Gol cepat Samuel Eto'o menyengat Chelsea untuk lolos ke babak perempat-final Liga Champions.
| PEMAIN TERBAIK | |
Samuel Eto'o | |
| Menit bermain | 85 |
| Gol | 1 |
| Assist | 0 |
| Tembakan (akurat) | 3 (1) |
| Umpan (% akurat) | 22 (82%) |
| Sentuhan | 37 |
| Umpan kunci | 2 |
| Dribling | 2 |
| Laporan Pertandingan | |
Bermain di kandang sendiri, para penggawa Si Biru tampil ngotot dan begitu maksimal. Galatasaray bahkan nyaris tak berkutik bahkan gagal melepaskan satu pun tembakan tepat sasaran ke gawang Petr Cech.
Selain kokoh di belakang, tim asuhan Jose Mourinho juga tajam di depan. Eden Hazard jadi pemain paling luar biasa dalam laga malam itu. Namun keberadaan Samuel Eto'o sebagai ujung tombak berarti krusial.
Gol cepat Eto'o di menit keempat jadi penyengat Chelsea untuk unggul seterusnya atas sang juara Turki.
Bermula dari kombinasi Eden Hazard - Oscar, bola akhirnya diarahkan ke jalur lari sang penyerang Kamerun. Tanpa pikir panjang, striker 32 tahun itu melepas sepakan keras yang tak mampu dihalau Fernando Muslera. Chelsea lantas unggul 1-0.
Kelolosan Chelsea pada akhirnya dipermak lebih indah dengan tambahan gol Gary Cahill. Mereka pun lolos ke perempat -final dengan agregat 3-1.
Sepanjang laga Eto'o benar-benar jadi penyempurna kombinasi emas Hazard dan Oscar. Ya, masalah klasik kedua pengatur serangan itu adalah efektifitas. Tak jarang Chelsea gagal menang atau bahkan kalah karena tak efektif di depan gawang, meski keduanya bermain apik.
Barcelona dan FC Internazionale sudah membuktikan bahwa Eto'o adalah jawaban tepat jika berbicara soal gol. Di tengah kemandulan Fernando Torres dan Demba Ba, kini The Blues tampaknya sudah menemukan kesuburan dalam diri Pantera Negra.

No comments:
Post a Comment