Hendra mengaku sudah empat bulan tidak bertemu keluarga, dan menganggap pengorbanannya tak sia-sia.
Para penggawa timnas U-19 mendadak dielu-elukan atas torehan mereka di dua kompetisi regional tersebut. Seperti rekan-rekannya di satu tim, Hendra akan bertemu dengan petinggi di daerahnya masing-masing. Mereka menjadi kebanggaan daerahnya, sehingga diguyur bonus oleh pemerintah setempat.
“Saya tak memikirkan bonus. Setelah pulang dari Bantul, saya kembali fokus latihan. Saya harus menjaga kondisi sambil menunggu panggilan timnas. Saya belum tahu kapan dipanggil lagi untuk menjalani pelatnas,” ungkap Hendra.
Hendra berada di Bantul untuk memperkuat Persiraja Banda Aceh berlaga di play-off Indonesian Premier League (IPL) 2013. Sayangnya, Persiraja gagal lolos ke tiga besar. Dari tiga pertandingan di Grup L di Bantul, Persiraja selalu menelan kekalahan. Akibatnya, Persiraja kembali berkompetisi di Divisi Utama musim depan.
“Sayang kami gagal. Harus diakui, persaingan di Bantul sangat ketat. Semua diisi tim yang bagus-bagus. Sementara, Persiraja lebih mengandalkan pemain muda,” kata Hendra.
Demi memperkuat Persiraja di play-off IPL, Hendra belum bertemu dengan keluarganya di kampung halaman. Kondisi ini berbeda dibandingkan sebagian besar skuat timnas U-19 yang sudah menjalani liburan usai membela Garuda Jaya.
Selain itu, Hendra juga tak bisa pulang, mengingat jarak Banda Aceh dengan tempat tinggalnya di Kabupaten Fajar terhitung cukup jauh.
“Bila naik bus, perjalanan yang ditempuh sampai 10 jam. Berangkat sore, sampai di kampung saya sudah pagi hari. Ayah dan ibu tidak bisa ke Banda Aceh. Sementara, saya juga tak bisa meninggalkan tim, karena mempersiapkan diri ke play-off,” ucap Hendra.
“Kalau dihitung-hitung, saya sudah empat bulan tidak bertemu keluarga sejak menjalani pelatnas di Yogyakarta. Tapi kerinduan itu tak sia-sia. Indonesia juara di Piala AFF U-19 dan juga lolos ke putaran final Piala Asia U-19. Saya bangga ikut meloloskan Indonesia ke Asia,” jelasnya. (gk-51)

No comments:
Post a Comment