Pencarian Data

Thursday, October 10, 2013

Petinggi RFEF Ancam Pemain Yang Terlibat Pengaturan Skor

Jika sudah dinyatakan terlibat dalam pengaturan skor, pemain dan ofisial tersebut tak akan bisa bermain lagi di Spanyol.

GOAL

Pemain dan ofisial yang dinyatakan bersalah terlibat dalam skandal pengaturan skor diancam petinggi Federasi Sepakbola Spanyol (RFEF) tak bisa lagi berkiprah di Spanyol sepanjang hidupnya.

Hal itu diungkapkan Javier Tebas, presiden anyar RFEF, yang bertekad untuk membersihkan sepakbola Spanyol dari virus pengaturan skor.

"Siapa pun yang terlibat, pemain, pelatih wasit atau direktur tim sekali pun, yang memanipulasi hasil dari pertandingan, akan dikenai sanksi skors seumur hidup," katanya, Kamis (10/10).

Tebas menambahkan aturan di Spanyol bisa mencontoh regulasi di olahraga kriket terkait hukuman dalam pengaturan skor.

Di kriket, pemain yang dinyatakan bersalah dalam pengaturan skor akan dikenai larangan terlibat dalam olahraga tersebut seumur hidup, juga bila tidak melaporkan dugaan adanya pengaturan skor, akan mendapat sanksi skor antara satu sampai lima tahun.

"Jika tidak demikian, bisa jadi kami jadi macan ompong," tambah Tebas.

Otoritas Spanyol ini masih menyelidiki adanya dugaan pengaturan skor pada laga Levante kontra Deportivo La Coruna April silam.

No comments: