Ligaasia adalah agen bola terpercaya dan bertanggung jawab berlisensi Super Master yang melayani pembuatan account di Situs Perusahaan Betting Internasional.
Pencarian Data
Friday, February 28, 2014
Jelang Roma vs Inter - Di Olimpico, Inter Ingin Ulangi Performa Saat Lawan Fiorentina
Rodgers Ingatkan Liverpool Agar Tak Berpuas Diri
Jelang Fulham vs Chelsea - Chelsea Waspadai Fulham yang Usung Misi 'Bertahan Hidup'
Jelang Roma vs Inter - Garcia Tak Mau Kecolongan oleh Inter yang Sedang Diselimuti Atmosfer Positif
Michel Platini: Kutukan Liga Champions Belum Berakhir
Presiden UEFA Michel Platini meragukan Bayern Munich akan mampu menjuarai lagi Liga Champions di musim ini. Menurutnya, kutukan turnamen sejak berformat Liga Champions itu masih belum akan berakhir di mana sebuah tim tak pernah sanggup mempertahankan trofi yang diraih di musim sebelumnya.
Seperti diketahui, Bayern sukses merengkuh trofi Liga Champions musim lalu dengan membekuk Borussia Dortmund di final. Kini, The Bavarians masih belum tersingkir dan tetap difavoritkan juara lagi.
Meski demikian, Platini menyebut Bayern tidak akan mampu mematahkan kutukan ini dan sebaliknya mendukung prospek Paris Saint-Germain untuk memboyong Si Kuping Lebar pada Mei mendatang.
“Hal sama terjadi tiga tahun lalu dalam diri Barcelona. Dan tetap saja tidak akan pernah ada tim yang sanggup memenangi Liga Champions dua musim beruntun,” tegas pria berusia 58 tahun ini.
“Akhir-akhir ini, sepakbola berada dalam periode yang terglobalisasi. Bayern dilatih orang Spanyol dan tim-tim seperti Chelsea atau Arsenal sudah tidak bermain dengan style Inggris.”
“Semua orang kini menganggap PSG bisa memenanginya [Liga Champions]. Jika saya mengatakan tidak, maka orang-orang akan membunuh saya. Dan jika saya mengatakan mereka bisa melakukannya, orang-orang akan menganggap saya pro-Qatar,” tambahnya.
Seperti diketahui, Bayern sukses merengkuh trofi Liga Champions musim lalu dengan membekuk Borussia Dortmund di final. Kini, The Bavarians masih belum tersingkir dan tetap difavoritkan juara lagi.
Meski demikian, Platini menyebut Bayern tidak akan mampu mematahkan kutukan ini dan sebaliknya mendukung prospek Paris Saint-Germain untuk memboyong Si Kuping Lebar pada Mei mendatang.
“Hal sama terjadi tiga tahun lalu dalam diri Barcelona. Dan tetap saja tidak akan pernah ada tim yang sanggup memenangi Liga Champions dua musim beruntun,” tegas pria berusia 58 tahun ini.
“Akhir-akhir ini, sepakbola berada dalam periode yang terglobalisasi. Bayern dilatih orang Spanyol dan tim-tim seperti Chelsea atau Arsenal sudah tidak bermain dengan style Inggris.”
“Semua orang kini menganggap PSG bisa memenanginya [Liga Champions]. Jika saya mengatakan tidak, maka orang-orang akan membunuh saya. Dan jika saya mengatakan mereka bisa melakukannya, orang-orang akan menganggap saya pro-Qatar,” tambahnya.
Mats Hummels Segera Tampil Untuk Borussia Dortmund
Bek Borussia Dortmund Mats Hummels kini telah menunjukkan perkembangan terkait kondisi cedera yang memaksanya absen sejak November tahun lalu.
Bek sentral berusia 25 tahun tersebut sebelumnya sempat melakoni comeback melawan Eintracht Braunschweig dalam lanjutan Bundesliga Jerman di awal Februari.
Namun malang tak dapat ditolak, Hummels langsung mendapatkan cedera di kaki kanannya dalam sebuah laga persahabatan melawan Fortuna Dusseldorf pada Selasa (4/2), yang mana memaksanya absen selama setengah bulan.
Kini, Jurgen Klopp selaku pelatih Dortmund menegaskan jika pemain internasional Jerman tersebut sudah menunjukkan kepulihan dan mungkin bisa diturunkan untuk laga akhir pekan ini.
“Dia [Hummels] sudah berlatih secara normal sejak Rabu, dan saya rasa semuanya baik-baik saja,” ujar Klopp dalam sebuah sesi konferensi pers.
Di laga selanjutnya, Die Borussen bakal menghadapi tantangan dari FC Nurnberg dalam lanjutan Bundesliga spieltag 23.
Bek sentral berusia 25 tahun tersebut sebelumnya sempat melakoni comeback melawan Eintracht Braunschweig dalam lanjutan Bundesliga Jerman di awal Februari.
Namun malang tak dapat ditolak, Hummels langsung mendapatkan cedera di kaki kanannya dalam sebuah laga persahabatan melawan Fortuna Dusseldorf pada Selasa (4/2), yang mana memaksanya absen selama setengah bulan.
Kini, Jurgen Klopp selaku pelatih Dortmund menegaskan jika pemain internasional Jerman tersebut sudah menunjukkan kepulihan dan mungkin bisa diturunkan untuk laga akhir pekan ini.
“Dia [Hummels] sudah berlatih secara normal sejak Rabu, dan saya rasa semuanya baik-baik saja,” ujar Klopp dalam sebuah sesi konferensi pers.
Di laga selanjutnya, Die Borussen bakal menghadapi tantangan dari FC Nurnberg dalam lanjutan Bundesliga spieltag 23.
Adel Taarabt Ingin Jadi Lionel Messi Di AC Milan
Adel Taarabt mengutarakan kekagumannya kepada Lionel Messi dan bertekad menjadi bagian penting di AC Milan seperti halnya sang kapten Argentina di Barcelona.
Pemain 24 tahun tampil mengesankan di San Siro sejak bergabung sebagai pemain pinjaman dari QPR, setelah sempat tidak sukses di Fulham sebelum jeda musim dingin, dan dia kini bertekad pindah secara permanen untuk tim Clarence Seedorf.
“Saya tidak terkejut dengan penampilan di Milan sejauh ini. Saya tahu apa yang bisa saya lakukan dan saya merasa seperti pemain penting di Milan,” Taarabt kepada La Gazzetta dello Sport.
“Saya ingin jadi Messi-nya Milan. Pemain seperti Messi dan Cristiano Ronaldo adalah inspirasi. Saya belum berada di level mereka, tapi itu target saya untuk mencapai ke sana.
“Saya masih harus membuktikan diri sendiri, tapi saya yakin dengan kualitas sendiri.
“Ketika Milan memboyong saya, saya bicara kepada diri sendiri harus mengambil kesempatan ini dengan kedua tangan. Saya sudah membuang empat tahun dan tidak bisa lagi membuang-buang waktu,” lanjut pemain Maroko.
“Saya punya sedikit waktu untuk meyakinkan Milan, tapi saya ingin mengambil kesempatan ini.”
Taarabt terikat kontrak dengan QPR hingga Juni 2016, tapi Milan memiliki opsi memermanenkan statusnya di akhir musim.
Pemain 24 tahun tampil mengesankan di San Siro sejak bergabung sebagai pemain pinjaman dari QPR, setelah sempat tidak sukses di Fulham sebelum jeda musim dingin, dan dia kini bertekad pindah secara permanen untuk tim Clarence Seedorf.
“Saya tidak terkejut dengan penampilan di Milan sejauh ini. Saya tahu apa yang bisa saya lakukan dan saya merasa seperti pemain penting di Milan,” Taarabt kepada La Gazzetta dello Sport.
“Saya ingin jadi Messi-nya Milan. Pemain seperti Messi dan Cristiano Ronaldo adalah inspirasi. Saya belum berada di level mereka, tapi itu target saya untuk mencapai ke sana.
“Saya masih harus membuktikan diri sendiri, tapi saya yakin dengan kualitas sendiri.
“Ketika Milan memboyong saya, saya bicara kepada diri sendiri harus mengambil kesempatan ini dengan kedua tangan. Saya sudah membuang empat tahun dan tidak bisa lagi membuang-buang waktu,” lanjut pemain Maroko.
“Saya punya sedikit waktu untuk meyakinkan Milan, tapi saya ingin mengambil kesempatan ini.”
Taarabt terikat kontrak dengan QPR hingga Juni 2016, tapi Milan memiliki opsi memermanenkan statusnya di akhir musim.
Alejandro Sabella Beri Penghormatan Untuk Javier Zanetti
Pelatih timnas Argentina Alejandro Sabella memuji setinggi langit kapten FC Internazionale Javier Zanetti. Lebih dari itu, sang jutu taktik memberikan penghormatannya khusus untuk legenda Argentina tersebut.
Sabella saat ini berada di Italia untuk membidik pemain-pemain Argentina yang akan dipanggilnya masuk ke skuat jelang menghadapi Piala Dunia 2014 Brasil.
Dalam kesempatan itu, Sabella tak luput mengutarakan puja-pujinya untuk sosok ikonik milik Nerazzurritersebut.
"Zanetti? Kami semua bangga padanya. Dia adalah duta besar bagi rakyat Argentina dan panutan yang patut untuk diikuti," ujar Sabella.
"Javier adalah seorang pemain yang sensasional, lebih dari itu dia adalah sosok pria yang sangat baik."
Disinggung kenapa Carlos Tevez tidak masuk dalam skuatnya, Sabella diam seribu bahasa.
"Tevez? No comment," tukasnya.
Sabella saat ini berada di Italia untuk membidik pemain-pemain Argentina yang akan dipanggilnya masuk ke skuat jelang menghadapi Piala Dunia 2014 Brasil.
Dalam kesempatan itu, Sabella tak luput mengutarakan puja-pujinya untuk sosok ikonik milik Nerazzurritersebut.
"Zanetti? Kami semua bangga padanya. Dia adalah duta besar bagi rakyat Argentina dan panutan yang patut untuk diikuti," ujar Sabella.
"Javier adalah seorang pemain yang sensasional, lebih dari itu dia adalah sosok pria yang sangat baik."
Disinggung kenapa Carlos Tevez tidak masuk dalam skuatnya, Sabella diam seribu bahasa.
"Tevez? No comment," tukasnya.
Francesco Guidolin Ingin Latih Tim Luar Italia
Pelatih Udinese Francesco Guidolin tak segan menyatakan ambisinya kelak melatih tim dari luar Italia.
Pria 58 tahun ini sejatinya sempat merasakan petualangan karier di luar negeri dengan melatih klub Prancis, AS Monaco, di periode 2005/06.
Kini, Guidolin menyatakan kesiapannya suatu saat nanti kembali merasakan memoles tim dari belahan Eropa lainnya.
"Saya ingin bertahan di sini, di Udinese sampai berakhirnya karier saya di Italia," ujar Guidolin dikutipTribalfootball.
"Namun saya ingin menuntaskan karier saya sebagai pelatih di luar negeri," jelas sang juru taktik.
Pria 58 tahun ini sejatinya sempat merasakan petualangan karier di luar negeri dengan melatih klub Prancis, AS Monaco, di periode 2005/06.
Kini, Guidolin menyatakan kesiapannya suatu saat nanti kembali merasakan memoles tim dari belahan Eropa lainnya.
"Saya ingin bertahan di sini, di Udinese sampai berakhirnya karier saya di Italia," ujar Guidolin dikutipTribalfootball.
"Namun saya ingin menuntaskan karier saya sebagai pelatih di luar negeri," jelas sang juru taktik.
Francesco Guidolin Minta Presiden Klub Tidak Berisik
Pelatih Udinese Francesco Guidolin secara blak-blakan mengkritik presiden klub Giampaolo Pozzo atas sikapnya yang terlalu vokal.
Sang patron baru-baru ini kerap mengeluhkan minimnya dukungan dari fans Udinese ketika tim bermain di kandang sendiri. Guidolin menyatakan ketidaksenangannya karena menilai Pozzo terlalu berisik. Dalam pandangan Guidolin, justru fans selalu berada di belakang tim.
"Saya tidak suka semua keluhannya," tukas Guidolin.
"Saya mengendalikan para fans yang mengikuti kami di laga kandang maupun tandang dan mendukung kami dalam kondisi bagaimanapun dengan perhatian yang tinggi."
"Tak semestinya saya bertanya-tanya kenapa fans begitu rendah kehadirannya ketika laga kandang. Saya sudah membaca beberapa alasan tapi saya tidak tahu yang sebetulnya," tandasnya.
Udinese saat ini bertengger di peringkat ke-12 dengan poin 28.
Sang patron baru-baru ini kerap mengeluhkan minimnya dukungan dari fans Udinese ketika tim bermain di kandang sendiri. Guidolin menyatakan ketidaksenangannya karena menilai Pozzo terlalu berisik. Dalam pandangan Guidolin, justru fans selalu berada di belakang tim.
"Saya tidak suka semua keluhannya," tukas Guidolin.
"Saya mengendalikan para fans yang mengikuti kami di laga kandang maupun tandang dan mendukung kami dalam kondisi bagaimanapun dengan perhatian yang tinggi."
"Tak semestinya saya bertanya-tanya kenapa fans begitu rendah kehadirannya ketika laga kandang. Saya sudah membaca beberapa alasan tapi saya tidak tahu yang sebetulnya," tandasnya.
Udinese saat ini bertengger di peringkat ke-12 dengan poin 28.
Subscribe to:
Comments (Atom)











