Pencarian Data

Wednesday, February 19, 2014

Gagal Penalti, Ozil Adu Mulut dengan Flamini

Pemain Arsenal tidak bisa menyembunyikan rasa frustrasinya saat kalah 0-2 dari Bayern Muenchen, Rabu (19/2/2014). Bahkan Mathieu Flamini sempat tertangkap kamera adu mulut dengan Mesut Ozil.
Seperti diberitakan 101greatgoals.com, keduanya bersitegang usai Arsenal menggagalkan peluang Muenchen dari tendangan sudut.
Flamini tiba-tiba menghampiri Ozil dan mengucapkan kata-kata dengan teriakan pada pemain asal Jerman itu. Flamini seperti meminta Ozila agar tampil lebih bersemangat di lapangan.Tak terima mendapat hardikan dari Flamini, Ozil pun mendorong rekannya sebelum keduanya berjalan lagi ke tengah lapangan.
Menariknya kiper Lukasz Fabianski dan pemain Arsenal lain seperti Per Mertesacker, dan Laurent Koscielny hanya diam menyaksikan dua rekannya bersitegang.
Yang pasti Arsenal mendapat tugas berat di leg kedua yang akan digelar bulan depan. Pasukan Arsene Wenger minimal harus menang dengan agregat tiga gol jika ingin lolos ke babak perempat final.

Gerakan Kontroversial Kiper Arsenal Usai Diusir Wasit

Jelang Liga Europa - Lawan Swansea, Napoli Berbekal Pengalaman Benitez

Swansea - Swansea City akan jadi lawan Napoli di babak 32 besar Liga Europa. Pernah berkarier di Premier League, Rafael Benitez pun siap memanfaatkan pengalamannya untuk mengadapi The Swans.Benitez pernah malang-melintang di Premier League. Pria asal Spanyol itu menangani Liverpool di periode tahun 2004-2010 dan menjadi manajer interim Chelsea di musim lalu.Swansea pun pernah dihadapi oleh Benitez. Tim asal Wales itu menyingkirkan Chelsea yang diarsiteki Benitez di babak semifinal Piala Liga Inggris musim lalu dengan keunggulan agregat 2-0.Bagi Napoli, Swansea memang lawan yang asing karena ini adalah pertemuan pertama kedua tim di kompetisi Eropa. Tapi Benitez siap memanfaatkan pengalamannya yang terdahulu untuk membawa Napoli meraih hasil positif di Liberty Stadium, Jumat (21/2/2014) dinihari WIB."Jelas mereka sekarang sudah berganti manajer dan itu berbeda," sahut Benitez mengomentari pergantian manajer di kubu lawan dari Michael Laudrup ke Garry Monk."Saya tahu pemainnya dan saya tahu gaya bermainnya, Anda harus menjelaskannya kepada para pemain," lanjut mantan pelatih Inter Milan itu."Bagi saya, karena akan bermain melawan tim dari Premier League, itu adalah tantangan yang nyata untuk kami," katanya seperti dikutip Soccerway.

Ada Pertautan Tiga Generasi Ketika Rivaldo Merumput Bareng Putranya

Sao Paulo - Salah satu ikon legendaris sepakbola Brasil Rivaldo turun beraksi dalam sebuah laga kasta ketiga sepakbola Brasil yang dimainkan di stadion yang dinamakan seperti nama ayahnya. Itu menjadi momen istimewa mengingat Rivaldo berbagi lapangan dengan sang putra tercinta.Seperti ada keterlibatan tiga generasi ketika Rivaldo (41 tahun) turun sebagai pemain penganti tim Mogi Mirim untuk bergabung dengan putranya, Rivaldinho (18 tahun), dalam laga menjamu XV de Piracicaba di Stadion Romildo Ferreira--nama mendiang ayah Rivaldo yang juga merupakan pesepakbola, Selasa (18/2/2014) malam waktu setempat.Pada usia kepala empat Rivaldo ternyata memang masih suka turun bermain untuk Mogi Mirim, klub di mana ia juga menjadi presiden. Tetapi baru kali ini mantan bintang Barcelona dan AC Milan itu melakukannya bersama sang putra dalam laga resmi.Rivaldo masuk ke lapangan dengan 35 menit tersisa, sementara Rivaldinho bermain secara penuh. Sayangnya aksi bapak-anak itu belum berimbas positif buat Mogi Mirim karena tim lawan malah membuat gol penyama kedudukan untuk membuat skor akhir jadi imbang.Namun demikian, Rivaldo tetap senang bukan kepalang. Lewat akun Instagram-nya, pesepakbola yang membantu Brasil menjuarai Piala Dunia 2002 itu pun berbagi kegembiraan."Aku ingin berterima kasih kepada Tuhan atas hari spesial dalam hidupku ini ketika aku bisa bermain dengan putraku, @ _rivaldojr dalam sebuah laga resmi. Laga berakhir 1-1, tapi ini hari bersejarah. Puji Tuhan atas segala yang Engkau berikan kepadaku," tulisnya seperti dikutip Bleacher Report.

Bingung dan Kesal, Laudrup Sebut Pemecatan Dirinya Konyol


Laudrup dipecat oleh Swansea tidak sampai sehari setelah chairman Huw Jenkins mengatakan bahwa pria asal Denmark masih dipercaya. Lewat situs resminya ketika itu, Swansea menyebut pihak klub dan Laudrup "berpisah jalan".

"Ini adalah keputusan yang kami ambil dengan berat hati," ujar Jenkins di situs resmi klub. "Tapi, ini adalah keputusan terbaik untuk Swansea City Football Club dan suporter kami," lanjutnya.

Laudrup mengaku heran --sekaligus kesal-- dengan pemecatan tersebut. Dia lantas mengeluarkan pernyataan lewat Asosiasi Manajer Liga Inggris dengan mengatakan akan menuntut Swansea.

Baru kali ini Laudrup membuka mulutnya secara langsung. Dia mengaku berterimakasih kepada para pengamat yang mempertanyakan pemecatannya, terlebih setelah dirinya sukses mengantarkan Swansea mendapatkan trofi major pertama dalam sejarah klub musim lalu.

Laudrup kemudian menceritakan bagaimana dia berjabat tangan dengan Jenkins, sepakat bahwa semuanya baik-baik saja, lalu pulang ke rumah hanya untuk melihat berita pemecatan dirinya sudah beredar di internet.

"Kami sepakat bahwa kami harus tetap bersama. Kami bejabat tangan dan dia bilang: 'Terima kasih banyak karena kamu ingin membantu klub ini.'. Sore harinya, ketika saya berbicara di telepon, saya menerima e-mail yang mengatakan lantaran pelanggaran kontrak, perjanjian kontrak dengan saya dibatalkan. Itu terjadi hanya beberapa jam setelah kami berjabat tangan dan, tentu saja, saya bingung," ungkap Laudrup di Guardian.

"Saya telepon balik dia dan saya bertanya, 'Ada apa?' setelah kami berdua sudah berjabat tangan dan sepakat soal semuanya. Tapi, dia bilang, 'Yah, setelah berpikir ulang' --sulit untuk mendengar apa yang dikatakan setelah itu.""Saya bertanya lagi, 'Apa maksudnya pelanggaran kontrak?' dan dia tidak bisa menjelaskannya. Dia tidak tahu apa maksudnya. Ketika saya sedang menelepon, istri saya mengatakan bahwa beritanya sudah tersebar di internet. Saya sudah dipecat."Beberapa media Wales mengabarkan bahwa sebenarnya terjadi perbedaan pendapat di antara para petinggi Swansea. Beberapa berniat mempertahankan Laudrup, sementara yang lain ingin mendepaknya. Nasi sudah menjadi bubur. Posisi Laudrup kini digantikan oleh bek dan eks kapten Swansea, Garry Monk. Yang tersisa hanya tinggal rasa kecewa dari Laudrup."Saya tidak tahu harus menggunakan kata 'konyol', 'luar biasa', atau yang lainnya. Saya tidak bisa menjelaskan semuanya," kata Laudrup.

Tepikan Giroud, Ini Jawaban Wenger

London - Olivier Giroud sama sekali tidak bermain saat Arsenal menjamu Bayern Munich di laga leg I babak 16 Besar Liga Champions tadi malam. Mengapa demikian? Ini jawaban Arsene Wenger.Wenger membuat keputusan mengejutkan dengan memilih menurunkan penyerang muda Yaya Sanogo selama 90 menit di pertandingan penting yang berakhir dengan kekalahan Arsenal 0-2 itu.Dengan ini maka Giroud cuma bermain selama tiga menit dalam dua pertandingan terakhir Arsenal, setelah di laga sebelumnya melawan Liverpool di Piala FA hanya dimainkan sebagai pengganti.Tidak sedikit yang bertanya-tanya apakah ini merupakan hukuman bagi Giroud terkait skandal perselingkuhan dengan model hot Celia Kay yang terbongkar pada akhir pekan ini.Akibat insiden itu, Giroud melalui akun Twitternya melayangkan permintaan maaf kepada klub dan juga keluarganya. Disebut-sebut Arsenal pun siap menjatuhi denda besar kepada pesepakbola berusia 27 tahun itu.Akan tetapi, Wenger menepis spekulasi tersebut. Sang manajer menegaskan bahwa keputusan itu hanya sebatas demi penyegaran si pemain."Itu hanyalah sebuah keputusan berdasarkan pada performa," kata Wenger yang dikutip dari situs resmi klub. "Ketika saya memainkan Giroud setiap pertandingan, orang-orang akan menyalahkan saya memainkan dia di setiap laga."Ketika saya mengistirahatkan dia, orang-orang menyalahkan saya karena mengistirahatkan dia. Malam ini saya mengistirahatkan dia agar Anda (jurnalis) senang.""Itu bukanlah hukuman, itu hanya sebuah keputusan saja. Giroud memiliki karakter yang kuat, dan apa yang terjadi tidak mempengaruhi perilakunya di lapangan. Saya hanya memutuskan memberi dia jeda satu atau dua pertandingan agar bisa kembali lebih segar," lugas Wenger."Lagi pula saya juga ingin memberikan sebuah kesempatan bagi Sanogo, dan saya pikir dia tampil dengan sangat baik."

MAN OF THE MATCH Arsenal 0-2 Bayern Munich: Toni Kroos


Kroos secara konsisten menebar ancaman ke lini pertahanan The Gunners.
Arsenal dipaksa kembali mengakui keunggulan Bayern Munich dengan kekalahan 2-0 pada pertemuan pertama perdelapan-final Liga Champions, Kamis (20/2) dini hari WIB.  
PEMAIN TERBAIK

Toni Kroos 
Menit bermain90
Gol1
Assist0
Sentuhan172
Shot5
Umpan (% akurat)152 (97%)
Duel udara-
Umpan kunci3
Dribling1
Laporan Pertandingan

Meski sempat mengambil inisiatif serangan di awal babak pertama,the Gunners gagal memanfaatkan sejumlah peluang emas, termasuk penalti yang dikonversi Mesut Ozil pada menit kesembilan. Sebaliknya, The Bavarians mulai mendominasi pertandingan terutama setelah unggul pemain menyusul kartu merah dikeluarkan wasit kepada kiper tuan rumah Wojniech Szczesny usai melanggar Arjen Robben di kotak terlarang. 

Toni Kroos memegang perananan penting dengan menjadi inspirator serangan tim besutan Pep Guardiola. Pemain yang dikabarkan tidak berhubungan baik dengan pelatih ini secara konsisten menimbulkan ancaman ke pertahanan The Gunners dan di menit 11 memaksa Jack Wilshere melakukan pelanggaran untuk mencegat pergerakannya. 

Tiga menit kemudian, pemain internasional Jerman memberikan umpan matang ke dekat tiang gawang, sayang Thiago Alcantara yang dituju tak mampu mengonversi peluang emas. 

Pada periode kedua, aksi Kroos makin bersinar. Unggul pemain membuatnya kian leluasa memanfaatkan lapangan tengah untuk menggempur pertahanan lawan dan sebuah tendangan percobaan dari luar kotak penalti berhasil digagalkan kiper pengganti Lukas Fabianski. 

Kroos akhirnya memecah kebuntuan di menit 53. Berawal dari umpan Arjen Robben kepada Kroos, yang kemudian meneruskannya ke kapten Philipp Lahm di sisi kanan. Sang pemain serba bisa lalu mengembalikan bola kepada Kroos yang melepaskan tembakan keras ke pojok gawang Fabianski. Sebuah penyelesaian berkelas dari pemain nomor 39. 

Di pengujung laga, pemain 24 nyaris mencetak gol keduanya di Emirates. Dari area penalti, jebolan akademi Bayern kembali mengancam Fabianski dengan gaya yang sama seperti sebelumnya, tapi kali ini bola meluncur tipis di samping gawang.

Alvaro Negredo: Manchester City Masih Bisa Lolos, Tapi Tidak Mudah



Alvaro Negredo bersikeras, Manchester City akan tetap berjuang di leg kedua kontra Barcelona demi lolosnya mereka dari babak 16 besar Liga Champions. Dinihari tadi (19/2), City menelan kekalahan 2-0 di Etihad Stadium.

Walau sang penyerang mengakui tugasnya tidaklah mudah saat harus bertandang ke Spanyol pada 12 Maret, Negredo yakin mereka masih bisa lolos.

"Kami akan bertandang ke Camp Nou untuk berjuang, walau kami tahu hal itu tidaklah mudah. Kami harus mencetak gol cepat, bertahan di tengah tekanan, dan tidak kebobolan, tapi ini jelas sulit," ujar sang striker.

"Kami punya pemain hebat untuk bertarung di babak kedua dan kami akan memainkan laga menghibur di Camp Nou, untuk membuat mereka kesulitan."

CIty akan kembali melakoni laga Liga Primer Inggris akhir pekan ini, menjamu Stoke City di Etihad Stadium. 

Jorge Valdano: Gareth Bale Terlalu Cemas


Mantan pemain dan pelatih Real Madrid Jorge Valdano menilai Gareth Bale mengalami kecemasan di Santiago Bernabeu musim ini.

Bale, yang menjadi pemain termahal dunia setelah direkrut dari Tottenham musim panas kemarin, telah mencetak 11 gol dan menciptakan sepuluh assist dalam 25 pertandingan untuk Los Blancos. Namun, bagaimanapun juga, Valdano menilai pemain asal Wales itu masih perlu meningkatkan level performanya.

"Bale memiliki kecemasan langka karena dia tampak tidak mengikuti kecepatan permainan," ungkap Valdano kepada AS.

"Ketika Anda cemas, Anda bermain dalam kecepatan yang lebih tinggi dari yang seharusnya, tetapi dia tidak tampak. Tim menyelematkan dirinya.

"Ada banyak poin untuk disoroti, termasuk Jese Rodriguez, yang tidak terpantau dalam momen-momen buruk Bale."

Pelatih Kosta Rika Kirim Peringatan Untuk Italia


Pelatih Timnas Kosta Rika, Jorge Luis Pinto, mengirim sinyal ancamannya pada Timnas Italia untuk Piala Dunia 2014 esok.

Seperti diketahui, bersama Inggris dan Uruguay mereka berada dalam satu kelompok di grup D. Sinyal bahaya dilayangkannya karena Pinto mengaku tahu betul seluk-beluk sepakbola Italia.

Hal itu terjadi karena dirinya sempat bekerja di media olahraga sebagai komentator. Gli Azzurri disebut selalu jadi jagoannya kala meliput turnamen besar. Kini pengetahuan itu jadi modal emas wakil Amerika Utara menghadapi Andrea Pirlo cs.

"Saya mengikuti Italia sudah sejak lama, apapun yang mereka lakukan. Dalam lima tahun saya memiliki segala informasi yang dibutuhkan, saya bahkan memiliki setiap DVD-nya!" tutur Pinto pada La Gazzetta dello Sport.

"Italia membuat saya jatuh cinta pada Piala Dunia 2006. Ketika itu saya bekerja sebagai komentator di Diario Deportivo. Kala mereka menghajar Ukraina 3-0, saya bilang tak ada satu pun tim yang akan mengalahkan mereka! Hal itupun terjadi.

"Claudio Marchisio adalah pemain favorit saya. Sementara Gianluigi Buffon dan Andrea Pirlo sangat menakutkan. Mereka tahu apa yang harus dilakukan di ajang besar layakanya Piala Dunia," tandasnya.

Eden Hazard Isyaratkan Berminat Gabung Real Madrid


Penyerang Chelsea Eden Hazard mengisyaratkan bahwa dirinya ingin bergabung dengan Real Madrid di masa depan.

Seperti yang diketahui, pemain asal Belgia itu telah menjadi salah satu bintang Liga Primer Inggris musim ini, di mana pemain berusia 23 tahun itu mencetak 14 gol dalam 35 pertandingan di bawah asuhan Jose Mourinho.

Performa impresifnya membuat klub-klub Eropa raksasa lainnya tertarik dan eks gelandang Lille tersebut menambahkan 'bensin ke dalam api' dengan mengakui ketertarikannya terhadap Los Blancos.

"Siapa yang tidak tertarik pada Real Madrid?" ujar Hazard kepada BeIN Sports.

Di timnas Belgia, Hazard juga telah mencetak lima gol dalam 42 pertandingan.

Pep Guardiola: Tidak Bisa Dominan Atas Arsenal



Pelatih Bayern Munich Pep Guardiola mengklaim bahwa mustahil untuk sepenuhnya mendominasi Arsenal selama 90 menit jelang pertandingan kedua tim dini hari nanti (20/2).

Seperti yang diketahui, juara bertahan Liga Champions tersebut akan bertandang ke Etihad Stadium untuk laga leg pertama Babak 16 Besar.

Terlepas status timnya menjadi menjadi favorit untuk melaju ke perempat-final, Guardiola yakin Arsenal akan memberi anak asuhnya perlawanan yang sangat sulit.

"Saya telah belajar bahwa Anda tidak akan pernah bisa mendominasi Arsenal selama 90 menit," ungkap Guardiola. "Anda dapat mendominasi selama 30 menit, hingga babak pertama, selama 75 menit, tetapi untuk 90 menit, itu mustahil.

"Jika Anda melihat Arsenal, dengan kualitas pemain-pemain pemain yang ada, Anda akan selalu mendapatkan masalah."

Jelang Arsenal vs Bayern - Lahm Enggan Main untuk Hasil Imbang 0-0

London - Bayern Munich datang ke London untuk menang, demikian tegas Philipp Lahm. Hasil imbang pun bukan pilihan buat mereka.Bayern akan bertandang ke Emirates Stadium untuk menghadapi Arsenal, Kamis (20/2/2014) dinihari WIB, pada leg I babak 16 besar Liga Champions. Terakhir kali Bayern bertandang Emirates, mereka menang 3-1.Lahm ingin hasil serupa terulang. Main di kandang lawan tidak akan membuat timnya bermain bertahan."Kami tidak ingin bermain untuk hasil imbang 0-0. Kami ingin menang di London," ujar Lahm di situs resmi klub."Pertandingan ini tidak akan mudah. Kepercayaan diri mereka sedang tinggi-tingginya setelah mengalahkan Liverpool akhir pekan kemarin," lanjutnya.Kendati menang 3-1 di Emirates, Arsenal nyaris memberikan mimpi buruk untuk Bayern di laga kedua.The Gunners membalas dengan kemenangan 2-0 di Allianz Arena dan membuat aggregat berimbang jadi 3-3. Andai satu gol lagi diciptakan oleh Jack Wilshere dkk., maka tidak akan ada cerita Bayern mengangkat trofi Liga Champions di penghujung musim.

Hebohnya Isu Giroud Selingkuh


Cerita ini ramai dibahas di media-media Inggris beberapa waktu lalu, setelah beredar foto setengah bugil Giroud itu, yang diambil oleh wanita bernama Celia Kay, yang diketahui menghabiskan waktu sekitar 2 jam, tengah malam sebelum hari pertandingan Arsenal melawan Crystal Palace pada 2 Februari lalu.

Kay, model untuk majalah pria dewasa seperti Maxim dan FHM, diketahui tiba di hotel Four Season di daerah Canary Wharf, London, pada pukul 12.50 dinihari, dan keluar lagi sekitar jam 3.04 subuh. Giroud dan para pemain Arsenal memang sedang menginap di hotel tersebut menjelang duelnya melawan Palace.



Begitu foto dan kabar tersebut terekspos, Giroud langsung membuat pernyataan melalui situs jejaring sosial, twitter. Dia minta maaf pada sejumlah pihak termasuk istri yang telah dinikahinya sejak 2011, Jennifer. Sang istri tak lama kemudian langsung menutup akuntwitter-nya, karena diyakini tak sanggup membawa mention orang-orang terkait kasus ini.

"Aku minta maaf pada isri, keluarga, teman-teman, manajer, rekan-rekan, dan fans Arsenal," tulis Giroud.

"Kini aku harus memperjuangkan keluargaku, dan berharap pengampunan dari klubku. Tak ada hal lain saat ini."

Yang menarik, Kay menegaskan bahwa dia dan Giroud tidak sampai melakukan hubungan seks di kamar hotel itu."Olivier tahu kebenarannya seperti apa. Bahwa dia berbohong tentang kami, itu menyedihkan," ungkap Kay kepada The Sun. Ia juga sampai menulis tegas di akun twitter-nya, bahwa dirinya bukan dan tak pernah jadi wanita panggilan.  Manajemen Arsenal kabarnya sempat akan menjatuhkan hukuman denda 230 ribu poundsterling pada Giroud, karena mengabaikan aturan kedisiplinan klub, termasuk membawa tamu wanita ke kamar hotel di malam sebelum pertandingan. Namun, belakangan ditengarai hal itu urung dilakukan karena Giroud membantah melakukan hubungan badan dengan Kay."Ini urusan internal. Saya tidak mau berkomentar di depan publik karena saya menghormati privasi dia," ucap sang manajer, Arsene Wenger.Giroud dan istrinya menjadi orangtua setelah anak pertama mereka lahir pada Juni 2013.

Liga Champions - Pep Belum Pikirkan soal Pertahankan Gelar Juara

 London - Melihat konsistensi Bayern Munich bukan tidak mungkin trofi Liga Champions bisa mereka pertahankan. Akan tetapi, sang pelatih Josep Guardiola menyadari akan sulit mencapainya.Guardiola sendiri sudah dua kali gagal untuk menciptakan sejarah itu. Meraih gelar Liga Champions pertama pada musim 2008-09 bersama Barcelona, di musim berikutnya Guardiola dikalahkan Inter Milan di semifinal dengan agregat 3-1.Pada 2010-11, Guardiola dengan Barca-nya kembali bertahkta di puncak Eropa setelah menundukkan Manchester United 3-1 dalam partai final di Wembley. Namun, semusim berikutnya Los Cules kembali kandas di semifinal usai ditekuk Chelsea dengan agregat 3-2.AC Milan menjadi tim terakhir yang sukses mempertahankan trofi Liga Champions pada 1989 dan 1990. Kini, kesempatan ketiga hadir buat Guardiola bersama Bayern."Saya pikir target kami adalah bermain dengan lebih baik di setiap pekannya," ungkap Guardiola yang dikutip dari Fifa.com. "Mempertahankan gelar juara ini sangat sulit. Belum pernah terjadi lagi dalam waktu yang lama dan saya tidak khawatir tentang itu.""Saya tahu ketika kami tidak menang kami mengecewakan banyak orang tapi saya tahu betul betapa sulitnya hal itu di olahraga ini untuk menang di tahun ini kemudian menang lagi di tahun berikutnya," kata Guardiola.Namun, sebelum jauh-jauh memikirkan soal mempertahankan gelar juara Bayern lebih dulu harus melewati hadangan Arsenal kala menyambangi Emirates nanti malam dalam laga leg I babak 16 Besar.

Jelang Arsenal vs Bayern - Antusiasnya Bayern Kembali ke London


Di musim lalu, London adalah kota di mana Bayern memenangi gelar Liga Champions kelimanya. Berlaga di babak final yang digelar di Stadion Wembley, 25 Mei 2013, Bayern yang menghadapi tim sesama Jerman, Borussia Dortmund, menang 2-1 dan membawa pulang 'Si Kuping Besar'.

Hampir sembilan bulan usai kesuksesan itu, Bayern kembali ke London. Kali ini FC Hollywoodakan mendatangi markas Arsenal, Emirates Stadium, untuk melakoni laga leg pertama babak 16 besar, Kamis (20/2/2014) dinihari WIB.

Laga ini pun disambut dengan antusias oleh para penggawa Bayern. Sebagian besar pemain yang mengantar Bayern memenangi Liga Champions musim lalu masih ada di skuat saat ini.

"Tentu kembali ke sini adalah perasaan yang spesial dan kembali ke hotel ini dan kota ini -- sangat spesial. Terakhir kali kami ke sini itu menjadi peristiwa yang amat penting untuk kami semua," ujar Arjen Robben.

"Saya suka London. Dan apalagi setelah musim panas lalu. Kami punya memori indah bermain melawan Arsenal. Dan sisi menarik London makin besar setelah memenangi final melawan Dortmund," demikian kata chairman Bayern, Karl-Heinz Rummenigge di situs resmi klub.

Musim lalu, sebelum berlaga di final melawan Dortmund, Bayern memang mengunjungi London dan berhadapan dengan Arsenal di leg pertama babak 16 besar. Kala itu mereka memetik kemenangan 3-1.

Secara keseluruhan, Bayern sudah tujuh kali berlaga di London dengan menghadapi Arsenal, Chelsea, dan Tottenham Hotspur. Dari tujuh laga itu, Bayern mencatat dua kemenangan, dua hasil imbang, dan tiga kali kalah.