Manchester : Performa
Manchester United di bawah penanganan David Moyes yang menjadi suksesor
Sir Alex Ferguson turun drastis. Penampilan MU tidak stabil sejak awal
musim 2013-2014 berlangsung. MU yang berstatus sebagai juara bertahan
seakan kehilangan penampilan terbaiknya seperti musim lalu.
Hingga pekan ke-17 Liga Premier, klub berjuluk The Red Devils
itu berada di peringkat kedelapan dengan 28 poin. MU tertinggal delapan
poin dari seteru abadinya, Liverpool, yang kokoh di puncak klasemen
dengan 36 poin.
Buruknya penampilan MU membuat Gary Neville pesimistis bekas klubnya itu dapat mempertahankan gelar juara. Dikutip dari Thesportreview.com, Selasa (25/12/2013), Neville mengatakan apabila MU berada dalam tekanan yang berat.
"Apabila
ada sebuah klub yang tidak stabil, maka mereka akan berada dalam
tekanan, bahkan hanya untuk menempati peringkat keempat atu kelima.
(Manchester) United harus menjalani sisa musim ini tanpa kekalahan, dan
itu tidak terbayangkan," ujar Neville.
"Saya pikir akan banyak
pertanyaan untuk saat ini. Akan tetapi, apabila mereka bisa memenangkan
tiga pertandingan ke depan, dengan Chelsea melawan Liverpool, Liverpool
berhadapan dengan City, dan Chelsea yang berimbang melawan Arsenal, lalu
mereka hanya bisa berbagi angfka, maka anda bisa memangkas enam atau
tujuh poin di akhir tahun ini," Neville menjelaskan.
Tapi yang
pasti, peluang MU untuk menjadi juara benar-benar tipis. Apabila MU
ingin menjadi juara, maka klub yang telah meraih 20 gelar juara Liga
Premier itu tidak boleh menelan satu kekalahan pun di 18 pertandingan
yang tersisa di Liga Premier musim ini. Minimal, MU harus bisa
memenangkan 15 pertandingan dan tiga lainnya berakhir imbang.

No comments:
Post a Comment