Pencarian Data

Friday, November 8, 2013

Salvatore Sirigu: Paris Saint-Germain Tak Selalu Tampil Sempurna

Kiper Paris Saint-Germain Salvatore Sirigu membela timnya dari kritikan yang datang setelah ditahan Anderlecht di Liga Champions.

GOAL


Kiper Paris Saint-Germain Salvatore Sirigu menyatakan pihaknya tak melulu bisa tampil sempurna.

Kritikan mengalir di tubuh tim setelah Les Parisiens tak mampu bermain impresif kala ditahan Anderlecht 1-1 di Parc des Princes dalam lanjutan Liga Champions tengah pekan kemarin. Padahal di pertemuan pertama, Zlatan Ibrahimovic cs mampu berpesta lima gol. 

Hasil kurang memuaskan saat bentrok dengan utusan Belgia itu membuat klub ibu kota harus menunggu di laga berikutnya untuk memastikan tiket ke babak gugur.

Menurut Sirigu, ada kalanya PSG harus puas berada dalam performa yang menurun.

"Memang benar kami bermain tak seperti biasanya," ujar penjaga gawang Italia tersebut di laman resmi klub. 

"Anderlecht menciptakan sejumlah problem bagi kami, dan kami tidak bisa selalu memenangkan setiap pertandingan."

"Kami masih memiliki dua pertandingan tersisa, dan kami tentu saja harus meraih hasil meyakinkan ketika menghadapi Olympiacos di laga berikutnya," tandasnya.

Di lanjutan Ligue 1 akhir minggu ini, PSG bakal kedatangan Nice.

Walter Mazzarri: Setiap Laga Bagai Partai Final!

Sang pelatih selalu mengibaratkan setiap laga yang dilakoni FC Internazionale layaknya partai final Liga Champions.

GOAL

Pelatih FC Internazionale, Walter Mazzarri, mengaku senang dengan performa yang sudah ditunjukkan anak asuhnya sejak awal musim ini. Inter yang musim lalu hanya menduduki peringkat sembilan Serie A kini bangkit dan berada di posisi empat klasemen sementara.

Skema ofensif dan pengorbanan di atas lapangan yang diterpakan mantan pelatih Napoli ini terbukti efektif mengatasi semua lawan-lawannya di Serie A. Meski mengkritik keseimbangan timnya, Mazzarri cukup puas dengan filosofi bermain yang sudah dipraktikkan para punggawa La Beneamata.
Satu filosofi yang mengibaratkan setiap laga layaknya final Liga Champions.

"Inter memiliki serangan terbaik? Sangat menyenangkan mendengarnya karena kami mencoba bermain secara proaktif. Ada beberapa titik yang menimbulkan masalah keseimbangan. Namun, secara keseluruhan saya sudah puas dengan apa yang sudah kami capai," ujar Mazzarri, seperti dikutip Goal Italia.

"Untuk mencapai hasil yang maksimal, selaras dengan lambang kebesaran klub ini, Anda harus memberikan jiwa dalam setiap laga.

"Kami menganggap setiap laga sebagai partai final Liga Champions. Oleh karenanya kami selalu mempersiapkan segalanya dengan fokus sekalipun jika kami berpikir bahwa laga yang akan kami hadapi adalah partai yang mudah," pungkasnya.

ANALISIS: Manchester United Harus Cegat Operan Arsenal!

United harus bermain fisik agar bisa menghentikan laju bola dari para pengoper jitu Arsenal semacam Ozil dan Arteta.

GOAL

Hari baik sedang menaungi Arsenal usai berturut-turut menumbangkan tim-tim kuat seperti Liverpool pada akhir pekan lalu dan tuan rumah Borussia Dortmund pada Kamis (7/11) dini hari WIB.  Pekan akan terasa semakin sempurna seandainya The Gunners sanggup mengalahkan Manchester United di Old Trafford, Minggu (10/11) besok dalam lanjutan Liga Primer Inggris. Namun ini bukanlah tugas yang mudah.

PARA PENGOPER JITU ARSENAL 
Akurasi Umpan di EPL
ARTETA93.9%
FLAMINI93.2%
OZIL87%
RAMSEY86.6%
CAZORLA86.3%
WILSHERE85.9%
ROSICKY 85.7
Hingga saat ini, Arsenal masih menguasai singgasana EPL dengan keunggulan lima poin dari peringkat terdekatnya. Tentu saja, United masih di belakang Arsenal degan jarak delapan angka. 

Diboyongnya Mesut Ozil pada musim panas kemarin seakan membuat hampir seluruh skuat Arsenal tersentak. Aaron Ramsey, Olivier Giroud, Per Mertesacker, hingga Tomas Rosicky tak pernah tampil sebagus seperti sekarang ini.

Di pihak lawan, rezim David Moyes tampaknya sudah menghadirkan stabilitas tim setelah memenangi tiga dari empat laga terakhir, termasuk mencetak tiga gol dalam 22 menit saat melawan tuan rumah Fulham akhir pekan lalu. Namun, hasil seri tanpa gol melawan Real Sociedad menjadi persiapan yang kurang baik bagi United menjelang bigmatch ini. 

Di saat Moyes masih mencari formasi terbaiknya, Arsene Wenger sukses mematenkan sistem 4-2-3-1. Para gelandang bertahan mampu mendistribusikan bola secara disiplin ke depan sehingga membuat para gelandang kreatif dimanjakan untuk mengobrak-abrik pertahanan lawan. 

Mathieu Flamini diperkirakan sudah bisa tampil di Old Trafford usai absen dua pekan. Jika tak berhalangan, ia akan dipasangkan dengan Aaron Ramsey, yang seperti biasa akan diberi lampu hijau untuk merangsek ke depan. 

Namun, United punya obat penawarnya: memaksakan trio gelandang serang Arsenal untuk tampil lebih ke dalam, sehingga United bisa mencegah mereka untuk menemukan ruang di area kotak penalti lawan. Operan-operan akurat ke depan dari Ramsey dan Flamini pun mandek. Inilah yang menjadi kunci West Bromwich Albion kala menahan Arsenal 1-1 pada Oktober lalu. 

Atas dasar itu, Danny Welbeck dan Antonio Valencia akan lebih bijak dipilih ketimbang Shinji Kagawa dan Adnan Januzaj sebagai duo sayap United. Alasannya, Welbeck-Valencia lebih bertipe pekerja keras. Performa Welbeck saat melawan Real Madrid pada musim lalu bisa menjadi contoh mengapa pemain berusia 22 tahun itu pantas diturunkan sejak menit pertama melawan Arsenal.

Kembali ke Arsenal. Olivier Giroud harus bisa mengatasi masalah lututnya agar bisa tampil di Old Trafford. Meski ia sering kesulitan melawan bek-bek tangguh, ketangguhan fisiknya dan ketenangannya dalam duel udara bisa dijadikan alarm bahaya bagi Nemanja Vidic dkk. 

Insiden Sascha Riether kepada Januzaj pada akhir pekan lalu sukses mencuri headline, tetapi United melakukan 12 kali pelanggaran berbanding enam milik Fulham. Di laga terakhir melawan Real Sociedad, Setan Merah terus bermain kasar dengan catatan 16 kali melakukan pelanggaran, dua kali lipat dari La Real, hingga akhirnya Marouane Fellaini diusir wasit pada penghujung laga.

Red Devils malah berkembang menjadi 'tim kotor.' Bukan tak mungkin mereka akan dihujani kartu kuning oleh wasit demi mencegah kreativitas gelandang-gelandang Arsenal. 

Namun, laga besok Minggu bukan hanya sekedar cara United menghentikan ancaman Arsenal. United sendiri juga punya senjata mematikan dalam duet R&R - Rooney dan Robin van Persie - yang tampil ciamik saat melawan Fulham. Duet bek sentral Per Mertesacker dan Laurent Koscielny sudah pasti akan dibuat kerepotan oleh mereka.

Pertandingan ini juga akan menjadi tes bagi kedua belah pihak. Jika kalah, Moyes akan tertinggal 11 poin dari sang pemuncak klasemen sehingga ia akan terus berada di bawah bayang-bayang Sir Alex Ferguson. Sedangkan bagi Wenger, ini adalah kesempatan baginya untuk melihat apakah para pemain berbakatnya punya mental yang cukup kuat untuk terus bersaing di jalur juara.

Mungkin, laga Minggu besok akan membawa kita kembali ke masa awal 2000-an ketika generasi emas United-Arsenal pernah menciptakan duel klasik yang penuh dendam dan intrik. Menarik ditunggu!

Elie Baup Masih Berharap Di Pentas Eropa

Elie Baup, juru taktik Olympique Marseille, menyatakan timnya akan tetap bermain dengan kebanggaan.

GOAL


Pelatih Olympique Marseille Elie Baup menegaskan dirinya tidak akan menyerah begitu saja di ajang Liga Champions, meski timnya sudah dipastikan tak bakal lolos ke fase knock-out kompetisi terelite Eropa tersebut.

Satu-satunya harapan bagi Les Phoocens adalah tampil di Liga Europa, itu pun dengan catatan mereka harus menyapu bersih dua laga sisa dengan kemenangan meyakinkan.

Saat ini Marseille berada di posisi buncit Grup F dengan nirpoin, terpaut enam angka dari Dortmund dan, berjarak sembilan poin dari Arsenal dan Napoli di dua teratas.

Bagi Baup, timnya akan tetap tampil total di dua laga tersisa nanti.

"Kami bermain untuk kebanggaan, untuk membuat klub ini kembali hidup," tukas Baup.

"Ketika Anda berjuang dan terlibat di semua kompetisi yang amat fantastis, Anda tidak mungkin menyerah begitu saja," tandas sang juru taktik.

Marseille akhir pekan ini akan melanjutkan petualangan di Ligue 1 kontra Sochaux.

Rio Ferdinand: Saya Belum Habis!

Ferdinand ingin membungkam para peragu yang menyebut kariernya sudah mendekati masa pensiun.

GOAL

Bek veteran Manchester United Rio Ferdinand menyatakan dirinya masih sanggup menjadi pemain kunci timnya, meski ia dianggap sudah tak layak lagi menjadi pilihan utama manajer David Moyes.

Ferdinand – yang baru berulang tahun ke-35 pada Kamis (7/11) kemarin – kerap dikritik karena penampilan inkonsistennya di musim ini dan dianggap sudah mendekati masa-masa pensiun. Bersama Nemanaja Vidic, Ferdinand sering dirotasi oleh Moyes dengan bek-bek lain  yang lebih muda.

“Jelas, setiap pemain ingin tampil di setiap menit, di setiap laga. Tetapi dalam fase karier saya saat ini, saya paham bahwa hal tersebut tak mungkin. Saya tahu bahwa manajer selalu memainkan dan mencadangkan saya, tetapi saya hanya ingin terlibat sebanyak mungkin yang saya bisa,” tegas Ferdinand.

“Di awal musim, orang-orang mulai mencoret nama saya karena saya sudah tak mampu lagi bermain dalam dua pertandingan beruntun bagi United. Tetapi saya berada dalam sebuah winning team. Sejujurnya, saya sudah sering membuktikan diri di sepanjang karier saya, tak hanya kepada orang-orang tetapi juga kepada diri saya sendiri. Itu yang terpenting,” imbuhnya. 

Javier Mascherano: Kritik Terhadap Barcelona Tak Adil

Mascherano tak suka dengan perlakuan beberapa pihak yang kerap mengkritik klubnya.

GOAL

Javier Mascherano menganggap kritik-kiritk yang sering ditujukan kepada Barcelona merupakan tindakan tidak adil, mengingat Blaugrana sejauh ini terus berada di jalur kemenangan.

Kritikan itu disebabkan karena gaya permainan pragmatis Barca sejak dilatih pelatih anyar Gerardo Martino. Presiden Bayern Munich Uli Hoeness menjadi pengkritik terakhir dengan menyebut Barcelona tak memiliki Plan B. Mascherano menganggap tak ada alasan untuk mencela Barca sejauh timnya bisa meraih kemenangan. 

“Kami duduk di puncak La Liga, kami lolos ke babak 16 besar Liga Champions, kami sudah memenangi Piala Super Spanyo. Maka dari itu, kami sudah mendapat hasil yang bagus sejauh ini,” ujar Mascherano kepada Barca TV.

“Orang-orang harus diberi titik terang, bahwa kami tidak melakukan kesalahan. Meski kami juga mengakui bahwa kami butuh meningkatkan permainan kami dalam beberapa aspek. Pemain seperti Xavi, Iniesta, Fabregas, dan Busquets tak pernah memainkan bola-bola panjang karena mereka tak tahu bagaimana melakukannya dan tak pernah mencobanya,”

"Yang menjadi persoalan adalah, kami harus melakukan perubahan kecil, sehingga tim punya solusi lain dan mencari alternatif," pungkas gelandang bertahan asal Argentina ini. 

EKSKLUSIF - Christoph Metzelder: Jurgen Klopp Adalah Kunci Revolusi Borussia Dortmund

Metzelder menyebut Klopp sebagai bagian vital dari kebangkitan Dortmund dalam beberapa musim terakhir.

GOAL

Mantan bek Borussia Dortmund Christoph Metzelder meyakini Jurgen Klopp sebagai sosok yang paling krusial dalam kebangkitan Die Schwarzgelben dalam beberapa tahun terakhir ini. Pelatih berusia 46 tahun itu membawa BVB menjuarai dua edisi Bundesliga Jerman dan menjadi runner-up Liga Champions di musim kemarin.

Metzelder - yang gantung sepatu pada musim panas kemarin - tak menyangkal kehebatan mantan pelatih Mainz ini dalam merevolusi Dortmund dalam lima musim terakhir. Padahal tak sampai satu dekade lalu, Dortmund nyaris mengalami kebangkrutan. 

“Dortmund pantas mendapatkan apa yang sudah mereka raih sejauh ini. Itu karena kehadiran Jurgen Klopp yang tampil dominan. Klopp menggiring Dortmund meraih kesuksesan dan keuntungan finansial dalam beberapa tahun terakhir, yang dibarengi dengan skuat berkualitas dan juga punya kedalaman,” terang Metzelder secara eksklusif kepada Goal

Selain itu, Metzelder juga membahas klub lamanya yang lain, Schalke. Ia menyatakan Die Knappen masih akan sulit bersaing dengan Dortmund dan Bayern Munich. Namun ia akan optimistis dengan peluang Schalke di Bundesliga asalkan mampu mengatasi problem cedera pemain dan juga memanfaatkan pemain berbakat mereka seperti Julian Draxler.

“Bayern dan Dortmund sudah berlari sendirian. Schalke, bersama Bayer Leverkusen, Borussia Monchengladbach, dan Wolfsburg akan bersaing merebut posisi tiga dan empat. Schalke kehilangan momentum akibat start buruk, tetapi saya yakin mereka bisa stabil dan finis di posisi empat,” ungkapnya. 

“Kehilangan pemain penting seperti Jefferson Farfan dan Klaas-Jan Huntelaar begitu terasa. Julian Draxler sedang menghadapi proses normal [setelah ia tampil kurang bagus dalam beberapa laga terakhir], karena ekspektasi terhadapnya begitu tinggi. Semoga dia dapat terus mengembangkan kemampuan dan bakatnya,” pungkas eks bek Real Madrid ini.

Djajang Nurjaman Hanya Butuh Tiga Pemain Asing

Persib Bandung sudah memiliki dua pemain asing untuk musim depan.

GOAL

Indonesia Super League (ISL) akan mengalami penurunan kuota pemain asing pada musim mendatang. Hal tersebut sudah pasti mengharuskan klub lebih cermat untuk memanfaatkan kuota yang diperbolehkan, yakni tiga pemain asing plus satu pemain yang berasal dari Asia.

Djajang Nurjaman sendiri selaku pelatih Persib Bandung tak pusing soal hal tersebut, ia bahkan berujar bahwa Persib hanya butuh tiga pemain asing untuk liga musim depan.

"Karena tiga plus satu, tapi yang dimainkan hanya tiga jadi kita ambil 3 pemain saja. Karena lebih efektif," ujar Djajang usai memimpin latihan di Lapang PPI, Bandung, Jumat (08/11).

Sedangkan Persib sendiri saat ini telah kedatangan legiun asin yang masih anyar, yakni Makan Konate yang berposisi sebagai sebagai gelandang dan Djibril Coulibaly yang menempati posisi striker.

Sedangkan Naser Al Sebai kini harus mendapati dirinya disingkirkan oleh Djanur, padahal sebelumnya ia akan dipertahankan. Dan Maung Bandung saat ini fokus mencari legiun asing yang bermain sebagai bek.

"Pertimbangannya karena kuota. Memang, kalau secara kualitas untuk Naser dia punya. Kalau kita mencari Asia, saya pikir pasti pilihannya dia. Tapi karena memang kita fokus kepada non Asia, ya Insya Allah kita bisa dapatkan yang lebih baik," kata Djanur.

"Nama sudah ada tapi belum bisa saya sampaikan. Pastinya kita fokus pemain non Asia ini," ungkap Djanur.

Tim Nasional Jerman Sertakan Roman Weidenfeller

Untuk pertama kalinya, Weidenfeller diikutsertakan dalam skuat Jerman guna berujicoba melawan Italia dan Inggris.

GOAL

Pelatih tim nasional Jerman Joachim Low baru saja mengumumkan daftar nama pemain untuk melakoni laga ujicoba melawan Italia dan Inggris.

Dalam hal ini, kiper Borussia Dortmund Roman Weidenfeller mendapati panggilan timnas untuk kali pertama. Dan jika ia bermain, maka sosok 33 tahun itu akan menjadi pemain tertua yang pernah mencatatkan debut di timnas.

Selain itu, striker Lazio Miroslav Klose dan bek Borussia Dortmund Marcel Schmelzer juga diikutsertakan kembali setelah absen di partai sebelumnya. Adapun, gelandang andalan Bayern Munich Bastian Schweinsteiger akan absen lantaran terkendala cedera engkel.

Berikut skuat Jerman selengkapnya:

Kiper: René Adler (Hamburger SV), Manuel Neuer (Bayern Munich), Roman Weidenfeller (Borussia Dortmund)

Bek: Jerome Boateng (Bayern Munich), Benedikt Höwedes (Schalke 04), Mats Hummels (Borussia Dortmund), Marcell Jansen (Hamburger SV), Philipp Lahm (Bayern Munich), Per Mertesacker (Arsenal), Marcel Schmelzer (Borussia Dortmund), Heiko Westermann (Hamburger SV)

Gelandang: Lars Bender (Bayer Leverkusen), Sven Bender (Borussia Dortmund), Julian Draxler (Schalke 04), Mario Götze (Bayern Munich), Sami Khedira (Real Madrid), Toni Kroos (Bayern Munich), Thomas Müller (Bayern Munich), Mesut Özil (Arsenal), Marco Reus (Borussia Dortmund), Sidney Sam (Bayer Leverkusen), André Schürrle (Chelsea)

Penyerang: Miroslav Klose (Lazio), Max Kruse (Borussia Mönchengladbach)

Arsenal Buru Javier Hernandez

Arsenal menyiapkan transfer kejutan untuk memboyong striker Manchester United Javier Hernandez.

GOAL

Klub pemuncak klasemen sementara Liga Primer, Arsenal, dikabarkan tengah membidik striker Manchester United Javier 'Chicharito' Hernandez.

Menurut Daily Mail, Chicharito masuk sebagai target pembelian di bursa transfer musim dingin dalam rangka untuk memperkuat lini depan tim Meriam London.

The Gunners
 sendiri dipercaya sudah menyiapkan rencana untuk memboyong pria Meksiko tersebut, sebagaimana klub London Utara yang tengah mencari back-up bagi Olivier Giroud.

Adapun, manajer Arsene Wenger sadar bahwa ia memiliki opsi pemain depan yang terbatas, dan ia pun akan mencoba untuk mendatangkan seorang striker anyar di jendela transfer Januari nanti.

Oussama Assaidi Masih Ingin Balik Ke Liverpool

Assaidi yang kini bermain di Stoke City mengaku masih ingin membuktikan dirinya di Anfield.

GOAL

Winger Stoke City Oussama Assaidi bertekad untuk membutkikan kemampuannya selagi dipinjamkan klub asalnya Liverpool.

Assaidi percaya bahwa dirinya masih bisa berkontribusi di Anfield, terlepas kegagalannya dalam mendapatkan tempat utama di musim kemarin.

"Musim lalu di Liverpool sungguh membuat frustrasi," ujarnya kepada The Sentinel. "Saya bermain di Liga Europa, dan tidak ada satu pun yang berkata bahwa saya bermain buruk, namun saya pikir saya hanya tidak mendapatkan kesempatan di tim utama.

"Kini saya di sini [Stoke] dan saya sudah menampilkan yang terbaik sejauh ini. Awalannya di sini terbilang berat karena saya tidak bermain untuk waktu yang lama. Saya butuh menit bermain, dan saya akan menjadi lebih baik.

"Saya di sini selama setahun, dan setelah itu saya masih menyisakan dua tahun kontrak di Liverpool.

"Saya ingin kembali. Saya menikmati waktu saya di sana. Klub itu sungguh besar.

"Saya bermain dan berlatih bersama beberapa pemain terbaik di dunia. Namun saya ingin mereka menginginkan saya kembali. Jika tidak, maka kita lihat saja nanti."