Pencarian Data

Friday, January 31, 2014

DUEL: Adu Sigap Joe Hart Dan Petr Cech


Dua kiper Manchester City dan Chelsea itu akan berusaha menahan gempuran pemain depan lawan.
Di Liga Primer Inggris pekan ini, Manchester City akan menjamu Chelsea di Etihad Stadium dalam lanjutan laga Liga Primer Inggris.

Duel ini menjadi sangat penting bagi kedua tim mengingat kemenangan akan membuka kans juara masing-masing tim.

Citizen untuk sekarang ini memuncaki klasemen, disusul Chelsea dengan menempati urutan tiga, dan hanya tiga angka yang membedakan mereka.

Nah, dengan duel maha penting seperti ini, setiap pemain akan memegang peran krusial untuk bisa membukukan kemenangan.

Di sektor penjaga gawang, sebagai benteng terakhir masing-masing tim, Joe Hart dan Petr Cech akan adu ketangkasan untuk menjadi siapa yang paling andal dalam menjaga gawang mereka.

Siapa bisa clean sheets?

FOKUS: Manchester City Menuju Sejarah Quadruple


Sepuluh tahun lalu mungkin kita tak pernah membayangkan jika The Citizens punya potensi untuk menjadi penguasa Inggris. Dan Eropa...
Quadruple. Empat gelar dalam semusim. Belum ada satupun klub di Inggris yang mewujudkannya dan bukan sembarang klub yang bisa merengkuh empat trofi utama sekaligus dalam periode satu musim saja. Tapi, bagi sebuah tim Inggris yang hingga awal Februari ini masih hidup di keempat ajang tersebut, tentu potensi quadruple belum tertutup. Ambisius?

Manchester City menjadi satu-satunya tim Inggris di musim 2013/14 yang masih berpeluang merengkuh Liga Primer Inggris, Piala FA, Piala Liga, dan Liga Champions. So far, langkah The Citizens di keempat kompetisi tersebut masih mulus-mulus saja. 

Fulham Dapatkan Dua Pemain Manchester United


Fulham menambah amunisi tim mereka dengan dua pemain muda Manchester United. Siapa?
Fulham menambah opsi lini tengah mereka dengan mendatangkan dua pemain muda dari Manchester United, Ryan Tunnicliffe dan Larnell Cole.

Tidak dirilis berapa nilai transfer yang dibayarkan Fulham untuk mendapatkan dua pemain tersebut, tapi Tunnicliffe dan Cole akan bertahan hingga musim panas 2017 dengan opsi perpanjangan kontrak satu tahun.

Tunnicliffe mengaku keputusannya bergabung dengan Fulham karena keberadaan Rene Maulensteen sebagai manajer tim.

"Saya sudah mengenal Rene sejak sembilan tahun dan ada pembicaraan ketika ia mengatakan tertarik pada saya, jadi semuanya berjalan dengan baik pekan ini dan saya sekarang berada di sini dan senang telah menandatangani kontrak," ungkap Tunnicliffe.

Nani Mungkin Absen Sebulan Lagi


Belum begitu jelas kondisi cedera gelandang Manchester United asal Portugal itu.
David Moyes mengungkapkan Manchester United kemungkinan akan menunggu pulihnya Luis Nani sebulan lagi.

Diungkapkan manajer United tersebut, Nani mengalami cedera hamstring yang buruk.

"Dia sudah mendekati pulih, tapi saya pikir dibutuhkan sebulan lagi sampai dia benar-benar siap bermain," jelas manajer asal Skotlandia itu.

Gelandang 27 tahun itu sudah absen sejak awal Desember. Laga terakhirnya bersama United adalah ketika menghadapi Newcastle United di Old Trafford.

Diego Ribas Bahagia Kembali Ke Atletico Madrid


Diego Ribas mengatakan dirinya telah memprediksi Atletico Madrid akan mampu bersaing dengan Barcelona dan Real Madrid di La Liga.
Gelandang baru Atletico Madrid Diego Ribas yang dipinjam dari Wolfsburg hingga akhir musim nanti mengaku sangat gembira dapat kembali ke klub Primera Liga Spanyol itu.

Seperti yang diketahui, pemain berusia 28 tahun tersebut pernah menghabiskan musim 2011/12 bersama Atletico juga dengan status pinjaman, di mana ia membantu tim menjuarai Liga Europa.

"Saya merasa emosi yang luar biasa dengan kembali ke sini, di mana saya bermain fantastis. Saya sangat senang. Saya hanya berpikir untuk kembali bekerja untuk membantu tim meraih kemenangan," ujar Diego seperti yang dilansir laman resmi klub.

"Ini hanya masalah waktu sebelum Atletico mencapai level yang mereka capai sekarang. Saya sudah melihat potensi tim dan klub ketika saya berada di sini untuk pertama kalinya.

"Saya sangat senang dapat menjadi bagian tim yang sangat kuat dan salah satu tim yang menampilkan performa paling baik di Eropa."

Mourinho Melewatkan Kesempatan Membunuh MU dengan Menjual Juan Mata

Juan Manuel Mata kebingungan melihat tingkah anak laki-lakinya hari itu. Juanin (Juan kecil, dalam dialek Asturias) tidak bisa diam dan duduk dengan gelisah sambil memutar radio. Tak lama kemudian Juanin meraih gagang telepon dan memencet nomor yang menyambungkannya dengan sebuah stasiun radio ternama di kampung halamannya.

Penyebab kegelisahan Juanin akhirnya jelas sudah. Ia tak sabar untuk mengikuti kontes pengetahuan umum yang digelar di radio. Hadiahnya menggiurkan: jalan-jalan gratis ke Swiss, Austria, dan Jerman. Juanin selalu tertarik pada hal-hal baru, dan menurutnya melancong adalah salah satu cara terbaik untuk menambah wawasan. Ia mendapatkan apa yang ia inginkan. Juanin memenangkan kontes tersebut dan didaulat sebagai orang dengan wawasan umum terbaik di tanah Asturian. Ia pun berhak jalan-jalan keluar negeri sebagai hadiah. Umurnya masih 13 tahun kala itu.

Sebagai seorang bekas pesepakbola, Juan Manuel Mata ingin agar anak laki-lakinya itu meneruskan jejak yang sudah dirintisnya. Posisinya adalah sayap kiri dan pernah bermain untuk Real Oviedo, Burgos, Salamanca, Cartagena, dan beberapa klub kecil di divisi rendah.Tapi ia juga sadar bahwa walau Juanin tertarik pada sepakbola, ia juga menaruh minat pada berbagai hal lain, terutama yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan.

Suatu hari seorang teman ibunya yang bekerja di bank menelepon ke rumah dan mengatakan bahwa akan ada pameran pekan raya di kota Oviedo, tempat mereka tinggal. Bank tersebut akan membuka booth yang bertema planetarium dan mereka butuh beberapa anak kecil untuk menjadi model iklan. Juanin yang punya ketertarikan pada astronomi tidak menolak ketika ibunya menyuruh dirinya dan kakaknya, Paula, ikut serta. Tak lama, wajah Juanin dan Paula sedang menatap bintang terpampang di papan iklan di seluruh wilayah Asturia.

Juanin dimasukkan oleh ayahnya ke akademi Real Oviedo pada usia 12 tahun di mana ia bermain bersama anak-anak yang lebih tua setahun darinya. Pada usia 14 tahun, Juanin dipanggil oleh timnas Spanyol U-16 di mana pelatih kala itu, Gines Melendez, mengatakan, "Semoga kamu tak seburuk ayah kamu".

Entah seburuk apa Juan Manuel Mata saat masih bermain, tapi Juanin jelas sangat terpengaruh gaya permainan ayahnya di lapangan. Sebagai seorang pemain sayap tradisional, Juanin kerap menggiring bola di lapangan sambil melewati pemain lawan. Tak heran juga pemain idolanya semasa kecil adalah pemain sayap Manchester United, Ryan Giggs.

Pada usia 15 tahun, Juanin mengambil keputusan besar dengan meninggalkan Oviedo dan hijrah ke ibukota untuk bergabung dengan akademi Real Madrid. Di Madrid, ia berbagi asrama dengan beberapa remaja lain bernama Alvaro Negredo, Roberto Soldado, Esteban Granero, Jose Callejon, Borja Valero, Javi Garcia, dan Ruben de la Red.

Semua remaja tersebut memiliki mimpi untuk menembus tim utama Real Madrid dan mengenakan kostum berwarna putih yang paling berharga di seluruh dunia tersebut. Tapi malang bagi mereka, merupakan sebuah hal yang sulit bagi pemain muda Madrid untuk bisa menerobos masuk tim utama saat Los Galacticos bernama Zinedine Zidane, Luis Figo, Ronaldo, dan David Beckham menguasai Santiago Bernabeu.

Juanin hanya bisa melangkah sejauh Real Madrid Castilla, tim reserve klub yang bermain di Segunda Division. Di musim terakhirnya di Madrid, ia mencetak 10 gol dan menjadi topskor kedua Real Madrid Castilla di belakang Alvaro Negredo. Sesudahnya, pada usia 19 tahun, Juanin memutuskan untuk merangkai masa depan yang lebih baik dengan pindah ke Valencia.

*

Kehilangan tempat di Liga Champions bisa memberi pukulan telak kepada klub yang sudah nyaman bernaung di dalamnya. Contoh paling ekstrim bisa terlihat pada Leeds United di awal dekade 2000-an. 

Sebagai klub yang terakhir menjuarai First Division sebelum berubah nama menjadi Premier League, Leeds berupaya untuk merengkuh kembali kejayaan masa lalu. Di tahun 1999 di mana Manchester United meraih treble, Leeds finis di peringkat 4 dan berhak masuk Piala UEFA. Tidak hanya itu, mereka pendapatan tiket mereka naik 20 % dan hak siar TV meningkat 40 %.

Leeds membeli beberapa pemain seperti Eirik Bakke, Michael Bridges, Michael Duberry, dan Danny Mills. Hampir separuh pendapatan mereka digunakan untuk membeli pemain baru yang mereka harapkan bisa membawa mereka masuk ke Champions League di akhir musim 1999/2000. Leeds sesungguhnya tak punya banyak uang kala itu. Akan tetapi, lewat sebuah mekanisme peminjaman uang yang melibatkan perusahaan asuransi, mereka sukses mendapatkan kucuran uang.

Perjudian Leeds berhasil karena di akhir musim mereka masuk semifinal Piala UEFA, finis peringkat 3 di liga, dan berhak masuk Liga Champions di musim depan. Karena sukses dengan perjudian sebelumnya dalam meminjam uang, Leeds melakukan hal yang sama dengan meminjam uang lalu menggelontorkannya untuk membeli Dominic Matteo, Mark Viduka, Olivier Dacourt, dan pemain termahal Inggris kala itu, Rio Ferdinand.

Niat mereka untuk tampil kompetitif di Liga Champions tercapai. Mereka mampu lolos dari grup di babak penyisihan yang memuat Real Madrid, Lazio, dan Anderlecht. Mereka memukul Deportivo La Coruna di perempatfinal dan hanya kalah dari Valencia di semifinal. Pencapaian yang hebat melaju hingga 4 besar di Eropa.

Tapi mereka gagal melakukan sesuatu di musim 2000/2001 yang terbukti vital di masa depan: mereka hanya finis di peringkat 4 di liga dan tidak bisa bermain di Liga Champions musim depan yang waktu itu hanya memberi 3 jatah untuk tim Inggris.

Manajemen Leeds tidak berhenti di sana. Pada musim 2001/2002, di bawah chairman Peter Risdale, mereka meminjam 60 juta pounds dari 2 bank besar di Eropa dan menggunakan sebagian besar uang tersebut untuk membeli pemain-pemain seperti Robbie Keane, Robbie Fowler, dan Seth Johnson. Sampai saat ini utang Leeds sudah sangat besar, 25 juta Pounds plus 60 juta Pounds pinjaman segar yang baru mereka dapatkan. Angka yang fantastis tapi mereka merasa bahwa uang dari Liga Champions musim depan bisa menutup utang mereka.

Awalnya terlihat menjanjikan bagi Leeds. Pada 1 Januari 2002, Leeds bertengger di puncak klasemen dengan para pemain mahal mereka bermain luar biasa. Tapi setelah pertandingan Piala FA melawan Cardiff City di mana mereka kalah, Leeds tak bisa bangkit kembali. Mereka tak pernah menang hingga Maret, tertinggal 10 poin dari zona Champions League dan hanya bisa finis di peringkat 5.

Kombinasi friksi antara pemain, manajer, dan manajemen klub plus kesulitan finansial karena tidak bisa membayar utang akibat tidak masuk Liga Champions menandai akhir dari Leeds United. Mereka harus menjual pemain-pemain bintang mereka untuk menutupi kerugian dan berujung pada degradasi 2 musim kemudian ke Championship Division. Leeds lalu bangkrut dan terjerembab lebih dalam ke League One. Tidak lolos ke Champions League berujung pada akhir sebuah era bagi Leeds.

Tidak semua kegagalan lolos ke kompetisi tertinggi di Eropa berbuah kebangkrutan seperti Leeds, tapi selalu sulit untuk bisa kembali ke jalur terbaik setelah terpental dari Liga Champions Tanya saja pada Liverpool yang sejak 2010 gagal lolos ke kompetisi itu dan hingga kini belum bisa kembali ke sana.

Selain hilangnya pemasukan yang melimpah, tidak lolos ke Liga Champions juga mengurangi daya tarik untuk membeli pemain-pemain top. Para pemain terbaik ingin pindah ke klub yang bermain di kompetisi terbaik. Tottenham Hotspur mungkin bisa memiliki posisi tawar yang lebih baik dalam mempertahankan Gareth Bale jika mereka lolos ke Champions League musim ini.

Hingga pekan kedua bulan Januari 2014, Manchester United berada dalam posisi yang terlihat akan sulit untuk bersaing ke 4 besar. Skuat mereka terlihat tanpa motivasi, pemain kunci dilanda cedera, dan manajer David Moyes yang kompetensinya dipertanyakan secara global. United tidak akan serta merta bangkrut dan harus menjual pemain terbaik jika gagal lolos ke Liga Champions musim depan. Tapi tidak bermain di kompetisi itu bisa menjadi titik awal dari kemunduran degeneratif Manchester United. Ini bisa menjadi awal dari akhir era United sejak Sky Sports menciptakan sepakbola pada tahun 1992.

Meredupnya Manchester United adalah sesuatu yang sudah ditunggu banyak orang dan sampai paruh musim ini, terlihat besar kemungkinan hal itu akan terjadi.

Lalu di saat United terlihat sudah megap-megap, mengapa Jose Mourinho membangkitkan asa United dengan memberikan mereka Juan Mata?

**

Bagi Juanin, lebih sulit untuk memperoleh gelar sarjana dibanding menjadi juara dunia. Sejak di Real Madrid Castilla, ia kuliah mengambil double degree, marketing dan olahraga. Ia belum juga menamatkan pendidikannya meski sudah berstatus sebagai juara dunia bersama timnas Spanyol pada tahun 2010 dalam usia 22 tahun. Ketika ia pindah ke Chelsea dari Valencia, ia tidak meninggalkan bangku kuliah dan mengambil kelas jarak jauh. Beberapa kali ia izin absen latihan agar bisa mengikuti ujian.

Juanin memenangkan lebih banyak lagi gelar pada tahun 2012 ketika ia mengawinkan gelar Liga Champions yang diraihnya bersama Chelsea, dengan gelar juara Piala Eropa bersama timnas Spanyol dan turut menyumbang gol di final ketika La Furia Roja menang 4-0 atas Italia.

Chelsea punya banyak pemain yang akan membuat publik umum bergidik jijik seperti John Terry dan Ashley Cole, tapi bahkan pembenci Chelsea nomor wahid pun tak akan sanggup untuk mengatakan sesuatu yang buruk mengenai Juanin. Ia adalah pria yang berkelas dan berbudaya.

Ketika datang ke London, ia sudah lancar berbahasa Inggris. Ia memakai kesempatan berkarier di London untuk menjelajah sisi budaya kota tersebut dan menulisnya di blog pribadinya, memberi rekomendasi tempat wisata kepada para pelancong. Seharusnya Lonely Planet memberi kolom khusus kepadanya untuk edisi London. Juanin mengatakan bahwa hobinya adalah backpacking dan salah satu tokoh yang ia kagumi adalah Steve Jobs. Ketika berangkat ke Afrika Selatan bersama timnas Spanyol, ia menghabiskan buku soal Nelson Mandela karena ingin mengenal lebih lanjut soal negara yang akan ia tuju.

Dua musim pertamanya di Chelsea berakhir dengan dirinya terpilih sebagai pemain terbaikThe Blues. Tak ada yang bisa menyangkal kontribusi Juanin kepada Chelsea. Dalam tim yang dipenuhi gugusan bintang, Juanin adalah supernova yang bersinar paling terang, persis seperti iklan planetarium di mana ia menjadi model iklannya semasa kanak-kanak.

Profesionalisme Juanin adalah sesuatu yang selalu didengungkan oleh orang-orang di sekitarnya. Ia tak pernah berkata miring soal rekan-rekannya. Ia tak pernah mencari gara-gara dengan media massa dan tak pernah bertingkah kurang ajar seperti lazimnya pesepakbola modern. Satu-satunya keributan yang ia timbulkan adalah ketika ia menciptakan huru-hara di kotak penalti lawan dengan umpan-umpan dan dribble yang mempesona.

Maka ketika Jose Mourinho datang ke Chelsea dan mengumbar kepada media bahwa dirinya lebih memilih Oscar sebagai playmaker utama klub tersebut, Juanin memilih bungkam. Mourinho mengatakan bahwa ia mencadangkan Mata karena Oscar lebih baik secara defensif, namun Juanin tidak melakukan konfrontasi di muka umum. Bahkan sepinya sentimen yang keluar dari sisi Juanin menunjukkan bagaimana pria Spanyol ini tidak menyewa agen PR untuk menyisipkan pesan konfrontatif di media massa- sesuatu yang umum dilakukan pesepakbola modern setiap kali mereka tidak puas dengan sebuah keadaan namun terlalu pengecut untuk mengatakannya sendiri.



Juanin adalah seorang profesional sejati dan tetap berlatih dengan giat meski tahu ia hanya pilihan kedua. Namun ayahnya yang juga menjadi agen pribadinya tak tinggal diam. Ini adalah tahun Piala Dunia dan satu-satunya harapan untuk dirinya masuk ke dalam pasukan Vicente Del Bosque di Brasil nanti hanya apabila ia bermain reguler.

Ketika Manchester United datang mengetuk pintu, Juanin dan ayahnya tak berpikir dua kali. Selama Chelsea bisa diyakinkan untuk melego dirinya ke Old Trafford, Juanin tak keberatan untuk pindah. Lagipula, kapan lagi ia bisa bermain satu tim bersama idola masa kecilnya, Ryan Giggs?

***

Jika laporan detail Daniel Taylor yang dimuat The Guardian beberapa hari lalu bisa dipercaya, maka negosiasi yang terjadi antara Manchester United dengan Chelsea untuk memboyong Mata sangat alot. United tak berani untuk duduk satu meja langsung dengan Chelsea karena takut setiap mereka mengucapkan "Mata", Chelsea akan menjawab "Rooney". Maka United butuh pihak ketiga untuk menjadi juru runding mereka dan tak kurang ada 7 agen yang mengatakan sanggup menjadi mediator kepindahan Mata ke United.

United menolak tawaran Chelsea untuk membeli Wayne Rooney di awal musim dan untuk mengontak kembali pihak yang mereka tolak dengan maksud membeli pemain terbaik mereka 2 musim berturut-turut membutuhkan nyali yang besar.

Tapi United sudah pernah berada dalam posisi ini sebelumnya. Dahulu Howard Wilkinson dari Leeds menelepon untuk menanyakan harga Denis Irwin kepada United yang seketika menolak namun menanyakan balik apakah Eric Cantona dijual atau tidak. Apa yang dilakukan berikutnya oleh Cantona dalam seragam United tercatat dalam sejarah dengan tinta emas.

Kalkulasi Mourinho dalam menjual Mata ke United sudah ramai dibicarakan semua media. Chelsea tak akan bertemu lagi dengan United musim ini di liga, tapi semua rival The Blues di papan atas masih akan bertanding melawan tim David Moyes tersebut. Saat seorang pemain yang tak dibutuhkan ditawar dengan harga mahal oleh klub lain dan berpotensi untuk membantu Chelsea secara tidak langsung, peluang tersebut terlalu baik untuk dilewatkan oleh Mourinho. Jika Mata membawa United membuat Manchester City dan Arsenal kehilangan poin saat kedua tim bersua nanti, maka Mourinho bisa mendongakkan kepala dengan pongah.

Sesungguhnya tingkah laku Mourinho terhadap United dalam setahun terakhir terhitung sopan, bahkan terlalu santun, jika tidak bisa dibilang cenderung menggurui. Ia mengucapkan hal-hal yang positif seputar United dalam nada yang sama seperti Sir Alex Ferguson bergumam soal Arsene Wenger di penghujung karienya, di mana Arsenal tak lagi menjadi pesaing berat United.

Mungkin memang United tak lagi menjadi pesaing Chelsea, setidaknya untuk musim ini. Namun kedatangan Mata ke Old Trafford diprediksi bisa menciptakan momentum letupan baru seperti yang dilakukan Cantona dulu. Kehadiran Mesut Oezil di Arsenal di awal musim sudah menunjukkan bagaimana kehadiran seorang pemain baru yang berpengaruh bisa mendongkrak permainan tim secara signifikan.

Jika nanti United mampu lolos ke Liga Champions musim depan dan dapat membangun kembali kejayaan mereka di musim-musim mendatang, para rival dan pembenci United bisa menyalahkan Jose Mourinho.

Mourinho bisa saja membiarkan United yang sedang sekarat terus berada dalam kubangan. Ia bisa saja menghujamkan belati ke jantung United yang akan mengakhiri dominasi lebih dari 2 dekade di Premier League.

Tapi Mourinho tidak melakukannya dengan membiarkan Juan Mata mendarat dengan helikopter di Manchester.

Jelang Juventus vs Inter - Tantang Juve, Inter Ingin Ulangi Performa di Giuseppe Meazza

Jakarta - Inter Milan sukses menyulitkan Juventus di pertemuan pertama musim ini, kendati hasil akhirnya sama kuat 1-1. Bertandang ke Turin akhir pekan nanti, Nerazzurri bertekad mengulangi performa oke kala itu.

Derby d'Italia jilid kedua musim ini akan berlangsung di Juventus Stadium, Senin (3/2/2014) dinihari WIB. Berkaca pada pertemuan pertama, laga ini semestinya menjanjikan pertarungan yang ketat dan sengit.

Bermain di Giuseppe Meazza medio September lalu, kedua tim bermain sama-sama terbuka. Inter hanya sedikit kalah dalam penguasaan bola, 46% berbanding 54%. Jumlah peluang pun relatif seimbang, tuan rumah mencatatkan empat tembakan tepat target sementara Juve punya lima upaya mengarah ke gawang.

'Si Biru-Hitam' pada prosesnya unggul terlebih dulu lewat gol Mauro Icardi. Walaupun tak berselang lama Juve berhasil menyamakan kedudukan lewat Arturo Vidal.

Nah, menatap pertemuan kedua, Inter bertekad tampil sebaik duel pertama tersebut. Meski kini tengah dalam periode sulit --Inter belum pernah menang sepanjang 2014--, Juan Jesus percaya timnya bisa kembali meladeni permainan Juve dan memetik hasil.

"Apakah Juve selalu punya prospek menakutkan terutama di kandang? Kami tahu Juventus adalah sebuah tim luar biasa yang mencetak banyak gol," kata Juan kepada Sky Sport 24 dan dilansir situs resmi klub.

"Mereka mencetak tiga gol melawan tim-tim besar seperti Napoli dan Roma, tapi saya pikir pertandingan akan selalu berjalan 11 lawan 11 dan kami perlu bertarung untuk menguasai bola," lanjutnya.

"Kami perlu waspada bahwa Juve akan mengeluarkan semua senjata dan menembakkannya karena itulah yang mereka selalu lakukan. Tapi kami perlu bermain seperti yang kami lakukan di San Siro. Kami harus tetap tenang dan bermain secara positif," tutur bek 22 tahun ini.

Sebagai catatan, Inter belum sekalipun menang dari empat laga di tahun 2014 ini dengan hasil dua imbang dan dua kalah. Sementara tim asuhan Antonio Conte sudah 13 laga terakhir tak terkalahkan, memenangi 12 di antaranya. Juve juga tak terkalahkan di kandang dalam 19 laga teranyar.

Agen Isyaratkan Chicharito Takkan Hengkang di Januari

Manchester - Javier Hernandez yang kurang mendapatkan kesempatan bermain di Manchester United, dikabarkan dibidik beberapa klub. Agen Hernandez, Eduardo Hernandez, mengisyaratkan Chicharito tak akan hengkang.

Bersama MU musim ini, Hernandez baru 14 kali bermain di Liga Inggris. Dari total semua performanya itu, dia hanya bermain empat kali sebagai starter.

Jarang mendapatkan kans bermain, Hernandez baru menyumbang dua gol dan dua assist untuk The Red Devils musim ini.

Situasi Hernandez di MU itu membuat masa depannya dispekulasikan di bursa transfer bulan Januari ini. AS Monaco yang baru kehilangan Radamel Falcao karena cedera parah disebut menjadi salah satu peminatnya.

Tapi, menjelang bursa transfer tengah musim ditutup, agen si pemain, Eduardo, menegaskan bahwa kliennya tak akan pergi dari Old Trafford di bulan Januari ini.

"Ada klub dari Jerman, satu dari Prancis, dua klub Spanyol, dan dua dari Italia yang ingin menggunakan servisnya," kata Eduardo di ESPN Deportes.

"Kami berharap bahwa dia mendapatkan menit bermain lebih banyak. Lalu usai Piala Dunia, Tuhan akan memberitahu kami langkah apa yang akan kami tempuh," imbuhnya.

Jelang Hull vs Spurs - Spurs Bertekad Langsung Kembali ke Jalur Positif

 London - Usai dilumat Manchester City, Tottenham Hotspur bertekad langsung bangkit. Bertandang ke Hull City akhir pekan ini, The Lilywhites hanya ingin tiga poin.

Setelah kalah 0-6 pada pertemuan pertama musim ini di Etihad Stadium, Spurs kembali dipermalukan City di duel kedua. Bermain di hadapan publik sendiri di White Hart Lane, Kamis (30/1) kemarin, Emanuel Adebayor dkk. takluk 1-5.

Padahal Spurs datang ke laga tersebut dengan kepercayaan diri tinggi. Enam pertandingan terakhir mereka dilalui tanpa terkalahkan dan hanya satu kali tak memetik angka penuh. Namun kartu merah yang diterima Danny Rose membuat laga berjalan timpang, lantas berakhir buruk untuk tuan rumah.

Tak mau lama-lama terpuruk, anak-anak asuh Tim Sherwood langsung mengincar kebangkitan kala bertandang ke markas Hull, Sabtu (1/2/2014) malam WIB. Tiga poin jelas jadi incaran demi menjaga jarak dengan Liverpool di posisi empat alias batas akhir Liga Champions..

Spurs saat ini bertengger di posisi lima klasemen Liga Inggris dengan nilai 43 dari 23 laga. Hanya tertinggal tiga poin dari Liverpool namun berada dalam tekanan Everton yang cuma selisih satu angka di belakang.

"Kami memang baru saja kalah, tapi kami perlu beranjak dan mempersiapkan diri untuk laga melawan Hull, yang mana sebuah pertandingan besar untuk kami," ujar gelandang Spurs Gylfi Sigurdsson seperti dilansir situs resmi klub.

"Kami perlu mendapatkan tiga poin lagi dan kami tengah berada dalam laju bagus sebelum laga kontra City, jadi semoga laju bagus itu akan berlanjut kembali," tambahnya.

Jelang City vs Chelsea - Ujian Sesungguhnya Bagi Chelsea

London - Sebagai tim dengan pertahanan terbaik di Liga Inggris, Chelsea bakal menghadapi ujian nyata kala menghadapi Manchester City. The Citizens adalah yang tertajam sejauh ini.

City dan Chelsea akan saling berhadapan pada Selasa (4/2/2014) dinihari WIB di Etihad Stadium. Laga ini diprediksi ketat, melihat keduanya tengah bersaing di papan atas klasemen dan sama-sama punya kekuatan yang menonjol.

City saat ini tengah memuncaki klasemen dengan nilai 53 dari 23 laga, unggul satu poin dari Arsenal di posisi kedua dan tiga angka dari Chelsea di tangga ketiga. Tiga angka jelas jadi incaran utama kedua tim agar selangkah lebih unggul dalam perburuan titel.

Masing-masing punya bekalnya sendiri. City merupakan tim tertajam di liga sejauh ini. Tim asuhan Manuel Pellegrini sudah mencetak 68 gol dari 23 laga atau rata-rata mencetak 2,96 gol per pertandingan.

Sementara Chelsea adalah yang terbaik dalam bertahan. Anak-anak asuh Jose Mourinho baru kebobolan 20 gol dari 23 pekan atau rata-rata hanya kebobolan 0,87 gol per laga. Bahkan dari delapan partai terakhir, The Blues cuma kemasukan tiga gol.

Catatan ini diakui Gary Cahill bakal diuji benar di laga nanti, mengingat City sangat tangguh di kandang dan meraih hasil sempurna sejak awal musim. Menyadari bertahan saja tak cukup untuk menang, anak-anak London barat bakal tetap berupaya mencari gol dan mengulangi hasil di pertemuan pertama saat menang 2-1 di kandang.

"Kami harus mencoba untuk meraih hasil positif pada hari Senin tapi kami tahu betapa sulitnya itu. Mereka mencetak lima gol lain (melawan Tottenham Hotspur), mereka mencetak gol dari kiri, kanan, dan tengah jadi ini akan jadi ukian sulit untuk kami," kata Cahill seperti dilansir situs resmi klub.

"Kami berhasil mendapatkan hasil bagus melawan mereka di Stamford Bridge tapi kami sekarang akan bermain tandang dan mendatangi stadion mereka di musim ini telah terbukti sulit bagi siapapun," lanjutnya.

"Secara bertahan kami tampil baik, kami tidak membiarkan terlalu banyak gol masuk ke gawang kami. Hari Senin nanti akan jadi ujian yang sebenarnya, tapi semoga kami bisa mendapatkan hasil," ungkap bek 28 tahun ini. 

Jelang City vs Chelsea - Navas: Tim Asuhan Mourinho Selalu Sulit Dikalahkan

Manchester - Manchester City akan menjamu Chelsea di lanjutan Liga Inggris. Bek The Citizens Jesus Navas mengungkapkan bahwa tim besutan Jose Mourinho selalu sulit dikalahkan.

City saat ini sedang berada di posisi bagus di Premier League. Mengumpulkan 53 poin, tim besutan Manuel Pellegrini itu ada di puncak klasemen Liga Ingris, unggul satu poin dari Arsenal dan tiga poin dari The Blues.

Kemenangan 5-1 atas Tottenham Hotspur di laga tengah pekan ini yang mengantarkan City memuncaki klasemen Liga Inggris.

Satu ujian berat bakal dilakoni City saat menjamu 'Si Biru' di Etihad Stadium, Selasa (4/2/2014) dinihari WIB. Navas yang sudah kenal gaya permainan tim besutan Mourinho semasa merumput di Spanyol, sadar bahwa laga melawan Chelsea akan menjadi pertandingan berat.

"Jika Anda ingin menjadi penantang semua gelar juara, maka Anda harus siap dengan pekan seperti ini, atau bulan yang sangat menuntut performa bagus dan Anda mempunyai laga penting," kata Navas di Sky Sports.

"Tapi, kami bekerja sangat keras dan saya pikir kami sudah bersiap untuk menghadapi tim manapun."

"Tim yang diasuh Mourinho bekerja sangat keras, semua pemainnya. Dia memiliki suatu hal yang istimewa, mental juara, jadi selalu menjadi laga sulit untuk bertemu tim yang di asuh Mourinho," imbuhnya.

Thursday, January 30, 2014

Cristiano Ronaldo: Sepakbola Butuh Radamel Falcao


Ronaldo berharap Falcao bisa ikut serta di Piala Dunia Brasil
Cristiano Ronaldo mendoakan mantan rivalnya di La Liga, Radamel Falcao, segera pulih karena sepakbola membutuhkannya di Piala Dunia. 

Penyerang AS Monaco dipastikan menepi di sisa kompetisi setelah mengalami cedera ligamen awal bulan ini, bahkan terancam absen di skuat Kolombia pada turnamen musim panas di Brasil. 

Namun, dokter yang mengoperasi eks Atletico Madrid mengklaim dia berpeluang pulih sebelum Piala Dunia dan Ronaldo berharap Falcao bisa kembali tepat waktu untuk memeriahkan turnamen sepakbola terbesar. 

“Satu pesan yang dapat saya berikan kepadanya adalah saya tahu dia memiliki kekuatan dan keberanian,” kata kapten Portugal kepada RCN. 

“Saya harap dia pulih cepat karena sepakbola butuh Falcao. 

“Piala Dunia dan Kolombia menantinya. Saya harap dia segera pulih dan dapat kembali beraksi tepat waktu. Itu yang saya inginkan. Tetap kuat, Falcao.” 

Jordan Henderson Senang Berkembang Di Liverpool


Jordan Henderson berharap dapat terus berkembang dan menjadi pemain yang lebih baik di Liverpool.
Gelandang Liverpool Jordan Henderson mengatakan dirinya senang disebut jauh berkembang di Anfield, karena itulah yang ia terus upayakan di klub. 

Mantan pemain Sunderland tersebut nyaris hengkang dari klub pada musim panas 2012, tetapi ia menjadi salah satu pemain The Reds yang bermain paling konsisten musim ini.

"Tentu saja itu pujian [disebut sebagai pemain yang berkembang] tetapi itulah yang saya incar setiap kali saya bermain, dan itu adalah untuk berkembang," ujar Henderson seperti yang dilansir laman resmi klub.

"Itulah yang saya coba lakukan dan saya berlatih setiap hari dan datang untuk berusaha berkembang dan menjadi pemain yang lebih baik, jadi saya harus mengambil itu sebagai pujian.

"Dengan para staff dan pemain di sekitar kami, saya yakin dapat menjadi pemain yang lebih baik di sini, jadi saya hanya harus tetap bekerja keras dan saya harap dapat terus berkembang."

Nantes Negosiasikan Transfer Park Chu-Young


Bersama Nantes, kesempatan Park Chu-Young membela Korea Selatan di Piala Dunia 2014 jadi lebih tergaransi.
FC Nantes dilaporkan tengah menegosiasikan transfer Park Chu-Young, penggawa Arsenal.

Dengan minimnya jam terbang pemain internasional Korea Selatan itu di Emirates membuat kubu Nantes siap memanfaatkan momentum untuk menariknya ke Prancis. Sejauh ini, menurut sumber yang dekat dengan Park, klub Ligue 1 itu sedang berusaha membuat deal sebelum bursa transfer musim dingin rampung.

Pemain 28 tahun itu tak asing dengan Ligue 1 karena dirinya pernah membela AS Monaco. Kemungkinan dia kembali ke Prancis untuk memperkuat Nantes boleh jadi dapat menggaransi tempatnya di timnas Korsel yang akan berlaga di Piala Dunia 2014 Brasil musim panas mendatang.

Selain nama Park, The Canaries juga membidik Nabil Ghilas dari Porto.

Kiko Casilla Bagus Untuk Real Madrid


Penampilan heroik kiper tim Barcelona diyakini Rodriguez cocok 
Bek Espanyol Raul Rodriguez yakin rekan setimnya, Kiko Casilla, memiliki kemampuan untuk main di Real Madrid. 

Tim Catalan telah bertemu Los Blancos tiga kali bulan ini, dengan skuat Carlo Ancelotti menang 1-0 di setiap pertemuan baik di La Liga dan Copa del Rey. 

Meski kalah, Casilla tampil cukup mengesankan dengan melakukan serangkaian penyelamatan untuk menggagalkan peluang Cristiano Ronaldo dan membuat bintang Portugal frustrasi. 

“Dia membuat dua atau tiga penyelamatan bagus di 15 atau 20 menit pertama, ketika Madrid benar-benar menyerang,” kata Rodriguez secara eksklusif kepada Goal

“Dan dia memenangkan duel dengan Cristiano di tiga laga tanpa membiarkannya berhadapan di depan gawang. 

“Saya ingat satu kali ketika Ronaldo senyum setelah penyelamatan dari Casilla, karena dia berada enam yard dari gawang dan kemudian Kiko menyelamatkannya!” 

“Saya tak ingin melihat Casilla berada di gawang Real Madrid, karena itu artinya dia tidak bersama kami di Espanyol. Tapi tentu, dia memiliki kemampuan untuk main bersama Madrid. Tak perlu diragukan lagi!” lanjut Rodriguez. 

“Dia pemain besar, main di level tinggi. Dengan level dia bermain, dia bisa membela tim mana pun.” 

Agen Benarkan West Ham United Dekati Pablo Armero


The Hammers datang mendekat setelah Armero batal pindah ke Milan.
Luciano Ramalho selaku agen Pablo Armero mengonfirmasikan wing-back Napoli itu sudah mendapat tawaran dari West Ham United jelang berakhirnya jendela transfer bulan ini.

The Hammers datang mendekat setelah prospek kepindahan Armero ke AC Milan kandas lantaran Kevin Constant menolak dibarter dengan pemain Kolombia itu.

"Mereka [kedua klub] masih harus bertukar dokumen dan saya tak tahu kapan persisnya hal itu akan dirampungkan," ungkap Ramalho kepada CalcioNapoli24.it.

"Pablo mengapresiasi proposal dari klub Inggris tersebut dan ia menyukai gagasan bermain di Liga Primer."

"Namun, mari kita tunggu sebelum mengatakan hal lainnya. Bursa transfer seringkali tak bisa diprediksi."

Berpose dengan Jersey PSG dan Sarung, Fans Ini Berangkat ke Paris

 Jakarta - Pemenang kuis 'French Kick' yang diadakan oleh beIN Sports bekerja sama dengan Ligue 1 sudah diumumkan. Berfoto memakai jersey Paris Saint-Germain dan sarung, seorang fans pun berangkat ke Paris.

Sebuah kontes dengan cara mengunggah foto diri yang unik diadakan oleh beIn Sport untuk penggemarnya sejak akhir Desember tahun lalu. Pemenangnya ditentukan lewat sebuah voting.

Adalah Rusidi Agung Purnomo yang beruntung menjadi pemenang kuis itu. Fotonya mengenakan wig warna-warni, jersey PSG, dan sarung, bersama-sama anak kecil berhasil mendapatkan suara terbanyak.

Tak cuma menyaksikan laga PSG melawan Marseille di Parc des Princes pada awal Maret mendatang, Rusidi juga diganjar kesempatan menyaksikan sesi latihan serta bertemu langsung dengan Zlatan Ibrahimovic dkk.

"Ini adalah kesempatan sekali dalam seumur hidup untuk dapat menonton tim favorit saya secara langsung dan saya juga sangat berharap untuk menjadi bagian dari atmosfer pertandingan dan bertemu dengan beberapa pemain bintang dari PSG," ucap Rusidi dalam rilis yang diterima detikSport.

"Saya ingin mengucapkan terima kasih beIN SPORTS dan Ligue 1 untuk kesempatan langka untuk memenuhi impian saya menonton pertandingan kandang PSG," tambahnya.