Pencarian Data

Tuesday, January 28, 2014

Roberto Martinez Butuh Leighton Baines Demi Liga Champions


Martinez menyebut kontrak baru Baines menandakan bahwa The Toffees kini mulai serius mengejar Liga Champions.
Manajer Everton Roberto Martinez menyebut kontrak anyar yang baru saja diberikan kepada Leighton Baines menunjukkan bahwa timnya kini sudah siap untuk menghadapi level kompetisi yang tinggi: Liga Champions.

Seperti diketahui, Baines baru saja menandatangani kontrak anyar yang akan mengikatnya hingga musim panas 2008 untuk mengakhiri spekulasi kepindahannya ke Manchester United. Martinez mengaku memang membutuhkan Baines untuk membawa The Toffees menapaki tangga yang lebih tinggi.

“Saya memahami perasaan Leighton, bahwa sebagai klub, kami sudah siap untuk menghadapi dan menantang hal-hal yang lebih besar. Sebagai manajer, Anda ingin pemain yang berambisi bermain di Liga Champions,” ujar Martinez.

“Kami bukan sekedar sebuah tim yang senang bermain di liga domestik saja. Jadi komitmen Leighton di Everton ini akan sangat signifikan untuk mencapai target itu. Saya menganggap Leighton sebagai pria cerdas dan juga pesepakbola tradisional yang selalu loyal,” imbuh Martinez.

Sayang, ambisi Martinez untuk menembus empat besar Liga Primer Inggris sedikit terhambat usai takluk 4-0 dari rival sekotanya, Liverpool, Rabu (29/1) dini hari WIB tadi. Namun Everton tetap hanya terpaut tiga angka dari The Reds yang duduk di peringkat keempat dengan 46 poin. 

Jese Rodriguez Ingin Pikat Pelatih


Sang penyerang muda kembali mencetak gol dalam kemenangan Los Blancos atas Espanyol.
Jese Rodriguez berharap bisa menarik perhatian pelatih Real Madrid Carlo Ancelotti setelah kembali menyuguhkan penampilan impresif dalam absensi Gareth Bale, Selasa (28/1) malam waktu setempat. 

Pemain 20 tahun mencetak gol tunggul dalam kemenangan Los Blancos atas Espanyol di leg kedua perempat-final Copa del Rey yang akan mengirim mereka bertemu satu di antara Athletic Bilbao atau Atletico Madrid di empat besar. 

Jese mangaku berusaha memaksimalkan peluang untuk tampil mengesankan di tengah absensi Bale. 

“Bale pemain besar. Dia profesional dan kami memiliki kepercayaan terhadapnya. Seperti yang saya katakan, ini terserah pelatih untuk memilih jika Bale main. Saya harus mengambil kesempatan saya,” ujar Jese. 

Jese, yang mencetak empat gol sejauh ini, mengatakan memiliki target gol untuk diri sendiri sebelum kompetisi berakhir. 

“Saya mencoba menempatkan 10 gol musim ini. Saya tahu harus bekerja keras, tapi saya tak mengharapkan lebih atau kurang. 

“Saya bekerja secara hati-hati dalam latihan tapi saya tahu bagaimana sesuai dapat berjalan di sepakbola. Untuk saat ini, semua berjalan baik untuk saya,” tandasnya. 

Arsene Wenger Isyaratkan Beli Pemain


Arsenal dihajar isu cedera pemain dan sanksi pemain.
Setelah pasukannya ditahan imbang Southampton 2-2, bos Arsenal Arsene Wenger mulai membuka kemungkinan bakal terjun ke bursa transfer pemain musim dingin.

Mathieu Flamini menerima kartu merah usai melanggar MorganSchneiderlin hingga harus menerima sanksi larangan bermain di tiga pertandingan sementara Santi Cazorla meninggalkan lapangan karena cedera.

Setelah pertandingan Wenger juga menjelaskan cedera Aaron Ramsey kambuh saat menjalani proses pemulihan.

Cedera dan sanksi yang menghajar skuat Arsenal ini membuat Wenger mulai menjajaki kemungkinan mendatangkan pemain anyar ke Emirates Stadium.

"Untuk sekarang saya belum bisa berbicara banyak, tetapi mungkin di masa depan karena kami sekarang kehilangan beberapa pemain," ungkapnya.

The Gunners selama ini dihubungkan dengan Yoann Gourcuff dan permata dari Jerman Julian Draxler.

Joaquin Caparros: Sulit Takar Harga Lionel Messi


"Saya bahkan siap membayar berapapun untuk memiliki Messi di sini."
Joaquin Caparros mengatakan bakal sulit memprediksi banderol Lionel Messi mengingat pengaruh dan kontribusi megabintang Argentina itu pada sepakbola.

Pertengahan pekan ini Caparros dan pasukan Levante kembali akan berhadapan dengan Barcelona di leg kedua perempat-final Copa del Rey.

"Harga Messi? Sulit memasang banderol padanya," ungkap pelatih berusia 58.

"Saya pikir pemain terbaik di dunia harus mendapat gaji tinggi karena mereka punya bakat istimewa yang akan membuat stadion penuh dan memberi dampak hebat pada sepakbola."

"Saya bahkan siap membayar berapapun untuk memiliki Messi di sini."

"Dengan senang hati saya memberikan kedua tangan untuk mendapatkan seorang striker yang bisa mencetak 20 gol di paruh kedua musim," tutupnya sambil tersenyum.

Jelang MU vs Cardiff - Moyes: Solskjaer Akan Dapat Sambutan Hangat di Old Trafford

Manchester - Laga Manchester United versus Cardiff City akan diwarnai kembalinya legenda MU, Ole Gunnar Solskjaer, ke Old Trafford. David Moyes yakin Solskjaer akan mendapatkan sambutan hangat dari publik Old Trafford.

Saat masih aktif sebagai pemain, Solskjaer berseragam MU pada periode 1996-2007. Dia adalah bagian dari tim yang meraih treble pada musim 1998/1999. Golnya ke gawang Bayern Munich di injury time memastikan "Setan Merah" memenangi Liga Champions pada musim tersebut.

Solskjaer kini telah beralih profesi menjadi manajer. Setelah tiga tahun melatih Molde, dia kembali ke Inggris dan menukangi Cardiff.

Pada Rabu (29/1/2014) dinihari WIB, Solskjaer akan kembali lagi ke Old Trafford. Dia akan memimpin Cardiff pada pertandingan pertamanya melawan MU.

"Ole akan mendapatkan sambutan yang fantastis dan dia layak mendapatkannya," tutur Moyes yang dikutip Wales Online.

"Dia adalah legenda atas apa yang telah dia lakukan di sini," tambah manajer MU ini.

"Golnya yang memenangkan Liga Champions, dan dia adalah duta yang sangat baik untuk United, dan sudah sepatutnya dia diberi sambutan hangat," katanya.

Jelang Copa del Rey - Madrid Ingin Akhiri Januari dengan Manis

 Madrid - Real Madrid akan menjamu Espanyol di laga perempatfinal leg II Copa del Rey di Santiago Bernabeu nanti malam. Los Blancos siap melanjutkan tren positifnya guna lolos ke babak berikutnya.

Bermodal dengan keunggulan 1-0 yang didapat di leg I, Madrid sesungguhnya hanya butuh hasil imbang untuk melaju. Namun demikian, niscaya tim ibukota Spanyol ini jelas tidak bisa santai.

Terlebih karena Periquitos terbukti menjadi lawan yang tidak pernah mudah bagi Madrid akhir-akhir ini. Dalam empat pertemuan sebelumnya, Madrid menang seri dua kali dan menang dua kali, tapi itupun hanya dengan skor tipis saja.

Akan tetapi, Madrid tetaplah jadi favorit mengingat performa apik dalam 10 pertandingan terakhir (di kompetisi domestik) yang berakhir dengan kemenangan. Sedangkan Espanyol sudah menelan empat kekalahan dalam 10 laga terakhirnya.

"Kami cuma memiliki keuntungan kecil tapi kami tidak bisa memikirkan hal itu. Kami harus memainkan permainan kami dan tetap fokus seperti pada akhir-akhir ini," ucap pelatih Madrid Carlo Ancelotti.

"Saya menyukai bagaimana Espanyol melawan Valencia (berakhir 2-2). Mereka percaya diri dan terlihat bagus penampilannya. Mereka sangat berbahaya di depan dengan Cordoba dan Sergio Garcia. Kami harus berhati-hati," lanjut dia di situs resmi klub.

"Januar merupakan bulan yang begitu bagus bagi kami. Kami berhasil mengumpulkan banyak poin di liga dan lebih percaya diri dengan permainan kami. Ini sudah menjadi bulan yang sangat baik buat Madrid dan kami ingin mengakhirinya dengan bagus pula dengan sebuah pertandingan yang bagus," demikian Ancelotti.

Jelang MU vs Cardiff - Setan Merah' Menuju 1.000 Poin di Old Trafford

Manchester - Laga melawan Cardiff City akan terasa spesial untuk Manchester United. Tak hanya soal debut Juan Mata, namun 'Setan Merah' juga berjarak dua poin lagi dari poin ke.1000 mereka di laga kandang di Premier League.

Mata kemungkinan besar akan memainkan debutnya malam nanti di Old Trafford saat MU menjamu Cardiff. Tiga poin ini adalah harga mati untuk MU jika mereka tak ingin kian tertinggal dari tim-tim di atas.

Saat ini MU masih berada di posisi ketujuh dengan 37 poin, selisih enam angka dari Liverpool di posisi keempat. Sementara Cardiff di urutan ke-18 alias zona degradasi dengan 18 poin.

Berikut data dan fakta terkait pertemuan kedua tim seperti dilansir Opta.

- Manchester United sudah meraih 998 poin di Old Trafford sepanjang sejarah Premier League, lebih banyak dari tim-tim lain.

- 37 poin adalah jumlah poin terendah yang pernah didapat MU sepanjang sejarah Premier League ketika sudah berjalan 22 pekan.

- The Red Devils menang dua kali dan kalah tiga kali dari lima laga kandang terakhir mereka.

- Kemenangan terakhir Cardiff di Manchester United adalah April 1954 dengan skor 3-2.

- Danny Welbeck mencetak enam gol dari tujuh penampilan terakhirnya bersama Manchester United.

- Cardiff tidak pernah menang dari delapan pertandingan tandang terakhir mereka dan sudah kalah enam kali. (0 menang 2 imbang 6 kalah).

- Manajer Cardiff, Ole Gunnar Solksjaer, mencetak 91 gol dari 235 penampilan untuk Manchester United dari musim 1996/1997 hingga 2006/2007.

- Cardiff jadi tim dengan rekor disiplin paling bagus musim ini dengan hanya mendapat 27 kartu kuning dan tak pernah mendapat kartu merah.

- 35 persen gol Cardiff dicetak dari kepala; paling tinggi di antara tim-tim lain di Premier League musim ini.

- Cardiff City selalu kebobolan di enam laga terakhir mereka, kebobolan 16 gol dengan prosentase 2,7 gol per laga.

Xavi Tegaskan Ingin Pensiun di Barca

Barcelona - Xavi Hernandez membantah keras rumor yang menyebut bahwa dirinya akan meninggalkan Barcelona. Ditegaskan oleh gelandang berpaspor Spanyol itu, dirinya hanya ingin mengakhiri karier di klub Catalan itu.

Xavi sejatinya terikat kontra dengan Barca hingga Juni 2016 dan saat itu ia sudah menginjak umur 36 tahun. Dengan gaya bermain Los Cules saat ini yang menuntut penguasaan bola prima dengan fisik bagus, Xavi diperkirakan akan sulit mengimbangi rekan-rekannya yang lain.

Tak ayal Xavi pun diisukan pergi dan melanjutkan sisa kariernya di Qatar atau Amerika Serikat, tempat di mana pesepakbola tua menjadikannya sebagai tempat pensiun.

Tapi Xavi membantahnya dan merasa ia masih dibutuhkan oleh klub sehingga dirinya bertekad untuk gantung sepatu di Barca.

"Aku tidak akan pergi ke Qatar atau New York, aku ingin mengakhiri kontrakku bersama Barca. Aku ingin bertahan di sini, aku merasa masih penting dan dibutuhkan," ujar Xavi di Sky Sports.

"Aku masih betah bermain. Aku baru saja memperpanjang kontrak beberapa waktu lalu dan aku akan mencoba terus ada di level ini. Impianku dan tujuanku adalah terus bermain untuk Barca," sambungnya.

Akhir pekan lalu Xavi baru saja mencatatkan penampilan ke-700 dalam seragam Blaugrana sejak melakoni debutnya di tim senior lebih dari sedekade lalu. Tak cuma penampilan, banyak trofi juga sudah diberikan Xavi.

"Aku sudah sangat lama di sini, banyak sekali memori dan kami sudah memenangi banyak trofi dengan generasi pemain saat ini. Coba lihat ke belakang dan Anda akan melihat bahwa kami menikmati permainan kami," demikian dia.

Laporan dari Liverpool - Di Hadapan Anfield nan Klasik Itu

Liverpool - "This is Anfield adalah sebuah statement." Demikian ucapan Kevin, pria yang mengantarkan kami berkeliling Anfield. Dia begitu bangga dengan ucapan yang dicetuskan oleh Bill Shankly tersebut.

"Besok kedua kapten akan berdiri di bawah logo ini sebelum memasuki lapangan. Bill Shankly menaruhnya karena kebanyakan stadion di Inggris menulis 'Welcome to...' atau 'Home of...'. Bill Shankly ingin sesuatu yang berbeda. Sesuatu yang bisa mengintimidasi lawan," ucap Kevin.

Pria berkepala plontos itu lantas melanjutkan cerita mengenai The Kop, tribun termahsyur di Anfield itu, dan bagaimana ramainya tribun tersebut di tiap-tiap laga. Apalagi pekan ini Liverpool akan menjamu rival sekota, Everton.

"Ini adalah pengabadian untuk mereka, suporter-suporter yang sangat passionate terhadap Liverpool. Mereka tidak akan berhenti bernyanyi sepanjang pertandingan."

"Saya sendiri cukup beruntung bisa menyaksikan banyak pertandingan. Masing-masing pertandingan punya kenangan tersendiri buat saya soal The Kop," ucapnya.

Anfield mungkin hanya berjarak "sepelemparan batu" dengan Goodison Park. Hanya dipisahkan oleh Stanley Park. Keduanya bahkan punya sejarah yang sama --sama-sama pernah berumah di Anfield. Oleh karenanya, derby Merseyside dianggap sebagai salah satu yang paling intens di tanah Inggris.

Ketika saya dan rombongan Garuda Indonesia tiba di Liverpool pada Minggu malam (26/1), reklame mengenai pertandingan itu sudah terpajang di beberapa sudut kota. Stasiun televisi yang menyiarkan juga mengambil untung dengan memasang iklan bertuliskan "More Than 3 Points at Stake."

Ya, jarak poin Liverpool dan Everton di klasemen memang sedekat jarak Anfield ke Goodison Park, tapi ada lebih dari tiga poin dipertaruhkan di sini. Yang satu tidak ingin menanggung malu di hadapan yang lainnya.

"Saya cukup yakin Daniel Sturridge dan Luis Suarez sudah cukup untuk menjadi amunisi kami di lini depan. Sekarang tinggal tergantung kami, para bek, untuk menjaga pertahanan sebaik mungkin," ujar Kolo Toure di koran lokal.

Toure cukup beruntung sudah pernah mencicipi berbagai derby di Inggris, mulai dari derby London Utara hingga Manchester. Namun, dia belum pernah sekalipun bermain di derby Merseyside. Abang dari Yaya Toure ini pun agak penasaran seperti apa rasanya bermain di derby tersebut --meski dia sudah banyak mendengar cerita mengenainya.

Keluarga-keluarga di Liverpool akan terbiasa datang berbondong-bondong ke stadion untuk menyaksikan si merah dan si biru saling baku hantam. Si ayah adalah penggemar Liverpool, sementara mungkin si istri atau anaknya adalah pendukung Evrerton.

Jangan heran jika Anda mendengar bahwa Jamie Carragher dan Michael Owen adalah penggemar Everton semasa kecil, karena memang demikianlah keadaan di sini. Derby Merseyside menghadirkan rivalitas yang begitu tegang, tetapi juga begitu intim.

Pada era 90-an hingga awal 2000-an, Merseyside juga dikenal sebagai salah satu tempat lahirnya bakat-bakat menjanjikan. Dulu Everton punya Danny Cadamarteri, Francis Jeffers, ataupun James Vaughan yang sempat digadang-gadang jadi masa depan klub mereka. Namun, pada akhirnya, nama-nama itu tenggelam di hadapan pemuda-pemuda Anfield seperti Owen, Carragher, Jamie Redknapp, hingga pemuda yang dulu mengenakan kostum nomor 17 bernama Steven Gerrard.

Dalam kelanjutannya, Everton akhirnya menghasilkan pemuda-pemuda hebat lainnya: Wayne Rooney, Jack Rodwell, hingga kini Ross Barkley. Bahkan Barkley, yang kini berusia 20 tahun, sudah digadang-gadang menjadi penggawa lini tengah tim nasional Inggris di masa depan.

Begitu banyak kemiripan antara keduanya yang tidak terbantahkan. Liverpool dan Everton adalah dua saudara kandung yang seperti ingin berebut perhatan dari orang tua mereka. Si kakak yang seperti terpinggirkan karena keberadaan si adik akan selalu mengincar kesempatan untuk mengklaim perhatian itu.

Salah satu iklan bahkan mengklaim sebagai derby paling sukses di tanah Inggris. Ukurannya jelas, Liverpool adalah pengoleksi 18 gelar juara liga, sementara Everton 9. The Toffees adalah klub keempat dalam urusan pengoleksi gelar juara Liga Inggris terbanyak --di bawah Manchester United, Liverpool, dan Arsenal.

Jika urusannya adalah trofi liga, derby Merseyside berbeda dengan rivalitas Arsenal-Tottenham Hotspur yang begitu timpang, hingga United-Manchester City. Baik Liverpool dan Everton boleh bertepuk bangga karena mereka punya sejarah dan tradisi panjang soal trofi itu.

"Lihat saja besok. Atmosfernya akan beda," ujar Kevin lagi.

Di hadapan Anfield yang klasik itu, kedua saudara itu akan bertemu.