Pencarian Data

Sunday, February 9, 2014

Mazzarri Lega Periode Buruk Inter Berakhir

Milan - Inter Milan akhirnya meraih kemenangan perdana di tahun ini setelah mengalahkan Sassuolo 1-0. Pelatih Nerazzurri Walter Mazzarri menilai anak-anak asuhnya tampil dengan apik.Menjamu Sassuolo di Giuseppe Meazza, Senin (10/2/2014) dinihari WIB, Inter menang berkat gol tunggal Walter Samuel di menit ke-48. Sepanjang pertandingan, La Beneamata tampil dominan atas tamunya yang menghuni posisi dua terbawah di klasemen Serie A itu.Whoscored mencatat Inter memegang kendali permainan dengan 58% berbanding 42% miliki Sassuolo. Mereka juga unggul jauh dalam jumlah peluang, di mana melepaskan 16 tembakan dengan tujuh di antaranya mengarah ke gawang. Sementara Sassuolo cuma punya tiga peluang dan satu yang tepat sasaran.Kemenangan ini disambut kelegaan oleh Mazzarri, mengingat dalam enam partai sebelumnya mereka tak pernah menang (4 kalah, 2 imbang). Hasil positif ini pun dianggap telah mengakhiri kutukan tak pernah menang di tahun 2014."Kami bermain dengan baik. Ini adalah laga yang berat dan kami tahu di Italia semua lawan mempersiapkan diri secara taktik sehingga pertandingannya berjalan seimbang," kata Mazzarri kepada Sky Sport Italia dikutip Football Italia."Kami memang butuh waktu untuk memecah kebuntuan, yang mana agak sering terjadi, tapi mari katakan saja kami pada akhirnya menghentikan kutukan," tambahnya.Lebih lanjut lagi, Mazzarri mengomentari dua pemainnya, Hernanes yang melakukan debut dan Fredy Guarin yang kembali ke skuat setelah sempat bermasalah dengan transfer.Keduanya tampil berdampingan di lini tengah dan dinilai bermain apik. Untuk Hernanes, penampilannya gemilang di laga dinihari tadi, dengan mencatatkan satu assist dan diberikan ranking tertinggi oleh whoscored dengan 8,7."Baik Hernanes dan Fredy Guarin tampil baik, meskipun demikian jelas mereka perlu meningkatkan level kebugaran dan hanya bisa mendapatkan itu dengan bermain rutin. Anda juga bisa menyebut Hernanes merasakan ketegangan di laga debutnya," tutur Mazzarri.

Samuel: Inter Memang Pantas Menang

Milan - Walter Samuel mengakui bahwa Inter Milan sedikit kurang beruntung di depan gawang lawan. Samuel juga menilai Nerazzurri pantas mendapatkan kemenangan atas Sassuolo.Inter menciptakan banyak peluang ketika menjamu Sassuolo di Stadion Giuseppe Meazza, Senin (10/2/2014) dinihari WIB. Statistik ESPN FC menunjukkan mereka melepaskan 16 tembakan dan tujuh di antaranya mengarah ke gawang. Sementara itu, Sassuolo cuma membuat tiga percobaan mencetak gol dan cuma satu yang tepat sasaran.Kerja keras Inter akhirnya membuahkan hasil pada babak kedua. Sundulan Samuel merobek gawang Sassuolo dan membawa La Beneamata unggul 1-0. Gol Samuel itu menjadi satu-satunya gol yang tercipta pada laga ini."Kami pantas menang," ucap Samuel di situs resmi klub."Kami menciptakan banyak peluang, tapi kami agak kurang beruntung di depan gawang. Namun, saya beruntung bisa mencetak gol," tambahnya.Ini adalah kemenangan pertama yang didapat Inter pada tahun 2014. Sebelum ini, mereka terakhir menang pada laga derby melawan AC Milan, 22 Desember silam. Setelahnya, mereka dua kali bermain seri dan empat kali kalah."Penting untuk menang lagi. Kami belum melakukannya pada tahun 2014 dan kami perlu mendapatkan poin di klasemen," kata Samuel."Sekarang kami cuma harus menang, titik. Kami akan pergi ke Florence cuma untuk melakukan itu," ujarnya.Inter kini menduduki peringkat kelima klasemen sementara Serie A dengan koleksi 36 poin dari 23 partai. Mereka berjarak 11 poin dari Napoli yang berada di posisi ketiga.

Bungkam Sevilla 4-1, Barca Kuasai Puncak Klasemen


Babak kedua dimulai kedua tim langsung sama-sama menyerang dan beberapa kali bertukar peluang. Salah satunya di menit 53 ketika Valdes mengagalkan dua peluang beruntun dari Bacca dan Kevin Gameiro.

Messi mencatatkan lagi namanya di papan skor pada menit 55 sekaligus membawa Barca menjauhkan keunggulan jadi 3-1. Counter attack dari Barca dengan bola di Andres Iniesta, lalu dioper ke Messi yang lebih dulu menguasai bola dengan kaki kanan dan melepaskan sepakan kaki kiri terukur ke pojok kanan gawang Beto.

Dua menit kemudian Alexis membuang peluang bikin gol setelah bola hasil tembakannya memanfaatkan umpan Messi malah menyasar sisi gawang Sevilla.

Di menit 75 Bacca yang dikawal ketat Marc Bartra mampu melepaskan diri dan menembak bola tapi masih menyasar sisi gawang.

Fabregas memaksa Beto memungut bola keempat kalinya dari gawang pada menit 87. Lagi-lagi serangan balik mengawali gol Barca yang kali ini digawangi Alexis yang kemudian menyodorkan bola ke depan gawang.

Di sana ada Fabregas yang dengan dingin mencungkil bola ke dalam gawang dan mengubah skor jadi 4-1 yang bertahan hingga laga usai.

Susunan Pemain

Sevilla: Beto, Diogo, Pareja, Fazio, Alberto Moreno, Iborra (Trochowski 64'), Rakitic, Carrico, Vitolo (Jairo 77'), Gameiro (Cheryshev 65'), Bacca

Barcelona: Valdes, Montoya, Pique, Bartra, Adriano, Song, Xavi (Busquets 83'), Iniesta, Alexis, Messi, Pedro (Cesc 73')

Di menit 15 mereka berhasil membuka skor. Diawali serangan balik cepat yang dibandung Ivan Rakitic dan bola kemudian berakhir di kaki Moreno, yang melepaskan sepakan keras, membentur Gerard Pique, dan kemudian bersarang di gawang Victor Valdes.

Di menit 21 Carlos Bacca nyaris saja membawa Sevilla menjauh andaikan tandukannya meneruskan free kick Rakitic tak membentur tiang gawang.

Rakitic di menit 29 juga punya kesempatan bikin gol tapi ia tak mampu menjaga akurasi tembakan dan bola melayang jauh di atas mistar.

Barca menyamakan skor jadi 1-1 di menit 34 lewat gol Alexis yang sedikit berbau kontroversi. Dalam tayangan ulang terlihat posisi Alexis sudah offside sebelum menanduk bola dari umpan free kick Messi ke gawang Beto.

Di menit 43 Rakitic melepaskan bola dari sepakan bebas mengarah ke tiang jauh tapi Valdes dengan susah payah menepis bola tersebut.

Semenit kemudian Barca berbalik unggul dari serangan balik cepat yang dibangun di sisi sayap. Pedro Rodriguez menguasai bola di sisi kiri dan mengumpan ke Messi yang ada di depan kotak penalti.

Sekali sentuhan, bola terangkat dan dituntaskan dengan sepakan voli kaki ke pojok gawang oleh Messi tanpa bisa dihalau Beto.

Babak kedua dimulai kedua tim langsung sama-sama menyerang dan beberapa kali bertukar peluang. Salah satunya di menit 53 ketika Valdes mengagalkan dua peluang beruntun dari Bacca dan Kevin Gameiro.Messi mencatatkan lagi namanya di papan skor pada menit 55 sekaligus membawa Barca menjauhkan keunggulan jadi 3-1. Counter attack dari Barca dengan bola di Andres Iniesta, lalu dioper ke Messi yang lebih dulu menguasai bola dengan kaki kanan dan melepaskan sepakan kaki kiri terukur ke pojok kanan gawang Beto.Dua menit kemudian Alexis membuang peluang bikin gol setelah bola hasil tembakannya memanfaatkan umpan Messi malah menyasar sisi gawang Sevilla.Di menit 75 Bacca yang dikawal ketat Marc Bartra mampu melepaskan diri dan menembak bola tapi masih menyasar sisi gawang.Fabregas memaksa Beto memungut bola keempat kalinya dari gawang pada menit 87. Lagi-lagi serangan balik mengawali gol Barca yang kali ini digawangi Alexis yang kemudian menyodorkan bola ke depan gawang.Di sana ada Fabregas yang dengan dingin mencungkil bola ke dalam gawang dan mengubah skor jadi 4-1 yang bertahan hingga laga usai.Susunan PemainSevilla: Beto, Diogo, Pareja, Fazio, Alberto Moreno, Iborra (Trochowski 64'), Rakitic, Carrico, Vitolo (Jairo 77'), Gameiro (Cheryshev 65'), BaccaBarcelona: Valdes, Montoya, Pique, Bartra, Adriano, Song, Xavi (Busquets 83'), Iniesta, Alexis, Messi, Pedro (Cesc 73')

Bayern Bantah Isu Transfer Martinez dan Mueller

Munich - Bayern Munich gerah mendengar isu yang menyebut mereka tak keberatan untuk melepas dua pemainnya, Javi Martinez dan Thomas Mueller. Die Roten langsung membantah isu ini.Real Madrid disebut-sebut menjadi klub yang akan berusaha menggaet Martinez pada musim panas mendatang. Los Merengues kabarnya siap mengeluarkan dana besar untuk memulangkan gelandang 25 tahun itu ke Spanyol. Sebagai informasi, Bayern membayar 40 juta euro untuk mendatangkan Martinez dari Athletic Bilbao pada tahun 2012.Ketatnya persaingan internal di lini serang Bayern disebut membuat Mueller berpeluang meninggalkan Allianz Arena. Dengan kualitas yang dimilikinya, Mueller niscaya tak akan sulit untuk menemukan pelabuhan baru.Tapi, rumor-rumor di atas mendapatkan bantahan dari pihak Bayern. Mereka sama sekali tak punya niat untuk menjual bintang-bintangnya itu."Javi Martinez ke Real Madrid. Mueller, saya tak tahu, ke Dynamo Dresden. Ini semua omong kosong," kata Direktur Olahraga Bayern, Matthias Sammer, yang dikutip Sky Sports."Kami adalah klub yang membeli, bukan klub yang menjual. Dan berpikir tentang Martinez atau Mueller bahkan untuk sedetik saja, itu adalah hal yang sedikit mengganggu saya," tambah Sammer.

Jumpa Fulham, 'Si Merah' Dituntut Ulangi Performa Saat Lawan Arsenal


Melawan Arsenal yang merupakan pemuncak klasemen di Anfield, Liverpool tampil prima dan sudah unggul 4-0 di 20 menit pertama laga, untuk kemudian akhirnya menang dengan skor 5-1.

Hasil ini membawa Liverpool kokoh di posisi keempat dengan 50 poin, cuma selisih enam angka dari Chelsea di puncak. Tak pelak kemenangan ini pun sudah memompa semangat para pemain untuk terus bersaing di papan atas.

Selaku kapten tim, Steven Gerrard, tahu bahwa fans pun kian meninggikan ekspektasi pada mereka pasca kemenangan itu. Maka itu Gerrard mewanti-wanti agar 'Si Merah' mampu mempertahankan performa itu saat bertemu juru kunci, Fulham, di Craven Cottage pertengahan pekan ini, untuk membuktikan prediksi banyak orang serta harapan fans.

Gerrard berkaca pada hasil saat melawan West Bromwich Albion yang berakhir 1-1 di mana beberapa hari sebelumnya Liverpool baru mengalahkan Everton 4-0.

"Saya pikir bahayanya adalah usai performa seperti itu, apakah kami bisa memotivasi diri kami untuk bisa mengulang sesuatu yang sama, saat melawan Fuham?," ujar Gerrard di Sky Sports.

"Jika kami bisa melakukannya, kami akan memperlihatkan performa yang sama saat melawan Fulham. Kami tampil fantastis saat melawan Everton (4-0) dan lalu terpeleset saat melawan West Brom (1-1) usai unggul lebih dulu. Kami tidak boleh mengulangi seperti itu lagi," sambungnya.

Imbangi Manchester United, Steve Sidwell "Speechless"


Hasil imbang dramatis yang dibukukan Fulham di markas Manchester United, Minggu (9/2), membuat Steve Sidwell kehabisan kata-kata untuk menggambarkan perasaannya.

Melawat ke Old Trafford pada pekan ke-25 Liga Primer Inggris, Sidwell membuka skor untuk The Cottagers di babak pertama sebelum United membalikkan keadaan berkat dua gol Robin van Persie dan Michael Carrick dalam tempo dua menit (78' dan 80').

Tapi, saat tiga angka tampak bakal menjadi milik tuan rumah, pada detik-detik penghabisan tandukan Darren Bent memaksa publik Old Trafford kembali bermuram-durja. Fulham sekarang masih di dasar klasemen, tapi keberhasilan mengimbangi sang juara bertahan tentunya dapat mendongkrak semangat dan kepercayaan diri tim untuk berjuang keluar dari zona degradasi.

"Ini satu poin masif, saya speechless," kata Sidwell kepada pers usai laga.

"Kami mengerahkan usaha besar dan dinaungi keberuntungan, tapi kami berhasil mendapatkan satu angka."

"Laga ini sulit. Tak pernah mudah datang ke sini, jadi semoga kami dapat menjadikannya titik tolak untuk sisa musim. Kami memiliki sejumlah kesempatan untuk 'membunuh' laga di babak pertama dan saya pikir kami layak meraih satu poin ini."

SPESIAL: Air Mata Mario Balotelli, Pele, Paul Gascoigne & Deretan Pesepakbola Lain


Menangis akan membuat sisi manusiawi seseorang terkuak. Pun menangis tidak akan membuat seorang pria, yang dianggap tabu menitikkan air mata menurut hukum sosial, mengurangi rasa 'ke-pria-annya' itu. Sepakbola sebagai representasi candradimuka kehidupan manusia, tentu juga tak pernah lepas dari tetes air mata para pemainnya. 

Terkadang, sepakbola menjadi salah satu permainan terkejam. Kemenangan yang tinggal sejengkal kaki bisa langsung sirna tanpa ada tanda-tanda peringatan sebelumnya. Di satu waktu, sepakbola juga bisa membuat orang merasa begitu kesal, frustrasi, geram, benci, karena segalanya berjalan di luar rencana. Menguras emosi para pemain yang terlibat. 

Itulah sekiranya yang dirasakan striker AC Milan Mario Balotelli yang tak kuasa membendung air matanya ketika ditarik keluar oleh Clarence Seedorf dan digantikan oleh Giampaolo Pazzini di menit 73 ketika timnya masih tertinggal 2-1 dari Napoli di San Paolo, Minggu (9/2) dini hari WIB. Balotelli terlihat menangis di bangku pemain dan di akhir laga, Rossoneri takluk 3-1. 

Ada dua teori penyebab Balotelli menangis. Pertama, ia menangis karena ejekan berbau rasis oleh para suporter tuan rumah. Dan yang kedua -- yang paling masuk akal -- karena di pekan ini ia baru saja dipastikan menjadi seroang ayah berdasarkan hasil tes DNA. Pia, nama sang anak yang sudah berusia setahun lebih, tinggal di Naples bersama ibunya, Raffaella Fico. Mungkin Balotelli sudah menyiapkan selebrasi spesial kepada mereka, namun ia tampil underperform. Balo gagal dan ia pun menangis. Sesederhana itu.

"Kami adalah pemain dan ada kalanya kami menunjukkan dengan cara seperti itu. Saya tak melihat hal yang salah atau tidak normal mengenai hal ini. Saya juga kadang merasakannya juga," tutur Seedorf seusai laga. Terlepas dari penyebab mana yang benar, tangis dan performa buruk Balotelli malam itu menggambarkan Milan yang sedang terseok-seok di musim ini. 

Tangisan striker berusia 23 tahun itu hanyalah salah satu dari sekian banyak momen serupa yang terjadi di dunia sepakbola. Mereka menangis karena menghadapi situasi yang berada di luar kemampuan mereka dan momen-momen seperti ini akan selalu lekat di pikiran para penggemar. 

Olympique Lyon Pecundangi Tuan Rumah Nantes



Dengan hasil ini, Lyon untuk sementara naik ke urutan keenam dengan melompati Stade de Reims, yang menghuni satu tingkat di bawahnya.

Sementara itu, kekalahan di pertandingan ini menjadikan Nantes bertahan di posisi kesembilan, namun tempat mereka terancam lantaran FC Lorient masih memiliki satu pertandingan lebih banyak.

Lyon baru bisa unggul saat Alexandre Lacazette membobol gawang Remy Riou di menit ke-40, yang rupanya menjadi satu-satunya gol di babak pertama.

Di 45 menit terakhir, Lyon menambah keunggulannya melalui sepakan penalti menyusul dilanggarnya Lacazette di kotak terlarang. Bafetimbi Gomis yang menjadi algojo tak menyia-nyiakan kesempatan tersebut untuk membawa timnya menjauh.

Akan tetapi, Filip Djordjevic mampu memperkecil keadaan dengan enam menit tersisa, namun Lyon berhasil menggondol pulang tiga poin sebagaimana pencetak gol Nantes itu diusir keluar jelang akhir laga.