Madrid : Cerita santai tapi serius di balik
kemenangan tiga gol tanpa balas yang dipetik Real Madrid saat menjamu
Celta Vigo di Estadio Santiago Bernabeu semalam.
Pemain sayap Los Blancos asal Argentina,
Angel Di Maria, tertangkap basah kamera televisi melakukan aksi tak
terpuji alias buruk, saat dirinya ditarik keluar lapangan di pertengahan
babak kedua.
Insiden tersebut terjadi di menit ke-64. Melihat
masih mandulnya lini depan Madrid, pelatih Carlo Ancelotti memutuskan
memasukkan dua pemain baru dalam rentang tiga menit, yaitu Jese
Rodriguez menggantikan Isco, dan Gareth Bale menggantikan Di Maria.
Keputusan yang jitu. Dua menit setelah Jese dan Bale masuk, Karim
Benzema membuka keran gol Madrid.
Kebijakan Ancelotti menarik
keluar Di Maria memang sangat beralasan. Sepanjang pertandingan, mantan
pemain Benfica ini gagal menampilkan permainan terbaiknya.
Tak ada crossing
silang maut yang biasanya dilontarkan Di Maria pada Benzema atau
Cristiano Ronaldo. Karena itulah, tak heran jika publik Bernabeu
mencemooh Di Maria saat Ancelotti menggantikannya dengan Bale.
Rupanya,
emosi Di Maria terpancing. Meski sempat membalas sambutan fans Madrid
dengan senyuman, usai berjabat tangan dengan Bale, Di Maria tampak
melakukan aksi nakal yang tak terpuji, yaitu dengan memegang (maaf) alat
vitalnya. Aksi ini tertangkap kamera. Kontroversi aksi Di Maria pun
mulai merebak.
Yang menarik, Ancelotti yang berdiri di bench mengaku tak melihat gesture yang ditunjukkan Di Maria. Tampak jelas Ancelotti berupaya meredam kasus ini dengan melontarkan pujian pada Di Maria.
"Ia
(Di Maria) mencoba bermain seperti yang ditampilkan para pemain
lainnya. Memang, terkadang siulan berdampak positif. Buktinya, performa
tim jadi meningkat," terang Ancelotti seperti yang dikutip AS.
Meski
demikian, Ancelotti menilai Di Maria telah melakukan kesalahan jika
terbukti membuat aksi tak terpuji dengan niat membalas siulan atau
cemoohan para fans klub. “Saya menjabat tangannya, namun saya tak
melihatnya (aksi memegang kemaluannya). Siapapun pastinya pernah membuat
kesalahan. Namun, jika ia membalas sambutan publik dengan melakukannya
(aksi tersebut), maka hal itu adalah kesalahan lainnya,” tegas
Ancelotti.
Bukan kali ini saja Di Maria berulah. Sebelum winter break saat Madrid berkunjung ke Estadio El Sadar, markasnya Osasuna pada 16 Desember 2013 lalu, Di Maria bereaksi negatif saat mendapat instruksi dari asisten Ancelotti: Paul Clement dan Zinedine Zidane, untuk melakukan pemanasan.
Perbuatan Di Maria diyakini dipicu dari kekecewaannya dengan kebijakan Ancelotti yang kerap lebih memilih Bale sebagai starter.
Aksi nakal semalam bakal kembali memicu spekulasi hengkangnya Di Maria
dari Bernabeu di bursa transfer musim dingin Januari ini.

No comments:
Post a Comment