Pencarian Data

Wednesday, January 22, 2014

Moyes Kecewa dan Akui MU Tak Bermain Cukup Baik

Manchester - David Moyes mengungkapkan kekecewaannya setelah Manchester United tersingkir dari Piala Liga Inggris. Moyes juga mengakui bahwa The Red Devils bermain tak cukup baik pada laga melawan Sunderland.

Kiprah MU di Piala Liga Inggris musim ini cuma sampai babak semifinal. Mereka tersingkir setelah kalah adu penalti dari Sunderland.

Menjamu Sunderland pada laga leg kedua semifinal di Old Trafford, Kamis (23/1/2014) dinihari WIB, MU sebenarnya sempat memimpin 1-0 lewat gol Jonny Evans pada babak pertama. Gol Evans tersebut membuat skor agregat menjadi 2-2 karena MU kalah 1-2 di leg pertama.

Skor tak berubah hingga waktu normal habis dan laga harus dilanjutkan ke extra time. Kalau bisa mempertahankan keunggulan 1-0 hingga selesainya extra time 2x15 menit, MU akan lolos ke final karena Piala Liga Inggris baru menghitung gol tandang setelah extra time. Tapi, MU tak bisa melakukan hal tersebut.

Sunderland menyamakan skor pada menit ke-119 setelah tembakan Phillip Bardsley tak bisa dijinakkan David de Gea. MU kemudian langsung meresponsnya dengan gol yang diciptakan oleh Javier Hernandez. Skor 2-1 menandai akhir extra time. Karena agregat sama kuat 3-3 dan tak ada tim yang lebih unggul dalam jumlah gol tandang, penentuan pemenang pun harus dilakukan lewat adu penalti.

Dalam drama adu penalti ini, cuma dua eksekutor Sunderland yang berhasil, yakni Marcos Alonso dan Ki Sung-Yueng. Tapi, algojo-algojo MU juga tidak menjalankan tugasnya dengan baik. Dari lima penendang, cuma Darren Fletcher saja yang bisa menaklukkan Vito Mannone. Alhasil, Sunderland keluar sebagai pemenang dengan skor 2-1.

"Kami tidak bermain cukup baik. Kami punya kesempatan untuk mengamankan kemenangan tapi tak bisa melakukannya," ujar Moyes di BBC.

"Sunderland bermain baik dan mereka layak mendapatkan pujian. Namun, secara keseluruhan kami terlihat seperti akan lolos ke final sampai menit terakhir," tambahnya.

"Saya kecewa, tapi pada akhirnya kami tidak bermain cukup baik," aku Moyes.

Sunderland yang lolos ke final selanjutnya akan menghadapi Manchester City di Stadion Wembley, 2 Maret mendatang.

Buruk di Babak Pertama, Barca Diselamatkan Hat-trick Tello-Messi

Valencia - Meski memetik kemenangan 4-1 atas Getafe, Gerardo Martino mengaku risau dengan penampilan Barcelona di babak pertama. Sanjungan diberikannya pada Lionel Messi dan Cristian Tello yang sama-sama bikin hat-trick.

Untuk kali kedua dalam empat hari terakhir Barcelona harus berhadapan dengan Levante di Stadion Ciudad de Valencia. The Catalans menghadapi lawatan ke Levante dengan kewaspadaan tinggi karena pada Minggu (19/1/2014) lalu mereka dibuat frustrasi karena cuma bisa bermain imbang 1-1 meski punya banyak sekali peluang.

Kondisi serupa nyaris terjadi dinihari tadi saat mereka tertinggal 0-1 di babak pertama. Performa gemilang dari Tello yang bikin hat-trick gol dan Messi yang mengreasikan tiga assist akhirnya memberi Barca kemenangan telak 4-1.

"Kami bernain sangat baik di babak kedua, sementara di babak pertama sangat buruk. Sangat sedikit pergerakan yang kami lakukan," sahut Gerardo Martino usai pertandingan.

"Kami bisa memperbaiki (keadaan) di babak kedua. Kami bisa bangkit dan memberi impresi yang pada akhirnya berujung gol. Saya khawatir dengan penampilan di babak pertama, tapi kami punuya pemain-pemain yang hilang selama 45 menit namun kemudian muncul untuk membalikkan keadaan," lanjut dia di AS.

Dua pemain yang membalikkan keadaan tersebut adalah Tello dan Messi. Tello memborong seluruh gol yang dibuat timnya dalam laga tersebut - gol pertama Barca datang dari bunuh diri pemain Levante. Sementara Messi juga cemerlang karena dia membuat tiga assist.

"Messi bisa membuat perubahan dan bisa membuka pertahanan lawan seketat apapun, dia memberi kami tiga assist. Untuk Tello, beberapa pemain bisa menunjukkan skilnya selama 90 menit, sementara yang lain dalam 15 menit. Pertandingan ini membantu kami melihat beberapa pemain dan Tello terlihat sangat percaya diri dan punya potensi," sanjungnya.

Sebabkan Falcao Cedera Parah, Sonner Ertek Penuh Penyesalan

Monaco - Cedera yang dialami Radamel Falcao membuatnya terancam absen panjang dan bakal absen di Piala Dunia 2014. Sonner Ertek yang menjadi penyebab cedera tersebut mengaku sangat menyesal dan meminta maaf.

Falcao dapat tekel keras dari arah belakang saat memperkuat AS Monaco menghadapi Monst d'Or Azergues Foot di ajang Piala Prancis, yang sudah masuk babak 32 besar. Jatuh dengan posisi kaki tertekuk di bagian lutut, Falcao tak bisa melanjutkan pertandingan lagi sejak menit 40.

Dia terlihat mengerang kesakitan dan harus ditandu saat meninggalkan lapangan. Sejak momen tekel tersebut muncul kekhawatiran kalau striker berusia 27 tahun itu bakal mengalami cedera parah.

Belum ada hasil pemeriksaan resmi diumumkan terkait cedera Falcao. Namun dikhawatirkan striker asal Kolombia itu mengalami patah ligamen, yang akan membuatnya absen bermain hingga beberapa bulan lamanya.

"Saya sangat menyesalinya. Saya akan membenci hidup saya sendiri jika Falcao sampai harus menyudahi musim ini," sahut Sonner Ertek, bek Monst d'Or Azergues Foot yang menyebabkan Falcao dapat cedera seperti dikutip dari Marca.

Menjadi salah satu tim unggulan dalam drawing Piala Dunia 2014, Kolombia tergabung di Grup C bersama Pantai Gading, Yunani dan Jepang. Jika benar Falcao harus absen di Brasil, itu jelas jadi pukulan telak bagi Kolombia.

Wejangan dari Rodgers Agar Mignolet Kembali Tampil Oke

Liverpool - Simon Mignolet belakangan tengah dikritik akibat beberapa blundernya. Hal ini dimaklumi oleh Brendan Rodgers seraya optimistis kipernya itu akan segera bangkit dan memperbaiki performanya.

Mignolet menunjukkan performa gemilang di awal musim dengan hanya kebobolan tiga gol di lima laga awal. Namun setelahnya boleh dibilang pengganti Pepe Reina itu tampil inkonsisten.

Di satu sisi Mignolet beberapa kali melakukan saves gemilang, tapi terkadang ia juga bisa melakukan serangkaian kesalahan yang menyebabkan Liverpool kehilangan angka.

Contohnya adalah saat kalah dari Manchester City di mana ia tak sempurna menghalau tembakan Alvaro Negredo yang berbuah gol kemenangan City. Sementara saat Liverpool menang 5-3 dari Stoke City, ia gagal menangkap dengan baik tembakan John Walters yang sebenarnya tak terlalu kencang.

Terakhir akhir pekan lalu saat diimbangi Aston Villa, Mignolet juga tak cakap membuang crossing Gabriel Agbonlahor yang berujung gol Christian Benteke.

Liverpool total sudah kemasukan 28 gol dari 22 pekan berjalan. Meski termasuk rekor pertahanan terbaik kelima di liga, tapi tetap Mignolet tak lepas dari kritik terkait inkonsistensi penampilannya.

Soal ini, Rodgers memahaminya dan sudah tugasnya untuk bisa memompa semangat Mignolet agar pemain internasional Belgia itu kembali dalam performa terbaiknya.

"Wejangan itu penting bagiku untuk memompa semangat pemain," ujar Rodgers seperti dilansir Eurosport.

"Dan untuk Simon, aku akan melakukannya demi memperbaiki performanya," sambungnya.

"Tetap dia adalah kiper yang luar biasa tapi ketika Anda membuat beberapa kesalahan,maka mereka melihatnya sebagai seorang kiper."

"Tapi dia datang ke sini karena dia adalah kiper yang luar biasa dan aku ulangi, bahwa Anda tidak akan pernah kehilangan talenta Anda."

"Pemain akan sukses jika mereka percaya diri dan sudah tugasku untuk membuat mereka menjadi pede," tutupnya.

Gagal di Coppa Italia, Kaka Mulai Pesimistis soal Kans Milan ke Eropa

Milan - Coppa Italia menjadi salah satu alternatif AC Milan untuk merebut tiket ke kompetisi Eropa. Tapi kegagalan di Coppa Italia membuat Kaka mulai pesimistis soal peluang timnya lolos ke kompetisi Eropa musim depan.

Langkah Milan di Coppa Italia cuma sampai babak perempatfinal. Rossoneri gagal melangkah lebih jauh usai dikalahkan Udinese dengan skor 1-2 di babak delapan besar yang dimainkan di San Siro, Kamis (23/1/2014) dinihari WIB tadi.

Dengan demikian, satu kesempatan Milan untuk tampil di Liga Europa musim depan sudah tertutup. Seperti diketahui, juara Coppa Italia berhak mendapat tiket ke Liga Europa.

Dari jalur liga, langkah Milan untuk mendapatkan tiket ke kompetisi Eropa musim depan pun tak bisa dibilang enteng. Mario Balotelli dkk. masih terpaku di posisi ke-11 dengan 25 poin.

Milan terpisah tujuh angka dari Inter Milan yang ada di posisi kelima atau batas akhir zona Liga Europa. Sementara dari Napoli yang duduk di urutan ketiga atau batas akhir zona Liga Champions, Milan tertinggal 18 poin.

"Kami sangat kecewa. Coppa Italia adalah jalan terbaik untuk lolos ke kompetisi Eropa musim depan dan sekarang kami punya jalan yang tidak mudah di liga," sahut Kaka di situs resmi klub.

"Tidak banyak yang bisa kami bicarakan dan banyak yang harus dikerjakan. Ini adalah momen yang sulit dan tersingkir dari Coppa Italia di kandang sendiri itu buruk," lanjut gelandang asal Brasil itu.

"Sekarang ada peluang bahwa kami tidak akan bermain di Eropa musim depan tapi kami harus melihatnya sebagai motivasi. Sulit membayangkan Milan yang tidak bermain di Eropa. Ini sulit bagi kami semua. Banyak hal yang harus kami tingkatkan," kata Kaka.

Moyes Komentari Blunder De Gea

Manchester - David de Gea melakukan kesalahan fatal kala Manchester United disingkirkan Sunderland di Piala Liga Inggris. Manajer MU David Moyes tak luput mengomentari kipernya itu.

Saat MU memimpin 1-0 hingga menjelang akhir babak tambahan, Sunderland mampu menyamakan skor. Penyebabnya adalah blunder De Gea yang gagal menangkap tendangan mudah Phil Bradsley sehingga bola terlepas dan masuk ke gawangnya.

Beruntung, saat memasuki injury time Javier 'Chicharito' Hernandez menciptakan gol untuk membalikkan keadaan 2-1 guna memaksakan laga berlanjut ke adu penalti. 

Di babak tos-tosan ini, kiper muda Spanyol tersebut menebus kesalahannya dengan dua kali mengagalkan penalti pemain Sunderland. Tapi pada akhirnya, MU mesti pulang dengan tertunduk usai kalah 1-2.

Moyes tidak mau terlalu mengkritik De Gea atas blunder itu. Mengingat penampilan si kiper yang secara keseluruhan terbilang cukup apik di sepanjang musim ini.

"David sudah tampil begitu bagus di musim ini tapi memang semua orang membuat kesalahan," kata Moyes kepada Sky Sports News.

"Tadi adalah kesalahan yang sangat merugikan karena kami sepertinya tampak akan lolos. Tapi itulah sepakbola dan itulah kenyataannya sekarang."

Moyes juga begitu kecewa dengan penampilan para eksekutor penalti MU. Dari lima kesempatan, hanya Darren Fletcher saja yang berhasil melakukan tugasnya.

"Sungguh buruk dan saya mengharapkan hasil yang lebih baik tapi itu yang terjadi," tambah suksesor Sir Alex Ferguson ini.

Sejarah Hari Ini (23 Januari): Saat "The Special One" Menjadi Spesial


Pada 23 Januari 2002, Jose Mourinho mengokupasi kursi kepemimpinan Porto, langkah awal sebelum ia mematenkan dirinya sebagai “The Special One”.
Hanya tiga hari sebelum ulang tahunnya yang ke-39, Mourinho sudah memanajeri Benfica (2000) dan Leiria (2001/02), di mana pendekatan uniknya pada latihan dan kesuksesan di lapangan menarik hati Porto. Tak heran, klub asal Portugal itu pun memilih untuk menggaet seorang Jose Mourinho.

Di era 90-an Porto adalah klub paling sukses di liga Portugal, ia mencatatkan delapan gelar selama periode itu. Hanya saja,masuk ke milenium ke-21, klub berseragam biru-putih ini mengalami penurunan, ia jadi runner-up di tahun 2000 dan 2001. Bahkan ketika Mou datang, Porto baru saja terpelanting ke posisi lima setelah kalah dari Boavista tiga hari sebelumnya.

Di pertandingan pertamanya, 26 Januari, Porto menang 2-1 kontra Maritimo dan lima kemenangan beruntun pun mereka kantongi, membuat mereka memanjat ke peringkat tiga, di mana mereka finis musim itu.

Siapa sangka, 23 Januari 2002 tak sekedar jadi titik mula kembalinya kejayaan klub yang bermarkas di Estadio do Dragao tersebut. Jangankan level Portugal, kancah Eropa pun disambangi oleh Porto didikan Mourinho,

Memasuki musim 2002/03, musim penuh pertama Mourinho bersama Dragoes (Naga), ia kembali menjuarai Liga Portugal ditambah Piala UEFA, setelah menang 3-2 atas Celtic di final. Kedahsyatan tangan Midas-nya pun masih berlanjut: Ia jadi juara Liga Champions musim berikutnya (2004) dengan kemenangan 3-0 atas Monaco di final.

Semua mata mengarah pada Mourinho, sementara tawaran kontrak dari Chelsea langsung dilayangkan oleh Roman Abramovich usai pria Portugal itu meraih sukses. Ia pun akhirnya pindah ke Chelsea, dan kepada pers Inggris, ie malakukan pencitraan, “Jangan sebut saya arogan, tapi saya adalah Juara Eropa dan saya pikir saya adalah seseorang yang spesial (Special One).

Di Porto, ia menjadi juara Liga Portugal dua kali dan meraih dua Piala dari turnamen domestik. Piala UEFA dan Liga Champions pun tak luput dari sasarannya. Selanjutnya bersama Chelsea, ie meraih dua gelar Liga Primer Inggris, satu Piala FA, dua Piala Liga, dan satu Community Shield. Sayang, bersama Chelsea, Mourinho gagal menghadirkan gelar Eropa.

Setahun vakum setelah mundur dari Chelsea, Mou menangani Inter selama dua musim. Secara instan, ia pun menghadirkan dua Scudetto di San Siro, satu Coppa Italia, satu Super Coppa, dan tentunya, gelar Liga Champions.

Real Madrid jadi pemilik tangan Midas Mou selanjutnya, mereka mungkin tak mampu mematahkan dominasi Barcelona sepenuhnya, tapi Los Blancos mampu menjuarai La Liga di musim 2011/12 dan juga menjuarai Piala Raja di musim pertama kedatangan Mourinho. Sementara itu di kancah Eropa, Mou hanya sukses membawa El Real ke semifinal tiga musim berturut-turut. Pergi dari Santiago bernabeu, kini ia pulang ke London dan kembali mengasuh The Blues. Entah pencapaian apa lagi yang mungkin ia torehkan.

Jika melihat pencapaian “The Special One” hingga saat ini, sepertinya kata “Special” itu memang pantas ia sandang. 

Manuel Pellegrini Tanggapi Dingin Peluang Empat Gelar


Pellegrini menganggap persaingan masih cukup sulit.
Manajer Manchester City Manuel Pellegrini menyatakan dirinya hanya fokus pada pertandingan berikutnya, meski timnya berpeluang meraih empat gelar pada kompetisi musim ini.

The Citizens melaju ke babak final Piala Liga usai menang agregat 9-0 atas West Ham united, Rabu (22/1) dinihari WIB. Mereka juga masih bermain di Liga Champions, di babak 16 besar, dan di Piala FA. Di Liga Primer Inggris, jarak poin dengan Arsenal hanya terpaut satu poin.

Meski demikian, pelatih asal Cili itu menganggap persaingan masih cukup sulit di empat kompetisi tersebut.

"Saya sangat bangga tim masih ada di empat kompetisi. Kami tidak memikirkan tentang itu [memenangi empat gelar], tapi kami hanya ingin menang di setiap pertandingan," ujar Pellegrini kepada wartawan.

"Sekarang kami selesai di Piala Liga hingga Maret. Juga sangat penting untuk tetap terus di Piala FA, jadi kami harus menang lawan Watford pada Sabtu nanti. Kami akan terus dengan kemenangan yang sama dan mental yang ambisius. Masih banyak yang harus dilakukan. Di Piala FA, kami juga baru di putaran keempat."

"Di Liga Champions, kami memiliki pertandingan sulit lawan Barcelona. Liga Primer juga sangat ketat, dan masih seperti itu hingga akhir di antara empat atau lima tim."

"Kami senang dengan cara kami melakukan segala sesuatu saat ini. Kami ingin terus seperti ini di masa depan."

Andrea Barzagli: Kekalahan Justru Bantu Juventus


Barzagli yakin timnya bisa lebih meningkatkan permainan dan meraih gelar musim ini.
Bek Juventus Andrea Barzagli mengaku kecewa dengan kekalahan 1-0 di tangan AS Roma di Coppa Italia di Stadio Olimpico, Rabu (22/1) dinihari WIB.

Gol tunggal kemenangan Giallorossi dicetak Gervinho pada menit ke-79Bianconeri pun harus kembali gagal meraih gelar tersebut sejak 1994/94. Meski demikian, Barzagli yakin timnya masih sangat berpeluang untuk meraih gelar di kompetisi lain.

"Tersingkir menyakitkan, tapi itu juga membantu kami untuk tumbuh dan berkembang sebagai sebuah tim," ujar Barzagli kepada wartawan.

"Ini adalah pertandingan sangat sulit. Kami tidak membiarkan mereka mendapat banyak peluang, tapi kami juga tidak mencetak banyak peluang. Kami melakukan sebuah kesalahan."

"Menyedihkan gol itu datang di sepuluh menit terakhir karena kami tidak punya waktu untuk melakukan comeback. Kami tidak suka kalah dan Coppa merupakan salah satu target kami musim ini, jadi kami kecewa tersingkir."

"Secara keseluruhan, penampilan kami masih sangat positif. Kami bermain sangat bagus di Serie A dan kami masih punya peluang di Liga Europa."

Si Nyonya Tua akan berjumpa dengan Lazio dalam lanjutan Serie A pada Minggu (26/1) dinihari WIB.

Real Madrid ingin boyong Rooney Real Madrid Siapkan Tawaran Untuk Wayne Rooney

Real Madrid ingin memanfaatkan situasi transfer Mata dengan memboyong Rooney.
Real Madrid dikabarkan sudah menyiapkan tawaran untuk memboyong striker Manchester United Wayne Rooney, demikian dilansir Times.

The Red Devils disebut-sebut akan segera merampungkan proses negosiasi transfer Juan Mata dari Chelsea pada pekan ini dengan tawaran mencapai £37 juta, sebagai sebuah rekor transfer klub sejauh ini. Rupanya kondisi itu ingin dimanfaatkan kubu El Real yang memang sudah lama menaruh minat pada Rooney.

Striker timnas Inggris itu memang sempat diisukan akan hengkang dari Old Trafford pada musim panas lalu. Dua tawaran Chelsea kabarnya sudah ditolak. Arsenal juga sempat tertarik, namun belum sampai mengajukan tawaran formal. Kini, Los Blancos kembali memperbarui minat.

Besar kemungkinan Real Madrid ingin memaksimalkan peluang mendapatkan Rooney hingga musim panas mendatang.

Meski United sedang berjuang di Liga Primer Inggris musim ini, namun Rooney tetap jadi salah satu pemain paling menonjol di dalam timnya. Sang striker masih dibekap cedera sehingga belum kembali bermain.

Gus Poyet: Manchester United Berada Dalam Tekanan


Poyet menyebut Manchester United tertekan karena harus memenangkan pertandingan lawan timnya.
Manajer Sunderland Gus Poyet menyebut Manchester United berada dalam tekanan besar untuk mengalahkan timnya di leg kedua semi-final Piala Liga di Old Trafford, Kamis (23/1) dinihari WIB.

Poyet mengakui setiap orang yakin kalau The Red Devils bisa menang, namun klub asuhan David Moyes itu harus bisa mengatasi tekanan dari publik tuan rumah, yang menginginkan gelar di musim ini.

Di pertemuan pertama, United kalah 2-1. Kemenangan menjadi harga mati buat mereka kalau ingin lolos ke final. Sudah ada Manchester City yang menunggu.

"Kalau ada orang yang butuh menang, tentu demikian pula Manchester United. Setiap orang di dunia berharap mereka bisa menang, tapi karena itu, tekanan ada di pihak mereka," ujar Poyet dikutip The Mirror.

"Ini pertandingan yang harus dimenangkan oleh mereka karena jadi peluang untuk meraih gelar. Juga ada peluang untuk mengalahkan rival terbesar mereka, Manchester City, [di final] untuk memenangi trofi. Saya yakin ini jadi pertandingan yang penting buat Manchester United."

Poyet menyebut Moyes memiliki tugas yang sangat sulit di dunia sepakbola ketika ia menjadi suksesor Sir Alex Ferguson.

Steven Gerrard Ambil Alih Peran Lucas Leiva

Cedera yang dialami Leiva memaksa Rodgers menempatkan Gerrard sebagai gelandang bertahan.
Lucas Leiva mengalami cedera lutut dan kemungkinan harus absen hingga dua bulan membela Liverpool.

Situasi ini membuat Brendan Rodgers sedikit melakukan perombakan di sektor tengah timnya, di antaranya memaksakan Steven Gerrard sebagai gelandang bertahan, menggantikan peran Leiva.

"Hal itu menjadi salah satu yang kami bicarakan dengan Gerrard dan saya sudah membahasnya selama beberapa waktu," kata Rodgers, Rabu (22/1).

"Saya pikir ia sangat bagus dalam menjalankan peran tersebut saat di Stoke. Perubahan permainannya sangat bagus."

"Dibutuhkan pemain dengan tipe spesial yang bisa bermain di posisi itu. Lucas Leiva telah bermain di posisinya itu dengan sangat baik, Joe Allen juga bermain bagus dan saya pikir Steven Gerrard bisa memainkannya juga karena kepribadian yang dimilikinya," tandas Rodgers.

Akhir Pekan Ini, Juan Mata Resmi Ke Manchester United?

Mata akan segera berlabuh di Old Trafford.
Manchester United disebut-sebut akan segera merampungkan proses negosiasi transfer playmakerChelsea Juan Mata pada akhir pekan ini.

The Red Devils memang santer diisukan akan mendatangkan Mata dengan tawaran yang mampu memecahkan rekor transfer klub, yakni sebesar £37 juta. Pemain asal Spanyol itu juga belum mendapat kepercayaan dari manajer Jose Mourinho sehingga ia sangat berpeluang hijrah dari Stamford Bridge.

Kubu United sebelumnya sempat menolak kabar yang menyebut tawaran sudah diajukan kepada The Blues. Namun, seperti dilansir Daily Mail, Mata akan ada di dalam skuat mereka, bahkan sebelum Senin (27/1).

Legenda United Gary Neville sempat menyatakan ketidaksetujuan dengan rencana mantan klubnya memboyong Mata karena dianggap bukan solusi tepat atas permasalahan yang sedang dihadapi.

Pakar sepakbola Spanyol, Guillem Balague, sempat menyatakan kalau deal akan segera ditentukan dalam waktu dekat karena proses negosiasi berlangsung lancar.