Pencarian Data

Sunday, March 30, 2014

Kepala Pepe Diinjak Oleh Serqio Busquets?

Menurut penilaian Sergio busquets jika ia benar-benar menginjak kepala Pepe maka akan terdapat bekas di kepalanya.

========================================================================


Saat Pepe tergeletak di depan gawang Madrid setelah bertikai dengan Cesc. Fabregas, kaki Sergio itu kelihatan mengenai kepalanya Pepe. Akan tetapi Busquets membantah klaim tersebut. Dia membantah bahwa dirinya telah menginjak kepala Pepe saat pertandingan El Clasico akhir pekan kemarin.

“Tidak ada yang terjadi dengan Pepe.” Ujar Sergio Busquets.

“Saya sama sekali tidak menyentuhnya. Itu tidak masuk akal karena jika saya menginjak kepalanya, maka kepalanya akan memiliki bekas yang sangat jelas. Dan itu dapat dijadikan bukti. Hal tersebut hanya dilebih-lebihkan oleh media massa. Mereka dapat menunjukkan hal-hal yang kurang terhormat seperti ini dikarenakan kami tinggal di Negara yang dapat membuat mereka menunjukkan hal-hal tersebut.

“Biarkanlah mereka mengatakan apa yang mereka inginkan.”

Rafael Benitez Terlihat Bahagia Setelah Mengalahkan Juventus

Saat Napoli berhasil mengalahkan Juventus, Rafael Benitez terlihat sangat bahagia sekali.

========================================================================


Napoli berhasil meraih kemenangan dari Juventus di San Paolo dengan skor 2-0, dalam lanjutan Liga Italia Serie A giornata 31, Senin (31/3) dini hari WIB.

Pelatih Napoli, Rafael Bernitez terlihat sangat senang dengan hasil akhir mereka. Kebahagiaan Benitez terlihat dari komentarnya setelah pertandingan. Meski begitu mantan pelatih Liverpool itu masih tetap memuji kemampuan lawannya.

“Hasil yang sempurna ? Anda tidak dapat berkata seperti itu. Saya hanya dapat mengatakan bahwa jika tim ini melawan Juve dan terus berkembang maka kami akan menjadi 2 kali lipat lebih kuat.” Ucap Benitez kepada Sky Sports.

“ Berbeda sebanyak 17 poin dengan Juve? Saat Anda bermain di sebuah turnamen yang panjang hal itu kerap terjadi. Apalagi musim ini Juve sangat luar biasa. Mereka bahkan dapat memecahkan rekor kejuaraan.” Tandasnya


Ambisi Real Sociedad untuk mengejar zona Liga Champions menemui kendala di markas Osasuna.

Real Sociedad gagal meraih hasil positif di markas Osasuna, Minggu (30/3), setelah hanya sanggup bermain imbang 1-1. Hasil ini menghambat laju La Real ke zona Liga Champions. Pasukan Jagoba Arrasate kini masih duduk di urutan kelima, namun masih terpaut enam poin dari Athletic Bilbao di urutan keempat.

Dalam laga yang dilangsungkan di Estadio El Sadar itu, tim tamu unggul cepat di menit ketujuh ketika Gonzalo Castro sukses menuntaskan umpan Carlos Vela. 1-0 dan Sociedad unggul cepat. Namun, Osasuna -- yang masih tersungkur di posisi ketiga dari bawah -- tentu juga punya hasrat agar mereka mampu menghindarkan diri dari zona degradasi. 

Sepanjang laga, Osasuna mampu menguasai laga dan menggempur pertahanan tim tamu. Tak heran laga berjalan sengit dan justru mengarah ke kasar, terlihat dengan total sepuluh kartu kuning yang dikeluarkan wasit di laga ini. Tetap saja, laga ini berjalan seru. Seperti saat sundulan Oriol Riera yang mengenai tiang gawang di menit 25 sebelum giliran Sociedad mengalami hal serupa di awal babak kedua lewat sepakan jarak jauh Inigo Martinez. 

Kesabaran Osasuna akhirnya terbayar lunas di menit 59 setelah Oriol Riera sukses menanduk umpan tendangan bebas Roberto Torres. Hingga laga berakhir, kedudukan imbang 1-1 ini tak berubah dan kedua tim harus puas membawa pulang satu poin. 

Sergio Busquets menilai akan ada bekas di kepala Pepe apabila ia benar-benar menginjak pemain Real Madrid tersebut.

Gelandang Barcelona Sergio Busquets membantah bahwa dirinya telah menginjak kepala bek Real Madrid, Pepe, saat pertandingan El Clasico akhir pekan kemarin.

Seperti yang diketahui, kaki pemain asal Spanyol itu tampak mengenai kepala Pepe saat sang pemain tergeletak di depan gawang Madrid usai bertikai dengan Cesc Fabregas, namun Busquets membantah klaim tersebut.

"Tidak ada yang terjadi dengan Pepe," ujar pemain berusia 25 tahun tersebut.

"Saya tidak menyentuh dia. Itu tidak masuk akal. Jika saya menginjak dia di kepala, maka dia akan memiliki bekas yang sangat jelas. Itu hal yang dilebih-lebihkan oleh media. Tetapi kami tinggal di negara di mana mereka bisa menunjukkan hal yang kurang terhormat seperti ini.

"Biarlah orang semua orang mengatakan apa yang mereka inginkan."

Brendan Rodgers menegaskan Liverpool akan langsung fokus untuk menghadapi West Ham di pertandingan berikutnya.




Pelatih Liverpool Brendan Rodgers memuji anak asuhnya yang berhasil meraih kemenangan telak dengan skor 4-0 atas Tottenham Hotspur di Anfield.

Seperti yang diketahui, hasil itu membuat The Reds menjadi pemuncak klasemen sementara Liga Primer Inggris, menggusur Chelsea yang kini terpaut dua angka dari Liverpool.

"Untuk tampil seperti yang kami lakukan sejak menit pertama adalah luar biasa. Kami sangat percaya diri dengan bagaimana kami bermain. Tottenham memiliki beberapa pemain luar biasa dan saya harap Tim Sherwood memiliki waktu untuk menerapkan pemikirannya," ujar Rodgers.

"Kami telah memenangkan delapan pertandingan secara beruntun dan kami akan menikmatinya. Ini hanya tentang kembali bekerja pekan depan dan kami memiliki laga sulit melawan West Ham berikutnya.

"Mimpi itu untuk suporter kami, mereka ingin meraih gelar juara. Sudah cukup lama tetapi itu bukan yang saya pikirkan. Kami hanya perlu mempersiapkan diri dan bermain baik, jika kami melakukannya, kami akan memenangkan pertandingan."

'Madrid Akan Berjuang Sampai Akhir untuk Gelar Juara La Liga'

 Madrid - Real Madrid mampu bangkit usai menelan dua kekalahan beruntun. Soal persaingan untuk meraih gelar juara Liga Spanyol, Los Blancos bakal berjuang sampai laga terakhir.Saat berhadapan dengan Barcelona dan juga Sevilla, Madrid harus menerima kekalahan. Tapi, tim besutan Carlo Ancelotti itu mampu melakukan respons dengan baik dengan memetik kemenangan lima gol tanpa balas saat menjamu Rayo Vallecano di Santiago Bernabeu, Minggu (30/3/2014) dinihari WIB.Dengan kemenangan itu, Madrid mampu menjaga selisih poin di klasemen dari Atletico Madrid dan Barca, dua tim yang ada di atas mereka. El Real yang mengumpulkan 73 poin berjarak tiga poin dari Los Colchoneros yang ada di posisi puncak, dan berselisih dua poin dari Los Cules yang menempati posisi runner-up.Soal kans untuk memenangi juara La Liga, Alvaro Morata menyebutkan bahwa Madrid bakal berjuang sampai akhir. Apalagi, Barca dan Atletico bakal saling mengalahkan pada laga terakhir Liga Spanyol musim 2013/2014."Kami senang dengan kemenangan ini dan sekarang kami memikirkan laga berikutnya. Kami tak akan menyerah. Kami tahu bahwa jika kami ingin memenangi liga, kami harus memenangi semua laga sisa," kata Morata di situs resmi Madrid."Kami telah melakukan pembicaraan di antara para pemain dan selama masih ada kesempatan untuk terus berjuang, maka Real Madrid akan memanfaatkannya.""Kami mempunyai tim yang luar biasa dan kami semua ada di arah yang sama untuk mencoba dan menang," imbuhnya.

Yang Membumi dan Yang Sedang Terbang Tinggi

Melihat Tottenham Hotspur, saya akan selalu ingat sebuah kutipan: "Tottenham adalah cerminan tim paling membumi. Kadang ada di atas, kadang ada di bawah."Ucapan tersebut keluar dari mulut Jonny Buckland. Dia bukan seorang filsuf sepakbola seperti Johan Cruyff, bukan pula seorang jenius dan seniman sepakbola seperti halnya Cruyff. Buckland hanyalah pemain gitar yang biasa mentas bersama sebuah band bernama Coldplay.Buckland menjabarkan alasan mengapa dia memilih untuk mendukung Tottenham. Biasanya, seorang pendukung akan kesulitan untuk menjelaskan alasan mengapa dia mendukung atau menyukai klub tersebut. "Ya, memang suka saja.." jadi jawaban yang lazim. Rasa cinta kadang memang sulit dijelaskan.Hal yang lebih konkret jika seseorang memilih mendukung sebuah klub karena kedekatan kultur ataupun berasal dari tempat yang sama dengan klub tersebut.Buckland, yang lahir dan besar di Islington --sekitar 8 kilometer dari Tottenham--, merasa punya kedekatan secara kultural dengan Tottenham. Namun, dasar seniman, dia memilih untuk menggambarkan rasa cinta itu seperti sebuah lukisan."Buat saya seperti itulah gambaran hidup; kadang di atas, kadang di bawah," katanya.Ah, seperti itulah Tottenham rupanya...==== Datanglah ke Anfield suatu waktu, Anda akan menemukan stadion itu punya aroma intim yang begitu menyengat. Stadionnya tidak terlalu besar, apalagi area di sekitarnya. Jarak antara pagar Anfield dengan tembok tribun paling hanya beberapa langkah saja.Di sekitar Anfield banyak terdapat toko-toko dan rumah penduduk. Inilah yang kemudian membuat Liverpool pikir-pikir panjang kalau ingin memperbesar kapasitas stadion. Mau tidak mau, mereka harus membabat kawasan rumah penduduk.Kedekatan dengan masyarakat sekitarnya inilah yang membuat Liverpool terasa seperti klub milik orang-orang --atau bahasa lainnya "The People's Club--, sama seperti klaim Everton yang dipajang besar-besar di depan tembok Goodison Park, tidak jauh dari Anfield.Liverpool dan loyalitas adalah sebuah pelajaran yang bisa dipetik oleh pendukung klub mana pun. Bahkan seorang Johan Cruyff pun mengakui bahwa tidak pernah merasakan atmosfer seintens dan sedramatis Anfield, terutama tribun The Kop-nya.Tidak peduli klub sedang di atas atau di bawah, para pendukung itu akan tetap bernyanyi memberikan dukungan, dan hal inilah yang kita kenal dalam-dalam sebagai identitas dari Liverpool.Rasanya sungguh unik melihat penjabaran Buckland akan Tottenham dan loyalitas suporter Liverpool terhadap klubnya. Ada kemiripan saling berpotongan di sana. Seolah-olah, mereka punya keterlapangan yang begitu besar akan sebuah rasa sakit. Berada di atas itu biasa, tapi terjatuh sembari tersenyum itu luar biasa.Lihatlah Liverpool. Bagaimana dalam lebih dari dua dekade terakhir ini mereka harus menyaksikan rival terberat mereka, Manchester United, menguasai panggung Liga Inggris. Lihat juga Tottenham, yang sudah terbiasa dikangkangi Arsenal berkali-kali.Kenyarisan adalah sesuatu yang biasa untuk keduanya. Liverpool pernah merasakan tidak enaknya nyaris jadi juara, sementara Tottenham hampir selalu merasakan kenyarisan untuk duduk di atas badan Arsenal.Tentu, keduanya tidak pasrah atau nrimo begitu saja. Liverpool menjalani tahun-tahun menyesakkan di mana mereka harus mengalami pergantian manajer dan keluar-masuknya pemain. Begitu juga Tottenham. Belakangan, The Lilywhites bahkan berani belanja besar hanya untuk sekadar finis di urutan empat besar. Setelah bermusim-musim hanya jadi penantang, musim ini Tottenham berani pasang target untuk jadi juara. Hasilnya? Mereka mendapatkan pukulan telak. Sederet hasil buruk membuat Tottenham, mau tidak mau, memecat Andre Villas-Boas. Penggantinya adalah Tim Sherwood, pria yang pernah dilatih legenda hidup Liverpool Kenny Dalglish dan eks kapten Tottenham.Di mata banyak pemain Tottenham, Sherwood bukanlah orang yang suka basa-basi. Dia berbeda dengan Villas-Boas. Sherwood adalah tipikal seorang trainer yang biasa melatih langsung anak-anak buahnya. Jika Villas-Boas membuat Tottenham menjadi lebih rumit, Sherwood justru menyederhanakannya.Brendan Rodgers juga tidak berbeda. Dia belakangan dipuji skill kepelatihannya lantaran bisa memoles beberapa pemain, seperti misalnya Jordan Henderson, dari kelihatan biasa-biasa saja menjadi luar biasa. Kebalikannya, Rodgers tidak membuat Liverpool menjadi lebih sederhana. Dia mengubah Liverpool yang sempat bermain tanpa pola menjadi lebih kompleks saat ini.Perbedaan lainnya, kala Tottenham berani bermimpi untuk jadi juara, Rodgers dan Liverpool memilih untuk menjalani musim lebih sederhana. Mereka hanya menargetkan untuk finis di empat besar pada akhir musim. Tapi, lihat keadaannya sekarang. Liverpool punya peluang jadi juara lebih besar ketimbang Tottenham.Tapi, keberuntungan selalu datang untuk mereka yang bekerja keras. Hasil luar biasa juga kadang menghampiri mereka yang berani bermimpi. Tottenham sudah berani bermimpi, sementara para pendukung Liverpool belakangan baru mulai berani bermimpi. Mengapa tidak? Bukankah terang-terang kesempatan untuk jadi juara itu terbuka lebar. Bukankah terang-terang mereka saat ini sedang terbang tinggi?====Mungkin, semesta juga mendukung mereka yang percaya. Ketika Chelsea menelan kekalahan di kandang Crystal Palace dan Manchester City bermain imbang dengan Arsenal, para pendukung Liverpool punya segala hak untuk tersenyum.Mungkinkah ini saatnya buat mereka? Bisa jadi, ya. Meskipun senyum semesta entah ditujukan buat siapa.Hasil imbang yang diraih Arsenal juga membuat Tottenham tersenyum. Mereka boleh berharap rival berat mereka itu terpeleset beberapa kali lagi. Sebab, bukankah itu yang diimpi-impikan mereka selama ini, duduk di atas Arsenal?Ah, tapi.. Biarlah ditunggu saja senyuman semesta itu sebenarnya buat siapa.Rossi Finza Noor*

Liga Champions - Ancelotti Ingin Dukungan Penuh Suporter untuk Menangi La Decima

 Madrid - Real Madrid berhasrat untuk memenangi trofi ke-10 di Liga Champions pada musim ini. Pelatih El Real Carlo Ancelotti pun meminta dukungan para Madridista agar bisa mewujudkan ambisi itu.Di Liga Champions musim ini, Madrid sudah menjejak di babak perempatfinal. Mereka akan berhadapan dengan wakil Jerman Borussia Dortmund.Laga leg I babak delapan besar melawan Die Borussen akan berlangsung di Santiago Bernabeu, Kamis (3/4/2014) dinihari WIB. Lima hari berselang, Madrid akan gantian melawat ke Signal Iduna Park.Saat empat kali berhadapan dengan Dortmund di musim lalu, Madrid cuma sekali memetik kemenangan. Sisanya, dua kali kalah dan sekali memetik hasil imbang.Menatap pertandingan yang di kandang di leg pertama babak delapan besar, Ancelotti pun ingin mendapatkan dukungan penuh para suporter agar bisa lebih dekat ke target La Decima."Di hari Rabu, kami akan mempunyai atmosfer yang luar biasa di Bernabeu karena semua orang memimpikan Decima dan mereka tahu bahwa kami bisa memenanginya andai semua orang berada di belakang tim," kata Ancelotti di situs resmi Madrid."Bersama-sama kami bisa menggapai mimpi itu," tegas Italiano itu.