Pencarian Data

Monday, March 3, 2014

Claudio Ranieri Tetap Optimistis Rebut Gelar Juara Paris Saint-Germain


Pelatih Claudio Ranieri menolak angkat bendera putih dari perburuan gelar juara. Ditegaskannya, Paris saint-Germain masih berpeluang dilengserkan dari tahta Ligue 1 musim ini.

AS Monaco baru saja menelan kekalahan 2-0 dari AS Saint-Etienne dan hasil itu praktis membuka spasi poin dengan Les Parisiens menjadi delapan angka.

Walau demikian, Ranieri masih ambisius mengejar pasukan Laurent Blanc sampai edisi 2013/14 benar-benar tamat.

"Kami perlu berada dalam kondisi 130 persen untuk merebut gelar juara dan itu memang tidak mungkin," buka Ranieri.

"Tapi kami belum kehilangan gelar juara hanya karena pertandingan ini. PSG sudah dielu-elukan untuk juara sebelum memulai musim dan prediksi itu tak hilang sampai saat ini."

Mengenai jalannya laga kontra Les Verts, Ranieri tak membantah menyebut pasukan Christophe Galtier layak meraih hasil lebih dari sekadar imbang.

"Saint-Etienne pantas mendulang kemenangan atas kami," tandas pria Italia tersebut.

Thomas Schneider Tunggu Kejelasan Nasibnya


Thomas Schneider masih harus menunggu kejelasan masa depannya sebagai pelatih VfB Stuttgart, menyusul delapan kekalahan beruntun yang dialami timnya di Bundesliga Jerman musim ini.

Diungkapkan Fredi Bobic, direktur olahraga Stuttgart, sejauh ini pihak klub belum memutuskan apa pun terkait masa depan Schneider.

"Saya tak ingin membuat keputusan apa pun dengan emosi yang saya miliki saat ini," jelasnya kepadaSky usai Stuttgart ditekuk Eintracht Frankfurt 2-1 di akhir pekan.

"Saya harus berbicara dengan satu atau dua orang, juga dengan Schneider. Saya tak menutup peluang apa pun," tandasnya.

Schneider sendiri masih memimpin sesi latihan Stuttgart pada hari Senin dan mempersiapkan timnya menghadapi laga melawan Eintracht Braunschweig.

Salomon Kalou Utamakan Kemenangan Lille


Salomon Kalou menggarisbawahi pentingnya kemenangan bagi Lille setelah mengantar timnya meraih kemenangan 3-2 atas Ajaccio dalam lanjutan Ligue 1 Prancis pekan ini.

Kalou sendiri memborong semua gol Lille di laga tersebut, namun mengukir hat-trick tidak membuatnya kehilangan fokus.

"Saya mencetak tiga gol, tapi bagi saya yang paling penting adalah kemenangannya," ungkap Kalou kepaaL'Equipe.

"Sangat menyenangkan bisa menduduki peringkat ketiga lagi setelah kemenangan atas St Etienne," lanjut mantan pemain Chelsea tersebut.

Diakuinya, menghadapi Ajaccio bukanlah laga yang mudah dan kemenangan tersebut bukan hasil terbaik.

"Kemenangan yang menyakitkan, tapi hasil itu membolehkan kami untuk bisa duduk di peringkat tiga," terangnya.

Everton Incar Federico Fazio


Klub Liga Primer Inggris Everton dikabarkan tertarik untuk mendapatkan jasa pemain Sevilla, Federico Fazio.

Dengan Sylvain Distin akan menginjak umur 37 tahun pada Desember ini, pelatih Roberto Martinez diyakini akan mencari bek baru untuk memperbanyak opsi lini pertahanan di Goodison Park.

Setelah mempertimbangkan beberapa opsi, Daily Mail melansir bahwa Martinez telah mengirimkan tim pemantau untuk menyaksikan perkembangan bek tengah asal Argentina tersebut saat Sevilla menghadapi Maribor di Liga Europa.

Sebelumnya, Fazio dikabarkan diminati oleh beberapa klub raksasa Eropa seperti Liverpool, Arsenal atau Barcelona.

Adam Lallana Bertekad Buktikan Kualitas Di Timnas Inggris


Gelandang Southampton Adam Lallana bertekad untuk membuktikan kualitasnya ketika tim nasional Inggris melakoni laga uji coba menghadapi Denmark pada tengah pekan ini.

Seperti yang diketahui, Lallana yang baru mencatatkan dua caps bersama The Three Lions, berharap bisa mengamankan posisinya di timnas untuk bisa ke Brasil musim panas ini.

Pemain berusia 25 tahun itu berharap mendapatkan kesempatan bermain di Wembley, dan ia yakin penampilannya akan lebih baik karena ia sudah mendapatkan pengalaman di dua pertandingan sebelumnya.

"Saya belajar banyak dari dua pertandingan di November, saya harap, saya bisa terus berkembang dan mendapatkan kesempatan bermain," ujar Lallana.

"Berlatih dan bermain dengan pemain terbaik di Inggris, jika tidak di dunia, akan membantu saya. Sepakbola internasional sepenuhnya berbeda dengan level klub, saya harap saya terus berkembang pekan ini.

"Semua orang ingin bermain dengan baik tetapi ketika kami berada di sini, ini semua tentang Inggris dan kami ingin mendapatkan hasil yang bagus.

"Skuat memiliki perpaduan yang bagus dan saya harap itu akan menjadi resep kesuksesan di tengah pekan ini dan di musim panas."

Federico Marchetti Bahagia Di Lazio

Agen Marchetti yakin kliennya sudah tampil cukup bagus.


Agen kiper Lazio Federico Marchetti menyatakan, kliennya merasa senang dengan kehidupannya di Stadio Olimpico.

Marchetti sempat mendapat kritik dari sejumlah pihak karena penampilannya yang kini dianggap menurun. Kiper berusia 31 tahun itu tidak masuk skuat timnas Italia untuk berhadapan dengan Spanyol di laga persahabatan pada Rabu (5/3) besok.

Namun, agen Marchetti, Giuseppe Bozzo, yakin sang kiper sudah bermain cukup bagus.

"Federico merasa bahagia," ujar Bozzo kepada Lalaziosiamonoi.it.

"Sepanjang karirnya, ada momen di mana ia bermain bagus dan yang lain tidak."

"Menyenangkan karena ia bisa bekerjasama dengan Edy Reja, yang kembali menunjukkan dirinya sebagai pelatih dan orang yang hebat."

"Ia senang di Lazio dan tidak ada pembicaraan soal dia akan pergi. Tidak kemarin, hari ini, atau besok."

Marcelo: Real Madrid Pantang Menyerah

Marcelo mengakui Real Madrid tidak selalu bisa bermain bagus, tetapi ia menjamin Los Blancos akan selalu berjuang hingga akhir.


Bek sayap Real Madrid Marcelo memuji semangat pantang menyerah timnya saat menahan imbang Atletico Madrid dalam laga lanjutan Primera Liga Spanyol.

Seperti yang diketahui, Los Blancos tertinggal dengan skor 2-1 di sepuluh menit terakhir, tetapi gol telat melalui tembakan Cristiano Ronaldo menyelamatkan timnya dari kekalahan di Vicente Calderon dan memastikan rekor tak terkalahkan skuat Carlo Ancelotti tetap terjaga.

"Kami mengawali dengan baik di menit-menit awal tetapi kemudian kemasukan dua gol dan itu menjadi sulit," ujar Marcelo.

"Saya pikir tim bermain dengan baik, kami hanya lebih lemah pada akhir babak pertama. Kemudian di babak kedua kami bermain dengan baik. Hal yang wajar ketika Anda tertinggal satu gol, Anda kemudian sedikit panas.

"Kami tidak selalu bisa bermain dengan baik tetapi kami berjuang hingga akhir."

Antonio Conte Kembali Sabet Panchina d’Oro

Bos Juve ini unggul tipis atas koleganya di Fiorentina, Vincenzo Montella.


Pemegang kemudi taktik Juventus, Antonio Conte, kembali dinobatkan sebagai Pelatih Terbaik Italia alias Panchina d'Oro untuk edisi 2012/13.

Dalam seremoni yang digelar pada Senin (3/3) ini, Conte unggul tipis dengan 26 suara berbanding 23 atas koleganya di Fiorentina, Vincenzo Montella. Sementara eks bos Napoli yang sekarang membesut Internazionale, Walter Mazzarri, menyusul di posisi ketiga.

Ini menjadi Panchina d'Oro kedua secara berturut-turut untuk Conte setelah memenangi anugerah serupa musim sebelumnya. Tidak heran karena Bianconeri diantaranya merebut scudetto dalam dua musim tersebut, dan mereka juga berpeluang besar membukukan hat-trick pada stagione terkini.

Sementara itu, gelar Panchina d'Argento alias Silver Bench, penghargaan untuk pelatih terbaik Italia non-Serie A yang mengantar klub besutannya merebut tiket promosi, jatuh kepada Eusebio Di Francesco.

Nama terakhir sudah dipecat oleh Sassuolo, yang dibawanya menjuarai Serie B musim lalu, pada Januari, tapi diduga kuat bakal dipekerjakan kembali oleh Neroverdi hari ini.