Pencarian Data

Saturday, November 9, 2013

Guangzhou Evergrande Juarai Liga Champions Asia

Guangzhou menjadi tim Cina pertama yang memenangi Liga Champions Asia.

GOAL

Guangzhou Evergrande berhasil memenangi kejuaraan Liga Champions Asia 2013.

Evergrande menjadi juara setelah di leg kedua partai final melawan FC Seoul, Sabtu (9/11) malam berhasil memaksakan hasil imbang 1-1.

Dengan hasil itu, secara agregate skor menjadi imbang 3-3. Evergrande yang akhirnya dinobatkan sebagai pemenang karena produktivitas gol yang lebih baik karena di leg pertama bisa memaksakan hasil imbang 2-2 di kandang FC Seoul.

Laga di Tianhe Stadium berjalan seru. Namun gol baru tercipta di babak kedua, tepatnya di menit 58.

Adalah Elkeson yang membuka keunggulan Guangzhou dengan tendangannya. Namun FC Seoul bisa menyamakan kedudukan empat menit kemudian lewat kontribusi Dejan Damjanovic.

Tak ada gol lagi tercipta di sisa laga dan Guangzhou Evergrande yang akhirnya dinobatkan sebagai juara di turnamen tahun ini.

Dengan demikian, Evergrande akan mewakili Asia berlaga di Piala Dunia Antarklub 2013 di Maroko bulan depan. Lawan skuat asuhan Marcello Lippi tersebut di babak delapan besar adalah juara dari Liga Champions Afrika, antara Orlando Pirates dan Al Ahly.

Marco Borriello: Francesco Totti Tak Tergantikan

Menggantikan peran sang kapten yang tengah cedera di starting XI, Borriello mengaku tak ada yang bisa menggantikan seorang Totti.

GOAL

Setelah gagal melanjutkan kesempurnaan kala ditahan imbang oleh Torino pekan lalu, AS Roma coba mengukirnya lagi kala menghadapi Sassuolo, dalam lanjutan Liga Italia Serie A, Minggu (10/11).

Namun, tim asuhan Rudi Garcia belum juga belum diperkuat oleh sang kapten sekaligus pemain terbaik mereka saat ini, Francesco Totti. Sabagai gantinya Marco Borriello diplot mengisi tempat Er Pupone dalam skema tiga penyerang di beberapa laga terakhir.

Mantan striker Juventus itu sanggup menjawab keraguan, ia tak pernah tampil mengecewakan sejauh ini. Meski begitu, Borriello mengaku belum ada pemain yang bisa menggantikan tempat Totti dalam skuat Giallorossi, tak hanya di Roma bahkan dunia!
"Tak ada seorang pun di dunia ini yang bisa menggantikan sinarnya. Tanpanya kualitas tim ini akan berkurang, namun kami akan mengerahkan segala yang dimiliki," ujar Borriello, seperti dikutip Goal Italia.
"Kami masih bisa menang melawan Chievo dan Udinese, tapi tidak saat bertandang ke Torino, Sebuah partai di mana kami seharusnya dapat melakukan lebih.

"Ketidakhadiran Totti memang sebuah kerugian, tapi kami sama sekali tak menangisinya," pungkas striker berusia 31 tahun tersebut.

Antonio Conte: Napoli Tak Mengincar Hasil Imbang

Conte menegaskan tim asuhannya untuk tidak lengah sedikitpun karena Napoli hanya mengincar kemenangan di Juventus Stadium, Senin (11/11) dini hari.

GOAL

Misi melanjutkan kesempurnaan Juventus dalam tiga laga terakhir Serie A menemui batu terjal. Senin (11/11) dini hari WIB, Si Nyonya Tua bakal melakoni partai berat menghadapi Napoli, dalam lanjutan Liga Italia Serie A gionarta 12.

Pelatih Bianconeri, Antonio Conte, tak ingin perjuangan mereka untuk menendang AS Roma dari puncak klasemen terhadang.

Oleh karenanya ia sudah mewanti-wanti anak asuhnya untuk terus menjaga fokus selama 90 menit laga karena Partenopei tak sekedar mengincar hasil imbang.

"Kami sudah sangat siap menghadapi partai ini, namun saya tak dapat memberikan angka soal persentasi kebugaran kami. Juve sudah siap melanjutkan perjalanan indah ini," tutur Conte, seperti dikutip Goal Italia.
"Kami berharap tim ini sanggup menampilkan permainan yang lebih baik di lapangan dan dapat memenangkan laga. Napoli dan tentunya kami, tak hanya sekedar menyasar hasil imbang," tandasnya.

Rafael Benitez Optimistis Hadapi Juventus

Benitez memerintahkan anak asuhnya untuk melakukan segalanya agar bisa menahan Si Nyonya Tua di Juventus Stadium.

GOAL

Senin (11/11) dini hari WIB, Serie A Italia bakal menggelar Grande Partita yang mempertemukan sang juara bertahan Juventus melawan Napoli.

Fokus tinggi masing-masing tim kini tercurah untuk duel krusial tersebut, pun halnya dengan yang dilakukan Rafa Bentiez bersama Napoli.

Mantan pelatih Chelsea itu memang paham kedigdayaan Si Nyonya Tua kala bermain di Juventus Stadium, oleh karenanya pria Spanyol itu ingin anak asuhnya nanti mencurahkan segalanya agar sanggup memenangi laga.

"Sekarang kami akan menunjukkan karakter kami sesungguhnya di Juventus Stadium, sama seperti yang sudah kami tunjukkan kala meawan Marseille," ujar Benitez, seperti dikutip Goal Italia.
"Juventus sangat kuat, oleh karenanya kami akan melakukan segalanya untuk mengalahkan mereka. Saya cukup yakin dan percaya dengan kekuatan Napoli.

"Juve sangat kuat dalam kejuaraan ini, kami patut waspada. Abesennya Chiellini sama sekali tak mempengaruhi keseimbangan mereka," pungkasnya.

Cesare Prandelli Jamin Posisi Gianluigi Buffon Di Piala Dunia 2014

Prandelli memastikan posisi sang kiper veteran di Azzurri dalam posisi yang aman.

GOAL

Pelatih timnas Italia Cesare Prandelli membantah laporan yang menyebutkan dirinya sedang mempertimbangkan untuk menurunkan status Gianluigi Buffon sebagai kiper utama Azzurri di Piala Dunia 2014.

Posisi portiere berusia 35 tahun itu sedang tertekan setelah tampil di bawah performa dalam beberapa pertandingan bersama Juventus. Penampilan terburuknya terjadi saat ia kebobolan empat gol tatkala Juve kalah 4-2 melawan Fiorentina pada Oktober lalu.

Meski demikian, Prandelli menegaskan bahwa Buffon tetap kiper utamanya. Prandelli pun memasukkan namanya ke dalam skuat Italia yang dipersiapkan melawan Jerman pada 15 November dalam laga persahabatan. 

“Saya tak pernah meragukan Buffon. Dia akan menjadi pilihan pertama kami di Piala Dunia. Titik. Saya kagum dengan kepribadian, kharisma, dan keinginan yang dimiliki Buffon sehingga ia layak menjadi yang terbaik di dunia,” ujar Prandelli kepada Tuttosport.

Buffon sudah 16 tahun membela timnas senior Italia sejak menjalani debut pada 1997. Ia menjadi pemain Italia yang memilki caps paling banyak, yakni 137. 

Franco Baresi: AC Milan Segera Bangkit

Baresi tak meragukan kapasitas Rossoneri untuk bangkit dari keterpurukan di awal musim ini.

GOAL

Legenda AC Milan Franco Baresi meminta Rossoneri untuk segera kembali ke jalur kemenangan setelah mengawali musim 2013/14 dengan mengecewakan. 

Milan saat ini duduk di peringkat 11 Serie A Italia dengan raihan hanya 12 poin dari 11 pertandingan. Namun, Baresi tetap yakin mantan klubnya ini punya kapasitas untuk bangkit dari keterpurukan.

“Cedera di tim reguler membuat awal musim ini begitu sulit. [Massimiliano] Allegri tak pernah bisa memainkan tim utamanya. Meski demikian, saya yakin Milan bisa bangkit,” tegas Baresi kepada Milan Channel.

“Semua pemain harus bersatu seperti tiga bulan lalu ketika mereka finis di posisi tiga. Mereka punya komposisi pemain yang sama [dengan musim lalu] dan mereka juga memboyong Kaka. Mereka harus tetap fokus dan bersatu untuk terus menaiki tangga klasemen,” tambahnya.

Partai tandang melawan Chievo, Minggu (10/11) besok, akan menjadi tes bagi Milan untuk kembali ke jalur kemenangan setelah tak pernah meraup poin sempurna dalam lima laga di semua kompetisi. 

Derby Niedersachsen, Panas Di Luar, Antiklimaks Di Lapangan

Skor imbang tanpa gol tak menggambarkan tensi panas yang terbangun menjelang pertarungan di HDI-Arena.

GOAL

Derby Niedersachsen antara tuan rumah Hannover 96 dan Eintracht Braunschweig di HDI-Arena kemarin malam adalah salah satu contoh bagaimana alur pertandingan tidak selalu setara dengan build up jelangkick-off.

Sebelum ini, terakhir kali kedua musuh bebuyutan bertarung di Bundesliga adalah pada musim 1975/76 alias 37 tahun silam! Kobaran api permusuhan tak sedikit pun meredup selama rentang waktu tersebut.

Dua hari sebelum laga digelar, fans Braunschweig mengolok-olok sang seteru dengan melepaskan seekor babi di pusat kota Hanover, lengkap dengan syal Hannover plus tulisan 96 di salah satu sisi tubuhnya, dan 1 di sisi lainnya. Nomor 1 tersebut diyakini merujuk kepada eks kiper Hannover, Robert Enke, yang mengakhiri hidupnya sendiri secara tragis pada November 2009. Loyalis Braunschweig sepertinya tak peduli bahwa ejekan itu melampaui batas.

Kepolisian setempat telah menangkap babi itu, dan mereka langsung bersiaga meredam potensi huru-hara. Tetapi fans fans Hannover kadung panas dan melancarkan aksi balasan dengan menancapkan beberapa salib di kota Braunschweig, yang cuma berjarak 56 km dari Hanover.

"Siapa pun yang memahami sepakbola dan makna klub untuk orang-orang ini, akan mengerti juga daya tarik pada laga-laga ini emosi unik di dalamnya. Rivalitas itu luar biasa, selama tidak melebihi batas. Kami tak menginginkan adanya masalah," ujar pelatih Die Roten, Mirko Slomka.

"Saya sangat antusias untuk menemukan apa yang menanti kami di sini. "Kami hanya berkonsentrasi pada sisi olahraga dan berharap semua berakhir dengan 'ledakan'. Kemenangan akan sangat spesial untuk Braunschweig dan fansnya, itu pasti," timpal Mirko Boland, gelandang Braunschweig.