Bingung dan Kesal, Laudrup Sebut Pemecatan Dirinya Konyol

Laudrup dipecat oleh Swansea tidak sampai sehari setelah chairman Huw Jenkins mengatakan bahwa pria asal Denmark masih dipercaya. Lewat situs resminya ketika itu, Swansea menyebut pihak klub dan Laudrup "berpisah jalan".
"Ini adalah keputusan yang kami ambil dengan berat hati," ujar Jenkins di situs resmi klub. "Tapi, ini adalah keputusan terbaik untuk Swansea City Football Club dan suporter kami," lanjutnya.
Laudrup mengaku heran --sekaligus kesal-- dengan pemecatan tersebut. Dia lantas mengeluarkan pernyataan lewat Asosiasi Manajer Liga Inggris dengan mengatakan akan menuntut Swansea.
Baru kali ini Laudrup membuka mulutnya secara langsung. Dia mengaku berterimakasih kepada para pengamat yang mempertanyakan pemecatannya, terlebih setelah dirinya sukses mengantarkan Swansea mendapatkan trofi major pertama dalam sejarah klub musim lalu.
Laudrup kemudian menceritakan bagaimana dia berjabat tangan dengan Jenkins, sepakat bahwa semuanya baik-baik saja, lalu pulang ke rumah hanya untuk melihat berita pemecatan dirinya sudah beredar di internet.
"Kami sepakat bahwa kami harus tetap bersama. Kami bejabat tangan dan dia bilang: 'Terima kasih banyak karena kamu ingin membantu klub ini.'. Sore harinya, ketika saya berbicara di telepon, saya menerima e-mail yang mengatakan lantaran pelanggaran kontrak, perjanjian kontrak dengan saya dibatalkan. Itu terjadi hanya beberapa jam setelah kami berjabat tangan dan, tentu saja, saya bingung," ungkap Laudrup di Guardian.
"Saya telepon balik dia dan saya bertanya, 'Ada apa?' setelah kami berdua sudah berjabat tangan dan sepakat soal semuanya. Tapi, dia bilang, 'Yah, setelah berpikir ulang' --sulit untuk mendengar apa yang dikatakan setelah itu.""Saya bertanya lagi, 'Apa maksudnya pelanggaran kontrak?' dan dia tidak bisa menjelaskannya. Dia tidak tahu apa maksudnya. Ketika saya sedang menelepon, istri saya mengatakan bahwa beritanya sudah tersebar di internet. Saya sudah dipecat."Beberapa media Wales mengabarkan bahwa sebenarnya terjadi perbedaan pendapat di antara para petinggi Swansea. Beberapa berniat mempertahankan Laudrup, sementara yang lain ingin mendepaknya. Nasi sudah menjadi bubur. Posisi Laudrup kini digantikan oleh bek dan eks kapten Swansea, Garry Monk. Yang tersisa hanya tinggal rasa kecewa dari Laudrup."Saya tidak tahu harus menggunakan kata 'konyol', 'luar biasa', atau yang lainnya. Saya tidak bisa menjelaskan semuanya," kata Laudrup.
No comments:
Post a Comment