FIFPro bersama APPI dan PSSI juga membahas permasalahan tunggakan gaji pemain dan standar minimum kontrak pesepakbola Indonesia.
Hal itu dituturkan Schwab usai melakukan pertemuan dengan PSSI di kantor PSSI, Jakarta, Rabu (9/10). Seperti diketahui, saat ini ada dua asosiasi pemain di Indonesia yakni APPI dan Asosiasi Pemain Sepakbola Nasional Indonesia (APSNI).
APSNI sendiri lebih diakui keberadaannya oleh PSSI dan telah ditetapkan sebagai anggota PSSI dari asosiasi pemain pada Kongres Biasa PSSI di Surabaya, 17 Juni lalu. Sebaliknya, APPI mendapatkan pengakuan dari FIFPro yang merupakan satu-satunya asosiasi pemain yang diakui oleh FIFA.
"PSSI harus mengakui APPI yang saat ini sangat baik dalam menangani permasalahan pesepakbola profesional di Indonesia," kata Schwab, usai pertemuan.
Dia menambahkan, dua hal lain yang dibahas dalam pertemuannya dengan PSSI adalah mengenai masalah penyelesaian tunggakan gaji klub terhadap pemain, serta penerapan standar minimum kontrak pesepakbola profesional di Indonesia.
"Kami tidak menetapkan batas waktu untuk penyelesaian masalah yang ada, tapi kami sudah memiliki gambaran waktu seharusnya ini bisa dibereskan sebelum Kongres PSSI Januari 2014 ataukick-off kompetisi baru pada Februari 2014," Schwab menegaskan.
"Saat ini kami melakukan pertemuan informal, maka itu selanjutnya kami akan mengirimkan surat resmi pada pekan depan, terkait yang kami bahas tadi," Schwab memaparkan.
Sementara itu, Presiden APPI, Ponaryo Astaman, juga berharap agar komitmen PSSI supaya klub-klub melunasi tunggakan gaji pemain sebelum kompetisi baru bisa terealisasi dengan cepat.
"Kami sangat serius bekerja untuk memikirkan nasib para pemain," ujar Ponaryo.

No comments:
Post a Comment