London : Arsenal
tengah bukan tidak mungkin akan menjalani musim kompetisi yang indah.
Buktinya, walau baru menelan malu saat dikalahkan Manchester City di
pekan ke-16 dengan skor telak 6-3, klub berjuluk The Gunners itu masih berpeluang untuk kembali menempati puncak klasemen sementara Liga Premier Inggris.
Saat ini Arsenal memang berada di peringkat ketiga
dengan torehan poin 35. Sementara di puncak klasemen ada Liverpool yang
sama impresifnya dengan 36 poin. Liverpool bisa saja turun ke peringkat
kedua, sebab Arsenal belum menjalani laga ke-17.
Namun, Arsenal
harus menjalani laga yang cukup sulit di pekan ke-17, yakni melawan rival sekotanya, Chelsea, dalam laga bertajuk Derby London. Arsenal akan
menjamu Chelsea di Emirate Stadium, Senin (22/12/2013) atau Selasa
(23/12/2013) dinihari WIB.
Pertandingan nanti bakal jadi ujian
berat untuk Arsenal, terutama bagi sang manajer, Arsene Wenger. Wenger
bisa bernafas lega seandainya yang jadi lawannya adalah Chelsea seperti
musim lalu.
Musim ini, Derby London punya cerita berbeda setelah
pemilik Chelsea, Roman Abramovich, rujuk dengan Jose Mourinho yang
diboyong dari Real Madrid di bursa transfer musim panas lalu. Melawan
Mourinho adalah mimpi buruk untuk Wenger. Apa sebab?
Wenger
memiliki pengalaman pahit ketika bertemu Mourinho, kala manajer asal
Portugal itu masih menjabat sebagai Chelsea di awal hingga pertengahan
tahun 2000-an. Wenger belum pernah mengecap kemenangan sekali pun dari
sembilan pertandingan yang pernah mempertemukan mereka.
Pertemuan
pertama antara Wenger dan Mourinho terjadi pada 12 Desember sembilan
tahun silam. Pertemuan pertama mereka berakhir dengan skor imbang 2-2.
Pertemuan kedua, 20 April 2005, pun kembali imbang, kali ini berakhir
tanpa gol.
Pertemuan ketiga jadi kali pertama kekalahan Wenger
dari Mourinho, saat Arsenal tumbang 2-1 dari Chelsea di ajang Community Shield, 21 Agustus 2005. Kekalahan kembali didapat Wenger, kali ini dua
kali berturut-turut, yakni pada 21 Agustus 2005 dengan skor 1-0, dan 0-2
pada 18 Desember 2005.
Pertemuan berikutnya, 18 Desember 2006 di
mana pertandingan berakhir imbang 1-1. Selanjutnya, kemenangan kembali
diraih Mourinho dengan skor tipis 2-1 di final Piala Liga, 25 Desember
2007.
Sedangkan di pertemuan kedua terakhir mereka Wenger hanya
bisa menelan hasil imbang 1-1 pada 6 Mei 2007, dan kalah 0-2 pada 29
Oktober lalu. Dengan demikian, Wenger belum bisa mengalahkan Mourinho
dalam sembilan pertemuan terakhir.
Oleh sebab itu, bukan tidak
mungkin Wenger akan kembali menelan hasil buruk saat bertemu Mourinho.
Namun, bola itu bundar, jika Wenger berhasil mendapatkan komposisi dan
strategi terbaik untuk Arsenal, tidaklah mustahil kutukan Mourinho akan
berakhir.

No comments:
Post a Comment