
Raul Gonzalez yakin Carlo Ancelotti telah mengeluarkan yang terbaik dari Real Madrid dalam beberapa tahun terakhir. Legenda Los Blancos antusias menyambut pertemuan antara pemuncak La Liga dan bekas tim lainnya, Schalke, tengah pekan ini. Striker 36 tahun, yang menghabiskan 16 tahun di Santiago Bernabeu sebelum dua tahun berseragam Schalke, yakin leg pertama babak 16 besar Liga Champions akan sulit untuk kedua tim, meski dia merasaLos Blancos tengah dalam performa terbaik. “Saya mencintai dua tim ini,” kata Raul secara eksklusif kepada Goal. “Saya menghabiskan momen terbaik sebagai pesepakbola dengan mereka dan saya mendoakan yang terbaik untuk mereka. “Real Madrid menunjukkan performa apik belakangan ini dan berada dalam kondisi terbaik dalam beberapa tahun terakhir, tapi Schalke tim bagus dan mereka membuktikannya dengan mencapai fase gugur. “Pertandingan ini akan sulit untuk kedua tim.” Meski begitu, eks penyerang Spanyol merasa Schalke harus memberikan “120 pesen” untuk memiliki peluang meladeni permainan Madrid yang dipenuhi bintang. “Cristiano Ronaldo tak perlu diragukan lagi adalah pemain terbaik saat ini,” Raul kepada laman resmi Schalke. “Dia mengalami fase terkuat dalam kariernya. Pencapaian dan konsistensinya luar biasa. Xabi Alonso juga penting untuk tim. Dia master di lini tengah, semacam koduktor. Tapi ada juga pemain besar lainnya seperti Iker Casillas dan Sergio Ramos. “Saya yakin Schalke harus main di luar batas di kedua pertandingan. Setiap pemain harus berada di 120 persen dan memainkan potensi mereka. Sedikit keberuntungan juga akan membantu.”
Manajer Crystal Palace Tony Pulis berharap penuh agar timnya bisa meraih 40 poin secepat mungkin.Dalam sebuah keterangan, jumlah tersebut dirasa cukup untuk membuat The Eagles terhindar dari degradasi di musim ini, dengan mereka yang kini menghuni urutan ke-16, atau berjarak dua angka dari zona aman.“Jika kami bisa mencapai 40 poin, saya akan jungkir balik – 40 poin selalu membuat Anda tetap di atas, dan itu sudah terbukti di masa lalu, dan jika Anda memberi saya 40 poin sekarang, saya akan mengepak koper saya dan pergi berlibur," ujar Pulis.“Saya pikir ini adalah saat untuk mendapatkan poin sebanyak mungkin dari setiap pertandingan dan melihat apakah hal itu bisa membuat Anda bertahan.”
Manajer Tottenham Hotspur Tim Sherwood menolak untuk mengkambing hitamkan Liga Europa atas kekalahan 1-0 dari Norwich City, Minggu (23/2). Di tengah pekan, Spurs memang diharuskan bertandang ke Ukraina dan mereka kalah 1-0 di leg pertama babak 32 besar melawan Dnipro.Kendati begitu, Sherwood yakin, kekalahannya di Carrow Road bukanlah akibat dari kelelahan karena Liga Europa."Tidak, sulit untuk membuat alasa seperti itu," ujarnya pada Sky Sport News saat ditanya soal sebab kekalahannya. "Saya pikir Anda harus memberikan penghargaan pada Norwich. Mereka sangat bersemangat. Mereka main bagus dan bekerja keras.""Sedikit mengecewakan memang, karena kami pulang dengan tangan hampa, dan mungkin tak seharusnya seperti itu," tuntas sang manajer.Spurs akan menjamu Dnipro di leg kedua pekan ini. Laga itu pun akan disusul dengan laga kandang kontra Cardiff City tiga hari setelahnya.

Klub Serie A Italia, Parma, mengaku tertarik untuk mendatangkan Sebastian Giovinco dari Juventus di musim panas nanti.Pemain berusia 27 tahun itu sebelumnya meninggali I Ducali utnuk bergabung dengan Juve di musim panas 2012 dan mendapati musim pertama yang bagus di Turin.Akan tetapi, penampilannya di musim ini kini kian terbatas mengingat ia yang baru tampil tiga kali sebagaistarter di Serie A terlepas delapan penampilan lainnya dari bangku cadangan.Hal tersebut membuat spekulasi masa depannya kembali diapungkan dan dikabarkan akan pergi meninggalkan Juventus di akhir musim nanti, dengan Parma yang berharap bisa membujuknya pulang ke Ennio Tardini.“Ya, kami memiliki kenangan indah dengan Giovinco,” demikian presiden Parma Tommaso Ghirardi kepadaRai Due.“Anda harus ingat apa yang kita terima dalam menjual dirinya, sementara kita telah membayarkan €4 juta (50 persen) ketika ia tampak seperti seorang pemain overrated.“Akankah ia kembali ke Parma? Ya, tentu, saya hanya bisa berkata ya. Sudah jelas bahwa dia adalah pemain yang sangat penting dan saya tidak berpikir bahwa Juventus akan membebaskannya dengan mudah, karena mereka juga telah membuat upaya ekonomi yang penting untuk mengontraknya kembali dari kami.”
Mantan manajer Cardiff City Malky Mackay meragukan kemampuan The Bluebirds untuk bertahan di Liga Primer Inggris pada musim ini.Seperti diketahui, Cardiff kini terbenam di urutan kedua terbawah dengan torehan 22 poin dari 27 laga setelah di partai terakhir dibantai Hull City 4-0 di markas sendiri.Dengan 11 laga tersisa, Mackay pun mengaku pesimistis akan peruntungan mantan timnya itu, dan berkata: “Itu adalah hasil mengecewakan di akhir pekan,” ujarnya kepada talkSPORT. “Kekalahan itu sedikit mengejutkan.“Akan selalu sulit [untuk bertahan], jujur saja, namun kini menjadi semakin sulit.”
Pelatih tim nasional Ukraina Mykhaylo Fomenko menyebut Spanyol adalah favorit untuk babak kualifikasi Euro 2016 Grup C.Undian babak grup sendiri dilangsungkan di Nice pada hari Minggu kemarin, dengan La Roja yang dipertemukan dalam satu grup bersama Ukraina, Slovakia, Belarus, Makedonia dan Luksemburg.Dan dalam sebuah keterangan, Fomenko menyebut sang juara dunia itu bakal memenangkan grup yang timnya huni.“Tentu saja, Spanyol adalah favorit di Grup C,” ujarnya di laman resmi Uefa. “Mereka bukan hanya juara dunia dan Eropa, namun juga sang pemuncak sepakbola dunia. Kami juga memiliki beberapa underdog di grup kami.“Semua tim lainnya kurang lebih sama, namun itu tidak berarti kami memberikan perlakuan berbeda akan pertandingan tersebut. Kami harus termotivasi penuh terkait tiap-tiap lawan kami, sebagaimana yang telah kami tunjukkan di kualifikasi Piala Dunia.”

Striker Klaas-Jan Huntelaar mengaku sudah tidak sabar untuk bertemu Real Madrid di pertemuan pertama babak 16 besar Liga Champions, Kamis (27/2) dini hari WIB.Tim asal Bundesliga itu akan menghadapi Los Blancos di kandangnya di Veltins-Arena, dengan Huntelaar yang percaya diri bahwa performa Schalke akhir-akhir ini bakal menyulitkan mantan timnya.“Tentu saja pertemuan ini spesial,” ujarnya kepada Marca. “Madrid adalah klub hebat dengan dihuni orang-orang fantastis, dan saya pernah bermain di sana.“Saya sudah tak sabar untuk bermain menghadapi mereka. Buat saya, rasanya spesial untuk mencetak beberapa gol buat Real Madrid, terutama di depan pendukung tuan rumah di Bernabeu.“Saya rasa Real Madrid adalah yang favorit, namun kami memainkan leg pertama di kandang dan kami akan memberikan perlawanan. Akan tetapi, Madrid jelas merupakan favorit untuk memenangkan putaran ini dan Liga Champions.“Saya pikir senjata terbaik kami adalah gaya menyerang kami. Kami bisa mencetak gol di titik manapun selama laga dan kami selalu berbahaya di depan dan sangat vertikal dan bersemangat di depan gawang.”

Namun, jika anda adalah pecinta permainan ajaib di lapangan hijau ini, catatan prestasi pemain berjuluk "The Black Pearl" sepanjang karir sudah sangat cukup untuk membuat anda hormat dan kagum kepadanya.
Edson Arantes do Nascimentoatau Pele mendapatkan kontrak profesional dari Santos saat masih berumur 15 tahun. Saat berumur 16 tahun, Pele langsung berhasil masuk ke tim utama Santos. 7 September 1956 adalah hari debut Pele bersama Santos dan ia langsung menarik perhatian banyak kalangan ketika langsung mencetak gol. Tidak berhenti sampai situ,di musim pertamanya menjadi pemain reguler Santos, Pele langsung menjadi pencetak gol terbanyak di Liga Brasil.
Sukses di klub membawa Pele ke dalam skuat tim nasional. Tidak perlu menunggu lama pula sampai Pele mencetak gol pertamanya untuk Brasil. Pertandingan debutnya melawan Argentina di Maracana pada 7 Juli 1957, diwarnai dengan gol pertamanya meski Brasil harus kalah 1-2.
Pele masih belum bosan mencatatkan prestasi yang luar biasa di usianya yang sangat belia. Ia berhasil masuk ke skuat Brasil di Piala Dunia 1958 yang membuatnya menjadi pemain termuda yang ikut Piala Dunia kala itu. Juga, Pele kemudian mencetak gol pertamanya di Piala dunia saat melawan Wales yang membuatnya menjadi pemain temuda yang mencetak gol. Sang legenda ternyata masih terus membuat kejutan dengan membuat hat-trick di semifinal melawan Prancis. Lagi-lagi, dia menjadi pemain termuda yang mencetak hat-trick di Piala Dunia.
Tidak akan ada habisnya jika kita menyebutkan semua prestasi Pele sepanjang kariernya. Tiga kali juara Piala Dunia menjadi prestasi terbesar yang hingga kini belum dapat dicapai oleh pemain lain di dunia. Meski Pele kemudian tidak pernah bermain di kompetisi Eropa, beberapa pihak tetap setuju bahwa Pele merupakan pemain sepakbola terbaik sepanjang masa.
Namun, perihal penobatan Pele sebagai pemain terbaik sepanjang masa ini memang masih mengundang banyak perdebatan. Beberapa pihak lain berpendapat bahwa pemain-pemain luar biasa lainnya seperti Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, dan Diego Maradona lebih layak dikatakan sebagai pemain terbaik sepanjang masa. Sulit untuk bisa mendapatkan hasil yang tidak mengundang perdebatan mengingat pemain-pemain tersebut tidak bermain pada satu zaman.
Terlepas dari sepakat atau tidak sepakat soal Pele merupakan pemain terbaik sepanjang masa, kita bisa mengatakan bahwa perjalanan hidup Pele merupakan gambaran yang cukup ideal untuk menjelaskan bagaimana seharusnya menciptakan pemain sepakbola. Dimulai dari lahir hingga masa pensiunnya, Pele seperti sudah dirancang untuk menjadi manusia sepakbola.
Pele lahir dalam lingkungan keluarga sepakbola. Ayahnya adalah Joao Ramos do Nascimento atau Dondinho, mantan pemain sepakbola profesional Brasil yang sempat bermain di Atletico Mineiro dan Fluminense. Prestasi Dondinho pun tidak buruk, sempat 6 kali memperkuat tim nasional Brasil, Dondinho berhasil mengkoleksi 19 gol.
Lingkungan sekitar dia tinggal sudah tidak perlu dipertanyakan lagi, Brasil ketika itu adalah negara yang sangat menggilai sepakbola. Tinggal di daerah miskin membuat Pele tidak dapat membeli bola sepak. Namun hal ini tidak Pele tidak bisa bermain sepakbola bersama teman-temannya. Ia bermain sepakbola dengan menggunakan kaos kaki dan kertas koran yang diikat hingga menyerupai sebuah bola. Gang sempit di pemukiman padat membangun bakat sepakbola Pele pada masa pertumbuhan emasnya (umur 1-6 tahun).
Seperti yang sudah dijelaskan pada artikel "Dari Mana Datangnya Anak-Anak Berbakat?", bakat seorang anak muncul dari apa yang lingkungan lakukan terhadap diri anak tersebut selama masa pertumbuhan emas. Ketika lahir, setiap anak adalah kertas putih yang siap diberikan gambar kehidupan oleh lingkungan sekitar.
Lingkungan masa kecil Pele sukses menggambar sepakbola pada kertas putih yang tersimpan pada tubuh Pele. Ayahnya yang seorang pemain bola ditambah lingkungan tempat tinggal yang penuh dengan sepakbola membuat Pele kecil menangkap informasi sepakbola yang sangat lengkap. Jadilah Pele tumbuh sebagai seorang anak yang memiliki bakat sepakbola yang sempurna.
Bakat sempurna di masa kecil sesungguhnya pun masih belum bisa menjamin seseorang menjadi pemain sepakbola yang luar biasa. Meski tidak melalui proses pembinaan profesional yang tertata rapih, Pele melalui proses pembinaan di sepakbola jalanan. Namun jika dilihat lebih dalam, apa yang dilalui Pele sebenarnya mirip dengan proses pembinaan yang dilakukan negara-negara maju di Eropa.
Akibat tidak adanya lapangan sepakbola yang memadai Pele bermain di area terbuka seadanya yang bisa dijadikan tempat bermain sepakbola. Futebol de Salao atau yang lebih kita kenal sebagai permainan futsal merupakan permainan yang sering dimainkan Pele di masa kecilnya. Sama halnya dengan kurikulum pembinaan sepakbola Inggris yang diluncurkan FA, hingga usia 16 tahun, anak-anak belum diperkenalkan pada permainan sepakbola 11 lawan 11 dengan ukuran lapangan 100 meter x 60 meter. Ukuran lapangan yang lebih kecil dan jumlah pemain yang lebih sedikit akan membuat interaksi anak dengan bola menjadi lebih banyak. Dengan begitu pengalaman yang didapat anak sepanjang bermain akan jauh lebih banyak ketimbang permainan 11 lawan 11 yang hanya sedikit berinteraksi dengan bola.
Selain itu, sulitnya fasilitas bermain sepakbola yang dialami Pele semasa kecilnya membuat Pele mempunyai mental bermain sepakbola yang sangat baik. Ketika dia mendapatkan kesempatan untuk bermain sepakbola yang sangat dia cintai, Pele tidak pernah mau menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Mental tidak pernah mau kalah terbangun dengan sangat baik akibat masa kecilnya yang sulit. 
Hal ini ditandai dengan fakta yang menyebutkan bahwa Pele akan tetap tinggal di dalam stadion setelah pertandingan usai ketika dia gagal menampilkan performa terbaiknya. Setelah melewati pertandingan yang buruk Pele akan langsung mengevaluasi pertandingan tersebut dengan belatih agar tidak mengulangi kesalahan-kesalahan yang dia lakukan sepanjang pertandingan. Berjam-jam akan dia habiskan ketika penonton dan pemain lain sudah pulang meninggalkan lapangan untuk berlatih kembali. Tujuannya hanya satu, dia tidak mau bermain buruk lagi seperti pada pertandingan tersebut. Pembinaan sepakbola jalanan yang meski tidak tertata rapih, telah menanamkan mental seorang pemenang ke dalam diri Pele.
Inilah yang penulis maksud dengan bentuk perjalanan ideal seorang pemain sepakbola. Ketika lingkungan di masa pertumbuhan emas berhasil mengukir bakat seorang anak. Kemudian pembinaan berhasil memoles bongkahan bakat tersebut menjadi berlian yang sangat luar biasa.
Pemain sepakbola tidak lahir begitu saja akibat bakat alam yang diraihnya saat dilahirkan.Pemain sepakbola merupakan seseorang yang diciptakan oleh lingkungan dan dibina oleh sebuah sistem yang berjalan.
Pele memang bukan satu-satunya manusia yang melewati jalan hidup seperti ini. Setiap pemain sepakbola yang sukses pasti telah melewati jalan hidup yang serupa meski dengan kondisi yang berbeda.
Satu hal yang tergambar disini adalah bahwa Brasil bukan telah berhasil melahirkan seorang Pele, melainkan Brasil telah berhasil menciptakan Pele.

Munich - Pep Guardiola mengibaratkan Bundesliga dengan kata-kata pizza atau hamburger. Namun itu bukan berarti Pep meremehkan kompetisi tersebut, karena baginya Liga Jerman lebih penting dibanding Liga Champions.Musim ini laju Bayern di kompetisi domestik maupun Eropa begitu impresif. Jika di Liga Champions mereka ibarat sudah meletakkan satu kaki di perempatfinal, usai menang 2-0 atas Arsenal di leg pertama babak 16 besar Liga Champions.Sementara di Bundesliga, Bayern malah lebih perkasa dengan keunggulan 19 poin dari pesaing terdekatnya Bayer Leverkusen setelah liga melewati 22 pekan. Di DFB Pokal, Bayern sudah sampai semifinal dan akan menghadapi Kaiserslateurn April mendatang.Dalam wawancara dengan Marca, Guardiola ditanya soal prioritas Bayern dalam hal trofi musim ini meski dari awal musim, misi tim asal Bavaria itu adalah tetap mempertahankan tiga titel yang direbut musim lalu."Bundesliga seperti makan pizza atau hamburger setiap harinya, sementara Liga Champions itu seperti makan di restoran mahal," ujar Pep menganalogikan antara dua kompetisi itu.Meski tersirat seperti Pep meremehkan Bundesliga, namun bagi pelatih berpaspor Spanyol itu, trofi juara liga masih yang terpenting untuk timnya musim ini."Trofi yang paling prestise adalah Liga Champions, tapi yang paling penting dan paling sulit adalah Bundesliga," demikian dia.

London - Jose Mourinho menepis kabar bahwa musim panas lalu ia sempat didekati oleh Paris St Germain. Tapi ke depannya, Mourinho tertarik melatih klub Ligue 1 itu jika terbuka kesempatan untuk itu.Musim panas lalu Mourinho sempat digadang-gadang akan menggantikan posisi Carlo Ancelotti di PSG, yang notabene pindah ke Real Madrid usai klub asal Spanyol itu melepas Mourinho.Hubungan dekat antara pemilik PSG, Nasser Al Khelaifi, dengan Mourinho ditenggarai jadi alasan mengapa isu itu muncul ke publik. Namun, pada akhirnya Mourinho kembali menangani Chelsea dan PSG menunjuk Laurent Blanc."Aku tidak bilang ya atau tidak -- aku benar-benar tidak pernah menerima tawaran langsung," ujar Mourinho terkait isu PSG mendekati dirinya.Meski demikian Mourinho tak menampik jika dirinya tertarik untuk menjajal kompetisi Liga Prancis di masa mendatang ketika kontraknya habis bersama Chelsea 2017 mendatang.Wajar adanya jika Mourinho berambisi menangani PSG sebab ia sudah berkelana ke liga-liga top Eropa seperti Inggris, Italia, dan Spanyol setelah mengawali karier di Portugal."Aku bisa saja bekerja di Prancis suatu saat. Kenapa tidak? Aku pikir saat ini liga itu tidak punya sisi emosional seperti di Inggris. Untuk saat ini sangat mudah finis di posisi pertama dan kedua di kompetisi itu. Bagi karierku saat ini, aku butuh yang lebih menantang dari itu," lanjut manajer 51 tahun itu seperti dikutip Soccernet.

London - Misi di akhir pekan lalu sudah selesai dilakukan, kini saatnya Chelsea fokus untuk menghadapi laga di Liga Champions.The Blues sukses mengalahkan Everton 1-0 untuk mempertahankan posisi puncak klasemen. Namun, Samuel Eto'o dkk. tidak meraihnya dengan mudah.Mereka harus menunggu sampai injury time babak kedua untuk mendapatkan gol. Adalah John Terry yang menjadi pahlawan setelah tendangannya dari jarak dekat, menyambut sebuah sepakan bebas, sukses membobol gawang yang dikawal Tim Howard.Eto'o sendiri menyebut pertandingannya sendiri sulit. Oleh karenanya, Chelsea kini jadi yakin bahwa mereka bisa mengatasi pertandingan sulit mana pun."Kami tidak pernah berpikir bahwa kami tidak akan bisa menjadi juara dunia. Tapi, Jose Mourinho datang untuk melakukan pekerjaan besar jangka panjang, dan itulah yang sekarang berusaha dilakukannya," ujar penyerang asal Kamerun itu di situs resmi klub."Kami semua percaya bahwa kami bisa melakukannya, tapi pada saat bersamaan bukan hanya itu misi kami.""Saat ini, kami tidak memikirkan tim lain atau hasil di akhir musim. Kami kini hanya fokus ke laga berikutnya, yakni menghadapi Galatasaray," kata Eto'o."Juara dari Turki dengan King Didier (Drogba) di dalamnya adalah lawan yang kami nanti-nanti," ucap Mourinho.Laga antara Galatasaray vs Chelsea akan dihelat di Turk Telecom Arena, Rabu (26/2/2014) waktu setempat atau Kamis (27/2) dinihari WIB.

Bologna - AS Roma cuma menang tipis 1-0 kala bertandang ke markas Bologna, tapi itu rupanya sudah lebih dari cukup untuk pelatih Rudi Garcia kendati tetap ada hal yang jadi sorotan.Roma melakoni duel sulit kala bertandang ke Stadio Renato Dall'Ara, Minggu (23/2/2014) dinihari WIB. Meski dominan dalam penguasaan, tim 'Serigala' hanya mampu menang lewat gol tunggal Radja Nainggolan.Sepanjang pertandingan, anak-anak ibukota tampak kesulitan mencetak peluang bagus. Mereka tercatat melepaskan 17 upaya, namun hanya dua yang berhasil mengarah ke gawang dan satu dimentahkan tiang. Sementara tuan rumah punya 12 percobaan dan cuma satu yang on target.Meski demikian, hasil ini sudah cukup disyukuri oleh Garcia mengingat mereka pulang dengan angka penuh dan tak kebobolan. Selain itu, kemenangan di laga ini jelas menempatkan dua rival yang bermain belakangan yakni Juventus dan Napoli, dalam tekanan untuk meraih kemenangan.Satu-satunya sorotan yang diberikan Garcia adalah bahwa anak-anak asuhnya mendapatkan terlalu mudah mendapatkan ancaman dari serangan balik."Kami tahu Bologna kuat di udara, terutama dengan keberadaan Rolando Bianchi. Kami menjaga agar tidak kebobolan dan selalu mudah untuk menang jika Anda tak kebobolan, terutama di laga tandang," katanya seperti dikutip Football Italia."Ini adalah kemenangan yang sangat penting dan itulah yang utama. Babak pertama berada dalam kendali, tapi di babak kedua ada banyak serangan balik. Kami mencetak sebuah gol hebat, tapi menderita terlalu banyak di akhir pertandingan," tambah pelatih asal Prancis tersebut.Dengan kemenangan ini, Roma mengoleksi nilai 57 dari 24 laga. Mereka tertinggal enam poin dari Juventus yang akan menjalani derby kontra Torino dan unggul tujuh angka dari Napoli yang bakal menjamu Genoa, di mana kedua rival Roma itu bakal memainkan pekan ke-25.