Tepat 17 tahun lalu, fullback legendaris milik Juventus tersebut mencatatkan namanya sebagai pemain ke-100 Bianconeri yang pernah membela Timnas Italia.
Lahir di kota kecil, Latisana, kawasan Udine, 11 Agustus 1970, Pessotto malang-melintang di berbagai klub Liga Italia Serie A. Lulusan akademi AC Milan ini mengawali kariernya di AS Varese pada musim 1989/90. Dua musim di Varese, Pessotto kemudian begonta-ganti klub, diantaranya Massese, Bologna, Hellas Verona dan Torino. Penampilan impresif untuk klub yang disebut terakhir, membuat klub sekota sekaligus raksasa Serie A, Juventus, merekrut dirinya pada Juli 1995.
Di klub inilah, pria yang kini berusia 43 tahun itu meraih segalanya. Mulai dari gelar scudetto, Piala Super Italia, Liga Champions, hingga dipercaya untuk memperkuat Timnas Italia pada 9 Oktober 1996.
| GIANLUCA PESSOTTO |
| Nama: Gianluca Pessotto Tempat, Tanggal Lahir: Latisana, Udine, Italia, 11 Agustus 1970 Klub: Varese (1989-91), Massese (1991-92), Bologna (1992-93), Hellas Verona (1993-94), Torino (1994-95), Juventus (1995-06) Timnas Italia: 22 caps/ 1 gol | Koleksi Gelar Juventus:Serie A (6): 1996-97, 1997-98, 2001-02, 2002-03. 2004-05*, 2005-06* Supercoppa Italiana (4): 1995, 1997, 2002, 2003 Piala Intertoto (1): 1999 UEFA Champions League (1): 1995–96 Piala Super Eropa (1): 1996 Piala Interkontinental (1): 1996 (*: Dicabut oleh pengadilan akibat Calciopoli) |
Ya, tepat 17 tahun berselang sang pemain melakukan debut impian seluruh pesepakbola Italia bersama Gli Azzurri. Hebatnya, ia juga tercatat sebagai pemain ke-100 milik Bianconeri yang pernah dipanggil untuk memperkuat La Nazionale!
Pelatih Italia kala itu, Arrigo Sacchi, tak ragu memakai jasanya untuk jadi salah satu pilar di lini belakang. Hal itu ia lakukan kala Negeri Pizza menjamu Georgia di Stadio Renato Curi, Perugia, dalam lanjutan kualifikasi Piala Dunia 1998. Bukan pilihan mengejutkan memang, karena Pessotto memang sudah tampil gemilang lewat koleksi 28 penampilannya bersama Si Nyonya Tua pada 1995/96.
Ditemani Alessandro Nesta, Ciro Ferrara dan Paolo Maldini di lini pertahanan, Pessotto mampu menunjukkan kelasnya. Meski Italia kesulitan menembus pertahanan Georgia, sang fullback terus memberi kesan bahwa dirinya layak mengenakan jersey biru Italia. Ia sangat rajin menyisir sisi kanan lapangan, kerja samanya dengan Angelo Di Livio -- yang bertindak sebagai sayap kanan -- juga terlihat padu.
Pada akhirnya Italia mamu mengakhiri laga dengan kemenangan tipis 1-0. Fabrizio Ravanelli jadi pahlawan dengan golnya pada menit ke 43. Sejak saat itu, Pessotto jadi langganan Timnas meski tonggak kepelatihan berganti ke Cesare Maldini hingga Dino Zoff.
Ia ikut dalam skuat Italia untuk Piala Dunia 1998 di Prancis dan Euro 2000 di Belgia-Belanda. Momen yang paling diingat adalah penalti kemenangan yang ia cetak saat melawan Belanda di semi-final Euro 2000, melalui babak adu jotos.
Sayang, sejak Giovanni Trapattoni mengambil alih kursi kepelatihan dari Dino Zoff, Pessotto tak pernah lagi dilirik. Total 22 caps dengan torehan sebuah gol jadi persembahannya. Seiring berjalannya waktu, Pessotto akhirnya memutuskan pensiun bersama klub yang membesarkan namanya, Juventus, pada akhir musim 2005/2006.
Namanya sempat mencuat kembali kala melakukan percobaan bunuh diri pada Juli 2006. Namun, tak usahlah mengingat masa kelamnya, ingatlah Pessotto sebagai salah satu fullback terbaik milik Juventus dan Italia yang namanya tercatat sebagai pemain ke-100 La Vecchia Signora sebagai prajurit La Nazionale.

No comments:
Post a Comment