Ligaasia adalah agen bola terpercaya dan bertanggung jawab berlisensi Super Master yang melayani pembuatan account di Situs Perusahaan Betting Internasional.
Pencarian Data
Thursday, February 20, 2014
Liga Champions - Hasil di Munich dan Kembalinya Aguero Jadi Modal City di Camp Nou
Napoli Masih Tak Bisa Menang di Inggris Raya
Montella Ingin Pastikan Kelolosan Dulu Sebelum Pikirkan Juve
Arrigo Sacchi Puji Juventus Antonio Conte
Eks pelatih timnas Italia Arrigo Sacchi lebih mendukung Antonio Conte dalam perseteruannya dengan Fabio Capello, dengan menyebut bahwa skuat Juventus asuhannya memainkan sepakbola paling cantik.
Seperti yang diketahui, Capello yang menukangi timnas Rusia mengkritik Bianconeri karena terlempar dari babak grup Liga Champions.
Dan Conte membalas Capello dengan meminta ia fokus pada pekerjannya sendiri dan juga mengatakan bahwa pencapaian dia bersama Juventus terlupakan karena dua trofi Scudetto yang ia raih dicopot karena skandal Calciopoli.
Sacchi, yang juga merasa kurang senang dengan perseteruan kedua pelatih itu, mengatakan Juventus asuhan Conte masih lebih baik daripada saat diasuh Marcelo Lippi, yang meraih lima Scudetto dan Liga Champions.
"Argumen antara kedua orang tersebut? Itu adalah hal yang tidak menyenangkan. Dalam hal ini, Capello tidak berkata banyak, tetapi di beberapa waktu, Conte memberi respon dengan cukup keras," ujarnya kepada Mediaset Premium.
"Saya tidak pernah menjadi fan Juventus: Mereka dulu memiliki pemain-pemain yang luar biasa, tetapi mereka tidak harmonis.
"Saya pikir Juventus yang ini adalah yang paling cantik yang pernah saya ingat, dan saya ingat banyak hal.
"Bahkan lebih cantik dari tim Lippi: mereka lebih harmonis, mereka adalah tim yang mengetahui segalanya. Anda melihat Juventus ini dan tampak sepakbola adalah hal paling simpel di dunia."
Seperti yang diketahui, Capello yang menukangi timnas Rusia mengkritik Bianconeri karena terlempar dari babak grup Liga Champions.
Dan Conte membalas Capello dengan meminta ia fokus pada pekerjannya sendiri dan juga mengatakan bahwa pencapaian dia bersama Juventus terlupakan karena dua trofi Scudetto yang ia raih dicopot karena skandal Calciopoli.
Sacchi, yang juga merasa kurang senang dengan perseteruan kedua pelatih itu, mengatakan Juventus asuhan Conte masih lebih baik daripada saat diasuh Marcelo Lippi, yang meraih lima Scudetto dan Liga Champions.
"Argumen antara kedua orang tersebut? Itu adalah hal yang tidak menyenangkan. Dalam hal ini, Capello tidak berkata banyak, tetapi di beberapa waktu, Conte memberi respon dengan cukup keras," ujarnya kepada Mediaset Premium.
"Saya tidak pernah menjadi fan Juventus: Mereka dulu memiliki pemain-pemain yang luar biasa, tetapi mereka tidak harmonis.
"Saya pikir Juventus yang ini adalah yang paling cantik yang pernah saya ingat, dan saya ingat banyak hal.
"Bahkan lebih cantik dari tim Lippi: mereka lebih harmonis, mereka adalah tim yang mengetahui segalanya. Anda melihat Juventus ini dan tampak sepakbola adalah hal paling simpel di dunia."
Rio Ferdinand Sanjung Performa Toni Kroos
Moyes, yang beberapa waktu lalu menyaksikan duel Bayern versus tuan rumah Borussia Monchengladbach di Bundesliga, kembali memantau langsung aksi Kroos ketika ia menginsiprasi kemenangan 2-0 The Bavarians atas The Gunners.
Selain sang bos, Ferdinand juga rupanya menonton laga tersebut lewat layar televisi dan beberapa kali berkicau di Twitter untuk mengungkapkan kekagumannya pada kemampuan Kroos.
"Kaki kiri Kroos terlihat lapar untuk pojok atas gawang!" demikian bunyi tweet Ferdinand saat tembakan Kroos di awal laga nyaris membawa Bayern memimpin sebelum dimentahkan Wojciech Szczesny.
Seperti diketahui, usai Szczesny dikartu merah akibat pelanggaran pada Arjen Robben, Kroos akhirnya benar-benar memecah kebuntuan untuk Bayern di babak kedua sebelum Thomas Muller melengkapi kemenangan 2-0. Satu tendangan mendatarnya di menit-menit akhir juga hampir membuahkan gol ketiga Bayern kalau tidak membentur tiang.
Terlepas dari sepakan-sepakan akuratnya, Kroos juga menunjukkan kemampuan prima untuk mengorkestrasi possession football Die Roten dengan umpan-umpan pendek maupun jauh.
"Kroos benar-benar menunjukkan performa klinis di sini.. mengalirkan bola dengan ciamik dan dengan tujuan nyata untuk membuka pertahanan lawan. Sangat indah untuk disaksikan," simpul Ferdinand.
Bacary Sagna Sesalkan Kegagalan Penalti Mesut Ozil
The Gunners mengawali duel pertama fase 16 besar Liga Champions itu dengan cemerlang dan membuat pertahanan Die Roten kelimpungan. Mereka juga punya peluang emas untuk membuka skor di menit kesembilan setelah Mesut Ozil dijatuhkan Jerome Boateng.
Namun Ozil yang mengeksekusi sendiri tendangan 12 pas tersebut gagal menaklukkan Manuel Neuer. Tendangannya terlalu lemah dan mengarah ke tengah.
Setelahnya Bayern pelan-pelan mengambil alih dominasi permainan, dan meski David Alaba juga gagal mengonversi penalti di ujung babak pertama, dikartu merahnya Wojciech Szczesny usai melanggar Arjen Robben di dalam area membuat tekanan Bayern semakin menjadi-jadi. Arsenal akhirnya takluk 2-0 lewat gol-gol Toni Kroos dan Muller pascainterval.
"Kami mengawali laga dengan baik, menghasilkan sejumlah kesempatan dalam 15 menit pertama," kata Sagna kepada L'Equipe.
"Sayangnya kami tidak dapat mengonversi penalti yang akan menempatkan kami dalam posisi bagus."
"Setelah kartu merah, keadaan jadi sangat sulit. Bayern sudah kuat saat 11 lawan 11, jadi dengan kami bermain dengan sepuluh orang itu membuat dominasi mereka jadi semakin besar."
Antonio Conte Waspadai Ancaman Trabzonspor
Conte tidak mau meremehkan Trabzonspor karena di putaran grup, klub Turki itu bisa bisa finis sebagai juara meski di sana ada Lazio.
Conte meminta anak-anak asuhnya untuk tetap fokus mengadapi sang rival karena Trabzonspor punya pemain-pemain kuat di semua area.
"Kami akan menghadapi tim yang ada di grup bersama Lazio dan mereka bisa menjadi sang pemuncak," ujar Conte dikutip Four Four Two.
"Kami tahu mereka punya pemain-pemain hebat di sektor serangan. Mereka punya pemain-pemain cukup ahli, dan bisa saya sebut seperti Didier Zokora dan Jose Bosingwa."
"Mereka punya pemain-pemain bertalenta. Mereka punya pemain-pemain terampil seperti Olcan Adin. Kami harus sangat waspada dan menjamin melihat segala sesuatunya secara serius."
Samir Handanovic Tersanjung Diminati Barcelona
Samir Handanovic tak memungkiri bahwa kabar ketertarikan Barcelona beberapa waktu lalu membuatnya merasa tersanjung, tapi itu tak melunturkan komitmennya untuk Internazionale.
Sebagaimana diketahui, performa kokoh penjaga gawang asal Slovenia itu sempat membuatnya dilirik Azulgrana sebagai salah satu kandidat kuat untuk mengambil alih tempat Victor Valdes, yang bakal meninggalkan Camp Nou akhir musim ini.
Tetapi Nerazzurri tak rela kehilangan Handanovic dan si pemain pun mengaku bahagia di Giuseppe Meazza.
"Apakah ketertarikan itu membuat saya tersanjung? Saya pikir semua pemain akan merasa terhormat dengan hal tersebut, tapi apa pun hal itu adalah masa lalu dan saya bahagia di sini," ucap Handanovic kepada Sky Sport Italia.
"Saya hanya melihat diri saya berada di Inter. Tak ada tempat lain kecuali Inter," tandasnya.
Sebagaimana diketahui, performa kokoh penjaga gawang asal Slovenia itu sempat membuatnya dilirik Azulgrana sebagai salah satu kandidat kuat untuk mengambil alih tempat Victor Valdes, yang bakal meninggalkan Camp Nou akhir musim ini.
Tetapi Nerazzurri tak rela kehilangan Handanovic dan si pemain pun mengaku bahagia di Giuseppe Meazza.
"Apakah ketertarikan itu membuat saya tersanjung? Saya pikir semua pemain akan merasa terhormat dengan hal tersebut, tapi apa pun hal itu adalah masa lalu dan saya bahagia di sini," ucap Handanovic kepada Sky Sport Italia.
"Saya hanya melihat diri saya berada di Inter. Tak ada tempat lain kecuali Inter," tandasnya.
Kaka Yakin AC Milan Masih Bisa Lolos
Gelandang serang Ac Milan Kaka yakin timnya masih bisa lolos ke babak perempat-final Liga Champions, meski kalah 1-0 di kandang sendiri dari Atletico Madrid di leg pertama 16 besar, kamis (20/2) dinihari WIB.
Gol penentu kemenangan Atletico dicetak Diego Costa di pengujung laga setelah ia masuk sebagai pemain pengganti.
Kaka yakin Rossoneri masih bisa membalikkan keadaan di leg kedua di Vicente Calderon mengingat banyaknya peluang yang diciptakan timnya di San Siro.
"Tentu, kami ada perasaan pahit di mulut kami karena kami menampilkan performa yang sangat bagus, dengan semangat bagus pula," ujar Kaka kepada UEFA.com.
"Sayangnya, kami tidak bisa mencetak gol. Kami menciptakan banyak peluang, jadi kami kecewa. Tapi, kami yakin bisa lolos di Madrid."
Gol penentu kemenangan Atletico dicetak Diego Costa di pengujung laga setelah ia masuk sebagai pemain pengganti.
Kaka yakin Rossoneri masih bisa membalikkan keadaan di leg kedua di Vicente Calderon mengingat banyaknya peluang yang diciptakan timnya di San Siro.
"Tentu, kami ada perasaan pahit di mulut kami karena kami menampilkan performa yang sangat bagus, dengan semangat bagus pula," ujar Kaka kepada UEFA.com.
"Sayangnya, kami tidak bisa mencetak gol. Kami menciptakan banyak peluang, jadi kami kecewa. Tapi, kami yakin bisa lolos di Madrid."
Subscribe to:
Comments (Atom)










