Jakarta - Hingga kini masih belum jelas apakah cabang sepakbola akan dikirim Indonesia ke ajang Asian Games 2014. Seberapa realistis peluangnya, itu yang perlu dicermati.
Menurut Ketua Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima), Suwarno, pihaknya belum bisa memutuskan mengenai hal tersebut.
"Kalau sepakbola, ya melihat hasil kemarin di SEA Games saja. Pola yang akan dipakai seperti apa, memungkinkan ikut atau tidak," ujarnya di kantor KONI Pusat, Jakarta, Kamis (16/1/2014), seusai pertemuan antara Satlak Prima dengan PB/PP cabang olahraga, untuk merumuskan atlet dan cabang olahraga mana saja yang akan dikirim ke Asian Games 2014 di Incheon, Korea Selatan.
"Kalau lihat di Myanmar kemarin, perjalanan awal mereka tertatih-tatih. Realistis saja. Tapi masih kita lihat perjalanannya. Kita lihat di single event nanti. Tadi mereka (PSSI) juga tidak datang. Jadi, kita belum tahu," sambung Suwarno.
Di SEA Games 2013 bulan Desember lalu di Myanmar, Indonesia gagal memenuhi target untuk meraih medali emas. Tim yang kala itu dilatih Rahmad Darmawan kalah dari Thailand di babak final.
Sebelumnya, Ketua Umum KOmite Olimpiade Indonesia (KOI) Rita Subowo memberi lampu hijau kepada PSSI untuk mengirim timnas U-23 ke Incheon, Korea Selatan. Ia siap memfasilitasi asalkan PSSI punya dana anggaran sendiri. Rita bahkan berniat berangkat ke Incheon hanya untuk menanyakan sistem dan kuota cabang sepakbola di Asian Games tahun ini.
"Kalau masalah pendanaan itu bisa dilakukan dan membuat prestasi oleh PSSI, maka kami NOC (National Olimpic Committee) berfikir positif agar timnas memiliki ajang kompetisi yang lebih baik lagi," terang Rita kemarin.
"Rencananya, dalam waktu dekat kami akan berangkat ke yang punya hajatan (Korea Selatan). Nanti saya akan tanyakan kepada mereka sistemnya bagaimana, dan soal kuotanya. Dari beberapa cabor, pasti ada sepakbola di dalamnya."
PSSI telah menganggarkan dana Rp 10-15 miliar untuk persiapan tim nasional menuju Asian Games 2014.

No comments:
Post a Comment