Fu Bo lebih hati-hati dalam membuat program latihan agar tidak ada lagi pemain yang tumbang.
Cina dipastikan tidak diperkuat tiga pilarnya ketika berhadapan dengan timnas senior, yakni duo Guangzhou Evergrande Zhao Xuri dan Zhang Linpeng, serta Sun Ke (Jiangsu Sainty).
Xuri cedera akibat merayakan selebrasi berlebihan di China Super League (CSL). Sedangkan Linpeng mendapat cedera engkel saat berhadapan dengan Kashiwa Reysol di Liga Champions Asia. Sementara Sun Ke dirawat di rumah sakit akibat radang paru-paru.
“Deretan cedera yang menghantam tim di menit-menit terakhir tentunya menjadi hantaman besar, lebih dari sekadar fenomena cedera biasa. Terlalu banyak pemain yang cedera. Ini membuat sakit kepala,” ujar Fu Bo memperlihatkan rasa frustrasinya dilansir Xinhua.
“Menjelang berakhirnya liga, pemain memang membutuhkan pemeriksaan fisik dan psikologi. Kami berusaha meresponnya dengan positif, termasuk memanggil pemain baru. Mereka berlatih menggantikan pemain yang cedera, serta harus menyesuaikan diri lagi. Saya juga harus lebih berhati-hati, agar tak ada pemain cedera lagi.”
Kendati dipusingkan dengan cedera pemain, Fu Bo tetap menyimpan keyakinan tim besutannya mampu mendapatkan hasil bagus dari dua laga melawan Indonesia. Usai tandang ke Jakarta, Cina menjamu Indonesia satu bulan kemudian.
“Kekuatan menjadi perhatian utama. Sekali pun kami kehilangan sejumlah pemain, kita semua tahu kekuatan sebuah tim tak bergantung kepada pemain. Jika tidak, kami tak mungkin bisa mengalahkan Prancis [di laga uji coba],” kata Fu Bo.
“Tapi kami membutuhkan kemenangan dari dua pertandingan melawan Indonesia. Seorang pelatih harus bisa menghadapi tanggung jawab dan tekanan.”

No comments:
Post a Comment