Pencarian Data

Friday, November 29, 2013

Salamon Meninggal Diduga karena Tak Ada Biaya Berobat



Jakarta - Kabar duka kembali datang dari sepakbola Indonesia terkait meninggalnya pemain Persipro Probolinggo, Salamon Begondou. Menderita sakit, Salamon diduga tidak punya biaya untuk berobat.

Salamon merupakan pesepakbola asal Kamerun, yang juga pernah memperkuat PSIS Semarang sebelum bermain di Persipro. Sebelumnya Salamon dan dua rekannya, Camara Abdoulaye Sekou dan Syilla Mbamba, pernah membuat heboh lantaran harus memenuhi biaya hidup dari mengemis di jalanan kota Probolinggo akibat gaji yang tak dibayarkan.

Akibat masalah gaji tersebut pula, Salamon dan dua rekannya kabarnya sampai rela jadi pemain di laga-laga antar kampung (tarkam). Upaya-upaya untuk mendapatkan hak bukan tak pernah dicoba. Mengadu ke PSSI dan ke Walikota Probolinggo pernah dilakukan tapi tak membuahkan hasil.

Kabar menyebutkan bahwa pada waktu itu Salamon cs. hanya menerima 15% dari nilai kontrak yang nilainya bervariasi antara Rp 175 juta, Rp 190 juta, dan Rp 200 juta untuk semusim.

Hal-hal inilah yang lantas menguatkan dugaan bahwa Salamon kesulitan biaya untuk mengobati sakitnya. Pihak Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI) telah mengonfirmasi penyebab meninggalnya si pemain akibat sakit, kendati belum bisa memastikan dugaan tak ada biaya berobat juga turut jadi latar belakangnya.

"Saya belum tahu pasti. Tapi katanya sakit, gak ada biaya. Dia itu dulu pernah ngamen-ngamen juga bareng teman setimnya di Persipro, Kamara. Karena gajinya gak dibayar," ujar salah satu perwakilan APPI ketika dihubungi detikSport, Jumat (29/11/2013) malam WIB.

Jika benar masalah gaji turut melatarbelakangi meninggalnya Salamon, maka ini jadi kasus yang kesekian di Indonesia. Sebelumnya, pemain Persis Solo Diego Mendieta meninggal karena sakit tifus dan tak punya biaya untuk berobat, setelah gajinya tak dibayarkan klub. Baru setelah Mendieta tutup usia gajinya dilunasi.

Napoli Tak Mau Dicoret dari Persaingan Juara


Napoli - Napoli tengah menjalani tren yang kurang baik dalam beberala laga terakhir. Tapi karena kompetisi masih sangat panjang, Valon Behrami menilai terlalu dini mengecap timnya tersingkir dari persaingan meraih Scudetto.

Napoli mengawali musim dengan cap sebagai kandidat juara, menyusul manuver agresifnya di bursa transfer musim panas. Tak cuma mendatangkan pelatih sekaliber Rafael Benitez, tim kota Naples itu juga mendapatkan pemain sekelas Gonzalo Higuain, Raul Albiol, Jose Callejon, dan Dries Mertens.

Pada awalnya mereka sempat melaju dengan oke, cuma menelan satu kekalahan dalam 11 pertandingan Serie A. Sementara di seluruh ajang, total hanya dua kekalahan yang dialami Marek Hamsik dkk. dari 15 partai.

Namun performa mereka kemudian menurun sejak dikalahkan dengan telak oleh 0-3 di giornata 12. Selang sepekan kemudian pasukan Benitez kembali takluk, kali ini atas Parma dengan skor tipis 0-1 di kandang sendiri.

Dua kekalahan beruntun tersebut membuat Napoli pun mulai tertinggal dari Juve dan AS Roma di posisi dua teratas Serie A. Juve sementara memuncaki klasemen dengan nilai 34, diikuti Roma satu poin di belakangnya. Sementara Napoli tertahan di posisi tiga dengan 28 angka atau berselisihkan enam poin dari 'Si Nyonya Besar'.

Itu belum menghitung satu kekalahan lainnya di Liga Champions, kala ditekuk 1-3 oleh Borussia Dortmund. Maka total tiga laga berturut-turut dilalui 'Neapolitan' dengan hasil negatif, menegaskan bahwa tim milik Aurelio De Laurentiis itu tengah menjalani periode sulit.

Kendati demikian, Behrami optimistis timnya bisa kembali ke jalur kemenangan. Soal titel, masih terlalu dini untuk berpikir Napoli sudah tersingkir dari persaingan, menurutnya.

"Ini masih awal musim. Kami tidak seharusnya berpikir bahwa kami sudah tersingkir dari persaingan. Kami punya banyak pertandingan melawan para rival yang dimainkan di stadion San Paolo, di mana kami punya tambahan kekuatan," kata Behrami kepada Radio Kiss Kiss dan dikutip Football Italia.

"Kami memang tidak meraih hasil-hasil bagus. Kami telah kalah di tiga pertandingan terakhir dan itu jarang untuk sebuah klub seperti kami. Tapi kami ingin kembali ke jalur kemenangan," lanjutnya.

"Kami bertekad lebih baik lagi dalam hal-hal yang baru-baru ini berjalan salah. Kami ingin menjadi sebuah tim hebat, kami punya kualitas untuk itu dan kami sedang mengusahakannya," tambah gelandang 28 tahun ini.

Tekad kebangkitan Napoli ini akan mendapatkan tantangan dari Lazio di Stadion Olimpico, Selasa (3/12/2013) dinihari WIB nanti.

Ramos Tak Akan Didepak Madrid



Madrid - Mendadak muncul rumor yang menyebut Sergio Ramos bakal didepak dari Real Madrid setelah dia dapat kartu merah di ajang Liga Champions. Carlo Ancelotti menyanggah hal tersebut, Ramos disebutnya masih sangat penting.

Ramos diusir keluar lapangan oleh wasit pada menit 26 saat Madrid menjamu Galatasaray di matchday V Liga Champions. Meski bermain dengan 10 orang Madrid tetap berhasil meraih kemenangan 4-1 dan lolos dari fase grup.

Kalau kemudian muncul isu yang menyebut Ramos bakal didepak, itu karena bek tengah itu dianggap terlalu sering diacungi kartu merah oleh wasit. Sejak dia memperkuat Los Blancos, sudah 17 kartu merah dia dapat.

"Saya tidak punya masalah dengan Sergio Ramos, dan Sergio Ramos tak punya masalah dengan saya. Saya hanya bilang padanya kalau dia haru menghindari terpancing dengan sangat cepat; saya melihatnya dari sudut pandang taktikal. Dia membuat kesalahan, tapi itu tak mengubah apapun. Itu sesuatu yang normal membuat kesalahan di atas lapangan," sahut Ancelotti memberi klarifikasi dalam konferensi pers jelang laga dengan Real Valladolid.

"Dia pemain yang sangat penting buat tim, semua orang tahu itu. Dia baik-baik saja dan akan bermain besok (malam nanti). Dia akan baik-baik saja," lanjut Ancelotti di Football Espana.

Kabar Ramos bakal dilego menguat karena presiden Florentino Perez disebut sampai turun langsung mengomentari kartu merah sang pemain. Madrid pun disebutkan siap menjualnya dengan banderol 65 juta poundsterling.

"Saya berbicara dengan sering berbicara dengan presiden dan dia tak pernah berbicara dengan saya terkait Ramos meninggalkan klub. Semua orang tahu seberapa pentingnya Ramos."

"Dalam kaitannya dengan sepakbola, dalam kaitan dengan kepribadiannya dan dalam hal sejarah dengan klub. Saya tidak tahu bagaimana hubungan mereka. Presiden punya pemahaman yang sangat baik dengan seluruh pemain. Apakah kami akan membiarkan Ramos pergi? Tidak, tidak, tidak. Karena dia adalah salah satu bek tengah terkuat di dunia dan kami butuh untuk menjaganya," tegas Carletto lagi.

Aku Pergi Demi Dapat Kesempatan Main



London - Jose Mourinho menyindir dan mempertanyakan motif Romelu Lukaku pergi dari Chelsea ke Erverton. Dijawab striker belia asal Belgia itu, The Toffess jadi pilihan demi kesempatan main yang lebih besar.

"Bayangkan saya bermain untuk Chelsea sekarang, saya hanya akan bermain mungkin baru lima kali dan mencetak satu atau dua gol. Sekarang saya bermain untuk Everton dan saya sudah bermain delapan kali dengan tujuh gol," jelas Lukaku dalam wawancara dengan BBC.

Pernyataan tersebut dilontarkan Lukaku sebagai tanggapan atas komentar terbaru Jose Mourinho. Manajer Chelsea itu mempertanyakan alasan Lukaku memilih menjadi pemain pinjaman ketimbang memperkuat The Blues. Kepada wartawan Mourinho juga menyebut Lukaku 'terlalu banyak bicara'.

"Anda tahu, Romelu suka berbicara, dia masih muda, dia suka berbicara, tapi satu-satunya hal yang tidak dia katakan adalah kenapa dia pergi ke Everton dengan status pinjaman," sahut kemarin.

Lukaku saat ini masih berstatus pemain Chelsea, dia berada di Everton dengan status pinjaman, sebagaimana pesepakbola 19 tahun itu menghabiskan musim sebelumnya bersama West Bromwich Albion. 

Lukaku sebenarnya sempat pulang ke Chelsea di awal musim ini, dia malah tampil di dua pertandingan liga. Namanya juga ada dalam laga Piala Super Eropa saat Chelsea berhadapan dengan Bayern Munich. Malang buat Lukaku, dia gagal mengeksekusi penalti yang membuat 'Si Biru' kalah dalam laga tersebut.

"Semua orang di Inggris membicarakan saya dan sebagai pemain saya terus berkembang. Saya punya kepastian itu, konsistensi itu dalam permainan saya."

"Bukan karena saya tidak diinginkan (di Chelsea). Saya pikir saya diinginkan tapi saya harus membuat keputusan untuk diri saya sendiri dan melakuka analisa hal apa yang terpenting untuk saya," terangnya lagi.

Jelang Inter vs Sampdoria - Inter Fokus Incar Tiga Angka, Bukan Posisi Lawan di Klasemen



Milan - Inter Milan diprediksi mudah meraih poin penuh saat menjamu tim papan bawah Sampdoria. Namun Rodrigo Palacio menegaskan tak mau membanding-bandingkan peringkat dan hanya fokus ke kemenangan saja.

Inter kedatangan tamu relatif mudah di Giuseppe Meazza, Minngu (1/12/2013) malam WIB nanti. Sampdoria tak hanya tengah terpuruk di posisi 18, namun catatan menunjukkan bahwa Inter telah memenangi tiga pertemuan terakhir dengan 'Il Samp' dan tak terkalahkan sejak 2009 silam.

Kemenangan bakal punya makna lebih bagi Inter karena tambahan tiga poin akan membawa mereka mampu melewati Napoli di posisi tiga, yang kini hanya berjarak dua poin. Dengan demikian, tim asuhan Mazzarri juga bakal memberikan tekanan yang bagus kepada 'Partenopei' yang baru akan bermain melawan Lazio pada Selasa (3/12) dinihari WIB.

Apapun itu, Palacio tak mau terpaku pada laju buruk Sampdoria sejauh ini. Apalagi sang lawan punya nafas baru setelah menunjuk Sinisa Mihajlovic sebagai pelatih anyar. Ia pun menegaskan bahwa para penggawa Inter fokus sepenuhnya untuk mengemas angka penuh, tanpa memandang posisi di liga.

"Kami tidak memperhatikan klasemen liga pada saat ini. Kami hanya ingin melawan mereka dan menang, cuma itu," sahut Palacio kepada Sky Sport Italia dan dikutip Football Italia.

"Kami bakal perlu menjalani kompetisi dengan filosofi satu laga demi satu laga, dan jika kami terus melaju seperti ini maka kami bisa sampai di puncak klasemen," tambahnya.

Liga Champions - Pellegrini: Barca, Madrid Takkan Senang Jika Berjumpa City

Manchester - Manuel Pellegrini yakin benar dengan kekuatan Manchester City. Seandainya berjumpa tim-tim favorit seperti Barcelona, Real Madrid pun, City diyakini akan bisa mengimbangi.

The Citizens akan finis di peringkat kedua Grup D jika tidak mampu mengalahkan juara bertahan Bayern Munich dengan selisih tiga gol di Allianz Arena dalam laga terakhir penyisihan grup.

Apabila tiga tim Inggris lainnya; Arsenal, Chelsea dan Manchester United memenangi grup masing-masing maka City berpeluang besar berjumpa dengan Barcelona, Madrid, Atletico Madrid ataupun Paris St. Germain di babak berikutnya. 

Setelah dua kali beruntun kandas di babak grup, di musim ini City merespons dengan impresif. Dari lima laga grup, Sergio Aguero dkk. cuma sekali kalah, itupun dari Bayern, dengan skor 1-3 di Etihad.

"Saya tidak takut dengan siapa yang akan kami hadapi di babak selanjutnya. Itu bukan masalah besar," ujar manajer City itu di situs resmi klub.

"Spanyol memiliki tim-tim yang kuat, terutama Barcelona dan Real Madrid, tapi Atletico juga sedang memiliki musim yang sangat bagus. Apapun bisa terjadi dalam duel dua laga, tapi kami memiliki sebuah skuat yang kuat."

"Orang-orang mungkin bilang akan sulit bagi kami jika melawan Barcelona, Real Madrid, Atletico atau PSG tapi semuanya tentu tidak akan senang jika bermain melawan kami," sambung Pellegrini.

"Tentu saja mereka bisa dikalahkan. Kami menuju jalur yang benar, dan saya sangat yakin kami bisa mengalahkan tim lainnya. Saya yakin sekali dengan skuat ini, jadi saya berharap kami bisa terus berlanjut di Liga Champions."

El Clasico Tak Lagi Sepanas 2-3 Musim Lalu

Madrid - El Clasico boleh dibilang sempat mencapai titik tertinggi saat Real Madrid ditangani Jose Mourinho. Tapi kini hal itu tak terjadi lagi karena para pemain sudah melupakannya dan rivalitasnya tak sengit seperti dulu lagi.

Sejak Mourinho datang ke Spanyol pada musim panas 2010, rivalitas Madrid dan Barcelona seketika lebih panas dari yang biasanya. Mourinho kerap melontarkan psy war kepada kubu lawan terutama ke Pep Guardiola yang kala itu masih jadi pelatih.

Tak hanya di luar lapangan, di dalam lapangan pun tensi kian meninggi karena dalam tiga tahun kepemimpinan Mourinho, tak jarang kerap terjadi perseteruan antar pemain yang kemudian memanjang sampai berminggu-minggu.

Di musim 2010/2011 saja, Barca dan Madrid mencapai puncak rivalitasnya ketika kedua tim bertemu di tiga kompetisi yakni La Liga, final Copa del Rey, dan Semifinal Liga Champions.

Tak ayal kondisi ini sempat membuat khawatir pada pendukung timnas Spanyol mengingat banyak pemain dari kedua tim itu adalah penggawa La Furia Roja. Apalagi di tahun 2012, mereka harus mempertahankan titel Piala Eropa.

Tapi toh akhirnya seperti yang diketahui bahwa Spanyol kembali jadi juara dan kondisi tim pun kondusif. Disebut Sergio Ramos, memang tensi persaingan sempat memanas antara para pemain dari Barca maupun Madrid, namun saat ini rivalitas tak seperti 2-3 musim lalu.

Hal ini juga karena andil Xavi Hernandez serta Iker Casillas yang jadi mediator antara pemain Madrid dan Barca.

"Tensi antara para pemain Madrid dan Barca, usai serangkaian laga yang kami sudah mainkan di Liga Champions dan Copa, benar-benar berlebihan," ujar Ramos kepada FourFourTwo seperti dikutip Football Espana.

"Tapi kami sudah menemukan solusinya dan melupakan yang lalu-lalu. Kami tidak terus mengingat yang sudah lewat dan kami harus menatap masa depan," sambungnya.

"Ada isu bahwa saya punya masalah dengan Pique dan padahal tidak seperti itu. Kami sudah lama berteman baik dan saya melihatnya sebagai pribadi hebat yang berhati besar," demikian dia.

Tak Sabar Ingin Berduet Lagi, Neymar Berharap Messi Cepat Sembuh

Barcelona - Di saat tengah asyik-asyiknya menikmati berduet dengan Lionel Messi, Neymar malah harus ditinggal rekan setimnya di Barcelona itu karena cedera. Maka Neymar berharap Messi cepat sembuh.

Meski awalnya kesulitan untuk menemukan ritme permainannya bersama Barca, Neymar dalam dua bulan belakangan ini mulai bisa nyetel terutama dengan Messi, yang selama ini jadi pusat permainan tim tersebut.

Memang baru lima gol yang dicetak Neymar di seluruh kompetisi musim ini, tapi pesepakbola asal Brasil sudah mendonasi 11 assist yang beberapa di antaranya ditujukan kepada Messi.

Gerardo Martino selaku pelatih Los Cules mulai berani memainkan Neymar dan Messi secara bersamaan. Hasilnya pun positif di mana Barca masih kokoh di puncak klasemen sementara.

Tapi sayangnya Messi beberapa pekan lalu harus mengalami cedera yang membuatnya absen dua bulan ke depan. Neymar pun harus menyudahi "bulan madu" dengan Messi lebih cepat.

Neymar bersama rekan-rekannya di lini depan memang masih bisa bikin gol dan membawa Barca menang, tapi tetap kehadiran Messi sangat dibutuhkan karena peran vital pesepakbola asal Argentina itu. Hingga saat ini Messi jadi topskorer tim dengan 14 gol di seluruh kompetisi.

"Tim kecewa (kehilangan Messi) karena Leo adalah pusat permainan tim ini. Kami tahu bahwa setiap saat dia bisa mengubah jalannya pertandingan demi menguntungkan kami. Aku harap dia cepat sembuh dan kembali bermain secepat mungkin," ujar Neymar kepada Mundo Leo seperti dikutip Soccernet.

Ryan Giggs, Legenda MU 'Temuan' Tukang Susu Pencari Bakat Manchester City

Manchester - Sir Alex Ferguson dikenal sebagai sosok yang sudah memoles Ryan Giggs jadi pesepakbola top. Sebelum itu ada sosok seorang mantan tukang susu yang sudah lebih dulu mengendus bakat hebat Giggs.

Dennis Schofield adalah nama pria tersebut. Dalam kisahnya, ia langsung terpana melihat aksi Giggs, yang pada hari ini berulang tahun ke-40, pada saat ia masih berusia 8 tahun.

Schofield, yang juga menangani tim lokal Deans FC, kebetulan sedang memarkir kendaraannya usai memutari wilayah kerja. Saat itulah ia menyaksikan Giggs kecil bermain untuk timnya, Sekolah Dasar Grosvenor Road, di Swinton. Saat itu ia masih menggunakan nama Ryan Wilson seperti nama marga sang ayah, dan belum memakai nama belakang "Giggs" yang merupakan marga sang ibunda semasa masih lajang.

"Ada satu bocah 8 tahun di sayap kiri yang berlari seperti rusa dan luar biasa dalam penguasaan bola. Namanya Ryan Wilson," kenang Schofield di BBC.

"Saya lantas bertanya apakah orang tuanya juga menonton dan saya diarahkan ke ibunya. Saya memperkenalkan diri sebagai orang yang menangani tim Deans Youth dan Ladies FC, dan bertanya apakah Ryan tertarik bermain untuk tim saya." 

"Ibunya dengan antusias mengatakan baru saja pindah dari Wales dan masih beradaptasi. Untuk sesi-sesi latihan kami berikutnya, aku biasa menjemputnya dari rumah dan membawanya beserta adiknya, Rhodri, karena tahu aku punya sesuatu yang istimewa," tuturnya.

Selain menangani tim Deans Youth dan Ladies FC dan menjadi tukang susu keliling, Schofield saat itu juga dikenal sebagai salah satu pencari bakat Manchester City. Itu mengapa ia pun langsung merekomendasikan bakat temuannya itu ke klub bersangkutan.

Akan tetapi pada prosesnya Giggs cuma tercatat ada di City sebagai pemain yunior (1985-1987) karena setelah itu, tepat saat ultah ke-14, ia justru berhasil digaet klub sekota, Manchester United, dan kini jadi legenda hidup di sana.

"Sebagai penggemar dan pencari bakat City, aku ingin Ryan teken kontrak dengan mereka, tapi aku tahu tak bisa melakukan apa-apa sampai usianya 14 tahun. Saat ultahnya yang ke-14, aku mendengar (Manajer MU) Sir Alex Ferguson dan bos pencari bakat United Joe Brown meminatinya."

"Aku saat itu meminta City untuk langsung datang ke rumahnya, tapi mereka memilih untuk duduk di kantornya menunggu Ryan datang ke sana, sedangkan Sir Alex datang langsung ke rumahnya. Ryan adalah penggemar United dan akhirnya tanda tangan untuk United. Aku geram dengan City dan langsung memutus hubungan dengan mereka setelah itu," kisahnya.

Bergabungnya Giggs dengan MU itu lantas menjadi awal dari sebuah kisah panjang kesuksesan seorang pesepakbola yang kini telah meraih 13 medali juara Premier League, empat medali kemenangan Piala FA, tiga medali titel Piala Liga, dan dua medali kemenangan di Liga Champions.

"Sejujurnya, Ryan mungkin sudah mengambil keputusan tepat karena United saat itu punya tim yunior yang bagus dengan Paul Scholes, David Beckham, Nicky Butt, serta Gary dan Phil Neville. Di sisinya ada pemain-pemain yang bisa membangkitkan kemampuan terbaik dari dirinya, yang belum tentu terjadi jika dia memilih City," nilai Schofield.

Ramsey Kini Mainkan Peran Besar di Arsenal

London - Aaron Ramsey kini menjadi bagian tak terpisahkan dari skema permainan Arsenal. Musim ini, peran yang diemban oleh gelandang asal Wales itu di The Gunners makin besar.

Performa Ramsey bersama Arsenal sedang bagus-bagusnya. Sebagai seorang box-to-box midfielder, dia bermain pada hampir semua pertandingan yang dijalani timnya musim ini. 

Ramsey juga menjadi top skorer klub dengan torehan 11 gol. Jumlah golnya lebih banyak daripada milik Olivier Giroud, penyerang Arsenal yang baru membuat 10 gol.

"Pertama-tama, Aaron punya mesin yang fantastis. Saya yakin pengetahuannya dalam bertahan telah meningkat, kualitasnya dalam bertahan juga meningkat, dan sekarang skornya dalam bertahan sangat bagus," puji manajer Arsenal, Arsene Wenger, kepada Arsenal Player.

"Setelah itu, dia juga memiliki hasrat yang besar untuk memainkan setiap bola. Dia memenangi duel 50:50 -- setahun yang lalu tidak begitu," tambahnya.

"Kalau Anda membiarkannya, dia mengambil bola dari belakang, mengoper ke dirinya sendiri di lini tengah, dan mengoper ke dirinya lagi di depan karena dia sangat menginginkan bola," kata Wenger.

"Itulah kenapa perannya dalam permainan begitu besar," tuturnya.

Wenger akan kembali mengandalkan Ramsey saat Arsenal berhadapan dengan klub lama Ramsey, Cardiff City, dalam lanjutan Premier League