaiknya untuk Arsenal. Menurunnya performa Oezil ini diduga disebabkan oleh kondisi fisik yang lelah.Dalam beberapa pertandingan terakhir, kontribusi Oezil untuk Arsenal memang tidak besar. Playmaker internasional Jerman itu tak mampu mengulang performa yang dia tunjukkan pada awal musim, ketika baru datang dari Real Madrid.Bukan cuma tampil di bawah standar, Oezil juga membuat kesalahan besar ketika The Gunners bertemu Bayern Munich di leg pertama babak 16 besar Liga Champions, Kamis (20/2/2014) dinihari WIB. Saat itu, dia dipercaya menjadi algojo penalti tapi gagal menuntaskan tugasnya. Tembakan Oezil yang lemah dan mengarah ke tengah dengan mudah dibaca oleh kiper lawan, Manuel Neuer.Salah satu pemegang saham Arsenal, Alishier Usmanov, menilai Oezil mengalami kelelahan akibat jadwal pertandingan di Inggris yang memang lebih padat daripada di Spanyol."Oezil tidak bermain pada kapasitasnya, mungkin karena dia lelah," ucap Usmanov yang dikutip FOX Sports Asia.Arsenal akhirnya kalah dengan skor 0-2 dari Bayern. Untuk lolos ke babak berikutnya, mereka harus menang dengan selisih minimal tiga gol di kandang Bayern, bulan depan."Kami bermain melawan tim terbaik di dunia, tapi sayangnya kami tidak beruntung. Tapi, kami main bagus," kata Usmanov.

Performa Oezil Tengah Menurun, Mertesacker Membela


Datang dengan banderol yang tinggi, Oezil lantas dibebani ekspektasi yang tinggi di Arsenal. Dia dibeli 'Gudang Peluru' dari Real Madrid dengan banderol 42,5 juta poundsterling.

Sempat menunjukan performa bagus dalam dua laga awal bersama Arsenal dengan sumbangan tiga assist, penampilan Oezil kini mulai menurun.

Puncaknya terjadi dalam laga melawan Bayern Munich di laga leg I babak perempatfinal Liga Champions yang berlangsung di Emirates Stadium, Kamis (20/2/2014) dinihari WIB kemarin.

Oezil gagal mengeksekusi tendangan penalti yang bisa membuat Arsenal unggul atas Bayern di awal babak pertama. Tim asal London utara itupun harus menelan kekalahan dengan skor akhir 0-2.

Soal tuntutan pada Oezil agar bisa terus berada di performa puncak, Mertesacker pun membela.

"Kami mempunyai banyak laga yang harus di lakoni di Inggris, dan semua orang kelelahan, tapi laga tak cuma bergantung pada Oezil," kata Mertesacker di Sky Sports.

Liga Champions - Hasil di Munich dan Kembalinya Aguero Jadi Modal City di Camp Nou

Manchester - Mengejar ketinggal dua gol di Camp Nou diakui Alvaro Negredo jadi pekerjaan yang sangat sulit. Namun kemenangan di Allianz Arena dan bakal kembalinya Sergio Aguero menjaga keyakinan Manchester City untuk lolos ke delapan besar.City paling tidak butuh kemenangan dengan tiga gol untuk membalikkan kekalahan 0-2 atas Barcelona. Pekerjaan tersebut akan terasa makin berat buat The Citizens karena mereka harus melakukannya di Camp Nou."Itu akan sangat sulit. Kami sangat terpukul dengan kekalahan 0-2. Skor 0-1 adalah hasil di mana Anda bisa memikirkan soal melakukan comeback, tapi gol kedua (yang dibuat Dani Alves) menyakiti kami," sahut Alvaro Negredo dalam wawancaranya dengan Marca.Meski sulit, Negredo percaya kalau kans City membalikkan keadaan dan kemudian lolos masih terbuka lebar. City disebutnya harus langsung menyerang sejak laga dimulai dan tidak mengulangi membuat kesalahan seperti terjadi saat main di Etihad Stadium.Modal lain yang dipunya City adalah kemenangan yang mereka raih saat menjalani laga tandang terakhir di Liga Champions. Di fase grup lalu City sukses menundukkan Bayern Munich 3-2 di Allianz Arena. Selain itu, Manuel Pellegrini juga akan kembali bisa memainkan Sergio Aguero karena kondisi striker asal Argentina itu dikabarkan sudah mulai membaik."Itu (kemenangan atas Bayern) bisa kita jadikan contoh. Kami harus tampil habis-habisan. Kami tidak akan menyerah, tak ada yang boleh meragukan apa yang akan kami hadapi. Selain itu Kun juga akan kembali.""Mereka menguasai possession, tapi possession itu hanya di tengah lapangan. Sebelum mencetak gol mereka hanya punya kesempatan melalui (tendangan jarak jauh) Xavi. Mereka menguasai bola, tapi tidak membuat kesempatan sampai kami akhirnya melakukan kesalahan," tegas striker internasional Spanyol itu.

Napoli Masih Tak Bisa Menang di Inggris Raya

Swansea - Hasil imbang lawan Swansea City di leg pertama babak 32 besar Liga Europa memperpanjang rekor negatif Napoli di kompetisi Eropa, di mana Il Partenopei masih belum bisa menang di kandang klub-klub asal Inggris Raya.Melawat ke Libery Stadium, Jumat (21/2) dinihari WIB tadi, Napoli tampil di bawah tekanan Swansea sepanjang laga. Selain kalah penguasaan bola (47:53), tim asal Naples itu cuma bikin tujuh shots dengan dua on goal sementara The Swans bikin 20 shots dengan 10 on goal.Boleh dibilang Napoli sudah beruntung tak pulang dengan membawa kekalahan dan hasil imbang jadi modal cukup melakoni leg kedua di San Paolo pekan depan.Namun, kegagalan meraih kemenangan ini membuat Napoli memperpanjang catatan tak pernah menang di kandang klub Inggris Raya (Inggris, Skotlandia, dan Wales) menjadi sembilan laga. Seperti dilansir Opta, mereka cuma meraih dua hasil imbang dan tujuh kekalahan.Statistik buruk lain yang disajikan Opta adalah Napoli cuma menang tiga kali dari 19 laga tandang terakhir di kompetisi Eropa. Sisanya lima kali imbang dan 11 kali kalah."Kami sudah mengira bahwa Swansea akan tampil agresif, karena mereka memainkan bola dari kaki ke kaki," ujar bek Napoli, Christian Maggio, seperti dilansir Football Italia."Seperti itulah leg pertama berjalan dan kami akan mendapat dukungan suporter di leg kedua," sambungnya."Di situasi seperti ini Anda harus tetap tenang dan membantu satu sama lain. Yang terpenting adalah kami tak kalah, jadi kami harus mensyukuri hasil imbang ini," demikian dia.

Montella Ingin Pastikan Kelolosan Dulu Sebelum Pikirkan Juve

Esbjerg - Kemenangan tandang 1-3 atas Esbjerg membuat langkah Fiorentina ke fase berikutnya sangat ringan. Namun Vincenzo Montella mau anak-anak asuhnya fokus memastikan kelolosan dulu.Bertandang ke Blue Water Arena, Jumat (21/2/2014) dinihari WIB di leg pertama babak 32 besar Liga Europa, Fiorentina menang cukup mudah. Gol-gol dari Alessandro Matri, Josip Ilicic, dan Alberto Aquilani hanya mampu dibalas satu gol Martin Pusic.Menang dengan keuntungan tiga gol tandang jelas memuaskan Montella. Namun pelatih 39 tahun ini juga mengapresiasi respons timnya, mengingat di laga terakhir takluk 1-2 dari Fiorentina di kandang sendiri. "Tim ini tidak pernah mengkhianati saya setelah mengalami sebuah kekalahan. Kami turun ke lapangan dengan kerendahan hati, menghormati lawan kami, dan menampilkan performa bagus, terutama di babak pertama," ungkapnya kepada Sky Sport Italia dan dikutip Football Italia."Kami bisa saja mencetak beberapa gol lagi, tapi kami juga sedikit terekspos. Saya senang dengan kemenangan ini," tambah mantan bintang AS Roma ini.Dengan hasil di Esbjerg tersebut, La Viola diprediksi tak akan menemui hambatan berarti untuk maju ke babak 16 besar, apalagi leg II digelar di Artemio Franchi. Di fase itu, Mario Gomez dkk. akan menghadapi pemenang antara Juventus-Trabzonspor.Nah, secara bersamaan 'Si Nyonya Besar' juga menang 2-0 atas lawannya dinihari tadi di Juventus Stadium. Sama seperti Fiorentina, mereka diyakini bakal melaju mulus ke tahap selanjutnya. Duel Fiorentina-Juve sendiri memang sudah dinanti-nantikan."Kami harus meraih kelolosan dulu dan baru kemudian memikirkan Juventus, meskipun itu nanti akan jadi laga yang menakjubkan," tutur Montella.

Arrigo Sacchi Puji Juventus Antonio Conte


Eks pelatih timnas Italia Arrigo Sacchi lebih mendukung Antonio Conte dalam perseteruannya dengan Fabio Capello, dengan menyebut bahwa skuat Juventus asuhannya memainkan sepakbola paling cantik.

Seperti yang diketahui, Capello yang menukangi timnas Rusia mengkritik Bianconeri karena terlempar dari babak grup Liga Champions. 

Dan Conte membalas Capello dengan meminta ia fokus pada pekerjannya sendiri dan juga mengatakan bahwa pencapaian dia bersama Juventus terlupakan karena dua trofi Scudetto yang ia raih dicopot karena skandal Calciopoli.

Sacchi, yang juga merasa kurang senang dengan perseteruan kedua pelatih itu, mengatakan Juventus asuhan Conte masih lebih baik daripada saat diasuh Marcelo Lippi, yang meraih lima Scudetto dan Liga Champions.

"Argumen antara kedua orang tersebut? Itu adalah hal yang tidak menyenangkan. Dalam hal ini, Capello tidak berkata banyak, tetapi di beberapa waktu, Conte memberi respon dengan cukup keras," ujarnya kepada Mediaset Premium.

"Saya tidak pernah menjadi fan Juventus: Mereka dulu memiliki pemain-pemain yang luar biasa, tetapi mereka tidak harmonis.

"Saya pikir Juventus yang ini adalah yang paling cantik yang pernah saya ingat, dan saya ingat banyak hal.

"Bahkan lebih cantik dari tim Lippi: mereka lebih harmonis, mereka adalah tim yang mengetahui segalanya. Anda melihat Juventus ini dan tampak sepakbola adalah hal paling simpel di dunia."

Rio Ferdinand Sanjung Performa Toni Kroos



Ketertarikan Manchester United pada Toni Kroos semakin kentara tak cuma lewat kehadiran David Moyes di Emirates saat Bayern Munich menantang Arsenal, tapi juga pujian yang dialamatkan bek tengah Rio Ferdinand untuk gelandang muda Jerman itu.

Moyes, yang beberapa waktu lalu menyaksikan duel Bayern versus tuan rumah Borussia Monchengladbach di Bundesliga, kembali memantau langsung aksi Kroos ketika ia menginsiprasi kemenangan 2-0 The Bavarians atas The Gunners.

Selain sang bos, Ferdinand juga rupanya menonton laga tersebut lewat layar televisi dan beberapa kali berkicau di Twitter untuk mengungkapkan kekagumannya pada kemampuan Kroos.

"Kaki kiri Kroos terlihat lapar untuk pojok atas gawang!" demikian bunyi tweet Ferdinand saat tembakan Kroos di awal laga nyaris membawa Bayern memimpin sebelum dimentahkan Wojciech Szczesny.

Seperti diketahui, usai Szczesny dikartu merah akibat pelanggaran pada Arjen Robben, Kroos akhirnya benar-benar memecah kebuntuan untuk Bayern di babak kedua sebelum Thomas Muller melengkapi kemenangan 2-0. Satu tendangan mendatarnya di menit-menit akhir juga hampir membuahkan gol ketiga Bayern kalau tidak membentur tiang.

Terlepas dari sepakan-sepakan akuratnya, Kroos juga menunjukkan kemampuan prima untuk mengorkestrasi possession football Die Roten dengan umpan-umpan pendek maupun jauh.

"Kroos benar-benar menunjukkan performa klinis di sini.. mengalirkan bola dengan ciamik dan dengan tujuan nyata untuk membuka pertahanan lawan. Sangat indah untuk disaksikan," simpul Ferdinand.

Bacary Sagna Sesalkan Kegagalan Penalti Mesut Ozil



Bek kanan Bacary Sagna menyesalkan kegagalan Arsenal memaksimalkan dominasi di awal laga untuk memetik keunggulan saat menjamu Bayern Munich di Emirates tadi malam.

The Gunners mengawali duel pertama fase 16 besar Liga Champions itu dengan cemerlang dan membuat pertahanan Die Roten kelimpungan. Mereka juga punya peluang emas untuk membuka skor di menit kesembilan setelah Mesut Ozil dijatuhkan Jerome Boateng.

Namun Ozil yang mengeksekusi sendiri tendangan 12 pas tersebut gagal menaklukkan Manuel Neuer. Tendangannya terlalu lemah dan mengarah ke tengah.

Setelahnya Bayern pelan-pelan mengambil alih dominasi permainan, dan meski David Alaba juga gagal mengonversi penalti di ujung babak pertama, dikartu merahnya Wojciech Szczesny usai melanggar Arjen Robben di dalam area membuat tekanan Bayern semakin menjadi-jadi. Arsenal akhirnya takluk 2-0 lewat gol-gol Toni Kroos dan Muller pascainterval.

"Kami  mengawali laga dengan baik, menghasilkan sejumlah kesempatan dalam 15 menit pertama," kata Sagna kepada L'Equipe.

"Sayangnya kami tidak dapat mengonversi penalti yang akan menempatkan kami dalam posisi bagus."

"Setelah kartu merah, keadaan jadi sangat sulit. Bayern sudah kuat saat 11 lawan 11, jadi dengan kami bermain dengan sepuluh orang itu membuat dominasi mereka jadi semakin besar."

Antonio Conte Waspadai Ancaman Trabzonspor



Pelatih Juventus Antonio Conte mewaspdai betul ancaman yang bisa diberikan Trabzonspor di pertandingan leg pertama babak 32 besar Liga Europa di Juventus Stadium, Jumat (21/2) dinihari WIB.

Conte tidak mau meremehkan Trabzonspor karena di putaran grup, klub Turki itu bisa bisa finis sebagai juara meski di sana ada Lazio. 

Conte meminta anak-anak asuhnya untuk tetap fokus mengadapi sang rival karena Trabzonspor punya pemain-pemain kuat di semua area.

"Kami akan menghadapi tim yang ada di grup bersama Lazio dan mereka bisa menjadi sang pemuncak," ujar Conte dikutip Four Four Two.

"Kami tahu mereka punya pemain-pemain hebat di sektor serangan. Mereka punya pemain-pemain cukup ahli, dan bisa saya sebut seperti Didier Zokora dan Jose Bosingwa."

"Mereka punya pemain-pemain bertalenta. Mereka punya pemain-pemain terampil seperti Olcan Adin. Kami harus sangat waspada dan menjamin melihat segala sesuatunya secara serius."

Samir Handanovic Tersanjung Diminati Barcelona


Samir Handanovic tak memungkiri bahwa kabar ketertarikan Barcelona beberapa waktu lalu membuatnya merasa tersanjung, tapi itu tak melunturkan komitmennya untuk Internazionale.

Sebagaimana diketahui, performa kokoh penjaga gawang asal Slovenia itu sempat membuatnya dilirik Azulgrana sebagai salah satu kandidat kuat untuk mengambil alih tempat Victor Valdes, yang bakal meninggalkan Camp Nou akhir musim ini.

Tetapi Nerazzurri tak rela kehilangan Handanovic dan si pemain pun mengaku bahagia di Giuseppe Meazza.

"Apakah ketertarikan itu membuat saya tersanjung? Saya pikir semua pemain akan merasa terhormat dengan hal tersebut, tapi apa pun hal itu adalah masa lalu dan saya bahagia di sini," ucap Handanovic kepada Sky Sport Italia.

"Saya hanya melihat diri saya berada di Inter. Tak ada tempat lain kecuali Inter," tandasnya.

Kaka Yakin AC Milan Masih Bisa Lolos


Gelandang serang Ac Milan Kaka yakin timnya masih bisa lolos ke babak perempat-final Liga Champions, meski kalah 1-0 di kandang sendiri dari Atletico Madrid di leg pertama 16 besar, kamis (20/2) dinihari WIB.

Gol penentu kemenangan Atletico dicetak Diego Costa di pengujung laga setelah ia masuk sebagai pemain pengganti.

Kaka yakin Rossoneri masih bisa membalikkan keadaan di leg kedua di Vicente Calderon mengingat banyaknya peluang yang diciptakan timnya di San Siro.

"Tentu, kami ada perasaan pahit di mulut kami karena kami menampilkan performa yang sangat bagus, dengan semangat bagus pula," ujar Kaka kepada UEFA.com.

"Sayangnya, kami tidak bisa mencetak gol. Kami menciptakan banyak peluang, jadi kami kecewa. Tapi, kami yakin bisa lolos di Madrid."