Pencarian Data

Sunday, October 13, 2013

Vicente Guaita: Valencia Bidik Empat Besar La Liga Spanyol

Vicente Guaita mengatakan Valencia sudah berada di jalur yang tepat untuk bisa menggapai target musim ini.

GOAL

Kiper Valencia Vicente Guaita menegaskan timnya mengincar posisi empat besar di Primera Liga Spanyol musim ini.

Seperti yang diketahui, setelah sempat terpuruk di awal musim, sekarang tim yang bermarkas di Mestalla tersebut melalui lima pertandingan terakhir tanpa kekalahan dan membuat mereka menempati posisi tujuh di klasemen sementara.

"Kami meraih lima kemenangan beruntun. Dan itu sangat penting setelah buruknya awal musim yang kami miliki," ujar Guaita.

"Kami mulai menyatu sebagai tim dan kami ingin menuntaskan musim ini di posisi setinggi mungkin. Kami ingin mengincar posisi empat besar tahun ini. Kami telah berkembang, dan hal itu terjadi karena pelatih."

Jan Tomaszewski Ragu Polandia Bisa Kejutkan Inggris

Jan Tomaszewski menilai Polandia tidak cukup kuat untuk bisa menahan gempuran Inggris di Wembley.

GOAL

Mantan kiper tim nasional Polandia 
Jan Tomaszewski mengaku ragu negaranya akan mampu memberi kejutan ketika menghadapi timnas Inggris di Wembley.

Seperti yang diketahui, sosok berusia 65 tahun tersebut adalah kiper yang menyita perhatian saat memperlihatkan penampilan gemilang saat Polandia berhasil menahan imbang timnas Inggris 1-1 di Wembley pada tahun 1973 silam, di mana dia melakukan banyak penyelamatan gemilang, dan membuat The Three Lions gagal melangkah ke Piala Dunia tahun berikutnya.

Polandia sekali lagi menjadi halangan Inggris untuk menggapai Piala Dunia, tetapi Tomaszewski, yang dijuluki 'badut sirkus dengan sarung tangan kiper' oleh Bryan Clough, menilai Polandia akan sulit mengulang hasil itu.

"Artur Boruc adalah salah satu kiper terbaik di dunia," ujar Tomaszewski kepada BBC Sport. "Tetapi bisakah dia menghentikan Inggris seorang diri? Tidak."

"Saya melakukan kesalahan di tahun 1973, tetapi rekan-rekan saya menyelamatkan kami. Pertahanan kami tidak terlalu bagus sekarang. Artur harus mengandalkan dirinya sendiri."

Peter Schmeichel Ingin Jadi Pelatih Sheffield United

Peter Schmeichel ingin mengawali karirnya sebagai pelatih di Sheffield United.

GOAL

Eks kiper Manchester United Peter Schmeichel dikabarkan tertarik untuk menjadi pelatih kepala Sheffield United.

Seperti yang diketahui, Schmeichel telah menuntaskan kursus kepelatihan dan ia yakin Bramall Lane dapat menjadi fondasi yang sempurna bagi dirinya untuk mengawali karir sebagai pelatih, seperti yang dilansir The Mirror.

Kiper legendaris berusia 49 tahun itu sekarang terus mencari peluang untuk menjadi pelatih, usai menjalani karir yang luar biasa, termasuk delapan musim di Old Trafford dan 129 caps bersama tim nasional Denmark.

Sheffield United sendiri saat ini sedang mencari pelatih baru setelah memecat David Weir pekan lalu, menyusul hasil buruk tim di League One Liga Inggris, yaitu meraih satu kemenangan dalam sepuluh laga terakhir.

Mantan kapten tim Chris Morgan ditunjuk untuk menjadi pelatih interim, tetapi ia juga gagal membawa Sheffield United mencapai performa terbaik setelah kalah dari Coventry City dengan skor 3-2.

Ezequiel Garay Gagal Ke Manchester United Karena David Moyes

Ezequiel Garay mengakui dirinya sempat optimistis dapat bergabung ke Manchester United musim ini.

GOAL

Bek 
Benfica Ezequiel Garay mengklaim bahwa dirinya hampir bergabung dengan Manchester United, sebelum kedatangan David Moyes di Old Trafford.

Seperti yang diketahui, Garay kerap dikaitkan dengan United dan Paris Saint-Germain di musim panas lalu, tetapi bek asal Argentina itu akhirnya tetap berada di Benfica ketika bursa transfer ditutup.

Pemain berusia 27 tahun tersebut mengungkapkan bahwa eks pelatih United Sir Alex Ferguson menunjukkan ketertarikannya untuk mendapatkan jasanya, tetapi ia menilai Moyes telah membatalkan potensi transfer dan enggan memenuhi permintaan banderol yang ditetapkan Benfica.

"Saya yakin saya akan bergabung dengan Manchester United pada musim panas kemarin. Kesepakatan benar-benar dekat tetapi akhirnya Benfica tidak menerima tawaran mereka," ujar Garay kepada The Mirror.

"Saya yakin keluarnya Ferguson mempengaruhi kesepakatan. Moyes tidak mempercayai saya sepenuhnya tetapi itu bukan masalah."

"Saya bahagia di Benfica dan memiliki banyak mimpi dan ambisi untuk musim ini. Sekarang saya hanya berpikir tentang saat ini yaitu Benfica, tetapi tidak mungkin dapat menutup kemungkinan di masa depan."

Alan Pardew: Newcastle United Kekurangan Pemain Asal Inggris

Alan Pardew mengakui terlalu banyak pemain asing berada di Newcastle United.

GOAL

Pelatih 
Newcastle United Alan Pardew mengakui bahwa dirinya merasa khawatir dengan sedikitnya pemain asal Inggris di St James Park musim ini.

The Magpies hanya menempatkan satu orang pemain asal Inggris dalam line-up terakhir mereka, yaitu Mike Williamson, saat mengalahkan Cardiff City dengan skor 2-1.

Selain itu, 12 gol terakhir Newcastle di Liga Primer Inggris, semuanya dicetak oleh pemain asal Prancis, seperti Hatem Ben Arfa, Loic Remy dan Yohan Cabaye.

"Satu masalah adalah kami harus segera mencari pemain asal Inggris dengan cepat, karena kami mulai dipenuhi, mungkin, terlalu banyak pemain asing," ujar Pardew.

"Saya pikir kami harus memperkuat tim dan mungkin di Januari juga. Tetapi kami harus menggunakan dana yang kami miliki."

"Kami tidak memiliki dana yang sangat besar dan saya pikir itu membuat sedikit sulit."

Vanderlei Luxemburgo: Diving Adalah Bagian Dari Sepakbola

Luxemburgo menyebut aksi menyelam yang dilakukan para pemain adalah strategi dalam sepakbola.

GOAL

Pelatih Fluminense Vanerlei Luxemburgo menyatakan aksi diving sebagai salah satu bagian dalam sepakbola. Sebelumnya, gelandang Barcelona, Sergio Busquets, juga memiliki pandangan serupa dengan Luxemburgo, yakni menyebut aksi pura-pura jatuh ini sebagai ‘cara bermain pintar.’ 

Luxemburgo sendiri baru saja mengalami kondisi kurang mengenakkan dari cap negatif para pemain yang suka diving. Akhir pekan lalu, klubnya tertinggal 1-0 melawan Gremio dan ketika laga menyisakan 28 menit, penyerang Fluminense Biro Biro kedapatan diving dan langsung diberi kartu kuning kedua alias diusir wasit. 

Untungnya, Fluminense mampu menyamakan skor di injury time lewat Rafael Sobis sehingga sukses mengamankan satu poin. Namun, Luxemburgo menjelaskan dirinya tidak akan menyalahkan penyerang berusia 18 tahun tersebut yang dikartu merah karena aksinya.

“Pengusiran Biro bukan karena aksi diving. Kartu kuning pertamanya sebenarnya tak perlu. Simulasi [diving] ini adalah bagian dari sebuah permainan sepakbola. Jika Biro pantas diusir atau tidak, itu adalah keputusan orang lain,” ujar mantan pelatih Real Madrid dan timnas Brasil ini.  

Diego Maradona: Saya Tidak Akan Dukung Argentina

Maradona masih terluka dengan perlakuan AFA sehingga tak mau mendukung timnasnya dalam Piala Dunia U-17 di UEA.

GOAL

Diego Maradona melanjutkan perselisihan dengan negaranya sendiri setelah dia menyatakan tak ingin mendukung Argentina menjelang Piala Dunia U-17 di Uni Emirat Arab.

Sebelumnya, sang legenda Napoli ini tak pernah bisa berdamai dengan Federasi Sepakbola Argentina (AFA) setelah dirinya dicopot langsung sebagai pelatih Albiceleste setelah Piala Dunia 2010 berakhir. Sebagai hasil dari hubungan yang kurang harmonis dengan AFA, Maradona tak mau mendukung negaranya dalam kompetisi itu dan lebih memilih mendukung UEA sebagai tuan rumah penyerlanggara Piala Dunia U-17 itu.

“Saya akan mendukung UAE dan bukan Argentina karena berbeda pendapat dengan negara saya. Saya menginginkan para fans untuk datang dalam jumlah besar dan mendukung tuan rumah,” ujar pria berusia 52 tahun ini.

Turnamen tersebut akan dimulai pada Kamis (17/10) mendatang dan akan dimulai dengan pertandingan Brasil melawan Slovakia dan diikuti laga UEA melawan Honduras. Sementara Argentina, yang tak mendapat dukungan dari legendanya, akan berhadapan dengan Iran, Sabtu (19/10). 

Saat ini, Maradona bekerja sebagai ‘pelatih spiritual’ di klub Primera D Argentina, Deportivo Riestra. Ia juga menjadi duta olahraga Dubai, setelah dirinya meninggalkan posisinya sebagai pelatih Al Wasl tahun lalu.

Harry Redknapp: Andros Townsend Cemerlang Berkat Saya

Redknapp mengaku berandil besar dalam karier Townsend hingga ia sanggup mencetak gol dalam debutnya bersama timnas Inggris.

GOAL

Manajer Queens Park Rangers mengklaim dirinya punya andil besar dalam kesuksesan debut Andros Townsend di timnas Inggris. Seperti yang diketahui, sayap Tottenham Hotspur itu menyarangkan satu gol dalam laga pertamanya bersama The Three Lions saat menang 4-1 melawan Montenegro.

Redknapp sendiri selama melatih Spurs pada 2008-2012, sering meminjamkan Townsend ke klub-klub lain dan bahkan ketika sang manajer mulai melatih QPR musim lalu, Townsend juga ikut dipinjamkan ke Loftus Road.

“Dia adalah pemain fantastis ketika dia masih di Rangers. Saya rasa, itu adalah sebuah proses menuju kesuksesannya. Saya juga mencoba memosisikannya dari sayap kiri kesukaannya ke sayap kanan dan dia menimbulkan dampak yang lebih besar,” ungkap Redknapp kepada Sunday Mirror.

“Jika kami tak terdegradasi, saya mungkin berupaya untuk memboyongnya ke sini. Saya meminjamkannya ke banyak klub saat saya masih melatih Spurs karena saya punya Gareth Bale dan Aaron Lennon sebagai pemain reguler.”

“Andros adalah seorang yang penuh ambisi. Peminjaman itu baik untuknya. Dia kini telah bermain baik bagi Tottenham dan debutnya bersama Inggris tak membuat saya terkejut. Dia adalah pemain bertalenta dengan sikap yang brilian,” pujinya. 

Gus Poyet: Martin O'Neill Yakinkan Saya Untuk Latih Sunderland

Pria Uruguay ini mengaku terpengaruh ajakan dari O’Neill untuk melatih Sunderland.

GOAL

Gus Poyet mengungkapkan bahwa Martin O’Neill telah mempengaruhi dirinya untuk menjadi manajer Sunderland. Awal bulan Oktober ini, Poyet ditunjuk sebagai suksesor Paolo Di Canio yang hanya sanggup membawa The Black Cats duduk di dasar klasemen Liga Primer Inggris.

O’Neill sendiri adalah mantan manajer Sunderland yang diakui Poyet telah membujuknya untuk bergabung ke klub yang bermarkas di Stadium of Light ini, ketika keduanya bertemu dalam pertandingan golf League Managers’ Assosication (LMA) pada musim panas kemarin.

“Saya mengenal Sunderland. Saya pernah bermain di sini dan saya menderita kekalahan besar di sini dari Chelsea. Saya juga mengerti para fans mereka. Namun, saya juga beruntung karena secara tidak sengaja saya bermain golf LMA pada musim panas kemarin dengan Martin O’Neill,” ungkap Poyet.

“Kami berada dalam mobil golf dan saya menanyakan banyak hal tentang Sunderland. Lalu dia berbicara positif tentang kondisi di sini [Sunderland], tentang chairman, para fans, dan pemainnya. Martin adalah orang jujur dan menyenangkan,” imbuhnya. 

Kini, Sunderland masih duduk di peringkat buncit dan terpaut enam angka dari zona aman setelah menjalani tujuh pertandingan di musim 2013/14 tanpa meraih satupun kemenangan. 

Richmond Boakye Tatap Masa Depan Di Juventus

Richmond Boakye menilai keputusan Antonio Conte meminjamkannya ke Elche tepat sebelum dia benar-benar kembali ke skuat si Nyonya Tua.

GOAL


Bomber Richmond Boakye melihat masa depan dirinya bersama Juventus. 

Pemain yang dimiliki bersama oleh Genoa dan Bianconerri ini pada musim 2013/14 telah dipinjamkan ke klub Spanyol Elche. 

Bukan di Genoa atau Elche, tapi Boakye menilai karier gemilang dirinya bakal meledak bersama si Nyonya Tua di masa yang akan datang.

"Kami memutuskan jika peminjaman berikutnya akan menjadi solusi terbaik bagi semua pihak. Saya amat sangat percaya. Jika saya di sini [Elche] itu karena Tuhan menginginkan saya," ujar Boakye kepadaTuttoJuve.

"Apa saya merasa dinilai di bawah rata-rata oleh Juve? Tidak, karena kalau memang iya saya sudah pasti dijual. [Elche] pilihan yang tepat dari [Antonio] Conte, sebab jika tidak [pindah] saya akan jadi striker keenam."

"Target tetap sama: memiliki kesempatan untuk bermain bersama Juventus," tandasnya.

Vincenzo Montella Jagokan Napoli Scudetto

Napoli dinilai memiliki semua kriteria menjadi tim terbaik Serie A Italia musim ini.

GOAL

Napoli menjadi tim yang dijagokan Vicenzo Montella menjadi scudetto di Serie A Italia musim 2013/14, mengungguli Juventus dan penguasa capolista sementara AS Roma.

"Napoli akan berjuang untuk scudetto, karena mereka memiliki kesempatan memenangi tahun ini," kata pelatih Fiorentina itu, Senin (14/10).

"Juventus adalah tim terkuat dalam hal struktur dan mereka terbiasa menang, tapi perbedaannya adalah pada motivasi."

"AS Roma sangat berimbang dan memiliki antusiasme, sementara FC Internazionale bisa menyulitkan tim mana pun."

"Saya yakin Napoli akan mengakhiri musim di puncak klasemen dengan Juventus di tempat kedua dan AS Roma ketiga. Tapi, saya sering juga membuat prediksi yang salah," tandasnya.

Thiago Motta Tak Menatap Peluang Hengkang

Thiago Motta masih terikat kontrak dua tahun lagi di Paris Saint-Germain.

GOAL



Tak pernah sedikit pun terlintas di benak Thiago Motta untuk hengkang dari Paris Saint-Germain karena dia memang merasa betah tinggal di ibu kota Prancis. Hal ini diungkapkan agennya, Alessandro Canovi.

Belakangan, nama Motta marak dihubung-hubungkan dengan Juventus. Meski begitu, kini agennya berusaha menjelaskan situasi sang klien.

"Saya kira Thiago Motta bahagia tinggal di Paris," tukas sang agen kepada Calcio News 24.

"Dia masih terikat kontrak yang tamat pada 2015 mendatang, para petinggi klub juga amat menghargainya, dan saya pikir tidak akan ada masalah mengenai kontrak baru," jelasnya.

"Pemain ini selalu bersikap apa adanya. Saya cukup senang mendengar segala bentuk gosip mengenai dirinya [soal ke Juventus]."

Ezequeil Lavezzi Bahagia Di Paris

Menurut Ezequiel Lavezzi, kehidupan di Naples dan di Paris sangat berbeda jauh.





Ezequeil Lavezzi menegaskan dirinya bahagia bermukim di Paris Saint-Germain. Meski diakuinya ada kesulitan tertentu, tapi dia tetap merasa nyaman tinggal di ibu kota Prancis tersebut.

Baginya, kehidupan di Naples tak pernah dia dapatkan di Paris. Namun, Lavezzi merasa betah berada di negeri Mode. 

"Sungguh jelas kehidupannya berbeda dibanding semasa saya berada di Naples," ujarnya kepadaCanchallena.

"Di Paris, ada sesuatu yang sulit didapatkan. Intinya, amat berbeda. Ini adalah kota di mana Anda bisa pergi sesuka Anda."

Soal kehidupannya di lapangan hijau, Lavezzi mengaku musim ini segala sesuatunya berjalan dengna lancar. 

"Di lapangan, musim ini saya kembali menemukan posisi asli saya. Saya merasa baik sekarang. Apa lagi yang mau Anda ragukan [soal masa depan]," tandasnya.

Performa Samir Nasri Puaskan Didier Deschamps

Dibandingkan Valbuena, Nasri menjalankan peran dengan lebih baik di skuat Prancis.

GOAL


Kemenangan 6-0 atas Australia mendapat perhatian tersendiri bagi pelatih tim nasional Prancis, Didier Deschamps, khususya pada performa Samir Nasri.

Pemain Manchester City itu dinilai menunjukkan penampilan yang memesona saat menjalani laga pertamanya sejak Piala Eropa 2012 silam.

"Sebelum laga, saya selalu yakin Nasri merupakan pemain yang sangat bagus," kata Deschamps, Senin (14/10).

"Ia menunjukkannya di posisi di mana Matthieu Valbuena banyak bermain sejauh ini. Tapi apa yang ditunjukkannya berbeda dengan lainnya," tandasnya.

18 Ribu Fans Polandia Ngelurug Ke Wembley

Setidaknya ada 18 ribu tiket untuk fans Poladia yang sudah terjual.

GOAL


FA telah menjual 18,000 lembar tiket untuk fans POlandia, dua kali lipat dari biasanya, untuk laga krusial melawan Inggris di Wembley.

Menurut aturan FIFA, tim tamu mendapat jatah tiket mencapai sepuluh persen dari kapasitas stadion. Kapasitas Wembley sendiri mencapai 90,000 tempat duduk, yang artinya fans Polandia harusnya mendapat 9,000 lembar tiket.

Namun FA memutuskan untuk menambah jumlah tiket untuk pendukung tim tamu hingga dua kali lipat dari yang seharusnya.

"Dengan tingginya permintaan dari komunitas POlandia di Inggris, FA memutuskan, tentunya dengan pertimbangan keamanan, untuk memastikan fans Polandia mendapatkan ruang di area tertentu ketimbang harus membeli tiket di area pendukung tuan rumah," jurubicara FA, Senin (14/10).

Ada pun jumlah tiket tersebut kini sudah ludes terjual dan dipastikan pendukung Polandia akan meramaikan duel di Wembley besok.

Herve Renard Siap Jalani Tantangan Di Sochaux

Renard merasa tertantang bisa menangani tim Prancis di kompetisi yang bergengsi.

GOAL


Pelatih Sochaux yang baru, Herve Renard, tak sabar menjalani laga pertamanya bersama klub setelah ditunjuk menggantikan Eric Hely minggu lalu.

Sebelumnya Renard menangani tim nasional Zambia sebelum kemudian ditunjuk menangani tim Ligue 1 Prancis tersebut.

"Saya tidak dipaksa datang. Saya bisa saja bertahan di Afrika, saya banyak mendapat tawaran di sana," kata Renard, Senin (14/10).

"Ini mengenai tantangan personal bagi saya. Saya menyukai apa yang ditawarkan klub dan mereka terlihat seperti saya."

"Ada jiwa di sana dan saya menyukainya. Tantangannya sangat luar biasa dan saya menyukainya. Target saya adalah bisa meningkat, termasuk di Eropa dan suatu hari nanti bisa lebih baik lagi."

"Kami mungkin bukan tim terbaik di Ligue 1, tapi saya yakin target klub tidak membidik target setinggi mungkin," tandasnya.

Pierre-Emile Hojbjerg Ingin Buktikan Kemampuannya Di Bayern Munich

Hojbjerg yakin bisa masuk skuat utama Bayern di masa mendatang.

GOAL


Pierre-Emile Hojbjerg yakin pada suatu hari nanti akan mendapat kesempatan bermain reguler di Bayern Munich.

Pemain asal Denmark berusia 18 tahun itu memiliki ambisi menjadi starter setelah mengikuti sesi latihan bersama skuat utama Bayern di Allianz Arena.

Hojbjerg sendiri melakoni debutnya bersama Bayern pada April silam dan memiliki kontrak profesional berdurasi tiga musim.

"Memang benar saya sudah menandatangani kontrak setelah liburan musim panas," kata Hojbjerg, Senin (14/10).

"Kontrak saya sebelumnya diubah menjadi kontrak profesional untuk tiga tahun. Hal itu tak berarti sesuatu telah berubah, kecuali jumlah gaji saya yang lebih baik."

"Saya selalu latihan bersama skuat A Bayern, seperti musim lalu. Saya tahu suatu hari nanti saya akan menjadi pemain reguler di starting XI Bayern."

"Bermain di Bundesliga Jerman sangat menarik, tapi saya tak memiliki rencana untuk meninggalkan Bayern dengan status pinjaman," tandasnya.

Samir Nasri Puas Dengan Performanya Bersama Prancis

Di pertandingan berikutnya, Nasri berharap bisa tampil lebih baik lagi.

GOAL


Samir Nasri melakoni laga pertamanya bersama Prancis sejak Piala Eropa 2012 dengan hasil yang mengesankan, yaitu membawa timnya menang 6-0 atas Australia di laga uji coba minggu lalu.

Diungkapkan Nasri, momen tersebut membuatya girang karena kembali bersama tim nasional dan memberikan kontribusi adalah sesuatu yang membanggakan.

"Saya sudah tampil, bekerja keras, meerima semua keputusan untuk memberikan apa yang bisa saya berikan," kata Nasri, Senin (14/10).

"Saya tahu bagaimana rasanya tidak berada di skuat Prancis lagi. Selama absen, saya bisa sangat memikirkannya."

"Saya sebelumnya selalu jadi kandidat dalam susunan tim utama. Saya punya banyak hal yang harus disesali dan untuk ditunjukkan, tapi saya sudah bermain di tim besar," tandasnya.

AC Milan Dihantam Caen, Massimiliano Allegri Murka

Sang allenatore berang dengan penampilan mengecewakan Milan di hadapan Caen.

GOAL


Pelatih Massimiliano Allegri tak sanggup membendung emosinya setelah melihat AC Milan bertekuk lutut dengan skor telak 3-0 dalam uji coba melawan tim Ligue 2, Caen, Minggu (13/10).

Il Diavoli memang tampil dengan mayoritas personel cadangan dan pemain junior mengingat sebagian besar pilar mereka tengah bersama tim nasional masing-masing, tapi bagi Allegri itu bukan alasan atas melempemnya penampilan mereka.

Milan khususnya amat buruk di lini pertahanan, dan kalau bukan karena kesigapan kiper Gabriel yang menampilkan serangkaian aksi penyelamatan, mereka mungkin bakal kebobolan lebih banyak lagi saat menghadapi mantan tim M'Baye Niang itu.

"Ini sangat disayangkan, karena ketika Anda bermain itu seharusnya selalu untuk mendapatkan hasil," ujar Allegri selepas partai eksebisi di Prancis tersebut.

"Di babak pertama kami membuat beberapa kesalahan dan secara keseluruhan ini bukan laga yang bagus. Saya sebenarnya tertarik melihat penampilan mereka yang baru kembali dari cedera atau tidak sering bermain. Saya tahu dengan begitu banyak 'bocah' di lapangan kami berisiko menelan hasil memalukan."

"Dalam sepakbola teknik saja tidak cukup. Anda juga membutuhkan karakter, rasa lapar, dan antusiasme. Ketika dipasang, seorang pemain harus selalu memberikan yang terbaik. Kalau bermain seperti ini, maka mereka tak bisa meminta saya untuk memberikan waktu lebih di lapangan."

"Ini bukan momen positif, tapi kami harus tetap tenang dan melewatinya."

"Gabriel, Riccardo Saponara, Mastalli dan terutama Rondanini bermain baik hari ini. Rondanini memiliki spirit tepat yang seharusnya dimiliki semua pemain ketika mereka menapaki lapangan."

"Sekalipun ini hanya persahabatan, para pemain harus memberikan respons kepada pelatih.Saya tak akan menyebut pemain mana pun secara khusus, tapi sebagai tim kami bermain sangat buruk. Performa seperti ini tak bisa diterima," keluh Allegri.

Bobol Gawang Juventus, Simone Zaza Takkan Selebrasi

Simone Zaza tak bakal menunjukkan aksi perayaan kalau berhasil mencetak gol ke gawang Juventus, klub yang mempunyai hak atasnya bersama Sassuolo.



Sebagai simbol respek terhadap separuh kepemilikannya yang dipegang oleh Juventus, Simone Zaza mengaku tak akan berselebrasi andai ia mampu menjebol gawang Bianconeri saat Sassuolo bertandang ke Turin.

Penyerang muda 22 tahun itu memikat Juve setelah menunjukkan ketajaman di Serie B musim lalu semasa dipinjam Ascoli dari Sampdoria.

Juve memutuskan menebus setengah hak atasnya dari Samp di bursa musim panas, sebelum Sassuolo membeli separuhnya lagi. Kedua klub lantas bersepakat bahwa Zaza merumput dengan skuat Eusebio Di Francesco musim ini.

Pertemuan antara Juve dan Sassuolo sendiri baru mentas Desember nanti, namun sepertinya si pemain sudah mulai memikirkan tentang laga tersebut.

"Kalau Juve mengeluarkan uang untuk saya, maka saya percaya mereka melakukannya karena mereka yakin pada potensi saya," ujar Zaza kepada Tuttosport.

"Dalam beberapa tahun terakhir Juventus telah berinvestasi besar pada pemain-pemain muda dan merupakan kehormatan bagi saya untuk menjadi bagian klub ini."

"Kalau saya mencetak gol melawan Juventus bersama Sassuolo, saya tak akan merayakannya, karena bagian dari kontrak saya dimiliki Bianconeri."

"Meski begitu, sekarang saya berkonsentrasi pada Sassuolo. Saya belum pernah berbicara dengan Antonio Conte, kontak saya [untuk transfer] hanya dengan direktur Giuseppe Marotta dan Fabio Paratici."

"Impian saya adalah bermain di Piala Dunia dan Liga Champions, semoga dengan memakai jerseyJuventus."