Abuja - Federasi Sepakbola Nigeria (NFF) melarang kunjungan istri dan kekasih para pemain ke hotel tempat timnas menginap selama Piala Dunia 2014 Brasil. Pengalaman buruk pada gelaran serupa 1994 menjadi cerminan.
Nigeria mulus melaju ke putaran final Piala Dunia 2014 Brasil, setelah tidak terkalahkan di babak kualifikasi Zona Afrika. Dalam drawing yang kemudian digelar, tim besutan Stephen Kenshi itu tergabung pada Grup F bersama Argentina, Bosnia-Herzegovina dan Iran.
Nigeria menyimpan harapan untuk melangkah lebih jauh dari babak 16 besar pada Piala Dunia di Brasil yang bergulir 12 Juni sampai 13 Juli mendatang. Babak perdelapanfinal sejauh ini memang menjadi raihan terbaik tim berjuluk 'Elang Super' itu, yakni saat Piala Dunia digelar di Amerika Serikat tahun 1994. Ketika itu mereka tersingkir setelah dikalahkan juara bertahan Italia dengan 1-2.
"Kami mempunyai pedoman yang disebut kode etik dan apapun yang tak diijinkan tak akan diijinkan pula di camp. Panduan itu tak mempunyai ruang untuk kunjungan dan saya yakin tim akan lebih bagus tanpa itu," kata chairman komite teknik NFF, Chris Green, yang didampingi komute media Emeka Inyama kepada Paunch.
"Kesalahan pada Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat muncul saat Westerhoff mengijinkan timnas menerima istri dan kekasih setelah pertandingan lawan Yunani."
"Setelah itu kami kalah dari Italia dan tak seorangpun yang bisa menunjukkan camp terbuka bisa membantu Eagles bisa mendapatkan hasil lebih baik. Itu justru mengacaukan," jelas Green.
Seks sebelum pertandingan menjadi pembahasan menarik dalam beberapa event Piala Dunia dan Piala Eropa terakhir. Beberapa pesepakbola seperti Pele dan Ronaldo menganggap seks justru bisa membantu meningkatkan performa di atas lapangan.

No comments:
Post a Comment