Pencarian Data

Saturday, March 1, 2014

STATISTIK: Adu Efektif Diego Costa & Cristiano Ronaldo


Diego Costa atau Cristiano Ronaldo? Duel sarat gengsi plus krusial antara Atletico Madrid dan Real Madrid, Minggu (02/3) malam WIB akan dihiasi adu efektivitas dua penyerang tajam di Eropa.

Penyerang Portugal dan striker timnas Spanyol kelahiran Brasil sama-sama memimpin di La Liga dengan 22 dan 21 gol dan keduanya telah bertemu di dua dari tiga laga derby musim ini.

Siapa yang akan keluar jadi pemenang pekan ini? Goal menyisir statistik performa kedua bintang di semua kompetisi musim 2013/14 untuk menjajaki mana paling efektif musim ini.

Sepanjang musim Diego Costa menghadirkan inspirasi besar bagi Atletico di liga bahkan Liga Champions dengan menutup lubang yang ditinggalkan Radamel Falcao yang hijrah ke AS Monaco.

Costa yang akan memperkuat Spanyol di Piala Dunia Juni nanti, musim panas lalu menyumbang 20 gol dari 44 pertandingan - termasuk gol penyama kedudukan Atletico saat menang lawan Madrid di final Copa del Rey di Bernabeu, Mei lalu.

Musim ini performa Costa semakin menggila dengan 27 gol dari 36 pertandingan di empat kompetisi: La Liga, Copa del Rey, Liga Champions dan Piala Super Spanyol. Di antara gol-gol tersebut, tujuh di antaranya menjadi gol pembuka dan tujuh lainnya jadi penentu kemenangan. Kenangan paling segar di memori adalah aksinya saat mengoyak gawang AC Milan di San Siro, lalu aksi sebuah yang mungkin sulit dilupakan loyalis Los Vikingos saat mereka terjungkal di Bernabeu September tahun lalu. Pemain ini juga yang memastikan Atleti sebagai satu-satunya tim yang memberikan kekalahan bagi Athletic Bilbao di San Memes.

DIEGO COSTAVS
CRISTIANO RONALDO

Atletico MadridKLUBReal Madrid
36, semua kompetisiLAGA33, semua kompetisi
27GOL
36
4PENALTI8
9KAKI KIRI5
16KANAN27
2SUNDULAN4
1DI LUAR KOTAK 4
7GOL PEMBUKA10
7GOL KEMENANGAN5
3VS EMPAT BESAR2
5ASSIST14
3033MENIT BERMAIN2873
112.33MENIT PER GOL79.81

"Kemampuan Diego Costa masih bisa berkembang, tidak ada limit baginya," kata Simeone menyanjung pemain andalannya di awal musim. "Langit mungkin jadi pembatas Costa," tambah kiper Thibaut Courtois. "Dia memberi banyak hal pada tim, keberadaannya sangat penting.

Berbicara total, striker ini telah mencetak 27 gol dari 3.033 menit bermain atau sebiji gol setiap 112.33 menit untuk Rojiblancos.

Di kubu lain, sepanjang 2014 jumlah gol Cristiano Ronaldo lebih sedikit namun secara keseluruhan eks idola di Old Trafford ini lebih efektif dengan total 36 gol dari 33 pertandingan Madrid - satu gol setiap 79.81 menit.

Bintang Portugal telah menjebol gawang empat tim top La Liga (Barcelona, Atletico dan Athletic) dan dua di antaranya diciptakan melalui titik putih di Vicente Calderon. Cristiano juga sukses mencetak tiga gol dari dua laga melawan Juventus di Liga Champions. Di antara 36 gol, sepuluh merupakan gol pembuka dan lima penentu kemenangan.

Bintang berusia 29 ini juga mencetak assist lebih banyak (total 14), dua di antaranya dicetak saat menghadapi Schalke saat Los Vikingos menang telak 6-1 di Jerman.

"Ronaldo pemain hebat, dia memotivasi dirinya sendiri (setelah mendapat sanksi) dan hari ini jadi bukti," kata Ancelotti setelah pertandingan. Sementara itu kapten Schalke mengatakan: "Cristiano baru saja memberi bukti sebagai yang terbaik di dunia."

Statistik memperlihatkan pemenang Ballon d'Or 2013 lebih unggul namun Diego Costa pasti ingin menjadi pihak yang tertawa di akhir derby apalagi duel nanti sangat menentukan dalam perjalanan kedua tim menuju tangga juara La Liga.

Lalu siapa yang akan gemilang pada laga derby nanti? Silakan Anda menilai sendiri. 

Koke Yakin Atletico Madrid Bisa Menang


Gelandang Atletico Madrid Koke mengungkapkan keyakinan timnya memiliki kapabilitas memenangi La Liga Spanyol, dimulai dengan laga menghadapi Real Madrid malam nanti.

Koke percaya rekan satu timnya memiliki kesiapan untuk bersaing di papan atas.

"Sejujurnya kami yakin pada diri kami sendiri," kata Koke, Minggu (2/3).

"Kami menjalani minggu yang panjang meski kadang kami lebih memilih terus bermain. Kami memiliki seminggu untuk memperbaiki aspek individu masing-masing pemain dan hal itu bagus buat kami untuk bisa menampilkan permainan yang bagus."

"Fans kami selalu menginginkan gelar. Bagi klub sangat penting di Liga Champions dan menciptakan proyek jangka panjang. Saya pikir tujuan kami sudah terpenuhi."

"Kami sadar kami baru saja mengalami kekalahan besar karena pentingnya hasil tersebut. Kami tertinggal, tapi kami sudah bekerja keras sepanjang minggu untuk memperbaiki kesalahan yang kami buat dalam laga sebelumnya," tandasnya.

Joe Hart Mungkin Tak Bermain Di Wembley


Joe Hart mengungkapkan kemungkinan dirinya tak bermain saat Manchester City tampil di final Piala Liga menghadapi Sunderland malam nanti.

Jatah tempat di skuat Piala Liga memang sudah menjadi milik Costel Pantilimon. Namun ditegaskan Joe Hart, jika memang pelatih menunjuknya untuk tampil sebagai starter, ia menyatakan siap.

"Saya bekerja keras setiap harinya untuk menang, saya bekerja keras dengan niat untuk menang dan saya memahami semua tak akan berjalan sesuai dengan keinginan saya."

"Saya harus menjadi lelaki sejati untuk menerimanya. Saya harus bertanggung jawab atas apa yang terjadi, bagaimana saya bereaksi dan atas bagaimana saya memperlakukan diri saya," tandasnya.

Vito Mannone Ingin Ukir Sejarah



Kiper Sunderland Vito Mannone berharap bisa mencatatkan sejarah dengan mengantar timnya meraih sukses di ajang Piala Liga.

Sunderland akan menghadapi Manchester City di Wembley malam nanti dalam partai final Piala Liga.

"Sukses semacam ini adalah hal yang saya inginkan dalam karir saya, hal yang bisa bertahan dalam sejarah," kata Mannone, Minggu (2/3).

"Bersama dengan Sunderland dan memiliki kesempatan besar adalah sesuatu yang sudah saya impikan."

"Setiap dari kami pasti ingin mengangkat trofi juara dan menjadi bagian penting dalam permainan. Mendapat kesempatan ini adalah hal yang luar biasa," tandasnya.

Manchester United Tak Ingin Paksakan Adnan Januzaj


Manchester United akan memperlakukan Adnan Januzaj dengan hati-hati dan tak terlalu memaksakannya bermain.

Hal itu ditegaskan pelatih Phil Neville agar tak membuat Januzaj layu sebelum berkembang.

"Masih terlalu awal dan saya pikir kami sudah memperlakukannya dengan baik," kata Neville, Minggu (2/3).

"Kami sudah memainkannya di sejumlah laga dan kami mengistirahatkannya di pertandinga lainnya dan memberikan waktu untuknya lebih bugar."

"Kami harus memastikan dalam dua atau tiga tahun ia masih bisa terus berkembang dan mencapai level yang kami harap bisa dicapainya. Itulah tugas kami sebagai pelatih," tandasnya.

Bacary Sagna Ingin Tinggal Di Arsenal


Bek veteran Arsenal Bacary Sagna mengatakan, ia ingin tetap tinggal di Emirates Stadium selepas musim panas tahun ini.

Pemain 31 tahun ini sebenarnya akan habis masa kontraknya di akhir musim dan ia belum menyetujui tawaran dari manapun.

"Saya mencintai Arsenal, saya suka bermain bagi Arsenal, saya cinta tim saya," ujarnya pada The Mirror."Arsenal adalah tim paling terkenal di Prancis dan saya ingat bagaimana saya menyaksikan mereka saat masih di Prancis, jadi kebanggan bagi saya bisa bermain bagi mereka. Lalu, kenapa harus pindah?"

"Di sini sangat luar biasa. Rasanya seperti mimpi saat bergabung dengan klub ini karena saya selalu mengikuti Arsenal saat masih di Prancis, lalu saya punya kesempatan bergabung dengan mereka. Senang rasanya bisa bermain bagi tim ini."

Sagna bergabung dari Auxerre ke Arsenal pada 2007.