Pencarian Data

Wednesday, January 29, 2014

Thiago Alcantara Girang Cetak Gol Penentu Nan Spektakuler


Eks gelandang Barcelona ini senang dengan gol perdananya di Bundesliga yang menjadi penentu tiga angka Bayern.
Thiago Alcantara tak bisa menutupi kegembiraannya setelah gol voli akrobatik yang mampu ia lesakkan diinjury time sukses menjadi penentu kemenangan 2-1 Bayern Munich atas tuan rumah Stuttgart, Kamis (30/1) dini hari WIB. 

Sempat tertinggal terlebih dahulu lewat gol Vedad Ibisevic, Bayern melakoni comeback spesial lewat Claudio Pizarro dan Thiago untuk membuat langkah Bayern di singgasana Bundesliga Jerman tak terkejar. Mereka kini unggul 13 poin dari peringkat kedua Bayer Leverkusen.

“Kami mencoba untuk memenangkan laga ini hingga akhir laga. Sungguh perasaan yang fantastis bisa mencetak gol yang menakjubkan itu,” ujar gelandang berusia 22 tahun itu seusai laga.

“Tim lawan memberikan segalanya ketika melawan Bayern. Stuttgart memiliki tim yang sangat kuat dan membuat kami kesulitan. Sungguh menyenangkan mendapat kesempatan untuk memperlebar jarak dari tim di urutan kedua dan ketiga, dan kami mampu melakukannya,” pungkasnya. 

Nike Tiempo, Bagian Dari Sejarah Sepakbola


Sepatu legendaris ini adalah salah satu ikon sepakbola modern.
Bagaimana menciptakan sebuah legenda di atas lapangan hijau? Seorang pemain bintang akan mewujudkannya dengan sekejap momen yang didapatnya dalam pertandingan. Dengan begitu, fans akan mengenangnya sepanjang masa sebagai sebuah ikon tak terpisahkan dari dunia sepakbola.

Bagaimana cerita Nike Tiempo menjadi salah satu legenda dalam sepakbola? Semua diawali dari 17 Juli 1994 pada final Piala Dunia di Pasadena, California, ketika sepuluh dari 22 pemain inti yang bertanding mengenakannya. Kini, 20 tahun berselang, kejayaan dan perjuangan mereka saat bertarung telah menjadi bagian tak terpisahkan dalam sejarah sepakbola. Begitu pula halnya dengan Nike Tiempo.

Nike Tiempo '94

Nike merayakan warisan sejarah itu dengan meluncurkan sepatu casual Tiempo ’94 dengan penampilan yang mengingatkan kita semua akan sejarah di Pasadena. Tidak ketinggalan, sebagai simbol inovasi masa depan, Nike turut memperkenalkan Tiempo Legend V guna menjadi calon legenda berikutnya.

Tiempo ’94 mewakili karakter stylish penggunanya. Ditujukan untuk pemakaian sehari-hari, sepatu berwarna hitam ini dijahit erat di bagian sol dengan tingkat detail yang tinggi. 

Berkaitan dengan peluncuran Tiempo '94 dan Tiempo V, Nike juga merilis kampanye "I AM Tiempo" yang menampilkan Gerard Pique, Ashley Cole, Sergio Ramos, Carlos Tevez, dan Ronaldinho.

Jose Mourinho: Samuel Eto'o Tak Butuh Uang Dan Gelar


Mourinho belum tahu apakah Eto’o akan memperpanjang kontraknya di Chelsea.
Manajer Chelsea Jose Mourinho menyebut strikernya, Samuel Eto’o, sudah tidak perlu lagi mendapatkan uang dan gelar lebih banyak lantaran punya rentetan karier gemilang di klub sebelumnya. Hal itu diungkapkan Mou ketika menanggapi kontrak Eto’o yang akan habis di akhir musim ini.

Eto’o telah merengkuh belasan trofi bersama klub sebelumnya, Barcelona dan Internazionale, dan juga gelar individual. Kini bersama Chelsea, Eto’o sudah mencetak enam gol dari 12 penampilan di Liga Primer Inggris. Meski gembira dengan performanya, Mourinho belum tahu apakah penyerang Kamerun itu akan memperpanjang kontraknya di Stamford Bridge.

“Situasi ini berbeda dengan pemain lain yang punya sejarah panjang dengan Chelsea, seperti Frank [Lampard] dan Ashely [Cole]. Dia akan bebas memilih keputusannya, hanya untuk dia sendiri. Dia datang kemari, karena dia belum pernah tampil di Liga Primer, jadi Samuel menikmati kariernya di sini. Di akhir musim, kita nantikan apa yang akan dilakukannya,” ujar Mou.

“Mungkin dia akan kembali ke Mallorca, mungkin dia akan bertahan bersama kami, atau mungkin dia akan kembali ke Italia dan mengakhiri karier bersama Inter. Samuel sudah tak membutuhkan gelar dan uang, dia hanya perlu menikmati kehidupannya. Kontribusinya terhadap Chelsea sungguh tinggi. Kami gembira dengannya,” pungkasnya.  

Jose Mourinho: West Ham Mainkan Gaya Sepakbola Kuno


Jose Mourinho mengaku dapat memahami mengapa West Ham United bertahan total ketika bertandang ke markas Chelsea.
Pelatih Chelsea Jose Mourinho tampaknya cukup kecewa dengan kegagalan timnya meraih angka penuh saat menjamu West Ham United dalam laga lanjutan Liga Primer Inggris.

Seperti yang diketahui, West Ham pulang dengan satu poin setelah mengimbangi The Blues dengan skor tanpa gol di Stamford Bridge. 

Hal itu membuat Mourinho kecewa dan mengklaim bahwa West Ham memainkan sepakbola kuno ala abad ke-19, meski ia sendiri mengaku dapat memahami mengapa The Hammers melakukan hal tersebut.

"Untuk bermain sepakbola di mana hanya satu tim yang ingin bermain adalah hal yang sangat sulit," ujar Mourinho.

"Saya memberitahu Sam [Allardyce] dan saya mengulangi perkataan saya: mereka membutuhkan satu angka dan karena itu mereka datang ke sini dan bermain seperti itu. Apakah itu dapat diterima? Mungkin iya.

"Saya tidak dapat terlalu mengkritik karena jika saya berada di posisi itu, saya tidak tahu apakah saya akan melakukan hal yang sama. Saya tidak ingin terlalu mengkritik, tetapi ini adalah Liga Primer Inggris dan itu adalah sepakbola dari abad ke-19."

Copa Del Rey: Barcelona Melenggang Mulus Ke Semi-Final


Barcelona kembali menunjukkan kelas atas Levante pada leg kedua perempat-final Copa del Rey di Camp Nou, Kamis (31/1) dinihari WIB.

Setelah membungkam Los Granotes 4-1 di Ciutat de Valencia, The Catalans, yang memainkan banyak pemain cadangan sebagai starter, kembali membukukan keunggulan telak 5-1 sekaligus melaju ke semi-final dengan agregat 9-2.

Sempat tertinggal dini di menit kedelapan, El Barca mengamuk dan memberondong gawang Levante dengan dua gol Alexis Sanchez plus masing-masing satu dari Adriano, Carles Puyol, dan Cesc Fabregas. Di empat besar, Barca akan menghadapi pemenang antara Racing Santander dan Real Sociedad.

Babak Pertama

Turun dengan mayoritas pemain cadangan, Barcelona tetap mampu mendominasi penguasan bola seperti biasanya. Mereka nyaris memecahkan kebuntuan di menit kedelapan lewat tembakan Cristian Tello, tapi kiper Javi Jimenez melakukan penyelamatan gemilang untuk menggagalkannya.

Kegagalan itu layak diratapi karena hanya sesaat kemudian justru Levante berhasil mencuri keunggulan melalui gol bunuh diri Sergi Roberto yang tak sengaja membelokkan tandukan Loukas Vyntra.

Gol itu tak lantas membuat kubu Blaugrana panik. Mereka tetap mengalirkan bola dengan tenang sambil mencari-cari celah. Di menit ke-19, Roberto hampir menebus kesalahannya dengan tendangan keras ke pojok atas, tapi Jimenez lagi-lagi menunjukkan kecekatannya di bawah mistar.

Pertahanan kokoh Levante pada akhirnya runtuh mendekati setengah jam laga. Adriano muncul sebagai pencetak gol penyeimbang untuk Barcelona lewat sepakan fantastisnya usai diumpan Cesc Fabregas.

Barca, yang terus melakukan tekanan, kemudian membalikkan kedudukan jelang berakhirnya babak pertama. Kapten Carles Puyol melompat tinggi untuk menyambut sebuah tendangan penjuru dengan tandukan keras menjebol gawang Jimenez.

Babak Kedua

Gelombang serangan El Barca semakin ganas di babak kedua. Hanya butuh waktu lima menit untuk skuat besutan Tata Martino melebarkan keunggulan melalui sontekan Alexis Sanchez menuntaskan bola rebound tembakan Martin Montoya yang tak ditahan dengan baik oleh Jimenez.

Dua menit kemudian, Alexis kembali masuk papan skor, dan lagi-lagi dengan sontekan mudah dari jarak dekat usai tendangan Adriano terdefleksi dan membentur mistar.

Levante sempat memberikan ancaman untuk tuan rumah di menit ke-59 saat Pedro Rios mendapat ruang bebas di dalam kotak penalti, tapi penyelesaiannya mengecewakan dan melambung tinggi.

Tak sampai sepuluh menit setelahnya skor bertambah besar untuk Azulgrana. Kali ini Cesc Fabregas yang mengetarkan jala Los Granotes dengan tendangan kaki kirinya menyusul umpan cermat Alexis.

Gol tersebut menjadi aksi terakhir Fabregas di laga ini karena tak lama kemudian ia digantikan oleh Ibrahim Afellay. Nama terakhir ini sempat memperoleh kesempatan bagus sembilan menit sebelum waktu normal habis, tapi sepakannya mengarah tepat ke tangkapan Jimenez.
Susunan Pemain

Barcelona (4-3-3): Pinto; Montoya, Puyol, Bartra, Adriano; Sergi Roberto, Song, Iniesta (Pedro 46'); Alexis (Mascherano 78'), Cesc (Afellay 69'), Tello

Cadangan: Valdes; Pique, Messi, Jordi Alba

Levante (4-3-3): Javi, Nagore, Vyntra, Juanfran, Karabelas; Camarasa, El Adoua, Sèrgio (Nong 32'); Pedro Rios, Ángel (Pallardo 59'), Rubén (Jordi Lopez 72')

Cadangan: Leandro; Pedro Lopez, Carlos Exposito, Diawara

Martino: Messi Bisa Bagus Jika Jadi Kiper

Barcelona - Kinerja Lionel Messi tak menurun meski dia dipasang pada beberapa posisi berbeda dalam beberapa pertandingan terakhir. Sambil bercanda, Gerardo Martino menyebut kalau bintangnya itu bakal tetap oke saat jadi kiper.

Usai pulih dari cedera, Messi terus menunjukkan performa yang menggembirakan kubu Barcelona. Tak tergangu lagi dengan kondisi fisiknya, dia langsung tancap gas setelah melakukan comeback pada 8 Januari lalu dalam laga dengan Getafe di Copa del Rey.

Messi memang tidak bikin gol dalam tiga laga terakhir bersama Barcelona, tapi dia punya kontribusi besar lain berupa assist. Salah satunya adalah dalam laga dengan Levante di mana dia mengreasikan tiga assist buat Cristian Tello.

"Messi bermain dengan baik saat dipasang di sisi kanan, di belakang striker dan saat jadi striker...Suatu hari nanti dia bahkan akan bermain di bawah gawang, dan dia akan tetap bagus di posisi itu," seloroh Gerardo Martino di Marca.

"Apa yang penting adalah kami tahu di mana dia berada, dan jika dia dipasang jauh ke belakang kami harus memberinya opsi untuk melepaskan umpan, dan kami tidak boleh kehilangan posisi, serta terus mendukungnya," lanjut Martino.

Soal tak ada gol yang dibuat Messi dalam tiga laga terakhir, pelatih asal Argentina itu juga tidak terlalu khawatir. 

"Semua alternatif yang diberikan Leo selalu diterima tim. Saya tidak khawatir jika dia kehilangan golnya. Suatu hari nanti dia akan membuat gol dengan melewati pemain lawan dari tengah lapangan, dan di hari lain dia akan membuat gol dari bola mati."

"Fakta bahwa dia terus memberikan assist adalah sesuatu yang positif. Messi bertahap sudah kembali, dan sekarang dia sudah menjalani empat pertandingan penuh yang membuat kami mulai berpikir untuk kembali mengistirahatkannya. Jatah waktunya di atas lapangan harus diatur, itu berlaku pada pemain lain," tandas Martino.

Mourinho Turut Senang Wenger Bakal Dapat Kontrak Baru

London - Arsene Wenger dan Jose Mourinho memang punya hubungan tak harmonis di dalam maupun luar lapangan. Tapi Mourinho turut bergembira ketika koleganya itu bakal mendapat kontrak baru.

Sejak kedatangan Mourinho ke Inggris tahun 2004 silam, sudah beberapa kali ia dan Wenger terlibat perang urat syaraf apalagi ketika Wenger mengetahui Mourinho melakukan pendekatan ilegal kala hendak membeli Ashley Cole.

Tak ada bedanya ketika Mourinho datang lagi ke Chelsea musim panas lalu, Mourinho dan Wenger terlibat lagi adu mulut termasuk saat mengkritik langkah Mourinho menjual Juan Mata ke Manchester United, serta soal tanggapan Wenger soal keluhan Mourinho terkait jadwal.

Tapi bukan Mourinho namanya jika tidak pandai "mengambil hati" lawannya. Saat tahu Wenger akan mendapat kontrak baru dari Arsenal, manajer asal Portugal itu pun turut senang mendengarnya.

"Saya senang bahwa klub seperti Arsenal mempercayai manajer begitu lamanya, memberinya kontrak baru bahkan tanpa tahu apakah mereka akan memenangi titel atau tidak," ujar Mourinho di ESPN.

"Saya pikir fantastis jika klub bisa menciptakan stabilitas dan itu menjadi contoh. Mungkin klub lain akan mengikutinya. Ini hal yang bagus. Saya pikir dia adalah salah satu manajer terbaik di sepakbola, dan faktanya dalam beberapa tahun terakhir, saya tak bisa mengubah pemikiran saya meski dia tidak bisa memenanginya trofi. Saya turut senang mendengarnya (Wenger dapat kontrak baru)," sambung Mourinho.

Setelah Sir Alex Ferguson pensiun musim lalu, memang Wenger jadi manajer terlama di klub Premier League yakni 17 tahun sejak pertama kali datang tahun 1996.

Wenger Masih Ingin Datangkan Pemain Baru

Southampton - Beberapa hari lalu Arsene Wenger sempat mengaku tak akan ngotot belanja pemain lagi di bursa transfer ini. Tapi serangkaian cedera yang menimpa pemainnya membuat Wenger mau tak mau harus membongkar kas klub.

Wenger mengatakan hal itu pasca timnya diimbangi Southampton 2-2 dinihari WIB tadi. Di laga itu Arsenal kehilangan dua pemainnya yakni Aaron Ramsey dan Mathieu Flamini karena alasan berbeda.

Ramsey diberitakan harus menepi sekitar enam pekan karena cedera tendon sementara Flamini akan absen empat pekan akibat kartu merah yang diterimanya. Alhasil kondisi ini bikin pusing Wenger.

Sebab barisan gelandang Arsenal juga tengah bermasalah karena hal serupa di mana Jack Wilshere dan Abou Diaby masih dilanda cedera. Sementara Mikel Arteta baru pulih dari cedera.

Mesut Oezil serta Tomas Rosicky juga mengalami hal serupa dan ini tak bagus untuk Arsenal yang sedang berada di puncak klasemen, di mana Manchester City dan Chelsea, relatif punya skuat yang lebih merata.

Maka itu Wenger berharap bisa mendatangkan pemain baru jelang tiga hari penutupan bursa transfer musim dingin. Salah satu nama yang gencar dikaitkan dengan 'Gudang Peluru' adalah Julian Draxler, yang harus ditebus dari Schalke 04 senilai 37,5 juta euro.

"Kami berharap ada nama yang akan kami umumkan kepada Anda semua," ujar Wenger seperti dilansir Telegraph.

Mimpi Jese Menangi Ballon d'Or

Madrid - Jesse Rodriguez dianggap sebagai calon bintang baru Real Madrid. Meski sejauh ini perannya masih dibatasi kesempatan bermain yang sangat minim, dia punya mimpi besar meraih Ballon d'Or.

Jesse menjadi pencetak gol tunggal kemenangan Madrid atas Espanyol di perempatfinal Copa del Rey. Hasil 1-0 yang diraih El Real, Rabu (29/1/2014) dinihari WIB tadi membuat mereka secara agregat menang 2-0.

Dalam kesempatan tersebut Jese menjawab kepercayaan pelatih Carlo Ancelotti dengan sangat baik. Dipasang sebagai starter, pesepakbola 20 tahun sudah bikin gol saat laga baru berjalan tujuh menit.

Dengan tambahan satu gol itu, Jese mengoleksi empat gol pada 24 kali tampil pada semua ajang musim ini. Keberadaan nama-nama top seperti Karim Benzema, Cristiano Ronaldo dan Gareth Bale tak membuatnya merasa inferior. Sebaliknya, Jese menjadikan sebagai keuntungan. 

"Saya memimpikan Ballon d’Or dalam empat tahun ke depan. Untuk jangka pendek saya mematok target jumlah gol, 10 gol, untuk melihat apakah saya memang bisa," kata Jese seperti dikutip Football Espana.

"Saya harus mengambil keuntungan pada setiap kesempatan. Saya bisa mengandalkan diri saya sendiri tapi saya selalu menghormati rekan-rekan satu tim," imbuh dia. 

Sejauh ini Jesse hanya dapat kesempatan bermain sebagai pengganti atau kompetisi 'kelas dua'. Peluangnya berada di lapangan makin besar jika ada pemain utama yang cedera, seperti tengah dialami Bale saat ini.

“Dengan mengetahui peran yang semua pemain Madrid, Anda tinggal harus beradaptasi. Bale itu pemain hebat. Saat dia fit lagi dia akan memperlihatkan diri sebaik apa dirinya. Posisi itu memang miliknya dan saya harus bekerja lebih keras," tandasnya.

Szczesny: Yang Penting Arsenal Finis Teratas di Bulan Mei

London - Arsenal terancam tergusur dari puncak klasemen setelah hanya bermain imbang 2-2 melawan Southampton tadi malam. Arsenal diminta tidak meratapinya karena kompetisi masih panjang.

Dengan satu angka itu Arsenal saat ini masih berada di posisi teratas dengan keunggulan dua poin dari rival terdekatnya Manchester City dan tiga poin dari Chelsea di urutan ketiga.

Namun demikian, The Gunners bisa saja turun ke posisi ketiga apabila City dan Chelsea berhasil memenangi pertandingannya yang baru akan digelar pada dinihari nanti.

Szczesny menilai Arsenal harus segera kembali kemenenangan dimulai saat menjamu Crystal Palace pada akhir pekan ini.

"Kompetisinya sangat ketat, tapi tidak penting siapa yang memuncaki klasemen sekarang," ujar kiper Arsenal itu di situs resmi klub. "Kami sudah ada di sana selama beberapa saat tapi yang penting adalah siapa yang finis di puncak pada pertengahan bulan Mei (akhir musim)," sambung Szczesny.

"Kami sekarang ingin fokus di pertandingan selanjutnya melawan Crystal Palace, mendapat tiga angka dan kemudian memasuki jadwal sulit. Kami harus berada dalam peforma terbaik jadi kami harus melupakan hasil itu (melawan Southampton) secepatnya."

"Kami akan memasuki periode itu dengan rasa percaya diri yang tinggi dan kami berharap menunjukkan kepada orang-orang siapa kami sebenarnya," imbuh kiper Polandia itu.

Tak Perlu Operasi Lutut, Rossi Masih Bisa Tampil di Piala Dunia

Florence - Giuseppe Rossi bisa bernafas lega setelah cedera yang dialaminya tak harus mengharuskan si pemain menjalani operasi lutut. Alhasil kansnya masih terbuka untuk membela timnas Italia di Piala Dunia.

Rossi mendapat cedera lutut kanannya saat Fiorentina menghadapi Livorno beberapa pekan lalu. Cedera ini kembali menimpa bagian lutut sama yang membuatnya absen selama dua tahun.

Alhasil Rossi pun harap-harap cemas terkait kondisinya itu dan juga kemungkina ia bakal batal membela Gli Azzurri di Brasil musim panas mendatang.

Tapi setelah terbang ke Colorado, Amerika Serikat unuk bertemu dengan dokter yang mengurus cederanya lalu, Richard Steadman, didapat hasil bahwa pemain 26 tahun itu hanya harus menjalani terapi pemulihan tanpa bersinggungan dengan pisau bedah.

"Pemeriksaan medis yang dilakukan oleh professor Richard Steadman pada Giuseppe Rossi beberapa saat lalu menunjukkan bahwa lutut si pemain memperlihatkan level stabil terkait cedera yang didapatnya," ujar Fiorentina dalam pernyataan resminya seperti dilansir Sky Sports.

"Striker akan menjalani program terapi seperti biasa yang menggunakan fasilitas pemulihan neuromotor selama dua bulan ke depan, lalu akan ada tes tambahan sebelum meneruskan proses rehabilitasi di lapangan."

Rossi kemudian akan menjalani proses pemulihan cedera selama dua bulan dan diperkirakan akan pulih sekitar bulan Maret-April. Ini artinya ia masih bisa tampil di Piala Dunia pertamanya bersama Italia.

"Secara moral saya merasa lega setelah bertemu Profesor Steadman. Kini saya akan bekerja sekeras mungkin dalam proses pemulihan. Saya selalu bersama kalian, Forza Viola," demikian ujar Rossi di akun twitter-nya.

Napoli Bidik Faouzi Ghoulam


L’Equipe mengabarkan bahwa Napoli akan berusaha mendatangkan bek Saint Etienne tersebut di bursa transfer kali ini.
The Azzurri untuk saat ini memiliki sedikit pilihan di sisi kiri pertahanan, dengan bek kanan Anthony Reveillere yang akhir-akhir ini dimainkan di posisi bek kiri.

Dan dengan Kevin Constant yang menolak untuk pindah ke Stadio San Paolo, Napoli pun kini disebut akan melancarkan tawaran untuk menghadirkan bintang muda Saint Etienne Faouzi Ghoulam, demikian seperti dilaporkan L’Equipe.

Pemain bertalenta tersebut sejatinya santer dikaitkan dengan AS Roma pada Januari ini, namun Il Partenopei siap untuk membajak sang pemain dari kejaran rivalnya.

Ghoulam, 22, disebut sebagai salah satu bek bertalenta dan telah membukukan 87 penampilan di Ligue 1 sejauh ini.

Sementara itu, Napoli bakal menjamu Lazio dalam babak perempat-final Coppa Italia di markas sendiri, Kamis (30/1) dini hari WIB.

Jose Mourinho Sudah Tak Pedulikan Wayne Rooney


Sempat ngebet ingin mendatangkan Rooney di awal musim ini, kini Mou mengaku sudah tak peduli dengan striker Manchster United tersebut.
Manajer Chelsea, Jose Mourinho, mengaku sudah mengurungkan niatnya untuk mendatangkan Wayne Rooney dari Manchester United.

Sebelumnya The Only One sempat ngebet mendatangkan Wazza pada bursa transfer musim panas lalu. Kini Mou menyebut jika dirinya sudah tak peduli dengan situasi Rooney di United.

Padahal kabar terbaru berhembus jika striker 28 tahun itu kembali gerah dengan situasi yang dialami The Red Devils saat ini. Seperti diketahui, United kemungkinan besar tak bakal berlaga di Liga Champions musim depan, karena sudah tertinggal jauh dari tim penghuni empat besar Liga Primer Inggris.

"Saya tak lagi merasakannya, saya sudah tak peduli dengannya. Tapi saya ikut bahagia jika Rooney bisa mendapatkan kontrak yang fantastis," ujar Mou, seperti dikutip Sky Sport.