Pencarian Data

Friday, February 28, 2014

Pellegrini Dihukum Dua Pertandingan oleh UEFA Usai Kritik Wasit

Jakarta - Manajer Manchester City Manuel Pellegrini dihukum dua pertandingan tak boleh mendampingi timnya di kancah Eropa. Hukuman dijatuhkan UEFA terkait kritik pedas yang dilontarkan Pellegrini kepada wasit.Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, Pellegrini tak puas dengan kepemimpinan wasit Jonas Eriksson saat City dikalahkan Barcelona 0-2 di Etihad Stadium, dalam laga leg I babak 16 besar Liga Champions 18 Februari lalu.Manajer asal Chile itu menuduh Eriksson condong ke Barca dan mempertanyakan integritas si pengadil pertandingan. Meski meminta maaf setelahnya, Pellegrini tak bisa lepas dari dakwaan UEFA.Badan sepakbola tertinggi Eropa itu lantas memutuskan Pellegrini melanggar prinsip-prinsip umum terkait etika. Ia dihukum dua pertandingan dan satu hukuman percobaan yang berlaku dalam masa dua tahun, jika dia mengulangi perbuatannya."Badan Kontrol dan Disiplin UEFA telah memberlakukan larangan kepada pelatih kepala Manchester City Manuel Pellegrini untuk tiga pertandingan kompetisi UEFA, satu di antaranya adalah masa percobaan untuk dua tahun," demikian pernyataan resmi UEFA seperti dikutip Sky Sports."Ini artinya Pellegrini hanya bisa mengikuti pertandingan dari bangku penonton. Dia tidak boleh memasuki ruang ganti, lorong menuju ruang ganti, atau area teknis sebelum atau selama pertandingan. Dan dia tidak boleh berkomunikasi secara langsung atau tidak langsung dengan para pemainnya dan/atau staf teknis selama pertandingan."Dengan berlakunya hukuman ini, maka Pellegrini tak bisa mendampingi timnya kala bertandang ke Camp Nou di leg II pada 13 Maret mendatang. Meski demikian, manajer 60 tahun tersebut berhak mengajukan banding atas putusan ini.

Jelang Roma vs Inter - Di Olimpico, Inter Ingin Ulangi Performa Saat Lawan Fiorentina

Milan - AS Roma yang impresif musim ini mengundang pujian dari pelatih Inter Milan Walter Mazzarri. Mengakui kualitas tim 'Serigala', Mazzarri tetap pede timnya bisa mencuri hasil di Olimpico.Inter akan bertandang ke Olimpico, Minggu (2/3/2014) dinihari WIB nanti. Roma yang baru satu kali kalah di Serie A sepanjang musim ini jelas jadi tantangan sulit untuk Nerazzurri.Meski demikian, Mazzarri tak mau menutup kemungkinan bagi timnya untuk menang. Ia meminta anak-anak asuhnya menampilkan kembali performa kala menaklukkan Fiorentina 2-1 di Artemio Franchi."Roma tengah bermain baik, mereka tahu apa yang mereka kerjakan, terorganisir, dan bisa mengubah pendekatan dengan cepat. Mereka bagus di serangan balik saat mereka mendapatkan ruang, tapi mereka juga menutup pergerakan dan menekan dengan baik," katanya di situs resmi klub."Mereka punya kualitas, intensitas, dan terorganisasi dengan baik. Tim-tim seperti Fiorentina dan Roma selalu berupaya untuk menang, untuk menguasai pertandingannya," lanjutnya."Roma punya pertahanan terbaik di liga, Garcia bekerja sangat baik menanamkan keseimbangan. Tapi kami adalah sebuah tim yang fokus pada hal hebat yang kami sedang lakukan dan saya yakin jika kami bisa melakukan upaya terbaik dengan kemampuan kami, kami bisa menampilkan performa oke melawan mereka," tambah pelatih 52 tahun ini."Kami bisa sukses melawan Roma jika kami bermain seperti pada laga di Fiorentina," demikian Mazzarri.Selain baru satu kali kalah sepanjang musim, Roma juga merupakan tim dengan pertahanan terbaik. Mereka baru kebobolan 11 gol dari 24 pekan yang dijalani, unggul delapan gol dari Juventus yang menempati pos kedua.

Rodgers Ingatkan Liverpool Agar Tak Berpuas Diri

Liverpool - Tampil oke sepanjang tahun ini, Liverpool pun diminta tak merasa berpuas diri. Brendan Rodgers mengingatkan anak asuhnya untuk tetap fokus menjalani tahap akhir kompetisi.Liverpool belum terkalahkan di Liga Inggris sejak pergantian tahun. Total delapan pertandingan dilalui dengan catatan enam kemenangan dan dua hasil imbang.Tak hanya itu, mereka kini juga mencatatkan diri sebagai tim tertajam di liga dengan torehan 70 gol. Sementara raihan 56 poin dari 27 laga yang telah dijalani sejauh ini merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah keikutsertaan mereka di Premier League.Rodgers menilai timnya memang telah berkembang pesat sejak sekitar setahun belakang. Namun ia tak mau para pemain lantas merasa puas dengan catatan tersebut, mengingat musim belum berakhir dan berada di masa-masa krusial."Anda dinilai berdasarkan angka-angka Anda. Tahun lalu kami berkembang sepanjang musim berjalan, tapi sekarang peningkatkannya jadi konsisten untuk mungkin selama 14-15 bulan terakhir," kata Rodgers di situs resmi klub."Itu adalah sesuatu yang penting untuk kami, di mana kami sedang berkompetisi dan ingin finis setinggi mungkin. Itu adalah penanda yang bagus untuk posisi kami. Kami berada empat poin dari pimpinan klasemen, tapi pada waktu bersamaan kami tidak boleh merasa puas," lanjutnya."Kami harus tetap bekerja dan tampil baik. Kami punya laga-laga lain di papan incaran kami yang kecil ini dan kami bertujuan meraih hasil bagus," demikian manajer asal Irlandia utara ini. Nilai 56 yang dikumpulkan Liverpool menempatkan mereka di posisi empat klasemen, di belakang Chelsea (60), Arsenal (59), dan Manchester City (57). Peluang bagi anak-anak Merseyside untuk juara pun masih cukup terbuka.

Jelang Fulham vs Chelsea - Chelsea Waspadai Fulham yang Usung Misi 'Bertahan Hidup'

 Jakarta - Di atas kertas, Chelsea tidak akan kesulitan meraih kemenangan atas Fulham. Tapi Frank Lampard percaya status juru kunci sang lawan bakal membuat laga berjalan sangat sulit.Chelsea akan bertandang ke Craven Cottage pada Sabtu (1/3/2014) malam WIB di lanjutan Liga Inggris. Laga ini bisa dibilang duel dua kutub, karena mempertemukan tim teratas dan terbawah di papan klasemen.Melihat posisinya, Chelsea harusnya tak akan kesulitan pulang dengan angka penuh. Namun sejumlah faktor diperkirakan bakal membuat pertandingan berjalan tak mudah.Meski bukan duel bersejarah, namun ini adalah laga derby antara sesama tim kota London. Sebagaimana partai derby pada umumnya, ada gengsi yang dipertaruhkan. Fulham diyakini tak akan menyerah begitu saja, apalagi mereka tampil dihadapan publik sendiri.Belum lagi melihat posisi Fulham sebagai tim juru kunci. Dengan musim tinggal menyisakan 11 pekan, The Cottagers niscaya akan berjuang habis-habisan untuk tetap bertahan di kasta teratas.Hal ini disadari betul oleh Lampard. Kenyataan bahwa timnya harus bersusah payah meraih kemenangan di laga liga terakhir kontra Everton membuat sang gelandang makin waspada. Pada pertandingan tersebut, Chelsea menang 1-0 atas The Toffees lewat satu-satunya gol Lampard di masa injury time"Melawan Everton kami tidak bermain cukup baik tapi kami punya sedikit hasrat untuk menang yang membawa kami melintasi batas dan kami tidak boleh kehilangan itu. Jika Anda santai-santai atau bersikap rileks di sebuah laga maka Anda akan kalah di tahap musim ini," kata Lampard di situs resmi klub."Jika Anda perhatikan Fulham, mereka sedang bersaing untuk bertahan hidup jadi jika kami tidak dalam performa terbaik mereka akan mendapatkan sebuah hasil," lanjutnya."Ini adalah derby lokal dan fakta bahwa mereka sedang kesulitan mungkin membuat laga lebih sulit untuk kami karena mereka sangat menginginkan poin. Mungkin akan lebih baik jika mereka ada di papan tengah dan melaju baik," demikian pemain 35 tahun tersebut.

Jelang Roma vs Inter - Garcia Tak Mau Kecolongan oleh Inter yang Sedang Diselimuti Atmosfer Positif

Roma - Menjamu Inter Milan, pelatih Roma Rudi Garcia ingin anak asuhnya mengerahkan segala daya upaya untuk memastikan kemenangan. Ia tak mau kecolongan oleh Nerazzurri yang sedang dalam atmosfer positif.Sempat tanpa kemenangan di enam pertandingan awal tahun, Inter bangkit dan tak terkalahkan di tiga laga terakhir, dengan rincian dua kemenangan dan satu hasil imbang. Catatan ini jadi perhatian khusus Garcia saat timnya menjamu mereka di Olimpico, Minggu (2/3/2014) dinihari WIB nanti.Garcia pribadi ingin memanfaatkan momentum bagus di mana tim-tim rival seperti Juventus, Napoli, dan Fiorentina baru saja melakoni partai tengah pekan di Liga Europa. Dengan demikian ada potensi mereka mengalami kelelahan dan kehilangan poin penuh."Kami tidak bermain dalam sepekan ini, sementara rival-rival kami di papan atas harus bertanding. Fiorentina dan Juventus juga akan bertemu di Liga Europa dan kita akan lihat apa yang akan terjadi," kata Garcia di situs resmi klub."Tapi hal pertama dan yang terutama, kami perlu mengalahkan tim top seperti Inter. Mereka punya pemain-pemain dan pelatih yang bagus. Mazzarri selalu mendapatkan hasil akhir-akhir ini dan timnya bermain efektif," lanjutnya."Yang paling penting adalah bagaimana Roma bermain. Kami perlu melakukan serangan balik dengan baik dan solid di lini belakang. Kami perlu 11 pemain yang memberikan segala upaya ketika harus bertahan. Kami perlu melakukan segala hal yang bisa dilakukan dan itulah cara kami bisa meraih tiga angka," tambah pelatih asal Prancis ini.Roma saat ini menempati posisi dua di klasemen Serie A dengan nilai 57 dari 24 laga. Anak-anak ibukota tertinggal sembilan angka dari Juve dan unggul enam poin dari Napoli yang masing-masing sudah menjalani 25 pertandingan.

Jadwal Super Berat Menanti, Bagaimana Nasibmu Arsenal?


Arsenal membuka bulan Maret dengan kunjungan tricky ke markas Stoke City, Sabtu (1/3/2014) malam nanti. Tak bisa dibilang laga mudah memang--Arsenal tak mampu menang dalam tiga lawatan terakhir ke Britannia--, namun jauh lebih ringan jika dibandingkan daftar lawan mereka di lima laga berikutnya.

Usai Stoke, Arsenal akan menjamu Everton di perempatfinal Piala FA. Dilanjutkan kemudian ke laga leg II babak 16 besar Liga Champions kontra Bayern Munich di Allianz Arena.

Setelahnya, tiga lawan tangguh di Premier League menanti: tandang ke London untuk menghadapi Tottenham Hotspur dan Chelsea sebelum kemudian menutup bulan Maret dengan menjamu Manchester City.

Deretan laga berat ini diyakini bakal menentukan nasib Arsenal, apakah mampu mengakhiri puasa gelar sejak 2005 atau justru memperpanjangnya. Faktanya Arsenal memang mempertaruhkan tiga kompetisi yang diikutinya di bulan ini.

Peluang meraih gelar jelas lebih mudah bagi anak-anak asuh Arsene Wenger di Piala FA. Selain karena bermain kandang kontra Everton, lawan tangguh yang tersisa selain Everton tinggal City.

Sementara kesempatan di Liga Champions kini hanya 50% untuk 'Meriam London', mengingat di leg pertama mereka kalah 0-2. Hitung-hitungan gol tandang jelas membuat kans mereka ke perempatfinal kian menipis.

Michel Platini: Kutukan Liga Champions Belum Berakhir


Presiden UEFA Michel Platini meragukan Bayern Munich akan mampu menjuarai lagi Liga Champions di musim ini. Menurutnya, kutukan turnamen sejak berformat Liga Champions itu masih belum akan berakhir di mana sebuah tim tak pernah sanggup mempertahankan trofi yang diraih di musim sebelumnya.

Seperti diketahui, Bayern sukses merengkuh trofi Liga Champions musim lalu dengan membekuk Borussia Dortmund di final. Kini, The Bavarians masih belum tersingkir dan tetap difavoritkan juara lagi. 

Meski demikian, Platini menyebut Bayern tidak akan mampu mematahkan kutukan ini dan sebaliknya mendukung prospek Paris Saint-Germain untuk memboyong Si Kuping Lebar pada Mei mendatang. 

“Hal sama terjadi tiga tahun lalu dalam diri Barcelona. Dan tetap saja tidak akan pernah ada tim yang sanggup memenangi Liga Champions dua musim beruntun,” tegas pria berusia 58 tahun ini.

“Akhir-akhir ini, sepakbola berada dalam periode yang terglobalisasi. Bayern dilatih orang Spanyol dan tim-tim seperti Chelsea atau Arsenal sudah tidak bermain dengan style Inggris.”

“Semua orang kini menganggap PSG bisa memenanginya [Liga Champions]. Jika saya mengatakan tidak, maka orang-orang akan membunuh saya. Dan jika saya mengatakan mereka bisa melakukannya, orang-orang akan menganggap saya pro-Qatar,” tambahnya. 

Mats Hummels Segera Tampil Untuk Borussia Dortmund


Bek Borussia Dortmund Mats Hummels kini telah menunjukkan perkembangan terkait kondisi cedera yang memaksanya absen sejak November tahun lalu.

Bek sentral berusia 25 tahun tersebut sebelumnya sempat melakoni comeback melawan Eintracht Braunschweig dalam lanjutan Bundesliga Jerman di awal Februari.

Namun malang tak dapat ditolak, Hummels langsung mendapatkan cedera di kaki kanannya dalam sebuah laga persahabatan melawan Fortuna Dusseldorf pada Selasa (4/2), yang mana memaksanya absen selama setengah bulan.

Kini, Jurgen Klopp selaku pelatih Dortmund menegaskan jika pemain internasional Jerman tersebut sudah menunjukkan kepulihan dan mungkin bisa diturunkan untuk laga akhir pekan ini.

“Dia [Hummels] sudah berlatih secara normal sejak Rabu, dan saya rasa semuanya baik-baik saja,” ujar Klopp dalam sebuah sesi konferensi pers.

Di laga selanjutnya, Die Borussen bakal menghadapi tantangan dari FC Nurnberg dalam lanjutan Bundesliga spieltag 23.

Adel Taarabt Ingin Jadi Lionel Messi Di AC Milan


Adel Taarabt mengutarakan kekagumannya kepada Lionel Messi dan bertekad menjadi bagian penting di AC Milan seperti halnya sang kapten Argentina di Barcelona. 

Pemain 24 tahun tampil mengesankan di San Siro sejak bergabung sebagai pemain pinjaman dari QPR, setelah sempat tidak sukses di Fulham sebelum jeda musim dingin, dan dia kini bertekad pindah secara permanen untuk tim Clarence Seedorf. 

“Saya tidak terkejut dengan penampilan di Milan sejauh ini. Saya tahu apa yang bisa saya lakukan dan saya merasa seperti pemain penting di Milan,” Taarabt kepada La Gazzetta dello Sport

“Saya ingin jadi Messi-nya Milan. Pemain seperti Messi dan Cristiano Ronaldo adalah inspirasi. Saya belum berada di level mereka, tapi itu target saya untuk mencapai ke sana. 

“Saya masih harus membuktikan diri sendiri, tapi saya yakin dengan kualitas sendiri. 

“Ketika Milan memboyong saya, saya bicara kepada diri sendiri harus mengambil kesempatan ini dengan kedua tangan. Saya sudah membuang empat tahun dan tidak bisa lagi membuang-buang waktu,” lanjut pemain Maroko. 

“Saya punya sedikit waktu untuk meyakinkan Milan, tapi saya ingin mengambil kesempatan ini.” 

Taarabt terikat kontrak dengan QPR hingga Juni 2016, tapi Milan memiliki opsi memermanenkan statusnya di akhir musim. 

Alejandro Sabella Beri Penghormatan Untuk Javier Zanetti


Pelatih timnas Argentina Alejandro Sabella memuji setinggi langit kapten FC Internazionale Javier Zanetti. Lebih dari itu, sang jutu taktik memberikan penghormatannya khusus untuk legenda Argentina tersebut.

Sabella saat ini berada di Italia untuk membidik pemain-pemain Argentina yang akan dipanggilnya masuk ke skuat jelang menghadapi Piala Dunia 2014 Brasil.

Dalam kesempatan itu, Sabella tak luput mengutarakan puja-pujinya untuk sosok ikonik milik Nerazzurritersebut.

"Zanetti? Kami semua bangga padanya. Dia adalah duta besar bagi rakyat Argentina dan panutan yang patut untuk diikuti," ujar Sabella.

"Javier adalah seorang pemain yang sensasional, lebih dari itu dia adalah sosok pria yang sangat baik."

Disinggung kenapa Carlos Tevez tidak masuk dalam skuatnya, Sabella diam seribu bahasa.

"Tevez? No comment," tukasnya.

Francesco Guidolin Ingin Latih Tim Luar Italia


Pelatih Udinese Francesco Guidolin tak segan menyatakan ambisinya kelak melatih tim dari luar Italia. 

Pria 58 tahun ini sejatinya sempat merasakan petualangan karier di luar negeri dengan melatih klub Prancis, AS Monaco, di periode 2005/06. 

Kini, Guidolin menyatakan kesiapannya suatu saat nanti kembali merasakan memoles tim dari belahan Eropa lainnya.

"Saya ingin bertahan di sini, di Udinese sampai berakhirnya karier saya di Italia," ujar Guidolin dikutipTribalfootball.

"Namun saya ingin menuntaskan karier saya sebagai pelatih di luar negeri," jelas sang juru taktik.

Francesco Guidolin Minta Presiden Klub Tidak Berisik


Pelatih Udinese Francesco Guidolin secara blak-blakan mengkritik presiden klub Giampaolo Pozzo atas sikapnya yang terlalu vokal.

Sang patron baru-baru ini kerap mengeluhkan minimnya dukungan dari fans Udinese ketika tim bermain di kandang sendiri. Guidolin menyatakan ketidaksenangannya karena menilai Pozzo terlalu berisik. Dalam pandangan Guidolin, justru fans selalu berada di belakang tim.

"Saya tidak suka semua keluhannya," tukas Guidolin.

"Saya mengendalikan para fans yang mengikuti kami di laga kandang maupun tandang dan mendukung kami dalam kondisi bagaimanapun dengan perhatian yang tinggi."

"Tak semestinya saya bertanya-tanya kenapa fans begitu rendah kehadirannya ketika laga kandang. Saya sudah membaca beberapa alasan tapi saya tidak tahu yang sebetulnya," tandasnya.

Udinese saat ini bertengger di peringkat ke-12 dengan poin 28.