Pencarian Data

Friday, December 20, 2013

SEA Games XXVII - Indonesia Diprediksi Kalahkan Thailand via Adu Penalti

Jakarta - Timnas U-23 Indonesia meraih medali emas usai mengalahkan Thailand di final lewat drama adu penalti. Begitulah prediksi eks pemain timnas saat meraih medali emas di tahun 1991, Sudirman.

Indonesia berhasil melenggang ke babak final usai mengalahkan Malaysia di semifinal Kamis (19/12) kemarin. Kurnia Meiga dkk. menang adu penalti 4-3, setelah kedua tim bermain imbang 1-1 selama 120 menit.

Pencapaian tersebut sama persis saat SEA Games 1991 yang ketika itu Indonesia menghadapi Thailand di babak final. Ferril Raymond Hattu dkk sukses meraih medali emas lewat drama adu penalti 4-3. Hasil tersebut menjadi kemenangan terakhir Indonesia di SEA Games.

Sudirman yang menjadi salah satu pemain di laga tersebut melihat kondisi Indonesia saat ini sama dengan situasi yang dialami pasukannya. Dalam keadaan yang tidak diunggulkan, tim 'Merah-Putih' justru menang.

"Situasinya hampir sama. Kami dulu tidak diunggulkan sementara Thailand ketika itu sangat diunggulkan. Karena waktu penyisihan mereka menang lebih banyak. Tapi kami bisa menang lewat adu penalti," ujar Sudirman saat dihubungi wartawan, Jumat (20/12).

''Tapi memang kami harus mengakui produktivitas Indonesia saat ini kurang. Itu artinya harus ada strategi yang dipersiapkan pelatih bahwa koordinasi di lini belakang harus baik. Paling tidak, tidak boleh kalah. Harus imbang 0-0 atau berapa," sambungnya.

Menurutnya, Indonesia kemungkinan besar akan bertahan imbang hingga 90 menit. Hal itu dilihatnya dari cara permainan beberapa laga sejauh ini. Oleh sebab itu, dia menyebut adu penalti kemungkinan besar bakal terjadi.

"Saya melihat Kurnia Meiga sedang on fire. Dia mampu menahan dua tendangan penalti. Pemain-pemain belakang Indonesia sudah lumayan dibanding di dua laga awal," paparnya.

"Kekuatan Thailand sekarang lebih bermain organisasi. Kalau dulu mengandalkan kecepatan dan pemainnya lebih cepat. Kalau sekarang lebih banyak menunggu dan counter attack. Di penyisihan Indonesia terjerat gaya main mereka. Timnas bermain terbuka. Makanya, kali ini kalau bisa pertahanan lebih rapat."

"Dengan begitu peluang penalti bisa didapatkan dan kemungkinan juara besar. Karena saya melihat Kurnia Meiga main bagus saat adu penalti. mungkin dengan adu penalti Indonesia bisa mengulang kejayaan tahun 91,'' simpulnya.

No comments: