Pencarian Data

Tuesday, January 21, 2014

Allardyce Akui Buruknya Pertahanan West Ham

London - Bertekad mengalahkan Manchester City demi menjaga harga diri, West Ham United malah kalah telak lagi dari City. Manajer Sam Allardyce menyalahkan buruknya pertahanan The Hammers setelah kekalahan ini.

Usai kalah 0-6 di kandang City di leg pertama semifinal Piala Liga Inggris, West Ham memang menyadari bahwa peluang mereka untuk lolos ke final sangat tipis. Meski demikian, mereka tetap ingin menang di leg kedua demi menjaga harga diri di depan suporternya.

Tapi, ambisi tersebut tak terwujud. Pada pertemuan kedua di Boleyn Ground, Rabu (22/1/2014) dinihari WIB, West Ham menyerah dari City dengan skor 0-3.

Tiga gol City yang bersarang di gawang Jussi Jaaskelainen memang menunjukkan rapuhnya lini belakang West Ham. Pada gol pertama, Alvaro Negredo bisa berdiri begitu bebas di mulut gawang dan dengan leluasa menanduk umpan silang Marcos Lopes.

City kembali mengacak-acak pertahanan West Ham untuk menciptakan gol kedua. Lopes menggiring bola dari lini tengah dan melewati dua pemain, lalu memberikan si kulit bundar kepada Sergio Aguero. Aguero melakukan aksi serupa di kotak penalti, melewati dua pemain, sebelum menaklukkan Jaaskelainen.

Gol ketiga mirip dengan gol kedua. Kali ini, Negredo melakukan penetrasi ke kotak penalti West Ham dan Roger Johnson dan Matt Taylor tak bisa menghentikannya. Sentuhan terakhir Negredo memaksa Jaaskelainen kembali memungut bola dari dalam gawangnya.

Hasil ini membuat West Ham tersingkir di babak semifinal dengan kekalahan agregat 0-9, yang merupakan sebuah rekor tersendiri.

"Hal paling mengecewakan adalah yang dilakukan unit pertahanan dalam beberapa menit pertama," ujar Allardyce kepada Sky Sports.

"Man City adalah sebuah tim super. Tapi, itu bukanlah gol super. Pertahanan tidak dilakukan dengan tepat dan itu sangat mengecewakan," imbuhnya.

"Pada level ini, Anda tak boleh melakukan kesalahan sampai level yang kami lakukan. Terlalu banyak kesalahan di wilayah permainan sendiri," kata Allardyce.

No comments: