Pencarian Data

Tuesday, December 3, 2013

4 Pemain yang Hampir Meninggal di Lapangan Hijau


Sepakbola menyimpan begitu banyak mimpi bagi setiap orang. Begitu banyak pesepakbola yang menjadi idola, selebriti, dan juga legenda bagi negaranya masing-masing.
Bak menjadi seorang ksatria yang gugur di medan pertempuran, ada pula beberapa pemain sepakbola yang menemui ajalny di lapangan hijau. Tapi berbeda dengan para pemain ini.
Karena Tuhan masih memberikan kesempatan kedua, akhirnya mereka ada yang masih melanjutkan kehidupannya. Bahkan beberapa dari mereka bisa melanjutkan karirnya sebagai pemain bola. Berikut ini pemain-pemain bola yang pernah sangat dekat dengan kematian, seperti yang dikutip dari berbagai sumber, Rabu (4/12/2013)
1. Erick Abidal
Siapa yang tak kenal dengan Eric Abidal? Saat ini, dia adalah kapten AS Monaco dan mantan pemain bertahan Barcelona. Di balik ketangguhannya di lini belakang The Blaugrana saat ini, siapa sangka dalam tubuhnya ternyata dia mengidap tumor hati.
Hal itu membuatnya harus istrirahat 402 hari karena menjalani operasi transplantasi hati setelah ia mendapatkan donor hati dari sepupunya. Setelah operasinya sukses, pemain muslim ini akhirnya kembali beraksi di lapangan hijau saat Barca kontra Mallorca pada April 2012.
Walaupun hampir menemui ajalnya, tapi Abidal tetap optimis dan percaya pada Tuhan yang menentukan segalanya. "Saya tak pernah berpikir tentang kematian, karena saya tahu bahwa Tuhan yang menentukan segalanya," ujarnya.
2. Fabrice Muamba
Fabrice Muamba mengalami kejadian mengerikan ketika dia hampir menemui ajal saat bertanding di lapangan hijau. Ia mengalami kolaps di tengah lapangan ketika timnya menghadapi Tottenham Hotspur di perempat-final Piala FA.
Bahkan Karena kejadian ini Muamba sempat dinyatakan meninggal selama 78 menit. Tapi karena kuasa Tuhan, Muamba diberikan kesempatan kedua sehingga dia dapat bernafas hingga sekarang.
Meski dengan begitu ia harus mengakhiri karirnya sebagai pemain bola dalam usia 24 tahun. Saat ini, dokter telah menanamkan perangkat elektronik sebagai antisipasi jika detak jantungnya kembali terhenti.
"Saya hanya merasakan diri saya melayang di udara kemudian merasakan dua hantaman ketika tubuh saya terjatuh di tahah. Setelah itu yang ada hanya kegelapan. Tidak ada apa-apa lagi," ujar Muamba saat diwawancarai Guardian.
3. Antonio Cassano
Mantan bintang AS Roma, Antonio Cassano ternyata pernah mengalami masalah yang berhubungan dengan jantun. Tiba-tiba ia mengalami kaku bicara, lemas dan gangguan penglihatan. Setelah di lakukan pemeriksaan ternyata dia mengalami stroke ringan. Cassano didiagnosa menderita 'Ischemic Cerebral Damage', sebuah trauma otak yang disebabkan adanya lubang di antara atrium jantung.
Untunglah, karena segera di tangani, Cassano tak mengalami sesuatu yang fatal atas penyakitnya itu, Kesempatan kedua dari Tuhan sampai juga kepadanya sehingga penyakitnya segera diketahui dan dokter segera bisa mencari solusi yang tepat agar tidak sampai mengancam nyawa Cassano.
Kini ia sudah bisa bertanding lagi setelah operasi penutupan lobang jantungnya sukses dan dokter menjamin tidak akan ada kekambuhan lagi.
"Saya menangis mendengar pernyataan itu. Saya tak bisa melupakan momen saat kembali ke lapangan," ujar Cassano.
4. Stiliyan Petrov
Mantan kapten Aston Villa ini merasakan dirinya sangat dekat dengan maut adalah saat dia mendapat diagnosa oleh dokter menderita Leukimia akut. Saat memimpin rekan-rekannya bertanding melawan Arsenal, dia mengalami demam tinggi, dan saat di periksa lebih lanjut baru di ketahui bahwa Petrov mengalami leukemia akut.
Leukemia termasuk penyakit paling mematikan di dunia. Penyakit ini berasal dari meningkatnya jumlah sel darah putih dalam darah atau sumsum tulang. Pada kondisi akut, Penyakit ini bisa membunuh penderitanya hanya dalam hitungan minggu atau bahkan hari.
Petrov merasa ia telah mendapatkan kesempatan kedua dari Tuhan, maka setelah ia didiagnosa terkena kanker darah. Karena itu, dia memutuskan untuk pensiun dari dunia sepak bola, dan fokus untuk melawan penyakit ini.

Pembagian Pot Undian Grup Piala Dunia 2014


FIFA telah menetapkan skema alokasi pot negara-negara yang akan digunakan untuk undian pembagian grup putaran final Piala Dunia 2014. Undian sendiri akan dilakukan 6 Desember mendatang.
Brasil dan tujuh negara unggulan lainnya akan menempati pot satu. Artinya mereka tidak akan tergabung dalam satu grup. Negara-negara di pot satu adalah Brasil, Spanyol, Jerman, Argentina, Kolombia, Belgia, Uruguay, dan Swiss.
Sementara pot tiga diisi oleh negara-negara Asia dan Amerika Utara seperti Australia, Iran, Jepang, Korea Selatan, Kosta Rika, Meksiko, Honduras, dan Amerika Serikat.
Pot empat diisi dari sembilan negara Eropa. Sementara pot dua hanya diisi oleh tujuh negara asal Afrika dan Amerika Selatan yaitu Cili, Ekuador, Pantai Gading, Ghana, Aljazair, Nigeria, dan Kamerun.
Nantinya 32 negara peserta akan diundi untuk mengisi delapan grup. Setiap grup akan diisi perwakilan dari masing-masing pot. Sementara satu negara Eropa yang akan di pot empat akan diundi untuk masuk di pot dua guna mengisi kekurangan. Sebab pot 2 hanya berisi tujuh negara.

Ada Enam Tim Berpeluang Juara Liga Premier


Manajer Chelsea Jose Mourinho menyebutkan kalau gelar Liga Premier 2013/14 masih diperebutkan oleh enam tim. Namun tekanan paling besar dalam perburuan gelar ini ada di pundak Manchester City.
Arsenal, Chelsea, Manchester City, dan Liverpool mempunyai peluang lebih besar karena berada dalam posisi empat besar. Namun Manchester United dan Tottenham Hotspur belum bisa dihapuskan dari persaingan.
"Saya tidak berpikir kita dapat berbicara tentang favorit tetapi kita dapat mengatakan satu tim telah berada di puncak dan ada pula tim yang tercecer. Saya berpikir enam tim bersaing untuk gelar," kata Mourinho.
"Saya selalu katakan kalau tim yang memiliki tanggung jawab lebih adalah tim yang memiliki skuat cukup banyak mereka adalah Manchester City," ungkap mantan pelatih Real Madrid dan Inter Milan ini.
Chelsea akan bertandang ke Stadium of Light untuk menghadapi Sunderland dalam lanjutan Liga Inggris pada Kamis (5/12/2013) dinihari WIB. Jika sampai kalah, The Blues akan disalip oleh City dan Liverpool.

MU vs Everton: Laga Spesial David Moyes


Usai ditahan imbang Tottenham Hotspur di White Hart Lane akhir pekan lalu, Manchester United kembali bertemu lawan tangguh pada lanjutan Liga Inggris, Kamis (5/12/2013) dinihari WIB. Kali ini lawan yang akan dihadapi Setan Merah adalah Everton.
Pertandingan melawan Everton menjadi peluang United untuk naik ke posisi lima besar. Dengan selisih dua poin dari The Toffees, Wayne Rooney dan kawan-kawan akan beranjak dari peringkat delapan jika memetik hasil positif di Old Trafford.
Meski begitu, Manajer MU David Moyes wajib waspada karena Everton sedang on fire. Skuat asuhan Roberto Martinez belum pernah kalah dari lima pertandingan terakhir mereka. Terakhir, Everton menghajar Stoke City dengan empat gol tanpa balas.
Laga ini akan menjadi sangat spesial bagi Moyes karena Everton merupakan klub yang pernah ditanganinya sebelum menukangi United. Tentu Moyes sudah paham betul kekuatan mantan klubnya itu karena masih banyak pemain binaannya yang merumput di sana.
Selama jadi arsitek Everton dari 2002 sampai 2013, Moyes telah memainkan 518 pertandingan dan mencatatkan 150 kemenangan di Liga Premier League. Namun uniknya, Moyes tak pernah menang sekalipun saat membawa ke Old Trafford.
Ini menjadi catatan tersendiri bagi pelatih baru The Toffees, Roberto Martinez untuk melepaskan kutukan begitu lama. Peluang Martinez terbuka mengingat kondisi United saat ini kurang stabil meski tak terkalahkan dalam 12 duel terakhirnya.
Everton juga mempunyai tukang gedor yang belum berhenti membobol gawang lawan. Romelu Lukaku yang dipinjam dari Chelsea ini sudah mencetak delapan gol dari 13 penampilannya di Liga Premier. Catatan gol Lukaku sama dengan yang hasilkan oleh Wayne Rooney.
Melihat ketajaman dari dua striker ini, laga The Red Devils kontra Everton akan menjadi ajang adu tajam bagi keduanya. Namun United mempunyai kabar baik yakni penyerang asal Belanda, Robin van Persie sudah sembuh dari cedera dan bisa dimainkan.
Pertemuan di Liga Inggris musim lalu, Everton sukses mengalahkan Manchester United di Goodison Park. Namun ketika berkunjung ke Old Trafford, Everton yang saat itu masih diarsiteki oleh Moyes dikalahkan United dengan skor 2-0.
Dengan performa yang tidak terlalu baik pada musim ini, mampukah Everton mengalahkan The Red Devils di Old Traford. Peluang Everton terbuka mengingat kondisi United saat ini kurang stabil meski tak terkalahkan dalam 12 duel terakhirnya.
Head to Head:
10 Feb 2013 Manchester United 2 – Everton 0 EPL
21 Agu 2012 Everton 1 – Manchester United 0 EPL
22 Apr 2012 Manchester United 4 – Everton 4 EPL
29 Okt 2011 Everton 0 – Manchester United 1 EPL
23 Apr 2011 Manchester United 1 – Everton 0 EPL

Wow, 13 Gol dalam 2 Pertandingan

Firenze - Ada dua pertandingan Serie A tadi malam (2/12/2013) yang menghasilkan total 13 gol. Ada sejumlah catatan menarik terkait duel Fiorentina-Verona serta Lazio-Napoli tersebut.

Berikut data-data yang dirangkum dari situs statistik Infostrada:

Fiorentina 4-3 Hellas Verona
Fiorentina (Valero 5, 14, Vargas 43, Rossi 54-pen)
Verona (Romulo 6, Iturbe 13, Jorginho 72)

* Ketika skor 2-2, untuk pertama kalinya di sebuah pertandingan Serie di ABAD 21 tercipta empat (4) gol di 15 menit pertama.

* Borja Valero untuk kali kedua dalam kariernya mencetak dua gol dalam satu pertandingan liga. Yang pertama ia melakukannya saat masih membela Real Mallorca, melawan Recreativo Huelva di tahun 2008. Kedua golnya itu juga dibuatnya di babak pertama.

* Sebuah gol dari Giuseppe Rossi membuat koleksinya di musim ini bertambah menjadi 12. Dua pemain terakhir Fiorentina yang pernah mencetak lebih dari 12 gol dalam 14 pekan di Serie A adalah Gabriel Batistuta dan Luca Toni.

* Dari empat pertandingan kandang terakhirnya di liga, Fiorentina mendapatkan sebuah penalti, dan mereka selalu berhasil mengubahnya menjadi gol.

* Dalam sejarah pertandingan Serie A yang digelar di hari SENIN, hanya satu pertandingan yang pernah menghasilkan total lebih banyak, yaitu Roma vs Inter Milan pada 3 Mei 1999, yang berkesudahan 4-5 untuk Nerazzurri.


Lazio 2-4 Napoli
Lazio (Behrami 25-bd, Diao Keita 88)
Napoli (Higuain 24, 72, Pandev 50, Callejon 90)

* Dari 22 starter kedua kesebelasan, 18 di antaranya adalah pemain asing. Rekor starter asing di musim ini masih dipegang Udinese vs Inter Milan dengan 20 pemain, diikuti Catania vs Inter (19).

* Pemain Napol Goran Pandev memainkan pertandingannya yang ke-300 di Serie A. Ia pernah tampil dalam 159 laga bersama Lazio dari 2004 sampai 2009, dan menghasilkan 48 gol.

* Ketika mencetak gol di menit 50, Pandev mengukir gol ke-12 dalam kariernya di Serie A, khusus di bulan Desember, yang menjadi bulan tersubur penyerang berpaspor Macedonia itu.

* Gonzalo Higuain tak pernah kalah dalam 16 pertandingan liga terakhir jika ia mencetak gol. Juga, dari 9 gol terakhir Napoli di Serie A, enam di antaranya selalu melibatkan Higuain, baik golnya maupun assist.

* Dalam 5 musim terakhir Lazio mendapatkan 11 gol bunuh diri (dari pemain tim lawan). Angka ini terbanyak dibandingkan dengan tim-tim lain.

* Untuk ketiga kalinya Napoli mampu mendulang 4 gol di Stadio Olimpico (melawan Lazio ataupun AS Roma) di pertandingan liga. Dua sebelumnya terjadi di tahun 1953 dan 2007.

'Ronaldo Punya Hadiah Spesial dari Tuhan'

Jakarta - Jika bisa memilih pemain yang akan dibeli Real Madrid, nama pertama yang dicoret Carlo Ancelotti adalah Lionel Messi. Soalnya El Real punya Cristiano Ronaldo, yang disebut Carletto memiliki hadiah istimewa dari Tuhan.

Demikian diungkapkan Ancelotti dalam wawancara dengan Capital Radio. Ditanya soal pemain yang akan dia bawa ke Madrid jika punya kebebasan untuk memilih, Messi langsung ditolaknya.

"Jika saya bisa mendatangkan pemain lain untuk Real Madrid, Messi tak akan masuk kriteria untuk memperkuat di posisi lain. Jika sudah punya Ronaldo, siapa yang menginginkan Messi," sahut Ancelotti seperti diberitakan Marca.

Terkait bintangnya yang tengah dihadang cedera itu, Ancelotti lagi-lagi memberi sanjungan tinggi. Ronaldo disebutnya punya etos kerja yang luar biasa besar, yang membuatnya berbeda dibanding pemain manapun. Kemampuannya di atas lapangan seperti sebuah hadiah dari tuhan.

"Dia berlatih lebih banyak dibanding anggota skuat yang lain. Tuhan memberinya hadiah spesial," lanjut pelatih asal Italia itu.

Tercecer dari Bayern, Lewandowski: Terlalu Dini Menyerah Kejar Titel

Dortmund - Usai memetik serangkaian hasil negatif, Borussia Dortmund mulai tercecer dari Bayern Munich di Bundesliga. Robert Lewandowski menjaga optimisme dan menyebut peluang juara belum tertutup.

Dortmund sempat berada dalam periode sulit. Cederanya sejumlah pemain inti seperti Marcel Schmelzer, Ilkay Guendogan, Mats Hummels, dan Neven Subotic membuat mereka menelan sejumlah hasil negatif.

Tercatat tiga kekalahan beruntun dialami yakni atas Arsenal di Liga Champions, juga Wolfsburg dan Bayern di kompetisi domestik. Dua kekalahan beruntun di liga itulah yang lantas membuat 'Die Borussen' tertinggal dalam perburuan juara.

Tim asuhan Juergen Klopp memang masih berada di posisi tiga dengan 31 angka, namun tertinggal tujuh poin dari Bayern di puncak klasemen. Di urutan dua ada Bayer Leverkusen yang mengemas nilai 34.

Melihat laju Bayern yang amat konsisten dan positif, tak sedikit yang melihat bahwa bakal sulit bagi Dortmund mengejar ketertinggalan. Bayern sejauh ini belum terkalahkan dari 14 pertandingan dan hanya dua kali kehilangan angka penuh.

"Telalu cepat untuk mengatakan selamat tinggal pada semua harapan meraih titel. Bayern masih selalu bisa mengalami krisis minor," kata Lewandowski kepada Bild dan dikutip Soccernet.

"Saya jelas tidak kehilangan harapan. Kami hanya harus memastikan memenangi pertandingan-pertandingan kami," tambahnya.

Rabu, (4/12/2013) dinihari WIB nanti Dortmund akan bertandang ke markas tim kasta ketiga Bundesliga Saarbruecken di ajang Piala Jerman. Terkenang dengan momen final 2012 di mana membawa Dortmund juara --meraih double winner--, Lewandowski pun bertekad kembali merasakannya.

"Siapapun, yang pernah berada di Berlin dan mengangkat trofi pasti ingin kembali. Finalnya cuma berjarak tiga kemenangan lagi, kok," tandas penyerang 25 tahun ini.

Barca Masih Sangat Pede Usai Kalah Beruntun

Barcelona - Setelah sempat melaju tak terkalahkan, Barcelona harus menelan dua kekalahan beruntun. Terkait hal tersebut, Andres Iniesta menegaskan Los Cules masih tetap pede, bahkan optimistis, dengan perkembangan tim.

Barca mengawali musim ini dengan sangat impresif, melaju tak terkalahkan selama 20 pertandingan berturut-turut. Berkat laju ini, mereka sukses memastikan kelolosan di Liga Champions dalam empat pertandingan dan memimpin klasemen La Liga dengan kokoh.

Namun laju tim Catalan lantas berhenti dan langsung menelan dua kali kekalahan. Setelah takluk 1-2 dari Ajax Amsterdam di Liga Champions, mereka juga harus bertekuk lutut untuk pertama kalinya di liga musim ini dari Athletic Bilbao dengan skor tipis 0-1.

Dua kekalahan beruntun lantas dinilai bisa menggoyahkan mental para pemain Barca. Apalagi dengan absennya Lionel Messi, yang makin menguatkan anggapan kalau 'Blaugrana' selalu kesulitan tanpa sang bintang.

Terkait hal ini, Iniesta menegaskan bahwa tak ada yang berubah dari sikap para pemain Barca, meski ada kekhawatiran dengan hasil-hasil tersebut. Ia pribadi menganggap wajar kekalahan yang datang dan justru optimistis tim masih akan berkembang, mengingat mereka masih terbilang baru ditangani oleh Gerardo Martino.

"Ini adalah perlombaan dan Anda harus tetap berdiri dan mencoba untuk lebih baik. Tim ini tak sedikitpun berkurang rasa percaya dirinya dibandingkan dua pekan lalu," ujar Iniesta kepada Marca dan dikutip Sky Sport.

"Saya manusia biasa, saya tidak suka hal-hal ekstrim dan saya suka melihat berbagai hal dalam perspektif dan keseimbangan. Terkadang banyak hal tidak berjalan sesuai keinginan, bukan karena kurang sesuatu tapi karena keadaan tidak mengizinkan," lanjutnya.

"Ada kekhawatiran ketika Anda kalah tapi Anda mencoba untuk membenahinya lagi. Tidak seorangpun suka kalah, melakukan sesuatu dengan buruk atau lebih kurang begitu. Tapi kami bisa percaya diri bahwa apa yang kami lakukan sedang berkembang dan semuanya terlihat bagus ke depannya," tandas gelandang internasional Spanyol itu.

Platini Ramaikan 'Kontroversi' Ballon d'Or

Madrid - Anugerah FIFA Ballon d’Or "mendadak" jadi lebih kontroversial. Bahkan Presiden UEFA Michel Platini mempertanyakan objektivitas FIFA dalam menentukan siapa pemenangnya.

Platini mengaku tak puas dengan hasil pemilihan di tahun
2010, yang menobatkan Lionel Messi sebagai pemenangnya. Ia lebih memilih pemain dari Spanyol, karena di tahun itu skuat La Furia Roja menjuarai Piala Dunia. Adapun negara Messi, Argentina, cuma sampai babak perempatfinal.

"Itulah yang membuat saya heran. Menurut saya FIFA Ballon d'Or 2010 seharusnya menjadi milik pemain Spanyol," kata Platini kepada harian AS yang dikutip Football Espana.

"Iniesta, Xavi, menurut saya, merekalah yang pantas mendapatkan. Messi menang, ya dia memang seorang juara yang hebat. Tapi pada 2010, menurut saya, pemain dari Spanyol-lah yang seharusnya memenangi Ballon d'Or," sahut legenda sepakbola Prancis itu.

Platini juga mempertanyakan keputusan FIFA memundurkan jadwal voting untuk tahun ini. Dalih FIFA bahwa belum semua pelatih memberikan suaranya ditampik pria 58 tahun itu. 

Platini merasa FIFA memberikan jalan lapang kepada Cristiano Ronaldo untuk mendapatkan penghargaan bergengsi itu, setelah sang presiden, Sepp Blatter, "terlanjur" terkesan mendukung Messi. Sindiran Blatter pada gaya fesyen Ronaldo, dan menyebut Messi sebagai "good boy" dikecam habis-habisan oleh banyak pihak.

Nah, dibandingkan dengan Ronaldo dan Messi, Platini lebih memilih Franck Ribery. Alasannya mudah saja: Ribery tampil cemerlang untuk membantu Bayern Munich meraih tiga gelar juara di musim lalu.

"Kelihatannya yang menjadi favorit adalah Messi, Cristiano Ronaldo dan Ribery. Dua yang pertama sangatlah bagus, dan Ribery adalah satu-satunya pemain yang memenangkan segalanya," tukas mantan bintang Juventus itu. 

"Mereka bertiga pemain hebat. Pemilihan Ballon d'Or tahun ini adalah yang paling sulit sepanjang sejarah perebutan trofi itu.

"Kenapa FIFA memundurkan voting? Keputusan itu bersamaan dengan Portugal yang harus melewati playoff Piala Dunia. Cristiano membuat tiga gol saat lawan Swedia. Itu bisa jadi pertanda kalau FIFA melakukan itu semua demi Cristiano," kata Platini, yang kemudian tertawa.