Produktivitas Daniel Sturridge meningkat pesat sejak diboyong Liverpool dari Chelsea pada Januari tahun lalu.
Semasa berseragam Biru, Sturridge hanya mengoleksi total 15 gol dari 55 laga di semua ajang. Sementara dari 38 laga yang telah dimainkannya bersama The Reds pemain 24 tahun itu telah menggelontorkan 28 gol, dengan 17 di antaranya dibukukan musim ini.
Menurut Sturridge, itu terjadi karena, berbeda dengan Chelsea, Liverpool memberinya kepercayaan untuk bermain di posisi favoritnya, yaitu striker, sedangkan di Stamford Bridge ia lebih sering diplot di sayap.
"Saya tak pernah yakin apakah saya akan bermain sebagai striker di Chelsea karena orang-orang tak mempercayai saya," ungkapnya kepada Anfield Wrap.
"Saya kerap diminta untuk bermain di posisi berbeda dan melakukan pekerjaan untuk tim, tapi setelah bermain sebagai striker kemudian diminta untuk pindah dan bermain di sayap, keadaan akan selalu sulit, karena secara mental Anda akan bermain seperti yang selalu Anda tunjukkan sebelumnya dan saya bermain dengan insting."
"Saya pikir sekarang saya hanya bermain seperti ketika saya masih anak-anak tapi sebelumnya tak pernah berkesempatan melakukan itu. Ketika bermain sebagai winger di Chelsea saya terlalu banyak berpikir karena tak terbiasa melakukannya."
Semasa berseragam Biru, Sturridge hanya mengoleksi total 15 gol dari 55 laga di semua ajang. Sementara dari 38 laga yang telah dimainkannya bersama The Reds pemain 24 tahun itu telah menggelontorkan 28 gol, dengan 17 di antaranya dibukukan musim ini.
Menurut Sturridge, itu terjadi karena, berbeda dengan Chelsea, Liverpool memberinya kepercayaan untuk bermain di posisi favoritnya, yaitu striker, sedangkan di Stamford Bridge ia lebih sering diplot di sayap.
"Saya tak pernah yakin apakah saya akan bermain sebagai striker di Chelsea karena orang-orang tak mempercayai saya," ungkapnya kepada Anfield Wrap.
"Saya kerap diminta untuk bermain di posisi berbeda dan melakukan pekerjaan untuk tim, tapi setelah bermain sebagai striker kemudian diminta untuk pindah dan bermain di sayap, keadaan akan selalu sulit, karena secara mental Anda akan bermain seperti yang selalu Anda tunjukkan sebelumnya dan saya bermain dengan insting."
"Saya pikir sekarang saya hanya bermain seperti ketika saya masih anak-anak tapi sebelumnya tak pernah berkesempatan melakukan itu. Ketika bermain sebagai winger di Chelsea saya terlalu banyak berpikir karena tak terbiasa melakukannya."

No comments:
Post a Comment