Pencarian Data

Tuesday, February 4, 2014

Nasib Gary Gardner Di Tangannya Sendiri


Aston Villa belum memutuskan apakah akan memberikan kontrak baru buat Gary Gardner, yang kesepakatannya berakhir di musim ini.

Masalah cedera menjadi hal yang menghambat Gardner tampil di musim ini dan situasi tersebut mengancam masa depannya bersama Aston Villa.

Dengan kontrak yang akan berakhir musim ini, Gardner, menurut pelatih Paul Lambert, harus menunjukkan kontribusinya lebih dulu jika ingin tetap dipertahankan klub.

"Sejauh ini ia sudah berlatih dengan baik. Sulit memberikannya kesempatan bermain dan ia tahu apa yang harus dilakukannya," kata Lambert, Rabu (5/2).

"Kontraknya bakal berakhir di musim panas dan ia berada di posisi yang sama seperti pemain lainnya. Ia tak perlu khawatir karena masih banyak pertandingan yang bisa dijalani. Semua akan ditentukan pada waktu yang tepat," tandasnya.

Tak Ada Pembuktian Khusus Dari Samuel Eto'o


Di usianya yang ke-32 tahun, Samuel Eto'o menegaskan kesiapannya menunjukkan performa terbaik buat Chelsea.

Namun demikian, diungkapkannya bahwa dirinya tak memiliki hasrat untuk membuktikan diri kepada siapa pun mengenai performanya.

"Saya tak memiliki alasan untuk membuktikan sesuatu. Saya Samuel Eto'o. Dan Saya tak merasa saya harus membuktikan apa pun kepada siapa pun," kata Eto'o, Rabu (5/2).

"Saya hanya berusaha menikmati setiap momen yang ada. Mereka yang menganalisa permainan tahu bagaimana performa saya."

"Dari pinggir lapangan, saya tak bisa menunjukkan apa yang bisa saya lakukan. Jose [Mourinho] tahu apa yang bisa saya lakukan di lapangan," tandasnya.

Ludovic Obraniak Bersyukur Gabung Werder Bremen


Ludovic Obraniak mengungkapkan rasa senangnya telah mengambil keputusan bergabung dengan Werder Bremen di bursa transfer Januari.

Pemain Polandia itu pindah dari Girondins Bordeaux dengan mengabaikan ketertarikan dari sejumlah klub Inggris.

Obraniak mengaku tak menyesal dengan keputusannya itu dan menilai dirinya lebih memiliki prospek bermain di Bundesliga Jerman.

"Bremen salah satu klub paling atraktif," kata Obraniak, Rabu (5/2).

"Bremen adalah klub yang terkenal dengan sejumlah pemain dengan nama besar bermain di sana, dan saya berkesempatan mencicipi Bundesliga."

"Bagi saya, pilihannya ada di Inggris dan Jerman, karena jika tidak, saya memilih bertahan di Bordeaux."

"Saya ingin menemukan budaya baru, liga di mana Anda tak perlu bermain untuk kalah. Saya ingin bermain di liga yang menyerang," tandasnya.

Samuel Eto'o Ingin Trofi Liga Primer Inggris


Samuel Eto'o mengungkapkan kepada harian Prancis Le Monde bahwa karirnya akan lengkap apabila bisa memenangi titel Liga Primer Inggris bersama Chelsea.

Striker berpengalaman asal Kamerun itu ingin pengalamannya bersama Chelsea bisa berakhir dengan manis.

"Saya berkesempatan main di Spanyol, dan saya bisa juara," kata Eto'o, Rabu (5/2).

"Saya juga pernah bermain di Italia, juga bisa juara. Dan saya berharap saya bisa memenangi gelar di Inggris. Dan setelahnya karir saya bisa dikatakan komplet."

Bersama Internazionale dan Barcelona, penyerang 32 tahun itu meraih sejumlah trofi domestik dan Eropa.

Eto'o Ingin Lengkapi Karier dengan Gelar Premier League

London - Samuel Eto'o pernah mengecap kesuksesan saat berkarier di Spanyol dan Italia. Kini striker Chelsea itu juga membidik gelar Premier League untuk melengkapi kariernya.

Di Spanyol, Eto'o memperkuat Barcelona di periode tahun 2004-2009. Selama berseragam Los Cules, pemain asal Kamerun itu mendapat tiga gelar La Liga.

Hijrah ke Italia, Eto'o juga sukses memenangi Serie A bersama Inter Milan. Satu gelar scudetto dipersembahkan Eto'o untuk Nerazzurri di musim 2009/2010.

Kini Eto'o bertekad menambah koleksi gelar juara liganya dengan titel Premier League. Dia ingin menjadi juara Premier League bersama Chelsea.

"Aku punya kesempatan bermain di Spanyol, kami juara. Aku mendapat kesempatan bermain di Italia, kami juara," ujar Eto'o kepada Le Monde seperti dikutip Sky Sports.

"Dan aku harap bahwa, terima kasih kepada Tuhan, aku juga akan memenangi gelar di Inggris. Dan aku pikir karierku akan lengkap," imbuh pesepakbola 32 tahun itu.

Eto'o dinilai sudah menurun ketajamannya setelah mantan pemain Anzhi Makhachkala hanya mengemas enam gol dari 14 kali penampilannya di Premier League musim ini. Tapi dia menegaskan bahwa dirinya tidak perlu membuktikan bahwa insting golnya masih tajam. 

"Aku tidak punya apa-apa untuk ditunjukkan. Aku Samuel Eto'o. Dan aku pikir aku tidak harus menunjukkan apapun kepada setiap orang," lanjut Eto'o.

"Lebih baik aku mencoba untuk menikmatinya. Mereka yang menganalisis sepakbola tahu bahwa aku menunjukkan penampilanku. Dari pinggir lapangan, aku tidak bisa menunjukkan apa yang bisa aku lakukan. Jose (Mourinho) tahu apa yang bisa aku lakukan di lapangan," katanya menambahkan.

Kurang Sukses di Lazio, Hernanes Ingin Lebih Baik di Inter

Milan - Karier Hernanes bersama Lazio terhitung kurang oke secara prestasi meski ia disebut sebagai salah satu gelandang top di Serie A. Bersama Inter Milan kini, Hernanes berharap peruntungan yang berbeda.

Hernanes dibeli Lazio pada musim panas 2010 dari Sao Paulo dan tak butuh waktu lama untuk ia langsung jadi pilihan utama di tim asal ibukota itu. Total ia tampil 154 kali dan menyumbang 40 gol.

Performanya di atas lapangan membuatnya banyak diminati klub top Italia dan juga Eropa. Sayangnya menyoal trofi, Hernanes masih sangat minim dengan hanya satu trofi Coppa Italia musim yang direbutnya.

Kini Hernanes sudah menutup rapat masa lalunya dengan Biancoceleste dan membuka lembaran baru bersama klub besar Italia yang tengah dalam masa transisi, Inter, setelah dibeli di masa deadline bursa transfer lalu dengan nilai 20 juta euro.

Dengan seragam baru biru-hitam yang akan dikenakannya hingga 2018, pemain asal Brasil itu bertekad tampil sebaik mungkin dan meraih banyak trofi di klub asal koda mode itu, seperti yang pernah diraih eks Lazio lainnya di klub itu seperti Sinisa Mihajlovic atau Dejan Stankovic.

"Ketika aku tiba di Lazio, aku kira aku akan mampu meraih banyak hal hebat seperti memenangi Scudetto atau bermain di Liga Champions. Namun, usai 3,5 tahun dengan klub Roma itu, aku mengeti bahwa sulit meraihnya di Lazio," tutur Hernanes seperti dilansir Sky Sports.

"Proyek Inter bikin aku lebih yakin, dan Nerazzurri adalah klub yang tepat untukku," sambungnya.

"Benar bahwa presiden Lazio Claudio Lotito menawariku kontrak besar untuk tetap bertahan di klub, tapi aku memilih Inter karena Nerazzurri punya ambisi besar. Ini bukan soal uang," demikian pesepakbola 28 tahun itu.

Verona Siap Beri Kejutan untuk 'Si Nyonya Besar'

Verona - Sebagai tim promosi, Hellas Verona tampil mengejutkan di Serie A musim ini. Menghadapi juara bertahan Juventus akhir pekan nanti, Gialloblu siap tampil habis-habisan demi kemenangan.

Sebagian besar orang niscaya tak ada yang menduga Verona tampil impresif dan bertengger di posisi lima Serie A musim ini, alias zona Eropa. Baru saja promosi, anak-anak asuh Andrea Mandorlini mampu mengangkangi tim-tim macam AC Milan, Inter Milan, dan Lazio, yang terbilang lebih mapan dan berpengalaman di kancah teratas Italia.

Verona saat ini mengoleksi 35 poin dari 22 laga, tertinggal enam angka dari Fiorentina di tangga keempat dan unggul dua poin dari Inter dan Torino di posisi enam-tujuh. Jika mampu mempertahankan lajunya, bukan tak mungkin Verona lolos ke kompetisi Eropa musim depan.

"Kami dalam kondisi tenang, tujuan utamanya sudah dekat dan kami sekarang harus mengincar untuk selalu tampil baik di laga-laga kami seperti pada laga kontra Sassuolo," kata bek Verona Vangelis Moras kepada TeleNuovo dan dikutip Football Italia.

"Mandorlini selalu menginginkan kemenangan sejak menit pertama, adalah kami di lapangan yang mewujudkan permintaannya. Kami mencoba untuk selalu bekerja keras dan mengambil kesempatan yang datang kepada kami," lanjutnya.

"Apa rahasia kami musim ini? Untuk menang dibutuhkan sedikit keberuntungan dan kemampuan untuk memaksimalkan dua atau tiga peluang yang berarti, yang bisa datang kepada Anda," ungkap pemain asal Yunani ini.

Akhir pekan nanti, lawan berat menanti. Juve bakal bertandang ke Marc'Antonio Bentegodi dengan catatan 14 laga terakhir tak terkalahkan. 

Namun bukan berarti Verona inferior. Moras dkk. siap tampil habis-habisan memburu kemenangan. Pada pertemuan pertama musim ini di Juventus Stadium, mereka berhasil tampil menyulitkan dan sempat unggul lebih dulu, kendati pada akhirnya harus takluk 1-2.

"Jelas kami ingin mengalahkan sebuah tim seperti Juventus, kami akan mencobanya. Itu akan luar biasa," tandas pemain 32 tahun ini.

Copa del Rey - Jelang Duel Semifinal, Ancelotti Puji Atletico

Madrid - Atletico Madrid saat ini sedang menikmati musim yang cemerlang. Pelatih Real Madrid Carlo Ancelotti mengaku terkesan dengan penampilan klub rival sekotanya itu.

Los Colchoneros di luar dugaan berhasil memuncaki klasemen La Liga, dengan keunggulan tiga angka dari tim-tim langganan juara Barcelona dan Real Madrid, setelah mengalahkan Real Sociedad 4-0.

Itu adalah posisi pertama Atletico di klasemen dalam 18 tahun. Tak pelak, kini Atletico punya peluang besar untuk meraih titel juara liga untuk yang kesepuluh kalinya.

Sementara di level Eropa, Atletico juga membuktikan diri sebagai tim yang bukan sekadar penggembira. Diego Costa cs melaju ke babak knockout setelah melewati fase grup sebagai juara tanpa terkalahkan.

Pada tengah pekan ini, Madrid akan menjamu Atletico di Santiago Bernabeu untuk melakoni laga semifinal leg I Copa del Rey, Rabu (5/2/2014). El Real wajib waspada penuh pada tim yang sedang bagus-bagusnya ini.

"Atletico adalah tim yang terorganisir, solid dan padu. Simione sedang melakukan sebuah pekerjaan hebat dan memiliki sebuah tim yang hebat," puji Ancelotti dalam konferensi pers yang dilansir Football Espana.

"Mereka mempertahankan kualitas yang sama dan masih terorganisir. Mereka kini lebih percaya diri karena mereka sudah memenangi banyak pertandingan."

Madrid membidik kemenangan cleansheet untuk meringankan langkahnya di leg kedua yang akan digelar di markas Atletico.

"Kami akan mendapatkan dukungan penuh dari para suporter besok yang mana ini selalu menjadi hal yang penting. Kami harus mencoba tidak kebobolan dan memenangi pertandingannya," tegas Ancelotti.

Di Piala Dunia, Xavi Berharap Rematch dengan Brasil

Barcelona - Spanyol menelan kekalahan telak di final Piala Konfederasi 2013. Tak puas dengan hasil laga tersebut, Xavi Hernandez berharap bisa melakukan laga ulang di Piala Dunia 2014.

Spanyol menelan kekalahan 0-3 atas Brasil di final Piala Konfederasi tahun lalu. Dalam wawancaranya dengan FIFA.com, Xavi menyebut Tim Samba pantas meraih kemenangan tersebut, namun dia tak menyangkal menyimpan keinginan untuk kembali berhadapan dengan Neymar cs di Piala Dunia tahun ini.

Berdasarkan hasil undian yang sudah dilakukan, pertemuan Brasil (Grup A) dengan Spanyol (Grup B) mungkin saja terjadi di babak 16 besar. Skenario itu bakal tersaji jika salah satu dari Spanyol atau Brasil jadi runner up sementara yang lain jadi juara grup.

"Itu cuma harapan! Atau kenapa tidak (berhadapan) di final? Jelas segala hal bisa terjadi, mempertimbangkan ini adalah Piala Dunia dan di pertandingan terakhir apapun bisa terjadi. Sepakbola selalu memberikan kesempatan untuk melakukan balas dendam," sahut Xavi seperti dikutip dari FIFA.

Meski berharap bertemu Brasil, Xavi menegaskan kalau Spanyol sama sekali tidak punya keinginan melakukan balas dendam pada Brasil. La Furia Roja akan fokus pada pertandingannya sendiri.

"Tidak begitu juga (soal balas dendam). Kami fokus pada fakta bahwa kami tergabung di grup yang berpotensi menyulitkan, salah satu yang terberat di Piala Dunia."

"Kami datang ke sana untuk bersaing dan kami tak sabar untuk menunjukkan permainan kami serta mempertahankan trofi, tapi kami akan tetap menginjak bumi. Kami tahu betapa sulitnya memulai di Piala Dunia, terlebih dengan grup di mana kami berada. Ini merupakan salah satu dari dua grup terberat," lugas gelandang Barcelona itu.

Berada di Grup B, Spanyol akan bertarung dengan Belanda Chile dan Australia untuk meraih dua tiket ke babak 16 besar.

Jelang Copa del Rey - Atletico Bidik Hat-trick Kemenangan di Bernabeu

Madrid - Atletico Madrid selalu pulang dengan senyuman di dua lawatan terakhir ke Santiago Bernabeu. Kini Los Colchoneros ingin meraih yang ketiga saat bertemu Real Madrid di Copa del Rey.

Padahal Atletico sempat lama puasa kemenangan atas rival sekotanya setelah hampir 14 tahun tak pernah menang, baik itu kandang maupun tandang. Namun, final Copa del Rey musim lalu memecah telur tersebut.

Atletico menang 2-1 dalam laga final yang dihelat di Bernabeu setelah sempat tertinggal lebih dulu. Lalu berlanjut lagi saat keduanya bertemu beberapa bulan lalu di La Liga, Atletico menang 1-0 lewat gol Diego Costa.

Dua kemenangan beruntun di Bernabeu setelah sedekade lebih tak pernah menang tentu sangat memompa mental para pemain Atletico, terutama saat tandang ke stadion berkapasitas 88 ribu penonton itu Rabu malam waktu setempat besok.

Atletico akan melakoni laga leg pertama semifinal Copa del Rey sebelum sepekan setelahnya menjamu Madrid di Vicente Calderon.

Diego Ribas, yang pernah merasakan berbaju Atletico dan kalah dua kali dengan skor sama 1-4 di musim 2011/2012, yakin bahwa timnya kali ini mampu mencatatkan tiga kemenangan beruntun di kandang Los Blancos.

"Ini akan jadi laga yang sangat sulit seperti biasanya, karena lawannya Real Madrid. Tapi kami siap melakoni laga seru ini," ujar Diego seperti dilansir Soccernet.

"Kami akan mempersiapkan diri untuk memenangi laga itu. Ini laga spektakuler - dan kami akan tampil semaksimal mungkin untuk menang," sambung pesepakbola 28 tahun asal Brasil itu.

Daniel Sturridge: Saya Tak Dipercaya Di Chelsea


Produktivitas Daniel Sturridge meningkat pesat sejak diboyong Liverpool dari Chelsea pada Januari tahun lalu.

Semasa berseragam Biru, Sturridge hanya mengoleksi total 15 gol dari 55 laga di semua ajang. Sementara dari 38 laga yang telah dimainkannya bersama The Reds pemain 24 tahun itu telah menggelontorkan 28 gol, dengan 17 di antaranya dibukukan musim ini.

Menurut Sturridge, itu terjadi karena, berbeda dengan Chelsea, Liverpool memberinya kepercayaan untuk bermain di posisi favoritnya, yaitu striker, sedangkan di Stamford Bridge ia lebih sering diplot di sayap.

"Saya tak pernah yakin apakah saya akan bermain sebagai striker di Chelsea karena orang-orang tak mempercayai saya," ungkapnya kepada Anfield Wrap.

"Saya kerap diminta untuk bermain di posisi berbeda dan melakukan pekerjaan untuk tim, tapi setelah bermain sebagai striker kemudian diminta untuk pindah dan bermain di sayap, keadaan akan selalu sulit, karena secara mental Anda akan bermain seperti yang selalu Anda tunjukkan sebelumnya dan saya bermain dengan insting."

"Saya pikir sekarang saya hanya bermain seperti ketika saya masih anak-anak tapi sebelumnya tak pernah berkesempatan melakukan itu. Ketika bermain sebagai winger di Chelsea saya terlalu banyak berpikir karena tak terbiasa melakukannya."

Michel Der Zakarian Lelah Melihat Penampilan Nantes



Michel Der Zakarian mencurahkan isi hatinya selepas dikalahkan Sochaux 1-0 di laga lanjutan Ligue 1 pekan kemarin. 

Diungkapkan sang juru taktik, dirinya lelah melihat permainan anak-anak didiknya yang sulit menerapkan apa yang diinstruksikan olehnya.

"Saya lelah mengatasi hal ini," tukas Zakarian.

"Semua yang sedikit lebih baik hitungannya rata-rata, baik di babak pertama dan kedua. Kami memiliki sejumlah peluang, dan saya lelah karena harus membicarakannya."

"Ada sejumlah pemain yang merengek ketika tidak dimainkan, namun ketika mereka diterjunkan ke lapangan, mereka harusnya menggerakkan [maaf] bokong mereka," cetus sang pelatih.

Kekalahan ini memperpanjang catatan tak pernah menang di tiga pertandingan terakhir atau baru sekali meraih tripoin dari total enam laga terakhir liga. 

Sempat di beberapa journeemenguasai posisi empat besar, kini anak-anak Zakarian harus meratap di posisi kedelapan dengan poin 33.