Ligaasia adalah agen bola terpercaya dan bertanggung jawab berlisensi Super Master yang melayani pembuatan account di Situs Perusahaan Betting Internasional.
Pencarian Data
Thursday, March 13, 2014
Juve Sudah Berpikir Memetik Kemenangan Seperti di Laga Serie A
Conte Nilai Juve Cuma Tidak Beruntung
Van Persie Tegaskan Dirinya Bahagia di MU
Montella Puas dengan Penampilan Dominan Fiorentina
Jelang MU vs Liverpool - 'Setan Merah', yang Pertama dari 10 'Final' The Reds
Wayne Rooney Terkesan Dengan Lini Depan Liverpool
Bintang Manchester United Wayne Rooney mengakui dirinya merasa terkesan dengan performa lini depan Liverpool musim ini.
Seperti yang diketahui, The Reds tampil sangat impresif musim ini, di mana saat ini mereka menjadi salah satu tim pesaing juara Liga Primer Inggris. Dan Rooney secara khusus memuji lini depan Liverpool yang tampil ganas musim ini.
"Liverpool telah bermain brilian musim ini dan mungkin kualitas serangan mereka yang paling membuat saya terkesan," ujar Rooney kepada GiveMeSport.
"Luis Suarez dan Daniel Sturridge adalah top skor Liga Primer dan mereka menciptakan kerja sama yang luar biasa, tetapi mereka juga memiliki banyak pemain lain yang dalam performa bagus seperti Raheem Sterling, Jordan Henderson dan Steven Gerrard.
"Mereka berbahaya dalam serangan balik musim ini jadi itu adalah salah satu hal yang harus kami persiapkan dan kami harus rapat di lini belakang. Tidak diragukan lagi, ini akan menjadi salah satu rivalitas terbesar dalam sepakbola. Mereka adalah dua klub besar yang bersaing satu sama lain selama bertahun-tahun dan keduanya sangat sukses."
Skuat asuhan Brendan Rodgers akan berkunjung ke Old Trafford pada akhir pekan ini.
Seperti yang diketahui, The Reds tampil sangat impresif musim ini, di mana saat ini mereka menjadi salah satu tim pesaing juara Liga Primer Inggris. Dan Rooney secara khusus memuji lini depan Liverpool yang tampil ganas musim ini.
"Liverpool telah bermain brilian musim ini dan mungkin kualitas serangan mereka yang paling membuat saya terkesan," ujar Rooney kepada GiveMeSport.
"Luis Suarez dan Daniel Sturridge adalah top skor Liga Primer dan mereka menciptakan kerja sama yang luar biasa, tetapi mereka juga memiliki banyak pemain lain yang dalam performa bagus seperti Raheem Sterling, Jordan Henderson dan Steven Gerrard.
"Mereka berbahaya dalam serangan balik musim ini jadi itu adalah salah satu hal yang harus kami persiapkan dan kami harus rapat di lini belakang. Tidak diragukan lagi, ini akan menjadi salah satu rivalitas terbesar dalam sepakbola. Mereka adalah dua klub besar yang bersaing satu sama lain selama bertahun-tahun dan keduanya sangat sukses."
Skuat asuhan Brendan Rodgers akan berkunjung ke Old Trafford pada akhir pekan ini.
Mario Gomez Girang Kembali Cetak Gol

Bintang dalam laga itu adalah striker tim tamu yang menyamakan keadaan, Mario Gomez. Ya, gol melawan Juve dini hari tadi adalah yang pertama sejak dirinya pulih dari cedera panjang, atau yang pertama setelah 193 hari absen menjebol gawang. Perasaan bahagia lantas dicurahkan mantan penyerang Bayern Munich tersebut.
"Sungguh pertandingan yang berat. Akan selalu sulit menang di Turin karena Juve adalah tim yang selalu ingin maju menggebrak. Saya senang dengan hasil ini. Fiorentina tak akan pernah menyerah," ujar Gomez, seperti dikutip Goal Italia.
"Saya senang bisa menjadi pahlawan untuk klub ini. Setelah absen selama lima hingga enam bulan. tak mudah untuk kembali ke permainan terbaik dan mencetak gol lagi.
"Saya pikir gol ini bakal sangat membantu saya untuk kembali dalam bentuk terbaik. Gol itu sungguh sangat penting saat ini," tandasnya bahagia.
Edinson Cavani Tepis Kabar Hengkang
Cavani menyatakan meninggalkan Paris St Germain tak masuk dalam pertimbangannya saat ini.
Manchester United disebut-sebut menjadi klub yang tertarik menggaetnya di musim panas mendatang.
Cavani menepis kabar tersebut dan menyatakan dirinya bahagia di timnya sekarang ini.
"Saya sendiri tak tahu mengapa ada yang menyatakan saya tak senang berada di Paris, tapi itu hal yang tidak benar," kata Cavani, Jumat (14/3).
"Saya merasa bahagia berada di Paris dan PSG," tandasnya.
Andrea Pirlo: Tak Pernah Ada Perselisihan Dengan Antonio Conte
Pirlo menyatakan tak memiliki perselisihan dengan siapa pun, termasuk Conte yang jadi pelatihnya di Juventus.
Hal itu diungkapkannya setelah memastikan akan menandatangani kontrak baru bersama Juventus.
"Mengapa juga ada perselisihan di antara kami," kata Pirlo, Jumat (14/3).
"Kebanyakan kabar itu datang dari media, yang mengatakan kami bersitegang satu sama lain. Padahal saya dan pelatih menjalani hubungan dengan baik."
"Tentunya kami berdebat mengenai sejumlah hal. Saya tak pernah melihat pemain senang ketika harus meninggalkan lapangan atau duduk di bangku cadangan dengan tersenyum."
"Perbedaan pendapat di antara kami adalah hal yang bisa dilupakan dengan cepat dan semuanya bisa cepat selesainya. Conte adalah pelatih terbaik yang pernah saya miliki," tandasnya.
Asmir Begovic Bantah Rumor Real Madrid
Begovic, kiper Stoke City, dikabarkan masuk dalam daftar buruan Real Madrid.
Kontraknya yang akan berakhir di penghujung musim menjadi salah satu alasan Real Madrid berencana merekrutnya, setidaknya begitu menurut media Spanyol.
Pelatih Carlo Ancelotti juga sempat dua kali tertarik memboyongnya saat masih di Chelsea.
Begovic sendiri mengaku senang dengan ketertarikan Real Madrid itu. Namun sejauh ini dirinya tak melihat sesuatu yang kongkret.
"Saya bangga mendengar kabar tersebut, tapi itu hanya rumor. Tak ada hal yang resmi atau kontak dengan siapa pun dari Madrid," kata Begovic, Jumat (14/3).
"Sungguh luar biasa, brilian bisa dihubungkan dengan klub seperti itu, salah satu klub terbesar di dunia."
"Saya bahagia di Stoke dan saya memiliki posisi yang hebat di sini. Saya akan fokus pada klub saya. Jika kalian datang dengan bukti lebih baik dari sekadar spekulasi, saya akan memberikan jawaban yang lebih spesifik di masa mendatang," tandasnya.
Imbang, Gianluigi Buffon Tak Cari Alasan
Memetik hasil negatif di leg pertama Liga Europa menghadapi Fiorentina, Buffon ogah cari alasan.
Hasil negatif memang, namun kapten Si Nyonya Tua, Gianluigi Buffon, tak mau cari alasan. Ia lebih melihat kualitas yang ditampilkan tim tamu. Kini dirinya menatap leg kedua dengan penuh kayakinan.
"Saya tidak berpikir penurunan kondisi fisik jadi penyebab. Kami mencoba begitu keras di laga ini dan biasanya berjalan lancar. Sayangnya tidak untuk kali ini," terang Buffon, seperti dikutip Goal Italia.
"Fiorentina memiliki kualitas individu yang mumpuni. Mereka memiliki kemampuan untuk mengendalikan laga. Kesalahan defensif? Saya berpikir lebih kepada Mario Gomez yang sudah menemukan sentuhannya dan mencetak gol," tandasnya.
Laporan Pertandingan: Juventus 1-1 Fiorentina
Perlawan hebat diberikan Fiorentina untuk menahan Juventus 1-1 di Juventus Stadium, dalam babak 16 besar Liga Europa, Jumat (14/3) dini hari WIB.
Perlawan hebat diberikan Fiorentina untuk menahan Juventus 1-1 di Juventus Stadium, dalam babak 16 besar Liga Europa, Jumat (14/3) dini hari WIB.
Unggul lebih dahulu melalui gol cepat Arturo Vidal di babak pertama. Dominasi permainan Fiorentina akhirnya membuahkan hasil lewat aksi ciamik Mario Gomez di 11 menit jelang laga berakhir.
Babak Pertama
Permainan terbuka diperagakan kedua tim sejak sepakan mula dilakukan. Juventus jadi tim yang mengambil inisiatif serangan, dominasi permainan ada di kaki-kaki penggawa tuan rumah yang dikomandoi sang dirijen, Andrea Pirlo.
Setelah berhasil menciptakan kans melalui Mauricio Isla, keran gol langsung dibuka Juve pada menit ketiga. Memanfaatkan umpan lambung Claudio Marchisio, Sebastian Giovinco mengotrol bola dengan dadanya untuk diserahkan pada Arturo Vidal. Booom! Pemain timnas Cili itu langsung menyapu bola menghujam gawang Norberto Neto, 1-0 untuk Bianconeri.
Juve terus menguasai pertanidngan setelahnya. Vidal nyaris saja menambah pundi-pundi gol-nya andai sepakannya tak terlampau lemah, menyambut umpan Marchisio di mulut gawang. Nenad Tomovic dan Stefan Savic juga dibuat kelimpungan dalam laga ini.
Seperempat jam berlalu, Fiorentina bangkit dengan sengatan reaksinya. Matias Fernandez jadi pemain yang paling menonjol untuk tim tamu. Ia nyaris saja menyamakan keadaan jika saja Gianluigi Buffon tak gemilang. Sepakan jarak dekatnya memanfaatkan kemelut di depan gawang berhasil dtepis Buffon.
Vidal membalas dengan tandukan kerasnya di menit 26, lagi-lagi melalui umpan lambung Marchisio. Sambutan kepala Vidal masih bisa diselamatkan Neto. 12 menit berselang lewat situasi yang sama, tandukan Vidal -- kali ini memanfaatkan bola lambung Pirlo -- diselamatkan oleh mistar gawang. Skor 1-0 untuk Si Nyonya Tua akhirnya menutup paruh pertama yang sangat berkelas.
Babak Kedua
Babak kedua dimulai, Fiorentina mengambil alih jalannya laga untuk mengejar ketertinggalan. Namun petaka datang dua menit kemudian. Pemain terbaik mereka di babak pertama, Matias Fernandez, harus keluar lapangan karena cedera kala salah mengontrol bola.
Meski begitu La Viola ala Montella tetap tampil dominan dan tak henti mengurung pertahanan Juve. Serangan balik cepat yang dipimpin Pirlo jadi andalan tuan rumah. Performa dua penyerang mereka, Giovinco- Pablo Osvaldo, juga menurun di paruh kedua, hingga minim kans yang tercipta.
Terus mengurung pertahanan tuan rumah bukan berarti Fiorentina juga memiliki banyak peluang. Ketumpulan Alessandro Matri yang tak ditunjang suplai bola dari Josip Ilicic jadi alasan. Meski Angelo Ogbonna tak tampil baik, Martin Caceres dan Giorgio Chiellini cukup memberi rasa aman bagi Juventini, pun halnya dengan kesigapan Buffon.
Beberapa pergantian dilakukan kedua tim. Fiorentina memasukkan Mario Gomez dan Massimo Ambrosini untuk menambah daya gedor. Sementara Fernando Llorente dan Paul Pogba dipercaya untuk menghadirkan gol kedua bagi Juve.
Bagi Fiorentina hasilnya langsung kentara. Umpan jauh Josip Ilicic hanya dipandang Ogbonna. Tanpa sadar Gomez berlari kencang menyambut bola, kejadian setelahnya bisa ditebak. Gol! Dengan mudah striker Jerman itu menaklukkan Buffon untuk mengubah keadaan menjadi 1-1 di menit ke-79.
Juve coba memberi reaksinya, sepakan Pogba tiga menit setelah kebobolan masih tipis di sisi kiri gawang lawan. Buffon malah harus dibuat bekerja keras di akhir laga dengan menghadang sepakan kencang Borja dan Juan Vargas. Akhirnya kedudukan 1-1 tak berubah hingga wasit meniup peluit panjang.
Melihat permainan yang ditampilkan Fiorentina, Juve kudu bekerja super keras di leg kedua untuk lolos ke babak perempat-final.
Juventus: Buffon; Caceres, Ogbonna, Chiellini; Isla, Vidal, Pirlo, Marchisio, Asamoah; Giovinco, Osvaldo
Fiorentina: Neto; Roncaglia, Rodriguez, Savic, Tomovic; Aquilani, Pizarro, Borja Valero, Fernandez; Ilicic; Matri
Blanc Cukup Senang dengan Performa PSG
Paris - Paris Saint-Gemain harus bersusah payah untuk menundukkan Bayer Leverkusen saat melakoni laga leg II 16 besar Liga Champions. Kendati demikian, Laurent Blanc cukup puas dengan performa PSG.
Dalam pertandingan yang berlangsung di Parc des Princes, Kamis (13/3/2014) dinihari WIB, PSG sempat kecolongan dengan gol cepat Leverkusen yang dicetak oleh Sam pada menit keenam.
Les Parisiens akhirnya bisa memenangi pertandingan dengan gol balasan yang dicetak oleh Marquinhos dan juga Ezequiel Lavezzi.
Dengan kemenangan 2-1 ini, maka PSG melaju ke babak perempatfinal Liga Champions dengan agregrat telak 6-1.
Soal tim besutannya yang sempat mengalami kesulitan di awal-awal pertandingan, Blanc pun memberikan komentar.
"Mungkin start sulit kami disebabkan karena kurangnya pengalaman. Kami melihat level Liga Champions berbeda dengan level Liga Prancis," kata Blanc di Sky Sports.
"Saya tak mengatakan mindset itu tak bagus, saya hanya mengatakan bahwa ini adalah Liga Champions dan itu sedikit lebih berat. Tapi, saya memberi selamat untuk mereka, saya senang," imbuhnya.
Dalam pertandingan yang berlangsung di Parc des Princes, Kamis (13/3/2014) dinihari WIB, PSG sempat kecolongan dengan gol cepat Leverkusen yang dicetak oleh Sam pada menit keenam.
Les Parisiens akhirnya bisa memenangi pertandingan dengan gol balasan yang dicetak oleh Marquinhos dan juga Ezequiel Lavezzi.
Dengan kemenangan 2-1 ini, maka PSG melaju ke babak perempatfinal Liga Champions dengan agregrat telak 6-1.
Soal tim besutannya yang sempat mengalami kesulitan di awal-awal pertandingan, Blanc pun memberikan komentar.
"Mungkin start sulit kami disebabkan karena kurangnya pengalaman. Kami melihat level Liga Champions berbeda dengan level Liga Prancis," kata Blanc di Sky Sports.
"Saya tak mengatakan mindset itu tak bagus, saya hanya mengatakan bahwa ini adalah Liga Champions dan itu sedikit lebih berat. Tapi, saya memberi selamat untuk mereka, saya senang," imbuhnya.
Mimpi Quadruple City Menguap dalam Tiga Hari
Jakarta - Sampai awal Maret lalu, Manchester City masih punya ambisi besar meraih quadruple. Tapi dalam selang tiga hari terakhir, Sergio Aguero dkk harus memumpus target itu dan kini tinggal fokus ke Premier League.
Harapan City untuk menyapu bersih empat gelar juara makin terbuka lebar di awal Maret lalu. Tepatnya pada tanggal 2, The Citizens berhasil meraih gelar pertamanya musim ini setelah mengalahkan Sunderland di final Piala liga Inggris dengan skor 3-1.
Keberhasilan tersebut dianggap sebagai jalan pembuka buat City merebut gelar-gelar selanjutnya, yang pada faktanya memang terbuka lebar karena mereka masih bertarung di seluruh kompetisi. Tak lama setelah menggelar pesta juara, Manuel Pellegrini mengingatkan pemainnya kalau satu trofi saja tidak cukup untuk mereka.
Namun dalam tiga hari terakhir City harus tersingkir dari dua kompetisi yang mereka ikuti, yang mau tak mau membuat mereka menghapus harapan meraih quadruple - dan juga treble winner.
Rangkaian nasib buruk City diawali saat mereka kalah mengejutkan Wigan Athletic di Piala FA. Meski bermain di kandang sendiri, Aguero dkk tak mampu meraih kemenangan. Mereka kalah 1-2 oleh tim Divisi Champioship itu setelah sempat tertinggal dua gol lebih dulu.
Dinihari tadi, City kembali masuk kotak. Kali ini di ajang Liga Champions setelah mereka ditaklukkan Barcelona dengan skor 1-2. Dibanding pertemuan pertama di Etihad Stadium, City tampil jauh lebih baik di Camp Nou. Namun itu masih belum cukup karena Barca tetap lebih unggul berkat gol yang dibuat Lionel Messi dan Dani Alves.
Dengan kondisi seperti itu, City kini cuma berpeluang merebut dua gelar juara saja. Yang tersisa untuk disandingkan dengan Piala Liga Inggris adalah gelar juara Premier League.
Tapi sebagaimana Piala FA dan juga Liga Champions, Premier League bukan kompetisi yang mudah untuk dimenangi. City saat ini duduk di posisi empat klasemen dengan nilai 57, tertinggal sembilan dari Chelsea yang ada di posisi teratas.
Peluang City mengejar The Blues sejatinya masih terbuka lebar karena mereka masih memiliki tiga pertandingan sisa lebih banyak. Itu artinya, jika City bisa memenangi tiga pertandingan tersebut maka mereka akan berhak naik ke puncak klasemen (dengan mempertimbangkan keunggulan produktivitas gol yang dipunya City saat ini).
Namun jika sampai gagal dan kembali menelan kekalahan demi kekalahan, maka City sangat mungkin cuma kebagian satu gelar di musim ini. Itupun 'cuma' Piala Liga Inggris, yang dianggap sebagai kompetisi nomor tiga setelah Premier League dan Piala FA.
Peluang City mengejar The Blues sejatinya masih terbuka lebar karena mereka masih memiliki tiga pertandingan sisa lebih banyak. Itu artinya, jika City bisa memenangi tiga pertandingan tersebut maka mereka akan berhak naik ke puncak klasemen (dengan mempertimbangkan keunggulan produktivitas gol yang dipunya City saat ini).
Namun jika sampai gagal dan kembali menelan kekalahan demi kekalahan, maka City sangat mungkin cuma kebagian satu gelar di musim ini. Itupun 'cuma' Piala Liga Inggris, yang dianggap sebagai kompetisi nomor tiga setelah Premier League dan Piala FA.
Subscribe to:
Comments (Atom)













