Pencarian Data

Monday, March 24, 2014

Momen Favorit Piala Dunia Anda: Dua Gol Zinedine Zidane


Dengan kariernya yang terkenal gemilang, agak ironis jika mengenang dua gol terpenting yang pernah diciptakan Zinedine Zidane justru terlahir dari kepalanya.

Seorang pemain yang berteknik jenius dan dikenal dengan sentuhan yang apik serta tendangan voli yang spektakuler. Tapi pada 12 Juli 1998 Zidane tampil mengemuka dengan melesakkan dua gol hasil sundulan kepala saat Prancis menundukkan Brasil 3-0 di final Piala Dunia.
PANDANGAN DARI PRANCIS
Oleh Johann Crochet | Goal Prancis
Itu momen yang sudah ditunggu lama oleh Les Bleus. Di era Michel Platini mereka menyaksikan sukses lepas dari genggaman pada dasawarsa 1980-an. Lebih manis lagi, sukses itu diraih di tanah sendiri dengan para pemain yang berasal dari latar belakang beragam. Sukses itu merefleksikan wajah baru Prancis yang multibudaya.

Skuat Aime Jacquet memulai turnamen dengan tekanan, tapi mereka mampu lolos dari fase grup sebelum mengalahkan Paraguay, Italia, dan Kroasia di babak gugur. Semuanya berkat pertahanan tangguh yang hanya kebobolan dua gol sepanjang turnamen. Rekor itu masih bertahan hingga sekarang.

Perjalanan ke final sendiri tidak banyak memunculkan cerita dari kubu tim Prancis, melainkan bintang Brasil Ronaldo. Dia mengemas empat gol sepanjang turnamen tetapi bermasalah dengan kondisi fisik sehingga diragukan tampil di final.

Meski Ronaldo dimainkan, dia tidak tampil dalam permainan terbaik. Sosoknya tergantikan Zidane yang muncul sebagai penentu pertandingan.

Pada menit ke-27, kebuntuan itu pecah. Dari sayap kanan, Emmanuel Petit melayangkan tendangan penjuru ke arah tiang dekat. Di sana Zidane berlari menyambutnya dan unggul duel dari Leonardo. Sundulan bintang Juventus itu menembus pojok gawang Brasil yang dikawal Claudio Taffarel.

Foto perayaan Zidane di pojok lapangan menyambut sorakan gembira suporter menjadi salah satu momen terbesar dalam kariernya.

Pukulan kedua diberikan Zidane 20 menit berselang atau saat babak pertama memasuki masa tambahan waktu. Kejadiannya identik. Dimulai dari tendangan penjuru, kali ini dari sisi yang lain, Youri Djorkaeff melayangkan bola ke tiang dekat. Kapten Brasil Dunga bertugas mengawal Zidane, tapi tak sanggup menghadang andalan Prancis itu. Lagi-lagi bola sundulan Zidane meluncur masuk gawang.

Petit menambahkan gol ketiga Prancis di pengujung pertandingan dan sudah bisa dipastikan Prancis menggondol gelar juara dunia untuk kali pertama.

Tanpa ragu lagi, inilah final untuk Zidane. Meski dua gol yang diciptakannya tidak berasal dari ciri khas seorang Zizou, itu menunjukkan kemampuan serba bisanya sebagai seorang pemain.
Masyarakat Prancis merayakan kemenangan itu di Arc de Triomphe di malam bulan Juli dengan poster-poster Zidane yang bertuliskan pesan "Merci Zizou!". Legenda pun tercipta.

No comments: