Ligaasia adalah agen bola terpercaya dan bertanggung jawab berlisensi Super Master yang melayani pembuatan account di Situs Perusahaan Betting Internasional.
Pencarian Data
Friday, February 28, 2014
Jelang Roma vs Inter - Di Olimpico, Inter Ingin Ulangi Performa Saat Lawan Fiorentina
Rodgers Ingatkan Liverpool Agar Tak Berpuas Diri
Jelang Fulham vs Chelsea - Chelsea Waspadai Fulham yang Usung Misi 'Bertahan Hidup'
Jelang Roma vs Inter - Garcia Tak Mau Kecolongan oleh Inter yang Sedang Diselimuti Atmosfer Positif
Michel Platini: Kutukan Liga Champions Belum Berakhir
Presiden UEFA Michel Platini meragukan Bayern Munich akan mampu menjuarai lagi Liga Champions di musim ini. Menurutnya, kutukan turnamen sejak berformat Liga Champions itu masih belum akan berakhir di mana sebuah tim tak pernah sanggup mempertahankan trofi yang diraih di musim sebelumnya.
Seperti diketahui, Bayern sukses merengkuh trofi Liga Champions musim lalu dengan membekuk Borussia Dortmund di final. Kini, The Bavarians masih belum tersingkir dan tetap difavoritkan juara lagi.
Meski demikian, Platini menyebut Bayern tidak akan mampu mematahkan kutukan ini dan sebaliknya mendukung prospek Paris Saint-Germain untuk memboyong Si Kuping Lebar pada Mei mendatang.
“Hal sama terjadi tiga tahun lalu dalam diri Barcelona. Dan tetap saja tidak akan pernah ada tim yang sanggup memenangi Liga Champions dua musim beruntun,” tegas pria berusia 58 tahun ini.
“Akhir-akhir ini, sepakbola berada dalam periode yang terglobalisasi. Bayern dilatih orang Spanyol dan tim-tim seperti Chelsea atau Arsenal sudah tidak bermain dengan style Inggris.”
“Semua orang kini menganggap PSG bisa memenanginya [Liga Champions]. Jika saya mengatakan tidak, maka orang-orang akan membunuh saya. Dan jika saya mengatakan mereka bisa melakukannya, orang-orang akan menganggap saya pro-Qatar,” tambahnya.
Seperti diketahui, Bayern sukses merengkuh trofi Liga Champions musim lalu dengan membekuk Borussia Dortmund di final. Kini, The Bavarians masih belum tersingkir dan tetap difavoritkan juara lagi.
Meski demikian, Platini menyebut Bayern tidak akan mampu mematahkan kutukan ini dan sebaliknya mendukung prospek Paris Saint-Germain untuk memboyong Si Kuping Lebar pada Mei mendatang.
“Hal sama terjadi tiga tahun lalu dalam diri Barcelona. Dan tetap saja tidak akan pernah ada tim yang sanggup memenangi Liga Champions dua musim beruntun,” tegas pria berusia 58 tahun ini.
“Akhir-akhir ini, sepakbola berada dalam periode yang terglobalisasi. Bayern dilatih orang Spanyol dan tim-tim seperti Chelsea atau Arsenal sudah tidak bermain dengan style Inggris.”
“Semua orang kini menganggap PSG bisa memenanginya [Liga Champions]. Jika saya mengatakan tidak, maka orang-orang akan membunuh saya. Dan jika saya mengatakan mereka bisa melakukannya, orang-orang akan menganggap saya pro-Qatar,” tambahnya.
Mats Hummels Segera Tampil Untuk Borussia Dortmund
Bek Borussia Dortmund Mats Hummels kini telah menunjukkan perkembangan terkait kondisi cedera yang memaksanya absen sejak November tahun lalu.
Bek sentral berusia 25 tahun tersebut sebelumnya sempat melakoni comeback melawan Eintracht Braunschweig dalam lanjutan Bundesliga Jerman di awal Februari.
Namun malang tak dapat ditolak, Hummels langsung mendapatkan cedera di kaki kanannya dalam sebuah laga persahabatan melawan Fortuna Dusseldorf pada Selasa (4/2), yang mana memaksanya absen selama setengah bulan.
Kini, Jurgen Klopp selaku pelatih Dortmund menegaskan jika pemain internasional Jerman tersebut sudah menunjukkan kepulihan dan mungkin bisa diturunkan untuk laga akhir pekan ini.
“Dia [Hummels] sudah berlatih secara normal sejak Rabu, dan saya rasa semuanya baik-baik saja,” ujar Klopp dalam sebuah sesi konferensi pers.
Di laga selanjutnya, Die Borussen bakal menghadapi tantangan dari FC Nurnberg dalam lanjutan Bundesliga spieltag 23.
Bek sentral berusia 25 tahun tersebut sebelumnya sempat melakoni comeback melawan Eintracht Braunschweig dalam lanjutan Bundesliga Jerman di awal Februari.
Namun malang tak dapat ditolak, Hummels langsung mendapatkan cedera di kaki kanannya dalam sebuah laga persahabatan melawan Fortuna Dusseldorf pada Selasa (4/2), yang mana memaksanya absen selama setengah bulan.
Kini, Jurgen Klopp selaku pelatih Dortmund menegaskan jika pemain internasional Jerman tersebut sudah menunjukkan kepulihan dan mungkin bisa diturunkan untuk laga akhir pekan ini.
“Dia [Hummels] sudah berlatih secara normal sejak Rabu, dan saya rasa semuanya baik-baik saja,” ujar Klopp dalam sebuah sesi konferensi pers.
Di laga selanjutnya, Die Borussen bakal menghadapi tantangan dari FC Nurnberg dalam lanjutan Bundesliga spieltag 23.
Adel Taarabt Ingin Jadi Lionel Messi Di AC Milan
Adel Taarabt mengutarakan kekagumannya kepada Lionel Messi dan bertekad menjadi bagian penting di AC Milan seperti halnya sang kapten Argentina di Barcelona.
Pemain 24 tahun tampil mengesankan di San Siro sejak bergabung sebagai pemain pinjaman dari QPR, setelah sempat tidak sukses di Fulham sebelum jeda musim dingin, dan dia kini bertekad pindah secara permanen untuk tim Clarence Seedorf.
“Saya tidak terkejut dengan penampilan di Milan sejauh ini. Saya tahu apa yang bisa saya lakukan dan saya merasa seperti pemain penting di Milan,” Taarabt kepada La Gazzetta dello Sport.
“Saya ingin jadi Messi-nya Milan. Pemain seperti Messi dan Cristiano Ronaldo adalah inspirasi. Saya belum berada di level mereka, tapi itu target saya untuk mencapai ke sana.
“Saya masih harus membuktikan diri sendiri, tapi saya yakin dengan kualitas sendiri.
“Ketika Milan memboyong saya, saya bicara kepada diri sendiri harus mengambil kesempatan ini dengan kedua tangan. Saya sudah membuang empat tahun dan tidak bisa lagi membuang-buang waktu,” lanjut pemain Maroko.
“Saya punya sedikit waktu untuk meyakinkan Milan, tapi saya ingin mengambil kesempatan ini.”
Taarabt terikat kontrak dengan QPR hingga Juni 2016, tapi Milan memiliki opsi memermanenkan statusnya di akhir musim.
Pemain 24 tahun tampil mengesankan di San Siro sejak bergabung sebagai pemain pinjaman dari QPR, setelah sempat tidak sukses di Fulham sebelum jeda musim dingin, dan dia kini bertekad pindah secara permanen untuk tim Clarence Seedorf.
“Saya tidak terkejut dengan penampilan di Milan sejauh ini. Saya tahu apa yang bisa saya lakukan dan saya merasa seperti pemain penting di Milan,” Taarabt kepada La Gazzetta dello Sport.
“Saya ingin jadi Messi-nya Milan. Pemain seperti Messi dan Cristiano Ronaldo adalah inspirasi. Saya belum berada di level mereka, tapi itu target saya untuk mencapai ke sana.
“Saya masih harus membuktikan diri sendiri, tapi saya yakin dengan kualitas sendiri.
“Ketika Milan memboyong saya, saya bicara kepada diri sendiri harus mengambil kesempatan ini dengan kedua tangan. Saya sudah membuang empat tahun dan tidak bisa lagi membuang-buang waktu,” lanjut pemain Maroko.
“Saya punya sedikit waktu untuk meyakinkan Milan, tapi saya ingin mengambil kesempatan ini.”
Taarabt terikat kontrak dengan QPR hingga Juni 2016, tapi Milan memiliki opsi memermanenkan statusnya di akhir musim.
Alejandro Sabella Beri Penghormatan Untuk Javier Zanetti
Pelatih timnas Argentina Alejandro Sabella memuji setinggi langit kapten FC Internazionale Javier Zanetti. Lebih dari itu, sang jutu taktik memberikan penghormatannya khusus untuk legenda Argentina tersebut.
Sabella saat ini berada di Italia untuk membidik pemain-pemain Argentina yang akan dipanggilnya masuk ke skuat jelang menghadapi Piala Dunia 2014 Brasil.
Dalam kesempatan itu, Sabella tak luput mengutarakan puja-pujinya untuk sosok ikonik milik Nerazzurritersebut.
"Zanetti? Kami semua bangga padanya. Dia adalah duta besar bagi rakyat Argentina dan panutan yang patut untuk diikuti," ujar Sabella.
"Javier adalah seorang pemain yang sensasional, lebih dari itu dia adalah sosok pria yang sangat baik."
Disinggung kenapa Carlos Tevez tidak masuk dalam skuatnya, Sabella diam seribu bahasa.
"Tevez? No comment," tukasnya.
Sabella saat ini berada di Italia untuk membidik pemain-pemain Argentina yang akan dipanggilnya masuk ke skuat jelang menghadapi Piala Dunia 2014 Brasil.
Dalam kesempatan itu, Sabella tak luput mengutarakan puja-pujinya untuk sosok ikonik milik Nerazzurritersebut.
"Zanetti? Kami semua bangga padanya. Dia adalah duta besar bagi rakyat Argentina dan panutan yang patut untuk diikuti," ujar Sabella.
"Javier adalah seorang pemain yang sensasional, lebih dari itu dia adalah sosok pria yang sangat baik."
Disinggung kenapa Carlos Tevez tidak masuk dalam skuatnya, Sabella diam seribu bahasa.
"Tevez? No comment," tukasnya.
Francesco Guidolin Ingin Latih Tim Luar Italia
Pelatih Udinese Francesco Guidolin tak segan menyatakan ambisinya kelak melatih tim dari luar Italia.
Pria 58 tahun ini sejatinya sempat merasakan petualangan karier di luar negeri dengan melatih klub Prancis, AS Monaco, di periode 2005/06.
Kini, Guidolin menyatakan kesiapannya suatu saat nanti kembali merasakan memoles tim dari belahan Eropa lainnya.
"Saya ingin bertahan di sini, di Udinese sampai berakhirnya karier saya di Italia," ujar Guidolin dikutipTribalfootball.
"Namun saya ingin menuntaskan karier saya sebagai pelatih di luar negeri," jelas sang juru taktik.
Pria 58 tahun ini sejatinya sempat merasakan petualangan karier di luar negeri dengan melatih klub Prancis, AS Monaco, di periode 2005/06.
Kini, Guidolin menyatakan kesiapannya suatu saat nanti kembali merasakan memoles tim dari belahan Eropa lainnya.
"Saya ingin bertahan di sini, di Udinese sampai berakhirnya karier saya di Italia," ujar Guidolin dikutipTribalfootball.
"Namun saya ingin menuntaskan karier saya sebagai pelatih di luar negeri," jelas sang juru taktik.
Francesco Guidolin Minta Presiden Klub Tidak Berisik
Pelatih Udinese Francesco Guidolin secara blak-blakan mengkritik presiden klub Giampaolo Pozzo atas sikapnya yang terlalu vokal.
Sang patron baru-baru ini kerap mengeluhkan minimnya dukungan dari fans Udinese ketika tim bermain di kandang sendiri. Guidolin menyatakan ketidaksenangannya karena menilai Pozzo terlalu berisik. Dalam pandangan Guidolin, justru fans selalu berada di belakang tim.
"Saya tidak suka semua keluhannya," tukas Guidolin.
"Saya mengendalikan para fans yang mengikuti kami di laga kandang maupun tandang dan mendukung kami dalam kondisi bagaimanapun dengan perhatian yang tinggi."
"Tak semestinya saya bertanya-tanya kenapa fans begitu rendah kehadirannya ketika laga kandang. Saya sudah membaca beberapa alasan tapi saya tidak tahu yang sebetulnya," tandasnya.
Udinese saat ini bertengger di peringkat ke-12 dengan poin 28.
Sang patron baru-baru ini kerap mengeluhkan minimnya dukungan dari fans Udinese ketika tim bermain di kandang sendiri. Guidolin menyatakan ketidaksenangannya karena menilai Pozzo terlalu berisik. Dalam pandangan Guidolin, justru fans selalu berada di belakang tim.
"Saya tidak suka semua keluhannya," tukas Guidolin.
"Saya mengendalikan para fans yang mengikuti kami di laga kandang maupun tandang dan mendukung kami dalam kondisi bagaimanapun dengan perhatian yang tinggi."
"Tak semestinya saya bertanya-tanya kenapa fans begitu rendah kehadirannya ketika laga kandang. Saya sudah membaca beberapa alasan tapi saya tidak tahu yang sebetulnya," tandasnya.
Udinese saat ini bertengger di peringkat ke-12 dengan poin 28.
Thursday, February 27, 2014
Bagi Beckham, Ibra Salah Satu yang Terbaik di Dunia
Rodgers Isyaratkan Reina Tak Akan Kembali ke Liverpool
Kinerja Oke, Kontrak Sabatini Diperpanjang Roma
Loew Berharap Khedira Cepat Fit dan Bisa Tampil di Piala Dunia
Barcelona Bergerak Angkut Alen Halilovic
Barcelona dikabarkan bersiap untuk membuat pergerakan terkait transfer remaja berbakat milik Dinamo Zagreb, Alen Halilovic.
Pemain 17 tahun ini telah dipantau direktur Barca Andoni Zubizarreta ketika Dinamo bermain imbang 2-2 dengan Rijeka pada pekan ini, demikian ungkap Sport.
Halilovic mencetak dua gol dalam tempo tiga menit untuk menyeret timnya kembali bangkit di laga itu, dan Zubizarreta sempat mengatakan amat terkesan dengan pemandangan yang disuguhkan sang youngster.
Tottenham Hotspur juga dilaporkan menaksir bakat besar yang dimiliki Halilovic.
Pemain 17 tahun ini telah dipantau direktur Barca Andoni Zubizarreta ketika Dinamo bermain imbang 2-2 dengan Rijeka pada pekan ini, demikian ungkap Sport.
Halilovic mencetak dua gol dalam tempo tiga menit untuk menyeret timnya kembali bangkit di laga itu, dan Zubizarreta sempat mengatakan amat terkesan dengan pemandangan yang disuguhkan sang youngster.
Tottenham Hotspur juga dilaporkan menaksir bakat besar yang dimiliki Halilovic.
Brendan Rodgers: Jordan Henderson Pantas Dipanggil Timnas
Bos Liverpool Brendan Rodgers menilai panggilan timnas bagi Jordan Henderson merupakan hadiah atas performa mentereng dia belakangan ini.
Henderson telah tampil konsisten sepanjang musim ini, dan dia masuk dalam skuat The Three Lions yang akan tanding ujicoba dengan Denmark pada pekan depan.
"Ini adalah penampilan yang luar biasa, seberapa keras dia telah bekerja, namun yang terpenting seberapa sempurna dia bermain," ujar Rodgers di laman resmi klub.
"Inggris memiliki banyak gelandang bagus, banyak pemain hebat dan Jordan berada di antara mereka itu."
"Saya membaca komen beberapa minggu lalu dari Jack Wilshere yang berbicara mengenai Jordan dengan mengatakan dia mungkin jadi lawan yang paling sulit dihadapi karena seberapa keras dia berlari, bagaimana dia menekan dan seberapa bagus dia ketika menguasai bola," jelasnya.
Selain Henderson, Liverpool juga diwakili nama Raheem Sterling, Glen Johnson, Daniel Sturridge dan kapten Steven Gerrard bagi skuat Inggris.
Henderson telah tampil konsisten sepanjang musim ini, dan dia masuk dalam skuat The Three Lions yang akan tanding ujicoba dengan Denmark pada pekan depan.
"Ini adalah penampilan yang luar biasa, seberapa keras dia telah bekerja, namun yang terpenting seberapa sempurna dia bermain," ujar Rodgers di laman resmi klub.
"Inggris memiliki banyak gelandang bagus, banyak pemain hebat dan Jordan berada di antara mereka itu."
"Saya membaca komen beberapa minggu lalu dari Jack Wilshere yang berbicara mengenai Jordan dengan mengatakan dia mungkin jadi lawan yang paling sulit dihadapi karena seberapa keras dia berlari, bagaimana dia menekan dan seberapa bagus dia ketika menguasai bola," jelasnya.
Selain Henderson, Liverpool juga diwakili nama Raheem Sterling, Glen Johnson, Daniel Sturridge dan kapten Steven Gerrard bagi skuat Inggris.
Lawan Belanda, Prancis Tak Panggil Samir Nasri & Gael Clichy
Pelatih tim nasional Prancis melakukan manuver menjelang laga uji coba menghadapi Belanda pada tengah pekan depan.
Eks kapten Les Bleus tersebut memutuskan untuk tidak memanggil dua pemain Manchester City, Samir Nasri dan Gael Clichy, dan juga Eric Abidal dalam daftar 24 pemain untuk pertandingan uji coba menghadapi Oranje.
Selain itu, ia juga memanggil dua pemain debutan yaitu Antoine Griezmann, yang tampil memukau bersama Real Sociedad, dan Lucas Digne.
Berikut daftar skuat Prancis:
Kiper: Hugo Lloris, Steve Mandanda, Stephane Ruffier
Bek: Patrice Evra, Bacary Sagna, Mathieu Debuchy, Mamadou Sakho, Raphaël Varane, Laurent Koscielny, Lucas Digne, Eliaquim Mangala
Gelandang: Paul Pogba, Yohan Cabaye, Blaise Matuidi, Mathieu Valbuena, Antoine Griezmann, Dimitri Payet, Clement Grenier, Rio Mavuba, Moussa Sissoko, Franck Ribery
Penyerang: Karim Benzema, Olivier Giroud, Loic Remy
Eks kapten Les Bleus tersebut memutuskan untuk tidak memanggil dua pemain Manchester City, Samir Nasri dan Gael Clichy, dan juga Eric Abidal dalam daftar 24 pemain untuk pertandingan uji coba menghadapi Oranje.
Selain itu, ia juga memanggil dua pemain debutan yaitu Antoine Griezmann, yang tampil memukau bersama Real Sociedad, dan Lucas Digne.
Berikut daftar skuat Prancis:
Kiper: Hugo Lloris, Steve Mandanda, Stephane Ruffier
Bek: Patrice Evra, Bacary Sagna, Mathieu Debuchy, Mamadou Sakho, Raphaël Varane, Laurent Koscielny, Lucas Digne, Eliaquim Mangala
Gelandang: Paul Pogba, Yohan Cabaye, Blaise Matuidi, Mathieu Valbuena, Antoine Griezmann, Dimitri Payet, Clement Grenier, Rio Mavuba, Moussa Sissoko, Franck Ribery
Penyerang: Karim Benzema, Olivier Giroud, Loic Remy
Nigel De Jong Betah Di AC Milan
Gelandang AC Milan Nigel de Jong mengungkapkan niatnya untuk bertahan bersama klub Serie A Italia tersebut selama beberapa tahun ke depan.
Pemain asal Belanda itu mendarat di San Siro dari Manchester City pada musim panas 2012 silam dan sejak itu ia menjadi salah satu pemain kunci di skuat Rossoneri.
De Jong telah tampil sebanyak 32 kali di semua kompetisi musim ini, namun meski timnya terpuruk di kompetisi Eropa dan domestik, eks pemain Ajax Amsterdam itu mengaku masih merasa betah bersama Milan.
"Saya ingin mencoba dan bertahan di Milan untuk empat atau lima tahun ke depan," ungkap De Jong kepada Bild.
Pemain berusia 29 tahun, yang terikat kontrak dengan Milan hingga Juni 2015, itu kemudian mengomentari situasi mantan klubnya di Bundesliga Jerman, yaitu Hamburg SV. De Jong berharap HSV mampu menghindari degradasi musim ini.
"Saya merasa sedih atas apa yang terjadi dengan HSV dalam beberapa bulan terakhir. Mereka adalah klub yang luar biasa dan saya tidak ingin mereka turun kasta," ujar De Jong.
Hamburg saat ini duduk di posisi 16 klasemen sementara Bundesliga Jerman dengan 19 poin dari 22 pertandingan.
Pemain asal Belanda itu mendarat di San Siro dari Manchester City pada musim panas 2012 silam dan sejak itu ia menjadi salah satu pemain kunci di skuat Rossoneri.
De Jong telah tampil sebanyak 32 kali di semua kompetisi musim ini, namun meski timnya terpuruk di kompetisi Eropa dan domestik, eks pemain Ajax Amsterdam itu mengaku masih merasa betah bersama Milan.
"Saya ingin mencoba dan bertahan di Milan untuk empat atau lima tahun ke depan," ungkap De Jong kepada Bild.
Pemain berusia 29 tahun, yang terikat kontrak dengan Milan hingga Juni 2015, itu kemudian mengomentari situasi mantan klubnya di Bundesliga Jerman, yaitu Hamburg SV. De Jong berharap HSV mampu menghindari degradasi musim ini.
"Saya merasa sedih atas apa yang terjadi dengan HSV dalam beberapa bulan terakhir. Mereka adalah klub yang luar biasa dan saya tidak ingin mereka turun kasta," ujar De Jong.
Hamburg saat ini duduk di posisi 16 klasemen sementara Bundesliga Jerman dengan 19 poin dari 22 pertandingan.
Fatih Terim: AC Milan Harus Proteksi Clarence Seedorf
Fatih Terim mendukung mindset menyerang yang diterapkan Clarence Seedorf di AC milan dan mendesak klub memproteksinya.
I Rossoneri, yang pernah bekerja sama secara singkat dengan Terim lebih dari satu dekade lalu, tengah membangun kekuatan baru dengan mantan gelandang mereka, Seedorf.
Bagi pelatih asal Turki, penunjukkan dan pendekatannya sejauh ini sudah benar.
“Clarence Seedorf bekerja dengan baik untuk berpikir besar, mencari gaya ofensif, bermimpi dengan enam pemain menyerang di lapangan,” ungkap Terim kepada Gazzetta dello Sport.
“Mereka mengkritik saya ketika saya memainkan Contra, Serginho, Rui Costa, Inzaghi dan Shevchenko di saat bersamaan. Tapi ini sepakbola Italia tidak untuk dibayangkan.
“Ketika Milan menjual Zlatan Ibrahimovic dan Thiago Silva, mereka menjanjikan proyek berbeda. Satu yang kurang ambisius.
“Sekarang, Silvio Berlusconi dan Adriano Galliani memutuskan untuk memulai dengan pelatih baru yang punya ide bagus. Tapi mereka harus sabar dan memproteksinya. Seedorf harus diberikan hak untuk membuat kesalahan.”
I Rossoneri, yang pernah bekerja sama secara singkat dengan Terim lebih dari satu dekade lalu, tengah membangun kekuatan baru dengan mantan gelandang mereka, Seedorf.
Bagi pelatih asal Turki, penunjukkan dan pendekatannya sejauh ini sudah benar.
“Clarence Seedorf bekerja dengan baik untuk berpikir besar, mencari gaya ofensif, bermimpi dengan enam pemain menyerang di lapangan,” ungkap Terim kepada Gazzetta dello Sport.
“Mereka mengkritik saya ketika saya memainkan Contra, Serginho, Rui Costa, Inzaghi dan Shevchenko di saat bersamaan. Tapi ini sepakbola Italia tidak untuk dibayangkan.
“Ketika Milan menjual Zlatan Ibrahimovic dan Thiago Silva, mereka menjanjikan proyek berbeda. Satu yang kurang ambisius.
“Sekarang, Silvio Berlusconi dan Adriano Galliani memutuskan untuk memulai dengan pelatih baru yang punya ide bagus. Tapi mereka harus sabar dan memproteksinya. Seedorf harus diberikan hak untuk membuat kesalahan.”
Nike Siapkan Sepatu Misterius Inovasi Terbaru
Produsen apparel ternama dunia Nike bersiap meluncurkan sepatu sepakbola revolusioner yang diberi nama "Magista".
Sebuah video teaser berisi cuplikan pemain-pemain terkenal sedang menguji coba sepatu tersebut sudah beredar di YouTube. Dalam video tersebut, gambar sepatu sengaja dikaburkan supaya memancing rasa penasaran. Keingintahuan fans pasti kian bertambah besar karena para pemain yang berkesempatan menguji sepatu misterius tersebut melontarkan pujian.
"Rasanya seperti mengenakan kaus kaki," kata gelandang Barcelona Andres Iniesta. Dalam video dengan ringan Iniesta berlari dan menendang bola. Mario Gotze dan Thiago Silva pun setuju. Begitu juga dengan Christian Eriksen dan Viktor Fischer yang mengatakan mengenakan sepatu baru tersebut seperti bermain dengan kaki telanjang.
Nike sendiri belum banyak memberi informasi detail tentang sepatu ini. Satu-satunya petunjuk adalah Magista menggunakan teknik Flyknit, atau seperti rancangan rajutan tangan yang juga diusung Nike untuk lini produk sepatu lari terbaru mereka.
Meski belum ada pengumuman resmi, media internasional menyebutkan inovasi terbaru Nike ini bakal diperkenalkan kepada dunia awal Maret mendatang.
Sebuah video teaser berisi cuplikan pemain-pemain terkenal sedang menguji coba sepatu tersebut sudah beredar di YouTube. Dalam video tersebut, gambar sepatu sengaja dikaburkan supaya memancing rasa penasaran. Keingintahuan fans pasti kian bertambah besar karena para pemain yang berkesempatan menguji sepatu misterius tersebut melontarkan pujian.
"Rasanya seperti mengenakan kaus kaki," kata gelandang Barcelona Andres Iniesta. Dalam video dengan ringan Iniesta berlari dan menendang bola. Mario Gotze dan Thiago Silva pun setuju. Begitu juga dengan Christian Eriksen dan Viktor Fischer yang mengatakan mengenakan sepatu baru tersebut seperti bermain dengan kaki telanjang.
Nike sendiri belum banyak memberi informasi detail tentang sepatu ini. Satu-satunya petunjuk adalah Magista menggunakan teknik Flyknit, atau seperti rancangan rajutan tangan yang juga diusung Nike untuk lini produk sepatu lari terbaru mereka.
Meski belum ada pengumuman resmi, media internasional menyebutkan inovasi terbaru Nike ini bakal diperkenalkan kepada dunia awal Maret mendatang.
'Perbedaan Kualitas Schalke dengan Madrid Terlihat Jelas'
Ronaldo: Madrid Kini di Ambang Kelolosan, Itu yang Terpenting
Mancini Nilai Galatasaray Tampil Lebih Sip di Babak Kedua
Istanbul - Skor akhir 1-1 melawan Chelsea cukup bikin Pelatih Galatasaray Roberto Mancini puas, meski ia juga berharap performa timnya di babak pertama bisa lebih baik lagi.
Tampil di Turk Telekom Arena, Kamis (27/2/2014) dinihari WIB, tuan rumah Galatasaray tertinggal lebih dulu dari Chelsea lewat gol Fernando Torres di menit ke-9.
Setelah melakukan sejumlah tekanan di babak kedua, Galatasaray baru bisa membalas lewat gol Aurelien Chedjou di menit ke-64 untuk membuat laga berakhir imbang.
"Pada akhirnya ini menjadi hasil yang bagus, kami harusnya bermain seperti yang kami perlihatkan di babak kedua. Kami tampil terlalu ke dalam di babak pertama," sebut Mancini di BBC.
"Di 20 menit pertama, kami kehilangan empat pemain dalam setiap penyerangan, mereka terus menyerang balik kami setiap saat dan dengan hal semacam itu tak mungkin melawan Chelsea," lanjutnya.
Utak-atik strategi itu sendiri juga membuat Mancini sudah melakukan pergantian pemain di menit ke-31 dengan memasukkan Yekta Kurtulus untuk menggantikan Izet Hajrovic.
"Saya menarik keluar Izet Hajrovic, dia tak tampil buruk tapi kami butuh gelandang lain. Skor 1-1 adalah hasil yang oke dan kami masih mempunyai peluang," tegas Mancini.
Tampil di Turk Telekom Arena, Kamis (27/2/2014) dinihari WIB, tuan rumah Galatasaray tertinggal lebih dulu dari Chelsea lewat gol Fernando Torres di menit ke-9.
Setelah melakukan sejumlah tekanan di babak kedua, Galatasaray baru bisa membalas lewat gol Aurelien Chedjou di menit ke-64 untuk membuat laga berakhir imbang.
"Pada akhirnya ini menjadi hasil yang bagus, kami harusnya bermain seperti yang kami perlihatkan di babak kedua. Kami tampil terlalu ke dalam di babak pertama," sebut Mancini di BBC.
"Di 20 menit pertama, kami kehilangan empat pemain dalam setiap penyerangan, mereka terus menyerang balik kami setiap saat dan dengan hal semacam itu tak mungkin melawan Chelsea," lanjutnya.
Utak-atik strategi itu sendiri juga membuat Mancini sudah melakukan pergantian pemain di menit ke-31 dengan memasukkan Yekta Kurtulus untuk menggantikan Izet Hajrovic.
"Saya menarik keluar Izet Hajrovic, dia tak tampil buruk tapi kami butuh gelandang lain. Skor 1-1 adalah hasil yang oke dan kami masih mempunyai peluang," tegas Mancini.
Subscribe to:
Comments (Atom)


























