Yang mengambil keputusan untuk menjual Giaccherini adalah klub, bukan Antonio Conte.
Seperti diketahui, Giaccherini hijrah dari Turin untuk menjajal Liga Primer Inggris bersama Sunderland pada sesi transfer musim panas silam.
Walau tidak selalu memasang Giaccherini sebagai starter, Conte enggan melegonya karena menganggap penting peran pemain 28 tahun itu dalam tim. Namun pada akhirnya ia mesti patuh dengan keputusan klub.
"Saya melewati dua musim tak terlupakan di Turin dan kalau keputusan itu di tangan sang pelatih, saya pasti bertahan di Juventus," ujar Giaccherini kepada Radio Mana Sport.
"Klub mengevaluasi semua tawaran yang datang dan menerima pinangan Sunderlan. Mereka memilih untuk melepas saya."
Dalam kesempatan yang sama, Giaccherini juga mengungkapkan perbedaan sepakbola Inggris dan Italia.
"Di Liga Primer, sepakbolanya kurang di sisi teknis tapi jauh lebih intens dan agresif. Stadionnya selalu penuh dan suporternya benar-benar fantastis."
Awal perjalanan Giaccherini bersama Sunderland sendiri mengecewakan di level kolektif. Hanya mengumpulkan satu poin dari tujuh partai awal, The Black Cats saat ini terdampar di dasar klasemen.
Namun, di tingkat personal, pemain multiposisi itu tampil apik dengan mengontribusikan dua gol dari enam penampilan.

No comments:
Post a Comment