Pencarian Data

Thursday, March 13, 2014

Balotelli Tak Akan Pernah Jadi Pemain Kelas Dunia

Milan - Mario Balotelli kerap disebut-sebut sebagai calon bintang AC Milan sekaligus timnas Italia. Tapi ada eks pemain kedua tim itu yang menilai Balotelli bukan bintang seperti yang orang-orang bilang.Sejak memainkan debutnya bersama Inter Milan di Serie, Balotelli memang kerap jadi pembicaran banyak orang tapi lebih karena tindak-tanduknya di luar lapangan dan perselisihannya dengan Roberto Mancini serta Jose Mourinho.Bahkan ia juga sempat bersitegang dengan suporter Inter karena membantin jersey tim asal Mode itu. Pada 2011 Balotelli pergi ke Manchester CIty dan kondisnya tak berbeda jauh.Meski mampu mengantar City jadi juara di musim kedua penuhnya tapi tetap Balotelli sepertinya sulit untuk berubah. Ia masih saja terus membuat masalah hingga berseteru dengan Mancini selaku manajer.MIlan jadi persinggahan pemain 23 tahun itu. Setelah debut mengagumkan di enam bulan pertamanya, penampilan Balotelli relatif naik-turun termasuk saat melawan Atletico Madrid kemarin.Butuh kemenangan untuk lolos, Milan kalah 1-4 dan Balotelli mendapat kritik keras karena tak mampu berkontribusi apapun.Hal ini kemudian membuat Alessandro Costacura, yang lama malang melintang sebagai pemain Milan dan Italia, menilai bahwa Balotelli tak akan pernah bisa menjadi bintang besar dengan sifatnya seperti sekarang."Balotelli bisa jadi pemain yang diandalkan Rossoneri, tapi hanya selama dia tidak merugikan tim," ujar mantan pemain Milan dan timnas Italia, Alessandro Costacurta, seperti dikutip Football Italia."Dia bukan bintang dan dalam pandanganku dia tidak akan pernah jadi pemain kelas dunia," sambung pemain yang akrab disapa Billy itu.

Juve Sudah Berpikir Memetik Kemenangan Seperti di Laga Serie A

Turin - Juventus cuma memetik hasil seri saat menjamu Fiorentina di laga leg I babak 16 besar Liga Europa. Saat sudah unggul, Bianconeri sudah membayangkan menuai kemenangan seperti akhir pekan lalu.Saat menjamu Fiorentina di Juventus Stadium, Jumat (14/3/2014) dinihari WIB, Juve memetik hasil imbang 1-1. Sempat unggul cepat berkat gol Arturo Vidal di menit ketiga, kemenangan The Old Lady buyar usai Mario Gomez melesakkan gol buat La Viola.Kiper Juve Gianluigi Buffon mengungkapkan bahwa dirinya berpikir bahwa tim yang dibelanya bakal menuai kemenangan seperti saat menjamu Fiorentina di Serie A akhir pekan lalu.Kala itu, gol tunggal Kwadwo Asamoah menjadi penentu kemenangan Juve atas Fiorentina dengan skor akhir 1-0."Mungkin kami berpikir bahwa mempertimbangkan beberapa laga terakhir, kami bisa mengontrol babak kedua, jadi kami bisa melakukannya lagi," kata Buffon di Sky Sports Italia."Memang benar bawa hal itu tak bisa terus berjalan baik, karena kami berhadapan dengan tim dengan individu yang kuat yang bisa melukai Anda kapan saja dan menemukan momen untuk mengubah pertandingan.""Gol itu merupakan salah satu yang bisa terjadi dari pergerakan-pergerakan itu. Terutama karena Gomes merupakan seorang pemenang. Tentunya ada penyesalan karena kami berpikir bisa memetik kemenangan kandang yang sama dengan apa yang kami lakukan di Serie A pada hari Minggu," imbuhnya.

Conte Nilai Juve Cuma Tidak Beruntung

Turin - Meski hanya berimbang dengan Fiorentina, pelatih Juventus Antonio Conte menilai timnya tampil lebih baik daripada saat mengatasi lawan yang sama sebelumnya. Menurutnya, Juve cuma tidak beruntung.Juve hanya mampu bermain imbang 1-1 kala menjamu Fiorentina, dalam laga leg I babak 16 besar Liga Europa di Juventus Stadium, Jumat (14/3/2014) dinihari WIB tadi. Padahal baru akhir pekan kemarin Bianconeri menang 1-0 atas La Viola di Liga Italia.Membandingkan kedua pertandingan tersebut, Conte menyebut performa pada dinihari tadi lebih baik.Whoscored mencatat meski didominasi oleh Fiorentina dengan perbandingan penguasaan 40%-60%, tapi Arturo Vidal dkk. tampil lebih efisien. Total 13 tembakan dilepaskan dengan enam mengarah ke sasaran dan satu membentur tiang. Sedangkan tim tamu punya 15 upaya, tapi cuma empat yang on target."Sejujurnya, saya lebih suka performa kali ini ketimbang hari Minggu. Tentu saja ketika Anda kebobolan sebuah gol itu sulit untuk dibenarkan, tapi saya pikir tim ini menciptakan lebih banyak peluang juga digagalkan tiang dan mungkin mengekspresikan sepakbola yang lebih baik daripada hari Minggu," kata Conte di Football Italia."Ketika Anda kebobolan satu gol selalu ada situasi untuk dianalisis dan koreksi-koreksi yang bisa ditemukan. Kami kehilangan bola di lapangan tengah dan umpan terobosan (assist Ilicic) tersebut membuat kami terkejut, lalu Gomez mengontrol bola sangat baik dan menaklukkan Buffon saat dia keluar sarang," tambahnya.Dengan hasil ini, Juve menatap partai leg II dengan posisi tertekan meski pintu kelolosan masih sangat terbuka. Di Artemio Franchi pekan depan, Conte jelas berharap timnya sedikit lebih beruntung ketimbang malam ini."Saya selalu optimistis (soal kelolosan). Ini adalah laga sepakbola, kami bermain untuk menang dan kami sudah banyak memenangi laga, tapi adil saja untuk imbang melawan Fiorentina karena mereka tim yang tangguh," lanjut pelatih 44 tahun ini."Saya merasa kami sedikit kurang beruntung malam ini karena kami bisa saja mencetak gol lebih banyak," demikian dia.

Van Persie Tegaskan Dirinya Bahagia di MU

Manchester - Robin van Persie menegaskan dirinya bahagia bisa bermain untuk Manchester United sekaligus membantah isu tak harmonisnya ia dengan David Moyes.Setelah tampil gemilang di musim lalu saat membawa MU jadi juara Premier League dan jadi topskorer untuk kedua kali beruntun, Van Persie cenderung menurun musim ini.Meski mapu mencetak 14 gol dari 23 laga untuk MU tapi tetap Van Persie mendapat sorotan tajam. Cedera dan inkonsistensi penampilan tim jadi penyebabnya.Tak ayal masa depan Van Persie mulai dispekulasikan dan disebut kondisi fisik pemain asal Belanda itu mulai diragukan bakal terus berada di level teratas, seiring mulai seringnya eks pemain Arsenal itu cedera.Selain itu pula Van Persie diberitakan memiliki masalah dengan Moyes, seperti di awal musim saat pemain 30 tahun itu mengkritik metode pelatihan manajer asal Skotlandia.Tapi kemudian hal itu dibantah keras oleh Van Persie yang menegaskan ia bahagia untuk terus berkostum 'Setan Merah'."Aku tak peduli apakah performaku di lapangan terganggu dan orang-orang mengkritik penampilanku di lapangna," ujar Van Persie di Sky Sports."Mereka bisa saja membicarakanku selama sehari-hari dan aku tak peduli. Dan dari banyak pendapat itu, sebenarnya sih kritik. Jadi aku tidak masalah dengan itu," sambungnya."Yang harus kuperhatikan dari masalah ini adalah ketika orang-orang mulai membicarakanku, membuat asumsi, atau penilaian sesuka mereka. Terakhir kali aku cek, aku masih bisa bersabar, jadi aku adalah satu-satunya orang yang tahu apa aku rasakan dan bukan yang orang-orang atau aku baca.""Kebenarannya adalah aku sangat bahagia di klub ini. Aku punya kontrak empat tahun dan aku bahkan ingin bertahan lebih lama, lebih dari sisa dua tahun masa kontrakku. Inilah perasaanku, meski tidak seperti yang digambarkan di media," tegas Van Persie.

Montella Puas dengan Penampilan Dominan Fiorentina

Turin - Pelatih Fiorentina Vincenzo Montella puas dengan penampilan dominan timnya kala menahan imbang Juventus dinihari tadi. Meski kini dalam posisi bagus, dia menolak menganggap La Viola favorit lolos.Fiorentina sukses menahan imbang Juve 1-1 di Juventus Stadium, Jumat (14/3/2014) dinihari WIB tadi dalam laga leg I babak 16 besar Liga Europa. Pada laga ini, anak-anak Florence tampil mendominasi dengan penguasaan bola 60% berbanding 40% milik tuan rumah."Kami harus menguasai bola, kalau tidak kami akan kesulitan. Melawan Juve hal itu jadi lebih penting karena mereka tim yang lebih kuat dan tangguh secara fisik. Jadi kami harus bermain antar lini," kata Montella kepada Sky Sport Italia dikutip Football Italia."Ada tanda positif meskipun startnya sulit, karena mereka memaksa fullback kami mundur. Saya mungkin lebih menyukai babak pertama daripada babak kedua, karena Fiorentina selalu menguasai dan hampir seluruh peluang Juve tercipta dari bola mati," lanjutnya."Kami selalu mencoba untuk mengambil inisiatif dan saya melihat tim saya menikmati sepakbola dengan menguasai permainan," tambah pelatih 39 tahun ini.Hasil 1-1 membuat Fiorentina di atas angin untuk leg II pekan depan. Mario Gomez dkk. keuntungan gol tandang dan akan bermain di hadapan pendukung sendiri. Tapi Montella tak setuju jika timnya disebut favorit lolos."Kami sama sekali bukan favorit. Fiorentina telah mencetak gol secara reguler sejak dua tahun terakhir, jadi paling-paling kami punya sedikit keuntungan," tandas mantan pemain AS Roma ini.

Jelang MU vs Liverpool - 'Setan Merah', yang Pertama dari 10 'Final' The Reds

Liverpool - Liverpool tengah mengincar posisi tertinggi di akhir musim demi lolos ke Liga Champions atau kalau mungkin trofi Premier League. Manchester United akan jadi "final" pertama Si Merah demi mewujudkan misinya.Liverpool saat ini ada di posisi kedua klasemen dengan 59 poin dan liga menyisakan 9-10 pekan lagi untuk berebut poin maksimal demi memenuhi ambisi masing-masing tim.Liverpool saat ini dalam posisi yang bagus untuk melancarkan jalan mereka ke Liga Champions musim depan. Tak cuma itu, tim asuhan Brendan Rodgers itu pun berpeluang besar juga bersaing memperebutkan titel juara bersama Chelsea, Arsenal, dan Manchester City.Kebetulan di 10 laga sisa Liverpool, Chelsea dan City masih akan dihadapi di Anfield plus juga Tottenham Hotspur yang juga mengincar posisi empat besar. Hanya MU lawan besar yang dihadapi di luar kandang.Laga yang disebut terakhir akan tersaji di Old Trafford, Minggu (16/3) malam WIB besok. Tiga poin adalah harga mati demi eksistensi Liverpool di papan atas sekaligus memompa mental para pemainnya."Jalan kami masih panjang. Saya tak ingin mengatakan bahwa kami favorit untuk juara Premier League - ada tim-tim lain di atas kami yang bisa memenanginya," ujar penyerang The Anfield Gank Daniel Sturridge."Kami akan melakukan sebaik mungkin di setiap laga untuk bekerja sebagai tim dan mendapatkan poin maksimal. Kami tidak memperdulikan soal memenangi liga, kami lebih khawatir pada setiap laga yang akan kami hadapi," sambungnya seperti dilansir Sky Sports."Ada banyak laga penting di depan kami - kami tandang ke Manchester United dan lalu kami melawan Chelsea, Manchester City, dan Tottenham di kandang.""Tapi kita tak boleh lupakan enam laga lainnya yang juga sama sulitnya. Setiap laga bak final kompetisi untuk kami dan kami tak sabar untuk melakoninya," tuntasnya.

Wayne Rooney Terkesan Dengan Lini Depan Liverpool


Bintang Manchester United Wayne Rooney mengakui dirinya merasa terkesan dengan performa lini depan Liverpool musim ini.

Seperti yang diketahui, The Reds tampil sangat impresif musim ini, di mana saat ini mereka menjadi salah satu tim pesaing juara Liga Primer Inggris. Dan Rooney secara khusus memuji lini depan Liverpool yang tampil ganas musim ini.

"Liverpool telah bermain brilian musim ini dan mungkin kualitas serangan mereka yang paling membuat saya terkesan," ujar Rooney kepada GiveMeSport.

"Luis Suarez dan Daniel Sturridge adalah top skor Liga Primer dan mereka menciptakan kerja sama yang luar biasa, tetapi mereka juga memiliki banyak pemain lain yang dalam performa bagus seperti Raheem Sterling, Jordan Henderson dan Steven Gerrard.

"Mereka berbahaya dalam serangan balik musim ini jadi itu adalah salah satu hal yang harus kami persiapkan dan kami harus rapat di lini belakang. Tidak diragukan lagi, ini akan menjadi salah satu rivalitas terbesar dalam sepakbola. Mereka adalah dua klub besar yang bersaing satu sama lain selama bertahun-tahun dan keduanya sangat sukses."

Skuat asuhan Brendan Rodgers akan berkunjung ke Old Trafford
 pada akhir pekan ini.

Mario Gomez Girang Kembali Cetak Gol


Secara mengejutkan Fiorentina berhasil menahan imbang Juventus 1-1 di J Stadium, dalam leg pertama babak 16 besar Liga Europa, Jumat (14/3) dini hari WIB.

Bintang dalam laga itu adalah striker tim tamu yang menyamakan keadaan, Mario Gomez. Ya, gol melawan Juve dini hari tadi adalah yang pertama sejak dirinya pulih dari cedera panjang, atau yang pertama setelah 193 hari absen menjebol gawang. Perasaan bahagia lantas dicurahkan mantan penyerang Bayern Munich tersebut.

"Sungguh pertandingan yang berat. Akan selalu sulit menang di Turin karena Juve adalah tim yang selalu ingin maju menggebrak. Saya senang dengan hasil ini. Fiorentina tak akan pernah menyerah," ujar Gomez, seperti dikutip Goal Italia.

"Saya senang bisa menjadi pahlawan untuk klub ini. Setelah absen selama lima hingga enam bulan. tak mudah untuk kembali ke permainan terbaik dan mencetak gol lagi.

"Saya pikir gol ini bakal sangat membantu saya untuk kembali dalam bentuk terbaik. Gol itu sungguh sangat penting saat ini," tandasnya bahagia.

Edinson Cavani Tepis Kabar Hengkang

Cavani menyatakan meninggalkan Paris St Germain tak masuk dalam pertimbangannya saat ini.


Edinson Cavani menepis kabar dirinya akan meninggalkan Paris St Germain dalam waktu dekat. Ditegaskannya, dirinya masih betah berada di timnya itu.

Manchester United disebut-sebut menjadi klub yang tertarik menggaetnya di musim panas mendatang.

Cavani menepis kabar tersebut dan menyatakan dirinya bahagia di timnya sekarang ini.

"Saya sendiri tak tahu mengapa ada yang menyatakan saya tak senang berada di Paris, tapi itu hal yang tidak benar," kata Cavani, Jumat (14/3).

"Saya merasa bahagia berada di Paris dan PSG," tandasnya.

Andrea Pirlo: Tak Pernah Ada Perselisihan Dengan Antonio Conte

Pirlo menyatakan tak memiliki perselisihan dengan siapa pun, termasuk Conte yang jadi pelatihnya di Juventus.


Andrea Pirlo menepis kabar dirinya telah berselisih dengan Antonio Conte, pelatih Juventus.

Hal itu diungkapkannya setelah memastikan akan menandatangani kontrak baru bersama Juventus.

"Mengapa juga ada perselisihan di antara kami," kata Pirlo, Jumat (14/3).

"Kebanyakan kabar itu datang dari media, yang mengatakan kami bersitegang satu sama lain. Padahal saya dan pelatih menjalani hubungan dengan baik."

"Tentunya kami berdebat mengenai sejumlah hal. Saya tak pernah melihat pemain senang ketika harus meninggalkan lapangan atau duduk di bangku cadangan dengan tersenyum."

"Perbedaan pendapat di antara kami adalah hal yang bisa dilupakan dengan cepat dan semuanya bisa cepat selesainya. Conte adalah pelatih terbaik yang pernah saya miliki," tandasnya.

Asmir Begovic Bantah Rumor Real Madrid

Begovic, kiper Stoke City, dikabarkan masuk dalam daftar buruan Real Madrid.


Kiper Stoke City Asmir Begovic dikabarkan media Spanyol menjadi buruan Real Madrid di musim panas.

Kontraknya yang akan berakhir di penghujung musim menjadi salah satu alasan Real Madrid berencana merekrutnya, setidaknya begitu menurut media Spanyol.

Pelatih Carlo Ancelotti juga sempat dua kali tertarik memboyongnya saat masih di Chelsea.

Begovic sendiri mengaku senang dengan ketertarikan Real Madrid itu. Namun sejauh ini dirinya tak melihat sesuatu yang kongkret.

"Saya bangga mendengar kabar tersebut, tapi itu hanya rumor. Tak ada hal yang resmi atau kontak dengan siapa pun dari Madrid," kata Begovic, Jumat (14/3).

"Sungguh luar biasa, brilian bisa dihubungkan dengan klub seperti itu, salah satu klub terbesar di dunia."

"Saya bahagia di Stoke dan saya memiliki posisi yang hebat di sini. Saya akan fokus pada klub saya. Jika kalian datang dengan bukti lebih baik dari sekadar spekulasi, saya akan memberikan jawaban yang lebih spesifik di masa mendatang," tandasnya.

Imbang, Gianluigi Buffon Tak Cari Alasan

Memetik hasil negatif di leg pertama Liga Europa menghadapi Fiorentina, Buffon ogah cari alasan.


Secara mengejutkan Fiorentina berhasil menahan imbang Juventus 1-1 di J Stadium, dalam leg pertama babak 16 besar Liga Europa, Jumat (14/3) dini hari WIB.

Hasil negatif memang, namun kapten Si Nyonya Tua, Gianluigi Buffon, tak mau cari alasan. Ia lebih melihat kualitas yang ditampilkan tim tamu. Kini dirinya menatap leg kedua dengan penuh kayakinan.

"Saya tidak berpikir penurunan kondisi fisik jadi penyebab. Kami mencoba begitu keras di laga ini dan biasanya berjalan lancar. Sayangnya tidak untuk kali ini," terang Buffon, seperti dikutip Goal Italia.

"Fiorentina memiliki kualitas individu yang mumpuni. Mereka memiliki kemampuan untuk mengendalikan laga. Kesalahan defensif? Saya berpikir lebih kepada Mario Gomez yang sudah menemukan sentuhannya dan mencetak gol," tandasnya.

Laporan Pertandingan: Juventus 1-1 Fiorentina

Perlawan hebat diberikan Fiorentina untuk menahan Juventus 1-1 di Juventus Stadium, dalam babak 16 besar Liga Europa, Jumat (14/3) dini hari WIB.


Perlawan hebat diberikan Fiorentina untuk menahan Juventus 1-1 di Juventus Stadium, dalam babak 16 besar Liga Europa, Jumat (14/3) dini hari WIB.

Unggul lebih dahulu melalui gol cepat Arturo Vidal di babak pertama. Dominasi permainan Fiorentina akhirnya membuahkan hasil lewat aksi ciamik Mario Gomez di 11 menit jelang laga berakhir.

Babak Pertama

Permainan terbuka diperagakan kedua tim sejak sepakan mula dilakukan. Juventus jadi tim yang mengambil inisiatif serangan, dominasi permainan ada di kaki-kaki penggawa tuan rumah yang dikomandoi sang dirijen, Andrea Pirlo.

Setelah berhasil menciptakan kans melalui Mauricio Isla, keran gol langsung dibuka Juve pada menit ketiga. Memanfaatkan umpan lambung Claudio Marchisio, Sebastian Giovinco mengotrol bola dengan dadanya untuk diserahkan pada Arturo Vidal. Booom! Pemain timnas Cili itu langsung menyapu bola menghujam gawang Norberto Neto, 1-0 untuk Bianconeri.

Juve terus menguasai pertanidngan setelahnya. Vidal nyaris saja menambah pundi-pundi gol-nya andai sepakannya tak terlampau lemah, menyambut umpan Marchisio di mulut gawang. Nenad Tomovic dan Stefan Savic juga dibuat kelimpungan dalam laga ini.

Seperempat jam berlalu, Fiorentina bangkit dengan sengatan reaksinya. Matias Fernandez jadi pemain yang paling menonjol untuk tim tamu. Ia nyaris saja menyamakan keadaan jika saja Gianluigi Buffon tak gemilang. Sepakan jarak dekatnya memanfaatkan kemelut di depan gawang berhasil dtepis Buffon.

Vidal membalas dengan tandukan kerasnya di menit 26, lagi-lagi melalui umpan lambung Marchisio. Sambutan kepala Vidal masih bisa diselamatkan Neto. 12 menit berselang lewat situasi yang sama, tandukan Vidal -- kali ini memanfaatkan bola lambung Pirlo -- diselamatkan oleh mistar gawang. Skor 1-0 untuk Si Nyonya Tua akhirnya menutup paruh pertama yang sangat berkelas.

Babak Kedua

Babak kedua dimulai, Fiorentina mengambil alih jalannya laga untuk mengejar ketertinggalan. Namun petaka datang dua menit kemudian. Pemain terbaik mereka di babak pertama, Matias Fernandez, harus keluar lapangan karena cedera kala salah mengontrol bola.

Meski begitu La Viola ala Montella tetap tampil dominan dan tak henti mengurung pertahanan Juve. Serangan balik cepat yang dipimpin Pirlo jadi andalan tuan rumah. Performa dua penyerang mereka, Giovinco- Pablo Osvaldo, juga menurun di paruh kedua, hingga minim kans yang tercipta.

Terus mengurung pertahanan tuan rumah bukan berarti Fiorentina juga memiliki banyak peluang. Ketumpulan Alessandro Matri yang tak ditunjang suplai bola dari Josip Ilicic jadi alasan. Meski Angelo Ogbonna tak tampil baik, Martin Caceres dan Giorgio Chiellini cukup memberi rasa aman bagi Juventini, pun halnya dengan kesigapan Buffon.

Beberapa pergantian dilakukan kedua tim. Fiorentina memasukkan Mario Gomez dan Massimo Ambrosini untuk menambah daya gedor. Sementara Fernando Llorente dan Paul Pogba dipercaya untuk menghadirkan gol kedua bagi Juve.

Bagi Fiorentina hasilnya langsung kentara. Umpan jauh Josip Ilicic hanya dipandang Ogbonna. Tanpa sadar Gomez berlari kencang menyambut bola, kejadian setelahnya bisa ditebak. Gol! Dengan mudah striker Jerman itu menaklukkan Buffon untuk mengubah keadaan menjadi 1-1 di menit ke-79.

Juve coba memberi reaksinya, sepakan Pogba tiga menit setelah kebobolan masih tipis di sisi kiri gawang lawan. Buffon malah harus dibuat bekerja keras di akhir laga dengan menghadang sepakan kencang Borja dan Juan Vargas. Akhirnya kedudukan 1-1 tak berubah hingga wasit meniup peluit panjang.

Melihat permainan yang ditampilkan Fiorentina, Juve kudu bekerja super keras di leg kedua untuk lolos ke babak perempat-final.
Susunan Pemain
Juventus: Buffon; Caceres, Ogbonna, Chiellini; Isla, Vidal, Pirlo, Marchisio, Asamoah; Giovinco, Osvaldo
Fiorentina: Neto; Roncaglia, Rodriguez, Savic, Tomovic; Aquilani, Pizarro, Borja Valero, Fernandez; Ilicic; Matri

Blanc Cukup Senang dengan Performa PSG

Paris - Paris Saint-Gemain harus bersusah payah untuk menundukkan Bayer Leverkusen saat melakoni laga leg II 16 besar Liga Champions. Kendati demikian, Laurent Blanc cukup puas dengan performa PSG.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Parc des Princes, Kamis (13/3/2014) dinihari WIB, PSG sempat kecolongan dengan gol cepat Leverkusen yang dicetak oleh Sam pada menit keenam.

Les Parisiens akhirnya bisa memenangi pertandingan dengan gol balasan yang dicetak oleh Marquinhos dan juga Ezequiel Lavezzi.

Dengan kemenangan 2-1 ini, maka PSG melaju ke babak perempatfinal Liga Champions dengan agregrat telak 6-1.

Soal tim besutannya yang sempat mengalami kesulitan di awal-awal pertandingan, Blanc pun memberikan komentar.

"Mungkin start sulit kami disebabkan karena kurangnya pengalaman. Kami melihat level Liga Champions berbeda dengan level Liga Prancis," kata Blanc di Sky Sports.

"Saya tak mengatakan mindset itu tak bagus, saya hanya mengatakan bahwa ini adalah Liga Champions dan itu sedikit lebih berat. Tapi, saya memberi selamat untuk mereka, saya senang," imbuhnya.

Mimpi Quadruple City Menguap dalam Tiga Hari

Jakarta - Sampai awal Maret lalu, Manchester City masih punya ambisi besar meraih quadruple. Tapi dalam selang tiga hari terakhir, Sergio Aguero dkk harus memumpus target itu dan kini tinggal fokus ke Premier League.

Harapan City untuk menyapu bersih empat gelar juara makin terbuka lebar di awal Maret lalu. Tepatnya pada tanggal 2, The Citizens berhasil meraih gelar pertamanya musim ini setelah mengalahkan Sunderland di final Piala liga Inggris dengan skor 3-1.

Keberhasilan tersebut dianggap sebagai jalan pembuka buat City merebut gelar-gelar selanjutnya, yang pada faktanya memang terbuka lebar karena mereka masih bertarung di seluruh kompetisi. Tak lama setelah menggelar pesta juara, Manuel Pellegrini mengingatkan pemainnya kalau satu trofi saja tidak cukup untuk mereka.

Namun dalam tiga hari terakhir City harus tersingkir dari dua kompetisi yang mereka ikuti, yang mau tak mau membuat mereka menghapus harapan meraih quadruple - dan juga treble winner. 

Rangkaian nasib buruk City diawali saat mereka kalah mengejutkan Wigan Athletic di Piala FA. Meski bermain di kandang sendiri, Aguero dkk tak mampu meraih kemenangan. Mereka kalah 1-2 oleh tim Divisi Champioship itu setelah sempat tertinggal dua gol lebih dulu.

Dinihari tadi, City kembali masuk kotak. Kali ini di ajang Liga Champions setelah mereka ditaklukkan Barcelona dengan skor 1-2. Dibanding pertemuan pertama di Etihad Stadium, City tampil jauh lebih baik di Camp Nou. Namun itu masih belum cukup karena Barca tetap lebih unggul berkat gol yang dibuat Lionel Messi dan Dani Alves.

Dengan kondisi seperti itu, City kini cuma berpeluang merebut dua gelar juara saja. Yang tersisa untuk disandingkan dengan Piala Liga Inggris adalah gelar juara Premier League.

Tapi sebagaimana Piala FA dan juga Liga Champions, Premier League bukan kompetisi yang mudah untuk dimenangi. City saat ini duduk di posisi empat klasemen dengan nilai 57, tertinggal sembilan dari Chelsea yang ada di posisi teratas.

Peluang City mengejar The Blues sejatinya masih terbuka lebar karena mereka masih memiliki tiga pertandingan sisa lebih banyak. Itu artinya, jika City bisa memenangi tiga pertandingan tersebut maka mereka akan berhak naik ke puncak klasemen (dengan mempertimbangkan keunggulan produktivitas gol yang dipunya City saat ini).

Namun jika sampai gagal dan kembali menelan kekalahan demi kekalahan, maka City sangat mungkin cuma kebagian satu gelar di musim ini. Itupun 'cuma' Piala Liga Inggris, yang dianggap sebagai kompetisi nomor tiga setelah Premier League dan Piala FA.