Pencarian Data

Sunday, March 2, 2014

Conte Tak Menyangka Juve Menang di San Siro

 Milan - Antonio Conte menilai AC Milan tampil amat bagus meski kalah dari Juventus. Ditambah dengan fakta bahwa Juve kerap kesulitan menang di San Siro, Conte pun tak menyangka timnya pulang dengan poin penuh.Melawat ke San Siro di giornata 26 Liga Italia, Senin (3/3/2014) dinihari WIB, Juve lebih banyak mendapat tekanan dari tim tuan rumah. Milan yang tampil dalam tempo tinggi punya sejumlah peluang emas di babak pertama. Namun tak satupun yang berbuah gol.Jelang berakhirnya babak pertama, Juve mampu mencuri gol lewat sepakan Fernando Llorente. Tim tamu akhirnya memastikan kemenangan 2-0 setelah tendangan jarak jauh Carlos Tevez di babak kedua merobek jala gawang Christian Abbiati.Usai pertandingan, Clarence Seedorf menyebut bahwa Juve hanya bisa dihentikan dengan menggunakan tank. Mendapat pujian dari Seedorf, Conte meresponsnya dengan balik memuji penampilan Milan."Kami harap kami tidak pernah bertemu dengan itu! Hari ini kami bertemu separuh tank, karena Milan memainkan permainan yang luar biasa di setiap aspek, sangat antusias, menjaga tempo yang sangat tinggi di babak pertama, dan punya beberapa peluang untuk mencetak gol," ujar Conte kepada Sky Sport Italia seperti dikutip Football Italia."Kami tampil bagus untuk memaksimalkan kombinasi di lini depan. Di babak kedua, kami mengatur taktik dan sedikit kesulitan di bawah tekanan, mengendalikan situasi dan kami bisa saja menambah lebih banyak gol."Kemenangan di San Siro ini menjadi yang pertama bagi Juve sejak musim 2010/2011. Sementara bagi Conte, ini adalah kemenangan perdananya atas Milan sebagai pelatih di San Siro. Di dua musim sebelumnya, Conte bersama Juve cuma mendapat satu hasil imbang dan sekali kalah kala menghadapi Rossoneri di kandangnya."Pujian untuk Seedorf dan Milan yang ini. Jangan lupa bahwa di bawah arahan saya kami selalu punya masalah besar di San Siro, tidak pernah menang di sini sebelumnya," lanjut Conte."Sekarang, mendapat kemenangan ini ketika saya takut kami akan kehilangan poin dan justru bisa mengambil keuntungan, itu luar biasa," katanya.

'Almeria Sulitkan Barca'

Barcelona - Barcelona memang meraih kemenangan telak 4-1 atas Almeria. Kendati demikian, asisten pelatih Barca Jorge Pautasso mengakui bahwa performa Almeria sempat membuat Blaugrana kesulitan.Menjamu Almeria di Camp Nou, Senin (3/3/2014) dinihari WIB, Barca unggul dua gol lewat Alexis Sanchez dan Lionel Messi. Namun Almeria mampu memperkecil ketertinggalan jelang berakhirnya babak pertama melalui gol Alejandro Trujillo.Di babak kedua, Barca terus berupaya untuk mencari gol tambahan. Tapi upaya mereka baru membuahkan hasil di 10 menit terakhir pertandingan lewat gol tambahan dari Carles Puyol dan Xavi Hernandez.Usai pertandingan, Pautasso yang mendampingi Barca di pinggir lapangan menyusul sanksi yang dijatuhkan untuk Gerardo Martino menyebut bahwa Almeria sempat membuat timnya kesulitan. Dia juga menilai Barca masih harus memperbaiki pertahanannya dalam situasi bola mati."Di babak kedua Almeria tak mengambil risiko. Kami menunggu dan itu membuat kami frustrasi," ujar Pautasso seperti dikutip Football Espana."Kami tahu kami punya strategi baku tapi lawan kami tidak mengambil risiko apapun dan menunggu kami untuk bergerak," lanjutnya."Kami tahu kami harus terus meningkatkan strategi bertahan kami. Babak pertama sangat bagus," imbuh Pautasso.Kemenangan ini membuat Barca mendekati Real Madrid di puncak klasemen. El Barca yang duduk di posisi kedua dengan 63 poin kini cuma tertinggal satu angka dari Madrid.

Fiorentina Sesalkan Absennya Borja dan Pizarro

Florence - Fiorentina harus menelan kekalahan kala menjamu Lazio di lanjutan Liga Italia. Presiden La Viola Andrea Della Valle menyatakan absennya dua gelandang sangat memengaruhi hasil laga.Bermain di Artemio Franchi, Senin (3/3/2014) dinihari WIB, Fiorentina gagal memanfaatkan keuntungan sebagai tuan rumah dan kalah 0-1. Satu-satunya penentu laga tercebut terletak pada gol cepat Lorik Cana dan absennya dua gelandang tengah.Anak-anak asuh Vincenzo Montella memang harus berjuang tanpa kehadiran Borja Valero, yang sedang menjalani hukuman empat pertandingan karena menghina wasit. Sementara David Pizzarro tak bisa diturunkan karena akumulasi kartu kuning.Tanpa dua sosok yang biasa berperan sebagai playmaker ini, praktis Fiorentina hanya punya sedikit opsi di lini tengah untuk mendampingi Alberto Aquilani."Jadi pertandingannya berjalan begini, sesuatu tidak berjalan malam ini dan tidak mudah ketika kehilangan dua gelandang," kata Della Valle dikutip Football Italia."Pujian untuk Lazio, tapi kami bisa saja memetik hasil seri malam ini. Federico Marchetti melakukan sejumlah penyelamatan gemilang dan memperbaiki kesalahan-kesalahan Liga Europanya," lanjutnya."Para penggemar layak mendapatkan hasil lain, karena mereka bangga dengan tim ini dan kami sebenarnya ingin membayar mereka," tandas sang presiden.Kekalahan ini memang tak mengubah posisi Napoli di tangga keempat klasemen. Namun mereka melewatkan kesempatan menipiskan jarak dengan Napoli yang sebelumnya hanya bermain imbang. Napoli saat ini mengoleksi nilai 52 di tangga ketiga, unggul tujuh poin dari Mario Gomez dkk.

Milan Membayar Mahal Peluang yang Terbuang


Bermain di San Siro, Senin (3/3/2014) dinihari WIB, Milan tampil sangat meyakinkan terutama di babak pertama. Bermain dengan tempo tinggi dan terus menekan, Kaka cs berhasil membuat Juventus kerepotan dengan sangat banyak peluang berhasil dikreasikan.

Milan membuka permainan dengan serangan yang dibangun Adel Taarabt namun masih bisa dihentikan Gianluigi Buffon. Sementara kerjasama Giampaolo Pazzini dan Kaka tak lama berselang juga gagal berujung gol karena tendangan sang gelandang masih melebar.

Di tengah babak pertama Kaka kembali punya dua peluang emas. Yang pertama tendangan dia masih menyangkut di kaki Buffon dalam posisi satu lawan satu, sementara upaya rebound-nya juga gagal karena bola dihentikan Leandro Bonucci tepat digaris gawang. Pazzini juga punya dua peluang bikin gol baik melalui kepala maupun sontekannya dari jarak dekat. Semua sama: berakhir dengan kegagalan

Opta mencatat kalau Milan berhasil melepaskan 16 tembakan hanya di babak pertama. Di sisi lain Juventus 'cuma' melepaskan 6 tembakan, namun sudah unggul 1-0 lewat gol Fernando Llorente.

Gagal mempertahankan intensitas permainan, performa Milan menurun di babak kedua. Satu hal yang masih sama adalah tuan rumah terus gagal memaksimalkan kesempatan-kesempatan yang dipunya. Juventus? Mereka menambah satu gol melalui tendangan jarak jauh Carlos Tevez. Milan kalah 0-2.

"Kami punya banyak kesempatan, kami tak mampu mengubahnya menjadi gol dan kami melihat sendiri malam ini kalau itu harus dibayar mahal," sesal Clarence Seedorf di Footbal Italia.

"Inilah hasilnya, tapi saya akan katakan kalau kami punya performa yang bagus. Kami tahu kami menghadapi tim yang kuat, tapi kami berhasil memaksakan tempo permainan kami dan menghidarkan mereka dari mengeluarkan kemampuan terbaiknya," lanjut sang pelatih.Seedorf menyebut dua gol yang dibuat Juventus tercipta karena kesalahan yang dibuat pemain Milan sendiri. Terlepas dari hal itu dan skor akhir laga, dia menganggap Diavolo Rosso sudah mengalami perkembangan dalam hal performa di atas lapangan."Kedua gol itu bisa dibaca dalam berbagai sudut pandang dan kami bisa saja memblok penetrasi Lichtsteiner (sebelum mengumpan pada Llorente di gol pertama). Sementara untuk gol yang kedua jika (Urby) Emmanuelson memblok maka Tevez tak akan punya ruang (tembak) sebesar itu. Tapi, saat Anda mendapat tendangan seperti itu - dan saya sudah mendapatkannya beberapa kali sepanjang karier saya - Anda hanya bisa duduk dan menyoraki gol fantastis.""Kita sudah melihat semangat kami berkembang dalam beberapa pertandingan terakhir, mengungguli Juventus dalam hal tempo dan juga determinasi. Tentu saja Anda haru memaksimalkan peluang untuk mengendalikan permainan, tapi tim ini sudah berada di performa yang diinginkan," tegasnya.

Pellegrini: Satu Trofi Tak Cukup untuk City

London - Keberhasilan menjuarai Piala Liga Inggris diharapkan Manuel Pellegrini jadi pembuka akan datangnya banyak gelar juara lain. Satu titel juara saja disebutnya yak cukup untuk The Citizens.Seperti banyak diprediksi, City menjuarai Piala Liga Inggris setelah mengalahkan Sunderland dengan skor 3-1. Meski sempat tertinggal lebih dulu setelah Fabio Borini mencetak gol cepat di babak pertama, The Citizens berhasil membalas tiga kali di babak kedua lewat aksi Yaya Toure, Samir Nasri dan Jesus Navas.Trofi Piala Liga Inggris menjadi gelar pertama yang didapat City bersama Pellegrini, setelah pria asal Chile itu duduk di kursi manager menggantikan Roberto Mancini di awal musim ini. Pellegrini mengingatkan pemainnya untuk tidal puas dengan sukses yang baru saja didapat karena mereka punya kesempatan memenangi gelar-gelar lain."Kami adalah satu-satunya klub yang punya kesempatan untuk mencoba memenangi semua kompetisi dan itu memberi kami banyak kepercayaan diri. Kami menginginkan trofi ini, tapi saya pikir semua orang akan berpikir kalau ini saja tidak cukup. Saya tidak berpikir kalau para pemain top di klub besar, Anda akan puas dengan hanya satu trofi," sahut Pellegrini seperti dikutip dari situs resmi FIFA."Kami tahu itu akan sulit, tapi kami akan mencobanya," lanjut pria yang sempat melatih Malaga dan Real Madrid itu.Di musim ini City masih punya kesempatan meraih tiga trofi lagi. Di Premier League mereka hanya ketinggalan enam poin dari Chelsea di puncak klasemen dengan masih punya dua pertandingan sisa lebih banyak. Sementara di Piala FA Sergio Aguero akan berhadapan dengan Wigan Athletic di babak delapan besar.Satu kesempatan lain adalah di ajang Liga Champions. Kans City untuk jadi juara di kompetisi ini dianggap paling kecil karena di leg pertama mereka sudah kalah 0-2 dari Barcelona. Sementara leg kedua akan digelar di Camp Nou.

Arsenal Bidik Kemenangan atas Chelsea dan City untuk Pangkas Jarak

 London - Kekalahan dari Stoke City membuat Arsenal makin tertinggal dari rivalnya dalam perebutan gelar Liga Primer Inggris. Untuk menebus kekalahan itu, mereka membidik poin penuh atas Chelsea dan Manchester City.Arsenal takluk 0-1 ketika melawat ke Britannia Stadium, Sabtu (1/3/2014) lalu. Hasil negatif tersebut membuat posisi mereka di klasemen melorot satu tingkat.The Gunners kini duduk di peringkat ketiga dengan koleksi 59 poin dari 28 partai. Mereka ada di bawah Chelsea yang punya 63 poin dan Liverpool yang memiliki 59 poin. Posisi Arsenal akan melorot lagi kalau Manchester City, yang berada di urutan keempat tapi baru main 26 kali, memenangi dua pertandingan yang tertunda.Kalau pun turun ke posisi keempat, Arsenal optimistis bisa memangkas jarak dari rival-rivalnya. Mereka akan mencoba memanfaatkan laga-laga di bulan Maret untuk melakukan hal tersebut.Setelah bertemu Tottenham Hotspur (16 Maret), Arsenal akan bertandang ke markas Chelsea (22 Maret), kemudian menjamu City (29 Maret)."Hal baiknya adalah kami menghadapi semua tim di papan atas," ujar gelandang Arsenal, Jack Wilshere, yang dikutip Mirror."Kalau kami memenangi pertandingan-pertandingan itu, kami bisa kembali ke persaingan memperebutkan juara," lanjutnya."Kami harus berjuang sampai akhir. Segalanya bisa terjadi di liga ini, seperti yang telah Anda lihat akhir pekan ini dan pekan-pekan sebelumnya," kata Wilshere.

Gianluigi Buffon Belum Ingin Bicara Scudetto

Keunggulan 11 angka tak menjadi jaminan Juventus bakal scudetto di musim ini.


Kemenangan 2-0 atas Milan di San Siro memantapkan posisi Juventus di puncak klasemen. Perolehan poin mereka juga 11 angka lebih baik dari rival terdekat mereka Roma.

Meski tim ibu kota Italia tersebut masih mengantungi satu laga lebih banyak, Roma tetap tak memiliki kans scudetto yang lebih baik dibanding Juventus.

Menanggapi hal ini, Gianluigi Buffon tak bisa berkata lain kecuali memperingatkan rekan-rekannya untuk tetap fokus.

"Tiga angka ini sangat penting, tapi kami harus tetap sangat waspada," ujar Buffon.

"Semua belum berakhir dan Roma adalah tim yang tangguh, yang tak punya kompetisi lain untuk diikuti, yang merupakan faktor penting."

"Pada waktunya, saat bahan bakar mulai menipis, kami berharap bisa memaksimalkan keunggulan angka ini," tandasnya.

Clarence Seedorf: Hanya Tank Yang Bisa Hentikan Juventus!

Seedorf menyanjung performa Juventus yang mengehempaskan timnya di San Siro, Senin (3/3) dini hari WIB.


Milan gagal meraih hasil bagus saat menjamu Juventus di San Siro, Senin (3/3) dini hari WIB. Bermain sebagai tuan rumah, I Rossonerri malah takluk dengan skor 2-0.

Hasil itu membuat Si Nyonya Tua makin kokoh di puncak klasemen Serie A dengan koleksi 69 poin, unggul 11 poin dari AS Roma di tangga kedua. Sementara Milan justru turun ke peringkat sepuluh, lewat 35 poin.

Pelatih tuan rumah, Clarence Seedorf, lantas menyampaikan kekagumannya pada tim asuhan Antonio Conte. Ia menyebut Juve hanya bisa dihentikan oleh tank!

“Siapa yang bisa menghentikan Juventus? Sebuah tank! Sanjungan harus selalu dilempar pada tim yang telah menunjukkan kekuatannya sepanjang musim ini. Carlos Tevez membuat perbedaan dengan dua momen yang diciptakan dan ia menunjukkan kelasnya sebagai pemain kelas dunia,” sanjung Seedorf lewat Sky Sports.

“Tapi kami juga memiliki banyak pemain bertalenta, seperti Kaka yang dapat memberi perbedaan layaknya Tevez. Saya pikir, hal yang bisa memberi perbedaan adalah kepercayaan diri dan struktrur yang sudah terbentuk.

Juventus sudah sangat memahami bagaimana menghadapi momen sulit setelah menjuarai Serie A dua musim berturut-turut, yang mana kami tidak memilikinya,” tandas pria Belanda tersebut.

Dikalahkan Stoke City, Arsene Wenger Mulai Gelisah

Aresene Wenger mulai harap-harap cemas dengan asa juara Arsenal menyusul tumbang dari Stoke City.


Bos Arsenal Arsene Wenger menilai kekalahan 1-0 dari Stoke City Sabtu lalu merupakan sebuah "kemunduran besar" dalam perburuan juara Liga Primer Inggris musim ini.

Penalti dari Jonathan Walters memperpanjang rentetan negatif Arsenal di Britannia Stadium dan sementara asa juara mereka sedikit menemui aral.

Wenger yakin kekalahan ini menjadi kerugian besar bagi pasukannya karena mereka terpeleset menjauh di belakang sang pemimpin klasemen, Chelsea.

"Kekhawatiran ini tidak sedikit. Ini adalah kekhawatiran besar bagi kami kalah di pertandingan seperti itu. Ini sungguh kemunduran besar, tentu saja," tukas pria Prancis tersebut kepada reporter selepas laga.

"Untuk memenangkan gelar juara, ketika Anda yakin untuk mewujudkannya, Anda harus mewujudkan, sesederhana itu," tandasnya.

The Gunnerssaat ini duduk di peringkat ketiga klasemen, empat poin dikangkangi Chelsea.